- Advertisement -
Beranda blog Halaman 949

Kemarin, Total 31 orang Konfirm Positif Covid-19 di Tabanan

TABANAN- Pantaubali.com -Berdasarkan data laporan harian ketua harian gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tabanan per Minggu,(9/8) (Kemarin) di Tabanan yang mana untuk konfirm positif total tercatat sebanyak 31 orang. Dengan rincian 2 orang di isolasi di RSUP Sanglah,6 orang diisolasi di BRSUD Tabanan, 2 orang diisolasi di Bapelkesmas, 12 orang melakukan isolasi mandiri sedangkan 9 orang diisolasi di UPTD RS Nyitdah.

“Saat ini jika dilihat berdasarkan data akumulasi terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tabanan yaitu, 31 orang dalam perawatan, 122 orang dinyatakan sembuh, 155 orang total positif covid-19 dan 2 orang meningal dunia,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan yang juga Kadis Kominfo Tabanan ,I Putu Dian Setiawan saat dikonfirmasi kemarin,(Minggu,(9/8) di Tabanan.

Jika dilihat berdasarkan data sebelumnya konfirm positif Covid-19 di Tabanan tercatat mulai dari, 3 Agustus 2020 sebanyak 17 orang, 4 Agustus sebanyak 14 orang, 5, 6 dan 7 Agustus tercatat tetap sebanyak 15 orang selanjutnya pada 8 Agustus 2020 mengalami peningkatan tercatat sebesar 22 orang sedangkan per tanggal 9 Agustus (kemarin) total tercatat sebanyak 31 orang terkonfirm Positif Covid-19.Sembari Dirinya menambahkan, sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 5 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) tercatat sebanyak 178 orang sedangkan Orang Dalam Pemantauan(ODP) tercatat 0

Satu Seloki Arak,Akan Tersaji Setiap Wisatawan Dinner di Bali

KARANGASEM- Pantaubali.com – Dulu dimusuhi, sekarang mendapat panggung terhormat, dan hebatnya menjadi industri minuman khas Bali yang telah bersiap kembali menjadi produk unggulan dunia pariwisata.

“Dengan Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, saya merasa bersyukur, para petani kita memiliki payung hukum, dan secara tidak langsung minuman Arak ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupatem Karangsem dan Bali,”demikianlah kata Gubernur Bali, Wayan Koster yang disambut riuh tepuk tangan oleh petani arak asal Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Karangasem saat melakukan kunjungan kerja bersama Wagub, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, serta seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali Sabtu (8/8) dengan menggunakan mobil antik.

Lebih lanjut Wayan Koster mengungkapkan, perjuangannya untuk menjadikan minuman warisan leluhur khas Bali ini mendapatkan panggung terhormat sudah mulai dilakoni oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini saat melakukan Tos Arak Bali bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, Kamis (30/7) saat Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua.

“Setiap dinner, tamu saat ini harus wajib dijamu dengan Arak satu seloki. Jadi Pak Wagub Bali yang juga sebagai Ketua PHRI saya minta agar Arak ini dipromosi ke hotel dan restaurant. Sehingga kegiatan pariwisata, orang yang berkunjung ke Bali membawa oleh-oleh Arak Bali,” harapnya.

Ditengah Pandemi, UKM Tabanan Rambah Media On Line

TABANAN- Pantaubali.com – Ditengah pandemi Covid-19 ternyata tidak menyurutkan beberapa pelaku usaha kecil di Tabanan untuk menyerah begitu saja dengan keadaan. Seperti misalnya, dua pelaku usaha produk jajan trandisional Bali “Klepon” berbahan baku ubi ungu dan usaha alat-alat prekakas berupa Blakas, Pisau dan lain-lainnya.Kedua pelaku usaha tersebut kompak mengatakan, memanfaatkan media On Line dalam menjual produknya.

Seperti Sagung Bintang pemilik usaha jaje klepon saat ditemui belum lama ini di Tabanan menyampaikan, dalam kondisi saat ini tetap memanfaatkan media on line berpromosi. Dampak penjualanya juga sangat signifikan dirasakan, meskipun dalam kondisi ekonomi tidak menentu saat ini.

“Jualan on line, biar dapat jangkauan lebih luas lagi.Selain itu, konsumen bisa lebih bebas menentukan pesanan sesuai keinginanya,” jelasnya.

Selama masa Pandemi dirinya mengaku, jumlah pesanan malah meningkat dari sebelumnya.Mungkin menurut dirinya, disebabkan sebagian orang tingal di rumah atau tidak beraktifitas di luar rumah.Akhirnya membuat ingin nyemil mengisi waktu di rumah.

Selanjutnya, Ibu Diva pelaku usaha Pande atau prekakas berbahan dasar besi mengatakan, memang semenjak Pandemi sedikit tidanya berpengaruh pada jumlah penjualan yang merosot mencapai 50 persen.Melihat kondisi tersebut dirinya tidak tingal diam, akhirnya mencoba banting setir melakukan promosi manfaatkan media On Line selain penjualan secara langsung tetap dilakukan sampai saat ini.

“Ya tentu, sempat menurun penjualan barang dagaan saya mulai isu virus Covid-19 merebak. Yang akhirnya saya mencoba melakukan penawaran produk ke media On line juga saat ini,” tutupnya.

Gubernur Bali, Perjuangkan Hak Paten Arak Bali ke Kemenkumham RI

KARANGASEM- Pataubali.com -Masyarakat Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Karangasem yang 90 persen warganya berprofesi sebagai petani arak merasa sangat gembira dan bersyukur dengan hadirnya Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali yang dicetuskan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Kegembiraan para petani arak Tri Eka Buana ini meluap, saat Gubernur Koster disapa oleh seorang petani yang sedang memanjat pohon kelapa dengan memanggil Gubernur Bali “Pakyan”. Mendengar hal itu, Wayan Koster yang didampingi Wagub, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tri Eka Buana, Sabtu (8/8) langsung menyapa balik petani tersebut dengan melambaikan tangannya.

Setibanya di Kantor Perbekel Desa Tri Eka Buana, Gubernur Bali yang menghadirkan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, serta seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali merasa bangga, karena desa yang memiliki kebun kelapa yang membentang hijau berbentuk perbukitan itu memiliki kemajuan pesat disaat mengimplementasikan Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

“Pasca berlakunya Pergub Bali No.1/2020 ini, para petani arak di Desa Tri Eka Buana bisa diakomodir dalam bentuk koperasi, dan secara penghasilan rata-rata perhari para petani mendapatkan untung Rp 420 ribu (Perliter harga Arak Bali Rp 35.000 dan setiap hari menghasilkan 12 liter, red) atau dalam sebulan bisa meraup keuntungan mencapai sekitar Rp 12 juta,” demikian informasi yang disampaikan akademisi dari Fakultas MIPA, Universitas Udayana, I Made Agus Gelgel Wirasuta saat didampingi Perbekel, I Ketut Derka dan Ketua Koperasi Arak KBS Padat, I Gede Artayasa.

Alasan utama yang menyebabkan para petani arak mendapatkan keuntungan yang melimpah, karena menurut keterangan I Made Agus Gelgel Wirasuta bahwa para petani arak di Desa Tri Eka Buana, saat ini sedang menggunakan alat destilasi dengan 4 kolom bertingkat yang bisa mengirit penggunaan bahan baku arak (Tuak, red).

“Sekarang para petani hanya menggunakan 40 liter tuak untuk menghasilkan 12 liter arak perharinya. Kalau dulu atau sebelum Pergub Bali No.1/2020 ini lahir, dan sebelum menggunakan alat destilasi tersebut, para petani hanya bisa menghasilkan 10 liter arak perharinya dengan menggunakan bahan baku tuak sebanyak 60 liter,” ujar Made Gelgel dihadapan Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng dan Wagub Bali asal Puri Agung Ubud, Gianyar itu seraya mengatakan, karena alat destilasi dengan 4 kolom bertingkat ini memberikan dampak positif, maka pengembangan alat ini akan berlanjut dilakukan ke Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen.

Mendengar informasi itu, Wayan Koster bersama Wakilnya, Cok Ace langsung meminta Perbekel Desa Tri Eka Buana, I Ketut Derka untuk lebih serius menggarap produksi Arak khas Sidemen, Karangasem ini. Karena Gubernur Bali, Wayan Koster berkeinginan untuk mensejajarkan Arak Bali dengan minuman spirit yang ada di dunia, seperti Whisky, Vodka, hingga Sake. Apalagi Arak Bali di masa pandemi Covid-19, telah dimanfaatkan sebagai salah satu obat terapi yang berhasil menyembuhkan orang tanpa gejala yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya minta Pak Gelgel melakukan uji coba di tempat karantina Covid, dan ternyata arak ini punya pengaruh untuk mentreatmen pasien positif, dan tingkat kesembuhannya semakin tinggi mencapai 87 persen di Bali,” ujar Gubernur jebolan ITB ini dihadapan para petani Arak sambil membocorkan kinerjanya, bahwa sekarang saya sedang mengajukan Arak Bali ini ke Kemenkumham RI agar memperoleh hak paten sebagai Usada Tradisional (Pengobatan Tradisional,red) dan agar bisa diproduksi untuk menyembuhkan atau memperkuat daya tahan tubuh pasien yang terkena Covid, atau virus yang lainnya.

Kemudian secara ekonomi, Wayan Koster juga mengungkapkan Arak Bali akan dijadikan salah satu produk ekspor unggulan Bali. Untuk mewujudkannya, Gubernur Bali meminta kepada seluruh masyarakat di Pulau Dewata agar bersatu padu mengembangkan potensi Arak Bali ini dari hulu, yang dimulai dengan cara melestarikan kembali pohon Jaka, Kelapa, Ental yang notabene pohon-pohon ini mampu menghasilkan minuman Arak ternama di Bali.

Secara konsep pemberdayaan masyarakat Bali, Gubernur yang merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini dengan tegas ingin mengimplementasikan Program Tri Sakti Bung Karno yang salah satunya menciptakan kemandirian secara ekonomi atau ekonomi berdikari yang akarnya adalah kedaulatan rakyat. Sehingga pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dengan berbasis budaya sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru akan terus dirasakan masyarakat.

“Jadi krama Bali harus mengelola Koperasi Arak ini, krama Bali juga harus mengelola perusahaan Arak ini dengan memberikan kemasan Barak “Balinese Arak”, hal ini kami tekankan agar krama Bali benar-benar merasakan manfaatnya secara ekonomi, apalagi BPOM juga sudah mendukung penuh dan bahkan telah ada 4 perusahaan yang telah mendapatkan ijin edar dari BPOM. Kalau kepentingan ekspor, baru Pemerintah akan melibatkan para investor,” ujar Koster seraya mengajak para petani meningkatkan sedikit harga Arak ini dengan tetap menjaga kualitas rasa, aroma kekhasan Bali, karena Bali juga saat ini telah memiliki Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali yang bisa dijadikan modal dalam memajukan industri minuman warisan leluhur khas Bali.

Ny Putri Koster, Sebut Pasar Gotong Royong Mampu Bantu Petani

BADUNG- Pantaubali.com -Ny Putri Suastini Koster mengungkapkan kebanggaan saat menghadiri ‘Gebyar Pasar Minggu’ yang dilaksanakan manajemen Krisna Oleh-Oleh di Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (9/8).

Di pasar yang melibatkan para petani itu, menyediakan sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.Ratusan pengunjung ‘Gebyar Pasar Minggu’ mendapatkan bahan sayuran yang segar dengan harga yang cukup murah. Hal ini dikarenakan petani yang langsung membawa hasil panennya kemudian bertransaksi dengan para pembeli di pasar tersebut.

Sesaat setelah meninjau ‘Gebyar Pasar Minggu’, Ny Putri Koster mengharapkan kegiatan ini dapat memacu semangat pengusaha lainnya untuk ikut menyiapkan pasar gotong royong di wilayahnya masing-masing.

“Dengan demikian, kita dapat membantu upaya pemasaran hasil panen pada petani, di tengah lesunya daya beli masyarakat sebagai dapat pandemi Covid-19,” ujarnya di antara para penunjung yang bertransaksi untuk mendapatkan bahan sayur segar, ikan, bumbu dapur dan lainnya.

Sejumlah kebutuhan pokok mulai dari jenis sayur dijual dengan harga Rp2.000-Rp10.000 per kg, telur dijual Rp8.000 per 10 butir, beras merah Rp18.000 dan beras C4 seharga Rp55.000 per kg, dan buah bisa dibeli mulai dari harga Rp7.000 sampai Rp24.000 per kilogramnya.Ny Putri Koster bangga dengan kesempatan ini, di mana para petani dapat berjualan langsung di halaman Krisna Oleh-Oleh dan memberi dampak positif bagi warga sekitar untuk membeli kebutuhan dapur dengan harga yang relatif terjangkau.

“Mari kita bergotong royong membangkitkan pekonomian masyarakat secara perlahan, sekaligus memberikan kesempatan pada petani untuk menyalurkan hasil panennya kepada masyarakat umum, karena saat ini hasil pertanian yang sebelumnya terserap oleh hotel dan restoran mengalami keanjlokan karena tidak tersalurkan pemasarannya dengan baik,” ujar pendamping orang nomor satu di Bali itu.

Seniman muntitalenta itu menyebutkan, harga jual hasil panen petani yang disalurkan melalui tengkulak sangat jauh dengan harga jual di pasaran pada umumnya. Dengan adanya wadah yang memberikan mereka tempat dan lahan berjualan, maka para petani ini akan dapat langsung memberikan harga dasar kepada masyarakat luas.

“Hal ini tentu saja memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak, yakni hasil panen petani terserap ke pasar dengan baik, dan bagi konsumen juga diuntungkan dengan mendapatkan sayuran segar dan harga yang cukup murah,” ujar Ny Putri Koster.

Seperti yang diungkapkan I Made Sandi, seorang petani asal Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan yang merasa sangat bersyukur masih ada pihak yang peduli dengan keadaan para petani.

“Bersyukur kami dapat menjual hasil panen yang sejak wabah Virus Corono cukup sulit untuk dapat menyalurkannya ke pasaran,” ujarnya, berbangga.

Pihak penyelenggara ‘Gebyar Pasar Minggu’ menyatakan bahwa kegiayan ini dimaksudkan untuk melakukan sinergitas antara pemerintah, pihak swasta dan petani dalam rangka pemasaran yang sehat dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau. Pasar ini diharapkan menjadi momen bagi semua pihak untuk turut menikmatinya, sehingga sayur organik juga bisa dibeli dengan harga murah.

Ny Putri Koster menyebutkan, lewat pasar ini para petani dapat langsung bertransaksi dengan para pembeli, namun jika keadaan sudah normal kembali, maka persaingan pasti akan kembali terjadi sehingga ke depan perlu dilakukan kesepakatan tentang harga jual komoditas pertanian.

Setelah kran pariwisata kembali dibuka, Ny Putri Koster mengharapkan perekonomian masyarakat Bali dapat kembali menggeliat dan dibarengi dengan konsumsi sayur dan buah organik yang bebas kimia,sekaligus mampu mensejahterakan petani dan masyarakat luas.

Gubernur Bali, Bangun SMA Seluas 1,4 Hektar di Abang

KARANGASEM- Pantaubali.com – Kabupaten Karangasem mendapatkan hadiah dari Pemprov Bali di bulan yang penuh dengan suasana Kemerdekaan RI Ke-75. Hadiah itu berupa Sarana dan Prasarana Pendidikan SMA Negeri, setelah sebelumnya Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana menyampaikan aspirasi terkait adanya anak didik lulusan SMP di Kecamatan Abang sudah sekian tahun harus menempuh pendidikan SMA Negeri dengan jalur yang cukup jauh, yakni di Kecamatan Kubu, Karangasem.

Atas kondisi itu tepat pada, Sabtu (8/8) Saniscara, Umanis, Tulu, Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) langsung mewujudkan SMA Negeri 1 Abang yang berlokasi di Desa Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Hal itu terlihat saat Gubernur Koster bersama Wagub Cok Ace, dan Wabup Karangasem, I Wayan Artha Dipa bersama Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali, Ir. I Nyoman Astawa Riadi melakukan prosesi peletakan batu pertama di lahan milik Pemprov Bali seluas 1,4 hektar tersebut.

“Saya telah merespon seluruh masukan masyarakat Bali termasuk masyarakat Karangsem, yang pada umumnya mereka kesulitan mendapatkan hak pendidikan di SMA/ SMK Negeri, karena sudah selama 10 tahun tidak ada pembangunan sekolah SMA/SMK Negeri di Pulau Bali ini,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini seraya mengungkapkan perasaannya sebagai mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan yang membidangi dunia pendidikan di Indonesia, dengan nada terharu Wayan Koster menyatakan, kalau saya dengar ada anak didik di perdesaan tidak bisa sekolah atau jauh mendapatkan sekolah SMA/SMK Negeri, saya malunya minta ampun dan sedih. Karena itu, program pendidikan wajib belajar 12 tahun ini saya prioritaskan dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, agar masyarakat mendapatkan hak pendidikan wajib belajar 12 tahun.

Lebih lanjut Wayan Koster merasa bersyukur, karena pembangunan SMAN 1 Abang ini dapat dimulai ditengah pandemi Covid-19, dan Kabupaten Karangasem adalah kabupaten yang mendapat prioritas pelayanan Sekolah Menengah Atas dari Pemprov Bali, yang mana sebelumnya telah kami bangun SMK Negeri di Kecamatan Kubu serta yang terbaru kami bangun SMA Negeri di Kecamatan Abang. Sehingga di tahun 2021 nanti, penerimaan siswa didik baru kami harap tidak lagi mengalami kesulitan seperti tahun-tahun kemarin, dan tahun mendatang.

“Kedua sekolah ini diusulkan oleh Pak Gede Dana selaku Ketua DPRD Karangasem, dan astungkara SMAN ini terwujud berkat kerja keras Pak Sekda dan Pak Kadis PUPR Bali, sehingga SMA ini bisa dibangun tahun ini walau anggarannya terbatas ditengah Covid-19,” ujar Gubernur jebolan ITB ini seraya menegaskan pembangunan SMAN 1 Abang tanpa melalui pembebasan lahan, karena berdiri diatas tanah Pemprov Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali, Ir. I Nyoman Astawa Riadi menyatakan pembangunan SMAN 1 Abang dilaksanakan pada tahun 2020 ini selama 150 hari dengan anggaran mencapai Rp. 12 Milyar, dan akan berakhir pada 17 Desember 2020.

“Secara lokasi, sekolah ini sangat strategis karena berada di jalan utama Kecamatan Abang dan berlokasi di tengah permukiman penduduk, sehingga jarak siswa untuk bersekolah tidak jauh seperti dulu lagi,” ujarnya seraya berharap anak-anak yang terdaftar di tahun ajaran ini bisa menempati bangunan kelas baru SMAN 1 Abang.

Ekonomi Bali,Perlu Dilihat Dengan Dimensi Ke Depan

BADUNG – Pantaubali.com -Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Musyawarah Provinsi (Muprov) VII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali di The Trans Resort Hotel, Badung, Sabtu (8/8) pagi.

Dalam sambutannya Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Kadin Bali untuk melihat ekonomi dengan dimensi ke depan. Bali tidak lagi bisa hanya mengandalkan pariwisata. Menurutnya Bali harus mulai dengan paradigma ekonomi yang baru.

“Maka agenda saya dua tahun ini mulai menyiapkan ekosistem untuk itu. Yaitu menyeimbangkan fundamental perekonomian Bali. Yang meliputi pariwisata, pertanian dan industri,” ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini menambahkan industri yang akan dikembangkan adalah industri yang berbasis pada keunggulan masyarakat Bali. Industri berbasis branding Bali dengan inovasi, kerajinan dan kreativitas masyarakat Bali.“

Untuk bisa menjalankan fundamental ekonomi ini harus didukung dengan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur darat, laut, udara secara terkoneksi dan terintegrasi. Satu-persatu kita wujudkan,” kata Gubernur Koster.

Pria yang menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengatakan akan segera membahas konsep pemulihan ekonomi Bali. Titik dan sektor mana saja yang bisa menjadi pengungkit pemulihan ekonomi Bali. “Pada tahapan itu saya akan banyak bicara dengan Kadin dan pelaku ekonomi yang ada di Bali,” ujarnya yang disambut riuh tepuk tangan peserta Muprov.

Oleh karena itu Gubernur Koster berharapa Muprov Kadin Bali ke VII ini berjalan lancar sehingga menghasilkan pengurus yang nantinya bisa bersinergi dengan pemerintah daerah. Gubernur berharap Kadin Bali bisa memahami dan menyesuaikan diri dengan visi pembangunan daerah Bali ke depan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Jadi ekonomi Bali ke depan akan lebih berpihak kepada sumber daya lokal Bali. Ada leverage. Jadi mana yang global, mana yang nasional dan lokal. Supaya lebih memberi manfaat kepada masyarakat lokal Bali,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Ia berharap pelaku ekonomi Bali ke depan lebih mengedepankan kebersamaan, kolaborasi dan sinergi. Anggota Kadin Bali diharapkannya memiliki daya juang yang tinggi, jujur, setia dan tabah, termasuk dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19 ini.

Sebelumnya Ketua Umum Kadin dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Bidang Organisasi, Ali Said berharap Gubernur Bali dan pemerintah daerah selalu membina dan memberi dukungan terhadap eksistensi Kadin Bali. Menurutnya kuartal ketiga tahun 2020 ini menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi Indonesia sehingga tidak terjebak ke dalam jurang resesi. Di sisi lain pemulihan ekonomi harus tetap dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi gelombang kedua.

Tampak hadir dalam Pembukaan Muprov Kadin VII ini Ketua Kadin Bali Incumbent Made Ariandi, pengusaha senior Gde Wirata dan sejumlah tokoh serta perwakilan pemangku kepentingan lainnya.

Inpres Nomor 6 Tahun 2020 Keluar, Dewan Desak Bupati Tabanan Keluarkan Perbup

TABANAN-Pantaubali.com-Presiden telah menggeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 yang intinya memberikan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas. Untuk bisa melaksanakan inpres tersebut,daerah harus membuat aturan teknis berupa peraturan bupati (Perbup).

Terkait hal tersebut I Made Dirga belum lama ini di Tabanan mendesak Bupati agar segera mengeluarkan Perbup tersebut.

Keluarnya inpres tersebut sangat bagus untuk mendisiplinkan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun. Kalau sebelumnya hanya sebatas himbauan dan pembinaan, dalam inpres yang baru sudah memuat sanksi bagi pelanggar protokol Kesehatan.

“Inpres itu sangat bagus untuk mendisiplinkan seluruh masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas,”jelasnya.

Guna melaksakan hal tersebut, di daerah harus dibuat aturann pelaksanaannya berupa Perbup untuk mengatur sanksi yang diberikan apakah administrasi, denda atau jenis sanksi lainnya bagi pelanggar protokol kesehatan. Tanpa adanya Perbup yang mengatur secara spesifik, Inpres tersebut tidak bisa dilaksanakan termasuk oleh aparat seperti kepolisian, TNI, Perhubungan, Satpol PP termasuk adat sebagai dasar hukumnya di lapangan.

Saya mendesak bupati segera membuat Perbup,”katanya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil eksekutif untuk membahas soal Inpres tersebut. Hal tersebut diperlukan, guna mengetahui langkah yang akan diambil eksekutif untuk pelaksanaannya di lapangan.Hal tersebut harus segera dibahas dan dibuatkan aturan sebagai ada dasar hukum bagi aparat dalam bertindak di lapangan.

“Kami segera panggil eksekutif untuk membahas hal tersebut,”tutupnya.

Ny Putri Koster, Ajak HISKI Bali Bergeliat Kawal Pengembangan Sastra Modern

DENPASAR-Pantaubali.com-Ny Putri Suastini Koster memberi dukungan penuh dalam pengembangan dan pelestarian kesusastraan Indonesia di tengah gempuran era globalisasi yang hampir memusnahkan tradisi adat apabila masyarakat yang ada di daerah Bali tidak kuat menjaganya.

Semakin banyak arus budaya barat yang masuk menjadi ancaman yang tidak terlihat, namun telah menggeroti warisan tradisi secara nyata. Mengingat itu, semua pihak wajib untuk ikut berperan serta melestarikan dan mengembangkan tradisi seni baik tradisional ataupun seni modern, kata Ny Putri Koster saat menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Bali 2020-2024, di Jayasabha Denpasar, Jumat (7/8).

Wanita yang merupakan penyair kawakan itu menyampaikan, perhatian pemerintah yang besar terhadap kesenian tradisional Bali sudah terlihat nyata melalui wadah gelar seni, yang antara lain berupa Pesta Kesenian Bali (PKB). “Pesta seni ini setiap tahun dilaksanakan, juga harus diberikan dukungan oleh kita semua,” ujarnya, nenandaskan.

Namun demikian, terkait kancah seni modern, pendamping orang nomor satu di Bali itu mengajak HISKI Bali untuk terus aktif mengawal perkembangan seni modern yang selama ini antara penggiat dan penikmat seninya masih menjadi satu.

“Pesta Kesenian Bali mendominir kesenian tradisi Bali, dan kita yang berada dalam seni modern (sastra) masih berusaha sendiri dalam melestarikan kesusastraan modern di wilayah Bali. Dengan kata lain, masih berputar-putar di sana, yakni para penggiat dan penikmat karyanya menjadi satu. Ya, yang itu-itu saja orangnya,” kata Ny Putri Koster, mengungkapkan.

Terlepas dari itu, ujar seniman yang akrab dipanggil Bunda Putri, masyarakat seni harus bersyukur karena Gubernur Bali sudah membuka satu ruang seni untuk dapat mewadahi karya seni modern, yakni Festival Seni Bali Jani (FSBJ). Dengan demikian, Bali kini memiliki dua ajang pegelaran seni besar, yaitu PKB dan FSBJ.

Pesta Kesenian Bali yang mewadahi kesenian tradisi dengan segala inovasi, kreasi dan kreativitas senimannya, sementara Festival Seni Bali Jani merupakan wadah berkiprahnya seni modern, mulai dari musik hingga gendrenya, serta karya sastra yang meliputi puisi, cerpen dan teater. Tidak hanya itu, FSBJ juga memberi ruang dan penghargaan kepada anak-anak yang senang menulis, sehingga mereka nantinya diharapkan mampu bersaing dengan penulis-penulis buku-buku dari luar.

Di Festival Seni Bali Jani juga akan memberikan kesempatan bagi penulis untuk memamerkan karya tulisannya, sehingga mampu menjadi embrio dalam rangka membangkitkan kemauan generasi muda untuk mencintai karya tulisan, sekaligus menjadi penulis muda, kata Bunda Putri, menjelaskan.

Bunda Putri berharap HISKI hadir bukan hanya dalam bentuk seremonial saja, namun bersama-sama menguatkan seni kesusastraan di setiap perhelatan atau ajang seni yang terkait dengan acara literasi, yang nantinya mampu menggawangi dan memberikan arah positif terhadap perkembangan sastra khususnya yang ada di Bali terutama di bidang modern, mengingat seni tradisi sudah kuat dalam pelestarian budaya dan tradisi yang memang sudah mendapat perhatian dari pemerintah.

Pada kesempatan itu, Bunda Putri yang duduk sebagai Penasihat HISKI Bali tampil membacakan puisi yang berjudul ‘Sayap’, buah pena Putu Putri Suastini Koster.

Gubernur Bali, Apresiasi Seluruh Instansi Ikut Pasar Gotong Royong

DENPASAR-Pantaubali.com-Gubernur Bali Wayan Koster sangat mengapresiasi keterlibatan semua instansi dan masyarakat umum dalam pelaksanaan Pasar Gotong Royong. Demikian terungkap saat Gubernur Koster menghadiri salah satu Pasar Gotong Royong yang diselenggarakan instansi vertikal OJK Wilayah Bali Nusra di Denpasar, Jumat (7/8) pagi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran (SE) Nomor 15036 Tahun 2020 tentang Program Pasar Gotong Royong Krama Bali. Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD dan swastamenyelenggarakan Pasar Gotong Royong Krama Bali pada tiap Jumat pagi.

Gubernur Koster mengatakan kegiatan ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 15 Juli 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, agar mengutamakan penggunaan produk lokal untuk menggairahkan perekonomian para petani, nelayan, perajin dan pelaku UMKM.

Menurut Gubernur, barang yang disediakan untuk dijual pada kegiatan ini merupakan bahan pokok sehari-hari sesuai kebutuhan para pegawai. Oleh karena itu, pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Bali diwajibkan membelanjakan 10 persen gaji mereka untuk berbelanja di pasar tersebut.

Dikatakan Gubernur Koster, sesuai surat edaran bahwa mereka yang bertindak sebagi penjual adalah harus petani langsung, dan bukan tengkulak atau pedagang.

“Yang datang saya harap petani langsung dan yang membeli langsung pegawai, mungkin juga masyarakat umum,” kata Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Dengan model ini, lanjut Gubernur, akan membuat harga menjadi lebih murah, dan misalnya sayuran yang dibeli pun kondisinya lebih segar. Karena produk pertanian yang dibeli langsung dari tangan petani. Di sisi lain, para pegawai juga mendapat kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Tidak harus bertransportasi kesana kemari bisa langsung ke kantor,” ujarnya.

Yang tidak kalah penting, penyelenggaraan pasar Gotong Royong ini mengedepankan penerapan protokol Tatanan Kehidupan Era Baru. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ekonomi gotong royong dalam masa pandemi Covid-19.

Gubernur Koster menyebutkan bahwa Provinsi Bali menjadi provinsi pertama yang melaksanakan program pro rakyat ini. Bahkan inisiatif kreatif Gubernur Bali ini mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Kepala OJK Wilayah Bali Nusra Elianus Pongsoda mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung upaya pemulihan ekonomi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang berdampak luar biasa terhadap perekonomian daerah Bali. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal kedua tahun 2020 ini sebesar minus 10,98 persen untuk year on year (yoy).

“Kita harus berupaya mengungkit ekonomi, salah satunya dengan membeli produk pertanian lokal Bali,” ujarnya.

Elianus mengatakan di Kantor OJK Bali Nusra saja ada sekitar 100 orang pegawai yang berpartisipasi membeli berbagai produk pertanian yang dijual. Selain karyawan OJK, ia juga mengundang kalangan industri keuangan untuk berbelanja.

Tampak hadir perwakilan sejumlah bank BUMN, BPD Bali, BPR dan kalangan industri keuangan lainnya.

Untuk tetap menjaga jarak aman, Elianus mengatakan mengundang pelaku industri keuangan secara bertahap setiap minggunya.

“Mudah mudahan (kegiatan ini, red) bermanfaat untuk memulihkan kembali ekonomi Bali,” ujarnya.