- Advertisement -
Beranda blog Halaman 15

DPRD Tabanan Tindak Lanjuti Sidak, Soroti Lemahnya Perda dan Maraknya Pelanggaran Tata Ruang

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan menggelar rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai tindak lanjut hasil inspeksi mendadak (sidak) di tiga kecamatan, yakni Kediri, Kerambitan, dan Selemadeg Timur. Rapat kerja tersebut dilaksanakan di ruang rapat DPRD Tabanan, Selasa (3/2/2026).

Rapat kerja ini melibatkan Satpol PP, dinas perizinan, serta perangkat daerah terkait lainnya guna membahas berbagai temuan pelanggaran di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan penegakan Peraturan Daerah (Perda).

Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, mengungkapkan bahwa dari hasil sidak pekan lalu, pihaknya mengklasifikasikan pelanggaran ke dalam tiga kategori. Pertama, bangunan yang sama sekali tidak memiliki izin. Kedua, bangunan yang telah berizin namun tidak sesuai dengan rencana teknis yang tercantum dalam dokumen perizinan. Ketiga, pelanggaran terkait sepadan, baik sepadan sungai maupun pantai.

Selain itu, Komisi I juga menyoroti persoalan dalam proses perizinan, tidak hanya dari sisi mekanisme dan prosedur, tetapi juga lemahnya pengawasan terhadap implementasi aturan yang ada.

“Regulasinya ada, tetapi pengawasannya masih rapuh. Kondisi ini yang kemudian memicu terjadinya berbagai pelanggaran di lapangan,” jelas Omardani.

DPRD Tabanan berharap hasil rapat kerja ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat regulasi, meningkatkan pengawasan, serta menegakkan aturan secara konsisten demi menjaga tata ruang dan keberlanjutan wilayah Kabupaten Tabanan. (pmc) 

Program IKTE 2026 Resmi Dibuka, Guru Tabanan Berkesempatan Mengajar di Korea Selatan

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Kabar gembira datang bagi para pendidik di Kabupaten Tabanan. Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi membuka pendaftaran Program Pertukaran Guru Indonesia–Korea atau Indonesian-Korean Teacher Exchange (IKTE) Tahun 2026.

Program ini memberikan kesempatan bagi guru jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK non-kejuruan untuk mengajar di sekolah-sekolah di Korea Selatan selama tiga bulan, mulai Agustus hingga November 2026. Melalui program ini, para guru diharapkan mampu meningkatkan kompetensi global sekaligus memperluas wawasan lintas budaya.

IKTE dirancang untuk memperkuat pemahaman Pendidikan Kewarganegaraan Global (Global Citizenship Education/GCED) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Para peserta terpilih nantinya akan berbagi praktik baik pembelajaran sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia di lingkungan pendidikan internasional.

Provinsi Bali, termasuk Kabupaten Tabanan, ditetapkan sebagai salah satu daerah sasaran prioritas dalam program ini. Dengan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki, guru-guru Tabanan dinilai memiliki peluang besar, mengingat salah satu kriteria utama seleksi adalah penguasaan keterampilan seni tradisional Indonesia.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M ketika dikonfirmasi pada Senin (2/2) menyambut baik dibukanya pendaftaran Program IKTE 2026 dan mendorong para guru di Tabanan untuk memanfaatkan peluang tersebut.

“Program IKTE ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan global, sekaligus menjadi duta budaya bangsa. Saya mengajak seluruh guru di Kabupaten Tabanan yang memenuhi persyaratan agar berani mengambil peluang ini dan menunjukkan kualitas pendidik Tabanan di tingkat internasional,” ujar Bupati Sanjaya.

Ia menambahkan, pengalaman mengajar di luar negeri diharapkan dapat membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Tabanan setelah para guru kembali bertugas.

“Ilmu, pengalaman, dan jejaring internasional yang diperoleh nantinya diharapkan dapat ditularkan kepada rekan sejawat serta peserta didik, sehingga kualitas pendidikan di Tabanan semakin maju dan berdaya saing,” tambahnya.

Adapun persyaratan utama bagi calon peserta IKTE 2026 antara lain guru berstatus ASN atau Guru Tetap Yayasan (GTY) berusia 30 hingga 45 tahun, memiliki pengalaman mengajar minimal lima tahun, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan.

Pendaftaran dibuka mulai 2 Februari hingga 2 Maret 2026 dan dilakukan secara daring dengan mengunggah seluruh dokumen persyaratan dalam format PDF melalui laman resmi https://gtk.kemendikdasmen.go.id/ikte
.

Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pendidik untuk mengharumkan nama daerah, Bali, dan Indonesia di kancah global. (rls)

Disiplin Diri dan Ketulusan Kunci Kemajuan UMKM

Wawancana pengembangan UMKM lokal, bertempat di Ruang Podcast Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (2/2/2026).
Wawancana pengembangan UMKM lokal, bertempat di Ruang Podcast Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (2/2/2026).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan bahwa disiplin diri, ketulusan, dan kejujuran merupakan kunci utama dalam memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun UMKM yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam sebuah wawancara yang mengulas perjalanan serta kepekaannya terhadap pengembangan UMKM lokal, bertempat di Ruang Podcast Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (2/2/2026).

Ny. Putri Koster mengungkapkan bahwa kepeduliannya terhadap UMKM Bali tumbuh dari naluri dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu sekaligus Ketua Dekranasda.

Menurutnya, membangun UMKM tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan ketulusan dan rasa cinta yang besar.
“Saya bekerja dari hati. Dalam setiap tugas, selalu saya berikan sentuhan kasih sayang,” ujarnya.

Sejak masa pandemi Covid-19, ia mulai menata pengembangan UMKM dari hulu dengan memperkuat sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas karya.

Upaya tersebut dibarengi dengan hilirisasi melalui berbagai terobosan, salah satunya penyelenggaraan Pameran Bali Bangkit yang tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Ia memaknai proses pembangunan UMKM layaknya membangun sebuah piramida yang harus dimulai dari fondasi yang kokoh. Oleh karena itu, penguatan UMKM, sumber daya manusia, dan nilai karya menjadi prioritas utama sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Nilai kejujuran dan tanggung jawab tersebut, menurutnya, telah ditanamkan sejak kecil oleh almarhum ayahnya, salah satu perintis BPD Bali.

Prinsip menjaga amanah secara lurus dan tulus terus ia pegang, termasuk dalam perannya mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjalankan roda pemerintahan. Latar belakang keluarga yang sederhana namun menjunjung tinggi pendidikan turut membentuk karakter disiplin dan mandiri dalam dirinya.

Sejak remaja, Ny. Putri Koster telah terbiasa bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri dan mandiri secara ekonomi. Nilai-nilai tersebut kemudian diterapkan dalam kepemimpinannya di Dekranasda Bali dengan mendorong UMKM agar tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu mandiri, naik kelas, dan bersaing hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Selain fokus pada pengembangan UMKM, kepedulian terhadap kelompok rentan juga menjadi perhatian serius. Salah satunya melalui rencana pengembangan kampung difabel yang terintegrasi dengan berbagai keterampilan, seperti barista, pijat, dan bidang keterampilan lainnya.

“Hal tersebut telah saya sampaikan kepada Pak Gubernur. Rencananya, di PKB (Pusat Kebudayaan Bali) di Klungkung akan disiapkan satu kawasan khusus yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat Bali penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Ny. Putri Koster juga menekankan pentingnya peran media sebagai koridor informasi yang mampu mengarahkan serta menjembatani sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, ia berharap seluruh program pembangunan dan pemberdayaan UMKM dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (rls)

Gerakan Kulkul PKK–Posyandu Jadi Agenda Bulanan, Warga Diajak Peduli Lingkungan

Aksi bersih-bersih lingkungan di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (1/2/2026).
Aksi bersih-bersih lingkungan di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (1/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mengajak seluruh masyarakat Bali untuk secara rutin menjaga kebersihan lingkungan melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu. Gerakan ini dilaksanakan setiap minggu pertama di setiap bulan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di seluruh Bali.

Ajakan tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat melakukan kunjungan mendadak ke Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (1/2/2026). Ia menekankan pentingnya kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Tujuan gerakan ini tidak lain adalah untuk membersihkan lingkungan kita. Cukup sehari saja dalam satu bulan untuk membersihkan rumah, halaman, serta saluran air dari rerumputan dan sampah. Lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ibu Putri Koster menjelaskan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu diharapkan mampu membangkitkan kembali tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali dalam bergotong royong. Gerakan ini juga menjadi wujud penerapan nilai Tri Hita Karana, khususnya Palemahan, yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk kembali memanfaatkan kulkul atau kentongan bambu sebagai sarana komunikasi tradisional. Kulkul dibunyikan 15 menit sebelum pukul 06.00 WITA sebagai tanda dimulainya kegiatan bersih-bersih lingkungan.

Lebih lanjut dijelaskan, pola bunyi kulkul dalam Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu cukup sederhana, yakni dua ketukan awal yang diikuti tiga ketukan selanjutnya dan diulang sebanyak tiga kali sebagai ajakan berkumpul.

Setelah masyarakat berkumpul, kulkul dibunyikan dua kali kembali sebagai penanda dimulainya kegiatan gotong royong.

Gerakan ini bertujuan menumbuhkan kembali kesadaran dan semangat gotong royong masyarakat Bali dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menghidupkan kembali fungsi kulkul sebagai simbol solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat Bali.

Pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu meliputi kegiatan bersih-bersih lingkungan yang dimulai dari halaman rumah, telajakan, hingga fasilitas umum. Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu pertama setiap bulan pada pukul 06.00 hingga 08.00 WITA di seluruh desa dan kelurahan se-Bali. (rls) 

Sanjaya-Dirga Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

PANTAUABALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Rakornas tersebut dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dan turut dihadiri Wapres, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dan Menteri Koordinator, Pimpinan Lembaga Negara dan Nonkementerian, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, serta para Gubernur Wakil Gubernur, Bupati/Walikota beserta wakil, dan Forkopimda Provinsi serta Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto melalui amanatnya menegaskan, Indonesia yang kerap dianggap mustahil bersatu karena keberagamannya justru berdiri kokoh berkat perjuangan panjang rakyat.

Untuk itu, ia menyampaikan pemimpin harus memahami sejarah bangsa, bersikap waspada terhadap dinamika global, serta mengabdi kepada kepentingan seluruh rakyat dan wajib menjaga persatuan, mengelola kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat, hingga bekerja adil tanpa membeda-bedakan.

Presiden Prabowo juga menegaskan beberapa point penting strategi transformasi bangsa diarahkan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju modern dengan fokus utama pada peningkatan kualitas hidup seluruh rakyat.

Melalui 8 misi Asta Cita, 17 program prioritas, dan 8 program hasil terbaik cepat, ia mengatakan pemerintah menargetkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kecukupan pangan bergizi, jaminan kesehatan, akses pendidikan yang baik, hingga peningkatan penghasilan dan kesejahteraan.

Sinergi kerja pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga dikatakannya telah menghasilkan berbagai capaian, antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04 persen pada kuartal III 2025, peningkatan ekspor sebesar 8,14 persen pada periode kuartal I–III 2025, serta pembentukan Danantara dengan aset kelolaan (asset under management) mencapai USD 1 triliun. P

Pemerintah juga merealisasikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 70 juta rakyat, menyalurkan program Makanan Bergizi Gratis kepada 60 juta penerima setiap hari melalui 22.275 SPPG yang tersebar di 38 provinsi, membentuk 81.613 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta membangun 22.950 gerai KDKMP.

Di sektor pendidikan, sebanyak 15.945 anak telah bersekolah di 166 Sekolah Rakyat, 16.140 sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA direnovasi sepanjang 2025, serta 288.180 sekolah menerima perangkat pembelajaran interactive flat panel (IFP).

Selain itu, investasi sepanjang 2025 menciptakan 2.710.532 lapangan kerja baru, produksi beras nasional mencapai 34,7 juta ton atau meningkat 13 persen dibandingkan tahun 2024, dengan cadangan beras di BULOG sebesar 4,2 juta ton pada Juli 2025, tertinggi sepanjang sejarah.

Di samping itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan persoalan sampah yang berdampak lintas sektor, termasuk pariwisata. Ia menyatakan bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara serius dan berbasis realitas lapangan.

“Permasalahan sampah ini harus kita selesaikan. Ini harus kerja benar dengan realita,” ujar Prabowo, seraya menegaskan sikap tegas pemerintah dengan menyatakan, “Kita harus menyatakan perang terhadap sampah, bagi rakyat kita, sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah mendorong pembangunan fasilitas waste to energy di 34 kota serta menggerakkan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), dengan melibatkan seluruh instansi dan jajaran pemerintahan agar bergerak bersama dalam mengatasi persoalan sampah secara nasional.

Senada dengan amanat Presiden, Bupati Tabanan, Sanjaya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Tabanan siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam mengimplementasikan program prioritas nasional.

Ia menegaskan, arahan Presiden akan menjadi pedoman penting bagi daerah dalam menjalankan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Amanat Bapak Presiden menjadi penguatan bagi kami di daerah untuk memastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Dikatakannya juga, Pemerintah Kabupaten Tabanan dibawah kepemimpinannya dan Wabup Dirga berkomitmen bersama jajaran menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat pelayanan dasar, serta mendorong pembangunan yang hasilnya dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sehingga, seluruh kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan diharapkan mampu berjalan selaras, efektif, dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif yang merata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tabanan.  (rls)

Badung Teguhkan Sinergi Pusat-Daerah, Siap Jalankan Program Prioritas Nasional

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di SICC, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/2/2026).

PANTAUBALI.COM, JAWA BARAT — Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mengimplementasikan program prioritas Presiden Republik Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/2/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia itu, Bupati Adi Arnawa hadir bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Badung.

Rakornas mengusung tema “Sinergi Kegiatan Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan kebijakan, serta menyatukan langkah konkret antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan nasional jangka panjang.

Bupati Adi Arnawa menilai Rakornas memiliki peran penting sebagai ruang konsolidasi nasional guna memastikan program prioritas Presiden dapat dijalankan secara optimal hingga ke daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kuatnya sinergi antara pusat dan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Badung siap mendukung penuh dan mengimplementasikan seluruh program prioritas Presiden. Sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Badung sebagai salah satu daerah penopang utama sektor pariwisata nasional memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan pembangunan. Ia menekankan pentingnya harmoni antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan.

“Menuju Indonesia Emas 2045, daerah tidak lagi hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah pusat. Badung berkomitmen terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga stabilitas sosial dan budaya sebagai fondasi pembangunan jangka panjang,” tegasnya.

Rakornas tersebut dihadiri jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, para gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wali kota beserta wakilnya dari seluruh Indonesia, serta unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. (rls) 

 

Nuanu Creative City Gelar Perayaan Imlek Empat Hari Berkonsep Mikro-Festival

Pertunjukan Barongsai di kawasan Nuanu Creative City sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung di kawasan Nuanu KREDIT FOTO: Nuanu Creative City

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Nuanu Creative City akan merayakan Tahun Baru Imlek melalui rangkaian program budaya selama empat hari di kawasan Nuanu, mulai 14 hingga 17 Februari 2026. Perayaan ini dikemas dalam format mikro-festival dengan menghadirkan pertunjukan seni, prosesi budaya, serta beragam aktivitas publik yang tersebar di berbagai ruang dalam satu kawasan.

Berbeda dari perayaan yang terpusat di satu lokasi, program Imlek di Nuanu dirancang menyatu dengan ruang publik, taman, dan berbagai venue yang saling terhubung. Pengunjung diajak berpindah dari satu area ke area lain untuk menikmati rangkaian kegiatan yang berlangsung berdekatan, sehingga perayaan dirasakan sebagai pengalaman perjalanan di dalam kawasan, bukan sekadar satu acara tunggal.

Director of Brand and Communications Nuanu, Ida Ayu Astari Prada, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan visi Nuanu dalam membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan. Menurutnya, program budaya di Nuanu dirancang hadir secara konsisten dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kawasan.

“Kami merancang program yang tersebar di seluruh kawasan untuk menciptakan ruang kolaborasi yang lebih dekat dengan seniman dan komunitas. Budaya tidak hanya dipresentasikan, tetapi dihadirkan sebagai bagian dari ruang dan keseharian di Nuanu,” ujarnya.

Karakter kawasan Nuanu yang terbuka dan ramah pejalan kaki menjadi fondasi utama perayaan ini. Dengan pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil serta dukungan layanan shuttle listrik publik, pengunjung diarahkan untuk menikmati rangkaian program dengan berjalan kaki dari satu ruang ke ruang lainnya. Area publik, taman, dan ruang pertunjukan dirancang saling berdekatan untuk membentuk pengalaman perayaan yang mengalir secara alami.

Setiap malam, perayaan Imlek diawali dengan pertunjukan Barongsai dan Barong Bangkung sebagai penanda dimulainya rangkaian acara sekaligus membangun suasana meriah di seluruh kawasan.

Program malam hari dipusatkan di Labyrinth DOME dengan sajian pertunjukan berskala intim dan sesi musik yang berganti setiap hari. Sejumlah penampil dihadirkan, di antaranya Invisible Magic, pertunjukan jarak dekat oleh pesulap asal Hong Kong Chen Ting, serta DJ set dan sesi musik atmosferik bersama Keigo Tanaka, Waxwood, Culcha Collective, dan Roba Grow. Format pertunjukan yang dekat dengan audiens dirancang untuk menciptakan pengalaman kebersamaan hingga malam hari.

Selama empat hari perayaan, Labyrinth Art Gallery juga menghadirkan program bertema teh yang mencakup sesi minum teh terpandu dan pameran teh terkurasi. Program ini mengajak pengunjung untuk menikmati sisi budaya yang lebih tenang dan reflektif di tengah dinamika aktivitas kawasan.

Sementara itu, Lunar New Year Cultural Showcase yang digelar pada 16 dan 17 Februari, dari siang hingga awal malam, menghidupkan ruang-ruang publik dengan pertunjukan terbuka yang mudah diakses pengunjung. Program ini melengkapi rangkaian malam hari dan menawarkan suasana perayaan yang berbeda.

Secara keseluruhan, perayaan Tahun Baru Imlek di Nuanu mencerminkan pendekatan kawasan tersebut dalam memaknai budaya sebagai proses yang dibangun secara berkelanjutan melalui kolaborasi jangka panjang dengan seniman, keterlibatan komunitas, serta keterhubungan antara ruang dan publik. (rls) 

Prabowo Tegur Gubernur-Bupati Bali Soal Sampah: Gimana Turis Mau Datang?

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Bogor.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Bogor.

PANTAUBALI.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegur langsung Gubernur Bali dan para bupati terkait persoalan sampah yang dinilainya telah mengotori lingkungan serta mencoreng citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.

Teguran tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menyoroti kondisi pantai-pantai di Bali pada akhir 2025 yang dipenuhi sampah. Menurutnya, situasi tersebut menunjukkan lemahnya pengelolaan kebersihan di daerah dan berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bali.

“Maaf ya gubernur, bupati-bupati dari Bali, ini real lho, Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara, apa susahnya sih? Entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Ini pantai kita, ini halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai korve,” kata dia dikutip dari Antara.

Presiden juga mengungkapkan bahwa persoalan kebersihan Bali telah menjadi sorotan di tingkat internasional. Ia mengaku menerima masukan langsung dari sejumlah pejabat dan tokoh militer luar negeri yang menilai kondisi Bali kini tidak lagi sebersih sebelumnya.

“Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh di Korea, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di mana pun, dia enggak pakai basa basi, bicaranya apa adanya, dia ngomong ke saya. Dia bilang ‘your excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice’. Wah, tetapi saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dan tidak boleh disikapi secara seremonial. Ia meminta kepala daerah benar-benar memimpin upaya pembersihan lingkungan secara nyata dan berkelanjutan.

“Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan itu, cepat itu. Modalnya nanti apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk, sampah, dan sebagainya,” kata dia.

Ia menambahkan, pemerintah pusat siap turun tangan apabila diperlukan untuk memastikan persoalan sampah dapat ditangani dengan serius demi menjaga kepentingan masyarakat serta keberlanjutan sektor pariwisata nasional. RAN

Dorong Identitas Budaya, Koster Genjot Penggunaan Aksara Bali di Ruang Publik

Gubernur Bali Wayan Koster membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar.
Gubernur Bali Wayan Koster membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali pada periode kedua kepemimpinannya. Melalui optimalisasi penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 80 Tahun 2018, Koster menargetkan Aksara Bali hadir dan digunakan secara tertib di seluruh ruang publik.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Minggu (1/2/2026). Dalam kesempatan itu, Koster menilai penggunaan Aksara Bali di lapangan masih belum maksimal dan belum menjadi kebiasaan bersama di masyarakat.

“Pada periode kedua ini saya akan menggenjot agar penggunaan Aksara Bali menjadi gerakan kolektif. Aksara Bali harus tampil di semua ruang. Gunakan Aksara Bali, kalau bisa tanpa huruf latin, itu justru keren,” ujar Koster.

Menurutnya, Aksara Bali merupakan bagian penting dari identitas budaya Bali yang wajib dijaga dan dilestarikan. Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Jepang, Korea, Tiongkok, dan Thailand yang mampu mempertahankan aksara lokalnya hingga menjadi kekuatan peradaban.

“Negara yang memiliki aksara dan mampu melestarikannya terbukti memiliki peradaban yang kuat dan menjadi negara maju,” imbuhnya.

Koster juga menekankan bahwa Aksara Bali adalah warisan adiluhung leluhur yang tidak sekadar berfungsi sebagai ornamen visual. Lebih dari itu, aksara mengandung nilai filosofis yang membentuk jati diri dan karakter masyarakat Bali.

“Aksara Bali bukan sekadar pajangan atau fashion. Ada pesan leluhur tentang menjaga warisan budaya untuk memperkuat jati diri sebagai orang Bali. Tugas kita hanya menggunakannya dengan tertib dan penuh kebanggaan,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat Bali untuk tidak ragu dan tidak malu menggunakan Aksara Bali dalam kehidupan sehari-hari. Koster menegaskan pentingnya keberanian kolektif untuk saling mengingatkan apabila terjadi pelanggaran penggunaan Aksara Bali.

Untuk memperluas penerapan kebijakan tersebut, Gubernur Koster menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali agar mendorong seluruh produk lokal Bali menggunakan Aksara Bali sebagai standar utama.

“Semua produk lokal Bali wajib menggunakan Aksara Bali. Kalau tidak memakai, tidak usah dipasarkan. Hotel pun akan saya datangi, kalau tidak menggunakan aksara akan saya tegur,” tegasnya.

Komitmen Koster dalam pelestarian budaya Bali telah ditunjukkannya sejak menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI. Saat itu, ia turut berperan dalam lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menjelaskan bahwa Bulan Bahasa Bali VIII merupakan implementasi dari Perda Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 serta Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018.

Bulan Bahasa Bali VIII digelar selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 28 Februari 2026, dengan mengusung tema “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai taman spiritual pembangun jiwa yang paripurna.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara berjenjang, mulai dari desa dan desa adat, tingkat kabupaten/kota, lembaga pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi, hingga tingkat Provinsi Bali.

Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 ditandai dengan penarikan selendang yang membungkus kepompong kupu-kupu oleh Gubernur Bali Wayan Koster, didampingi Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya serta Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.

Sebelum acara pembukaan, Gubernur Koster juga menorehkan tulisan bertajuk “Lestarikan Aksara Bahasa Sastra Bali” di atas kanvas yang kemudian diproses menjadi karya kaligrafi selama acara berlangsung.

Rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII turut dimeriahkan Festival Penulisan Aksara Bali pada berbagai media, mulai dari batu, tembaga, lontar, kertas, kanvas, hingga media kreatif dan digital. Kegiatan ini juga diisi dengan 17 wimbakara (lomba), 8 pementasan seni pertunjukan (sesolahan), 2 widyatula (seminar), 3 kriyaloka (workshop), pameran Reka Aksara, konservasi lontar (Raksa Pustaka), diskusi sastra Bali, ruang belajar ramah anak, serta penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama.

Sejalan dengan pelaksanaan di tingkat provinsi, seluruh kabupaten dan kota se-Bali diwajibkan menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali yang akan dibuka oleh bupati atau wali kota masing-masing pada 2 Februari 2026, sehari setelah pembukaan tingkat provinsi. RAN

K3S Badung Salurkan Bantuan Sosial dan Layanan Kesehatan Gratis di Petang

Ketua K3S Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melaksanakan kegiatan Aksi Sosial di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Sabtu (31/1/2026)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung menggelar aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis serta penyaluran bantuan sembako kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua K3S Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bagian dari komitmen memperluas layanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan di wilayah pedesaan.

Layanan kesehatan gratis pada kegiatan ini melibatkan tenaga medis dari RSUD Mangusada, RSUD Suwiti, RS Giri Asih, serta Klinik Gandi. Pemeriksaan meliputi layanan kesehatan dasar yang bertujuan mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat penerima manfaat.

Aksi sosial ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perikanan, unsur Bagian Administrasi Setda Kabupaten Badung, UPTD Kuta Selatan, Camat Petang, Perbekel Desa Sulangai, Tim Penggerak PKK Kecamatan Petang dan Desa Sulangai, serta perwakilan sejumlah lembaga sosial dan mitra, di antaranya Yayasan Bunga Bali dan Gerakan Badung Peduli.

Kegiatan tersebut terlaksana melalui sinergi antara K3S Kabupaten Badung dengan berbagai mitra dan sponsor, seperti Coco Social Found, PDAM Tirta Mangutama, serta Yayasan Bunga Bali, yang turut mendukung penyediaan bantuan dan layanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. Ia berharap aksi sosial serupa dapat terus digelar secara berkesinambungan di berbagai desa di Kabupaten Badung.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian seluruh sponsor dan dukungan tenaga medis. Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata dan dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan di desa-desa lainnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, K3S Kabupaten Badung menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan sosial dan kesehatan, terutama bagi PPKS dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Upaya tersebut merupakan bagian dari langkah mewujudkan Badung sebagai daerah yang inklusif, sejahtera, dan berkeadilan.

Rasniathi menambahkan, bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa paket sembako, tetapi juga olahan ikan sebagai upaya pencegahan stunting serta kursi roda bagi penyandang disabilitas.

Selain penyerahan bantuan di lokasi kegiatan, Ketua K3S Kabupaten Badung bersama rombongan juga melakukan kunjungan langsung ke rumah tiga warga rentan di Banjar Batu Lantang, Desa Sulangai. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan perhatian langsung sekaligus menyerahkan bantuan secara personal kepada penerima manfaat. (rls)