TABANAN, PANTAUBALI.COM – Tanah Lot Art and Food Festival 2026 kembali digelar dengan menghadirkan sejumlah penyegaran dalam pelaksanaannya. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah format Parade Gebogan yang tahun ini secara khusus melibatkan Desa Adat Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Penyelenggara Tanah Lot Art and Food Festival 2026, Manik Tenaya, mengatakan perubahan format tersebut dilakukan untuk memberikan ruang lebih besar kepada Desa Beraban sebagai wilayah penyangga utama kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot. Meski parade gebogan dipusatkan di desa tersebut, desa adat se-Kecamatan Kediri tetap dilibatkan dalam rangkaian festival melalui berbagai pementasan kesenian.
Hal itu disampaikan Manik Tenaya dalam konferensi pers di kawasan DTW Tanah Lot, Senin (24/8/2026). Turut hadir Sekda Tabanan I Gede Susila, Kepala Dinas Pariwisata Tabanan serta jajaran pengelola DTW Tanah Lot.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya parade gebogan dan kesenian melibatkan desa adat se-Kecamatan Kediri, tahun ini parade gebogan khusus Desa Beraban yang tampil. Namun desa adat lainnya tetap berpartisipasi melalui berbagai pementasan kesenian,” ujar Manik.
Menurutnya, Desa Beraban memiliki potensi budaya yang kuat untuk mendukung pelaksanaan festival. Desa tersebut memiliki 15 banjar adat yang secara keseluruhan akan mendapat kesempatan tampil dalam Parade Gebogan dan Bleganjur.
Untuk menjaga kelancaran sekaligus memberikan ruang tampil yang proporsional, parade akan dilaksanakan secara bergiliran selama tiga hari. Pada 28 Agustus, parade diikuti lima banjar adat pertama. Selanjutnya, lima banjar adat berikutnya tampil pada 29 Agustus. Sedangkan lima banjar adat terakhir dijadwalkan tampil pada 30 Agustus yang sekaligus menjadi rangkaian penutupan festival.
Penyelenggara memastikan penyesuaian format tersebut tidak mengurangi nilai maupun makna budaya yang melekat dalam Parade Gebogan. Sebaliknya, pola bergilir diharapkan membuat pelaksanaan parade lebih tertata sekaligus menjaga kemeriahan dan kekhidmatan festival.
Tanah Lot Art and Food Festival sendiri menjadi salah satu agenda promosi pariwisata Kabupaten Tabanan. Kehadiran unsur seni, budaya, dan kuliner diharapkan mampu memperkuat daya tarik Tanah Lot sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung.
Manik mengajak masyarakat dan media ikut mempromosikan pelaksanaan festival sehingga informasi mengenai kegiatan tersebut dapat menjangkau wisatawan lebih luas. Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar festival dapat memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisata serta perekonomian masyarakat.
Masyarakat Desa Beraban juga menyatakan komitmennya mendukung kelancaran pelaksanaan festival. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, pelaku pariwisata, dan berbagai pihak terkait, Tanah Lot Art and Food Festival 2026 diharapkan berlangsung sukses sekaligus mampu memperkuat posisi Tabanan sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan alam unggulan di Bali. (*)
































