Libur Galungan dan Kuningan, Siswa di Tabanan Tetap Terima Jatah MBG

Siswa SDN 3 Jatiluwih mendapat MBG hari libur, Senin (17/11/2025).
Siswa SDN 3 Jatiluwih mendapat MBG hari libur, Senin (17/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Siswa di Kabupaten Tabanan tetap menerima Jatah Makanan Bergizi (MBG) saat kegiatan belajar diliburkan selama Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Selama libur, paket makanan yang dibagikan berbeda dari hari sekolah, yakni berupa paket kering yang dikemas seperti parsel hari raya.

Adapun libur Galungan dan Kuninha berlangsung selama dua minggu sesuai Kalender Pendidikan. Siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 1 Desember mendatang.

Kepala SDN 3 Jatiluwih, Ni Wayan Artini, mengatakan selama masa libur, siswa tetap menerima MBG namun dalam bentuk makanan kering. “Kemarin anak-anak mendapat roti, susu ukuran besar, dan buah,” ujarnya.

Di SDN 3 Jatiluwih terdapat 23 siswa penerima MBG harian saat sekolah berlangsung efektif. Pembagian MBG selama libur dilakukan untuk satu minggu.

Baca Juga:  Pariwisata Bali Dievaluasi, Wapres Gibran Targetkan Daya Saing Lampaui Negara Tetangga

“Saat libur Kuningan nanti dapat lagi sekali. Jadi seminggu sekali diambil,” kata Artini.

Hal serupa juga dilakukan di SDN 1 Bantas. Pembagian dilakukan sekali untuk kebutuhan satu minggu karena isi paket cukup banyak.

Kepala SDN 1 Bantas, Ni Made Surati, menjelaskan siswa tetap datang ke sekolah untuk mengambil jatah MBG. Paket yang diberikan beragam, mulai dari abon, susu ukuran besar, hingga buah-buahan.

“Paket dibagikan sekali untuk satu minggu karena isinya lumayan banyak,” ujarnya.

Baca Juga:  Pariwisata Bali Dievaluasi, Wapres Gibran Targetkan Daya Saing Lampaui Negara Tetangga

Surati menegaskan, pembagian MBG selama libur dilakukan berdasarkan kesepakatan dan tidak bersifat memaksa. Penyaluran MBG di masa libur memang disesuaikan menjadi bahan makanan kering.

“Biasanya dapat seminggu sekali. Untuk minggu depan, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Di SDN 1 Bantas, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, total ada 88 orang mendapatkan jatah MBG. Bagi siswa yang berhalangan hadir, orang tua datang langsung ke sekolah untuk mengambilkan paket MBG anak mereka. (ana)