- Advertisement -
Beranda blog Halaman 465

Dukung Kearifan Lokal, Festival Lelakut Digelar di Jembrana

Festival Lelakut 2024 digelar di Musium Subak, Subak Basah Tegal Berkis Desa Kaliakah, Negera, Jembrana, Sabtu (16/3/2024).
Festival Lelakut 2024 digelar di Musium Subak, Subak Basah Tegal Berkis Desa Kaliakah, Negera, Jembrana, Sabtu (16/3/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Puluhan Orang Orangan Sawah atau disebut Lelakut dengan berbagai kreasi ramaikan Festival Lelakut 2024 yang digagas Majelis Alit Subak Kecamatan Negara bertempat di Musium Subak, Subak Basah Tegal Berkis Desa Kaliakah, Sabtu (16/3/2024).

Selain Festival Lelakut pada waktu yang bersamaan juga diresmikanya Musium Subak sebagai sarana edukasi.

Bagi kalangan petani lelakut (orang-orangan sawah) sudah tidak asing lagi tetapi dimasa sekarang masyarakat umum atau generasi muda mungkin tidak banyak tau tentang lelakut.

Ketua Panitia I Gede Merta yang juga selaku Ketua Majelis Alit Subak Kecamatan Negara menjelaskan Festival Lelakut 2024 bertujuan untuk melestarikan tradisi adat budaya dan kearifan lokal mengingat hilangnya nilai-nilai mistis yang ada di areal subak.

“Lelakut merupakan suatu bentuk kreatifitas para petani dan sekaligus menjadi penghormatan budaya leluhur yang saat ini trus dilestarikan sehingga generasi muda tidak kehilangan salah satu warisan budaya yang syarat akan makna dan filosofi,” ujarnya.

Gede Merta menambahkan lelakut merupakan suatu sarana tradisional petani untuk menakut nakuti burung pipit yang suka memakan padi, uniknya lelakut yang telah diberi mantra dan sesaji khusus juga berfungsi sebagai penolak bala untuk menjaga agar sawah dijauhi dari hal hal buruk.

“Dijaman sekarang lelakut hanya dibuat sekedarnya hanya menggunakan bahan limbah yang sederhana agar sawah rame dan burung burung tidak berani mendekat, dengan memadukan tradisi dan seni lelakut dapat dibuat lebih menarik bukan sekedar menakut nakuti burung ada hal yang lebih dari itu dan juga akan membuat indahnya pemandangan bagi masyarakat yang sedang melewati sawah,” imbuhnya.

Dalam festival lelakut kali ini selain memamerkan kreatifitas para petani juga mengedukasi bawasanya terdapat tatacara yang benar untuk pembuatan lelakut.

“Lelakut yang dibuat dengan bahan bahan pilihan dan telah diisi mantra dan sesaji biasanya sangat ampuh untuk menangkal ilmu hitam, tetapi sekarang lelakut yang berfungsi sebagai penolak bala sangat jarang ditemukan karena banyak petani yang tidak mengerti tatacara membuat lelakut bertuah,” ungkap Gede Merta.

Sementara itu, Bupati Jembrana yang diwakili Kepala BPKAD I Komang Wiasa mengapresiasi terselenggaranya Festival Lelakut 2024 dengan tujuan meningkatkan semangat petani serta menjadikan sarana edukasi bagi generasi muda untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal.

“Kedepan festival seperti ini diharapkan dapat diselenggarakan dengan lebih besar lagi dengan harapan petani menjadi semangat, memikat generasi muda untuk bertani dan tentu harga komoditi petani meningkat menuju jembrana emas 2026,” pungkas I Komang Wiasa. (ana)

Temui Menparekraf Sandiaga Uno, Bupati Tamba Rancang  Festival Jembrana Bahagia

Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Sabtu (16/3/2024).
Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Sabtu (16/3/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Bupati Jembrana I Nengah Tamba akan mempromosikan Jembrana melalui festival di Jembrana sebagai upaya menuju Jembrana emas 2026.

Bahkan, Bupati Tamba bersama yang didampingi Sekda Jembrana I Made Budiasa dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana Anak Agung Komang Sapta, menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Sabtu (16/3/2024).

Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno, mengaku kagum dengan suara Jegog Jembrana, kesenian itu memang sudah mendunia itu bahkan sering menjadi pengiring event internasional baik yang digelar di dalam dan luar negeri.

Sebab, kekagumannya dengan jegog, Sandiaga Uno juga yang membawa jegog tampil pada Presidensi G20 dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) pada Oktober 2022.

Pariwisata seni dan budaya lain yang ada di Jembrana juga mampu memikat hati Sandiaga Uno, tidak jarang datang langsung ke Jembrana. Sehingga menjadi menteri yang paling sering datang ke Jembrana.

Bahkan mengucurkan miliaran anggaran untuk pengembangan Jembrana, salahsatunya dukungan anggaran membangun sirkuit all in one Jembrana di Desa Pengambengan. Sandiaga Uno juga yang meresmikan.

Dalam diskusi hangat penuh keakraban itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengusulkan Festival Jembrana Bahagia. Gayung bersambut, pertemuan dua sahabat ini menghasilkan sebuah rencana besar untuk Jembrana. Festival Jembrana Bahagia sebagai agenda besar, akan diikuti dengan festival -festival lain di Jembrana.

Bahkan Sandiaga Uno mengharapkan agenda itu tidak ditunda lagi, dilaksanakan tahun ini. Menparekraf akan susun agenda bisa digelar tahun ini. Pemerintah Kabupaten Jembrana juga harus menyiapkan diri untuk agenda tersebut. “Jembrana punya potensi seni budaya luar biasa. Harus didukung dengan promosi yang luar biasa juga agar lebih dikenal luas,” ungkapnya.

Rencana  penyelenggaraan Festival Jembrana Bahagia guna mendukung Jembrana Emas 2026. Menurutnya, akan mengakomodir berbagai potensi dan keunikan Jembrana mulai dari  kesenian budaya, keindahan alam, keberadaan UMKM hingga hiburan.

Menparekraf kembali menyebut bahwa Jembrana memiliki seni budaya unggulan, seperti Jegog dan Mekepung yang sudah termasyur didukung alam dengan keunikannya sendiri, selain untuk pelestarian juga sebagai salah satu daya tari wisata.

“Penyelenggaraan festival akan  mendorong  berbagai potensi dan destinasi unggulan yang dimiliki Kabupaten Jembrana,” terangnya.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat menerima cinderamata topeng barong dari Menparekraf mengungkapkan dukungan kepada Bupati Jembrana dalam mendukung produk ekonomi kreatif Jembrana.

“Semoga bisa mendorong produk ekonomi kreatif kita. Sukses untuk pak bupati dan semoga Jembrana bahagia dan Jembrana emas 2026,” ungkapnya.

Bupati Jembrana Nengah Tamba mengungkapkan ucapan terima kasihnya kepada Menparekraf Sandiaga Uno sudah meluangkan waktu di tengah kesibukannya bertemu dan mendiskusikan banyak hal. “Padahal hari ini hari libur,” ujar bupati, lalu ditimpali Sandiaga bahwa tidak ada hari libur kalau pariwisata. “Tanggalan merah item semua,” ujarnya.

Bupati Tamba mengungkapkan, bahwa kedatangan Menparekraf ditunggu di Jembrana, dalam event -event  yang akan digelar Menparekraf bersama Pemkab Jembrana.

Sandiaga Uno lalu menegaskan akan menjadwalkan dan menghadiri festival Jembrana Bahagia dan festival lain, seperti festival Jembrana Syarif Tua Loloan, serta mendatangi desa wisata dan cokelat Jembrana yang sudah mendunia. (ana)

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bersama Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot

PANTAUBALI.COM, TABANAN  – Serangkaian upacara Pujawali/Piodalan di Pura Luhur Tanah Lot, Kediri, Tabanan yang digelar sejak 13 Maret 2024, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta jajaran turut hadir (tangkil) melaksanakan persembahyangan pada hari penyineban/penutupan upacara pujawali yang jatuh pada rahina Saniscara Paing Wuku Langkir, Sabtu (16/3/2024).

Turut hadir mengikuti persembahyangan, para Asisten di lingkungan Setda Tabanan beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah dan Camat se-Kabupaten Tabanan. Nampak juga, ratusan pemedek lainnya turut memadati dan mengikuti persembahyangan di Pura yang menjadi ikon Pulau Bali yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan tersebut.

Bersama para jajaran Bupati Sanjaya, mengawali kedatangannya dengan nunas tirta di Beji dan dilanjutkan melaksanakan persembahyangan bersama di Luhur Tanah Lot.

Cuaca cerah pagi itu turut mendukung suasana khidmat dalam kegiatan persembahyangan yang dipimpin langsung oleh Jro Mangku Pura setempat serta puluhan pengayah dari Desa Adat Kediri.

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga sekaligus menghimbau para pemedek yang hendak tangkil ke Pura Luhur Tanah Lot, agar tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan persembahyangan, serta memperhatikan waktu pasang surut air laut.

“Mengingat, cuaca ekstrem yang tidak menentu di pertengahan Maret ini yang diselingi angin kencang, hujan deras hingga gelombang tinggi, sehingga bersama-sama tetap agar selalu waspada,” ujarnya.

Pelaksanaan Pujawali di Pura Luhur Tanah lot yang secara rutin digelar setiap 210 hari sekali ini, sekaligus menjadi momentum yang berarti bagi masyarakat umat Hindu di Tabanan maupun seluruh pelosok Pulau Bali.

Sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada Bhatara Segara atau Dewa Laut, sekaligus memperkokoh rasa kebersamaan dan kepercayaan kepada Tuhan. Sudah barang tentu, keselamatan diri juga harus diperhatikan saat melaksanakan penangkilan. (rls)

Warung Makan Jawa di Kuta Terbakar, Uang 100 Juta Hangus

Warung makan Jawa Timur Putra Fantaola di Jalan Kartika Plaza, Nomor 90, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, terbakar pada Sabtu (16/3/2024) dini hari.
Warung makan Jawa Timur Putra Fantaola di Jalan Kartika Plaza, Nomor 90, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, terbakar pada Sabtu (16/3/2024) dini hari.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Warung makan Jawa Timur Putra Fantaola yang berlokasi di Jalan Kartika Plaza, Nomor 90, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, terbakar pada Sabtu (16/3/2024) dini hari.

Bangunan warung milik Yacobus Alex (39) asal Jawa Timur tersebut ludes terbakar beserta isinya termasuk uang Rp100 juta.

Kasi Humas Polresta Denpasar I Ketut Sukadi menerangkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 WITA. Saat itu, warung sudah dalam keadaan tertutup.

Pemilik warung beserta keluarga dan karyawannya hendak beristirahat dan tiba-tiba ada kepulan asap masuk ke dalam kamar. Berselang beberapa menit terdengar suara ledakan dari dapur disertai munculnya api.

“Selanjutnya, pemilik dan dibantu pegawai berusaha memadamkan api menggunakan air yang ada dikamar mandi tetapi api semakin membesar. Lalu pemilik dan karyawan keluar menyelamatkan diri dengan menjebol dan membuka atap dan lompat keluar secara bergantian,” ujarnya.

Berselang 10 menit, tiba petugas unit Damkar Kabupaten Badung dan langsung melakukan pemadaman api. Sekitar pukul 02.15 WITA kobaran api baru berhasil dipadamkan dengan empat unit mobil pemadam kebakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

“Untuk sumber api belum bisa di pastikan, mengingat pada saat kejadian warung sudah tutup tidak ada aktifitas memasak. Kemudian, total kerugian material saat ini masih belum bisa ditafsirkan karena masih menunggu inventarisir dari pihak pemilik,” ungkap Sukadi. (jas)

Optimalkan Pelayanan Publik, Bupati Tabanan Resmikan Tiga Gedung Pemerintahan  

Peresmian tiga gedung perangkat daerah Kabupaten Tabanan, Sabtu (16/3/2024).
Peresmian tiga gedung perangkat daerah Kabupaten Tabanan, Sabtu (16/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gedung Pemerintahan yang dimanfaatkan oleh tiga Perangkat Daerah, yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan diresmikan Bupati Tabanan, Sabtu (16/3/2024).

Pembangunan gedung yang berlokasi di Jalan Wibisana, Desa Delod Peken, tersebut telah dilakukan sejak 2023 ini rampung diresmikan, baik secara sekala dan niskala melalui pemelaspasan yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024 lalu.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan,pmbangunan gedung ini dilakukan mengingat banyaknya gedung Pemerintahan di Kabupaten Tabanan yang telah memasuki usia lebih dari 20 tahun dan saat ini dalam kondisi yang kurang layak pakai.

Selain itu, banyak dari kantor Perangkat Daerah yang perlu diatur tata letaknya. Oleh karenanya, diperlukan peremajaan gedung Pemerintah serta penataan letak kantor agar memudahkan berkoordinasi dan pemberian pelayanan kepada masyarakat.

“Gedung tiga perangkat daerah, yang dibangun atas semangat memberikan pelayaan terbaik bagi masyarakat Tabanan. Dibangun atas satu kesatuan yang mencirikan pembangunan Tabanan tidak bisa dilakukan oleh satu perangkat daerah saja, namun berkolaborasi dalam satu derap langkah dan semangat,” jelasnya.

Menurut Sanjaya, pembangunan ini juga menjadi modal utama dalam pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Pembangunan gedung Pemerintahan, juga akan dilakukan secara simultan di tahun 2024 ini, diantaranya Gedung Dinas Lingkungan Hidup, Gedung Satpol PP, Gedung Badan Penanggulangan Bencana, Gedung Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta Kantor Camat Tabanan,” papar orang nomor satu di Tabanan itu lebih lanjut.

Pihaknya juga menyampaikan, terutama kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk dapat memanfaatkan gedung ini, bersama-sama menjaga, memelihara dan memanfaatkan dengan baik serta dapat menunjukkan integritas dalam melaksanakan pelayanan publik kepada masyarakat Tabanan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan Made Dedy Darmasaputra menyampaikan, pembangunan gedung pemerintah Kabupaten Tabanan secara penampilan, menggunakan unsur modern tropis dan arsitektur tradisional Bali.

Hal tersebut berdasarkan inisiasi dan gagasan dari Bupati Tabanan. Bahwasanya, bangunan di Tabanan haruslah memliki ciri khas Tabanan yakni bentuk jineng dan penggunaan material Bata serta aksen cawan pada pilar yang merupakan produksi lokal Kabupaten Tabanan.

“Dengan adanya fasilitas gedung Pemerintah yang baru ini, akan meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan,” harap Dedy.

Wakil Bupati Jembrana Sampaikan Pendapat Bupati atas Ranperda Inisiatif Dewan

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan pendapat bupati terhadap Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Jembrana, Jumat (15/3/2024).
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan pendapat bupati terhadap Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Jembrana, Jumat (15/3/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – DPRD Kabupaten Jembrana menggelar Rapat Paripurna II masa persidangan II Tahun 2023/2024, di ruang sidang utama DPRD kabupaten Jembrana, Jumat (15/3/2024).

Dipimpin ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Rapat Paripurna ini mengagendakan Pendapat Bupati Jembrana terhadap 4 Ranperda inisiatif DPRD serta Pandangan Umum Fraksi terhadap 2 Ranperda Kabupaten Jembrana.

Mewakili Bupati Jembrana, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) membacakan pendapat Bupati terhadap 4 Ranperda inisiatif DPRD Jembrana diantaranya Ranperda tentang Penyelenggaraan Wajib Belajar Pendidikan Anak Usia Dini, Ranperda tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar, Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Usaha Mikro serta Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Desa Wisata.

Secara umum, Wabup Ipat memberikan sejumlah masukan terkait dengan teknis penyusunan Ranperda seperti perbaikan penulisan, penyempurnaan isi dan penyesuaian dengan peraturan perundang yang telah ada.

Ranperda tentang Penyelenggaraan Wajib Belajar Pendidikan Anak Usia Dini disambut baik Wabup Ipat, menurutnya dalam perkembangan anak-anak pada masa usia dini merupakan perkembangan kritis yang menjadi fondasi bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan di masa mendatang.

“Masa usia dini merupakan golden age periode, artinya merupakan masa emas untuk seluruh aspek perkembangan manusia, baik fisik, kognisi emosi maupun sosial. Sehingga untuk mendukung dan mendorong kemampuan dasar anak agar dapat berkembang dan tumbuh secara optimal diperlukan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang perlu diatur dalam suatu payung hukum peraturan daerah,” kata Wabup Ipat.

Dibentuknya Ranperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar, kata Ipat juga sangat penting untuk memberikan akses keadilan, perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu.

Sehingga diperlukan layanan pendidikan dalam bentuk wajib belajar pendidikan dasar sebagai perlindungan atas hak konstitusional warga negara agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Jembrana.

Selain itu Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Usaha Mikro juga diapresiasi Wabup Ipat. Kendati demikian, pihaknya juga menyarankan agar Ranperda tersebut disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang telah ada.

“Pada prinsipnya, kami sependapat dengan Dewan yang terhormat, namun berkaitan dengan materi muatan kiranya agar diselaraskan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Perda Kabupaten Jembrana Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah,” jelasnya.

Wabup Ipat juga mengaku memiliki pandangan yang sama atas Ranperda tentang Perubahan atas Perda No 2 Tahun 2018 tentang Desa Wisata yang menurutnya sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.

“Mengenai Ranperda tersebut, saya memiliki pandangan yang sama dengan Dewan yang terhormat, yakni Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Desa Wisata sudah tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan hukum saat ini hingga perlu diubah,” pungkasnya. (rls)

Nenek 75 Tahun di Desa Bongkasa Tewas Tertimpa Pohon Enau

Jenazah nenek berinisial GML (75) yang tewas tertimpa pohon di tegalan Banjar Pengembungan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (15/3/2024).
Jenazah nenek berinisial GML (75) yang tewas tertimpa pohon di tegalan Banjar Pengembungan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (15/3/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang nenek berinisial GML (75) tewas usai tertimpa pohon di tegalan (kebun) di Banjar Pengembungan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 15.00 WITA.

Korban tewas di tempat setelah tertimpa pohon jenis enau di kebuh milik IWS.

Kasi Humas Polres Badung Iptu I Ketut Sudana mengatakan, menurut keterangan saksi, awalnya dilakukan penebangan pohon jenis Dau di kebun milik IWS yang posisinya berdekatan dengan pohon Enau yang menimpa korban.

“Sesaat setelah pohon yang ditebang jatuh, tiba-tiba pohon enau ikut roboh dengan sendirinya hingga menimpa korban yang tepat berada di titik jatuhnya pohon,” terangnya setelah di konfirmasi Sabtu (16/3/2024).

Selanjutnya, korban dilarikan ke RS Mangusada dan dinyatakan korban telah meninggal dunia. “Saat ini jenazah korban dititipkan di RS Mangusada,” imbuh Sudana. (jas)

Disetujui Kemendagri, TPP ASN Jembrana Segera Cair

Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinanti ASN Pemerintah Kabupaten Jembrana segera dicairkan.
Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinanti ASN Pemerintah Kabupaten Jembrana segera dicairkan.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinanti ASN Pemerintah Kabupaten Jembrana akhirnya menemui titik terang. Pembayaran TPP ASN Pemkab Jembrana sebagai penghargaan atas capaian kinerja serta disiplin dan tanggung jawab pegawai baru disetujui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah melalui sejumlah tahapan.

Persetujuan itu hasil kordinasi Sekda Jembrana  yang diperintah khusus Bupati I Nengah Tamba untuk datang langsung kekementerian dalam negeri menyelesaikan persoalan belum cairnya TPP Pegawai. Bahkan bupati menargetkan TPP itu dicairkan kerekening pegawai masing masing selambatnya hari senin depan.

“Astungkare persetujuan dari Kemendagri sudah turun hari ini Jumat (15/3/2024) sebagai dasar kami mencairkan TPP Pegawai ,” kata Sekda Jembrana I Made Budiasa.

Sekda I  Made Budiasa mengakui ada andil Bupati Jembrana dalam persetujuan TPP ini. Ia kemudian diperintah  secara langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.
Selanjutnya   persetujuan pembayaran TPP ini, akan segera ditindaklanjuti agar TPP bisa segera dicairkan di masing masing OPD.

“Kami sudah tindaklanjuti secara langsung ke Jakarta dengan Kementerian Keuangan sesuai arahan dan perintah Bapak Bupati. Selanjutnya akan diselesaikan di bagian organisasi sekretariat daerah sehingga bulan ini tukin ( TPP) pegawai bisa cair,” ujar Budiasa.

Pihaknya menegaskan anggaran untuk TPP bagi ASN Pemkab Jembrana sudah dialokasikan, hanya saja selama ini masih menunggu persetujuan pembayaran dari Kemendagri.

Kabar  ini sekaligus menjadi angin segar bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Pasalnya TPP untuk kinerja bulan Januari dan Februari, biasanya sudah bisa dicairkan paling lambat tanggal 10 bulan berikut.

Apalagi, TPP tersebut sangat dibutuhkan oleh para ASN utamanya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan hari raya Galungan, Kuningan dan Nyepi yang berkelanjutan.

“Kami sudah tindaklanjuti secara langsung ke Jakarta dengan Kementerian Keuangan sesuai arahan dan perintah Bapak Bupati. Selanjutnya akan diselesaikan di bagian organisasi sekretariat daerah sehingga bulan ini tukin pegawai bisa cair,” ujar Budiasa.

Pihaknya menegaskan anggaran untuk TPP bagi ASN Pemkab Jembrana sudah dialokasikan, hanya saja selama ini masih menunggu persetujuan pembayaran dari Kemendagri.

“Anggaran kita sudah siap, ini untuk pencairan hanya menunggu persetujuan Kemendagri sebagai dasar penetapan SK Bupati mengenai besaran TPP,” imbuhnya.

Lanjut, kata Budiasa, Surat Keputusan Bupati mengenai besaran TPP sudah disiapkan dan perhari ini sudah bisa ditandatangani oleh Bupati Jembrana. Pihaknya pun mengintruksikan kepada semua OPD untuk membuat permohonan pembayaran TPP sesuai dengan hasil kinerja pegawai.

“SK sudah disiapkan. Selanjutnya masing-masing OPD silahkan mengamprahkan TPP sesuai e-Kinerja. Makin cepat makin baik,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi dan Perpustakaan Setda Jembrana, I Ketut Santiyasa mengatakan untuk tahun 2023 besaran TPP untuk semua jabatan di Pemkab Jembrana telah dinaikan dan di tahun 2024 ini jabatan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan dan sejumlah jabatan lainnya kembali dinaikkan.

“Sesuai dengan komitmen Bapak Bupati, pada tahun 2023 tambahan pengasilan pegawai (TPP) untuk seluruh jabatan telah ditingkatkan rata-rata sebesar 10 persen. Pada Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali meningkatkan TPP bagi para pejabat struktural di kecamatan dan di kelurahan mengingat tugas dan fungsinya sebagai ujung tombak untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jembrana serta beberapa jabatan lainnya menyesuaikan dengan kelas jabatan,” ucap Santiyasa.

Pihaknya menambahkan peningkatan TPP ini tentunya dilakukan dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.

“Persetujuan tersebut diberikan berdasarkan capaian penyelenggaraan Reformasi Birokrasi Pemerintah Kabupaten Jembrana dimana pada Tahun 2023 penyelenggaraan Reformasi Birokrasi Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan nilai 75,92 atau capaiannya di atas 50 persen,” pungkasnya. (rls)

Jaga Ketersediaan Pangan, Sekda Dewa Indra Minta Kabupaten/Kota Miliki Perumda Pangan

 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra meminta kepada Kabupaten yang belum memiliki Perumda Pangan untuk segera membentuknya. Hal ini dimaksudkan untuk berkolaborasi ketahanan/ketersediaan pangan antar Kabupaten/ Kota. “Saya minta seluruh Kabupaten/ Kota di Provinsi Bali memiliki Perumda Pangan. Apabila di satu Kabupaten/ Kota kekurangan bahan pokok beras misalnya, bisa bertukar atau membeli dari Kabupaten lain yang ketersediaan berasnya masih aman, sehingga tidak akan terjadi kekurangan stok pangan, dan tidak menyebabkan harga yang tinggi. Hal ini penting untuk menjaga inflasi agar tetap stabil”, ungkap Sekda Dewa Indra dalam wawancaranya sesaat setelah memberikan paparan, serangkaian Rapat Koordinasi Wilayah TPID Bali Nusra, di Hotel Laguna Nusa Dua, Bali, Jumat, Sukra Umanis, Langkir (15/3).

Selain itu, keberadaan Perumda Pangan bertujuan untuk menyerap hasil pertanian dari masyarakat setempat, sehingga selain stok pangan aman, perekonomian masyarakatnya juga akan berputar secara sehat.

Dalam Rapat Koordinasi Wilayah Bali Nusra yang mengangkat tema “Penguatan Kelembagaan Pangan di Daerah (BUMD/ Koperasi) untuk Pengendalian Inflasi dan Mendorong Kerjasama Antar Daerah (KAD) di Wilayah Bali Nusra” ini kita bersama berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat lembaga-lembaga pangan ekonomi lokal, dan mendorong kerja sama lintas daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat betapa pentingnya stabilitas harga pangan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan tantangan global.

Dijelaskannya lagi, bahwa pada bulan Februari tahun 2024 ini, inflasi di Bali tercatat 2,98% (yoy) dan secara bulanan Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm).

Untuk inflasi yoy, angka ini masih dalam range target inflasi yaitu 2,5±1%. “Terkendalinya inflasi tidak terlepas dari sinergi yang baik antar stakeholder melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang didukung oleh Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan mengimplementasikan kerangka strategi 4K yakni, Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi yang efektif”, imbuhnya lagi.

Rakorwil ini merupakan wadah yang tepat untuk berbagi pengalaman, menyusun strategi bersama, dan memperkuat kerjasama antar daerah dalam hal pengendalian inflasi dan pengembangan kelembagaan sektor pangan. Oleh sebab itu, sangatlah penting apabila upaya pengendalian inflasi bisa dilakukan secara “Ngrombo” bersama-sama antar stakeholder tidak hanya dalam lingkup antar Kabupaten/ Kota se-Bali namun antar wilayah khususnya Bali Nusra.

Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah optimalisasi kerja sama antar daerah (KAD) guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antarwilayah. TPID perlu mengidentifikasi wilayah surplus dan defisit serta menjadi fasilitator untuk mendorong kerjasama antardaerah untuk menjaga kelancaran distribusi.

Diungkapkannya lagi, bahwa kolaborasi merupakan kunci sukses dalam menjaga stabilitas harga pangan. Baik itu melalui pertukaran informasi, pengalaman, dan sumber daya, kita dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan bersama.

“Saya harapkan, pelaksanaan KAD tidak hanya melalui skema government to government (G2G) tapi berkembang menjadi business to business (B2B) dimana Perumda Pangan dan Koperasi memegang peranan penting sebagai mitra strategis dalam menyalurkan komoditas pangan pada daerah surplus dan memperoleh komoditas pangan pada daerah defisit”.

“Perlu kami sampaikan bahwa seluruh Perumda Pangan se-Bali telah membentuk Paiketan Perumda Pangan yang bertujuan untuk berkolaborasi mendorong perekonomian dan pengendalian harga pangan di Provinsi Bali. Hal ini merupakan salah satu program penguatan kelembagaan Perumda Pangan yang diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam melakukan upaya-upaya konkrit pengendalian inflasi di Provinsi Bali.

Ahli Utama Itjen Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Rolekson Simatupang yang pada kesempatan ini turut hadir langsung, mengatakan ada enam (6) upaya konkrit Pemda dalam penanganan Inflasi Daerah, diantaranya melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menimbun atau menahan barang, kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta memberikan dukungan transportasi dari APBD.

Gerakan Panen Padi Raya di Subak Gadon I Kediri Tabanan

Gerakan Panen Padi diselenggarakan di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/3/2024).
Gerakan Panen Padi diselenggarakan di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai salah satu upaya dalam mempertahankan ketahanan pangan di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan, Gerakan Panen Padi diselenggarakan di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/3/2024).

Dimulai sejak pagi hari, kegiatan dihadiri langsung oleh PJ. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, Sekda dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri dan Direktur Perumda Dharma Santhika Tabanan, juga diikuti oleh Perbekel Desa Pandak Gede, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kecamatan Kediri dan Pekaseh Subak Gadon I.

Panen yang berlangsung, menggunakan Varietas padi baru, yakni Inpari Nutri Zinc, yang dinyatakan memiliki kandungan unsur Zn (Zinc) lebih tinggi daripada varietas beras lainnya.

Dengan unsur Zinc yang lebih tinggi, di mana zat ini merupakan unsur vital untuk pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi, serta sangat berpengaruh terhadap kekuatan sistem imun, meningkatkan daya tahan tubuh, produktivitas dan kualitas hidup manusia, menjadikan varietas ini menjadi beras yang mampu mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

Panen raya ini mendapat apresiasi yang baik dari Jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Menurut PJ. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra, Panen Raya menjadi bukti kerja keras, dedikasi dan kerjasama yang luar biasa dari anggota kelompok tani.

“Panen Raya kali ini diharapkan dapat mendorong dan memberi semangat kepada petani untuk terus lebih giat menanam padi guna memenuhi kebutuhan pangan dan mampu mengendalikan inflasi terhadap salah satu komoditas bahan pangan, khususnya beras di tengah masyarakat demi terwujudnya ketahanan pangan nasional,” sebutnya.

Apresiasi tersebut juga didukung oleh keterangan dari Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang saat itu menekankan, bahwa produktivitas varietas ini terbukti lebih tinggi dibandingkan varietas yang lain.

Di kesempatan yang sama, menyampaikan Sambutan Bupati Tabanan, Gede Dalem Trisna Ngurah menyampaikan, sesuai dengan Visi dan Misi Tabanan Era Baru, di mana bidang prioritas yang mendapat perhatian yakni terkait penguatan sandang pangan dan papan. Sektor pertanian menjadi sangat penting, sebab pertanian adalah rohnya kabupaten Tabanan yang sangat identik dengan lumbung padi di Provinsi Bali.

“Atas dasar itulah, saya minta kepada seluruh jajaran perangkat daerah yang bersentuhan dengan pertanian dapat secara bersungguh-sungguh mengelola bidang ini dengan sebuah spirit baru yaitu tidak hanya mempertahankan sebuah predikat sebagai lumbung padinya Bali, tetapi juga mampu melangkah lebih jauh, melalui sebuah terobosan dalam mendorong pertanian modern bersekala besar,” paparnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Balii atas fasilitas dan bantuan yang diberikan khususnya dalam sektor pertanian guna meningkatkan produktifitas padi.

“Kita berharap, dengan harga beras yang stabil, kedepannya kehidupan para petani mejadi lebih terjamin dan melalui gerakan panen padi serentak ini juga bisa meningkatkan giat anggota Subak Gadon I untuk bertani dan menghasilkan produk tani yang melimpah serta memberikan pengaruh positif terhadap kestabilan harga beras di pasaran,” jelasnya lebih lanjut. (rls)