PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua daya tarik wisata (DTW) terkenal di Kabupaten Tabanan, yakni Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan, akan menaikkan tarif tiket masuk bagi pengunjung pada tahun 2026.
Di DTW Tanah Lot, penyesuaian tarif tiket mulai diberlakukan pada 1 April 2026. Sementara itu, kenaikan tarif di DTW Ulun Danu Beratan akan berlaku mulai 1 Juli 2026.
Asisten Manager DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi rencana kenaikan tarif tersebut kepada agen perjalanan wisata serta melalui berbagai platform media sosial.
Adapun rincian kenaikan tarif di DTW Tanah Lot yakni untuk wisatawan domestik anak-anak naik menjadi Rp25.000 dari sebelumnya Rp20.000, sedangkan wisatawan domestik dewasa naik menjadi Rp40.000 dari sebelumnya Rp30.000.
Sementara untuk wisatawan mancanegara, tarif tiket anak-anak naik menjadi Rp60.000 dari sebelumnya Rp40.000 per orang. Adapun wisatawan mancanegara dewasa dikenakan tarif Rp100.000 dari sebelumnya Rp75.000 per orang.
“Kami mulai memberlakukan kenaikan tarif per 1 April nanti,” jelas Toni saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, penyesuaian harga tiket dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kenaikan tarif yang telah diterapkan tahun sebelumnya. Selain itu, kenaikan ini juga bertujuan untuk menunjang biaya pemeliharaan kawasan DTW Tanah Lot yang berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan.
“Ke depan kami juga berencana menambah destinasi berupa spot foto untuk menarik minat kunjungan wisatawan,” tambahnya.
Sementara itu, Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, menyampaikan bahwa kenaikan tarif tiket di DTW Ulun Danu Beratan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026. Rinciannya, tarif wisatawan domestik anak-anak naik menjadi Rp25.000 dari sebelumnya Rp20.000, sedangkan wisatawan domestik dewasa naik menjadi Rp50.000 dari sebelumnya Rp40.000.
Untuk wisatawan mancanegara, tarif anak-anak naik dari Rp50.000 menjadi Rp75.000, sementara tarif dewasa naik menjadi Rp100.000 dari sebelumnya Rp75.000 per orang.
“Kenaikan harga tiket ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya,” jelas Sukarata.
Dengan adanya penyesuaian tarif tersebut, pihak pengelola berencana menambah daya tarik wisata, seperti atraksi seni dan budaya yang akan digelar secara rutin pada hari-hari tertentu.
“Sosialisasi sudah kami lakukan lebih awal kepada agen perjalanan wisata, sehingga sejak awal mereka dapat menyesuaikan paket wisata yang ditawarkan,” pungkasnya. (ana)
































