Pasca Satu Minggu Kebakaran, Api di TPA Mandung Tak Kunjung Padam

Kepulan asap dan titik api masih terlihat di TPA Mandung pasca satu minggu kebakaran.
Kepulan asap dan titik api masih terlihat di TPA Mandung pasca satu minggu kebakaran.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pasca satu minggu kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, api tak kunjung padam.

Hingga Sabtu (21/10/2023), titik api serta kepulan asap masih terlihat di tumpukan sampah sisa kebakaran.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tabanan Anak Agung Ngurah Dalem Trisna mengatakan, proses pendinginan di TPA seluas 2,7 hektare ini terus dilakukan oleh Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan beserta tim gabungan lainnya. Baik dari tim LH, BPBD, TNI, POLRI serta PMI.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Bersama Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut dan Ngenteg Linggih Desa Adat Wanasari

“Masih terdapat beberapa titik api dan meminimalisir kobaran api, kami siagakan tiga mobil pemadam kebakaran dari siang hingga malam,” ujarnya saat ditemui di TPA Mandung.

Dia menyebut, pihaknya juga mendapatkan bantuan armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Badung untuk mempercepat pemadaman api.

“Siang ini Kabupaten Tabanan mengirim tiga armada dan satu armada pemadam dari Badung. Malamnya kita siagakan dua armada,” ungkapnya.

Dalem Trisna menjelaskan, lamanya proses pemadaman diakibatkan oleh masih adanya gas metan yang timbul dari tumpukan sampah setinggi 25 meter serta cuaca panas.

Baca Juga:  Kebakaran Hanguskan Rumah di Banjar Semaon, Kerugian Capai Rp 200 Juta

“Kita tetap melakukan upaya pemadaman api dengan pendinginan (penyiraman) sampah agar meminimalisir terjadinya kobaran api yang membesar,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan rutin membagikan masker dan obat-obatan bagi warga yang tinggal di sekitar TPA. Posko pengungsian juga telah disediakan di Balai Serba Guna Desa Kukuh, Kerambitan.

“Kami tetap membagikan masker dan menyediakan pengungsian. Namun, sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi,” imbuhnya. (jas)