- Advertisement -
Beranda blog Halaman 953

5 Jenis Penyakit Kronis Telah Diklaim BPJS Kesehatan Selama Pandemi

GIANYAR – Pantaubali.com – Sejak merebaknya Covid-19 ditegah masyarakat, BPJS Kesehatan Wilayah Bali, NTT dan NTB khususnya mencatat ada beberapa jenis penyakit telah dibayarkan oleh program JKN.Sebagian besar merupakan jenis penyakit kronis dengan pembiayaan lumayan tinggi.

Adapun penyakit tersebut seperti, Gagal ginjal, Jantung, Deabetes,Hipertensi serta klaim paling banyak ada juga Seksio.

“Itu 5 penyakit sebagian besar telah kami klaim di Bali-Nutra,” kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Bali, NTT dan NTB, Beno Herman, belum lama ini di Tampak Siring, Gianyar.

Dengan total jumlah kalim tersebut, tentu telah mengerus pembia aanyang ada saat ini.

“Terkait pembiayaan lima penyakit tersebut di Bali,hampir 22persen dari biaya kesehatan lainnya,”ujarnya.

Sembari Dirinya menambahkan, total RS yang telah melakukan kerjasama dengan BPJS sebanyak 65. Dengan rincian kelas RS beragam ada RS kelas A sebanyak 3 unit RS,kelas B 9 unit,kelas C 35 unit, kelas D 10 unit dan klinik utama sebanyak 8 unit

“Dari total RS tersebut tentunya telah memiliki rengking yang baik, jika tidak tentu tidak akan pernah kita lakukan kerjasama,” pungkasnya.

Berbekal Didikan Dan Gemblengan Kampus Jatinangor, Jebolan IPDN Jangan Cengeng

DENPASAR – Pantaubali.com – Pamong Praja Muda yang merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN) diingatkan jangan cengeng saat ditugaskan di lingkungan birokrasi. Berbekal didikan dan gemblengan Kampus Jatinangor, jebolan IPDN harus siap ditempatkan dimanapun.

Pesan tersebut disampaikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menghadiri serah terima 15 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020 Provinsi Bali di Ruang Pertemuan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Kamis 930/7/2020). 15 orang ini adalah lulusan IPDN asal Daerah Bali yang menjalani wisuda secara virtual pada Selasa, (28/7/2020) lalu.

Selanjutnya, 15 Pamong Praja Muda yang telah berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ini akan ditempatkan pada OPD Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Bali. Terkait penempatan ini, Dewa Indra tak ingin mendengar adanya upaya dari para orang tua pamong praja melakukan pendekatan kepada pejabat atau siapapun agar anak mereka bisa ditempatkan di instansi tertentu. “Saya minta tak ada yang cengeng, termasuk orang tua. Biarkan anak-anaknya meniti karier dengan baik. Semua tempat sama saja, di birokasi tidak ada istilah tempat basah atau kering,” ucapnya. Ia berkeyakinan, dengan sistem pendidikan yang diterapkan di Kampus Jatinangor, lulusan IPDN tak akan mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan birokrasi. Dewa Indra yang juga jebolan lembaga pendidikan plat merah ini menyebut, pekerjaan di birokrasi tak lebih berat dari tempaan pendidikan yang dijalani di kampus. “Kalian sudah dilatih dan dididik untuk menghadapi situasi sulit. Pekerjaan di pemerintahan jauh lebih ringan daripada itu,” katanya.

Masih dalam arahannya, Dewa Indra juga berpesan agar lulusan IPDN dapat menularkan pengaruh positif ketika memasuki lingkungan kerja. “Jangan sebaliknya, kalian terpengaruh dengan hal-hal negatif seperti tidak disiplin dan malas. Apapun yang kalian lihat, tetap bekerja dengan baik dan disiplin, jaga diri agar punya kebanggaan dengan identitas sebagai lulusan IPDN. Itu adalah kehormatan,” imbuhnya. Akan sangat disayangkan bila seorang alumni IPDN cepat larut dalam pengaruh buruk.

Pada bagian lain, birokrat kelahiran Singaraja ini mengapresiasi inisiatif BKD yang memfasilitasi kepulangan IPDN dan langsung mengadakan acara serah terima yang menghadirkan orang tua. Sebab sebagaimana diketahui, penerapan protokol kesehatan Covid-19 tak memungkinkan para orang tua menghadiri wisuda anak-anak mereka. “Selamat kepada para orang tua. Di tengah situasi yang serba tak menentu, ini merupakan kebahagiaan dan kebanggaan yang sangat besar, bukti keberhasilan mendidik anak,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana melaporkan bahwa keseluruhan lulusan IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020 berjumlah 881 orang dan 15 diantaranya berasal dari Provinsi Bali. Yang membanggakan, dua lulusan IPDN asal Bali berhasil masuk 10 besar yaitu menempati rangking 3 dan 10. Menurut Lihadnyana, 15 orang ini akan mulai mengikuti masa orientasi mulai Agustus mendatang. Mereka akan ditempatkan sesuai dengan kompetensi, jurusan dan kebutuhan OPD. Dengan semangat idealisme yang tinggi, ia berharap jebolan IPDN menjadi pelopor reformasi birokrasi. Acara serah terima juga dihadiri oleh Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin yang juga merupakan alumni IPDN.

Tos Arak Bali, Diplomasi Cerdas Wayan Koster Dihadapan Menko Maritim & Investasi RI

BADUNG – Pantaubali.com – Tos Arak Bali menjadi tradisi di kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster disaat Pulau Dewata ini memasuki Tatanan Kehidupan Bali Era Baru. Tos Arak Bali dilakukan Wayan Koster bersama Wakilnya, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati ketika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bali, Kamis (30/7) dalam rangkaian Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua.

Ada 2 (dua,red) pesan khusus yang disampaikan Wayan Koster dalam acara Tos Arak Bali yang berlangsung di Peninsula Island The Nusa Dua, ITDC, Badung, Bali itu yakni, yang pertama Gubernur Bali melakukan diplomasi ekonomi produk lokal Bali dihadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dan dihadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio. Mengingat keberadaan Arak Bali saat ini sudah mampu dilegalkan dalam Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Secara nasional, Wayan Koster sudah berhasil mengimplementasikan Program Tri Sakti Bung Karno yang salah satunya menciptakan kemandirian secara ekonomi atau ekonomi berdikari yang akarnya adalah kedaulatan rakyat.

Keberpihakan Gubernur Koster terhadap masyarakat yang berprofesi sebagai petani minuman khas Bali seperti Arak, Tuak, Brem ini dengan tegas secara terkonsep dikampanyekannya dihadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dan dihadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio. Karena Wayan Koster meyakini, tujuan dilahirkannya Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali ini untuk mendukung pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dengan berbasis budaya sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dan kesimpulannya Pulau Bali berhasil membangun pondasi ekonomi kerakyatan sekaligus mewujudkan Bali Berdikari dibidang Ekonomi. Lebih dari itu, penggunaan produk arak Bali juga merupakan keseriusan Wayan Koster untuk mengimplementasikan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

“Astungkara, Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali dan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali ini bisa mensejahterakan petani dan produsen minuman Permentasi dan Destilasi khas Bali,” ujar Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali seraya menyatakan saya ingin dibuatkan koperasi khusus para petani arak. Bila perlu hulu dan hilirnya mereka adalah di koperasi. Saya akan kembangkan menjadi industri, karena saya ingin agar arak tradisional Bali ini bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat perdesaan di Pulau Dewata. Secara inovasi, Wayan Koster yang merupakan mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan dengan tekad yang kuat ingin mengembangkan industri arak Bali yang dipadukan dengan kemasan dan label BARAK untuk kebutuhan wisatawan dan ekspor.

Selanjutnya, pesan khusus yang kedua yang disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wagub, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dihadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dan dihadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, ialah Arak Bali mampu menjadi obat Covid-19. Ditengah gencarnya Bangsa Indonesia termasuk Bali menghadapi sekaligus menekan kasus Positif Covid-19, secara langsung Bali berhasil menemukan formula jitu untuk menyembuhkan orang tanpa gejala yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kata Wayan Koster yang merupakan mantan mahasiswa jebolan ITB ini, bahwa mereka yang mengalami Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terkonfirmasi positif Covid-19 menggunakan terapi arak Bali di sejumlah tempat karantina yang dikelola Pemprov Bali.

“Terapi arak ini ternyata efektif sekali, mereka yang baru positif, ternyata dua hari dilakukan treatment arak, tercatat pada hari ketiga mereka negatif dan sembuh,” ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini yang setiap paginya rutin minum kopi khas Bali dicampur arak satu sendok makan.

Atas keberhasilan itu, Gubernur Bali Wayan Koster berharap produksi Arak Bali berhasil menembus pasar nasional dan internasional. Selain terbukti untuk menyembuhkan Covid-19, Arak Bali juga memiliki peran untuk membangkitkan sektor ekonomi perdesaan, yang secara tidak langsung, hal ini merupakan implementasi dari tugas yang diberikan Presiden RI, Joko Widodo disaat Gubernur Koster menghadiri undangan ke Istana Bogor yang menegaskan agar aktivitas perekonomian dimulai dan bisa menggerakan kehidupan masyarakat.

31 Juli, Gubernur Bali Resmi Buka Pintu Masuk Wisatawan Nusantara

BADUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster resmi mengumumkan dibukanya pintu masuk terhadap wisatawan nusantara yang dimulai pada, Jumat, Sukra, Pon, Kulantir, tanggal 31 Juli 2020. Informasi membahagiakan itu disampaikannya dihadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio saat hadir dalam kegiatan Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua, Kamis (30/7).

Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati lebih lanjut mengungkapkan sebelum Pemerintah Provinsi Bali membuka pintu masuk wisatawan nusantara ke Pulau Bali, bahwa kami di Provinsi Bali sepakat secara bersama-sama Bupati/Walikota se-Bali melakukan aktivitas ini secara bertahap, selektif, dan terbatas yang dimulai dengan kegiatan ritual keagaman pada tanggal 5 Juli dan berlangsung di Pura Agung Besakih.

“Kegiatan ritual keagamaan ini kami lakukan untuk memohon doa restu agar Ida Bhatara, Bhatari, Sesuhunan (Tuhan Yang Maha Esa, red) se-Bali memberikan restu supaya aktivitas perekonomian ini bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Gubernur yang memiliki keyakinan secara Adat, Agama, dan Budaya di Pulau Dewata dalam menjalankan aktivitasnya.

Kemudian tepat pada tanggal 9 Juli 2020 yang merupakan tahap pertama, Provinsi Bali memulai aktivitas lokal masyarakatnya, dan selanjutnya di tahap kedua kami juga mulai dengan aktivitas pariwisata hanya untuk wisatawan nusantara yang resmi dimulai tanggal 31 Juli tahun 2020. Setelah itu, di tahap ketiga akan ada aktifitas pariwisata dengan mulai mengundang wisatawan mancanegara.

“Untuk mendukung pelaksanaan tahapan tersebut, kami sudah membuat Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 tahun 2020 tentang Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15243 tentang Persyaratan Wisatawan Nusantara Berkunjung Ke Bali, sehingga semua pelaku khususnya di bidang pariwisata memiliki pedoman dalam pelaksanaan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability),” ujar Gubernur Bali yang sebelumnya merupakan mantan Anggota DPR RI tiga periode ini seraya berharap kepada seluruh pelaku khsususnya dibidang pariwisata, agar betul-betul bisa menjalankan tatanan kehidupan secara tertib dan sukses, agar pandemi Covid-19 di Bali ini tidak bertambah kasus baru.

Dibukanya pintu masuk terhadap wisatawan nusantara, kata Wayan Koster adalah satu bentuk implementasi Pemerintah Daerah Bali bersama dengan pemangku kepentingan lainnya di dalam menjalankan arahan Presiden RI, Joko Widodo yang menegaskan agar aktivitas perekonomian dimulai dan bisa menggerakan kehidupan masyarakat.

Mendengar hal itu, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya mengatakan akibat pandemi perolehan devisa pariwisata turun hingga 97%. Menurutnya hal ini merupakan satu pukulan yang berat sekali buat perekonomian Indonesia dan perekonomian Bali. Ia menambahkan pariwisata merupakan salah satu bidang yang sangat diperhatikan oleh Pemerintah, karena penerimaan negara dari sektor ini sangat tinggi dan memberikan kesempatan kerja bagi jutaan manusia. “Oleh karena itu Presiden berkali-kali mengingatkan kami para pembantunya bahwa kita harus menangani pariwisata ini dengan benar. Ada dua kunci yang harus kita perhatikan, yaitu penanganan Covid-19 dan penanganan ekonomi itu harus dijalankan,” ujarnya.

Sementara Menteri Parekraf, Wishnutama Kusubandio dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan kagum kepada masyarakat Provinsi Bali, karena dalam kondisi pandemi tetap optimis dan positif untuk tetap membangun kepariwisataan kedepan. Menurutnya saat ini Bali telah siap mengimplementasikan protokol kesehatan pada tatanan era baru. “Pada sore yang cerah ini, saya sangat berbahagia karena besok pariwisata domestik di Bali akan kembali dibuka. Pasti kita semua sangat gembira dan kita berharap besok perlahan segera bangkit kembali,” ujarnya seraya menambahkan adaptasi terhadap tatanan baru dan keberlanjutan unsur kesehatan dan keamanan menjadi hal yang utama dalam pertimbangan wisatawan untuk melakukan perjalanan, sehingga penerapan hal ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Disisi lain, Bank Indonesia yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan sangat mendukung implementasi tatanan kehidupan Bali era baru terutama melalui sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS. Katanya, QRIS adalah sebagai kanal pembayaran, QRIS juga sangat sesuai dengan tatanan kehidupan Bali era baru, karena dilakukan secara nirsentuh (contactless), sehingga mampu mencegah risiko penularan virus.

Menurut Trisno jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS Bank Indonesia di Bali per 24 Juli sudah mencapai 111.448 merchant. Dari angka tersebut sebanyak 57% merupakan usaha mikro, dan 20% usaha kecil, selanjutnya 17% usaha menengah, serta 6% skala besar. “Kami yakin setelah deklarasi ini, akan semakin mendorong percepatan kebangkitan ekonomi Bali serta perluasan implementasi penggunaan QRIS di Bali,” ujarnya.

Sebelum acara ini usai, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio bersama Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali, hingga undangan lainnya seperti Kapolda Bali dan Pangdam IX Udayana nampak sedang menikmati hiburan tarian Cak Era Baru yang dibawakan oleh seniman ISI Denpasar.

Update Penanggulangan Covid-19 Kamis, 30 Juli 2020 Pemprov Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali per Kamis (30/7), Jumlah kumulatif pasien positif 3.360 (bertambah 50 transmisi lokal).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 terus naik. Hari ini total pasien yang sembuh sebanyak 2.788 (bertambah 77 orang terdiri dari 71 transmisi lokal dan 6 PPDN).
PERSENTASE PASIEN SEMBUH MENCAPAI 82,98%.

Kembali hari ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat NIHIL kasus meninggal, sehingga data mencatat 48 pasien Covid-19 yang meninggal atau 1,43%.

Sedangkan untuk pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) yang berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering) sebanyak 524 orang (terdiri dari 523 WNI dan 1 WNA).

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sebanyak 2.970 (terdiri dari 2.958 Dan 12 WNA).
Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, kami tetap mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga.

Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19.
Untuk itu, marilah kita laksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian.

Sekda Dewa Indra Serahkan Sertifikat Penghargaan Bagi Relawan Covid-19

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Kasatpol PP Dewa Nyoman Rai Darmadi menyerahkan sertifikat penghargaan bagi kelompok relawan yang bergabung dalam kerjasama dan koordinasi Sat Pol PP Provinsi Bali. Kelompok relawan tersebut selama ini berperan aktif dalam penanganan pandemi Covid-19. Sertifikat penghargaan diserahkan secara langsung oleh Dewa Indra kepada 14 perwakilan kelompok relawan di Ruang Rapat Sekda, Kamis (30/7/2020).

Dalam sambutan singkatnya, Sekda Dewa Indra menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan oleh para relawan dalam membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Dari pengamatan di lapangan, ia dapat melihat langsung peran aktif yang ditunjukkan para relawan dalam membantu penanganan Covid-19 mulai dari tempat karantina, isolasi hingga pelabuhan. Sebagai sosok yang banyak berkecimpung dalam urusan kebencanaan saat menjabat sebagai Kepala BPBD, ia dapat merasakan suka duka yang dihadapi para relawan manakala bertugas di lapangan.

“Mulai dari konsumsi yang kurang hingga tempat tidur yang kurang nyaman, itulah dinamika yang dihadapi seorang relawan. Kami di pemerintahan, berupaya maksimal memenuhi kebutuhan para relawan,” ucapnya.

Dewa Indra menyebut, bagi seorang yang telah terpanggil untuk menjadi seorang relawan, berbagai ketidaknyamanan yang dirasakan selama bertugas justru memberi nilai plus. Sebab menurutnya, nilai kerelawanan ditentukan tingkat kesulitan dan ketidaknyamanan yang dihadapi di lapangan.

“Kalau tugasnya nyaman, di hotel, berAC, semua orang bakal mau jadi relawan. Sosok relawan itu adalah mereka yang mau mengambil pekerjaan yang tak mau diambil oleh orang lain. Jadi, makin tidak nyaman, maka makin tinggi bobot kerelawanan,” tandasnya sembari menambahkan kalau idealnya seorang relawan tak boleh menuntut. Lebih dari itu, birokrat kelahiran Singaraja ini mengidentikkan bobot kerelawanan dengan bobot kepemimpinan.

“Seperti seorang pemimpin, semakin sulit persoalan yang dihadapi dan ia dapat menyelesaikan dengan keputusan yang tepat, maka bobot kepemimpinannya akan semakin tinggi dan dia adalah sosok pemimpin yang hebat,” urainya.

Pada bagian lain, Dewa Indra juga mengaku tak sanksi dengan dedikasi yang ditunjukkan oleh kelompok relawan dalam penanganan Covid-19. Karena dari pengalamannya, rata-rata mereka selalu ambil bagian dalam penanganan kebencanaan dan situasi darurat. “Kita sudah pernah bergabung dalam penanganan erupsi Gunung Agung dan bencana lainnya. Kita patut berbangga karena dapat tampil ketika tak ada orang yang mau ambil peran itu,” imbuhnya.

Meski relawan tak menuntut kenyamanan, namun dalam kesempatan itu Dewa Indra tetap menyampaikan permohonan maaf jika ada yang kurang berkenan selama menjalankan tugas penanganan Covid-19. Ia juga berharap kerjasama kelompok relawan dengan pemerintah akan terus terjalin, khususnya dalam penanganan situasi darurat dan kebencanaan. “Kerjasama kita tak berhenti sampai di sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kastpol PP Dewa Rai Darmadi menerangkan, pemberian penghargaan berupa sertifikat ini merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada kelompok relawan atas dedikasi mereka dalam penanganan Covid-19. Atas dasar panggilan kemanusiaan, mereka melakukan peran dan tugas-tugas tanpa pamrih, hingga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Selain pemberian sertifikat, pihaknya juga berencana memberikan bantuan berupa smebako yang jumlahnya masih dikalkukasi.

Kelompok relawan yang menerima penghargaan berupa sektifikat yaitu Sai Rescue, Relindo, RAPI Bali, ACT Bali, CNPN, Alfa Team, ORARI Bali, Pacalang Bali, PYP Group, Bali Rescue, DSM, Senkom Mitra Polri, PMI Bali dan Yayasan Idep. Kegiatan penyerahan sertifikat dihadiri pula oleh Anggota Kelompok Ahli Gubernur Bidang Kebencanaan yang juga selaku Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Bali Gde Sudiartha dan Kabid Trantib Satpol PP Provinsi Bali Drs. I Komang Kusuma Edi.

Bupati Eka  Wanita Pertama yang menjadi Mangku Sangging

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati  Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang juga selaku Penasehat Perguruan Siwa Murti, kembali ikut dalam kegiatan ajeg Bali. Kali ini, Bupati Eka mendapat kehormatan  menjadi “Sangging” dalam kegiatan Metatah Masal yang digelar di Pesraman  Yayasan Siwa Murti,  di Griya Agung Bang Pinatih, Denpasar, Kamis (30/7).

Hadir pada kesempatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan  Setda Tabanan AA Gd. Dalem Trisna Ngurah, Kepala Dinas Sosila Tabanan  I Nym. Gede Gunawan, Kepala Bagian Kesra Made Irma Yanti Sundari.

Saat itu, Bupati Eka memberikan apresiasi yang positif atas terselanggaranya kegiatan ini. Orang nomor satu di Tabanan ini mengharapkan, kegiatan ini terus berkelanjutan untuk kedepannya. Dan diharapkan kegiatan seperti ini bukan hanya dilakukan disini saja. “Kegiatan ini sejalan dengan cita-cita kita bersama yaitu menuju ajeg Bali. Saya harap kegiatan ini terus berlanjut, karena inilah cerminan kita sebagai manusia, yang mampu harus bisa ringan tangan membantu yang kurang mampu,” jelasnya.

Dikatakan dirinya merupakan mangku pertama kali untuk mangku perempuan sangging, Jadi Sangging itu tidak mudah,  karena disini saat melakukan ritual itu godaannya besar jadi harus butuh energi yang besar untuk menghindari hal-hal negative yang mungkin terjadi. “ Semoga kedepan banyak sangging-sangging perempuan yang bisa  melakukan yadnya seperti ini, pengabdian seperti ini, karena kita masih membutuhkan sanging-sanging yang bisa melaksanakan  metatah massal di setiap -setiap desa, setiap kampung untuk meringankan beban masyarakat,”pintanya.

Dirinya juga mengatakan, kegiatan ini bukan semata-mata untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, namun ini juga katanya bertujuan untuk menciptakan generasi penerus yang bermoral dan berakhlak tinggi, sehingga dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik kedepannya, khususnya di Bali. “Inilah inti dari hidup, hendaknya kita  bisa berguna bagi masyarakat umum, dengan melakukan perbuatan yang baik, Niscaya dengan perbuatan yang baik  kita menanam karma yang baik pula. Sehingga mendapat pahala yang baik pula, karena kita hidup tidak terlepas dari karma, “ terangnya.

Ditambahkannya juga, dalam melakukan suatu kegiatan apapun yang berhubungan dengan ajeg Bali dan Tuhan Yang Maha Esa harus didasari dengan hati yang tulus ikhlas dan pikiran yang positif. Karena pikiran yang positif akan membuahkan perbuatan yang positif, sehinhga apa yang menjadi cita-cita kita bersama yaitu menuju ajeg Bali segera bisa terwujud. “ini merupakan kedua kalinya saya menjadi sangging disini.  Suatu kehormatan yang luar biasa dan ini merupakan karma baik yang harus ditanam serta dilaksanakan dengan pikiran yang suci serta hati yang tulus. Kedepan agar perbuatan kecil yang saya lakukan ini bisa mengetuk hati masyarakat untuk bisa menjadi pribadi yang lebih berguna”, ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia I Wayan Sumarna  mengatakan, acara metatah massal ini dikaitkan dengan rangkaian pujawali Ida Betara Sakti Dalem Pauman yang berstana di  Griya Agung Bang Pinatih Padangsambian. Dan dikatakannya juga, kegiatan metatah massal ini juga merupakan kegiatan rutin setiap tahun serta bertepatan dengan Piodalan,” katanya.

Sumarna menjelaskan, metatah massal ini diikuti oleh 40 orang dari berbagai kalangan masyarakat baik dari Bali maupun  luar Bali, Kegiatan ini terbuka untuk umum di seluruh Bali “Acara metatah massal diikuti 40 orang dari berbagai kalangan masyarakat umum ,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan seluruh peserta metatah massal ini sama sekali tidak dipungut biaya. “Seluruh rangkaian upacara ritual ini sama sekali tidak memungut biaya bagi para peserta yang mengikuti. Kegiatan ini murni dilaksanakan oleh Yayasan  Siwa Murti, karena ini bagian dari `yadnya` (keikhlasan),” tegasnya.@humastabanan

Pastikan Minim Masalah, Dewan Sambangi LC Sanggulan

TABANAN – Pantaubali.com – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tabanan melakukan kunjungan lapangan ke LC (Land Consulidation) Sanggulan,yang difasilitasi Asisten I Setda Kabupaten Tabanan, DPMPTSP dan Bagian TAPEM Setda Tabanan, Kamis,(30/7). Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan penataan LC tidak menimbulkan masalah, baik penataan maupun perizinan.

Dalam kesempatan tersebut,Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Tabanan, I Wayan Miarsana menyampaikan, telah melakukan pengecekan di Badan pertanahan dan di Desa untuk Map juga telah dilihat.Bahwa, warga sendiri melakukan penataan pribadi atas kesepakatan bersama.

“Kami dari Pemerintah jika telah ada penataan pribadi dilakukan tentunya kita mengapresiasi.Apalagi tanah disini telah terbengkalai dari tahun 87, sehinga membuat warga tidak memiliki hak milik atas tanah tersebut,” ujarnya.

Dengan telah lama terbengkalai, tentu membuat kerugian dari Pemda juga, seharusnya dari 74 hektar luas lahan pajaknya bisa masuk ke PAD Tabanan.

“Jika ada penataan dan SHM bisa dibuat, tentu PAD juga akan mampu meningkat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi II I Wayan Lara mengatakan, kegiatan turun meninjau kelapangan tentu fokus meninjau pembanggunanya, selain itu terkait perizinanya juga.

“Jika dilihat secara umum tidak ada masalah tinggal dari Pemda khusunya terkait NNJOPnya saja yang berubah nantina,”katanya.

Secara keseluruhan, memang telah bagus dan ada keuntungan untuk Pemda nantinya juga. Meskipun saat ini, karena belum diserahkan ke Pemda jadi Pemda belum memiliki peran atau sifatnya masih pribadi.

.

Wagub Cok Ace Minta Matangkan Program-Program Pariwisata di Tatanan Kehidupan Era Baru

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati meminta program-program pariwisata untuk tatanan kehidupan era baru terus dimatangkan. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Pemulihan Ekonomi Pariwisata Bali akibat dampat Covid-19 di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar (29/7).

Menurutnya saat ini Bali sudah memasuki fase ketiga, saat di mana jumlah kasus sembuh lebih banyak daripada jumlah kasus positif.

“Hal tersebut terbukti dari catatan kasus beberapa hari terakhir ini. Maka dari itu, saya minta program pemuliha ekonomi kita matangkan segera,” jelasnya dalam rapat yang turut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa, serta komponen pariwisata seluruh Bali.

Tokoh pariwisata tersebut juga menyambut baik pergeliatan ekonomi sejak dibukanya pariwisata untuk domestic lokal Bali pada tanggal 9 Juli yang lalu. “Pantai Kuta sudah ada pengunjung, beberapa restoran di Sanur juga sudah diisi pembeli, ini tanda positif untuk ekonomi Bali,” bebernya.

Untuk itu, ia meminta untuk segera dibuatkan pedoman yang baku tentang protokol kesehatan covid-19 di industri pariwisata. “Meskipun sebelumnya kita sudah bergerak duluan. Kita sudah melakukan sertifikasi industri pariwisata, sudah sering melakukan webminar dengan pasar asing juga, tapi saat ini kita perlu intensifkan segera untuk menyambut wisatawan nusantara yang akan dibuka tanggal 31 Juli mendatang,” bebernya.

Ia juga berharap, Bali bisa mendapatkan prioritas penyelenggaraan event-event yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Mengingat, memang semua daerah di Indonesia mengalami peghambatan laju ekonomi karena pandemi ini, namun Bali bisa dikatakan paling terpukul. “Bali mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi, kita paling terdampak. Jadi saya harap kita dapat atensi dari pusat,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa melaporkan hingga saat ini memang belum ada perkembangan wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Bali meskipun pariwisata untuk wisatawan mancanegara akan dibuka 11 September mendatang. Ia menerangkan mungkin karena memang kebijakan tiap Negara berbeda-beda.

Akan tetapi, dalam kesempatan tersebut ia tetap melaporkan berbagai langkah yang telah disiapkan pemerintah guna mengundang para wisatawan tersebut. “Kita terus sebarkan berbagai penerapan protokol kesehatan kepada industri pariwisata, sehingga bisa diimplementasikan secara menyeluruh,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa sertifikasi industri pariwisata telah dijalankan. Hal tersebut untuk meyakinkan para wisatawan bahwa Bali benar-benar siap dalam pelayanan di masa pandemi ini. Di samping itu, ia juga ingin mengintensifkan implementasi Pergub Bali no. 99 tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali kepada Hotel dan Restoran. “Hal ini bertujuan untuk membantu para UMKM kita yang terdampak juga karena Covid-19,” bebernya.

Duh! Penuhi Hasrat Seksual, Akok Nekat Nyolong Celana Dalam Istri Orang

Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto (tengah) didampingi Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya.

SINGARAJA – Pantaubali.com — Entah apa terbersit di benak Komang Agus Tawan alias Akok (35) warga Kelurahan Penarukan, Singaraja hingga nekat mencuri celana dalam milik istri orang di lingkungan perumahan Kelurahan Penarukan. Diduga pria pemulung itu, mengalami kelainan seksual.

Ketika melancarkan aksi konyolnya itu, pelaku Akok berpura-pura mencari rongsokan.

Tak pelak, akibat perbuatan tak terpuji itu, Akok diamankan jajaran Satreskrim Polres Buleleng.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto mengungkapkan, tersangka Akok diamankan di tempatnya bekerja. Dari hasil introgasi, tesangka mengakui perbuatannya. Aksi yang dilakukan tersangka Akok ini terjadi pada Senin (27/7) sekitar pukul 11.00 wita. Awalnya, tersangka saat mencari rongsokan kemudian melihat jemuran

“Aksi konyol Akok mencuri celana dalam di halaman rumah korban terekam kamera CCTV. Aksi ini kemudian dilaporkan oleh suami korban pemilik celana dalam tersebut yakni berinisial PDA (34),” ungkap Kasat Vicky, Rabu (29/7).

Dari hasil introgasi, tersangka Akok mengakui perbuatannya. Awalnya, tersangka saat mencari rongsokan kemudian melihat jemuran yang ada celana dalam.

Seketika muncul niat tersangka Akok untuk mengambil celana dalam itu. Tanpa pikir panjang, melihat situasi sepi Akok langsung mengambil celana dalam tersebut dan membawanya kabur.

“Ini yang dicuri memang tidak seberapa. Pengakuan tersangka Akok ini pertama kali. Tapi kami masih dalami, kemungkinan ada tempat lain juga dicuri CD-nya,” terang Kasat Vicky didampingi Kasubbag Humas, Iptu Gede Sumarjaya,Apa motif dibalik aksi pencurian celana dalam itu?
Kasat Vicky menduga, tersangka Akok mengalami kelainan seks.

Artinya, apabila tersangka melihat celana dalam yang dijemur, timbul nafsu tersangka dan hingga akhirnya nekat mengambil celana dalam korban.

“Dari pengakuannya celana dalam itu untuk istrinya, tapi kalau dilihat dari segi ukurannya jelas beda. Diduga tersangka ini ada seks menyimpang. Ini masih kami dalami lagi untuk mengungkap apa motifnya, termasuk kemungkinan ada motif lain (Pelet dan sejenisnya),” jelas AKP Vicky.

Sementara, Akok sudah memiliki istri mengakui, perbuatan yang dilakukannya tersebut lantaran gejolak nafsu yang tidak mampu dibendung.
“Setiap melihat ada celana dalam wanita, saya langsung nafsu,” singkatnya.

Akibat perbuatannya, kini Akok terancam dijerat dengan Pasal 364 KUHP tentang pencurian ringan, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 3 bulan penjara atau denda Rp 250 ribu.