Usai Mediasi dI PN Tabanan, Warga Desa Adat Kelecung akan Gelar Rapat Adat

Sidang mediasi sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Desa tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur di Pengadilan Negeri Tabanan, Senin (17/7/2023).
Sidang mediasi sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Desa tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur di Pengadilan Negeri Tabanan, Senin (17/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Usai melaksanakan proses mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur akan menggelar rapat adat.

Tim Penasehat Hukum Warga Desa Adat Klecung I Nyoman Yudara mengatakan, hakim mediator dari PN Tabanan melakukan mediasi secara kaukus atau bergantian antara pihak penggugat dan tergugat.

“Kebetulan yang dipanggil pertama adalah pihak kami (tergugat) dan hadir semua,” jelasnya usai proses mediasi, Senin (17/7/2023).

Baca Juga:  Tabanan Sebagai Titik Kumpul, Touring Volkswagen Lost in Paradise #6 Bawa Dampak Positif bagi Pariwisata dan Ekonomi Tabanan

Ia menyebut, dari semuanya yang hadir telah dimintai pendapat apa yang akan ditawarkan dan kebijakan apa yang akan diberikan. Selanjutnya, pihaknya selaku kuasa hukum akan menunggu apa yang diinginkan pihak penggugat dalam sengketa ini.

“Kami menunggu secara pasif saja. Apa keinginan dari para penggugat dan akan kami rapatkan kembali di parum (rapat) agung bersama seluruh warga Desa Adat Tegal Mengkeb,” ujarnya.

Yudara menjelaskan secara singkat, dasar gugatan yang diajukan pihak penggugat didasarkan atas Surat Ketetapan Iuran Pembangunan Daerah (Petok D).

Namun, Yudara bersama kuasa hukum lainnya enggan menjelaskan secara detail mengenai pokok perkara yang diajukan dalam petitum (tuntutan) tersebut.

Baca Juga:  Tanah Lot Art and Food Festival VII, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Pariwisata Tabanan

“Untuk petitum telah masuk ranah perkara dan karena masih mediasi maka petitum belum bisa diungkap. Kami hormati prosesnya,” sebutnya.

Sementara itu, pihak tergugat dan warga juga memiliki dasar sporadik atau penguasaan fisik sehingga terbit sertifikat HAK Milik (SHM) atas nama Pura Dalem Kelecung.

“Kami telah punya alasan yang jelas untuk membantah gugatan. Pihak penggugat juga memiliki sporadik. Jadi silahkan ajukan sporadignya dan uji di persidangan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Festival Tanah Lot 2026 Kembali Digelar, Parade Gebogan Dikemas Lebih Istimewa

Pihaknya pun berharap agar tidak terjadi persoalan serupa di kemudian hari.

“Kami minta sudahlah. Kami sudah punya sertifikat atas nama pura dan tetap atas nama pura, tetapi Anda (penggugat) silahkan tetap atas nama Anda,” tegasnya. (ana)