- Advertisement -
Beranda blog Halaman 125

Bupati Sanjaya Tinjau Dampak Bencana Cuaca Ekstrem di Desa Banjar Anyar Kediri

Bupati Tabanan bersama jajaran tinjau dampak banjir di Desa Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Rabu, (17/9/2025).
Bupati Tabanan bersama jajaran tinjau dampak banjir di Desa Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Rabu, (17/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama jajaran Pemkab Tabanan meninjau langsung lokasi bencana akibat cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Desa Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Rabu, (17/9/2025).

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan pada infrastruktur dan rumah warga. Dalam peninjauan itu, Bupati Sanjaya sekaligus memastikan kondisi masyarakat, serta memberikan bantuan kepada warga sekitar yang terdampak.

Kegiatan peninjauan ini juga turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, Organisasi Masyarakat, Perbekel serta tokoh masyarakat setempat, di mana hal tersebut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam memastikan bantuan tersampaikan tepat sasaran.

Sebanyak 60 paket bantuan diberikan langsung kepada 60 kepala keluarga (KK) terdampak. Paket bantuan berisi sembako seperti beras, mie instan, minyak goreng, serta perlengkapan mandi berupa sampo, pasta gigi, dan sikat gigi.

Selain itu, Bupati Sanjaya juga menyalurkan alat-alat tidur, seperti matras, selimut, serta tikar untuk meringankan beban warga. Sekaligus, ia menyampaikan kehadirannya bukan hanya sekadar memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, tetapi juga bagaimana kedepannya untuk memastikan adanya solusi jangka panjang, sehingga masyarakat aman, tenang dan nyaman.

“Saya hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak akibat banjir bandang tanggal 10 September 2025 lalu, kami di awal sudah turun di beberapa titik dan hari ini khusus datang ke Desa Sanggulan, Desa Banjar Anyar, untuk memastikan langsung kondisi warga,” ucapnya.

Sanjaya juga mengajak seluruh element masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dalam hal, jangan membuang sampah sembarangan serta menjaga lingkungan sekitar tetap bersih terjag dari sampah, terutama sampah plastik.

Sanjaya juga berpesan kepada Perbekel beserta jajaran, Bendesa adat untuk selalu memantau dan mengedukasi masyarakat. Pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang kembali.

“Ada sembako dan juga matras dan selimut sementara. Semua hadir di sini dengan tujuan memastikan biar tahun depan tidak seperti ini lagi. Tahun depan wajib ada jembatan, supaya tidak lagi ada kejadian seperti ini,” tegasnya.

Selain itu, Sanjaya juga mendorong percepatan langkah teknis melalui penyusunan proposal perbaikan wilayah. Menurutnya, hal ini penting agar upaya rehabilitasi bisa segera terlaksana. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat, diharapkan bencana banjir dapat diminimalisir dan masyarakat lebih terlindungi di masa mendatang.

Untuk mendukung langkah pencegahan, Pemkab Tabanan berencana melakukan pemetaan sungai secara menyeluruh. “Akan kami susuri sungai-sungai ini dengan drone sehingga bisa terlihat secara menyeluruh,” tutupnya. (ana)

Turis Jerman Jadi Korban Jambret di Kuta Utara, Pelaku Ternyata Investor Nigeria

Polres Badung merilis hasil Operasi Sikat Agung.
Polres Badung merilis hasil Operasi Sikat Agung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Aksi penjambretan menimpa turis Jerman berinisial EZ (23) di Jalan Tegal Cupek, Kuta Utara, Sabtu (8/9) sore. Ponsel iPhone senilai Rp19 juta yang sedang digenggam korban dirampas seorang pria asing yang melintas dengan sepeda motor.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, menjelaskan pelaku diketahui berinisial CCI (35), warga negara Nigeria. “Korban juga sama-sama WNA,” ujarnya, Rabu (17/9).

Berdasarkan laporan korban, tim opsnal Polsek Kuta Utara melakukan penyelidikan dan menangkap CCI di tempat tinggalnya di Desa Dalung pada 14 September. Polisi masih mendalami kemungkinan pelaku terlibat jaringan kriminal internasional.

Dalam kesempatan terpisah, Polres Badung merilis hasil Operasi Sikat Agung yang berhasil mengungkap 21 kasus kejahatan dengan 23 pelaku diamankan. Salah satunya, seorang buruh proyek bernama Slamet Arifin (38), yang mencuri sepeda motor milik petani berusia 71 tahun di Mengwi. Saat ditangkap, Slamet melawan sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di kaki.

Kasat Reskrim Polres Badung, Iptu Azarul Ahmad, menegaskan kasus kejahatan jalanan masih didominasi pencurian kendaraan bermotor.

“Motif kebanyakan ekonomi. Namun siapa pun pelakunya, baik lokal maupun asing, tetap akan ditindak tegas,” tegasnya. RA

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Sambut Aksi Sosial “Menyapa dan Berbagi” di Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyambut hangat kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dalam program unggulan aksi sosial “Menyapa dan Berbagi” tahun 2025 di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dipusatkan di Wantilan Kantor Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu (17/9/2025).

Turut hadir Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, jajaran kepala perangkat daerah terkait Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, pengurus TP PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, Perbekel Desa Buruan, serta jajaran pengurus TP PKK Kecamatan Penebel.

Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial yang berorientasi langsung pada masyarakat. Kegiatan aksi sosial di Tabanan yang dilaksanakan di Desa Buruan, menghadirkan 50 penerima bantuan. Mereka terdiri dari 10 balita, 10 ibu hamil, 10 penyandang disabilitas, 10 lansia, dan 10 kader PKK yang membutuhkan.

Para penerima bantuan berasal dari tiga desa, yakni 45 orang dari Desa Buruan, 3 orang dari Desa Penebel, dan 2 orang dari Desa Pitra. Bantuan yang disalurkan cukup beragam. Di antaranya 50 Paket Gemarikan berisi ikan dan olahan, bibit cabai serta tanaman, paket multivitamin, dan paket bahan pokok berupa beras 30 kg, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Paket bantuan diserahkan langsung oleh Ny. Putri Suastini Koster kepada para penerima. Dalam sambutannya, Ia menegaskan pentingnya turun langsung ke kabupaten-kabupaten untuk menyapa masyarakat. Selain itu, juga mampu meningkatkan sinergi untuk kepentingan bersama.

“Kegiatan ini sejak awal sudah saya jalankan, agar koordinasi dan sinergi dengan pemerintah kabupaten berjalan baik. Melihat kondisi masyarakat secara nyata sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, perannya sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Provinsi Bali sangat penting untuk mendukung enam bidang yang menjadi prioritas. Bidang tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan rakyat dan pekerjaan umum, ketertiban, serta keamanan.

“Kami membimbing kader-kader agar kapasitas mereka meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat juga terangkat,” jelas Ny. Putri Koster. Sekaligus berpesan terhadap pengelolaan sampah bersama-sama mulai dari rumah tangga, dengan memisahkan sampah basah untuk dijadikan kompos dan gunakan teba modern bagi sampah kering.

Menyambut arahan Ny. Putri Suastini Koster, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan apresiasinya atas kehadirannya dan jajaran di Kabupaten Tabanan, sembari memberikan perhatian kepada masyarakat. Pihaknya juga menyampaikan, program sosial juga rutin dilakukan oleh pihaknya yang sejalan dengan arahan Provinsi.

“Sejalan dengan program TP PKK Provinsi Bali, kami juga melaksanakan aksi sosial Menyapa dan Berbagi di seluruh kecamatan secara berkesinambungan setiap tahun,” ungkapnya.

Ia melaporkan, TP PKK Kabupaten Tabanan juga aktif melakukan aksi sosial dan sosialisasi dalam mendukung program posyandu dengan enam SPM (Standar Pelayanan Minimal). Hal itu dilakukan secara rutin sesuai program-program yang ada di PKK Kabupaten Tabanan.

“Telah terbentuk Pokja Posyandu 6 SPM di 832 posyandu di seluruh Tabanan. Selain itu, kami juga telah menyalurkan 2000 pelubang dan penutup lubang biopori sebagai dukungan terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber,” jelas Bunda Rai.

Berbagai bantuan bermanfaat disalurkan saat itu, mulai dari bantuan pangan, pelayanan kesehatan, demo masak, pembagian kacamata gratis, hingga vaksin rabies yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di Desa. Bunda Rai menegaskan, kegiatan semacam ini memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat Tabanan.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, sehingga semakin berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan sosial ini ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan kepada perwakilan penerima, serta kunjungan langsung ke posyandu desa setempat. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama dari para ibu hamil dan kader PKK yang merasa terbantu dengan dukungan yang diberikan.

Program “Menyapa dan Berbagi” menjadi bukti komitmen TP PKK sebagai garda terdepan mewujudkan keluarga sejahtera, sehat, dan mandiri. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan demo memasak oleh Bali Chef Community serta pelayanan vaksinasi rabies yang digelar di Halaman Kantor Desa Buruan. (rls)

Usulan Koster ke Pusat: Menkes Siap Bantu Alkes RSUD Wangaya, Menteri Hukum Dukung Pemindahan LP Kerobokan

mulai dari bantuan alat kesehatan untuk RSUD Wangaya Denpasar hingga rencana pemindahan Lapas Kerobokan ke Kabupaten Bangli.
mulai dari bantuan alat kesehatan untuk RSUD Wangaya Denpasar hingga rencana pemindahan Lapas Kerobokan ke Kabupaten Bangli.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster terus bergerak cepat membawa aspirasi masyarakat Bali pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah.

Usai turun langsung membantu korban, Koster terbang ke Jakarta untuk menyampaikan sejumlah usulan kepada kementerian terkait, mulai dari bantuan alat kesehatan untuk RSUD Wangaya Denpasar hingga rencana pemindahan Lapas Kerobokan ke Kabupaten Bangli.

Gubernur Bali dua periode ini tak ingin sejumlah persoalan, termasuk bencana banjir bandang sungai Tukad Badung terulang. Koster juga hadir di hadapan pemerintah pusat membawa aspirasi seluruh krama Bali, termasuk korban banjir dan permohonan perbaikan infrastruktur di Kota Denpasar. Aspirasi warga Kota Denpasar yang disampaikan Walikota IGN Jaya Negara dibawa oleh Koster ke hadapan sejumlah menteri.

Para menteri-menteri merespon positif usulan visioner Gubernur Koster yang bergerak cepat dan tepat ingin memperbaiki Bali. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerima usulan Gubernur Koster terkait bantuan alat kesehatan (Alkes) untuk RSUD Wangaya pasca dihantam banjir bandang.

Pertemuan Gubernur Koster dan Menkes Budi Sadikin berlangsung Selasa 16 September 2025 di Jakarta. Pertemuan ini, setelah Koster menemui sejumlah menteri pada Senin 15 September 2025.

“Saya menemui Pak Menkes. Dalam kesempatan ini kami mohon bantuan Alkes untuk RSUD Wangaya Denpasar yang rusak akibat banjir. Kami membawa usulan Walikota Denpasar,” kata Koster.

Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan menteri kesehatan, karena akan membantu alkes tersebut. Menteri juga akan bertolak ke Bali dalam waktu dekat. Ia ingin melihat dari dekat kondisi Bali pasca banjir. “Dan beliau menyampaikan minggu depan akan berkunjung ke Bali,” tambah Koster.

Selain membawa aspirasi dari Denpasar, Gubernur Koster juga membawa aspirasi Pemkab Badung. Koster berkesempatan bertemu dengan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas di Jakarta.

Dalam pertemuan ini, Koster menyampaikan usulan dari Pemkab Badung agar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan dipindahkan ke Kabupaten Bangli. Menteri Andi Agtas memberi respon positif dan mendukung usulan tersebut.

“Pertemuan dengan Pak Menteri Hukum, kami mengajukan usulan pemindahan LP Kerobokan ke Bangli yang ditawarkan Bupati Badung. Pak Menteri sangat mendukung,” jelas Koster.

Selain menemui, menkes dan menteri Hukum, Koster juga berkesempatan berdialog dengan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Pertemuan berlangsung sekira pukul 12.00 WIB.

Dalam pertemuan ini, Koster menyatakan telah mengajukan usulan pembangunan infrastruktur prioritas tahun 2026 dan normalisasi tukad Badung, tukad Unda, dan tukad lain pasca banjir.

“Ketua Komisi V DPR RI sangat mendukung akan dibahas di komisi V dalam Raker dengan Menteri PU serta meminta agar Menteri PU segera berkunjung ke Bali,” jelas Koster.

Kemudian, Gubernur Koster juga berkesempatan bertemu dengan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh. Dihadapan beliau, Koster menyampaikan terkait permohonan dukungan ke Kementerian Imigrasi terkait optimalisasi Pungutan Wisatawan Asing (PW). Kepala BPKP merespons postifi dan telah berkoordinasi dengan Menko Hukum,Ham,dan Imigrasi Pemasyarakatan. (rls)

Komposter Cepat Jadi Harapan Baru Atasi Sampah Organik di Bali

Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Padas, Ibu Putri Suastini Koster Shiva Industries Indonesia di kawasan Bung Tomo, Denpasar, pada Selasa (16/9/2025).
Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Padas, Ibu Putri Suastini Koster Shiva Industries Indonesia di kawasan Bung Tomo, Denpasar, pada Selasa (16/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Padas, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menangani sampah.

Menurutnya, tidak ada lagi istilah membuang sampah, melainkan mengelola sampah agar kembali memberi manfaat bagi alam.

Pesan tersebut disampaikan saat mengunjungi Shiva Industries Indonesia di kawasan Bung Tomo, Denpasar, pada Selasa (16/9/2025).

Perusahaan ini dikenal sebagai produsen on-site rapid composter, yaitu mesin pengolah sampah organik yang mampu mengubah limbah dapur dan sampah organik lainnya menjadi kompos dalam waktu 24 jam.

“Ini berita gembira di Denpasar. Mesin ini sangat membantu karena bisa mengolah sampah organik dalam jumlah besar, mulai dari 300 kilogram per hari. Sangat cocok untuk hotel, restoran, dan TPS3R. Jangan lagi dititipkan ke Suwung, semua bisa selesai di sini. Dari alam, kembali ke alam,” ujar Ibu Putri Koster saat meninjau mesin tersebut.

Ia menambahkan, Bali sudah terlalu lama salah dalam mengelola sampah. Selama 41 tahun, pola pikir masih bertumpu pada pembuangan, padahal solusi sebenarnya adalah pengelolaan sejak dari sumber. “Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Masyarakat sudah mulai sadar untuk bebas dari TPA di Bali,” tegasnya.

Mesin komposter produksi Shiva Industries ini tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari 300–500 kilogram hingga 1,5 ton sampah organik per hari. Harga satu unit mesin sekitar Rp400 juta. Menurut Ibu Putri Koster, jika setiap TPS3R memiliki satu mesin, maka masalah sampah organik bisa diselesaikan di tingkat komunitas atau desa.

Pendiri Shiva Industries Indonesia, Tobias Wilson, yang hadir bersama mitranya, Ketut Punia, menekankan bahwa teknologi ini dirancang untuk menjawab masalah mendesak di Bali. “Sampah organik mencapai 72 persen dari total sampah di Bali. Kami ingin membantu dengan teknologi yang murah dan ramah lingkungan. Prinsip kami, dari Bali untuk Bali. Kami juga berkomitmen untuk gerakan komunitas demi Bali bebas TPA,” ujarnya.

Teknologi pengolahan ini menggunakan sistem digester aerobik yang tidak menghasilkan emisi serta membutuhkan perawatan minimal. Hasil olahan berupa kompos berkualitas premium dapat langsung digunakan untuk pertanian organik maupun penghijauan kota.

Dengan hadirnya inovasi ini, diharapkan Bali semakin cepat mewujudkan visi pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang selama ini menjadi masalah kronis. (ana)

Tenis Lapangan Sumbang 3 Emas untuk Badung di Porprov Bali 2025

Kontingen Badung kembali menorehkan prestasi membanggakan pada cabang olahraga tenis lapangan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025.
Kontingen Badung kembali menorehkan prestasi membanggakan pada cabang olahraga tenis lapangan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kontingen Badung kembali menorehkan prestasi membanggakan pada cabang olahraga tenis lapangan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025.

Tiga medali emas dan satu medali perunggu berhasil dibawa pulang pada penutupan cabor tenis yang berlangsung di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (16/9/2025).

Emas pertama diraih dari nomor beregu putra, diikuti emas dari nomor ganda putra setelah pasangan Made Bagas Krisnamurti/Kadek Ari Sanjaya menundukkan wakil Gianyar di partai final.

Sementara emas ketiga datang dari nomor ganda campuran, saat duet Bagas Krisnamurti/Ayu Fani Damayanti sukses mengalahkan pasangan Mardi/Dayu Tirta dari Denpasar.

Selain itu, Badung juga menambah koleksi medali melalui nomor beregu putri yang menyumbangkan perunggu. Dengan demikian, total capaian tenis lapangan Badung di Porprov Bali 2025 adalah tiga emas dan satu perunggu.

Sekretaris Umum KONI Badung, Made Sutama, yang didampingi ofisial tim Adi Wiratma dan Gede Arnawa, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim tenis.

“Kami sangat puas dan bangga dengan hasil tiga medali emas yang diraih. Ini menunjukkan kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim telah membuahkan hasil,” ujar Sutama melalui Ketua Bidang Humas Pelti Badung, Roy Emerson Hidiya. (*)

Posko Kemanusiaan Respon Cepat Tanggap Darurat Lintas Iman untuk Korban Banjir Bali Ditutup

Organisasi Kepemudaan Lintas Iman (OKP Lintas Iman) mengakhiri posko tanggap bencana darurat yang telah beroperasi selama satu minggu terakhir.
Organisasi Kepemudaan Lintas Iman (OKP Lintas Iman) mengakhiri posko tanggap bencana darurat yang telah beroperasi selama satu minggu terakhir.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Organisasi Kepemudaan Lintas Iman (OKP Lintas Iman) secara resmi mengakhiri posko tanggap bencana darurat yang telah beroperasi selama satu minggu terakhir.

Posko yang didirikan di Jalan Pura Demak 2 Denpasar (sekretariat PWNU) bertujuan untuk merespons cepat dan membantu para korban banjir yang melanda beberapa wilayah di Bali.

Penutupan posko ditandai dengan acara sederhana namun penuh haru, dihadiri oleh ketua OKP PERADAH, GP Ansor, Pemuda Muhamadiyah, GAMKI, PATRIA, Pemuda Katholik, relawan, para donatur, serta beberapa warga korban banjir.

“Posko ini adalah bukti nyata bahwa solidaritas dan kemanusiaan bisa melampaui sekat-sekat perbedaan,” ujar Ketua Pemuda Katolik yogaswara.

Senada dengan tujuan itu Ketua GP Ansor H. Tommy reza menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezeki mereka. Bantuan Anda, baik dalam bentuk uang maupun barang, sangat berarti bagi para korban,” katanya.

Ketua PERADAH Bali (gusde) serta Ketua Pemuda Muhamidyah (abdillah) Memberikan apresiasi khusus juga diberikan kepada para relawan dari berbagai latar belakang, baik agama maupun suku, yang telah bekerja tanpa lelah.

“Dedikasi dan semangat kemanusiaan para relawan sungguh luar biasa. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berani turun langsung membantu di tengah kesulitan,” tambahnya.

Acara penutupan ini juga menjadi momen untuk menyampaikan pesan harapan bagi para korban banjir. “Kami tahu, proses pemulihan tidaklah mudah. Namun, jangan pernah merasa sendiri ujar Ketua OKP GAMKI sdr Glori. Kami OKP Lintas Iman, akan terus mendampingi dan mendukung proses pasca bencana ini,” tegas seluruh Ketua OKP Lintas iman ini.

Posko ini berhasil menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari makanan siap saji, sembako, kasur serta bantal, air bersih, pakaian layak pakai, hingga obat-obatan. Selain itu, tim relawan juga turut serta dalam kegiatan bersih-bersih rumah dan lingkungan pasca banjir, membantu meringankan beban warga.

Penutupan posko ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari babak baru dalam membangun kembali kehidupan yang lebih baik di Bali. Aksi nyata OKP Lintas Iman menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa persatuan dan gotong royong adalah kunci untuk menghadapi segala tantangan. (rls)

11 Jukung Nelayan di Tabanan Hanyut Terbawa Banjir, DPRD Imbau Nelayan Waspada Cuaca Buruk

Anggota DPRD Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, yang juga Ketua Paguyuban Nelayan Bali
Anggota DPRD Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, yang juga Ketua Paguyuban Nelayan Bali

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali pada Rabu (10/9/2025) menyebabkan banjir dan luapan sungai yang menghanyutkan sedikitnya 11 jukung milik nelayan di Kabupaten Tabanan. Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp470 juta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPRD Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, yang juga Ketua Paguyuban Nelayan Bali, pada Rabu (17/9/2025).

Ia merinci, di Pantai Kelecung, Selemadeg Timur, lima jukung hilang terseret banjir di muara Sungai Yeh Matoan. Dari jumlah itu, tiga jukung tanpa mesin dan dua bermesin. “Dua hari setelah kejadian, satu jukung ditemukan dalam kondisi hancur di Pantai Pabuahan, Jembrana, sekitar 59 kilometer dari lokasi awal,” ujarnya.

Selanjutnya, di Pantai Beraban, Selemadeg Timur, dua jukung ikut hanyut akibat luapan Sungai Yeh Hoo. Sementara di Pantai Yeh Gangga, Tabanan, empat jukung dilaporkan hilang.

“Dari 11 jukung yang hanyut, total kerugian ditaksir sekitar Rp470 juta, karena harga satu jukung tanpa mesin saja mencapai Rp35 juta,” jelasnya.

Atas musibah tersebut, Arsana Yasa pun mengimbau para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan dengan rutin memantau perkembangan cuaca. “Kondisi cuaca belakangan ini tidak menentu. Kami harap nelayan rajin mengecek update cuaca sebelum melaut untuk mengantisipasi kerugian lebih besar,” tegasnya.

Terkait bantuan kepada nelayan, Arsana Yasa menyebut Dinas Perikanan Tabanan sudah diminta menyusun laporan detail dan melakukan rapat tindak lanjut.

“Kami sudah minta Dinas Perikanan sebagai leading sector untuk bergerak. Selanjutnya tinggal bagaimana bentuk penanganannya,” jelasnya. (ana)

Ketua DPRD Tabanan Minta Penindakan Tegas Terhadap Pelanggaran Tata Ruang di Sempadan Sungai

Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa.
Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menegaskan bahwa banjir di Perumahan Lembah Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, bukan hanya disebabkan faktor alam. Menurutnya, penyebab utama bencana tersebut adalah ulah manusia, khususnya pembangunan liar yang melanggar aturan sempadan sungai.

Banjir yang terjadi pada Rabu (10/9/2025) lalu dipicu oleh luapan Sungai Tukad Dati. Akibatnya, lima rumah warga ambruk dan 33 rumah lainnya terendam. Arnawa menilai kondisi itu jelas berkaitan dengan bangunan yang berdiri tidak sesuai tata ruang.

“Bangunan itu sudah jelas menyalahi tata ruang. Ke depan, instansi terkait harus lebih teliti melihat persoalan ini. Jangan sampai ada masalah lagi akibat bangunan yang melanggar tata ruang atau berdiri di sempadan sungai,” tegas Arnawa seusai menghadiri Rapat Kerja dengan TAPD Tabanan, Rabu (17/9/2025).

Politisi PDIP yang akrab disapa Komet ini menyebut sedikitnya lima bangunan di kawasan tersebut berdiri tidak layak karena berada tepat di sempadan sungai bahkan di atas jembatan. Ia meminta OPD terkait segera berkomunikasi dengan pemilik bangunan, sekaligus memberikan solusi berupa penggantian atau kompensasi bagi warga yang rumahnya ambruk.

“Ini bukan sekadar persoalan estetika tata ruang, tetapi soal keselamatan. Bangunan berdiri di jalur air, dan itu pelanggaran serius,” ujarnya.

Arnawa menambahkan, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak warga membangun tanpa izin dan mengabaikan aturan. Hal tersebut bukan hanya merusak tata ruang, tetapi juga memperparah banjir karena menutup jalur aliran air.

“Air tidak salah, yang salah manusia. Kalau jalurnya ditutup, air pasti mencari jalan lain, dan akhirnya merendam rumah warga,” tandasnya.

Selain itu, bentuk aliran Tukad Dati yang menikung serta kecilnya terowongan air juga memperparah dampak banjir. Untuk itu, Arnawa mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dengan meluruskan aliran agar debit air saat hujan deras dapat tertampung dengan baik.

“Pelanggaran yang dilakukan pengembang harus ditindak tegas. Lahan produktif juga wajib dijaga agar tidak dimanfaatkan sembarangan. Eksekutif harus konsisten menjaga kawasan supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dari Dinas PUPRPKP sebelum mengeluarkan izin bangunan. Hal itu untuk memastikan tidak ada lagi bangunan yang melanggar sempadan sungai maupun aturan tata ruang.

“Tata ruang sudah jelas ditegaskan Gubernur Bali. Lahan produktif tidak boleh digunakan sembarangan. Ini harus diawasi dengan serius, dan legislatif akan ikut mengawal demi keberlanjutan Bali seratus tahun ke depan,” jelasnya.

Meski begitu, Arnawa mengingatkan pendekatan persuasif perlu dilakukan terlebih dahulu kepada pelanggar. Namun, bila tidak ada itikad baik, maka penegakan hukum harus dijalankan.

“Kalau sudah diperingatkan tapi tetap membandel, tindakan tegas harus diambil. Ini bukan soal suka atau tidak suka, melainkan demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Arnawa berpesan agar masyarakat tidak egois dalam membangun. “Kesalahan kecil dari segelintir orang bisa berdampak besar bagi ribuan warga lain. Sungai tidak boleh dipermainkan, kalau tidak dijaga, kita semua akan menanggung akibatnya,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Sekda Tabanan I Gede Susila menyebut pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan Bupati Tabanan serta OPD terkait lainnya. “Kami koordinasikan dulu dengan Bapak Bupati. Sekarang kami lihat tindak lanjut bembersihan pasca bencana seperti sampah,” jelasnya.  (ana)

Jaringan Air Bersih di Tabanan Selatan Terganggu Akibat Banjir, Petugas Langsung Lakukan Perbaikan

Pertugas teknis Perumda TAB Tabanan lakukan perbaikan saluran air bersih pasca banjir.
Pertugas teknis Perumda TAB Tabanan lakukan perbaikan saluran air bersih pasca banjir.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur Tabanan pada Rabu (10/9/2025) pekan lalu berdampak pada gangguan layanan air bersih Perumda Tirta Amertha Bhuana (TAB) di sejumlah wilayah, khususnya Tabanan Selatan.

Meski demikian, gangguan tidak berlangsung lama karena tim teknis Perumda TAB bergerak cepat melakukan perbaikan keesokan harinya pascabencana banjir dan tanah longsor.

Plt. Kabag Langganan Perumda TAB, I Made Pande Surdika, didampingi Kasi Humas, I Putu Wahyu Untung Suardana, menjelaskan bahwa wilayah pesisir selatan menjadi daerah paling terdampak. Area tersebut meliputi Kecamatan Kediri, Kerambitan, dan Selemadeg.

“Gangguan antara lain terjadi di pompa IPA Nyanyi, Kecamatan Kediri, yang mengakibatkan distribusi utama ke pelanggan di wilayah Desa Cepaka dan sekitarnya terganggu,” ujar Pande Surdika, Rabu (17/9/2025).

Selain itu, di wilayah Kerambitan dan Selemadeg, pipa transmisi air di Tukad Yeh Maled ikut tergerus material banjir berupa sampah dan kayu besar. Gangguan juga diperparah oleh terputusnya jaringan listrik PLN yang mengaliri sejumlah pompa air.

Meski begitu, Perumda TAB memastikan pelayanan tidak sampai terhenti total. “Kami sudah mengantisipasi dengan memasok air dari jaringan alternatif di sekitar lokasi,” jelasnya.

Tim teknis Perumda TAB segera melakukan langkah darurat, antara lain pembersihan lumpur dan material banjir di IPA yang berbatasan langsung dengan aliran sungai, serta perbaikan jaringan pipa transmisi sebagai jalur utama suplai air ke masyarakat.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemulihan aliran listrik ke pompa-pompa yang terdampak.

“Jika terjadi gangguan cukup lama, kami sudah menyiapkan air tangki untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.

Perumda TAB mengimbau masyarakat untuk lebih hemat menggunakan air selama masa pemulihan. Warga juga diingatkan agar menampung air saat distribusi kembali normal untuk mengantisipasi bila terjadi ketidakmerataan aliran.

“Kami juga mengajak masyarakat melaporkan segera bila ada kebocoran pipa atau kerusakan jaringan di sekitar lingkungannya, sehingga dapat cepat kami tangani,” tegasnya. (ana)