- Advertisement -
Beranda blog Halaman 932

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi Ny. Putri Koster Panen Sayur di Batusesa

TABANAN – Pantaubali.com –  Setelah sebelumnya melakukan panen bawang putih di Babahan, Penebel, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, kembali melakukan kegiatan panen sayuran di Banjar Batusesa, Desa Candi Kuning, Baturiti, Minggu (20/9).

Pada kesempatan tersebut, panen sayuran dilakukan di sebuah lahan milik petani lokal setempat, dengan tujuan untuk mensupport para petani di tengah pandemi saat ini, sehingga tidak patah semangat untuk bertani. Mengingat hampir seluruh hasil pertanian di tengah pandemi mengalami penurunan yang sangat drastis.

Bahkan pemilik lahan Ibu Wayan Suryani merasa kaget dan sangat terharu karena telah dikunjungi oleh Ny. Putri Koster dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya beserta rombongan. “Tiang kaget, karena tidak tahu kalau Ibu Gubernur dan Ibu Wakil Bupati akan kesini. Merasa terharu jadinya,” ucapnya.

Ia pun berharap agar Ibu Gubernur dan Ibu Wakil Bupati, sering-sering berkunjung ke Desanya agar para petani di Desanya lebih bersemangat lagi meskipun harga saat ini sangat anjlok. “Tiang berharap beliau-beliau lebih sering kesini, tentunya jangan dadakan seperti ini, sehingga kami ada persiapan,” imbuhnya dengan polos.

Melalui kegiatan panen ini, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya pun berharap kehadirannya dengan Ny. Putri Koster beserta rombongan mampu menjadi penyemangat, terlebih mampu mendongkrak harga sayuran di pasaran, khususnya di Kabupaten Tabanan. “Melihat situasi seperti ini, kami ingin selalu turun menyemangati masyarakat. Menginggat sektor unggulan dari Tabanan adallah Pertanian,” ucapnya.

Begitupun dengan Ny. Putri Koster, disamping prihatin melihat situasi para petani sayur di Batusesa dengan anjloknya harga di pasaran, Ia pun sangat khawatir nantinya hal ini akan dimanfaatkan oleh pihak luar yang ingin mencari keuntungan.

Untuk itu, Ia meminta kepada semua pihak terkait di Banjar Batusesa dan sekitarnya agar melindungi, menjaga dan ikut menyemangati para petani. Sehingga para petani lebih bersemangat lagi melakukan produksi.

Lebi lanjut. Ny. Putri Koster juga berharap agar masyarakat lebih membudidayakan sayuran lokal ketimbang sayuran impor. Karena menurutnya, sayuran lokal di Tabanan lebih bagus kualitasnyan daripada sayuran luar.

“Selama ini kita terlalu fokus pada makanan yang mempunyai kualitas impor untuk para wisatawan, sehingga masyarakat kita tidak terlalu biasa mengkonsumsi sayuran tersebut. Untuk itu kita samakan saja, sehingga masyarakat kita didik menikmati makanan berkualitas dari petani kita,” ujarnya.

Ia meberikan perumpaan seperti saat panen bawang putih lokal di Babahan. Ia mengakui bahwa kualitas bawang putih lokal lebih bagus dari bawang putih impor. “Mungkin itu kualitasnya bagus lalu kita ekspor, trus kita impor lagi bawang putih yang tidak jelas kualitasnya dari luar dan itu yang kita konsumsi. Sehingga masyarakat terbiasa mengkonsumsi bawang luar,” imbuhnya. @humastabanan

Ini,Update Penanggulangan Covid-19 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini (Sabtu,(19/9) mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 85 orang melalui Transmisi Lokal,sembuh sebanyak 140 orang, dan meninggal Dunia sebanyak 7 orang.

Jumlah kasus secara kumulatif tercatat sebanyak terkonfirmasi Positif 7.628 orang,Sembuh 6.213 orang (81,45%), dan Meninggal Dunia 206 orang (2,70%).
Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.209 orang (15,85%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Selanjutnya dalam data tersebut juga tertulis sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Untuk memutus rantai penularan Covid-19 maka keramaian dalam bentuk tajen disetiap Desa Adat harus dihentikan sementara serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19.

Dalam hal ini perlu didukung upaya Pemerintah, dengan disiplin,melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini.

Kader Banteng Kerambitan,Satu Suara Menangkan Paket Jaya-Wira

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua PAC PDIP Kerambitan, I Ketut Arsana Yasa menyampaikan, meskipun ada pembatasan kegiatan, pihaknya tetap akan mengikuti aturan tersebut.Selain itu juga, tetap semangat melakukan sosialiasi person to person guna memenangkan paket Jaya-Wira di wilayah Kecamatan Kerambitan, itu disampaikan, saat Pendidikan Politik dan Konsolidasi Internal Partai di PAC Kerambitan, Sabtu (19/9) di Kerambitan.

“Walaupun ada pembatasan, kita tetap ikuti tapi semangat kita tetap untuk memenangkan Jaya-Wira dan kita siap untuk memenangkan Jaya-Wira di Kerambitan,” ujarnya.

Meskipun pergerakan agak berat ditengah situasi Covid-19 ini, namun akan tetap turun kemasyatakat untuk mensosialisasikan paket Jaya-Wira.Selain itu, tetap akan menyerap aspirasi masyarakat, yang nantinya akan diperjuangkan apa menjadi keiginan masyarakat saat paket Jaya-Wira berhasil duduk di Pemerintahan Kabupaten Tabanan.

“Meskipun agak berat tapi kita tetap berjuang, kita akan turun kebawah mengambil hati masyarakat dengan menyerap aspirasi masyarakat, ketika paket ini menang saat itu kita akan ajak untuk meminta program dari Pemerintah,” paparnya.

Selanjutnya, Ketua DPC PDIP Tabanan, yang juga sebagai calon Bupati, I Komang Gede Sanjaya didampingi calon Wakilnya, I Made Edi Wirawan menyampaikan, untuk semangat pengurus dan kader PDIP di Kecamatan Kerambitan tidak diragukan lagi, itu sudah terbukti pada perhelatan Pileg 2019 kemarin.

Jika dilihat untuk di Kecamatan Kerambitan, yang lolos ke DPRD Tabanan hanya dari PDIP saja. Dimana kader PDIP yang lolos dari Kecamatan Kerambitan yaitu I Ketut Arsana Yasa dan I Wayan Lara. Sedangkan secara keseluruhan untuk perolehan suara di Dapil I (Tabanan-Kerambitan) PDIP berhasil meraih 7 kursi dari 10 kursi yang ada.

“Semangat pengurus dan prestasi kader kita di Kecamatan Kerambitan tidak diragukan lagi, karena di dapil kerambitan hanya fraksi PDIP saja yang ada. Kalau di Dapil I ini hitungannya PDIP sudah tembus 70 persen,” jelasnya.

Para Kader di Kerambitan agar tetap kompak dalam memenangkan Pilkada ini. Bagaimana seluruh Kader yang ada sampai ditingkat anak ranting disuruh bergerak untuk mensosialiasikan Paket Jaya-Wira ini.”

Mari kita bangun soliditas dan komunikasi yang baik, bagaimana kita kompak bersatu untuk memenangkan hajatan ini. Bagaimana nanti kita mensosialiasikan paket Jaya-Wira ini disosialiasikan kemasyarakat sampai diakar rumput,” tegasnya.

Dalam waktu dan kesempatan yang sama,Ketua DPP PDIP, I Made Urip mengatakan, rekomendasi Paket Jaya-Wira ini sudah melalui proses di DPP Partai. Menurut Urip paket ini sangat ideal untuk memimpin Tabanan saat ini. Dimana I Komang Gede Sanjaya sudah punya pengalaman dua kali jadi Wakil Bupati sedangkan I Made Edi Wirawan juga sudah tiga kali duduk di DPRD Tabanan.

“Dengan pengalaman keduanya, saya rasa paket ini mampu memimpin Tabanan kedepan. Karena pengalaman Sanjaya yang sudah dua kali menjadi Wakil Bupati Tabanan dan Pk Edi juga seorang peraktisi pariwisata saya rasa kedua kader kita nanti mampu mengambil keputusan dan membuat program untuk tabanan”, tutupnya.

“CEO Goes To BALI”,Diharapkan Mampu Gairahkan Pariwisata di Tengah Pandemik

DENPASAR – Pantaubali.com – Indonesia telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan pada pariwisata nasional. Kontribusi pariwisata Bali pada tahun 2019 terhadap devisa negara mencapai 116 triliun rupiah atau sekitar 41,43% dari devisa pariwisata nasional.

Selain itu, pariwisata Bali juga memberi pengaruh terhadap perekonomian Bali karena mencakup 53 % peranan strategis PDRB Bali. Kini, perekonomian dan pariwisata Bali tengah menghadapi sebuah tantangan yang besar akibat pandemik COVID-19.

“Kondisi ini telah memberikan dampak signifikan pada segala aspek kehidupan kita, mulai dari aspek sosial, agama, budaya, dan ekonomi, dimana sektor pariwisata sebagai sektor utama roda perekonomian Bali telah menjadi sektor yang paling berdampak buruk,” hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dalam sambutannya saat mewakili Gubernur Bali pada acara
CEO GOES TO BALI di Taman Begawan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Jumat (18/9).

Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama telah bergotong-royong dalam menangani COVID-19. Meski jumlah kasus positif di Bali mengalami peningkatan, namun kami tidak menyerah. Tracing kasus kian gencar dilakukan untuk membatasi dan menghentikan persebaran virus.

Pada 18 September, di Bali tercatat 7.543 kasus positif Covid-19, dengan tingkat kesembuhan mencapai 6.073 orang (80,51%), dan jumlah yang meninggal sebanyak 199 orang (2,64%).Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan dan ekonomi bukanlah sebuah pilihan yang harus kita pilih salah satunya,

“Saya percaya pencegahan penyebaran wabah adalah isu yang penting, namun juga harus diseimbangkan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kesehatan dan kelajuan ekonomi harus berjalan bersamaan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali telah menyusun Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru melalui Surat Edaran No. 3355 Tahun 2020, yang diperkuat dengan Pergub No. 46 Tahun 2020 tentang Disiplin Protokol Kesehatan untuk Mencegah Penyebaran COVID-19, sebagai komitmen bersama untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19,” imbuh Wagub Bali yang biasa disapa dengan sebutan Cok Ace.

Kedisiplinan masyarakat dan seluruh pihak dalam menerapkan protokol kesehatan sangatlah penting demi menekan laju kasus positif COVID-19 di Bali, serta memperoleh kepercayaan dari para wisatawan. Kedua regulasi tersebut sebenarnya merupakan komitmen pemerintah untuk terus berupaya agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan meski kita masih belum terlepas dari resiko wabah COVID-19.
Membangun kembali pariwisata Bali bukanlah hal yang mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah bagaimana membangun rasa percaya wisatawan pada pariwisata Bali, apalagi jika berkenaan dengan aspek kesehatan.Semua pihak hendaknya memandang tantangan ini bukan sebagai beban, tetapi sebagai peluang bagi Bali untuk mengembangkan pariwisata agar dapat kembali bangkit dan bahkan menjadi lebih baik lagi di masa depan, dimana pengembangan potensi yang ada disesuaikan pada standar protokol kesehatan yang menekankan pada isu Kebersihan, Kesehatan, dan Keamanan. Namun, upaya ini tentu harus melibatkan peran aktif masyarakat dan pihak swasta.

Per,16 September 2020, jumlah wisatawan nusantara yang datang melalui pintu Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai 3000-5000 orang per hari. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali akan terus mengoptimalkan upaya mendatangkan wisatawan nusantara untuk berkunjung ke Bali dalam rangka memulihkan pariwisata dan perekonomian Bali setidaknya hingga akhir tahun 2020.
Secara khusus Wagub Cok Ace berharap agar para CEO turut berperan aktif untuk mendukung berbagai program dan langkah-langkah optimal demi membangkitkan kembali perekonomian Bali dan seluruh pihak dapat saling bergotong- royong serta saling memberikan semangat dan motivasi positif di tengah pandemi ini.Pada kesempatan ini Wagub Cok Ace mengingatkan agar kita senantiasa menerapkan standar protokol kesehatan di manapun kita berada.

Ketua Dewan Pembina Komunitas CEO Indonesia Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan bahwa kunjungannya bersama sejumlah rombongan termasuk Ketua CEO Indonesia-Bali Chapter Paulus Herry Arianto adalah serangkaian dukungan mereka terhadap kegiatan pariwisata Bali agar bisa kembali bergairah di tengah pandemik covid di indonesia.

Sesuai rencana rombongan akan mengunjungi beberapa lokasi wisata di Bali, di awali dengan kunjungan ke lokasi pembangunan CEO The Legacy Resort, dengan penandatanganan batu pertama oleh Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang kemudian selanjutnya akan mengunjungi beberapa tempat wisata tradisional di bali.Sementara Trisya Suherman selaku Ketua Umum Komunitas CEO Indonesia menyampaikan bahwa dalam kondisi new normal masyarakat tetap aman melakukan perjalanan luar kota asalkan tetap mengikuti protokol yang ada.

Diharapkan dengan adanya perjalanan ini dapat mengurangi kekhawatiran para wisatawan untuk berkunjung atau berwisata ke Bali. Trisya berharap para wisatawan domestik dapat kembali berkunjung ke Bali untuk berlibur, bekerja dari Bali, dan bersekolah dari Bali, mengingat semua kegiatan online tersebut dapat dilakukan dengan suasana yang lebih menyenangkan sehingga dapat mengurangi tingkat stres pada masa pandemik COVID-19.

Kegiatan ini diharapkan, mampu mengembalikan gairah para wisatawan untuk kembali berkunjung ke Bali, sehingga dapat menggerakan kembali perekonomian masyarakat Bali.Tetapi pemerintah tetap mengharapkan para wisatawan untuk dapat mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan, sehingga upaya untuk tetap menjaga kesehatan di tengah wabah virus corona dapat dilakukan.

Dewan,Gelar Rapat KUA/PPAS APBD tahun 2021 Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – DPRD Kabupaten Tabanan gelar rapat kerja badan anggaran dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan.Membahas Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021,Jumat,(18/9) (kemarin) di ruang rapat Paripurna,DPRD Tabanan.

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga menyampaikan, jika dilihat sesuai aturan tentu harusm embahasKUA/PPAS,sebelumnya suratnya juga telah diberikan ke DPRD Tabanan pada 4 September 2020 yang lalu.Karena waktu yang mendesak maka, harus dilakukan dan baru saat ini dapat digelar rapat.

“Masalah pendapatan, jika dilihat dari situasi saat ini tentu kita harus maklumi.Serta jika dilihat dari pendapatan kita (Tabanan) juga telah menurun”, jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, tentu harus secara bersama-sama bekerja maksimal.

“Melihat keadaan seperti ini, tentunya kita (DPRD Tabanan) harus secara bersama-sama Pemerintah ikut dalam upaya meningkatkan pendapatan”, ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja mengatakan, akibat adanya pandemi menyebabkan pendapatan di Kabupaten Tabana menjadi menurun sebesar Rp 400 milyar lebih.Dengan kondisi tersebut maka,kegiatan akhirnya tidak kita posting dananya.

“Saat ini kita terpaksa bergerak dengan oprasional kantor saja.Maka, sebagian besar kegiatan yang biasa dilakukan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sementara tidak dapat dilaksanakan”, jelasnya.

Sembari Dirinya menambahkan, adapun langkah-langkah dilakukan yaitu, telah turun langsung ke desa-desa serta akan turun kembali guna melakukan pengecekan,Terkait penyebaran Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang biasanya dilakukan oleh Kelian Dinas mungkin tidak semuanya tersebar.Maka, nantinya akan diitervensi kembali, Selanjutnya terkait pelayanan secara Online juga akan lebih dimasifkan kembali.Hal tersebut dilakukan,guna mengurangi kontak secara langsung ditengah Pandemi.

Pemprov Bali dan Kemenkes RI,Berkolaborasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berkolaborasi dengan delapan pemerintah provinsi (Pemprov) di Indonesia termasuk Pemprov Bali. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dalam rangka tugas percepatan penangan pandemi Covid-19 dan sekaligus memulihkan pandangan dunia internasional terhadap Indonesia.

Mengawali kunjungannya selama tiga hari di Bali, rombongan ini pada Jumat (18/9), bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Ruang Rapat Balai Gajah, Jayasabha, Denpasar.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menjelaskan sejumlah aksi nyata yang telah dilaksanakan Pemprov Bali bersama Kapolda Bali dan Pangdam IX/ Udayana dalam rangka percepatan penangan pandemi Covid-19 di Pulau Dewata. Alhasil, belakangan telah menunjukkan hasil signifikan guna menurunkan angka kasus Covid-19 di Bali.

“Di lapangan sudah menurun sejumlah aktivitas masyarakat, kegiatan adat, termasuk juga tajen. Ditambah adanya Surat edaran (SE, red) bersama FKUB dan PHDI, yang sepakat membatasi aktivitas masyarakat serta penerapan protokol kesehatan (Prokes),” ujarnya.

Di hadapan Tim yang khusus diturunkan ke sejumlah provinsi untuk memantau dan mempercepat penanganan Covid- 19 itu, Gubernur Koster mengatakan pihaknya secara langsung terus melakukan koordinasi dengan Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana serta bupati/walikota se- Bali sebagai respon meningkatnya kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19.

“Kita lakukan koordinasi, secara intensif, langkah pencegahan dan penanganan. Ternyata ada kemajuan, setelah 14 September sudah ada penurunan jumlah kasus baru per hari. Namun menurut saya ini belum cukup, masih harus dikontrol lagi agar kasus baru bisa benar-benar bisa ditekan ke angka minimal, seperti dulu,” tegas anggota DPR RI tiga periode ini.

Sejumlah aksi yang dilaksanakan dengan jajaran Polda dan Pangdam, antara lain membatasi kegiatan masyarakat seperti perkantoran, pasar hingga tempat wisata.
“Saya berterima kasih Bali dapat perhatian besar pemerintah pusat. Bantuan pada pencegahan hingga pelayanan kesehatan kami sangat harapkan.

“Sebagai destinasi wisata dunia Bali diharap bisa jadi wajah penanganan Covid-19 di indonesia,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Sementara itu dr Daniel Tjen , Staf Khusus Kementerian Kesehatan menjelaskan kunjungan tim Kemenkes ini sesuai arahan Presiden Jokowi melalui Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

“Ada delapan provinsi yang diprioritaskan (untuk penanganan Covid-19,red,). Dan intinya bersama dengan gubernur dan jajaran, berkolaborasi, agar target yang diberikan Presiden (percepatan penanganan Covid-19 dalam 14 hari red,) bisa dicapai,” terang mantan Direktur Kesehatan TNI ini.

Menurutnya, keberhasilan penanganan Covid-19 di Bali akan sangat berperan terhadap pandangan dunia terhadap Indonesia.

“Bali sebenarnya sudah bagus. Sekarang kita berupaya meningkatkan kepatuhan dalam Prokes sesuai kearifan lokal untuk memutus mata rantai penularan. Tidak perlu tunggu vaksin, mulai dari diri kita, dengan taat Prokes adalah cara paling efektif, masif dan nurah untuk tekan kasus baru,” kata Dr Tjen.

Khusus pada penurunan angka kematian, dikatakan dr Tjen, harus diintervensi dengan membuat definisi operasional dengan benar, apakah meninggal akibat Covid-19 atau disebabkan penyakit penyerta lain sesuai dengan panduan dari WHO.

dr Tjen juga menyoroti perlintasan darat dan laut masuk ke Bali yang agak rawan.

“Perbatasan darat dan laut harus dijaga ketat. Target diberikan 14 hari, kita harus berusaha percepat dan perbesar angka kesembuhan. Ini perlu langkah konsisten dan intens. Lalu yang tidak kalah penting tenaga kesehatan harus betul- betul dilindungi,” pungkasnya.

Rombongan Kemenkes RI ini akan berada selama tiga hari di Bali. Mereka direncanakan memantau langsung di antaranya petugas kesehatan di kabupaten/kota hingga desa-desa serta berkolaborasi. Hal ini untuk mewujudkan tercapainya penurunan angka penularan, angka kematian, dan meningkatkan angka kesembuhan COVID-19 selama dua minggu ke depan.

Dalam pertemuan itu, hadir pula Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, OPD terkait, direktur RSUD se-Bali serta jajaran Polda, TNI dan stakeholder terkait lain.

Pemerintah Tiongkok, Siap Dukung Penanganan Covid-19 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik rencana kerjasama di berbagai bidang dengan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), termasuk pula terhadap dukungan penanganan pandemi Covid-19 di Pulau Dewata.

Hal itu terungkap saat Gubernur Koster bertemu Konsul Jenderal RRT di Denpasar Zhu Xinglong, Jumat (18/9) di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar.

Pada kesempatan ini juga digunakan Gubernur Koster untuk mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi terhadap bantuan dan dukungan yang telah diberikan pemerintah RRT dalam upaya penangangan pandemi Covid-19 di Bali.

“Dalam kaitan dengan penanganan, kami juga sudah menerina bantuan dari pemerintah Tiongkok berupa masker, APD (Alat Pelindung Diri, red) dan lainnya. Untuk itu, kami ucapkan terimakasih,” ucap Gubernur Koster.

Selanjutnya Gubernur pun memberikan penjelasan tentang perkembangan penangan Covid-19 di Bali. Penjelasan ini sangatlah penting, hal ini mengingat jumlah total kunjungan wisatawan asing ke Bali masih didominasi turis asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Jumlah wisatawan Tiongkok selama ini terus meningkat. Tahun 2019 lalu, jumlah yang datang mencapai 1,2 juta wisatawan. Dan pada awal tahun 2020, trennya juga meningkat, sampai akhirnya muncul situasi pandemi sehingga tidak memungkinkan,” terangnya.

Sedangkan menyangkut penanganan pandemi Covid-19 di Bali dan Indonesia, menurut Gubernur Koster secara umum sangat baik.

“Secara nasional posisi Bali cukup baik dalam penanganan covid-19. Namun kami tetap mohon bantuan mendukung penanganan covid-19 di Bali,” ujarnya.

Kemudian terkait bidang kerjasama, dikatakan Gubernur Koster bahwa selain bidang pariwisata, salah satu kerjasama yang cukup menonjol antara RRT dengan Bali adalah pada bidang pertanian. Menurutnya, sejumlah produk komoditas buah-buahan lokal Bali telah diekspor dan sangat diminati pasar Tiongkok.

“Ekspor buah-buahan, seperti manggis terus meningkat, terlebih saya dengar manggis Bali sangat disukai pasar Tiongkok. Selain itu, Bali juga punya buah unggulan lain yang tak kalah baik, seperti jeruk, salak, anggur dan mangga,” sebut Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Sementara itu, Konjen Zhu Xinglong mengatakan, merupakan sebuah kehormatan dan tanggung jawab yang besar, saat dirinya diberikan mandat untuk menjadi Konsul Jenderal RRT di Denpasar.

“Saya berkomitmen untuk terus menjaga hubungan persahabatan yang telah terjalin baik, dan secara aktif mendorong kerjasama dan pertukaran antara Tiongkok dan Indonesia, terutama dengan Bali.Secara pribadi pun, saya ingin menjalin persahabatan baik dengan bapak Gubernur beserta jajaran,” imbuhnya.

Konjen Zhu juga menitikberatkan kondisi terkini pada saat kedua negara sedang bergandengan tangan dalam memerangi pandemi Covid-19.

“Kami akan terus memberikan dukungan mulai dari bantuan sembako hingga peralatan medis, untuk mempercepat pemulihan Bali,” ucapnya.

Pihaknya pun kemudian berjanji bahwa setelah situasi pandemi kembali pulih akan membantu mempromosikan pariwisata Bali kepada warga negara Tiongkok.
“Dan setelah semuanya pulih, kami akan dorong kembali kunjungan warga Tiongkok ke Bali,” tutupnya.

Menkopolhukam,Sebut Penetapan Pasangan Calon Perlu Diantisipasi

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali I Dewa Agung Lidartawan mengikuti Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) virtual membahas pemetaan kerawanan serta penegakan hukum dalam Pilkada serentak tahun 2020 yang dilaksanakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) dari Ruang Video Conference Kantor Diskominfos, Jumat (14/9),Renon,Denpasar.

Menkopolhukam Mahfud MD yang memimpin langsung pelaksanaan Rakorsus dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membahas peta kerawanan Pilkada 2020 dikaitkan dengan risiko penyebaran Covid-19. Ia menyebut, kerawanan yang harus diantisipasi dalam waktu dekat adalah penetapan pasangan calon yan dijadwalkan akan berlangsung pada 23 September 2020. Menurutnya, penetapan nama pasangan calon yang akan mengikuti kontestasi Pilkada 2020 berpotensi memicu timbulnya kerumunan massa sehingga, rawan penularan Covid-19.

“Kontestan yang lolos, punya kecenderungan unjuk kekuatan. Sebaliknya yang tidak lolos, berpotensi mengajukan gugatan yang kita khawatirkan membuat situasi memanas,” urainya.

Mahfud menambahkan, Rakorsus yang melibatkan Gubernur, Ketua KPU dan Bawaslu se-Indonesia ini merupakan sebuah langkah mitigasi dan antisipasi. Setelah mendengar paparan dari Mendagri, Kejagung, Kepala BNPB, Bawaslu dan KPU Pusat, Mahfud memberi sejumlah catatan penting. Pertama, seluruh daerah yang mengelar Pilkada diharapkan segera melaksanakan rakor yang melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, lembaga pelaksana dan pengawas pemilu, parpol serta tim sukses dari pasangan calon. Ia juga menyarankan agar setiap daerah menandatangani fakta integritas atau deklarasi terkait kepatuhan peserta Pilkada terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Ini akan menjadi ikatan moral, selain penegakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku di tiap daerah,” ucapnya.

Di samping antisipasi penyebaran Covid-19, daerah juga diingatkan potensi aksi massa yang dapat menganggu keamanan. Oleh sebab itu, ia berharap seluruh komponen memetakan kerawanan dan menentukan langkah antisipasi. Terkait dengan upaya meminimalisir potensi penyebaran Covid-19, Mahfud MD sangat berharap pada optimalisasi penegakan regulasi di daerah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai Rakorsus sebagai kegiatan yang sangat penting menjelang tahapan kritis pelaksanaan Pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19. Ia berharap, antisipasi kerumunan tak hanya difokuskan di seputaran Kantor KPUD karena bukan tak mungkin massa akan tekonsentrasi di kawasan lain. Dalam paparannya, Mendagri menginformasikan daerah yang sudah dan belum menggelar rakor persiapan Pilkada 2020.

Sedangkan Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan tingkat risiko penyebaran Covid-19 di daerah-daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah. Rakorsus juga diisi dengan paparan oleh Kejaksaan Agung, Badan Intelejen Negara, KPU dan Bawaslu Pusat.

Pemkab Tabanan Gelar Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Hukum Protokol Kesehatan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020

TABANAN – Pantaubali.com –  Sesuai Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada pemerintah daerah Kabupaten Tabanan melaksanakan Rapat Koordinasi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di wilayahnya untuk menekan penyebaran COVID-19 saat menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020.

Rakor tersebut dilaksanakan melalui video conference, Jumat (18/9) dan dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, unsur Forkopimda Tabanan, Ketua DPRD, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Sekda, Para Asisten dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan serta Paslon.

Pada kesempatan itu, Bupati Eka menegaskan agar semua unsur yang terkait, baik itu jajaran OPD, Forkopimda, DPRD, Bawaslu dan KPU di Kabupaten Tabanan serta Para Paslon, agar menjaga kekompakan dan komitmen dalam menghadapi Pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Sekarang kita tinggal jaga kekompakan dan komitmen kita dalam menghadapi Pilkada yang bersamaan dengan adanya pandemi. Artinya dalam Pilkada ini kita diuji dengan adanya kasus pandemi ini, disatu sisi kita harus menjalankan pesta demokrasi sesuai amanah undang-undang. Tentunya juga kita harus tetap dalam situasi menjaga keselamatan masyarakat,” pinta Bupati Eka.

Karena menurutnya keselamatan masyarakat sangatlah penting. Oleh karena itu Ia berharap pilkada ini jangan sampai menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. “Dan jangan sampai juga seperti di daerah-daerah lain yang terjadi kerusuhan karena kurangnya komitmen masing-masing calon dan tentunya Saya harapkan itu tidak terjadi di Tabanan,” imbuhnya.

Bupati Eka juga meminta kepada seluruh unsur yang terkait agar betul-betul mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan sampai ke tingkat bawah. “Mohon ini untuk disosialisasikan lagi sampai ke bawah agar mereka semua ikut mengawal. Jangan sampai pada saat hari pencoblosan terjadi hal yang tidak kita harapkan. Ini sangat penting, karena bukan hanya masyarakat yang sering lupa, kadang-kadang dari kita dan juga unsur-unsur politisi banyak juga yang sering lupa dalam menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua KPU I Gede Putu Weda Subawa mengatakan bahwa sudah tentu saat melakukan kampanye akan menimbulkan akses yang luar biasa. “Jadi kedekatan antar pasangan calon dengan konstituen ini akan menjadi kunci kesuksesan pasangan calon dalam meraih suara nanti dalam pilkada serentak ini,” ungkapnya.

Ia menghimbau, interaksi tersebut tidak harus dilakukan secara tatap muka langsung dalam masa kampanye. Ia menjelaskan ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan dalam kampanye, terutama media daring dan media sosialisasi.

“Jadi yang penting disini adalah seluruh kegiatan kampanye, metode kampanye yang dulu pernah ada waktu pada situasi normal itu masih kuta tetep bisa laksanakan, namun ada beberapa hal penting yang memang harus diperhatikan sesuai dengan peraturan yang mengacu pada Protokol Kesehatan Covid-19,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada menambahkan bahwa penetapan paslon akan dilakukan pada tanggal 23 september 2020 nanti. Dalam Pilkada serentak tahun 2020 ini, Ia menyampaikan pihaknya telah menyiapkan personel-personel yang akan mengawasi pelaksanaan Pilkada yang akan datang. “Di tingkat Desa kami sudah membentuk badan pengawas. Kami dari bawaslu sudah siap akan mengawasi pelaksanaan Pilkada di tahun 2020 ini,” pungkasnya. @humastabanan.-

Wabup Sanjaya Hadiri Piodalan di Pura Desa Payangan, Marga

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan, DR. I Komang Gede Sanjaya, bersama anggota DPR RI I Made Urip dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, hadiri piodalan di Pura Desa, Desa Pekraman Payangan, Marga, Tabanan, Jumat (18/9).

Turut hadir saat itu para tokoh adat dan masyarakat setempat, jajaran panitia piodalan, serta beberapa warga masyarakat setempat.

Ketua Panitia piodalan I Made Suartana mengatakan bahwa manggala karya dari piodalan ini adalah Desa Adat Payangan dan diempon oleh enam banjar adat. Untuk pembangunan Pura, pihaknya mengatakan dilakukan secara bertahap sampai sekarang.

Ia juga menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan Pemerintah di setiap pembangunan, baik fisik dan non fisik. Begitupun saat ini, atas kedatangan Wabup Sanjaya beserta rombongan menyaksikan piodalan ini, pihaknya mengucapkan terimakasih atas perhatiannya.

Wabup Sanjaya mengucap syukur bisa menyaksikan piodalan di Pura Desa Payangan dan bisa bertatap muka serta disambut baik oleh masyarakat, meski dalam situasi pandemi saat ini. Ia juga sangat mengapresiasi, karena masyarakat Payangan sangat memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam piodalan ini.

Begitupun dengan persatuan dan semangat gotong-royong masyarakat dalam membangun parahyangan sangat diapresiasi oleh Wabup Sanjaya. “Hal ini sangat positif sekali dan sesuai dengan visi misi Kabupaten Tabanan dalam rangka menjaga dat, tradisi dan budaya,” ujarnya.

Untuk itu, Wabup Sanjaya mengatakan, selaku wakil pemerintah Kabupaten Tabanan, Ia akan selalu mendukung rencana pembangunan masyarakat Desa Payangan, baik dalam pembangunan parahyangan Pura Desa ataupun pembangunan lainnya. “Kami siap bergotong-royong bersama masyarakat dalam rangka mewujudkan pembangunan Tabanan menuju masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan berprestasi,” ungkap Wabup Sanjaya.

Pada kesempatan itu, Ia juga meminta agar masyarakat selalu menjaga soliditas persatuannya, karena tanpa persatuan dan semangat gotong-royong akan sangat sulit mewujudkan pembangunan apapun. “Sangat luar biasa persatuan masyarakat disini. Kedepan semua ini harus dijaga dan terus dipupuk untuk menyonsong pembangunan kedepan,” pintanya. @humastabanan.-