- Advertisement -
Beranda blog Halaman 945

Nyambi Beli Rokok,Pria Asal Banyuwangi Embat HP Dipolisikan di Marga

TABANAN – Pantaubali.com – Seorang pria asal Banyuwangi,Jawa Timur berinisial MJ (23) nekat embat HP milik salah satu pedagang bernama I Made Suadnya di Umadiwang Kangin, Desa Batanyuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan pada Rabu,(19/8).Atas perbuatanya tersebut akhirnya pelaku kepergok yang selanjutnya dipolisikan warga setempat.

Terkait kejadian tersebut,Kasubbag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia seijin Kapolres Tabanan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut dan mebeberkan kronologis kejadian.Berawal hari Rabu,(19/8) kurang lebih Jam 17.30 Wita pelaku datang ke warung Nenek Dajus alamat Umadiwang Kangin, desa Batanyuh, Kecamatan Marga, Tabanan untuk membeli rokok seharga Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) menggunakan uang Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

Pelapor kemudian menyerahkan 3 (tiga) batang rokok sampoerna dan uang kembalian sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) , kemudian pelaku meminta uang kembalian Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) dibelikan rokok. Selanjutnya saat pelapor memasukan uang ke laci dan mengambil rokok , pelapor melihat pelaku mengambil HP di atas Duzz Aqua di sebalah kasir.

Selanjutnya pelaku menyembunyin dibelakang punggungnya, pelapor kemudian bertanya” Apa kamu ambil itu dan dijawab Pelaku “Tidak ada” karena tidak puas pelapor menarik tangan kanan pelaku dan melihat 1 (satu) buah HP merk OPPO A33w warna putih milik istri Pelapor berada pada tangan kanan dan disembunyikan oleh Pelaku.

Pelaku kemudian berusaha lari menaiki sepeda motor miliknya dan dikejar oleh pelapor kemudian pelapor menendang sepeda motor milik Pelaku hingga motor tersebut terjatuh kemudian saksi bersama warga lainya mengamankan pelaku. Selanjutnya pelaku diserahkan berikut BB kepada Polsek Marga, Tabanan guna proses lebih lanjut.

“Pencurian dengan tertangkap tangan oleh warga sebagaimana diatur dalam pasal 362 KUHP”, jelasnya.

Dirinya menambahkan, adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku yaitu, 1unit Handphone merk OPPO A33w warna putih dan 1unit Sepeda motor Merk Honda Vario Warna Hitam No.Pol DK 5482 LY.

Gubernur Bali, Bangun Kantor Majelis Desa Adat di Bumi Mekepung

JEMBRANA – Pantaubali.com – Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana resmi dibangun dilahan milik Pemprov Bali yang berada di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Negara seluas 7 are.

Hal ini terlihat saat Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menepati janji politiknya di Bumi Mekepung, Kamis (20/8) dalam upacara peletakan batu pertama Pembangunan Kantor MDA Jembrana yang dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha, Wakil Bupati, I Made Kembang Hartawan, Anggota DPR-RI Komisi IV, Made Urip, Sekda Bali, Dewa Made Indra, dan Bendesa Agung, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

Pembangunan Kantor MDA Jembrana yang ditarget selesai pada bulan Desember 2020 dengan menggunakan dana CSR senilai Rp 3 Milyar lebih dan didesain dengan gaya arsitektur Bali berlantai 2 ini merupakan implementasi kerja nyata Gubernur Koster bersama Wagub Cok Ace untuk melaksanakan lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” yang salah satunya di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Selain bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, hingga bidang pariwisata.
Dalam sambutannya, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini menegaskan pembangunan Kantor MDA Jembrana ini adalah lanjutan dari proyek pembangunan di Kantor MDA Provinsi Bali yang akan diresmikan pada pertengahan September 2020. Kemudian berlanjut pembangunannya di Kantor MDA Kabupaten Gianyar.

“Khusus untuk Kabupaten Gianyar, Pak Bupati Gianyar dengan mandiri menggunakan APBD Kabupaten membangun Kantor MDA tersebut,” jelas Koster seraya menyampaikan setelah itu, kami akan bangun Kantor MDA Kabupaten/Kota secara berturut-turut mulai di Karangasem, Denpasar, Bangli, Buleleng, dan Tabanan. Jadi di Tahun 2020 ini ada 7 Kabupaten/Kota yang akan dibangun Kantor MDA. Kemudian di tahun 2021, pembangunan Kantor MDA akan berlanjut di Kabupaten Klungkung dan Badung.

Lebih lanjut, Wayan Koster yang merupakan pencetus Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, dihadapan Bendesa se-Kabupaten Jembrana menegaskan semua tanah yang digunakan dalam pembangunan Kantor MDA ini menggunakan aset tanah Pemerintah Provinsi Bali dan dibangun menggunakan dana CSR, bukan dari APBD Provinsi Bali.

“Saya cermati, dan saya surati semua BUMN di Bali agar membantu Desa Adat, dan hasilnya bersyukur semuanya komitmen membantu pembangunan ini. Kemudian karena saya berteman dengan Bapak Ahok yang saat ini menjabat di PT. Pertamina, Bali langsung diberikan bantuan sama Pak Ahok senilai Rp 5 milyar, jadi kalau ditotal sekarang bantuannya sudah ada Rp 29 milyar yang terkumpul,” ujar Gubernur Bali yang mahir dalam berdiplomasi ini.

Dibalik kegigihannya memperjuangkan keberpihakan Pemerintah Provinsi Bali terhadap keberadaan Desa Adat di Bali yang ia mulai dari Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, kemudian membuat Dinas Pemajuan Desa Adat Provinsi Bali, hingga meningkatkan anggaran di masing-masing Desa Adat sebanyak Rp 300 juta, terungkap bahwa Gubernur jebolan aktivis Pemuda Hindu (Peradah,red) ini menilai dan mempelajari betul keberadaan Desa Adat di Bali merupakan warisan adiluhung yang sudah sepantasnya dihargai dengan hal-hal konkret.

“Kita bisa bayangkan, Desa Adat di Bali sudah ada sejak abad ketujuh, dan hari ini sampai seterusnya kita berkewajiban meneruskan warisan Ida Bhatara Mpu Kuturan dengan menjaga serta melestarikannya, sehingga mumpung sekarang saya (Wayan Koster, red) menjadi Gubernur Bali, saya harus urus betul Desa Adat ini, mulai dari buatkan Perda-nya, Dinas-nya (OPD, red), dan inilah yang disebut keberpihakan,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Sementara itu, Bendesa Madya MDA Kabupaten Jembrana, Made Subagia dalam laporannya menghaturkan terimakasih kepada Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace yang sudah membangun Kantor MDA. Kata Made Subagia, bahwa Krama Desa Adat di Jembrana sudah sepaham dalam satu pemikiran yang tertuang dalam visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali.

“Karena ide Bapak Gubernur Koster, Bali sekarang sudah luar biasa Desa Adatnya, Perda Desa Adat berhasil diperjuangkan, lalu ada anggaran Desa Adat senilai Rp 300 juta, dan semoga ditambah Rp 50 juta. Sekarang lagi diberikan gedung kantor, jadi semoga Bapak Gubernur Koster diberikan kemudahan dalam menjalankan tugasnya,” ujar Made Subagia.

Sebagai penutup, Gubernur Wayan Koster menekankan bahwa pihaknya akan mengontrol betul pembangunan Kantor MDA ini, dan kontraktornya juga dimintanya harus punya dedikasi, bertanggungjawab, dan hasilnya berkualitas.

“Saya ingin Kantor MDA ini dibangun dengan gagah, karena ini warisan leluhur Bali (Ida Bhatara Mpu Kuturan, red) jadi harus berwibawa Kantor MDA ini berdiri, untuk itu pengerjaan kontruksinya harus baik, agar kantor ini berdiri kokoh,” tutupnya.

Bali,Ekspor Kakao Fermentasi 10 Ton ke Osaka Jepang

JEMBRANA – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati tidak bisa menutupi kebahagiaannya atas kesuksesan petani Kakao di Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen, Jembrana yang kembali mengekspor Kakao Fermentasi sebanyak 10 ton ke Osaka Jepang, meskipun Bali dan Dunia masih dilanda pandemi Covid-19.

“Pelepasan Ekspor Biji Kakao Fermentasi Bali khas Jembrana ini ke Jepang adalah salah satu implementasi dari lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” yang saat ini sedang diprioritaskan dalam pemulihan perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang salah satunya di bidang pangan, sandang dan papan, selain bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta bidang pariwisata,” ujarnya, Kamis (20/8) dihadapan Bupati Jembrana, I Putu Artha, Wakil Bupati, I Made Kembang Hartawan, Anggota DPR-RI Komisi IV, Made Urip, Sekda Bali, Dewa Made Indra, Ketua UPH Amerta Urip, I Made Sugandi, dan Kelian Subak Abian, Ketut Sutama.
Atas keberhasilan ekspor Biji Kakao Fermentasi Bali khas Jembrana itu, membuat Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menilai Pertanian Bali masih menjadi primadona dan komoditi ekspor yang didambakan dunia ditengah pandemi Covid-19.
Untuk menjaga potensi Kakao ini tetap lestari dan memberikan manfaat secara ekonomi kepada petani, Wayan Koster melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, bahwa pada tahun 2020 telah mengalokasikan bantuan kakao sebanyak 100.000 pohon dengan luas 100 Ha, dan sebanyak 10.000 pohon diantaranya dialokasikan di Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen. Kemudian ada juga bantuan bibit kelapa gajah 12.000 pohon dengan luas 100 Ha yang tersebar di beberapa Subak Abian, selanjutnya ada bantuan alat pasca panen kakao yang berlokasi di Unit Pengolahan Hasil Amerta Urip, Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen berupa bangunan pengolah hasil, unit pengering solar drayer, dan kotak fermentasi serta timbangan duduk.

“Dulu waktu saya menjadi Calon Gubernur Bali, sempat berkunjung ke perkebunan kakao ini, saya lihat kualitasnya bagus, dan sudah saya prediksi waktu itu potensi Kakau Bali khas Jembrana ini luar biasa, sehingga dulu saya berfikir perlu didukung perkebunan ini dari hulu dan hilir, ternyata hilirnya sudah bergerak sendiri sampai ke Eropa. Sehingga sekarang yang perlu kita tingkatkan ialah produksinya, dan lahannya diperluas,” cerita Mantan Anggota DPR-RI Dapil Bali 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Untuk di hulunya, Gubernur Bali jebolan ITB ini mengharapkan aspek budidaya Kakao perlu terus di intensifkan, selanjutnya Subak Abian ini saya harap membentuk koperasi-koperasi pengolahan dan pemasaran hasil seperti Koperasi Kertha Semaya Semaniya di Desa Nusasari, Kecamatan Melaya yang mampu memproduksi kakao olahan dan telah berhasil menembus pasar dunia, seperti Prancis, Finlandia, dan Jepang. Dengan membentuk wadah koperasi, Koster meyakini akan memudahkan para petani untuk koordinasi dan untuk pembinaan, serta dapat menggerakan anggota dalam kerjasama dalam pengelolaan dan pemasaran hasil.

Tidak hanya Kakao Fermentasi Bali khas Jembrana yang menjadi perhatian Gubernur Koster, namun ia berulang kali memperjuangkan dunia pertanian di Bali yang hasilnya bisa diekspor, seperti Manggis dan sekarang sedang dipetakan program unggulan pertanian lainnya untuk bisa diekspor.

“Setelah Kakao, dan Manggis, kita perlu memikirkan Salak Bali, Buah Naga untuk bisa difasilitasi di Direktorat Bea Cukai dengan bekerjasama dengan sejumlah negara untuk membuka ekspor produk-produk Bali,” tambah pencetus Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali ini.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana melaporkan bahwa di Kabupaten Jembrana memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan komoditas perkebunan, yang diantaranya seperti komoditas kelapa, kakao, cengkeh, dan panili.

Khusus tentang komoditas kakao di Jembrana, kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali bahwa di Jembrana merupakan kabupaten dengan luasan kebun kakao terbesar di Bali yang mencapai 43,25 persen, sekaligus merupakan kabupaten yang memiliki konsen untuk mewujudkan Kakao Fermentasi di Bali.

Secara harga, Kakao Jembrana harganya sangat spesifik berkisar antara Rp 58.000 sampai 60.000 per Kg, dan mungkin ini merupakan harga kakao fermentasi termahal di Indonesia.

Lebih lanjut Ida Bagus Wisnuardhana melaporkan dari total produksi kakao Bali yang mencapai sekitar 4.849 ton, maka target biji kakao yang diolah menjadi kakao fermentasi pada tahun ini sekitar 1.000 ton, dan akan dipenuhi sekurangnya 600 ton dari Kabupaten Jembrana untuk kebutuhan pasar ekspor, seperti yang diagendakan hari ini melaunching sebanyak 10 ton Kakao Fermentasi ke Osaka Jepang.

“Gambaran ekspor Kakao Fermentasi pada hari ini membuka mata kita bahwa sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan masih tetap eksis pada situasi pandemi Covid-19,” jelasnya.

Diakhir acara Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Bupati Jembrana, I Putu Artha, Wakil Bupati, I Made Kembang Hartawan, Anggota DPR-RI Komisi IV, Made Urip, Sekda Bali, Dewa Made Indra menyerahkan bantuan permodalan Bank BPD Bali kepada UPH Amerta Urip Rp. 200 juta, dan dilanjutkan dengan Peresmian Bangunan Pasca Panen Kakao di UPH Amerta Urip.

Dalam kesempatan itu, para petani di Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen, Jembrana juga mempamerkan Minuman Bubuk Cokelat yang di produksi oleh KWT Kusuma Sari, Desa Candikusuma, Jembrana, dan Minuman Arak Pasatan yang diproduksi oleh UPH Amerta Urip.

Pandemi, Peminat Lukisan di Galery Merosot

DENPASAR – Pantaubali.com – Ditengah pandemi kondisi usaha galery menurut salah satu pecinta seni lukis Hendra Dinata yang akrab disapa Sinyo,Rabu,(19/8) di Denpasar menyampaikan, telah terjadi penurunan penjualan di galery sampai titik nol bahkan minus.Meskipun demikian harus tetap optimis serta tetap bertahan,salah satunya dengan cara melakukan pengelolaan dengan sebaik-baiknya. Jika tidak dilakukan dengan baik, tentu Galery bisa gulung tikar.

“Dari Maret sampai saat ini,sama sekali tidak ada penjualan lukisan di Galery.Dilihat dari dapak menurut saya, seluruh aspek berdapak saat ini, bukan hanya galery saja.Bahkan, jika dilihat untuk galery penjualnya turun sangat-sangat derastis bahkan sampai minus,” jelasnya.

Guna menutup biaya operasional galery dilakukan dengan biaya keuntungan-keuntungan galery sebelumnya dipakai terlebih dahulu.Agar mampu bertahan ditengah kondisi saat ini.

“Cost-cost keuntungan sebelumnya dinorokin dahulu, agar mampu menutupi pengeluaran-pengeluaran selama pandemi berlangsung.Akan tetapi, tidak pernah diketahui sampai kapan akan berlangsung kondisi ini”, ujarnya.

Dalam kondisi saat ini, tentu tetap melakukan pembenahan,pembersihan galery, lahan sampai dengan merapikan lukisan-lukisan.Jadi, kegiatan tersebut dilakukan sementara dalam kondisi saat ini.

Dirinya menambahkan,sebelum pandemi Covid-19, peminat lukisan di galery beragam, selain lokal dari mancanegara juga ada seperti dari Eropa.

Permintaan Bibit Sayur dan Buah Meningkat di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Meskipun ditengah pandemi Covid-19 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Nyoman Budana saat ditemui kemarin(Rabu,(19/8) di Tabanan mengatakan, kebutuhan akan bibit sayuran dan buah semakin meningkat di Tabanan.Hal tersebut bisa dilihat dari adanya peningkatan penjualan bibit serta mulai bermunculan dibeberapa bentang lahan pertanian ditanami sayur.

“Dari pemantauan sempat dilakukan penjualan bibit terus mengalami peningkatan.Dominan peningkatan terjadi pada penjualan bibit jenis sayur hijau”, jelasnya.

Jika dilihat dilapangan,spot-spot atau beberapa are luas lahan terlihat telah ada ditanami sayur selain padi.

“Hampir diseluruh lahan pertanian terlihat berisi jenis tanaman sayur.Selain itu, bibit buah juga mengalami peningkatan, khususnya jenis bibit buah alpukat.Melihat kondisi tersebut kami berani mengatakan meningkat dari segi luasanya”, ujarnya.

Adanya peningkatan tersebut cendrung akan berimbas ke harga jual produk hasil pertanian tersebut.Produksi banyak,tentu harga cendrung menurun.

“Ya, saya lihat hampir dimana-mana seperti itu.Jika produknya banyak pasti harganya akan menurun”, tutupnya.

Gubernur Bali, Apresiasi Gerakan Diversifikasi dan Ekspose UMKM Pangan Lokal 2020

TABANAN – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster apresiasi gerakan Diversifikasi dan Ekspose UMKM Pangan Lokal Tahun 2020 di Provinsi Bali, yang berlangsung di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Rabu (19/8) yang menyampaikan, kegiatan ini sangat sesuai dan sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, di mana sektor pangan menjadi salah satu dari 5 program bidang prioritas.
Kelima bidang prioritas tersebut mencakup pembangunan yang dipolakan dan diintegrasikan di seluruh Bali dan pembangunan yang dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah kabupaten/kota.

“Ketersediaan pangan di Bali tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tetapi juga berkualitas, sehingga diperlukan kebijakan yang serius dalam bidang pertanian dari hulu ke hilir”, jelasnya.

Di samping itu, ragam pangan juga perlu dikembangkan sesuai dengan kondisi alam dari daerah masing- masing sehingga menghasilkan pangan berkualitas. Apa yang cocok ditanam sesuai kondisi daerah, maka pangan tersebut menjadi konsumsi masyarakatnya.

“Penggunaan pangan lokal juga meski didorong yang ketersediaannya cukup berlimpah. Dengan demikian, ekonomi masyarakat akan bergerak dari hasil pertanian lokalnya, terlebih hasil pangan lokal Bali tidak kalah kualitasnya dengan pangan dari luar”, ujarnya.

Ke depan pasar untuk distribusi pangan lokal juga perlu terus dibangun, termasuk bagaimana agar pangan lokal dapat diserap secara maksimal di hotel-hotel dan restaurant.Sehingga produk pertanian bisa diberdayakan sebagai produk pariwisata dan nantinya akan meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pangan dan mengeskalasi UMKM pangan agar dapat berkembang usahanya. Dengan demikian pada saatnya nanti akan dapat menurunkan ketergantungan konsumsi beras, dan meningkatkan konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat lainnya”, katanya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan pada pagi hari ini di antaranya untuk mengantisipasi krisis pangan global dan ancaman kekeringan, penyediaan pangan alternatif sumber karbohidrat lokal non-beras serta menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari ini diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dari masing masing kabupaten atai kota se Bali. Dalam kegiatan ini juga digelar menu berupa olahan pangan non-beras dari bahan lokal,” tutupnya.

Polwan Polres Tabanan,Diharapkan Bijak Bermedia Sosial

TABANAN – Pantaubali.com – Kabag Sumda Polres Tabanan Kompol Luh Ketut Amy Ramayathi Prakasa, S.I.P., M.M., Seijin Kapolres Tabanan menyampaikan,seluruh anggota Polwan Polres Tabanan bisa lebih bijak menggunaan media sosial agar tidak menyebarkan berita hoax, itu disampaikan dalam pelaksanakan Gaktibplin terhadap Polwan jajaran Polres Tabanan dalam rangka menyambut hari jadi Polwan ke -72 Tahun 2020, Rabu,(19/8).

“Hati-hati dalam menggunggah sesuatu di media sosial yang bersifat menyinggung SARA maupun penyebaran berita bohong atau hoax,” jelasnya.

Selain itu, yang tak kalah pentingnya, agar seluruh Polwan Polres Tabanan selalu menjaga citra Polri di masyarakat serta dapat selalu mematuhi norma-norma dan aturan yang berlaku sebagai anggota Polwan.Sembari dirinya menambahkan,personil Polwan Polres Tabanan bisa selalu memperhatikan kesehatan diri dimasa Pandemi sehingga tetap terhindar dari Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan juga pemeriksaan sikap tampang serta kelengkapan administrasi perorangan seluruh Polwan Polres Tabanan.

“Selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan adanya pelanggaran dari Personil Polwan jajaran Polres Tabanan dan bisa berlangsung tertib serta lancar,” tutupnya.

Pergi Mebanten,Pria Paruh Baya Meregang Nyawa di Kebun

TABANAN – Pantaubali.com – Pria paruh baya berinisial MM (73) asal Banjar Dinas Umaseka, Desa Antosari, Kecamatan, Selemdeg Barat,Tabanan, Selasa,(18/8) pukul 16.45 wita ditemukan telah meregang nyawa tepat di bawah pohon pisang di Kebun milik korban.

Sebelumnya menurut sang istri korban Ni Ketut Switri, korban pamitan ke kebun untuk mebanten.

Terkait kejadian tersebut Kasubbag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia seijin Kapolres Tabanan saat dikonfirmasi kemarin (Selasa,(18/8) membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologis kejadian,pada Selasa,(18/8) kurang lebih pukul 11.00 wita korban pamitan ke kebun untuk sembahyang ( mebanten ), sekira pukul 16.30 wita korban tidak pulang ke rumah.Selanjutnya korban dicari ke kebun oleh istri korban Ni Ketut Switri.

Sesampai di kebun istri korban terkejut melihat korban tergeletak tepat di bawah pohon pisang, dan sudah direbut semut merah ( semangah). Ni Ketut Switri menangis sambil berteriak, dan meminta bantuan warga sekitar.

Akhirnya pada pukul 16.45 wita Perbekel Antosari menghubungi Pihak Kepolisian Polsek Selemadeg Barat. Pukul 17.20 wita personil Polsek Selemadeg Barat beserta team medis Puskesmas Selemadeg Barat tiba di TKP, selanjutnya dilakukan olah TKP dan pemeriksaan luar pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.Diperkirakan korban meninggal sekitar 6 atau 8 jam yang lalu,” jelasnya.

Dengan kejadian tersebut dari pihak keluarga menolak,dilakukan otopsi dan menerima iklas kematian korban yang merupakan suatu musibah.

“Mayat korban akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga guna dilakukan prosesi lebih lanjut,” tutupnya.

Wagub Bali, Buka Acara Hybrid Drive Concert

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, secara resmi membuka simulasi Festival Bali Era Baru hybrid drive concert yang diselenggarakan oleh DPD Ivendo berempat di Gong Perdamaian Kertalangu, Denpasar pada Selasa (18/8).

Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan, sebagaimana diketahui bahwa sejak maret 2020 Bali terkena pandemi covid-19 dan sampai saat pandemi masih terus berlanjut. Hal tersebut membuat tekanan ekonomi yang semakin menurun, dimana saat ini Bali sudah mencapai minus 10,98% dimana angka tersebut merupakan angka terburuk yang pernah dialami Provinsi Bali.

“Tentu penekanan ekonomi ini memberikan dampak disemua sektor yang ada di Bali, baik pariwisata, pertanian maupun sektor penyelenggaraan even-even musik atau panggung lainnya”, tuturnya.

Bahwa adanya pandemi ini dengan segala dampaknya tentu membuat masyarakat kebingungan. Jika dilihat, dalam menghadapi pandemi ini, sisi kesehatan memang merupakan harga mati namun disisi lain kehidupan juga harus berjalan. Untuk itu, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa dengan masih diselimutinya Bali dengan pandemi Covid-19 ini maka menjalani kehidupan harus diimbangi dengan menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat sehingga dalam menerapkan aktivitas dapat terhindar dari penyakit.

Dirinya memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan simulasi konser tersebut. Wagub Cok Ace menilai dari awal penyambutan tamu sampai dengan acara berlangsung sudah sangat menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan para petugaspun dengan sigap menegur peserta yang tidak melakikan physical distancing. Cok Ace berharap setelah acara tersebut berakhir agar dilakukan evaluasi dan selanjutnya membuat suatu pedoman protokol kesehatan saat menyelenggarakan even konser.

“Saya harap pedoman tersebut nantinya bisa dijadikan acuan bagi pelaku pariwisata lainnya khususnya para penyelenggara even dalam membuat suatu kegiatan”,pungkasnya.

Dalam acara yang juga dihibur dengan berbagai hiburan musik dari para musisi Bali, juga dihadiri oleh parta stake holder terkait diantaranya Kepala Bank Indonesia Provinsi Bali, Wakil kepala OJK Bali, Ketua Bali Tourism Board, Ketua Asosiasi Pariwisata SeBali, Ketua Gipi Bali dan undangan lainnya.

Gubernur Bali, Inginkan Pembangunan Pasar Menjadi Prioritas

GIANYAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menginginkan agar infrastruktur pembangunan pasar yang akan menunjang pertumbuhan perekonomian masyarakat luas agar digenjot dan dijadikan prioritas. Hal ini disampaikannya saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Umum Gianyar, Selasa (18/8).

Pembangunan infrastruktur yang menghidupkan ekonomi kerakyatan di tengah pandemi Covid-19 dilakukan Bupati Gianyar menjadi perhatian positif dari Gubernur Wayan Koster. Yang diharapkan ke depan dapat memberikan tempat yang nyaman dan bersih bagi para pedagang yang ada di pasar umum Gianyar.

“Lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” yang saat ini sedang diprioritaskan dalam pemulihan perekonomian di masa pandemi Covid-19 adalah bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta bidang pariwisata,” jelasnya.

Pedagang diminta agar bersabar, karena setiap pembangunan menuju hal yang lebih baik tentunya membutuhkan kesabaran dan pengorbanan waktu, sehingga nantinya setelah kembali beroperasi akan lebih nyaman dan bersih jika dibandingkan sebelumnya.

“1800 pedagang yang sebelumnya sudah tercatat sebagai pedagang di sini, harus diprioritaskan untuk mendapatkan tempatnya kembali, termasuk pedagang yang sebelumnya sempat menolak,” pinta Gubernur Koster.

Sebagai pimpinan daerah, Bupati Gianyar sudah melakukan tugas dan tanggung jawabnya untuk kepentingan masyarakat luas, sehingga pasar umum yang nantinya akan diberi nama “Pasar Umum Rakyat Gianyar” dengan menyertakan tulisan aksara Bali akan segera beroperasi setelah pembangunan rampung, dan diperkirakan akan tuntas pada November mendatang ini akan nampak lebih bersih, nyaman dan lengkap dengan wastafel sebagai syarat dari penerapan protokol kesehatan di masa pandemi melalui Tatanan Kehidupan Bali Era Baru.

Kontraktor pembangunan Pasar Umum Gianyar juga diminta untuk turut menggunakan tenaga kerja yang berasal di wilayah Gianyar, sehingga perputaran ekonomi dapat kembali dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Selanjutnya,Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra mengatakan, setelah peletakan batu pertama pembangunan Kantor MDA Gianyar, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Umum Gianyar merupakan sejarah kedua di hari yang sama di Kabupaten Gianyar pada hari yang sama.

Peletakan batu pertama pembangunan pasar umum yang berada di pusat kota (titik nol kota Gianyar) yang menghidupi seribu delapan ratus (1800) pedagang, yakni ratusan pedagang yang menggunakan los dan seribu pedagang bermobil merupakan tempat transaksi antar penjual dan pembeli yang setiap harinya mencatatkan pemasukan hingga milyaran rupiah.

“Ekonomi di tempat ini berputar dengan baik, sehingga renovasi pembangunan pasar yang sebelumnya mendapat hambatan dan penolakan dari pedagang yang ada akhirnya bisa dilakukan, setelah pasar yang dibangun pada tahun 1771, dan terakhir direnovasi pada tahun 1994,” ungkap Bupati Gianyar saat menyampaikan pemaparan pembangunan di depan Gubernur Wayan Koster dan undangan lainnya.

Pembangunan pasar yang sebelumnya mendapat perlawanan dari pedagang akhirnya disetujui setelah dilakukan koordinasi dengan baik antara Bupati yang dibantu OPD terkait dengan pedagang. Dijelaskan bahwa pembangunan atau renovasi pasar ini dilakukan untuk menghilangkan kesan kumuh, bau, air yang berwarna coklat dan banyak copet sehingga ke depan akan semakin bersih, nyaman, tertata dan mampu menarik pelanggan untuk berbelanja.

Pembangunan Pasar Umum Gianyar dilaksanakan di atas lahan seluas 1,4 hektar yang di mulai dari hari ini selasa 18 Agustus sampai tanggal 6 November mendatang, sesuai rencana akan di resmikan pada bulan Januari 2021 oleh Gubernur Bali. Dengan dilakukannya peletakan batu pertama proyek pembangunan Pasar Umum Gianyar dengan tagline “Membangun Dengan Integritas” diharapkan mempu menjadi momentum meningkatkan sinergitas dan kepedulian antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun koordinasi yang baik dalam mewujudkan Bali yang Agung melalui visi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru”.

Setelah meletakkan batu pertama sekaligus peresmian pembangunan pasar umum Gianyar yang ditandai dengan penekanan tombol sirine, Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati Gianyar dan sejumlah Kepala OPD Provinsi Bali melanjutkan kegiatan peninjauan pembangunan atau renovasi lapangan Astina-Gianyar.