- Advertisement -
Beranda blog Halaman 977

Hari Ini Pasien Sembuh Covid Berjumlah 15, Sedangkan Yang Positif Bertambah 20 Orang

DENPASAR – Pantaubali.com – Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat perkembangan penanganan COVID-19 di Provinsi Bali perkamis,(4/6) menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kamis,(4/6) di Renon, Denpasar menyampaikan, untuk jmlah kumulatif pasien positif sampai saat ini mencapai 510 orang. Bertambah 20 orang terdiri 1 orang WNA, 19 orang WNI yaitu,2 orang PMI dan 17 orang Transmisi Lokal.

Sedangkan untuk jumlah pasien yang telah sembuh berjumlah 364 orang atau bertambah 15 orang WNI terdiri dari, 4 orang PMI, 1 orang Imported Case (Indonesia) dan 10 orang Transmisi lokal dan untuk data jmlah pasien yang meninggal sejumlah 5 orang.

“Sedangkan untuk jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 141 orang yang berada di 8 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering,” lanjutnya.

Dengan melihat jumlah angka positif di Bali Dirinya terus menyampaikan, sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal komulatif sejumlah 236 Orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

“Sekali lagi, dalam hal ini kami tetap menekan agar masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, Guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 agar semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yg pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi COVID-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain.

Hanya Ada Di Bali, Gubernur Gelontorkan Bansos Tunai untuk Siswa SD hingga Sekolah Menengah Swasta se-Bali 

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan sosial tunai kepada siswa SD, SMP hingga SMA/SMK/SLB swasta se-Bali. Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dilaksanakan di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali pada Kamis (4/5) pagi.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, termasuk para pelajar.

Gubernur Bali mengatakan, pemberian bansos ini merupakan implementasi dari Pergub No 15 tahun 2020 tentang Paket Kebijakan Percepatan Penanganan Covid-19 provinsi Bali.   “Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan percepatan penanganan Covid-19 di Bali, juga dampaknya terhadap ekonomi pada masyarakat, dalam bentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS),” jelasnya.

Menurut gubernur kelahiran Sembiran, Buleleng ini, pemberian bantuan berupa biaya pendidikan dalam bentuk bantuan sosial tunai dan sumbangan pembinaan pendidikan (BST-SPP) bertujuan untuk meringankan beban orang tua/wali.

“Khususnya siswa yang orang tuanya terkena dampak Covid-19 ini, kita berikan bantuan selama 3 bulan dengan anggaran total Rp 11.080.018.000  untuk 19.859 orang siswa jenjang SD hingga SMA/SMK/SLB. Anggaran ini hasil refokusing dan realokasi anggaran kita di Pemprov Bali. Bantuan ini kami berikan khusus untuk siswa sekolah swasta, karena untuk sekolah negeri sudah di-cover oleh dana BOS dan skema bantuan lainnya,” tambahnya lagi.

Untuk jenjang SD, bantuan diberikan sebesar Rp 450.000 untuk masing-masing siswa, jenjang SMP Rp 600.000, dan jenjang SMA Rp 750.000. Secara rinci bantuan tunai untuk jenjang SMP se-Bali terealisasi sebanyak 4.972 orang dengan anggaran sebesar Rp 2.271.658.000. Jenjang SMA se-Bali terealisasi sebanyak 2.816 orang dengan anggaran sebesar Rp 1.647.220.000. Jenjang SMK se-Bali terealisasi sebanyak 9.318 orang dengan anggaran sebesar Rp 6.002.640.000. Selanjutnya untuk SLB se-Bali terealisasi sebanyak 103 orang dengan anggaran sebesar Rp. 28.740.000.

Gubernur Koster menilai, bantuan ini diperlukan bagi siswa-siswi swasta di tengah dampak Covid-19 kepada masyarakat terutama di sektor ekonomi. “Siswa swasta ini yang saya lihat belum banyak tersentuh skema bantuan dari pemerintah pusat dan Provinsi Bali adalah satu-satunya di indonesia yang memikirkan dan menerapkan kebijakan ini,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

“Dengan bantuan ini, saya harap pihak sekolah tidak lagi memungut SPP selama 3 bulan sesuai dengan jumlah bantuan tersebut,” tambahnya lagi.

Gubernur kembali berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban orang tua di tengah kondisi seperti saat ini. “ Bantuan yang kita berikan ini, bukan hanya untuk siswa tapi juga sektor koperasi, sektor UMKM, pegawai yang PHK/dirumahkan dan sektor informal hingga masyarakat tidak mampu. Komitmen kita juga di sektor pendidikan, bahkan hingga ke tingkat perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini juga merupakan yang satu-satunya di Indonesia,” sebutnya lagi.

Lebih jauh, anggota DPR RI tiga periode ini juga kembali menegaskan untuk lembaga pendidikan masih diterapkan kebijakan belajar di rumah untuk siswa sedangkan 5 juni mendatang hanya kantor pemerintahan yang mulai buka, dengan protokol kesehatan yang sehat.

“Jadi saya harapkan adik-adik bersabar dulu untuk belajar di rumah, kita hindari dulu sistem pembelajaran konvensional berkaca dari negara-negara lain, yang saya lihat perkembangannya cukup beresiko untuk mulai membuka sekolah,”  harapnya.

Bali, menurut Gubernur Koster, sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat sebagai daerah dengan penanganan Covid-19 terbaik di Indonesia terlebih melihat tingginya angka kesembuhan dan rendahnya angka kematian.

“Kami bekerja keras  siang malam, untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Bali,kita berdoa bersama agar secepatnya bisa diatasi agar kita bisa kembali beraktivitas dengan normal,” tutupnya.

Ditemui seusai acara, Kepala Sekolah SD Jambe Agung, Batubulan, Gianyar, Dewa Ayu Oka Sri Astuti mengaku sangat bersyukur dengan perhatian dari Pemprov Bali yang juga memberikan bantuan kepada para siswa di sekolah swasta. “Siswa kami yang berjumlah 605 orang kebanyakan orang tuanya sangat terdampak secara ekonomi dengan merebaknya Covid-19 ini. Bantuan dari bapak Gubernur tentu sangat meringankan siswa kami,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut,  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, kepala dinas pendidikan Kabupaten/kota se-Bali serta perwakilan kepala sekolah dari SD, SMP, SMA/SMK/SLB seluruh Bali.

Metode Transaksi Non-tunai, Salah Satu Komponen Protokol Kesehatan Yang Harus Diterapkan

DENPASAR – Pantaubali.com – Membangun pariwisata Bali pasca pandemik bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, implementasi protokol kesehatan penting dilakukan terutama dalam kondisi saat ini. Maka dari itu menurut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati,Dalam National Web Seminal yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali, Kamis,(4/6) di Renon, Denpasar mengatakan, seperti salah satu komponen dalam protokol kesehatan yaitu dengan metode transaksi non-tunai.

Hal tersebut penting untuk dilakukan karena, dua alasan. Pertama, uang tunai dapat menjadi media penyebaran virus yang harus kita hentikan. Serta yang Kedua, transaksi non-tunai sebenarnya merupakan metode transaksi yang efektif dan aman.

“Ini merupakan momentum yang baik bagi kita untuk mulai menggalakkan gerakan masyarakat non-tunai (Cashless Society),” cetusnya.

Pemberlakuan transaksi non-tunai tentu memiliki tantangan tersendiri. Masyarakat Bali saat ini masih belum terlalu fasih menggunakan alat pembayaran digital.

“Mengubah pola perilaku masyarakat membutuhkan suatu pembiasaan yang dapat didorong dengan kemudahan dan manfaat bertransaksi digital,” katanya.

Menurut Dirinya,hadirnya Bank Indonesia dengan QRIS atau Quick Response Indonesian Standard. Sistem ini diharapkan mampu mengatasi persoalan ini dengan menyamakan sistem e-money di Indonesia.

“Bali tidak saja dapat menjadi pelopor dalam penggunaan transaksi non-tunai, tetapi juga unggul dalam pengembangan inovasi dan penerapan teknologi informasi digital,” harapnya.

Ditengah Pandemi Covid-19,Tidak Semua Bansos Kandidat Pilkada Bisa Dikatakan Berbau Politis

BADUNG  – Pantaubali.com – Adanya geliat kandidat di tengah-tengah pandemi covid-19 atau petahana tentu bisa dikatakan memiliki kesempatan dekat dengan masyarakat.Dan apakah dalam kondisi tersebut kiranya ada kandidat melakukan politisasi Bansos menjelang perhelatan Pilkada serentak di Bali khsusnya. Menangapi hal tersebut Menurut salah satu pengamat Sosial dan Politik di Provinsi Bali, DR. I Made Pria Dharsana, SH. M. Hum,Kamis,(4/6) di Kuta, Kabupaten Badung,Bali menyampaikan, dalam kondisi saat ini tidak bisa mengecap bahwasanya semua kegiatan terkait Bansos ada kepentingan Politik.Bisa saja semua dikatakan berkepentingan politik, yaitu politik kemanusiaan khususnya.

“Apakah nantinya respon masyarakat mengangap bahwasanya hal tersebut memiliki nilai investasi sosialnya atau tidak. Terutama dalam kaitan dengan pemberian bantuan tersebut,” jelasnya.

Selain itu dalam kondisi seperti saat ini, masyarakat harus cerdas untuk menentukan pilihan dalam Pilkada serentak juga. Apakah calon yang bertarung nantinya benar-benar memberikan perhatian disaat sekarang saja, atau sebelumnya.

“Jangan hanya kepentingan sesat saja memberikan bantuan, telah diangap memberikan perhatian,” ujarnya.

Kecerdasan pemilih saat ini, dan tokoh-tokoh masyarakat juga harus mampu memberi wawasan kepada masyarakat. Agar tidak masyarakat terlalu mudah mengangap bahwasanya, tidak semua batuan diberikan oleh patahana atau seseorang merupakan bagian dari barter Politik.

“Jangan sampai ada istilah, ada barang dan ada harga yang harus dibayar,” katanya.

Apa yang dilakukan patahana atau kandidat calon-calon tersebut, setidaknya dapat dilakukan pengawasan oleh Bawaslu juga.Harus tegas, mana yang masuk katagori menjadi bagian dari politisasi bantuan sosial kepada masyarakat pemilih dan mana yang tidak.

“Jangan sampai ada keinginan atau niat baik untuk membantu dan menjalankan niat kemanusian dalam pandemi ini.
Malah justru menggurangi arti dan keinginan yang tulus dari semua pihak, guna memberikan bantuan. Yang malah menimbulkan ketakutan,karena masuk sebagai politilisasi bantuan sosial nantinya,” terangnya.

Sembari dirinya menambahkan, tentu semua harus ada syarat-sayarat tertentu yang bisa disampaikan oleh Bawaslu. Sehinga tidak semua bantuan diberikan tersebut diangap ada kepentingan politik.

Serap Hasil Pertanian Dan UMKM, Bupati Tabanan Luncurkan Program ASN Peduli

 

TABANAN – Pantaubali.com – Pandemi Covid-19 membawa dampak yang sangat luas bagi sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari aspek kesehatan, sosial ekonomi, pariwisata, psikologogis masyarakat, bahkan sangat berdampak terhadap rendahnya serapan hasil pertanian dan produksi pelaku UMKM, khususnya di Tabanan.

Atas keadaan tersebut, Pemkab Tabanan melalui inovasi dan gagasan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti beserta jajaran melakukan langkah nyata dengan meluncurkan Program ASN Tabanan Peduli. Program ini sebagai upaya membantu serapan hasil pertanian dan menghidupkan kembali bisnis Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM).

Peluncuran perdana ASN Tabanan Peduli ditandai dengan penyerahan secara simbolis berupa Paket pangan dari hasil pertanian dan UMKM lokal untuk seluruh ASN Pemkab Tabanan oleh Bupati Eka dan diterima langsung Sekda I Gede Susila. Langkah nyata ini dilangsungkan di depan Kantor Bupati setempat, Kamis (4/6).

Turut hadir saat itu Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, pimpinan Forkopimda Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Instansi vertikal dan BUMD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Eka mengatakan kegiatan ini merupakan tindakan peduli dari Pemkab Tabanan beserta jajaran, khususnya ASN untuk meringankan beban masyarakat di tengah krisis pandemi global saat ini. Dengan menggandeng Perusahaan Daerah Dharma Santhika, rencananya kegiatan ini akan berlangsung sampai 6 bulan kedepan.

Paket ini dibeli seharga Rp. 100 Ribu secara bergotong-royong dengan menyisihkan sebagian tunjangan tambahan penghasilan ASN. Item produk dalam paket tersebut merupakan hasil UMKM dan pertanian masyarakat lokal, seperti jajanan, kopi, minyak kelapa, sayuran dan telor.

“Saya ucapkan terimakasih atas empati dari seluruh ASN. Hal ini tidak akan berhenti hari ini saja tapi saya sudah bisik-bisik, kita lanjutkan sampai 6 bulan kedepan. Kita beli terus hasil pertanian Petani kita,” ungkap Bupati Eka dalam sambutannya usai menyerahkan Paket ASN Tabanan Peduli.

Ia pun menghimbau kepada seluruh OPD beserta jajaran dilingkungan Pemkab Tabanan agar selalu aktif melihat situasi dan keadaan di masyarakat. “Bila ada panen jangan nunggu bantuan si ini si itu. Saya yakin Tuhan mempunyai seribu cara untuk membantu rakyat kita. Yang penting ada niat,” pungkasnya.

Lebih lanjut Bupati Eka mengungkapkan tindakan nyata dari para ASN ini sangat luar biasa sekali. Mengingat kegiatan ini mampu mempertahankan ketahanan pangan di Tabanan dan Bupati Eka juga berharap hal ini mampu menjadi contoh bagi orang lain untuk lebih peduli lagi dalam keaadaan krisis saat ini.

“Oleh karena itu, mudah-mudahan pertanian kita khususnya bisa diselamatkan. Kalau pangan sudah siap, artinya perut juga bisa dijamin, sehingga rakyat kita lebih ringan dalam menghadapi Covid ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Bupati Eka juga menyerahkan bantuan sebesar Rp. 100 juta kepada korban kebakaran di Banjar Gerang, Banjar Dinas Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Sabtu 2 Mei 2020. Korban tersebut atas nama I Gede Subawa, yang saat itu langsung hadir menerima bantuan.

“Sebetulnya Saya waktu itu mau ke Rumah Sakit tetapi dilarang sama Dirut RS, karena katanya masih dalam status Covid. Jadi agak susah sekarang turun kelapangan. Tapi itulah protap kesehatan,” imbuhnya.

Bupati Eka juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap melaksanakan anjuran Pemerintah dengan selalu menerapkan Protap Kesehatan Covid-19, yakni menerapkan pola hidup bersih dan sehat, social dan phsycal distancing, serta selalu menggunakan masker saat beraktivitas baik diluar maupun didalam rumah.

Dirut PDDS I Putu Sugi Darmawan mengatakan Paket ASN Tabanan Peduli ini seluruhnya merupakan produk asli Tabanan yang terdampak Covid-19. Proses penentuan produk dalam paket tersebut dikatakan dikomunikasikan secara intensif dengan OPD terkait dibawah koordinasi teknis tim Bapelitbang Tabanan dan arahan dari Sekda Tabanan beserta para Asisten.

Kegiatan ASN Tabanan Peduli ini lebih lanjut dikatakannya melibatkan 21 Kelompok Tani termasuk BUMDes, BUMDesma, KWT, UMKM termasuk melibatkan sebanyak 157orang masyarakat yang sebagian besar merupakan Ibu-ibu rumah tangga.

Melalui program ini dapat diserap sebanyak 1.081 ton atau setara 1.544 ton kopi, 2.594 liter minyak tandusan, 25.944 butir telor, 977,23 kg sayur, 1,2 ton lele segar dan 150 kg kripik belut, serta untuk produksi UMKM difokuskan untuk menyerap hasil dari usaha rumah tangga seperti, loteng, ladrang, jajanan kaliadrem, dan lainnya. @humastabanan

Loleng Embat Uang Rp 20 Juta Beli Motor CBR

SINGARAJA – Pantaubali.com – Gede Astrawan alias Gede Loleng (37) terpaksa meringkuk di balik jeruji besi. Pria asal Banjar Dinas Jembong, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar tersebut terbukti mencuri uang dan perhiasan milik korban Ketut Ardini (20)yang masih satu desa dengan tersangka.

Tersangka Loleng hanya tertunduk malu ketika digelandang ke Mapolres Buleleng. Kepada awak media, pria yang kesehariannya sebagai petani ini tak menampik melakukan aksi pencurian uang dan emas secara bertahap di rumah Sarsini.
“Sebenarnya maling emas itu karena memang jatuh di halaman rumahnya (korban). Saya belum berani ngambil. Setelah dua jam, langsung saya ambil. Setelah 10 hari baru saya jual. Itu laku Rp 2,5. Kalau uang Rp 20 juta yang saya curi (milik Arsini), belum berani saya belanjakan. Setelah tidak ada yang meributkan, baru saya belanjakan. Saya belikan motor CBR Rp 16 juta,” ungkapnya.

Menariknya, Loleng mengatakan memiliki hubungan spesial dengan korban Sarsini. Loleng mengaku sebagai pacar korban. Pria yang telah memiliki dua orang istri ini berdalih kerap mengantar korban menjual sayur.

“Motornya pakai ngojek, nganter-nganter dia (korban). Saya memang pacaran dengan dia,” terangnya.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Banjar, AKP Made Dwi Wirawan mengatakan, Loleng diciduk atas laporan korban Ketut Ardini tinggal di Banjar Dinas Jembong. Korban melaporkan jika dirinya kehilangan sejumlah perhiasan pada Kamis (28/5) sekira pukul 17.00 sore.

Kapolsek Dwi menyebut, barang yang hilang berupa satu buah kalung emas beserta mainnya, dua buah cincin emas, sepasang sumpel emas dan surat pembelian serta uang Rp 450 ribu. Sebelumnya, kakak korban, Komang Arsini (31) juga kehilangan uang tunai sebesar Rp 20 juta pada 4 Mei 2019 tahun lalu.

Uang tunai tersebut disimpan di dalam kamar tidurnya. Bahkan beberapa bulan sebelumnya, uang yang di dalam celengan Arsini juga pernah raib. Dari penyelidikan, akhirnya mengarah pada tersangka Loleng. Tersangka berhasil diciduk di rumahnya pada Selasa (2/6) lalu.

”Pelaku ini aslinya orang Banyuseri, tetapi sering main ke Gobleg. Tersangka sudah mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Imbuh Kapolsek Dwi, uang Rp 20 juta hasil curiannya itu juga kemudian digunakan tersangka untuk membeli sepeda motor Honda CBR warna merah, DK 6059 IU sebesar Rp 16 juta. Sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Sementara, barang bukti emas yang dicuri dari korban Ketut Ardini, tersangka sembunyikan di gundukan kayu.

“Kami berhasil menemukan BB emas-emasan yang disembunyikan di gundukan kayu dekat rumah pelaku. Jadi ini masih kami kembangkan, dimana saja pelaku beraksi,” katanya.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan satu unit Sepeda motor CBR yang dibeli dari hasil uang curiannya Rp 20 juta. Selain sepeda motor, polisi juga mengamankan satu buah kalung emas beserta mainannya, dua buah cincin emas, sepasang sumpel emas lengkap dengan surat pembelian. Atas ulahnya, tersangka Loleng dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Transaksi Nontunai Dinilai Mampu Mengurangi Penyebaran Virus Covid-19

DENPASAR – Pantaubali.com – Transaksi pembayaran nontunai dinilai akan mampu mengurangi penularan virus melalui lalu lintas uang tersebut. Maka dari itu, kedepan Bank Indonesia (BI) akan berkerjasama dengan perbankan yang ada di Bali untuk turut menyelenggarakan dan mengedukasi masyarakat terkait pembayaran nontunai, itu disampaikan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho,Kamis,(4/6) dalam National Web Seminar yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali, dengan tema “What Can Bali Tourism Industry Do With Digital Payment In The New Normal Era” di Renon, Denpasar.

“Dengan transaksi pembayaran nontunai tersebut, setidaknya akan mampu mengurangi resiko penularan virus tersebut khususnya ditengah-tengah masyarakat. Karena, telah terjadi sedikit lalu lintas uang,” jelasnya.

Jika dilihat sejak triwulan pertama 2020, transaksi nontunai sudah mulai ada peningkatan. Tentu kondisi tersebut merupakan dampak dari adanya Pandemi .

“Dimana saat ini masyarakat lebih cenderung memilih transaksi nontunai menggunakan m-banking serta merchant lainnya,” katanya.

Dirinya menambahkan, mulai dari asosiasi pariwisata, perbankan se Bali serta beberapa pihak terkait lainya dapat memberikan edukasi baru terhadap payment di Bali kedepannya. Tentu sangat diharapkan nantinya juga, masyarakat Bali agar semakin fasih menggunakan transaksi non tunai.

Sopir Truck Reaktif, Diberhentikan dan Dijemput di Gudang Truck Penyalin

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah mendapat informasi dari Satgas Pemprov Bali dan berdasar hasil rapid tes yang sempat dilakukan, ternyata ada salah satu sopir truck terditeksi reaktif saat dilakukan pemeriksaan di pos pemeriksaan Gilimanuk. Mendapat informasi tersebut akhirnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan melakukan langkah cepat dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sopir truck berinisial IGW laki-laki(38) tersebut akhirnya diberhentikan tepat di gudang truck di Wilayah Penyalin. Yang dalam perjalan dari Gilimanuk ke Tabanan truck tersebut dikawal Lantas Polres Tabanan, itu disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan,dr. I Nyoman Suratmika,Kamis,(4/6) di Tabanan.

“Dijemput di gudang truck Penyalin dan sudah dikoordinir guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Dalam perjalan truck dikawal Lantas Polres Tabanan dalam perjalanan,” jelasnya.

Selanjutnya sopir truck di ajak ke RS Nyitdah untuk pemeriksaan lebih lanjut.Sembari dirinya menambahkan,saat ini sopir truck diisolasi disana dan besok akan diambil swabnya.

“Keadaan pasien baik dan tidak ada keluhan,” tutupnya.

Di Tengah Pandemi Covid 19, Bupati Eka Bagikan Sembako Untuk Para Pemangku

TABANAN  – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti  menyerahkan bantuan kepada 68 Pemangku di Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. Bantuan tersebut berupa paket sembako dan masker yang diserahkan secara simbolis di Kantor Desa Selemadeg. Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Kamis (4/6).

 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, perwakilan Forkopimda Tabanan, beberapa anggota DPRD Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Perbekel serta tokoh masyarakat setempat.

Bupati Eka pada kesempatan itu mengucap syukur karena dalam keadaan pandemi seperti ini tetap bisa bertemu dengan masyarakat meskipun dengan jumlah terbatas. Ia mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pemkab terhadap Pemangku, khususnya di Desa Selemadeg.

Bupati tidak memungkiri bahwa banyak sekali Pemangku yang ada di Tabanan yang harus dibantu. Mengingat anggaran yang tidak mencukupi dan sudah dipokuskan untuk penanganan Covid-19. Ia berjanji disisa masa jabatannya akan berusaha sebaik mungkin untuk meringankan beban masyarakat.

“Mudah-mudahan disisa jabatan ini, Saya mampu mewujudkan keinnginan masyarakat. Jangan sampai masalah Covid ini memberatkan masyarakat Tabanan. Saat banyak sekali program yang kita buat dan selalu turun ke masyarakat bersama Forkopimda dan beberapa stak holder,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bantuan ini merupakan sumbangsih dari seluruh elemen masyarakat Tabanan melalui Dompet Peduli Covid-19. “Ini adalah program gotong-royong dari seluruh lapisan masyarakat dan Saya bawa kesini untuk para Pemangku disini,” ucapnya.

Lebih lanjut Bupati Eka menyampaikan agar masyarakat selalu bersabar menghadapi krisis pandemi global ini, karena ini merupakan krisis bagi seluruh Dunia. Ia juga mengingatkan agar masyarakat selalu disiplin menerapkan protap kesehatan Covid-19 meskipun sudah memasuki fase New Normal, tetap menjaga imun tubuh dan berpikir positif.

“Jangan berpikir yang ruwet-ruwet karena musibah itu selalu ada. Kita semua tidak mau semua ini terjadi. Kita berserah saja kepada Beliau, berdoa kepada Beliau, dan laksanakan protap kesehatan. Astungkara, semoga semua khususnya di Tabanan bisa selamat,” imbuh Bupati Eka.

Pada kesempatan itu, Bupati Eka juga menyerahkan bantuan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) dan penyandang Disabilitas yang ada di Desa Selemadeg.

Perbekel Desa Selemadeg Arsa Wikanta mengatakan sangat berterimakasih kepada Ibu Bupati karena telah bersedia menemui masyarakatnya, khususnya para Pemangku dalam rangka penyerahan bantuan. “Terimakasih banyak kepada Ibu Bupati dan jajarannya atas bantuannya,” pungkasnya.

Selaku Perbekel, Arsa Wikanta mengatakan di tengah Pandemi Covid-19 ini sangat sulit mempertahankan persatuan di masyarakat karena situasi sangat sulit di berbagai sektor. Ia sangat sangat bersyukur pihak Pemkab selalu membantu dan masyarakat Selemadeg selalu bersatu menghadapi situasi ini, imbuhnya. @humastabanan

Wabup Sanjaya Hadiri Karya Mapahayu Jagat di Pura Luhur Batu Panes

TABANAN – Pantaubali.com – Bertepatan dengan rahina Buda Kliwon Ugu, Rabu (3/6/2020), Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Panitia Karya Pura Luhur Batu Panes, Penebel menggelar Karya Mapahayu Jagat di Pura Luhur Batu Panes, yang bertujuan untuk menyucikan jagat, khususnya jagat Tabanan.

Karya ini dipuput oleh Sarwa Sadaka, diantaranya Ida Pedanda dari Grya Taman Sari, Ida Pedanda Budha dari Grya Jadi, Ida Rsi dari Grya Ngis dan Ida Mpu dari Grya Utu. Kegiatan Karya juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, Tjokorda Anglurah Tabanan serta beberapa undangan lainnya.

Karya Mapahayu jagat tersebut dimulai sekitar jam 09.00 wita dan berlangsung dengan khidmat. Tirta (Pekuluh) dari Karya ini selanjutnya digunakan sebagai pelengkap upakara di masing-masing pekarangan (rumah tangga) agar terhindar dari wabah.

Usai melakukan persembahyangan, Wabup Sanjaya berharap melalui Karya Mapahayu Jagat ini mampu mengantarkan energy positif bagi Tabanan, sehingga wabah yang melanda Kabupaten Tabanan saat in bisa dihilangkan bahkan dimusnahkan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Karya I Nyoman Arnawa mengatakan Karya ini sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Tabanan dan telah mendapat ijin dari Bupati. Pihaknya mengakui, menggelar Karya ini bukan hanya karena keaadaan saat ini, melainkan atas Pewisik Ida Sesuhunan.

“Kami lakukan ini berdasarkan dari Pewisik Ida Sesuhunan sane meparahyangan ring Pura Luhur Batu Panes. Jadi kami koordinasikan dengan majelis madya dan diteruskan kepada Pak Sekda dan langsung ke Bupati dan disambut dengan baik oleh Ibu Bupati,” ucapnya.

Ia menambahkan, kenapa Karya ini dilaksanakan di Pura Batu Panes dan bukan di Pura lain adalah sesuai dengan salah satu lontar yang ada di Bali. “Kenapa di buat disini? Karena dikaitkan dengan lontar Oga Semara Gumi, ketika ada wabah atau kegeringan harus melaksanakan upacara ring Ida Meraga Pasupati utawi Ida Meraga Geni,” ungkap Arnawa.

Lebih lanjut Ia mengatakan, Karya ini dipuput oleh Sarwa Sadaka, dan disaksikan oleh murdaning jagat Tabanan  yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan dan Tjokorda Anglurah Tabanan.

“Dan dari Parisadha meneruskan pada umat sedharma, kemudian untuk bisa nunas pekuluh Ida untuk digunakan di pekarangan masing-masing dan pada akhirnya apa yang menjadi tujuan kami sesuai dengan pewisik  wabah Covid-19 ini segera bisa diselesaikan,” imbuhnya. @humastabanan