Uji Coba Sistem Satu Arah di Kerobokan Kelod Dinilai Efektif Tekan Kemacetan

Bupati Wayan Adi Arnawa saat rapat terkait Rekayasa Lalu Lintas beberapa hari lalu di Puspem Badung

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kinerja jaringan jalan. Berdasarkan hasil pemodelan lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Badung menggunakan aplikasi PTV VISUM, terjadi penurunan waktu tempuh dan peningkatan kecepatan kendaraan secara signifikan.

Dalam hasil kajian tersebut, rata-rata waktu tempuh perjalanan sebelum rekayasa lalu lintas tercatat sekitar 19,8 menit. Setelah penerapan sistem satu arah, waktu tempuh menurun drastis menjadi 4,93 menit atau berkurang lebih dari 78 persen. Sementara itu, kecepatan rata-rata kendaraan meningkat dari 7,35 km per jam menjadi 39,9 km per jam.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Badung atas pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut. Ia menilai kebijakan ini sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Kerobokan Kelod.

Baca Juga:  GOW dan WHDI Badung Tanam Ratusan Pohon di Taman Beji Paluh

Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa uji coba rekayasa lalu lintas satu arah tersebut akan terus dilaksanakan hingga 14 Februari mendatang. Selama periode tersebut, pemerintah akan melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan efektivitas kebijakan yang diterapkan.

Menurutnya, secara umum penerapan sistem satu arah mampu meningkatkan efisiensi waktu perjalanan dan memperlancar arus lalu lintas. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dikaji lebih lanjut, khususnya terkait aksesibilitas jaringan jalan.

Baca Juga:  Bupati dan Ketua DPRD Badung Buka PUTRA BUM Cup II 2026

Ia juga mengimbau masyarakat agar mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan dan mulai menyesuaikan diri dengan pola baru demi kenyamanan dan ketertiban bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menjelaskan bahwa pemodelan menggunakan PTV VISUM merupakan metode perencanaan dan simulasi transportasi pada skala makro, yang mencakup wilayah luas seperti kawasan perkotaan.

Baca Juga:  Hantam Pembatas Jalan, Truk Bermuatan Daging Terguling di Sunset Road Kuta

Ia menyebutkan, selain penurunan waktu tempuh sebesar 78,33 persen, kecepatan rata-rata kendaraan pada skenario satu arah mengalami peningkatan hingga 442,86 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Namun, dari sisi aksesibilitas jaringan, terjadi penurunan sekitar 14,06 persen yang menunjukkan adanya peningkatan jarak tempuh pada beberapa rute tertentu.

Hasil evaluasi tersebut, kata dia, akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan lalu lintas ke depan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. (rls)