- Advertisement -
Beranda blog Halaman 984

Per 14 Mei, Disnaker Tabanan Mencatat 1200 orang PMI Tiba di Tabanan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan, I Putu Santika,Jumat,(15/5) kemarin menyampaikan, kedatangan PMI mulai 23 Maret 2020 sampai Kamis,(14/5) kurang lebih sebanyak 1200 orang. Sedangkan yang melakukan karantina terintegrasi kurang lebih sebanyak, 419 orang PMI. Yang berada dibeberapa hotel di Tabanan, serta beberapa lainya di Hotel di daerah Badung.

“Kurang lebih total PMI yang telah tiba di sini (Kabupaten Tabanan) per hari Kamis,(14/5)sebanyak 1200 orang,” jelasnya.

Santika yang juga koordinator karantina PMI Kabupaten Tabanan ini mengatakan, sampai saat ini terkait penanganan PMI telah selesai melakukan karantina juga telah ada. Selain itu, untuk penjemputan PMI perharinya mencapai 3 sampai 4 kali kedatangan,termasuk yang selesai melakukan karantina teritegrasi.

“Sampai saat ini, (Jumat,(15/5) terus ada kedatangan PMI di Tabanan yang kemarin,(Kamis,(14/5) 2 kali kedatangan.Mereka (PMI) datang mulai dari, jam 1 siang dan juga ada datang jam 9 malam,” ujarnya.

Untuk kedatangan para PMI khususnya di Tabanan, datang hampir dari berbagai negara di dunia.Misal, dari negara Amerika, Australia dan dari negara lainnya.Sembari dirinya berpesan, bagi para PMI khususnya di Kabupaten Tabanan baik yang melakukan karantina mandiri maupun yang melakukan karantina terintegrasi agar tetap melakukan pola hidup bersih dan sehat. Cuci tangan, Pakai masker serta tetap jaga jarak.

Diskop Tabanan: Bantuan Stimulus Bagi Pelaku Usaha Informal Sedang Dalam Proses Pendataan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Adanya rencana Pemerintah Provinsi Bali untuk memberikan bantuan stimulus bagi pelaku usaha informal, Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, sampai saat ini Dinas Koperasi dan UKM pemerintah Kabupaten Tabanan mulai melakukan pendataan-pendataan terhadap pelaku usaha di ketiga sektor tersebut. Yang mana telah disampaikan juga ketingkat desa melalui Kepala Desa dan aparat Desa terkait lainnya di Kabupaten Tabanan, itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, I Wayan Yasa, saat dihubungi melalui handphone, Kemarin,(Jumat,(15/5) pagi di Tabanan.

“Sampai saat ini kami telah melakukan pendataan guna mengumpulkan data-data terhadap pelaku usaha informal yang telah disampaikan dan didata oleh Kepala Desa,” jelasnya.

Data-data juga telah beberapa terkumpul, dan dalam waktu dekat data-data tersebut nantinya akan mampu terkumpul.

“Ya sampai saat ini, telah ada beberapa data-data yang sudah terkumpul. Data-data tersebut baru beberapa terkumpul disebabkan karena, masih ada beberapa yang belum memiliki rekening tabungan.Dana bantuan stimulus nantinya akan disalurkan melalui Bank BPD Bali,” ujarnya.

Selain itu berdasarkan surat Nomor : 518/626/Diskop Provinsi Bali yang ditunjukan kepada Pengurus Koperasi Binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali terkait bantuan stimulus usaha Koperasi Dirinya memaparkan,berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2020 tentang Paket Kebijakan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Bali, khususnya petunjuk Teknis Penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Penyelamatan Kegiatan Usaha Akibat Dampak COVID-19 terhadap Dunia Usaha di Provinsi Bali Tahun 2020.Untuk koperasi yang mengalami pelambatan usaha akibat COVID-19
dapat mengajukan permohonan bantuan stimulus usaha kepada Gubernur Bali, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali dengan melengkapi beberapa persyaratan-persyaratan.

“Bantuan stimulus usaha yang diterima nantinya digunakan untuk biaya operasional koperasi. Tentu terkait informasi lebih lanjut dapat menghubungi Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) yang membina pada masing-masing koperasi nantinya,” paparnya.

Untuk koperasi yang aktif di Kabupaten Tabanan yang berjumlah sebanyak 418 Koperasi, nantinya akan dibantu dana sebesar Rp 10 juta. Sembari Yasa menambahkan, Ini juga sedang dalam proses pendataan. Semua bantuan tersebut dari dana stimulus Provinsi Bali.

Diskop Tabanan: Bantuan Stimulus Bagi Pelaku Usaha Informal Sedang Dalam Proses Pendataan di Tabanan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Adanya rencana Pemerintah Provinsi Bali untuk memberikan bantuan stimulus bagi pelaku usaha informal, Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, sampai saat ini Dinas Koperasi dan UKM pemerintah Kabupaten Tabanan mulai melakukan pendataan-pendataan terhadap pelaku usaha di ketiga sektor tersebut. Yang mana telah disampaikan juga ketingkat desa melalui Kepala Desa dan aparat Desa terkait lainnya di Kabupaten Tabanan, itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, I Wayan Yasa, saat dihubungi melalui handphone, Kemarin,(Jumat,(15/5) pagi di Tabanan.

“Sampai saat ini kami telah melakukan pendataan guna mengumpulkan data-data terhadap pelaku usaha informal yang telah disampaikan dan didata oleh Kepala Desa,” jelasnya.

Data-data juga telah beberapa terkumpul, dan dalam waktu dekat data-data tersebut nantinya akan mampu terkumpul.

“Ya sampai saat ini, telah ada beberapa data-data yang sudah terkumpul. Data-data tersebut baru beberapa terkumpul disebabkan karena, masih ada beberapa yang belum memiliki rekening tabungan.Dana bantuan stimulus nantinya akan disalurkan melalui Bank BPD Bali,” ujarnya.

Selain itu berdasarkan surat Nomor : 518/626/Diskop Provinsi Bali yang ditunjukan kepada Pengurus Koperasi Binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali terkait bantuan stimulus usaha Koperasi Dirinya memaparkan,berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2020 tentang Paket Kebijakan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Bali, khususnya petunjuk Teknis Penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Penyelamatan Kegiatan Usaha Akibat Dampak COVID-19 terhadap Dunia Usaha di Provinsi Bali Tahun 2020.Untuk koperasi yang mengalami pelambatan usaha akibat COVID-19
dapat mengajukan permohonan bantuan stimulus usaha kepada Gubernur Bali, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali dengan melengkapi beberapa persyaratan-persyaratan.

“Bantuan stimulus usaha yang diterima nantinya digunakan untuk biaya operasional koperasi. Tentu terkait informasi lebih lanjut dapat menghubungi Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) yang membina pada masing-masing koperasi nantinya,” paparnya.

Untuk koperasi yang aktif di Kabupaten Tabanan yang berjumlah sebanyak 418 Koperasi, nantinya akan dibantu dana sebesar Rp 10 juta. Sembari Yasa menambahkan, Ini juga sedang dalam proses pendataan. Semua bantuan tersebut dari dana stimulus Provinsi Bali.

Rencana Wacana Spot Wisata Akan Dibuka Bertahap di Bali ” Dispar Tabanan Mulai Berkordinasi Ke Sejumlah Pihak Terkait “

 

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait rencana persiapan pemulihan pariwisata, yang mana Kementrian Pariwisata telah merumuskan program CHS (Cleanliness, Health, Safety) sebagai tagline pariwisata pasca pandemic Covid-19 serta rencana akan dibukanya kembali beberapa tempat wisata di Bali yang sempat di Lontarkan Wagub Bali Cok Ace belum lama ini di Denpasar Menyampaikan , akan membuka secara bertahap beberapa Spot wisata di Bali, seperti spot Tanah Lot atau Monkey Forest di Ubud. Sebagai catatan pembukaan spot tersebut tidak diikuti dengan pembukaan area di sekitarnya, untuk memaksimalkan social distancing terlebih dahulu.

Menangapi wacana tersebut Kadis Pariwisata Kabupaten Tabanan,I Gede Sukanada saat dikonfirmasi via Whatsapp (WA) , Jumat,(15/5) (kemarin) menyampaikan, untuk kesiapan dan persiapan tentunya melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dengan melakukan koordinasi baik sarana, prasarana ataupun terkait dengan SOP nantinya.

“Kalau dari koordinasi awal kami siap.Koordinasi dengan para pihak dan pemangku wisata yang ada khususnya terkait persiapan, baik itu persiapan sarana-prasarana ataupun SOP yang diperlukan nantinya,” jelasnya.

Tentunya harus optimis dan tetap waspada. SOP harus menjadi kunci, serta tamu yang datang harus dipastikan akan kesehatannya nantinya.

“Hari ini rencananya tim kami turun bersama ke Tanah Lot guna melakukan survey yang pasti.Minimal untuk kami baik Ulundanu, Jatiluwih dan Tanah Lot sudah kami koordinasikan, dan tentunya arahan pusat secara bertahap juga nantinya,”ujarnya.

Intinya tetap meminta akan kepastian regulasi nantinya, baik dari pusat maupun dari pemerintah propinsi. Selanjutnya Dirinya menambahkan, tentu tetap konsen akan penanganan covid 19 saat ini. Terutama kedatangan rekan PMI sehingga, akan ada titik nol akan pandemik sekaligus mengantisipasi perkembangan gelombang kedua.

TP PKK Kabupaten Klungkung Impelementasikan Program Hatinya PKK.

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta selaku Ketua Pembina TP PKK Kabupaten Klungkung didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta mengadakan pembuatan Demplot dan tempat Pembibitan bertempat di Toss Center Karangdadi Kusamba pada Jumat (15/05/2020).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana menyampaikan jika lahan yang digunakan sebagai pembibitan dan demplot memiliki luas kira-kira 2,1 hektar, dan pupuk yang digunakan bersumber dari Pupuk Organik dari hasil Olahan TOSS Center.

Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta menyatakan bahwa Lahan yang digunakan untuk pembuatan Demplot dan tempat pembibitan ini merupakan pengimplementasian dari Program HATINYA PKK.

Ny. Ayu Suwirta menyampaikan bahwa tanaman yang akan ditanam di demplot ini antara lain tanaman cabai, tomat, dan berbagai jenis buah seperti pisang, pepaya, Keladi, Singkong, dan terdapat Kolam Penampungan Air. Lebih lanjut beliau mengatakan Hasil dari demplot ini akan diberikan kepada Tim Penggerak PKK di tingkat Kecamatan dan Desa untuk nantinya agar ditanam di masing-masing pekarangan Keluarga di Kabupaten Klungkung.

Ny. Ayu Suwirta mengharapkan PKK di Masing-Masing Kecamatan dapat membuat lahan demplot dan pembibitan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta selaku Ketua Pembina TP PKK Kabupaten Klungkung menyatakan Pembuatan Demplot dan Pembibitan ini dapat berguna sebagai bentuk ketahanan pangan. Bupati Suwirta akan bersinergi dengan PKK Kabupaten Klungkung untuk menjadikan Demplot dan tempat pembibitan ini sebagai sarana untuk menciptakan enterpreneur masuk Desa khususnya dibidang Pertanian.

“Saya akan latih generasi muda Klungkung untuk dapat menjadi Petani yang menghasilkan dengan memanfaatkan teknologi yang ada”, ujar Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta berharap dengan adanya demplot ini dapat menarik minat generasi muda untuk menekuni pekerjaan dibidang pertanian. Turut hadir dalam kegiatan tersbeut, Kepala Dinas Pertanian kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, I Wayan Durma, dan instansi terkait lainnya. (Humasklk/Cok)

Klungkung Prioritaskan Dana Alokasi Desa untuk menangani Masyarakat miskin

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana I Wayan Suteja dalam penyerahan Bantuan langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Kabupaten Klungkung pada Jumat (15/05/2020).

Adapun Bantuan langsung Tunai (BLT) Dana Desa diserahkan di Beberapa Desa yakni, Desa Pikat, Jumpai, Tangkas, Gelgel, Tojan dan Desa AAN. BLT yang diserahkan secara simbolis dari dana desa itu sebesar Rp. 600.000,- kepada warga kurang mampu dan terdampak Covid-19.

Bantuan Langsung tunai (BLT) Dana Desa merupakan bantuan yang bersumber dari pemerintah Pusat, dimana untuk mendapatkan BLT dana desa, warga desa harus memiliki beberapa kriteria yakni warga miskin yang kehilangan mata pencaharian karena COVID-19, menderita Penyakit Kronis dan masyarakat Desa tersebut belum pernah mendapatkan bantuan apapun.

Ketika melakukan penyerahan BLT Dana Desa, Bupati Suwirta masih mendapati ada beberapa masyarakat Klungkung yang sakit, maupun cacat fisik yang sama sekali belum mendapatkan bantuan, melihat hal tersebut, Bupati Suwirta berpesan kepada perangkat Desa di Kabupaten Klungkung, Agar dana yang masuk ke Desa melalui Dana Alokasi Desa dapat difokuskan untuk menangani kemiskinan di wilayah masing-masing.

“Pada Tahun berikutnya, Dana Alokasi Desa harus diprioritaskan untuk mengatasi kemiskinan, bukan membangun kantor Desa, Batas Desa, karena yang penting dari kantor bukan bangunan kantor, melainkan kebersihan, kenyamanan, dan SDM yang berada didalamnya harus memahami tupoksi yang harus dikerjakan,” ujar Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta mengharapkan Dana Alokasi Desa harus digunakan untuk menangani hak-hak masyarakat yang tergolong miskin. (Humasklk/Cok)

Sekda Provinsi Bali, Tegaskan Kembali Jangan Mudik

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra,Jumat,(15/5) di Renon,Denpasar menegaskan kembali, ditengah masih merebaknya wabah COVID-19 dan dalam upaya pencegahan di Privinsi Bali maka, yang boleh melakukan perjalanan dikecualikan untuk angkutan logistik, kesehatan serta diplomatik tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan COVID-19.

Berkaitan dengan hal tersebut juga, melalui Gugus tugas dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten atau kota, TNI, POLRI dan pemerintah pusat di daerah bersama-sama menegakkan peraturan Menteri Perhubungan tersebut.Tentu dengan upaya penebalan penjagaan di pintu-pintu masuk Pulau Bali mulai di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa dan Pelabihan Padang Bai.

“Jika masyarakat akan melintasi jalur jalur tersebut maka, pada pintu masuk akan dijaga petugas,” jelasnya.

Tentu dalam hal ini juga dimohon pengertian masyarakat agar mematuhi peraturan dan lebih baik tetap di tempat. Masyarakat Bali yang akan mudik lebih baik mempertimbangkannya.

“Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali namun juga pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama. Untuk itu sebaiknya tidak mudik tetap di tempat,” katanya.

Begitu pula krama Bali yang ada di luar daerah khususnya di daerah yang melakukan PSBB atau daerah zona merah dimohon agar tetap di tempat jangan dulu pulang ke Bali. Kepulangan krama Bali bisa berdampak negatif pada dirisendiru, keluarga dan masyarakat Bali, karena tidak tau jika nantinya ada terinfeksi atau tidak sempat dilakukan tes.

“Untuk itu masyarakat Bali diminta tetap tinggal di tempat dulu, kecuali ada hal yang sangat penting atau mendesak baru keluar,” tutupnya.

Per Hari Ini, 8 Orang Sembuh Dari Covid-19 di Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Jumlah pasien sembuh dari Corona Virus Disease (COVID-19) khususnya, di Provinsi Bali sampai saat ini (Jumat,(15/5) bertambah 8 orang WNI terdiri dari, 5 orang PMI dan 3 orang Non PMI, itu disampaikan, Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra,Jumat,(15/5) di Renon,Denpasar.

“Sampai saat ini total pasien yang sembuh mencapai 232 orang,” jelasnya.

Sedangkan, untuk jumlah kumulatif pasien positif sebanyak 343 orang bertambah 6 orang WNI, terdiri dari 3 orang PMI dan 3 orang Transmisi Lokal. Sedangkan, jumlah pasien yang meninggal sebanyak 4 orang.

“Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 109 orang yang berada di 8 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering,” ujarnya.

Dirinya meminta, kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita.

“Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran COVID-19 pasti bisa kita hentikan,” ucapnya.

Sembari Dewa menanbahkan, guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19, elemen masyarakat agar bisa membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19. Sehingga dapat menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi COVID-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain.

Jumlah Angka Positif di Bali Masih Didominasi Imported Case

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Menurut,Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra,Jumat,(15/5) di Renon,Denpasar menyampaikan, untuk jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sejumlah 132 Orang. Melihat hal tersebut menurut dirinya, berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

“Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal, maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” jelasnya.

Jika dilihat berdasar surat Gubernur Bali Nomor 149/Gugascovid19/V/2020 14 Mei 2020 tentang Penggunaan Masker menegaskan bahwa,Mengharuskan setiap tamu,pengunjung, pemohon pelayanan publik di kantor atau instnasi untuk menggunakan masker, Bagi tamu, pengunjung, pemohon pelayanan publik yang tidak menggunakan masker agar ditolak atau ditunda proses permohonan pelayanan publik, Apabila pemohon pelayanan publik merupakan penyandang disabilitas atau orang yang kurang mampu secara ekonomi agar dibantu diberikan masker sehingga dapat dilayani permohonan pelayanan publiknya.

“Untuk maksud tersebut, pada unit-unit pelayanan publik perlu disiapkan masker untuk diberikan kepada pemohon pelayanan publik sesuai kategori diatas,” ujarnya.

Dia menambahkan, tentu semua hal tersebut bertujuan mencegah penyebaran COVID-19,maka Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menghimbau masyarakat Bali agar dapat mentaati peraturan tersebut dengan penuh disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Setelah Menjalani Masa Isolasi Selama 14 Hari, Status Karantina Wilayah Di Banjar Srokadan Di Cabut

 

BANGLI – Pantaubali.com – 14 hari sudah lamanya masyarakat Br. Serokadan, dan beberapa banjar di Desa Abuan menjalani masa isolasi wilayah, guna mencegah dan memutus penyebaran pandemi Covid19. Kabar gembira pun tiba, masyarakat Desa Abuan diijinkan kembali melaksanakan aktivitas seperti sedia kala setelah dicabutnya status karantina wilayah. Hal ini terungkap saat Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 bersama Bupati Bangli Made Gianyar menghadiri acara Perubahan Status Karantina Wilayah Desa Abuan , di Balai Br. Serokadan, Abuan, Bangli, Jumat (15/5).

“Mulai hari ini karantina wilayah desa Abuan dinyatakan dihentikan, maka masyarakat bisa kembali ke aktivitas awal, ke situasi new normal, yakni situasi dimana masyarakat boleh melaksanakan kegiatan namun tetap mengindahkan kewaspadaan. Bukan sebebas-bebasnya, tapi tetap mengikuti protokol pencegahan penyebaran Covid19,” tegas DM Indra.

Masih dalam sambutannya, DM Indra kembali menegaskan protokol pencegahan masih harus terus dilaksanakan , karena penanganan Covid 19 belum berakhir, dan kapan berakhirnya belum bisa dipastikan.

“Masa isolasi memang sudah berakhir, tapi kembali saya tegaskan upaya pencegahan dan penanganan Covid belum berakhir. Ini masih terus berjalan, hingga Bali benar-benar dinyatakan bebas penyebaran covid19. Satu indikator terpenting dalam memastikannya yakni adanya transmisi lokal, jika masih ada transmisi lokal berarti Bali belum bebas dari virus ini, berarti masih ada masyarakat yang belum disiplin melaksanakan protokol pencegahan. Saat ini pun masih ada transmisi lokal, termasuk di Bangli, itulah kenapa sebabnya saya minta tetap waspada,” ujarnya.

“Mendengar dan menyaksikan berbagai penjelasan informasi dan edukasi di berbagai media, penyebaran sebenarnya bisa dicegah, asal tetap disiplin melaksanakan himbauan protokol pencegahan. Dan itu harus dilaksanakan oleh setiap orang, bukan hanya satu-dua orang. Akan mubazir kalau hanya satu-dua orang yang mengenakan masker, sedangkan masih ada yang tidak mengenakan, maka kemungkinan penyebaran masih bisa terjadi,” imbuhnya.

Informasi umum yang sudah sering didengungkan terkait pencegahan penyebaran Covid19 yakni rajin cuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh . Satu metode mudah yang gampang dilaksanakan, dan Cuma memerlukan kedisiplinan.

“Hanya dengan rajin cuci tangan memakai sabun pun sebenarnya virus ini sudah bisa mati, mengenakan masker, menjaga jarak, itu semua cara yang mudah, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh , itu pun tidak mengeluarkan biaya besar. Kita hanya perlu kesadaran untuk disiplin terus melaksanakan hal tersebut. Jika terjangkit pun sebenarnya tidak terlalu berbahaya, namun karena tingkat penyebarannya yang tergolong sangat cepat, inilah yang perlu diwaspadai. Sedikit kita lengah dan lalai, maka semua bisa terpapar,” rinci DM Indra dihadapan para Kelian se Abuan yang diharapkan bisa diteruskan ke masing-masing warganya.

Masa isolasi selama 14 hari pun diharapkan membawa hikmah positif tersendiri bagi warga desa Abuan, dan pelajaran bagi seluruh masyarakat Bali agar semakin mengerti, paham dan waspada terhadap bahaya penyebaran Covid19.

Senada dengan Sekda DM Indra, Bupati Bangli Made Gianyar pun mengapresiasi langkah karantina wilayah yang diambil terhadap Desa Abuan guna memutus penyebaran Covid19. Setelah diberlakukan perubahan status seusai masa isolasi selama 14 hari, Ia pun menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol pencegahan. “Setelah status isolasi dicabut, kedisiplinan warga harus terus ditingkatkan, kalau bisa di Bangli jangan lagi ada yang positif, begitu juga di Bali. Kalau kita sudah melaksanakan protokol pencegahan dengan ketat, semisal selalu melaksanakan phisycal distancing, saya yakin tidak ada lagi penularan, pembatasan-pembatasan seperti ini pun tidak perlu dilaksanakan,” ujarnya.