BADUNG, PANTAUBALI.COM – Eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung terhadap operasional penerbangan internasional dari dan menuju Bali. Penutupan wilayah udara di sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran memicu perubahan jadwal hingga pengalihan rute sejumlah maskapai yang melayani penerbangan rute Bali–Timur Tengah.
Pantauan hingga Sabtu (1/3/2026) dini hari menunjukkan sedikitnya lima penerbangan internasional dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami dampak langsung. Penerbangan yang terdampak antara lain milik Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963 dan QR961), serta Emirates (EK369 dan EK399). Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi arus kedatangan maupun keberangkatan penumpang internasional.
Menyikapi situasi tersebut, Kantor Imigrasi Ngurah Rai langsung mengaktifkan langkah siaga untuk memastikan pelayanan keimigrasian tetap berjalan lancar. Penambahan personel dilakukan di sejumlah titik strategis, khususnya di konter pemeriksaan internasional guna mengantisipasi lonjakan antrean akibat pembatalan maupun penjadwalan ulang penerbangan.
Koordinasi juga diperkuat bersama otoritas bandara, maskapai internasional, serta instansi terkait guna merespons kemungkinan rerouting dan perubahan jadwal secara mendadak. Pemantauan pergerakan penerbangan dilakukan secara real-time melalui sistem informasi penerbangan global dan kanal resmi maskapai.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa pelayanan kepada penumpang tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi global yang dinamis.
“Kami memastikan seluruh proses administrasi keimigrasian tetap berjalan sesuai prosedur. Penumpang yang terdampak perubahan jadwal penerbangan akan tetap mendapatkan pelayanan optimal,” ujarnya.
Imigrasi juga mengantisipasi potensi overstay bagi warga negara asing yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan sehingga tidak dapat meninggalkan Indonesia sesuai masa izin tinggalnya. Penumpang yang izin tinggalnya mendekati masa berakhir diimbau segera melapor ke kantor imigrasi atau pos layanan di bandara untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Penanganan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi force majeure akibat gangguan penerbangan internasional, tetap mengedepankan kepastian hukum dan asas kemanusiaan.
Pihak imigrasi turut mengimbau calon penumpang internasional, khususnya dengan rute transit Timur Tengah, agar rutin memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai dan berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai sebelum berangkat ke bandara. RAN






























