- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1021

Bupati Tabanan Hadiri Karya Mamungkah Di Pura Ulun Desa

????????????????????????????????????

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, hadiri serangkaian Karya Mamungkah, Melaspas dan Ngenteg Linggih Pura Ulun Desa, Banjar dangin Pangkung, Desa Tista Kerambitan, Rabu (8/1). Turut hadir saat itu Ketua DPR Provinsi Bali N. Adi Wiryatama, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga beserta salah satu anggotanya, perwakilan DPR RI, Camat Kerambitan, Kabag Kesra, Perbekel dan Bendesa Adat setempat.

Kedatangan Bupati  Eka di lokasi acara disambut meriah oleh masyarakat Dangin Pangkung.  Pada kesempatan itu Bupati Eka sangat mengapresiasi semangat warga Banjar Dangin Pangkung dalam mewujudkan pembangunan. “Sepertinya Saya tidak akan banyak bicara disini, karena di Desa Pekraman Tista, Banjar dangin Pangkung masyarakatnya sudah bersatu dan membuktikan untuk selalu mendukung program-program Pemkab Tabanan,” ucapnya.

Untuk itu Bupati Eka selaku wakil Pemerintah Kabupaten Tabanan mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat atas persatuannya baik dalam masyarakat maupun dalam mewujudkan pembangunan di Tabanan. “Saya mewakili Pemerintah mengucapkan terimaksih kepada seluruh Masyarakat,” imbuhnya.

Atas semangat dan persatuan tersebut Bupati Eka memberikan penghargaan dan menyatakan akan membantu masyarakat untuk pembangunan lainnya, yakni pembapingan di Pura tersebut sesuai keinginan warga. “Kita akan bantu di 2020 ini. Kita akan beri peruntukan langsung untuk pembapingan disini,” ungkapnya.

Disamping itu, Bupati Eka juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga persatuan dan semangat membangun Desa. Dijelaskannya, apapun program program yang dilakukan masyarakat harus berkelanjutan dan Pemerintah diakuinya akan selalu mendukung program-program masyarakat. “Apalagi selalu bersinergi dengan Pemerintah,” tambahnya.

Sementara Ketua Panitia Karya I Made Suardana Putra menjelaskan bahwa Pura ini diempon Banjar dangin Pangkung dengan jumlah 156 Kepala Keluarga. Dirinya mengataka Karya ini digelar karena telah rampungnya pembangunan di Pura tersebut, diantaranya pembangunan Padmasana, Padmasari, Panyengker dan Apit Surang.

Adapun penghabisan dana dalam pembangunan tersebut mencapai Rp. 300 juta sudah termasuk pelaksanaan Karya Mamungkah, Melaspas dan Ngenteg Linggih. Sumber dana dari swadaya masyarakat dan donatur. Untuk puncak Karya dilaksanakan pada hari ini rahinan buda wage tolu, tanggal 8 Januari 2020, dan Nyineb pada hari Sabtu tanggal 11 Januari 2020.

“Untuk kedatangan Ibu Bupati dan undangan lainnya, kami merasa bangga atas kedatangannya. Mewakili seluruh masyarakat, kami mengucapkan terimasih yang sebesar-besarnya. Hal ini merupakan pemacu semangat bagi masyarakat kami untuk membangun Desa kedepannya,” imbuhnya. @humastabanan.

Krama Subak Semeagung Terima Bantuan Crassroots Pengadaan Air Irigas

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Krama Subak Semeagung Terima Bantuan Crassroots Pengadaan Air Irigasi, Wabup Kasta Berharap Semua Fasilitas Bantuan Tersebut Bisa Dimanfaatkan dan Dijaga Dengan Baik.

Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta mewakili Bupati Klungkung menghadiri Peresmian Dimulainya Pengoprasian Sistem Pasokan Air Untuk Pertanian di Subak Semeagung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Rabu (8/1/2020) Siang. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dihadiri Walikota Toyama Jepang Masashi Mori, Konjen Jepang Chiba Hirohisa, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.S, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra, Wakil Ketua DPRD Klungkung Tjokorda Gde Agung serta undangan terkait lainnya.

Dalam sambutan Bupati Klungkung yang dibacakan oleh Wabup Kasta sangat mengapresiasi baik program bantuan dari hibah Grassrooots pengadaan air irigasi di Subak Semeagung. “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Toyama City, Jepang dan Lembaga CORE (Center Of Excellence Community Base Renewable Energy) UNUD Denpasar atas bantuan ini kepada Subak Semeagung,” ujar Wabup Kasta.

Lebih lanjut, Wabup Kasta juga menambahkan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Klungkung sudah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Toyama City, Jepang yang difasilitasi oleh Lembaga CORE, UNUD, Denpasar untuk mengangkat sumber air sebagai air irigasi di Subak Semeagung dengan memanfaatkan teknologi modern dan ramah lingkungan, yang lebih murah dan gampang pemeliharaan. “Khususnya kepada Krama Subak Semeagung untuk kedepannya agar memanfaatkan hibah bantuan ini secara maksimal dan menjaga  keberadaan semua fasilitas yang ada di proyek ini dengan sebaik-baiknya, harap Wabup Kasta.

Walikota Toyama Jepang Masashi Mori mengatakan sebelumnya proyek di Kabupaten Klungkung ini dilaksanakan atas pertimbangan dengan Universitas Udayana yang telah menjalin MoU dengan Kota Toyama dan bantuan ini senilai Rp 1,2 miliyar. “Pada Bulan Maret Tahun 2019 lalu lolos seleksi dan mendapat Bantuan Hibah Grassroots untuk keamanan manusia dari Kedubes Jepang, atas dukungan dari Kedubes Jepang dan Konsultan Jendral Jepang akhirnya proyek ini bisa berjalan dengan menggandeng sebuah perusahaan swasta di Toyama,” ujarnya.

Selain itu, Walikota Toyama Jepang Masashi Mori juga menambahkan proyek ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan kekurangan krisis air irigasi yang genting di sawah yang berada di daerah tinggi dengan memfasilitasi pompa, dimana pompa ini dibangkitkan oleh listik dari tenaga surya untuk mengangkat air dari sungai yang ada di bawah kedalaman 50m. Pemanfaatan energy terbarukan ini memberi dampak yang besar sebagai model penciptaan masyarakat rendah karbon. “Semoga melalui proyek ini dapat meningkatkan produktivitas padi yang membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kelian Subak Semeagung Wayan Darta mengatakan sekitar 70 hektar lahan pertanian disini mengalami kesulitan mendapatkan air. Dimana debit air yang ada dialiran sawah sangat kecil, sehingga dibutuhkan mesin pompa untuk bisa mengangkat air disungai. “Terimakasih kami ucapkan atas bantuan ini, mudah-mudahan dengan bantuan mesin pompa ini bisa mengatasi kesulitan air yang terjadi disubak kami,” harapnya.(Humasklk/puspa).

Sebanyak 49.064 Peserta PBI Dinonaktifkan

TABANAN – Pantaubali.com – Ditengah kondisi keuangan daerah yang relatif belum stabil, pemerintah Kabupaten Tabanan kembali harus berpikir keras. Pasalnya, sebanyak 49.064 peserta penerima bantuan iuran (PBI) di Kabupaten Tabanan dinonaktifkan, sehingga tidak bisa lagi tercover untuk layanan BPJS.

Dimana di tahun 2019 untuk PBI daerah di Kabupaten Tabanan tercatat 122.388 peserta, namun karena ada kenaikan tarif premi, dengan anggaran yang tersedia di tahun 2020 hanya mampu mengciver 73.324 peserta.

Hal ini pun langsung mendapat sorotan Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga serta jajaran Komisi IV yang langsung menggelar rapat kerja bersama eksekutif seperti dinas Kesehatan, dinas Sosial, BRSU dan perwakilan dari BPJS, Senin (6/1/2020) di ruang sidang pleno DPRD Tabanan, untuk mencari solusi agar PBI yang dinonaktifkan tersebut kedepan bisa dicover kembali.

Kepala Dinas Sosial Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan usai rapat kerja menjelaskan, kuota jumlah peserta PBI di Tabanan tahun 2019 tercatat 122.388.
Dengan nilai premi sebesar Rp 42 ribu per bulan. Dari total pembiayaan tersebut, selama ini biaya yang dikeluarkan untuk peserta PBI di Kabupaten Tabanan dialokasikan sebesar 49 persen dari APBD Kabupaten Tabanan dan 51 persen dari APBD Provinsi Bali.

Hanya saja ditahun 2020, propinsi hanya bisa memberikan dana sharing Rp 17 miliar, akhirnya disepakati pembiayaan hanya bisa mengcover kuota PBI sebanyak 73. 324 peserta.Dan data tersebut diambil dari data Puskesmas, dimana peserta PBI yang sering berobat, karena jika dilakukan pendataan ulang tentu membutuhkan waktu sekitar enam bulan, sedangkan perjanjian kerjasama untuk kelanjutan layanana di tahun 2020 sudah harus ditandatangani pemerintah daerah dan pihak BPJS, akhir Desember 2019.

“Maka melihat anggaran yang tersedia, tahun 2020 hanya bisa mengcover sebanyak 73.324 jiwa, sementara sisanya sebanyak 49.064 jiwa dinonaktifkan,”terangnya.
Dan dari 73.324 jiwa data PBI yang diserahkan ke BPJS, setelah dilakukan kroscek, rupanya ada 800 jiwa yang dianggap tidak masuk syarat sebagai penerima PBI seperti sudah masuk kategori mandiri ataupun meninggal.
“Ada kurun waktu sampai tanggal 14 Januari kedepan, untuk bisa mengisi kekurangan sisa kuota 800 jiwa ini, dan di ambil dari mereka yang belum tercover tadi. Namun tentu masih ada sisanya yang harus menjadi perhatian semua pihak, ini yang sedang kami kordinasikan dengan jajaran dewan untuk bisa mendapatkan jalan keluar atau solusinya,”terangnya.

Menurut, Gunawan, salah satu solusi yang dianggap pas saat ini adalah penyediaan anggaran sebesar Rp 24 miliar untuk bisa mengcover pembiayaan peserta PBI yang tercecer akibat kenakkan tarif premi tersebut.

Sementara itu Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga berharap untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat jangan sampai ada istilah “memotong ‘ atau tidak tercover seluruhnya.

“Kalau sekarang tidak bisa bayar karena lewat anggaran, paling tidak mereka (peserta PBI) tetap diberikan layanan, yang tentunya pembayaran akan dituntaskan pada anggaran berikutnya, sehingga masyarakat tidak ribut nantinya,”terangnya.
Disisi lain, Dirga juga berharap dengan adanya kenaikan tarif premi BPJS, paling tidak juga dibarengi peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Suarta juga menyampaikan rapat kerja kali ini merupakan salah satu bentuk fungsi dewan terkait persoalan yang muncul di masyarakat. Dan pada intinya, jajaran Komisi IV menyetujui pada anggaran perubahan akan mengcover kekurangan dana untuk kepentingan masyarakat. ” Inginnya, masyarakat dilayani tapi tidak bisa karena terbentur anggaran per 31 Des 2019.

Jadi untuk sementara yang dinonaktifkan tersebut harus mandiri, namuj kami akan tetap melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Bupati dan Ketua DPRD,”terangnya.

Bupati Klungkung Memberikan Motivasi Kepada ASN dan pegawai kontrak

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Wabup Made Kasta memberikan suntikan motivasi kepada ASN dan pegawai kontrak di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya Senin (6/1). Kegiatan ini guna merefresh atau sebagai penyegaran bagi seluruh pegawai supaya bekerja lebih optimal di tahun 2020.

Dalam amanatnya Bupati Suwirta meminta supaya menanamkan dan meningkatkan fanatisme, rasa memiliki terhadap Kabupaten Klungkung meskipun bukan berasal dari Klungkung. Rasa memiliki dan mencintai terhadap kabuaten Klungkung harus dimiliki setiap hari dan disaat libur sekalipun. Karena jika hal ini tidak dilakukan, maka tugas dan kewajiban selaku ASN maupun tenaga kontrak tidak akan dilakukan dengan baik dan benar. Selain itu dirinya jga mengingatkan untuk menciptakan tim kerja yang baik dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Terkait adanya beberapa postingan miring di media sosial tentang Kabupaten Klungkung, Bupati Suwirta ingatnkan supaya semua ASN memliki sensifitas tinggi. Turut serta menjawab setiap tudingan miring dengan data dan fakta, serta menunjukan hasil kerja pemkab selama ini.

Kepada masing masing Kepala Seksi (Kasi) disemua OPD, diingatkan supaya wajib membuat minimal satu buah program inovasi. Selamat lambatnya  pada bulan maret 2020, program inovasi sudah dipaparkan kehadapan Bupati. Kepada pencipta inovasi terbaik akan diberikan reward/penghargaan.

Terkait dengan perjalanan dinas, tahun 2019 telah terjadi penghematan perjalanan dinas hampir sekitar Rp 10 miliar. Belanja pegawai yang saat ini dibawah 40% bukan berarti pengeluarannya juga turun, namun berkat PAD kita pada tahun 2019 mencapai 220 miliar. Untuk meningkatkan PAD lagi maka haru dimulai dari titik ungkit yaitu Nusa Penida. Ingatkan tidak ada kecemburuan dan politis Ir terkait kebijakan ini.

Terkait Perda dan Pergub supaya dilaksanakan akan dengan baik. Berdasarkan survei dari Universitas Udayana, kepatuhan terhadap Perda rokok dikabupaten Klungkung masih dibawah 80%. Hal ini menandakan masih terdapat perokok yang merokok di sembarang tempat. Untuk itu di tahun 2020 Tim KTR supaya memantau dan menegakkan Perda , mengingat Klungkung sudah diakui sebagai kawasan tanpa rokok terbaik bahkan hingga ke  tingkat Asia.

Terkait Perda sampah, mulai hari ini  dalam setiap acara,   Bupati Suwirta juga melarang penggunaan air minum kemasan plastik . Namun diganti dengan galon dan tidak menggunakan gelas plastik. Karena menurutnya ancaman dari sampah plastic dianggap sudah sangat berbahaya bagi lingkungan.

Terkait e-kinerja dan e-jasa, seluruh pegawai diharapkan untuk menanamkan kejujuran. Menurutnya tidak semua kegiatan harus dilaporkan dengan photo selfie. E-jasa, aplikasi sudah selesai, paling lambat 2021 upah tenaga kontrak akan dibayar sesuai UMK, tapi dengan sistem itu tidak semua akan bisa mendapatkan hasil maksimal namun akan menjadi proporsional sesuai volume pekerjaan yang diselesaiakan. Yang bekerja optimal akan mendapatkan hasil yang maksimal pula.HUMASKLK/Jim

Wabup Kasta Himbau Masyarakat Tetap Selalu Waspada Terhadap Cuaca Ekstrim

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta menghimbau agar seluruh masyarakat tetap selalu waspada terhadap cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini, hal tersebut disampaikan ketika Wabup Kasta menyerahkan bantuan sembako dan terpal plastik melalui PMI Klungkung kepada korban pohon tumbang di Banjar Pasekan, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Senin (6/1/2020) Pagi. Turut hadir Perbekel Desa Dawan Kaler I Kadek Sudarmawa serta tim dari PMI Klungkung.

Dalam kesempatan tersebut, setelah Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta turun ke lapangan mengaku perihatin terhadap musim yang menimpa atap dapur dan kamar mandi milik I Wayan Sumiarta, dengan kejadian ini dirinya menghimbau agar seluruh masyarakat juga tetap selalu waspada terhadap cuaca yang ektrim belakang ini terjadi. “Mari bersama-sama tetap waspada jaga keselamatan, sebab belakangan ini cuaca begitu ektrim dan semoga kita semua tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” harap Wabup Kasta kepada seluruh masyarakat.

Sementara itu, Menurut korban I Wayan Sumiarta 39) menjelaskan pohon jati tumbang terjadi pada hari Minggu, (6/1) kemarin sekitar pukul 15.00 Wita. Sebelum pohon jati tersebut tumbang juga terjadi angin yang cepat berhembus kencang disertai dengan hujan, hal tersebutlah yang mengakibatkan pohon tersebut tumbang karena usianya sudah cukup tua. “Pohon tersebut tumbang sekitar pukul 15.00 wita yang menimpa atap dapur dan dapur saya,” katanya.

Lebih lanjut, I Wayan Sumarta juga menambahkan ia keseharian bekerja sebagai tukang bengkel di Desa Kusamba, ia mempunyai empat orang anak salah satu anaknya yang pertama sudah sekolah kelas tiga di SMP 1 Dawan. “Saya ucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan pemerintah,” ucapnya.(Humasklk/puspa)

Wabup Sanjaya Bersama PLN Bali Ngayah di Pura Luhur Batukau

                                                                 

TABANAN – Pantqubali.com – Dalam rangka mensukseskan pagelaran Karya Agung Pengurip Gumi yang akan diselenggarakan pada 20 Februari mendatang, Wabup Sanjaya bersama PLN Bali ‘Ngayah’ dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kelistrikan, Sabtu (4/1) bertempat di Pura Luhur Batukau.

Bantuan kelistrikan yang merupakan bantuan suka duka dari PLN Bali, PT. Indonesia Power, UPT AKLI, Paklina, PPILN dan Jaserindo ini bertujuan untuk memperbaiki beberapa titik lokasi listrik yang ada di sekitaran Pura Luhur Batukau. Jumlah titik yang diperbaiki kurang lebih sebanyak 26 titik.

Wabup Sanjaya selaku Ketua Induk Karya Agung Pengurip Gumi 2020 menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan pihak PLN Bali, PT. Indonesia Power, UPT AKLI, Paklina, PPILN dan Jaserindo dalam rangka mensukseskan Karya Agung Pengurip Gumi. “Jadi inilah pelayanan prima yang telah diperlihatkan para pihak terkait,” ucapnya.

Lanjut Sanjaya, Karya ini merupakan kegiatan yang sangat khusus dan sakral, sehingga sangat diperlukan kontribusi semua pihak untuk mensukseskan Karya ini. “Bersyukurlah, beruntunglah kita bersama-sama bisa ngayah dan menyaksikan secara langsung upacara upakara agung ini. Karena belum tentu kedepan kita lihat lagi upacara upakara yang seperti ini lagi,” terangnya.

Wabup Sanjaya menjelaskan Puncak Karya Agung Pengurip Gumi ini nantinya bertepatan dengan Pujawali di Pura Luhur Batukau, yakni pada rahina Manis Galungan, 20 Februari 2020. “Kita sudah mulai serangkaian Karya ini dari tanggal 18 Nopember 2019 dan sudah banyak sekali pihak yang ikut ngayah termasuk ASN Pemkab Tabanan yang tidak pernah luput setiap harinya,” imbuhnya.

Untuk itu Wabup Sanjaya meminta kepada semua pihak agar bersama-sama mendoakan agar Karya ini berjalan lancar dan sukses. “Mari kita bersama-sama mendoakan agar Karya Agung Pengurip Gumi ini berjalan dengan lancar dan sukses. Dan tiang berharap melalui pagelaran Karya Agung Pengurip Gumi ini mampu menyinari Jagad agar Trepti (teratur) dan Ajeg (lastari),” imbuhnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut GM PLN UID Bali Nyoman S Astawa, Ketua Suka Duka Hindu PLN UID Bali, SMG Affair PLN UID Bali, Perwakilan Indonesia Power, Ketua AKLI dan Ketua Paklina serta ratusan karyawan/pegawai dan mitra PLN Bali. Sementara dari pihak Pemkab, nampak hadir para Asisten, yakni asisten II dan III, Kadisbud Kabupaten Tabanan, Camat Penebel dan Kabag Kesra, serta seluruh Panitia Induk Karya Pengurip Gumi 2020.

GM PLN UID Bali Nyoman S Astawa, mewakili pihak dan mitra PLN mengucapkan terimakasih kepada pihak Pemkab Tabanan beserta jajaran. “Kali ini kami menghaturkan punia berupa sarana kelistrikan. Meskipun sedikit, semoga bantuan ini mampu bermanfaat,” ucapnya. @humastabanan,-

Bupati Suwirta Berharap Pejabat Administrator dan Pengawas Emban Tugas Dan Bertanggung Jawab

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta Mengukuhkan Pengangkatan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung di ruang rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Jumat (3/1/2020) Siang. Turut hadir Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra serta undangan terkait lainnya.

Pejabat Administrator dan Pengawas ini dikukuhkan sebanyak 122 orang dengan Berdasarkan Keputusan Bupati Nomor : 821/07/BKPSDM/2020 Tentang Pengangkatan/Pengukuhan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Adapun empat nama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diganti antara lain yakni Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjadi Bagian Hukum pada Sekretariat Daerah, Bagian Perekonomian menjadi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Sekretariat Daerah, Bagian Administrasi Pengadaan Barang/Jasa menjadi Bagian Pengadaang Barang/Jasa pada Sekretariat Daerah dan Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol menjadi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Sekretariat Daerah.

Dalam arahannya tersebut, Bupati Suwirta mengucapkan kepada masing-masing OPD yang dikukuhkan. Semoga segera dapat menyesuaikan dan mempersiapkan diri pada lingkungan kerja dan beban tugas serta tanggung jawab yang baru. “Pejabat merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan, oleh karena itu mari bersama-sama jaga selalu semangat didalam mengemban kepercayaan ini dengan penuh integritas, dedikasi serta tanggung jawab yang tinggi,” ujar Bupati Suwirta.

Lebih lanjut, Bupati Suwirta mengajak untuk kedepannya bersama-sama bergerak cepat mewujudkan berbagai program pembangunan di Kabupaten Klungkung, baik itu dibidang pendidikan, pembangunan infrastruktur maupun bidang lainnya. Langkah ini kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. “Saya percaya, dengan potensi yang dimiliki disertai kerja keras kita semua perubahan itu secepatnya dapat kita capai guna mewujudkan Klungkung yang Unggul dan Sejahtera dengan spirit Gema Santi. Dengan bekerja yang maksimal, saya yakin kita dapat menghadirkan berbagai program pembangunan untuk kepentingan masyarakat,” harap Bupati Suwirta. Bupati Suwirta Berharap Pejabat Administrator dan Pengawas Bisa Mengemban Tugas dan Tanggung Jawab Dengan Maksimal. (Humasklk/puspa)

Berspiritual Dalam Berpolitik

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagian masyarakat memandang bahwa politik itu kotor, kejam dan sebaiknya dijauhi. Pandangan tersebut tentu tidak sepenuhnya salah dan sebaliknya juga tidak sepenuhnya benar. Kalaupun kemudian berpolitik itu masih dianggap sebagai sesuatu yang kotor bagi sebagian masyarakat, saya yakin karena kelompok masyarakat yang seperti itu mungkin hanya melihat politik tidak secara utuh dan jujur. Kejujuran yang saya maksudkan dan yang paling sangat mendasar adalah karena sejatinya politik telah menjadi bagian hidup keseharian manusia.

Ketika masyarakat telah memposisikan bahwa dunia politik itu kotor dan kejam hingga kemudian sebagian masyarakat tidak peduli dengan politik, jelas hal tersebut sangat disayangkan. Seorang penyair Jerman Bertold Brecht (1898-1956) mengatakan bahwa buta yang terburuk adalah buta politik. Seorang yang mengidap buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa perpolitikan.

Pendapat Bertold Brecht tadi tentu sangat layak untuk dijadikan sebuah renungan berkesadaran bahwa mau tidak mau harus digaris bawahi setiap manusia itu hidup dalam lingkaran politik. Dengan demikian setidak-tidaknya setiap manusia juga memiliki kewajiban untuk membuka mata, telinga dan mulutnya untuk melihat, mendengar dan berkomentar tentang riak-riak politik yang sedang terjadi. Mengingat, dalam dunia demokrasi, kebebasan berbicara tentu sangat terbuka dalam tujuan untuk menyampaikan ide, gagasan maupun aspirasi politiknya sebagai bentuk hak berpolitik setiap warga negara. Bahkan bagi saya pribadi yang dipercaya duduk sebagai Wabup Tabanan hingga periode kedua ini mendampingi bupati Ibu Ni Putu Eka Wiryastuti memiliki sebuah pandangan yang sederhana. Yakni, aspirasi masyarakat adalah sebuah bentuk peran serta nyata masyarakat dalam membangun. Aspirasi masyarakat adalah sebuah bentuk kecintaan masyarakat kepada pemimpinnya dan itu adalah bukti nyata peran serta masyarakat dalam berpolitik.

Pendapat pribadi saya ini dikarenakan saya melihat bahwa dunia politik itu seni, terutama seni memanajemen berbagai persoalan bahkan berbagai konflik untuk kemudian didiskusikan bersama dengan tujuan mencari solusi atau jalan keluarnya. Dalam tujuan yang lebih besar lagi, justru persoalan atau konflik justru bisa dilihat sebagai sebuah potensi. Tentunya potensi yang dimaksudkan adalah potensi sebagai wahana berjuang dengan salah satu muaranya adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Dari titik ini saya kemudian memiliki pandangan berikutnya terhadap dunia politik. Yakni dunia politik merupakan sebuah swadharma mulia karena didalamnya ada spirit perjuangan. Spirit perjuangan tersebut tiada lain dengan tujuan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Nah ketika saya meletakkan politik sebagai sebuah swadharma mulia, tentu ini juga dinafasi oleh kesadaran saya sebagai manusia Bali yang berprinsip Bangga Jadi Orang Tabanan. Bentuk pengejawantahannya adalah menjadikan nilai-nilai budaya Bali dan ajaran-ajaran agama Hindu sebagai landasan atau pedoman dasar saya dalam berpolitik. Pada akhirnya seiring dengan kegigihan manusia Bali menggelar berbagai jenis yadnya, saya melihat bahwa ketika dunia politik dilakoni secara benar maka sejatinya pula seseorang yang berjalan pada dunia politik tersebut adalah juga telah berjalan pada ruang-ruang spiritual. Ruang-ruang spiritual yang saya maksudkan tiada lain karena dalam berpolitik seseorang telah berjuang penuh dan itu adalah memperjuangkan hal-hak mendasar tentang kemanusiaan. Atau bisa disebutkan bahwa seorang politikus sejati adalah seseorang yang dengan otak (kecerdasan berpikir), otot (tenaga atau fisik) bahkan ongkos (biaya politik) berjuang untuk masyarakatnya. Pendapat saya ini tentu berawal dari sebuah keyakinan saya bahwa berspiritual diera milenial ini tentu tidak harus dengan menyepikan diri masuk kedalam hutan hanya untuk meraih kebahagiaan diri pribadinya. Lebih dari itu, pelaku spiritual juga layak untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan atau hak-hak masyarakat. Dalam dunia politik, kebahagiaan masyarakat atau hak-hak masyarakat terwujud ketika kesejahteraan hidup mereka tercapai.

Spirit spiritual yang dialirkan dalam dunia perpolitikan tentu kemudian menjadikan jalan-jalan mudah bagi seseorang untuk mewujudkan cita-cita politiknya. Meskipun tidak bisa dipungkiri dalam perjalanannya ada berbagai hambatan, kendala dan beragam persaingan yang harus dilewatinya seperti halnya yang tergambarkan dalam epos Mahabharata. Dalam epos tersebut, tokoh-tokoh Seratus Korawa menggambarkan sedemikian kotornya dunia politik. Setiap saat melahirkan polemik dan intriknya untuk menghancurkan saudara misannya yang kekuatannya hanya lima persen dari kekuatan Satus Korawa yang bersaudara seratus kakak beradik. Namun dengan landasan dharma yang kuat serta spiritualitas diri yang kuat (terutama keyakinannya terhadap Krisna sebagai Jiwa Yang Agung) yang sedemikian melekatnya didalam jiwa masing-masing diri kelima putra Pandu, saudara dekat yang sekaligus juga musuh besarnya yakni seratus putra Kuru dapat dikalahkannya dalam perang maha dahsyat yang berlangsung di Padang Kurukestra. Ini menandakan ketika seseorang berpolitik mengedepankan prinsip-prinsip kebenaran atau ketika berpolitik yang mengedepankan spiritualitas yang tulus dan kuat, maka tujuan politiknya akan terwujud dan diterima masyarakat bahkan juga sangat mungkin diterima oleh semesta. Inilah perwujudan politik yang bertaksu.

Hingga akhirnya dengan penuh kerendahan hati saya mengajak semua pihak terutama kalangan politikus khususnya kader-kader dan para simpatisan PDIP terutama kader dan simpatisan PDIP di Tabanan untuk lebih sering melakukan perenungan-perenungan diri dan menjadikan spiritual sebagai landasan berpolitik. Terlebih lagi dalam mempersiapkan diri menghadapi perhelatan Pilkada serentak pada September tahun 2020 ini. Yakinlah pula bahwa ketika dengan matangnya spiritualitas diri dalam berpolitik, maka persoalan-persoalan rakyat akan semakin mudah terlihat untuk kemudian diperjuangkan dengan prinsip-prinsip kebenaran. Satyam Eva Jayate, kebenaran pasti menang. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Penulis: Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM

Bupati Suwirta sampaikan Pesan bunda Putri Koster saat menghadiri HUT ST

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Di sela-sela Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan pemantauan situasi malam penyambutan pergantian tahun di tiga Kecamatan di Klungkung daratan, pada Selasa (31/12). Turut Mendampingi Bupati, hadir Kapolres Klungkung, Dandim 1610/Klungkung, Perwakilan Pengadilan Negeri Semarapura, Sekda Klungkung serta jajaran OPD Pemkab Klungkung. 

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri undangan perayaan HUT ST yang diadakan pada hari tersebut, adapun HUT Sekaa Teruna yang dihadiri antara lain, HUT ST Purna Kerthi Dharma bertempat di Banjar Siku Desa Kamasan dan HUT ST Buana Putra bertempat di wantilan Banjar Sangkan Buana.

Dalam sambutannya Bupati Klungkung ai Nyoman Suwirta menyampaikan selamat Ulang Tahun bagi Sekaa Teruna dan Selamat Tahun Baru 2020.

“Semoga di Tahun 2020 ini, masyarakat Klungkung mendapatkan kerahayuan menuju Klungkung yang Unggul sejahtera dengan Konsep Gema Santi,” ujar Bupati Suwirta.

“Sekaa teruna di Kabupaten Klungkung agar bisa membekali diri dengan sifat  dan karakter santun dan inovatif seperti spirit kita di Kabupaten Klungkung yakni Gema Santi untuk menjadi generasi muda yang handal di era bonus demografi dan revolusi teknologi 4.0,” Harap Bupati Suwirta.

Terkait Peraturan Pemerintah mengenai ketertiban umum, Bupati Suwirta menghimbau  tidak melakukan minum-minum dipinggir jalan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Diakhir sambutan, Bupati Suwirta menyampaikan himbauan dari Ibu Gubernur Bali, Bunda Putri Koster, himbauan tersebut ditujukan kepada masyarakat di Bali supaya kedepannya dalam mengadakan acara seperti HUT ST maupun acara lainnya, supaya tidak menggunakan bahan yang biasa digunakan sebagai sarana persembahyangan seperti irisan Daun Pandan, bunga gemitir dan bunga lain yang biasa dipakai dalam melakukan persembahyangan dalam membuat dekorasi di lantai. (Humasklk/Cok)

Bupati Suwirta mengharapkan event ini dapat menciptakan bibit atlit cabang surfing

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri event Jumpai Surf Contest 2019 bertempat di Surfing Point Desa jumpai, pada Selasa (31/12/2019).

Ketua Panitia I Kadek Bayu Segara menyatakan event ini diselenggarakan oleh Jumpai Surfing Club selama 2 hari yakni, Senin 30 Desember dan 31 Desember 2019, peserta Perlombaan ini berjumlah 16  orang peselancar lokal. Dana yang digunakan pada penyelenggaraan perlombaan ini bersumber dari Dana Desa.

I Kadek Bayu Segara mengatakan tujuan diselenggarakan perlombaan ini, dapat menarik minat generasi muda Klungkung, sekaligus memberitahukan kepada Masyarakat Klungkung bahwa Klungkung juga mempunyai Club Surfing selain Lembongan Surf Team yang berada di Nusa Penida.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berterima kasih kepada panitia penyelenggara dengan terselenggaranya event ini dapat membantu pemerintah mempromosikan Kabupaten Klungkung.

Bupati Suwirta Meminta kepada KONI Kabupaten Klungkung, agar event ini bisa disikapi dengan baik dalam upaya pembentukan bibit atlit cabang Surfing.

“Saya Tidak Mau jika Kabupaten Klungkung dalam mengadakan event olahraga tanpa ada output  yang jelas,” Ujar Bupati Suwirta.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengharapkan agar event ini dapat terus diadakan dan dapat menarik minat generasi muda Klungkung pada jenis olahraga selancar dan agar dari event ini dapat menciptakan bibit atlit cabang Surfing.

Turut hadir dalam Event tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) I Wayan Suteja, dan Camat Klungkung Komang Gde Wisnuadi dan Ketua Koni Klungkung I Wayan Subamia serta undangan terkait lainnya. (Humasklk/Cok)