- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1079

Tidk Mengurangi Makna Upakara ” Ngaben Masal Ringankan Masyarakat “

m

Tabanan – Pantaubali.com – Ngaben merupakan Upacara atau Yadnya yang besar, tentunya itu memerlukan biaya yang besar pula. Kira-kira begitulah paradigma masyarakat Hindu Bali dulu memaknai Upacara Ngaben.

Setelah maraknya digelar Upacara Ngaben Masal di Bali, khususnya di Tabanan. Membuat paradigma itu sedikit demi sedikit mulai berubah bahkan hilang. Diadakannya Ngaben masal sudah tentu akan sangat banyak mengurangi biaya yang dikeluarkan masyarakat.
Dan setiap ada perhelatan Upacara Pitra Yadnya ini di Tabanan hampir selalu mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Seperti halnya sekarang ini, Rabu (31/10/2018), Wakil Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya, SE, M.M menghadiri rangkaian Upacara Ngaben Masal di Banjar Munduk Andong, Bangli Baturiti.

Orang nomer dua di Tabanan tersebut juga didampingi oleh salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekcam Baturiti, Perbekel dan Tokoh Adat setempat.

“Akan lebih untung kita melakukan ngaben bersama ini. Dengan uang 9 juta sudah bisa ngaben, bayangkan dulu kalau tidak punya uang yang banyak kita tidak bisa ngaben”, hal itulah yang ditekankan oleh Orang nomer satu di Tabanan itu saat memberikan sambutan di lokasi Upacara (Balai Banjar Munduk Andong).
“Jadi paradigma masyarakat sekarang sudah bisa kita pangkas. Dan sekarang Ngaben masal sudah menjadi trend di Masyarakat Tabanan”, imbuh Sanjaya.

Beliau juga berpesan agar tetap menjaga persatuan dan selalu bersinergi dengan Pemerintah di dalam ngewangun Karya (membangun). Karena diterangkannya bahwa pembangunan di masyarakat tidak lepas dari peran serta Pemerintah di dalamnya.“Ngiring jaga persatuan, adat, budaya dan agama kita” sambungnya.

Sebelumnya panitia Karya I Komang Sumawan mengatakan Ngaben masal atau Ngaben bersama ini diikuti oleh 30 Sawa (Arwah) dan 8 Ngelungah. Masing-masing sawa dikenai biaya Rp. 9 Juta Rupiah dan Ngelungah Rp. 500 Ribu. Dituturkannya juga bahwa masyarakat Munduk Andong dikenai patus (iuran) sebesar Rp. 250 ribu.

Bupati Tabanan Buka FKUB Kabupaten Tabanan masa bakti 2013-2018

Tabanan – Pantaubali.com – Dengan berakhirnya kepengurusan FKUB Kabupaten Tabanan masa bakti 2013-2018,Selasa(30/10/2018)
FKUB Tabanan melaksanakan musyawarah antar umat beragama forum kerukunan umat beragama, dengan agenda pemilihan pengurus masa bakti 2018-2023. Bertempat di Gedung Panti Sosial Bina Netra Mahatmia, Kediri Tabanan Musyawarah Antar Umat Beragama IV FKUB Tabanan dibuka Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti.

Turut hadir Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya, Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet,Ketua PHDI yang juga Ketua FKUB Periode 2013-2018 Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra, dan Forkompinda Kabupaten Tabanan.

Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya mengatakan Forum Kerukuan Umat Beragama(FKUB) sebagai organisasi mengalami berbagai dinamisasi dengan bangkitnya organisasi kepemudaan lintas agama yang mampu menjaga tatanan nilai-nilai etika dan moral, serta tatanan sosial budaya masyarakat Tabanan.

“Keberadaan FKUB mampu menuju kearah kemajuan, sehingga merupakan salah satu faktor penentu untuk mempertahankan harmoni award yang diperoleh Kabupaten Tabanan,”ucapnya.

Ditambahkan di era kesejagatan, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat dan telah membawa kemajuan dalam kehidupan manusia.Tapi kemajuan itu hendaknya disertai dengan etika dan moral agar kemajuan itu dapat memberi kebahagiaan,kerukunan dan ketentraman.
“Harapan kami FKUB hendaknya dapat menjaga dan meningkatkan kerukunan umat beragama dari tingkat tokoh sampai ke tingkat paling bawah,sehingga kerukunan itu betul-betul dapat dirasakan oleh semua umat,”kata Bupati Eka.

“FKUB sebagai forum umat beragama, berkewajiban secara terus menerus memberikan pembinaan tentang kerukunan kepada umat beragama yang ada di Tabanan,”imbuhnya.

Sebelumnya Ketua Panitia I Made Sukadana mengatakan musyawarah antar umat beragama IV Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB) Kabupaten Tabanan dilaksanakan karena berakhirnya masa bakti kepengurusan FKUB Tabanan periode 2013-2018 yang berakhir tanggal 8 Oktober 2018.“Tujuannya untuk memilih pengurus FKUB tahun 2018-2023 dan selanjutnya membuat program kerja FKUB 5 tahun kedepan,”jelasnya.

Sukadana juga menjelaskan jumlah peserta musyawarah 90 orang yang berasal dari tokoh lintas agama, tokoh adat,tokoh-tokoh pemuda dan perempuan lintas agama.“Peserta ini berjumlah 90 orang,”ucapnya.

Sementara Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan kerukunan adalah pondasi pembangunan. Kerukunan yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,serta kerukunan berdasarkan nilai agama.

“Krisis kerukunan, bangsa terpecah belah, taruhannya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kita Bersyukur Pancasila yang menyatukan kita,”tegasnya.

Terkait pelaksanaan musyawarah IV, dirinya yakin pasti berjalan lancar penuh kekeluargaan sehingga kerukunan, keamanan, dan kedamaian bisa terwujud sehingga pembangunan di Tabanan bisa berjalan maksimal.

“Karena Kota Tabanan ini sudah menjadi rujukan kerukunan umat beragama di Bali dan itu nanti sudah menjadi rujukan kerukunan umat beragama untuk Indonesia dengan terbukti sudah menerima harmony award,” katanya.“Harapan saya disamping dipelihara,ditingkatkan dan didukung.

Supaya kebanggaan Bali kebanggaan Indonesia akan kota Tabanan ini akan selalu terpelihara kerukunannya.Karena dengan kerukunana yang terbangun, Pemerintah Kabupaten Tabanan bisa membangun Tabanan dengan lebih baik,”ujarnya.

Lupa Matikan Dupa ” Bale Gede Pak Dewa Terbakar “

Tabanan – Pantaubali.com – Kebakaran menghanguskan Bale Gede milik Dewa Made Maharaja(52) warga Banjar Kelating Dauh Jalan, Desa Kelating, Kerambitan,Tabanan,Selasa (30/10/2018).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kerugian ditaksir mancapai ratusan juta rupiah. Musibah tersebut ditengarai akibat dari kelalaian lupa matikan dupa.

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Gede Surya Kusuma mengatakan,kejadian kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 Wita, usai istri korban mengaturkan banten canang sari di pelangkiran Bale Gede dan Taksu di rumah korban.

Setelah itu korban bersama istri pergi ke setra untuk mengikuti prosesi upacara pengabenan, sekitar jam 09.00 Wita saat korban bersama istri masih berada dikuburan,ada salah satu warga yang memberitahu korban bahwa telah terjadi kebakaran namun saat itu korban tidak menduga bahwa yang terbakar itu rumah korban sendiri. Mendapatkan informasi tersebut korban langsung pulang.

Betapa kagetnya korban, Bale gede miliknya hangus terbakar rata dgn tanah. Untuk mecegah agar api tidak merembet ke Bale Daja korban merobohkan taksu dihalaman yang sudah kena api. Atas bantuan masyarakat dan pemadam kebakaran Pemkab Tabanan si jago merah akhirnya bisa dipadamkan.

Dugaan sementara peristiwa kebakaran itu terjadi akibat faktor kelalean istri korban saat ngaturan banten dengan dupa yang masih menyala di pelangkiran kemudian dupa merembet kain wastra pada pelangkiran Bale Gede yang mengakibatkan terjadi kebakaran. Akibat kejadian itu korban menderita kerugian Rp 515 juta.

Di Duga Karena ngantuk ” Motor Galih Terobos Jurang “

Tabanan – Pantaubali.com – Dalam berkendara dengan sepeda motor memerlukan keahlian dan kewaspadaan yang lebih.Terutama disaat berkendara dengan kecepatan tinggi.

Jika dalam keadaan mengantuk maka berhentilah sejenak sekedar untuk menghilangkan rasa kantuk.

Seperti yang menimpa salah seorang pengendara sepeda motor Yamaha Aerox nopol DK DK 5119 ZT disebabkan rasa kantuk,sepeda motor yang dikendarai mengalami kecelakaan sendiri terjun kejurang kurang lebih sedalam 3 meter.Beruntung,tidak menimbulkan korban jiwa,pengendara mengalami luka robek pada dagu, nyeri pada leher dan punggung.

Kejadian itu terjadi Senin (29/10/2018) sekitar pukul 12.05 Wita,di jalan raya Denpasar-Gilimanuk Banjar Selemadeg Klod, Selemadeg,Tabanan, saat pengendara sepeda motor I Komang Galih Prananda(22) warga Banjar Berawantangi, Desa Tuwed, Melaya,Jembaran,melintas dari arah Gilimanuk menuju Denpasar setibanya di TKP pengemudi dalam keadaan mengantuk sampai laju sepeda motornya terlalu kekiri sampai jatuh ke jurang dikedalaman 3 meter yang berada dikiri jalan,”kata Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sukandana.

Kecelakaan ini terjadi karena,Galih mengendarai motor dalam kondisi mengantuk.Akibat kejadian ini Galih mengalami luka robek pada dagu dan nyeri pada leher dan punggung sempat menjalani perawatan di Puskesmas Selemadeg dan selanjutnya dirujuk ke RSU Negara untuk mendapatakan penangan medis.

Rapat Kerja Banggar DPRD Tabanan Dengan TAPD RAPBD 2019 Rp 390 M

Rapat Banggar DPRD Kabupaten Tabanan

Tabanan – Pantaubali.com – Badan Anggaran DPRD Tabanan gelar rapat di gedung DPRD Bengkalis, Senin,( 29/10/2018), bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tabanan dengan agenda Pembahahasan tentang RAPBD TA. 2019.

Rapat yang focus dalam pembahasan target pedapatan asli daerah (PAD) tahun 2019. Dalam proses pembahasan ini Banggar dengan TAPD sempat terjadi saling tawar menawar PAD tahun 2019 sebesar 390 miliar.

Sebelumnya tim TAPD hanya mampu menargetkan PAD sebesar 385 miliar. Dengan target itu TAPD juga merasa cukup berat karena pos anggaran yang menajdi pos PAD seperti dana BOS yang besaranya 43 miliar. Sesuai aturan dipindahkan ke pos PAD pendapatan lain-lain yang sah.

Ketua Banggar Ketut Suryadi sempat menawar dari Rp 385 miliar yang di minta tim TAPD, menjadi 390 miliar, angka ini 385 miliar terlalu manis. Jadi dengan di minta 390 miliar tahun depan Boping berharap ada motivasi dan inovasi untuk mencapai PAD, jadi angka segitu sudah realistis,”tegas politisi yang akrab disapa Boping.

Diegaskan Boping dengan memasang Rp 390 miliar, akan digenjot kepada wajib pajak. Karena sesuai aturan walaupun usaha yang belum mengantongi izin boleh dikenakan restribusi. Dari hasil Komisi III turun ke lapangan setidaknya ada sekitar 300 restoran dan rumah makan yang tersebar diseluruh Tabanan. Jika semuanya itu dikenakan pajak sudah pasti PAD kita bisa meningkat, sehingga wajib pajak harus digenjot.

Ketua TAPD Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa mengatakan bahwa angka Rp 390 adalah langkah kompromi dengan mengacu pajak retribusi yang menjadi kewenangan daerah. Dan akan kami evaluasi setiap triwulan. Namun jika dalam proses perjalanan ada permasalahan, angka itu akan direvisi.Dengan mengacu pada pajak retribusi seperti pajak hotel, restoran, atapun yang lain, regulasinya harus yang jelas,”jelasnya.

Sebelumnya anggota Banggar I Wayan Lara yang menarget RAPBD di luar dana BOS di angka Rp 400 miliar dengan asumsi e-billing atau ticketing di DTW Tanah Lot segera dipasang. Di samping itu angka ini dipasang karena Tabanan masih banyak memiliki potensi PAD namun tidak digarap dengan serius.Sehingga harus ada kerjasama dan keseriusan dalam menggali potensi PAD yang ada di Tabanan,” imbuhnya.

Beri Apresiasi Kerja Nyata Suta ” Wakil Bupati Tabanan Langsung Membuka Acara Pesamuan Agung Forum Suta “

Tabanan – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, M.M. membuka acara Pesamuan Agung Suara Tabanan, Minggu (28/10/2018) di Aula Meeting Nami Rasa,Tabanan.

Pesamuan Agung Suara Tabanan adalah kegiatan pertemuan perwakilan anggota grub facebook Suara Tabanan dan masyarakat dari masing-masing kecamatan di Tabanan untuk kemudian membentuk sebuah organisasi yang berbadan hukum atau sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan nama LSM Suara Tabanan.

Wabup Sanjaya dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Suara Tabanan karena telah bekerja dengan baik dalam mentransformasikan informasi antara Pemkab Tabanan dengan masyarakat dan sebaliknya. Suara Tabanan tidak hanya mengkritisi pemerintah namun juga memberikan masukan, ide, informasi kepada masyarakat serta melakukan program-program yang nyata
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi kepada Suara Tabanan yang telah bekerja dengan baik. Semoga ke depannya Organisasi/LSM Suara Dewata yang sudah berdiri dapat ikut bersama-sama membangun Tabanan menjadi lebih baik.”ungkap Wabup Sanjaya.

Ketua Panitia Acara I Gusti Putu Arthadana menjelaskan tujuan dari kegiatan Pesamuhan Agung Suara Tabanan ini antara lain adalah sebagai wahana mesimakrama bagi anggota grup Facebook (FB) Suara Tabanan dan berbagai komponen masyarakat Tabanan, membentuk dan mendeklarasikan LSM Suara Tabanan serta menyusun kepengurusan LSM suara Tabanan.

“Suara Tabanan dalam membangun Tabanan tidak cukup hanya menyumbang ide-ide, pikiran dan gagasan. Lebih dari itu kami ingin berperan dalam membangun Tabanan secara lebih konkrit atau nyata untuk membangun Tabanan. Terkait dengan hal tersebut maka grup Facebook Suara Tabanan dipandang perlu mewujudkan diri dalam organisasi permanen.” ungkapnya.

Sementara itu Pendiri Facebook Suara Tabanan Drs, I Wayan Ariasa mengungkapkan, grup facebook Suara Tabanan pertama kali di launching pada 17 Agustus 2015, tepatnya tiga tahun silam. Ide pembuatan grup ini diilhami oleh maraknya status masyarakat pengguna medsos atau netizen. Pada waktu itu menyoroti perihal kebijakan pemerintah, khususnya Pemkab Tabanan dalam membangun infrastruktur jalan.

“Maraknya isu atau keluhan yang disampaikan perseorangan tentu sangat sulit dimonitor, dan dipantau oleh pemegang kebijakan. Berkaca dari itu saya mencoba membuat wadah Suara Tabanan. Semoga dapat memompa dan memicu kekuatan adrenalin pemerintah yang sudah kuat menjadi semakin hebat.” ujarnya.
Dirinya mengatakan bahwa Suara Tabanan bekerja tidak hanya di dunia maya saja namun juga di dunia nyata. Berbagai kegiatan sosial juga telah dilakukan untuk membuktikan dedikasi dan empati kepada masyarakat.

“Kegiatan yang telah kami lakukan antara lain bedah rumah pekak Samben di Poyan, Baturiti, Support logistik pada pengungsi Gunung Agung di kecamatan Marga, Penyerahan bantuan pada warga di Kesiut Tengah, bekerja bersama kepolisian dalam mengedukasi masyarakat menggunakan medsos secara baik dan benar serta menghindari kebencian, SARA, penipuan dan stop hoax” jelasnya.

Bawaslu Tabanan Gencar Lakukan Gerakan Jaga Hak Pilih

Tabanan – Pantaubali.com – Pastikan masyarakat sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019 mendatang. Bawaslu Tabanan bersama pengawas pemilu kecamatan terus bergerak melakukan Gerakan Bawaslu Jaga Hak Pilih (GBJHP).

Sasaranya adalah pasar tradisional. Hal ini dimaksud agar, semua warga Tabanan yang memenuhi syarat hak pilih, terdaftar dalam DPT. Yang terpenting, hak pilih warga tidak hilang.

Dengan mengelilingi pasar melakukan pengecekan EKTP -L melalui aplikasi KPU RI. Hal ini dilakukan di Pasar Marga, Minggu (28/10/2018).

Dalam upaya perbaikan dan menjaga hak pillih serta terciptanya daftar pemilih yang akurat pada Pemilu 2019. Dan memastikan hak pilih masyarakat dan mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk ikut dalam pemilu yang akan datang,”kata Panwas Kecamatan Marga, I Putu Mantra.

Untuk itu Tim Bawaslu Tabanan dengan jajaran Pengawas Pemilu Kecamatan terus melakukan Gerakan Bawaslu Jaga Hak Pilih (GBJHP) dengan menyasar pengunjung dan pedagang pasar Marga masih ditemukan warga yang mempunyai hak pilih belum terdaftar dalam DPT pada Pemilu 2019.

Dari hasil sample warga yang ditemui sejumlah 30 orang sudah ber E-KTP elektronik, 29 orang sudah terdaftar dalam DPT sedangkan 1 orang atas nama IDA Ayu Sri Kurniaasih, Banjar Dinas Tengah Semeton, Desa Dajan Puri, Kecamatan Marga belum terdaftar dalam DPT Pemilu 2019.
Anggota Bawaslu Tabanan I Ketut Narta yang ikut turun ke Pasar Marga menyampaikan bahwa Gerakan Bawaslu Jaga Hak dalam upaya memastikan warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih pada Pemilu 2019 bisa masuk DPT.

Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada di hubungi terpisah mengatakan, untuk memastikan hak memilih konstitusional warga terpenuhi. Tim GBJHP Bawaslu Tabanan yang sudah turun ke pasar 6 wilayah Kecamatan dan akan terus dilakukan sampai (10/11/2018) mendatang.

Pameran Expo Hasil Karya Wara Binaan Lapas Tabanan

Tabanan – Pantaubali.com – Pikiran negatif terhadap orang-orang yang terlibat dalam kejahatan atau kriminalitas,yang akhirnya harus mendekam di rumah tahanan,nampaknya harus kita lupakan,karena dalam hal tersebut tidak sedikit orang juga yang berada di dalam lapas itu akhirnya mempunyai kemampuan dan keterampilan yang luar biasa.

warga binaan narapidana lembaga pemasyarakatan (lapas) Klas II B Tabanan menunjukkan hal yang berbeda dalam sebuah pameran Pekan Expo Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Kemenkumham, Jumat (26/10/2018).
Adapun Produk unggulan yang akan dipamerkan antara lain mulai dari miniatur sepeda motor, becak, kapal laut, kotak tisue, bokor dan sokasi. Sebagai besar hasil karya napi lapas Tabanan terbuat dari bahan koran. Tidak hanya itu dipamerkan juga patung hasil ukiran dari kayu.

Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan pameran expo kali ini lebih kepada menampilkan hasil karya seni yang dibuar warga binaan Lapas Tabanan. Masyarakat hanya mengira ketika orang berada di dalam lapas hanya berada dibalik jeruji besi. Tetapi dibalik itu napi juga dapat melakukan aktivitas positif. Bukti dapat membuat karya seni yang bernilai ekonomi tinggi.

Dikatakan Murdiana kegiatan ini diharapkan nantinya warga binaan setelah keluar dari rutan ini dapat berguna bagi dan di masyarakat.
“Digali apa kemampuan dari warga binaan kita, dan kita berikan ruang-ruang serta bekal ilmu agar nanti setelah keluar mereka tidak mengulangi apa kejahatan yang mereka perbuat dimasa yang lalu,”ujarnya.

Pada pekan expo ini selain menampilkan kerajinan tangan hasil napi. Pihaknya juga memberikan pelayanan gratis kesehatan kepada masyarakat. Seperti pemeriksaan gula darah, tensi darah dan pengobatan lainnya. Pameran ini digelar selam dua hari. Mulai 26 sampai dengan 27 Oktober.

“Kami juga berikan pelayanan cuci motor gratis yang dikerjakan olah para napi. Setelah memalui proses pembelajaran keterampilan usaha didalam lapas. Setelah itu dipraktekkan,” ujarnya.

Pihaknya yakin hasil kerajinan tangan para napi ini dapat bertahan lama dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas kerajinan yang terbuat dari koran bekas.

Sebelum dibentuk, koran dipotong lalu digulung menyerupai rotan. Gulunganya pun padat karena dibuat berlapis. Hasil kerajinan ini dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 100.000 – Rp 350.000.

“Hasil karya warga binaan dipasarkan oleh keluarga warga binaan itu sendiri. Kadang ada pula yang langsung membeli kepada kami. Sebenarnya kami sebagai perantara menyiapkan bahan baku koran. Hasilnya penjualan tersebut sedikit tidaknya membantu keuangan para napi,” jelasnya.

Saat di temui salah satu napi lapas Tabanan Nyoman Sukarya (59 ) mengatakaan hasil karyanya berupa patung yang terbuat dari kayu membutuhkan pengerjaan selama 3 hari. Dari awalnya sebagai tukang ukir dengan membuat patung kata pria yang tersandung kasus korupsi ini. Hasil karya yang di buat berupa patung kayu di beli kisaran Rp 75 ribu sampai Rp150 ribu tergantung dari ukuran patung tersebut,”pungkasnya.

Napi Lapas Tabanan Bersihkan sampah Dan Tata Areal Sekolah

Warga Binaan Lapas Tabanan

Tabanan – Pantaubali.com – Nara pidana yang identik mendekam dibalik jeruji besi,hari ini sangat terlihat beda,ketika Sejumlah Napi malah berada di luar lingkungan lapas ataupun berada di balik jeruji besi rumah tahanan.

Hal itu yang dilakukan oleh Napi Lapas Kelas IIB Tabanan dengan menggelar bakti sosial ke sekolah. Yakni dengan kegiatan pembersihan sampah dan penataan areal SD Negeri 3 Dajan Peken, Tabanan.

Kalapas Tabanan I Putu Murdiana menjelaskan sebanyak 20 orang narapidana dan beberapa pegawai lapas Tabanan yang mengikuti pengabdian kepada masyarakat dengan datang ke SD Negeri 3 Dajan Peken. Ini sebagai wujud nyata partisipasi narapidana untuk turut serta dalam pembangunan di dalam masyarakat.

“Kegiatan bakti sosila ke sekolah juga dalam menyambut Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Kemenkumham tahun 2018,” kata Kalapas Tabanan.

Murdiana menambahkan mengapa SD Negeri 3 Dajan Peken, yang dipilih, karena kondisi kebersihannya yang sangat memprihatinkan, penuh dengan sampah dan semak belukar. Seperti sekolah tidak terurus. Kemudian lokasi SD sangat dekat dengan lapas.

Sehingga dapat melakukan pemantuan keamanan bagi napi. Tak hanya itu bakti sosial tidak harus dengan bantuan atau donasi. Tetapi juga dapat dilakukan dengan kegiatan yang positif seperti ini.

“Kami tidak hanya lakukan pembersihan sampah tetapi juga gontong royong dalam hal perbaiki ruangan belajar siswa. Selanjutnya kegiatan bakti sosial juga akan menyasar sekolah lainnya yang ada di Tabanan,” tandasnya.

Perhiasa Emas Senilai Puluhan Juta Hilang Di Gasak Maling

Tabanan – Pantaubali.com – Aksi pencurian dengan pemberatan beraksi di Banjar Subamia Dencarik,Desa Subamia,Tabanan,Selasa(23/10/2018). Dalam aksinya pelaku menyikat uang tunai Rp 8 juta serta perhiasan emas. Akibat kejadian itu, pemilik rumah Komang Sukarja (44) mengalami kerugian total Rp 58 juta. Kasus tersebut kini dalam penyelidikan Kepolisian.

Dari Informasi yang berhasil kami himpun,pencurian terjadi sangat cepat. Sore itu korban meninggalkan rumah sekitar pukul 18.30 Wita, bersama istrinya Ni Wayan Sri Lasmini (42) untuk mengantarkan anaknya berobat ke dokter. Setelah itu sekitar pukul 20.30 Wita sudah kembali ke rumah.

Setibanya dirumah Ni Wayan Sri Lasmani masuk kedalam kamar tidur,tiba – tiba berteriak dan mendapati jendela tercongkel, “pasti ada maling” kemudian korban mengecek almari ternyata sudah dalam keadaan terbuka,tas tempat menyimpan uang Rp 8 juta raib berserta3(tiga) set perhiasan emas yang terdiri dari anting (giwang),kalung beserta liontin,cincin dengan permata giok hijau dan perhiasan emas kecil lainnya sudah tidak ada pada tempatnya.
Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Gede Surya Kusuma saat di konfirmasi mengatakan,kasus tersebut kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Modus pelaku di duga masuk ke pekarangan rumah dengan cara memanjat pagar kemudian mencongkel terali besi jendela dan masuk kedalam kamar serta mencongkel pintu almari dan mengambil uang serta perhiasan emas,”katanya, Rabu(24/10/2018).

Surya Kusuma minta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika meninggalkan rumah. Selain itu warga harus bersama-sama untuk mewaspadai terhadap gerak-gerik orang yang mungkin belum dikenal dan mencurigakan.