Ini Kata Bupati Tabanan, di Lomba Mixologi Arak Bali Kemarin

Tabanan – Pantaubali.com – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, bersama Wakil Bupati, I Made Edi Wirawan menghadiri lomba mixologi arak Bali sekaligus mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Tabanan, di Taman Satwa Tegeh Angseri (TASTA), Desa Angseri, Baturiti, Tabanan, Sabtu (3/4).

Kegiatan ini sebagai wujud implementasi Peraturan Gubernur Bali No : 1 Tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau distilasi khas Bali, yang bertujuan untuk menggaungkan produk kopi Bali dan Arak Bali ke pasar internasional, terutama target pariwisata.

Kegiatan dilakukan secara serentak pada Sabtu, 3 April 2021 di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali sebagai bentuk keprihatinan terhadap petani lokal arak Bali, serta melibatkan para ahli mixologi atau ahli meracik minuman dibawah koordinasi ABI dan IFBEC.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Bersama Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut dan Ngenteg Linggih Desa Adat Wanasari

“Ini bagus sekali, selain melaksanakan lomba sekaligus kita memperkenalkan, bahwa di Kabupaten Tabanan khususnya di Desa Angseri, memiliki taman satwa yang sudah sangat bagus sekali. Ini sangat bagus sekali,” katanya.

Dalam kondisi saat ini dimana masih bergelut dengan situasi pandemi, Ia berharap kegiatan ini menjadi salah satu pekerjaan alternative nantinya bagi khususnya generasi muda di Tabanan dalam menggeliatkan perekonomian. Disamping itu juga, sebagai edukasi maupun sosialisasi kepada masyarakat agar arak Bali dimanfaatkan dengan baik dan sebagai titik awal munculnya ruang-ruang usaha baru.

Sehingga akan sangat berdampak pada para petani yang khusunya bergerak dibidang pembuatan arak Bali ini dan petani terkait lainnya. Apalagi arak merupakan minuman khas Bali apabila dimanfaatkan dengan baik, dicampur dengan berbagai olahan lainnya, seperti kopi dan lain-lain, maka akan sangat menguntungkan bagi usaha dan para petani yang bergerak di bidang tersebut.

Kedepannya kegitan seperti ini bisa disosialisasikan oleh Pemkab sebagai salah satu program Kabupaten. Karena menurutnya, sebagus-bagusnya kegiatan yang dibuat kalau tanpa campur tangan Pemerintah, dampak dan manfaatnya akan sangat sedikit sekali bagi masyarakat.

Baca Juga:  Lansia di Marga Tabanan Hilang Sejak 4 Hari Belum Ditemukan

“Maka dari itu, Saya ajak khusus Pak Wakil, Pak Sekda, para Asisten dan OPD terkait di Tabanan, tujuannya adalah nanti di saat pelaksanaan HUT Kota Tabanan mendatang, kita akan laksanakan kegiatan serupa yang kita akan lombakan juga. Sehingga kegiatan ini secara intens dilakukan di Tabanan,” jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia Kegiatan, I Wayan Sudiana, mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti lomba ini, sehingga tidak bisa diakomodasi semuanya oleh pihaknya. Pihaknya membatasi peserta hanya 15 orang peserta sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Baca Juga:  Pencarian Hari Ke-6, Lansia Hilang di Tabanan Belum Ditemukan

Adapun kiteria lomba juga lumayan ketat, yakni wajib menggunakan arak Bali yang sudah memiliki BPOM dan pita bea cukai, tidak boleh menggunakan bahan plastik sekali pakai dan peserta wajib menggunakan aksara Bali dalam menulis racikan, serta wajib menggunakan busana adat Bali, pun wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Bersama-sama dengan ABI dan IFBEC, dengan diadakannya lomba ini kami ingin mempromosikan Arak Bali menjadi spirit ketujuh Dunia, yaitu sejajar dengan Wisky, Brandy, Rum, Vodka, Tequila serta Gin. Ini salah satu target mulia yang memerlukan kerja keras untuk menjadikan Arak Bali menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya.