Petani Desa Pujungan Ditemukan Sudah Jadi Kerangka di Kebun Kopi

Penemuan kerangka manusia di Banjar Tamansari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.
Penemuan kerangka manusia di Banjar Tamansari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga Banjar Tamansari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia di kebun kopi pada Selasa (2/4/2024) siang.

Diketahui identitas kerangka tersebut yakni seorang petani bernama I Ketut Wirata alias Ketut Nayok (71) asal Banjar Tamansari.

Kapolsek Pupuan AKP I Nyoman Sudiarba mengatakan, dari pengakuan keluarga korban memang sudah tidak pernah terlihat sejak beberapa bulan lalu dan menganggap korban masih berada di pondok kebunnya yang berlokasi di Banjarsari, Desa Pujungan.

Baca Juga:  38 Barang Bukti Dimusnahkan, Wabup Dirga Tegaskan Bahaya Narkoba bagi Pelajar

Kemudian, keluarga korban juga sempat mencarinya pada Senin (1/4/2024) sekitar pukul 13.30 WITA, tetapi tidak ditemukan. Namun keesokan harinya sekitar pukul 10.30 WITA korban ditemukan oleh saksi I Nengah Nurata (52) dengan kondisi sudah menjadi kerangka di sekitar kebun kopi miliknya.

“Selanjutnya saksi melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Pupuan untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya dikonfirmasi Rabu (3/4/2024).

Baca Juga:  DPRD Tabanan Kawal Pembahasan APBD 2027, Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

Setelah mendapat laporan, lanjut Sudiarba, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Selanjutnya juga menghubungi tim media Puskesmas I Pupuan dan Inafis Polres Tabanan untuk evakuasi.

Selain kerangka, adapun barang bukti lain yang ditemukan yakni kaca mata plus, tas selempang, ikat plastik, jam tangan, baju jersey, dan jaket hitam milik korban.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Terima Monitoring KPK, Perkuat Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Tabanan

“Korban diperkirakan meninggal karena sakit karena menurut keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat hipertensi dan sakit jantung. Keluarga juga mengikhlaskan kematian korban sebagai musibah” ungkapnya. (ana)