- Advertisement -
Beranda blog Halaman 321

Pemancing Tenggelam di Pantai Pandawa Ditemukan Meninggal

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ansori (22), seorang pemancing yang tenggelam terseret arus di Pantai Pandawa pada Sabtu (16/11/2024) lalu ditemukan meninggal dunia.

Pria asal Desa Recep, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur itu ditemukan meninggal pada Senin (18/11/2024) sekitar pukul 04.30 WITA.

“Posisi korban saat ditemukan, terdampar di pantai sekitar 100 meter arah timur dari lokasi korban terseret arus,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya.

Usai penerima laporan penemuan koban, pihaknya menerjunkan empat personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menuju lokasi.

Selanjutnya pukul 05.45 WITA jenazah dievakuasi menuju RSUP. Prof. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulance layanan kesehatan Pantai Pandawa.

Adapun selama dua hari tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan mengerahkan dua unit rubber boat dan satu unit rigit inflatanle boat.

Tim darat juga sempat mengoperasikan Drone thermal untuk pencarian melalui udara. (ana)

Jatiluwih Dinobatkan Sebagai Desa Terbaik Dunia Versi UN Tourism

Desa Jatiluwih. (Foto: DTW Jatiluwih)
Desa Jatiluwih. (Foto: DTW Jatiluwih)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Desa Jatiluwih yang terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali dinobatkan sebagai desa terbaik di dunia versi United Nations (UN) Tourism.

Seperti diketahui, Desa Jatiluwih merupakan desa wisata yang sejak lama terkenal dengan keindahan sawah teraseringnya yang memukau dan menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO dalam kategori Cultural Landscape of Bali Province.

Sistem irigasi tradisional subak yang diterapkan di desa ini menjadi daya tarik utama, mencerminkan kearifan lokal masyarakat Bali dalam mengelola sumber daya alam.

Adapun penghargaan desa terbaik diserahkan dalam gelaran UN Tourism di Kolombia pada Kamis (14/11/2024) lalu. Penghargaan diterima langsung oleh Manajer Operasional Daya Tarik Wisata Jatiluwih I Ketut Purna.

Selain Desa Jatiluwih, Desa Wukirsari yang berada di Kabupaten Bantul, Yogyakarta juga masuk kategori desa terbaik.

“Ini menjadi penghargaan yang luar biasa. Berkat dukungan masyarakat semua, Desa Jatiluwih dapat penghargaan salah satu desa terbaik dunia 2024,” kata Ketut Purna.

Desa Jatiluwih masuk nominasi desa terbaik berdasarkan rekomendasi 260 aplikasi yang tersebar di 60 negara. Jatiluwih menjadi desa yang turut berkontribusi terhadap pelestarian budaya, lingkungan dan pengembangan pariwisata bertanggung jawab.

“Tentunya ini berkat masyarakat di Desa Jatiluwih yang sama-sama berkomitmen dan mengedepankan filosofi Tri Hita Karana hingga bisa menerima penghargaan ini,” tambahnya. (ana)

Polisi Amankan 25 Meriam Spiritus di Karangasem, Anak-Anak Belajar dari YouTube

Polisi menyita 25 meriam spritus (sumber istimewa)
Polisi menyita 25 meriam spritus (sumber istimewa)

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Suara dentuman keras yang berasal dari meriam spiritus mengganggu ketenangan warga di Banjar Dinas Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Sabtu (16/11/2024) malam. Respon cepat dari Polres Karangasem berhasil mengamankan 25 unit meriam spiritus dalam operasi yang dipimpin oleh jajaran Polsek Bebandem.

Meriam yang disita mayoritas dibuat oleh anak-anak dengan menggunakan bahan sederhana, seperti kaleng susu dan pematik dari korek api sebagai pemicu ledakan. Menurut pengakuan para pembuatnya, mereka belajar cara membuat meriam ini melalui tutorial di YouTube. Setiap unit meriam diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp30.000.

“Kami memberikan pembinaan kepada anak-anak dan mengingatkan orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas mereka agar tidak lagi membuat dan menggunakan meriam spiritus,” ungkap Ipda Madia dari Polsek Bebandem.

Dalam operasi tersebut, polisi tidak hanya menyita dan memusnahkan meriam yang diamankan di Mapolsek Bebandem, tetapi juga memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya penggunaan meriam spiritus.

Selain berisiko melukai diri sendiri, suara dentuman dari meriam ini dinilai mengganggu ketenangan masyarakat sekitar.

“Penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif,” tambah Ipda Madia.

Operasi ini juga menjadi peringatan bagi para orang tua untuk lebih memperhatikan kegiatan anak-anak mereka, terutama dalam mengakses informasi di internet yang berpotensi membahayakan. Polisi berharap langkah ini dapat mengurangi penggunaan meriam spiritus di masa mendatang. (*)

Pria Alor Aniaya Pasutri Kerabatnya di Denpasar, Berawal dari Masalah Adat

Samuel Ena Blegur diringkus aparat kepolisian.
Samuel Ena Blegur diringkus aparat kepolisian.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seprianus Petrus Blegur (30)  dan istrinya mengalami penganiayaan brutal oleh Samuel Ena Blegur (41) di Jalan Trengguli Nomor 71, Desa Penatih, Denpasar Timur, Sabtu (16/11/2024) malam. Samuel, yang merupakan kerabat sekaligus tetangga kos korban, menganiaya pasangan tersebut hingga babak belur.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menerangkan bahwa penganiayaan tersebut berawal saat samuel mendatangi kamar korban sekitar pukul 22.30 WITA. Setelah mengetuk pintu, ia memulai perdebatan terkait persoalan adat yang sebelumnya sudah diselesaikan damai pada April 2024.

“Cekcok berubah menjadi aksi kekerasan saat Samuel merasa tidak terima didorong oleh Seprianus,” jelas Sukadi.

Samuel memukul wajah dan kepala Seprianus dengan tangan kosong hingga korban jatuh tersungkur. Tidak cukup dengan itu, ia mengambil sepeda BMX milik tetangga kos untuk melanjutkan serangan. Sepeda tersebut digunakan memukul pinggang Seprianus dan bahu istrinya yang mencoba melerai.

“Istri korban bahkan turut menjadi sasaran saat mencoba membantu suaminya. Pukulan Samuel juga merusak ponsel yang dipegang istri korban,” tambahnya.

Situasi semakin parah ketika istri Samuel keluar dari kamar kos dan diduga turut memukul Seprianus dari belakang. Korban sempat terjatuh, sementara Samuel membenturkan lututnya ke mulut Seprianus hingga mengeluarkan darah.

Akibat insiden itu, Seprianus mengalami luka lebam di mata kanan, luka robek di mulut, serta nyeri di kepala dan pinggang. Istrinya juga mengalami memar di bahu kanan. Dengan membawa hasil visum, korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Denpasar Timur.

Tim Opsnal Polsek Denpasar Timur bergerak cepat dan menangkap Samuel di kosnya sehari setelah kejadian, Minggu (17/11/2024). Saat diinterogasi, Samuel mengakui perbuatannya meski hanya mengaku menggunakan tangan kosong untuk memukul korban.

“Pelaku kami amankan dan dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara maksimal dua tahun delapan bulan,”pungkas Sukadi. (sm)

Tabanan Bebas Bicara, Cawabup Sengap Ajak Diskusi Anak Muda dan Mahasiswa Tabanan

Forum diskusi 'Tabanan Bebas Bicara' digelar di The K Caffee & Eatery, di Jalan Trisula, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Minggu (17/11/2024). 
Forum diskusi 'Tabanan Bebas Bicara' digelar di The K Caffee & Eatery, di Jalan Trisula, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Minggu (17/11/2024). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon Wakil Bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Ardika, mengadakan forum diskusi terbuka untuk generasi muda dan para mahasiswa di Kabupaten Tabanan.

Forum diskusi bernama ‘Tabanan Bebas Bicara’ itu digelar di The K Caffee & Eatery, di Jalan Trisula, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Minggu (17/11/2024).

Nyoman Ardika mengatakan, diskusi ‘Tabanan Bebas Bicara’ bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif anak muda dalam memberikan masukan dan solusi terhadap berbagai permasalahan di daerah, mencakup isu lingkungan, pendidikan, hingga penyerapan tenaga kerja ke pemerintah.

“Melalui forum bebas bicara ini kami ingin mengundang kaum muda dan mahasiswa di kampus-kampus di seluruh Tabanan, untuk menyampaikan unek-unek mereka terkait kondisi dan situasi di Tabanan,” ungkap Ardika yang akrab disapa Sengap itu.

Menurutnya, forum dibangun atas dasar kebebasan berbicara yang bertanggung jawab. Bukan asal bicara ataupun tanpa berdasarkan undang-undang dan tidak memberikan solusi.

“Jika ada kritik terhadap gaya pemerintah, sampaikan dengan solusi perbaikan ke depan. Kami ingin demokrasi yang sehat, dari rakyat, oleh rakyat, tetapi tetap berkelanjutan,” ucapnya.

Untuk selanjutnya, sambung Sengap, forum diskusi kedepannya akan dilaksanakan di kampus-kampus yang ada di wilayah Tabanan. Hal itu sejalan dengan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin memanfaatkan potensi kampus di Tabanan, sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa Tabanan kekurangan fasilitas pendidikan. Justru kampus di sini harus dioptimalkan untuk mendukung pembangunan pendidikan yang terstruktur, penelitian yang terarah, serta implementasi ke masyarakat,” pungkasnya. (ana)

Mahasiswa Soroti Masalah Bioskop Hingga Pengelolaan Sampah Dalam Forum Tabanan Bebas Bicara

Forum diskusi 'Tabanan Bebas Bicara' digelar di The K Caffee & Eatery, di Jalan Trisula, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Minggu (17/11/2024). 
Forum diskusi 'Tabanan Bebas Bicara' digelar di The K Caffee & Eatery, di Jalan Trisula, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Minggu (17/11/2024). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Mahasiswa yang mengikuti forum diskusi “Tabanan Bebas Bicara” yang digagas oleh Calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Mulyadi dan I Nyoman Ardika menyoroti berbagai permasalahan di Tabanan.

Mereka mengusulkan penyediaan bioskop sebagai tempat hiburan, fasilitas atlet sepak bola di desa-desa hingga pengelolaan sampah rumah tangga.

Menanggapi permintaan itu, calon wakil bupati Tabanan Nyoman Ardika alias Sengap menanggapi isulan tersebut. Terkait bioskop di Tabanan, Ia menyadari bahwa absennya fasilitas bioskop di Tabanan menjadi penghambat bagi masyarakat untuk menikmati hiburan sekaligus tempat berekreasi.

“Tabanan masih belum memiliki bioskop. Padahal, ini adalah kebutuhan generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengakses informasi melalui film-film berkualitas,” ujarnya dalam forum diskusi yang berlangsung Minggu (17/11/2024).

Ia pun berjanji jika nanti terpilih untuk memimpin Tabanan bersama Nyoman Mulyadi, akan mendorong investasi untuk mendirikan bioskop tentunya dengan mengutamakan kearifan lokal.

“Bioskop dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi, seperti membuka peluang usaha di sekitar area bioskop dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat,” ucapnya.

Selanjutnya, terkait kendala fasilitas bagi atlet sepak bola desa, Sengap mengatakan potensi atlet berbakat di desa-desa di Tabanan cukup banyak, namun tidak dapat berkembang maksimal akibat keterbatasan fasilitas, seperti lapangan yang tidak memadai.

Padahal, pemberdayaan atlet desa tidak hanya akan meningkatkan prestasi olahraga Tabanan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembinaan karakter bagi generasi muda.

“Jika terpilih, kami akan mengalokasikan anggaran khusus untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur olahraga di tingkat desa,” ucap Sengap.

Begitu juga dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, sampah rumah tangga, khususnya jenis organik dapat dikelola dengan baik untuk mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Maka kami berencana untuk memfasilitasi pelatihan dan penyediaan alat pengolahan sampah di tingkat desa agar masyarakat dapat mendaur ulang sampah organik menjadi kompos atau produk lain yang bermanfaat,” ucanya.

Sengap menegaskan komitmennya untuk membawa Tabanan menuju perubahan yang lebih baik bersama Nyoman Mulyadi. (ana)

Puluhan Pasang Kerbau Adu Cepat di Makepung Lampit 2024 

Makepung Lampit 2024 yang di gelar di Subak Kaliakah Munduk, Desa Kaliakah, pada Minggu (17/11/2024).
Makepung Lampit 2024 yang di gelar di Subak Kaliakah Munduk, Desa Kaliakah, pada Minggu (17/11/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Puluhan pasang kerbau beradu cepat dalam perlombaan Makepung Lampit 2024 yang di gelar di Subak Kaliakah Munduk, Desa Kaliakah, pada Minggu (17/11/2024).

Ajang makepung diatas lumpur ini sukses menyedot ribuan penonton. Tidak hanya warga lokal, wisatawan asing juga ikut menyaksikan perlombaat tersebut.

Ketua Sekaa Makepung I Made Mara mengatakan, peserta yang mengikuti mekepung lampit ini mencapai 40 pasang kerbau.

“Untuk peserta makepung lampit 2024 kali ini diikuti oleh 40 pasang peserta yang terdiri dari 10 regu timur dan 30 dari regu barat,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jembrana yang telah mensuport kegiatan tersebut, mengingat Makepung sebagai salah satu warisan budaya leluhur di Kabupaten Jembrana harus dijaga kelestariannya.

Sementara itu, Sekda Jembrana I Made Budiasa mengatakan, selain sebagai ekspresi seni budaya tradisional yang wajib dilestarikan dan dikembangkan, makepung juga merupakan daya tarik wisata yang potensial karena ciri khas dan keunikanya yang tiada duanya.

“Tentu makepung ini kita inginkan dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor pembangunan seperti pertanian dan peternakan, mewujudkan destinasi dan atraksi wisata yang berdaya saing dengan berbasis pemberdayaan masyarakat serta menciptakan kesempatan berusaha bekerja dan berinvestasi,” ucapnya.

Ia berharap, tradisi makepung bisa terus dikembangkan dan dikemas sebagai daya tarik wisata budaya dengan tetap mempertahankan ciri khas daerah dan aspek pemberdayaan masyarakat agar mendapatkan nilai manfaat yang optimal.

“Dengan dilandasi semangat makepung yang didalamnya terkandung nilai-nilai kebersamaan, sportifitas, kesungguhan dan rasa tanggung jawab niscaya hal tersebut akan kita gapai,” pungkas Budiasa. (ana)

KPU Tabanan Gelar Simulasi Pemungutan Suara di Desa Antosari Selbar, Libatkan 398 DPT

KPU Tabanan gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi Pilkada (SIREKAP) dalam rangka persiapan Pemilihan Serentak 2024 di Desa Antosari, Selbar, Minggu (17/11/2024).
KPU Tabanan gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi Pilkada (SIREKAP) dalam rangka persiapan Pemilihan Serentak 2024 di Desa Antosari, Selbar, Minggu (17/11/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan melaksanakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi Pilkada (SIREKAP) dalam rangka persiapan Pemilihan Serentak 2024, Minggu (17/11/2024).

Simulasi berlangsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5 Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat (Selbar), dengan melibatkan 398 orang pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra, menjelaskan, dipilihnya TPS 5 Antosari sebagai lokasi simulasi berdasarkan beberapa pertimbangan.

Pertama, adanya permintaan agar simulasi dilakukan diluar wilayah Kota Tabanan. Tidak seperti simulasi pemilihan sebelumnya yang hanya dilakukan di sekitar kota Tabanan, sehingga perlu dilakukan di luar wilayah kota.

Kedua, TPS ini melayani dua banjar, yaitu Banjar Banda Gede dan Banjar Delod Rurung. Yang mana Banjar Banda Gede memiliki akses jalan yang cukup rusak dan lokasi yang jauh dari TPS.

Sehingga, dengan kondisi tersebut, pihaknya ingin melihat seberapa besar partisipasi masyarakat dalam memilih calon gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati dalam Pilkada 2024.

“Harapan kami, simulasi ini memberikan gambaran yang riil mengenai proses pemungutan dan perhitungan suara saat pemilihan pada 27 November 2024 nanti,” ujarnya.

Menurut Suwitra, selama simulasi, partisipasi masyarakat sangat tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang berdatangan sejak pagi ke TPS. Bahkan, Ia mengklaim partisipasi masyarakat sudah mencapai 50 persen.

“Antusiasme masyarakat terlihat jelas, terutama setelah sosialisasi yang kami dilakukan sebelumnya mengenai kondisi geografis dan tantangan yang dihadapi,” ucapnya.

Suwitra juga menyebut, simulasi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran pemilihan yang mengarah pada aspek administrasi dan pidana.

“Ada beberapa hal krusial dalam simulasi ini yang perlu diperhatikan,” tegasnya.

Dengan simulasi ini, KPU Tabanan berharap dapat memastikan bahwa pemungutan suara pada Pilkada Serentak 2024 berjalan lancar dan transparan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. (ana)

Viral Dua Bule Diduga Hipnotis Karyawan Toko Ritel di Kediri Tabanan, Uang Rp1,1 Raib

Tangkapan layar rekaman CCTV aksi 2 bule diduga melakukan aksi pencurian dengan hipnotis di sebuah toko ritel yang berlokasi di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Tangkapan layar rekaman CCTV aksi 2 bule diduga melakukan aksi pencurian dengan hipnotis di sebuah toko ritel yang berlokasi di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua warga negara asing (WNA) alias bule diduga melakukan aksi pencurian dengan hipnotis di sebuah toko ritel yang berlokasi di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Aksi kedua WNA itu terekam CCTV toko dan viral di media sosial. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, (13/11/2024) sekitar pukul 18.30 WITA.

Dalam video yang beredar tampak kedua bule yang merupakan laki-laki dan perempuan masuk ke toko dan langsung menghampiri pegawai toko di kasir.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Toko Alat Tulis Kantor (ATK) Trisna Jaya, yang terletak di Banjar Pandak Pasti, Desa Pandak Gede, Kediri, Tabanan.

Dua bule itu datang ke toko untuk membeli flashdisk. Untuk mengelabui karyawan toko, salah satu bule tersebut pura-pura bertanya mata uang Indonesia.

Tanpa berpikir panjang, salah satu karyawan toko bernama Alda Izzatul Aulia (27) menunjukkan uang yang ada di laci kasir.

Namun, saat akan menutup laci kasir tersebut, tiba-tiba salah satu bule dengan cepat mengambil uang tersebut sambil melihat-lihat uang itu.

Tanpa disadari, bule tersebut dengan cepat menutup tangannya dengan dompet. Namun, aksinya itu tidak disadari oleh karyawan toko.

Lalu, kedua bule itu menyatakan mereka tidak jadi membeli flasdisk dan meninggalkan toko dengan membawa uang tunai sebesar Rp1,1 juta.

Dugaan hipnotis baru disadari sekitar pukul 21.00 WITA, saat karyawan toko menghitung uang hasil penjualan dan ditemukan selisih.

Kejadian itu lantas dilaporkan ke pemilik toko bernama Putu Listiani (43) dan dari hasil pengecekan rekaman CCTV diduga dua bule tersebut melakukan hipnotis.

Selanjutnya, pemilik toko memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Kediri untuk penanganan lebih lanjut pada Sabtu (16/11/2024).

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kasus tersebut kini ditangani oleh Satreskrim Polres Tabanan.

“Korban sudah melapor. Kasus ditangani Polres dan masih dalam penyelidikan,” ucapnya.  (ana)

Pemancing Terseret Arus di Pantai Pandawa, Upaya Pencarian Masih Dilakukan

1 orang yang terseret arus saat memancing di Perairan Pantai Pandawa, Sabtu (16/11/2024).
1 orang yang terseret arus saat memancing di Perairan Pantai Pandawa, Sabtu (16/11/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Operasi pencarian intensif tengah dilakukan oleh tim SAR gabungan untuk menemukan Ansori (22), seorang pemancing asal Desa Recep, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang dilaporkan terseret arus di perairan Pantai Pandawa, Sabtu (16/11/2024).

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 07.00 WITA dan dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pukul 09.30 WITA oleh Balawista Pandawa.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Suwena, menjelaskan bahwa operasi penyelamatan melibatkan berbagai pihak dan menggunakan beberapa alat bantu, termasuk dua unit rubber boat milik Balawista dan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Denpasar.

“Tim darat kami ditempatkan di Pos Balawista untuk melakukan penyisiran sejauh 500 meter ke arah timur sepanjang bibir pantai. Sedangkan tim laut sudah menjangkau hingga Pantai Pura Gunung Payung,” ujar Suwena.

Namun, hingga Sabtu sore, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Penyisiran laut dimulai dari beberapa titik, termasuk Pantai Mengiat di Nusa Dua hingga Pantai Pandawa, dengan hasil nihil. RIB dari Pelabuhan Benoa juga turut dikerahkan dengan tiga personel untuk memperluas area pencarian.

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini meliputi Kantor SAR Denpasar, Balawista Pandawa, Balawista Pantai Mengiat, PolAirud Polda Bali, Babhinsa Desa Kutuh, serta rekan-rekan korban dan masyarakat setempat.

Dengan belum ditemukannya korban hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian pada Minggu pagi. Kondisi perairan yang cukup deras menjadi tantangan utama dalam upaya ini.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian diminta untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Semoga pencarian ini segera membuahkan hasil dan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat. (*)