- Advertisement -
Beranda blog Halaman 405

Kabag Tapem Setda Tabanan, Wayan Sri Wahyuni Berpulang

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Pemerintah Kabupaten Tabanan Ni Wayan Sri Wahyuni.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Pemerintah Kabupaten Tabanan Ni Wayan Sri Wahyuni.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Pemerintah Kabupaten Tabanan Ni Wayan Sri Wahyuni meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Tabanan Minggu (21/7/2024) dini hari pukul 01.05 WITA.

Sri Wahyuni meninggal di usia 45 tahun karena mengidap penyakit kanker rahim. Sebelum meninggal, birokrat asal Lampung ini telah berjuang melawan penyakitnya sejak awal Februari 2024 lalu.

Suami almarhun, I Ketut Sugina membenarkan kabar duka tersebut. Istrinya meninggal Minggu dini hari dalam perawatan di RSUD Tabanan.

“Sudah bulak balik perawatan di sejumlah rumah sakit sejak divonis kanker rahim. Awalnya didiagnosa pembengkakan pada ginjal,” ucapnya, Senin (22/7/2024).

Sugina mengatakan. jenazah istrinya sudah dibawa ke rumah duka di Banjar Gubug Belodan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.

“Sebelum divonis kanker rahim, istri saya awalnya drop Februari lalu sempat menjalani transfusi darah awal itu. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal,” kenang mantan Komisioner KPU Tabanan ini.

Adapun Upacara Ngeringkes dijadwalkan pada Buda Pahing Landep, Rabu (24/7/2024). Dan Uacara Pengabenan dijadwalkan pada Wrespati Pon Landep Kamis (25/7/2024) di setra Banjar Gubug.

Sementara itu, Sekda Tabanan Gede Susila ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui kabar duka tersebut. Dia diinformasikan oleh Asisten I Setda Tabanan.

“Pemkab juga rencana bakal melayat ke rumah duka, jadwal masih disusun,” ujarnya.

Menurut Susila, almarhum ini adalah birokrat yang baik dan bekerja keras. Sebab sebelumnya dalam keadaan sakit masih berusaha memonitor tugasnya sehingga berjalan dengan baik.

“Kami atas Pemkab Tabanan turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” terangnya.

Di kalangan internal Pemkab Tabanan sosok almarhum Ni Wayan Sri Wahyuni juga dikenal sebagai birokrat yang humble.

Sebelum menjabat sebagai Kabag Tapem Setda Tabanan Sri Wahyuni sempat menjabat sebagai Kabid Prasarana di Dinas Perhubungan.

Kemudian sempat menjadi Sekdis Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja dan Sekdis Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan.

Untuk selamanya birokrat kelahiran 1 Juni 1979 ini pergi meninggalkan tiga orang anak yang masih mengenyam pendidikan.

Anaknya yang paling sulung putri sudah duduk di bangku perkuliahan. Kemudian anak nomor dua putra duduk di bangku SMA, dan anak nomor tiga putra masih duduk dibangku sekolah dasar. (rls) 

Punya Hewan Peliharaan? Inilah Lima Manfaat yang Bisa Kalian Dapatkan

Ilustrasi manfaat memelihara hewan peliharaan.
Ilustrasi manfaat memelihara hewan peliharaan.

PANTAUBALI.COM – Hewan terkadang memiliki peran penting bagi manusia, mulai dari menjaga rumah bahkan hingga meredakan stres atau hiburan bagi tuannya.

Tahukah kalian, dilansir dari Halodoc inilah beberapa manfaat bagi kesehatan ketika memiliki hewan peliharaan yaitu:

1. Mengurangi depresi

Hewan peliharaan dapat memotivasi manusia. Salah satunya yaitu anjing, keaktifan anjing akan mendorong majikannya untuk bermain dan meredakan depresi. Selain itu, membelainya juga dapat menangkan jiwa.

2. Membantu Bersosialisasi

Bermain dan berjalan-jalan dengan anjing juga dapat memperluas sosialisasi, atau bertemu pemilik anjing lainnya ataupun tetangga sekitar.

Faktanya, orang yang bersosial tinggi cenderung lebih sehat dalam mentalitasnya.

3. Mengurangi Kesepian

Dengan hadirnya hewan peliharaan, kalian dapat memiliki teman saat sedang kesepian, dengan menghabiskan rutinitas bersama peliharaan dapat mengisi kesepian yang ada dalam diri kalian.

4. Terapi untuk Anak ADHD

Selain hal di atas, hewan peliharaan juga memiliki peran yang hebat, bisa dijadikan sebagai terapi untuk anak pengidap ADHD. Melakukan aktivitas dan merawat peliharaan dapat melatih rasa tanggung jawab anak.

5. Terapi untuk Anak Autisme

Masalah sensorik umumnya dialami anak-anak autisme, adanya anjing dan kucing adalah jenis hewan yang digunakan untuk tujuan ini untuk mereka meraba dan mengenali suara dari hewan ini.

Hasilnya, saat berkontak langsung, anak-anak ini sering merasa tenang dengan hewan ini.

Itulah lima manfaat yang bisa kalian dapatkan dengan memelihara hewan peliharaan, tentunya memilih hewan yang sesuai dengan karakteristik dan kesibukan yang kalian punya. (jas)

Soal Pengelolaan DTW Bedugul, Dewan Tabanan Sarankan Pemerintah Kabupaten Buat RDTR

Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani
Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pengelolaan kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Bedugul di Kecamatan Baturiti, Tabanan hingga saat masih terkendala sulitnya mendapatkan investor untuk menyewa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Anak Agung Ngurah Satria Tenaya beberapa waktu lalu.

Sehingga, kawasa DTW yang merupakan aset Pemkab Tabanan berupa tanah, bangunan, hotel dan restoran tersebut terkesan terbengkalai setelah yang dikembalikan oleh pihak pengelola yakni Wayan Purnayasa pada tahun 2013.

Terkait hal itu, Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani mengakui jika pemanfaatan aset di kawasan Bedugul ini memang belum bisa dilakukan secara optimal oleh Pemkab Tabanan.

“Optimalisasinya memang belum bisa dilakukan karena status dari aset tersebut. Selain itu, di kawasan Bedugul dan sekitarnya sudah banyak ada tempat usaha tetapi belum memiliki kejelasan,” jelasnya Minggu (21/7/2024).

Menurut Omardani, untuk perencanaan dan kajian terhadap aset milik Pemkab Tabanan harus disesuaikan dengan trend yang ada dalam industri pariwisata saat ini.

Disamping itu juga harus ada payung hukum yang menjadi acuan dari pengelolaan yang akan dilakukan.

Salah satu satunya adalah dengan membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) khusus yang mengatur mengenai tata ruang di kawasan Bedugul dan sekitarnya.

“Lokasi dari kawasan Bedugul dan sekitarnya merupakan salah satu jalur antar provinsi, yang menghubungkan kawasan Bali selatan dan Kabupaten Buleleng sehingga untuk penataan dikawasan ini, harus melibatkan pemprov Bali,” tambahnya.

Selain itu, kawasan objek wisata Ulundanu yang berada di kawasan Bedugul ini juga merupakan kawasan suci yang digunakan sebagai salah satu lokasi upacara oleh umat Hindu yang tidak saja berasal dari Kabupaten Tabanan, namun juga berasal dari luar Tabanan.

“Sehingga untuk penataan di kawasan ini diperlukan kajian yang lengkap, baik dari kajian hukum hinga pada konsep budaya,” imbuhnya. (ana)

Pemkab Badung Salurkan Bantuan Pascabencana Senilai Rp902 Juta di 4 Titik

Wabup Ketut Suiasa didampingi Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma, melaksanakan kunjungan serta menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan, Minggu (21/7/2024).
Wabup Ketut Suiasa didampingi Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma, melaksanakan kunjungan serta menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan, Minggu (21/7/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan pada Minggu (21/7/2024).

Bantuan tersebut diserahkan di empat titik. Titik pertama adalah di Pura Muaya, Lingkungan Pesalakan, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. Di sini, bantuan berupa perbaikan pelinggih tajuk dan pepelik dengan nilai sebesar Rp 320 juta lebih diserahkan.

Titik kedua di kediaman I Nyoman Nuada di Lingkungan Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta. Bantuan yang diberikan di sini berupa dana sebesar Rp 210 juta untuk perbaikan rumah.

Titik ketiga adalah di kediaman I Ketut Sueta di Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Bantuan yang diserahkan berupa dana sebesar Rp52 juta lebih untuk perbaikan rumah.

Titik terakhir adalah di Pura Dalem, Desa Adat Kutuh. Bantuan yang diserahkan di sini adalah untuk perbaikan Balai Gong dengan nilai sebesar Rp 320 juta lebih.

Total dana bantuan Rp902 juta tersebut bersumber dari dana BPBD dan diharapkan dapat membantu pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, Wayan Darma

Ketut Suiasa mengatakan bntuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya memediasi dan memfasilitasi masyarakat dalam meringankan beban mereka.

“Bantuan bangunan fisik untuk masyarakat yang terkena bencana alam adalah salah satu konsepsi yang kita kembangkan. Kita ingin memediasi dan memfasilitasi masyarakat dalam meringankan beban mereka,” ujarnya usai menyerahkan bantuan.

Di Bali, lanjut Suiasa, banyak masyarakat yang terkena dampak bencana alam.

Pihaknya telah menyesuaikan regulasi dan aturan untuk memungkinkan pemberian bantuan bagi setiap bangunan fisik yang rusak, baik itu milik perseorangan, komunitas, maupun lembaga. Bantuan ini diambil dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Tentu besaran bantuan ini akan disesuaikan dengan hitungan nilai fisik yang telah kita hitung bersama Tim Teknis Jitupasna pada BPBD. Hal inilah yang menjadi dasar dalam membuat kebijakan dan menyusun anggaran,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana alam dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik.

“Kita di Badung akan terus secara konsisten melakukan upaya ini secara berkesinambungan. Orang yang sehat saja kita ringankan bebannya, apalagi masyarakat yang terkena bencana, tentu dua kali lipat perhatian yang harus kita berikan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Kuta Ngurah Bayudhewa, Sekcam Kuta Selatan, Bendesa Adat Jimbaran, Jro Mangku Pura Muaya, Bendesa Adat Kutuh beserta Prajuru adat, Nyoman Nuada dan Ketut Sueta. (ana)

Kenali Dampak “Emotional Eating’, Faktor Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Ilustrasi makanan berlebih akibat stres. (Foto:CNN)
Ilustrasi makanan berlebih akibat stres. (Foto:CNN)

PANTAUBALI.COMEmotional Eating merupakan kondisi seseorang yang mengonsumsi makanan secara berlebih sebagai respons terhadap emosi negatif seperti stres, sedih, cemas, atau bosan.

Jika berlangsung secara terus menerus, kebiasaan ini dapat berdampak pada gangguan pola makan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas.

Untuk menangani emotional eating penting untuk memahami penyebabnya dan menerapkan strategi yang tepat.

Berikut beberapa faktor penyebab beserta cara mengatasi emotional eating, dilansir dari situs Halodoc.

1. Stres emosional

Makanan sering memberikan kenyamanan sementara yang dapat mengurangi stres. Namun tidak bisa mengatasi masalah emosional yang sebenarnya.

Oleh karena itu, mencari cara lain untuk mengelola emosi seperti meditasi, olahraga, atau terapi sangat penting.

2. Kondisi lingkungan

Lingkungan yang mendorong penggunaan makanan sebagai kenyamanan atau penghargaan dapat meningkatkan risiko emotional eating.

Jika orang di sekitar sering menggunakan makanan untuk merayakan atau mengatasi stres, kebiasaan ini bisa tertular.

Maka, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pola makan sehat.

3. Kurangnya keterampilan koping

Koping merupakan cara keterampilan seseorang dalam menghadapi atau mengatasi stres, tekanan, dan emosi negatif.

Tanpa keterampilan koping yang efektif, makan dapat menjadi solusi cepat untuk mengatasi emosi negatif. Namun, ini hanya memberikan kelegaan sementara.

Mempelajari strategi koping yang sehat, seperti berbicara dengan orang yang dipercaya, menulis jurnal atau meluangkan waktu untuk diri sendiri, dapat membantu.

4. Rasa lapar emosional

Seseorang sering kali tidak dapat membedakan antara lapar fisik dan lapar emosional.

Saat merasa bosan, kesepian, atau sedih, mereka mungkin mengira itu lapar. Dengan lebih sadar terhadap perasaan ini, makan emosional dapat dihindari.

Sebelum makan, tanyakan pada diri sendiri apakah rasa lapar tersebut berasal dari fisik atau emosional.

5. Mengembangkan kebiasaan makan sehat

Mengembangkan kebiasaan makan sehat sangat penting untuk mengatasi emotional eating emosional.

Ini termasuk mengonsumsi makanan seimbang, menghindari makan berlebihan, dan menjaga pola makan yang teratur. Artikel terkait pola makan sehat dapat membantu dalam menerapkan kebiasaan ini.

Kesadaran diri adalah kunci utama untuk mengendalikan makan emosional. Dengan memahami penyebabnya dan mengambil langkah yang tepat, kamu dapat mengatasi kebiasaan ini.

Mengatasi makan emosional memang membutuhkan kesabaran dan disiplin. Jika kesulitan, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau ahli gizi dapat sangat membantu dalam menemukan solusi yang tepat.

Seminggu Operasi Patuh Agung, Polres Tabanan Tindak 116 Pelanggar dan Catat 14 Kecelakaan

Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan tilang pengendara motor tidak menggunakan helm.
Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan tilang pengendara motor tidak menggunakan helm.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Operasi Patuh Agung 2024 telah berlangsung selama satu minggu di wilayah Kabupaten Tabanan. Hasilnya, sejumlah pelanggaran lalu lintas berhasil ditindak oleh Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan selama operasi berlangsung.

Selain penindakan terhadap pelanggar, kepolisian juga mencatat belasan kasus kecelakan lalu lintas. Operasi Patuh Agung dilaksanakan selama 14 hari dari 15 – 28 Juli 2024.

Kasat Lantas Polres Tabanan AKP I Made Adi Sutapa mengatakan, pihaknya telah menindak sebanyak 90 pelanggar melalui tilang elektronik (ETLE).

“Selama operasi dilaksanakan, kami sudah melaksanakan penindakan ETLE sebanyak 90 kali. Jenis pelanggaran yang ditindak meliputi pelanggaran penggunaan sabuk keselamatan dan helm,” ujarnya, Minggu (21/7/2024).

AKP Adi Sutapa menyebut, selain penindakan melalui tilang elektronik, pihaknya juga melakukan tilang manual sebanyak 26 kali.

“Jenis pelanggaran yang ditindak secara manual meliputi pelanggaran tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), tanpa helm, dan persyaratan teknis lainnya,” ucapnya.

Adapun titik lokasi pelanggaran terbanyak ditemukan pelanggaran yakni di jalur Denpasar-Gilimanuk tepatnya dari Simpang Dadakan sampai Patung Adi Pura.

“Sesuai dengan Target Operasi (TO), lokasi yang paling banyak ditemukan pelanggaran adalah di Simpang Dadakan sampai Adi Pura,” jelasnya.

Dalam operasi kali ini ada tujuh jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi sasaran penindakan, diantaranya, mengemudikan kendaraan sambil menggunakan handphone, tidak menggunakan helm SNI maupun sabuk pengamanan.

Kemudian, menerobos lampu merah, berkendara dengan kecepatan tinggi, melawan arus, hingga wisatawan manca negara maupun domestik yang melakukan pelangggaran lalu lintas.

Disamping menindak pelanggar lalu lintas, Operasi Patuh Agung 2024 juga bertujuan untuk menekan angka kecelakaan yang tinggi.

Di wilayah hukum Polres Tabanan, kata AKP Adi Sutapa, pihaknya mencatat sebanyak 14 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari kejadian tersebut, 15 orang mengalami luka ringan, dengan total kerugian mencapai Rp15,2 juta.

“Seluruh kecelakaan terjadi di luar lokasi yang menjadi fokus operasi,” tambahnya.

Pihaknya pun meng menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Saya menghimbau kepada masyarakat dalam Operasi Patuh Agung 2024 ini, agar selalu mengikuti aturan berlalu lintas guna menekan terjadinya pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan mengurangi korban fatalitas kecelakaan,” ucap Adi Sutapa. (ana)

WNA Australia Pelaku KDRT dan WNA Nigeria Overstay Dideportasi Rudenim Denpasar

Dua WNA dideportasi Rudenim Denpasar.
Dua WNA dideportasi Rudenim Denpasar.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali melalui Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar melakukan Tindakan penegakan hukum terhadap dua Warga Negara Asing (WNA) pada Jumat (19/7/2024).

WNA tersebut merupakan seorang pria berinisial ACH asal Australia yang melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya.

Serta, WNA pria berinisial AFG asal Nigeria yang terbukti tinggal melebihi izin yang diberikan atau overstay.

Kepala Rumah Detensi (Rudenim) Denpasar, Gede Dudy Duwita menerangkan, ACH telah menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kerobokan, Bali.

Ia datang ke Indonesia pada 17 Februari 2024 menggunakan Visa on Arrival, dan terlibat dalam kasus KDRT kepada istrinya seorang WNI pada Juli 2023.

“Ia ditahan di Polresta Denpasar selama 60 hari, lalu dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kerobokan untuk menjalani masa hukuman selama 4 bulan 20 hari,” terangnya.

Sementara pada kasus overstay, AFG menjalani pemeriksaan oleh pihak imigrasi Ngurah Rai terkait keberadaan, kegiatan, dan izin tinggalnya di wilayah Indonesia.

Ia datang pada 1 Juni 2023) melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan menggunakan Izin Tinggal Kunjungan (B211A).

AFG mengakui telah melebihi masa berlaku izin tinggalnya di Indonesia, yang telah overstay selama 334 hari sejak 30 Juli 2023), dengan alasan biaya yang mahal yang dikenakan oleh agen yang membantunya.

Kini, AFG menghadapi tindakan administratif keimigrasian dari pihak berwenang Indonesia dan harus mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Namun karena pendeportasian belum dapat dilakukan dengan segera maka kedua WNA tersebut diserahkan ke Rudenim Denpasar pada waktu yang berbeda untuk diproses pendeportasiannya lebih lanjut.

Setelah kurang lebih tujuh hari di detensi di Rudenim Denpasar, pada (18/7/2024), ACH akhirnya diberangkatkan ke Perth, Australia, sementara AFG yang telah didetensi selama 22 hari, pada 19 Juli 2024 dirinya dideportasi ke negaranya, Nigeria.

Dudy menerangkan, ini adalah tindakan wajar yang diambil demi menegakkan hukum dan ketertiban di negara ini.

“Sesuai Pasal 102 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, penangkalan dapat dilakukan paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan. Namun demikian keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya” tutup Dudy.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Pramella Y. Pasaribu menegaskan, komitmen pihaknya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bali.

“Kami tidak akan mentolerir tindakan yang melanggar hukum dan meresahkan masyarakat, terutama dari warga negara asing. Pendeportasian ini merupakan bukti nyata bahwa kami serius dalam menegakkan hukum keimigrasian,” ujar Pramella. (jas)

Diduga Sopir Ngantuk, Truk Oleng Tabrak Mobil dan Pelinggih di Kerambitan

Truk tabrak mobil dan pelinggih di Banjar Dinas Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, Sabtu (20/7/2024).
Truk tabrak mobil dan pelinggih di Banjar Dinas Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, Sabtu (20/7/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Truk Mitsubishi mengalami Out of Control (Oc) di jalur Denpasar – Gilimanuk, tepatnya di depan Balai Serba Guna Mandung, Banjar Dinas Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Sabtu (20/7/2024).

Truk Mitsubishi berpelat DK 8319 GY tersebut menabrak menabrak kendaraan Toyota Vios DK 1192 EI serta Pelinggih Indra Blaka milik warga.

Namun, beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan ini.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengungkapkan, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat sopir truk I Wayan Kopi (72) asal Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Tabanan mengantuk.

“Pengemudi truk diduga mengantuk sehingga tidak dapat menguasai kendaraannya dan menabrak kendaraan yang parkir serta pelinggih,” ujarnya.

Berata mengatakan, kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi dengan muatan kosong melaju dari arah Barat (Gilimanuk) menuju Timur (Denpasar) sekitar pukul 12.50 WITA

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), pengemudi truk yang diduga mengantuk sehingga kehilangan kendali dan oleng ke kanan.

Lalu menabrak Toyota Vios milik I Made Sumanada Antara (74) yang sedang parkir di pinggir jalan serta pelinggih Indrablaka.

“Beruntung, pengemudi truk tidak mengalami luka-luka. Hanya kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta,” ungkapnya. (ana) 

Pelabuhan Perikanan Pengambengan Jembrana Dirancang Menjadi Destinasi Wisata Perikanan

Tasyukuran Petik Laut di TPI Pengambengan Jembrana, Sabtu (20/7/2024).
Tasyukuran Petik Laut di TPI Pengambengan Jembrana, Sabtu (20/7/2024)

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Pelabuhan Perikanan Pengambengan (PPI) yang terletak di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana akan dirancang menjadi destinasi wisata perikanan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat menghadiri tasyukuran Petik Laut, Sabtu (20 /7/2024) di TPI Pengambengan.

Menurutnya, dengan potensi yang tinggi serta telah masuknya investasi akan mendukung pengembangan wisata bahari di Kabupaten Jembrana

“Mudah-mudahan ditahun ini bisa groundbreaking. Nilainya sangat besar Rp 1,7 triliun. Tentunya  masuknya investasi dan dibangunnya pelabuhan ikan pengambengan. Kita ingin masyarakat mendapat manfaat,” ungkap Bupati Tamba dalam sambutannya.

Sebelumnya,  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno juga sempat berkunjung ke Jembrana untuk  meninjau Pelabuhan Pengambangan yang direncanakan akan menjadi destinasi wisata bahari

Menparekraf Sandiaga mengatakan, rencana PPN Pengambengan ini diharapkan menjadi suatu tujuan destinasi wisata baru di Kabupaten Jembrana dan dapat memeratakan wisatawan ke kawasan Bali Barat.

Mendukung kesiapan itu, Bupati Tamba juga menghimbau dan mengajak  warga yang secara langsung memanfaatkan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di Selat Bali dan sepanjang pantai Kabupaten Jembrana untuk ikut menjaga.

Dengan turut melindungi dan melestarikan alam itu  membantu terpeliharanya daya dukung dan kualitas lingkungan secara seimbang dan berkelanjutan.

“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Jembrana akan selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan serta kapasitas para nelayan dengan berbagai program / kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan, ” tandasnya. (ana)

5 Bahan Alami yang Ampuh untuk Mengobati Diare 

Ilustrasi sakit perut karena diare.
Ilustrasi sakit perut karena diare.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Diare adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan buang air besar dengan fases yang cair. Penyakit ini tentu saja akan mengganggu aktivitas.

Sebelum meminum obat, kalian dapat menggunakan beberapa bahan atau obat alami yang ada di sekitar kita.

Dilansir dari laman Halodoc, berikut lima bahan atau obat alami yang dapat kalian gunakan saat diare:

1. Oralit
Saat diare, resiko dehidrasi tubuh tinggi,maka dianjurkan untuk menghidrasi tubuh dengan air putih dan juga disarankan untuk meminum oralit pengganti cairan tubuh.

Tak perlu pusing dimana mencari Oralit, kalian bisa membuat sendiri di rumah. Dengan cara melarutkan satu liter air dengan enam sendok teh gula pasir dan 1/2 sendok teh garam.

Lalu aduk sampai gula dan garam tercampur. Kalian dapat meminum oralit setiap empat hingga enam jam sekali sebanyak 250 mililiter.

2. Teh jahe
Salah satu bahan dapur ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, salah satunya sebagai obat alami mengatasi diare.

Kandungan dalam jahe seperti antioksidan, antibakteri, antinyeri, serta anti peradangan dapat mengurangi rasa tidak nyaman saat diare

3. Lada putih
Tak hanya untuk menambah cita rasa,salah satu bahan makanan ini juga memiliki khasiat yang bagus untuk atasi diare.

Hal ini karena kandungan piperine atau senyawa yang dapat mengurangi rasa nyeri dan peradangan dalam tubuh. Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut hingga saat ini.

4. Cuka apel

Cuka apel merupakan fermentasi dari ekstrak apel, fermentasi ini menghasilkan senyawa pektin, yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

Dengan adanya bakteri baik, dapat mencegah terjadinya peradangan di dalam usus yang umumnya dialami penderita diare

5. Bunga Chamomile

Chamomile kaya akan senyawa antiperadangan, mengonsumsi teh chamomile dapat meringankan kembung dan mual saat diare.

Cara membuatnya pun cukup mudah, cukup merebus tangkai chamomile kering lalu tambahkan satu sendok teh madu untuk cita rasa.