- Advertisement -
Beranda blog Halaman 928

Kembali,Kekutan Puri Nyatakan Sikap Mendukung Paket Jaya-Wira di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Sampai hari ini,Jumat,(2/10) seolah suara dukungan tidak surut menghujani calon bupati dan wakil bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dengan I Made Edi Wirawan (Jaya-Wira ) dalam melangkah ke perhelatan Pilkada serentak 2020 Tabanan.

Dikarenakan kembali salah satu paiketan puri mendukung paket Jaya-Wira di Tabanan.

Kali ini terpaan dukungan disampaikan oleh puri paiketan Puri Kompiang dan Puri Oka Penebel,Tabanan.Dalam kesempatan tersebut, Jumat,(2/10) di puri setempat perwakilan Puri I Gusti Ngurah Raka Sumajana selain menyatakan kesiapan juga menyatakan sikap mendukung paket Jaya-Wira.Dirinya juga menyampaikan, deklarasi dengan beberapa point penting di dalamnya. Seperti salah satunya, berkaitan dengan blueprint serta sektor pertanian agar mampu dalam kepemimpinan paket Jaya-Wira kedepan diwujudkan.

“Jika dilihat dari potensi paket Jaya-Wira sudah sangat teruji dilihat dari kemajuan yang telah diraih selama 10 tahun ikut memajukan dan membangun Tabanan dalam pemerintahan,”katanya.

Tentu harapanya kedepan agar paket Jaya-Wira bisa lebih baik lagi tentunya bisa membawa Tabanan lebih aman,rukun dan sejahtera lagi.Sembari dalam kesempatan tersebut mewakili anga Puri dirinya menyampaikan, aspirasi agar dalam kepemimpinan kedepan diharapkan Paket Jaya-Wira mampu membuat blueprint bagi Tabanan 50 tahun kedepan,disektor pertanian bagaiamana agar bisa mengusulkan bibit bantuan tanaman porang dan menjadikan Penebel sebagai pusat tanaman porang,pengurusan izin jika bisa juga harus dipermudah dan jika bisa di gratiskan selanjutnya bisa menjadi fasilitator bagi generasi muda serta bisa juga sebagai fasilitator adat dan budaya.
Dalam kesempatan tersebut I Komang Gede Sanjaya memohon, agar mampu memenangkan paket Jaya-Wira dalam Pilkada 2020 di Tabanan.

Selain itu juga terkait dengan beberapa aspirasi yang disampaikan pihak puri menurut dirinya menyatakan sepakat,bagus dan sangat setuju.

“Apa yang menjadi aspirasi tokoh disini terkait cetak biru,serta terkait sektor pertanian juga merupakan Program ungulan kami.Nantik tinggal mengimplementasikan saja,” sampainya.

Jika dilihat Tabanan memiliki suberdaya yang luar biasa, SDM perlu disambungkan dengan sumber alam dimiliki saat ini.
“Tentu harapannya, pertanian akan mampu menjadi sektor unggulan kedepan.Sehinga Tabanan yang aman,ungul dan mandani akan mampu terwujud kedepan,” tutupnya.

Musim Penghujan, Ancaman Tanah Longsor Berpotensi di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Masuk musim penghujan di tahun ini menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan,I Gusti Ngurah Made Sucita saat dikonfirmasi,Kamis,(1/10) di Tabanan menyampaikan,hampir semua wilayah di Tabanan memiliki potensi tanah longsor.

Melihat kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Tabanan telah menurunkan surat ketengah masyarakat melalui Kecamatan agar masyarakat lebih meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan saat ini maupun kedepan.

“Hampir semua wilayah di Kabupaten Tabanan memiliki potensi, akan tetapi berbeda-beda di masing-masing Kecamatanya, adapun Kecamatan mempunyai potensi tinggi mulai di Kecamatan Baturiti,Pupuan,Penebel dan Selemadeg Tabanan,” jelasnya.

Agar penanganan bisa lebih cepat bisa diatasi, tentu kesiapan personil dan alat sangat penting diperhatikan.

“Terkait kesiapan alat, kami juga telah tembuskan surat ke OPD.Hal tersebut dilakukan agar bisa selalu siaga, baik personil maupun peralatan seandainya terjadi bencana agar bisa segera dikerahkan ke lokasi kejadian dengan sesegera mungkin,” paparnya.

Dalam penanganan di lapangan khususnya memang masih ada saja kendala ditemui misalnya, terjadi keterlambat sampai di lokasi bencana karena jangkauan agak jauh dari alat.

“Ya, ada kendala masih ditemui,contohnya jika menuju ke daerah di wilayah Pupuan mebawa alat berat.Dikarenakan jangkauan serta melihat kepadatan lalin tentu akhirnya menyebabkan keterlambatan sampai di lokasi,” sampainya.

Sembari Sucitamenambahkan,jika dilihat dari titik potensi rawan sama sekali tidak ada penambahan jumlah setiap tahun di Tabanan.Jadi masih tetap titiknya sampai saat ini.

KPU Tabanan,Laksanakan Sosialisasi PAW

TABANAN -Pantaubali.com -Sesuai PKPU 6 tahun 2017 dan PKPU 6 tahun 2019 terkait PAW anggota DPR, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kabupaten. KPU Tabanan laksanakan sosialisasi Pergantian Antar Waktu (PAW) hal tersebut dilakukan karena, dalam Pilkada Tabanan tahun 2020, ada salah satu kandidat salah satu calon Wakil Bupati Tabanan yang diusung oleh PDIP berstatus anggota DPRD Tabanan yaitu, I Made Edi Wirawan, SE.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Divisi Teknis Penyelenggara, Luh Made Sunadi menyampaikan, PAW anggota DPR dan DPRD merupakan proses pergantian anggota dewan yang berhenti antar waktu untuk digantikan oleh calon pengganti antar waktu yang menduduki perolehan suara terbanyak berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari parpol yang sama didapil yang sama pula.

“Masa jabatannya yakni melanjutkan sisa jabatan anggota DPRD kabupaten yang digantikan,” ujarnya.

PAW tidak dapat dilakukan apabila masa jabatan anggota DPRD yang digantikan kurang dari 6 bulan sejak surat permintaan PAW dari pimpinan DPRD kabupaten diterima oleh KPU kabupaten.

Terkait mekanisme PAW diawali dengan penyampaian surat dari Pimpinan DPRD Kabupaten terkait nama anggota DPRD Kabupaten yang berhenti antar waktu ke KPU Kabupaten.

“Nah untuk di Tabanan surat dari Pimpinan DPRD Tabanan atas PAWnya pak Edi Wirawan sudah kami terima pada 28 September 2020,” jelasnya.

Kemudian akan dilakukan verifikasi administrasi dan pleno penetapan nama penggantinya.

“Untuk proses penetapan nama penggantiknya sudah sudah kita plenokan tanggal 30 September 2020, atas nama I Gede Oka Winaya, SE peringkat 9 dengan perolehan suara 2.093 suara,”ucapnya.
Calon pengganti antar waktu ini wajib menyerahkan LHKPN sebelum proses pelantikan berlangsung.KPU akan membalas surat pimpinan DPRD Tabanan dengan dilapiri data perolehan suara caleg di dapil IV (Kediri – Marga) dan ditembuskan ke DPC Partai, Fraksi dan Gubernur Bali.

“Selanjutnya mekanisme PAW ditangani oleh secretariat DPRD Tabanan dengan Tapem Pemkab Tabanan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga mengatakan, siap menjalankan mekanisme yang ada.

“Kami sudah bersurat ke KPU Tabanan, dan saat ini kami sedang menunggu surat jawaban dari KPU Tabanan untuk kemudian akan kita tindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang ada,” sampainya.

Ditengah Pandemi,Koperasi Dinilai Mampu Bergeliat di Tabanan

TABANAN – Pataubali.com -Kasus Covid-19 masih merebak di Tabanan sampai saat ini.Kondisi tersebut akhirnya berdampak pada bidang ekonomi seperti salah satunya di bidang koperasi.

Dapak paling dirasakan yaitu,terjadinya penurunan volume jumlah usaha dan beberapa hal lainnya di koperasi.Meskipun koperasi menghadapi kondisi tersebut akan tetapi menurut,Kepala Dinas Koperasi dan UKM, I Wayan Yasa,saat dikonfirmasi,Kamis,(1/10) di Tabanan menyampaikan, secara umum koperasi masih mampu bertahan di Tabanan.

“Koperasi masih mampu bertahan walaupun sedikit mengalami penurunan baik itu volume usaha, asset,pendapatan sampai pada penurunan Sisa Hasil Usaha (SHU),” jelasnya.

Jika dilihat secara umum memang ada beberapa masalah krusial dihadapi koperasi di Tabanan saat ini.

“Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) sampai pada,kemampuan membayar kredit oleh anggota atau nasabah koperasi yang ikut menurun drastis saat ini,”ujarnya.

Dalam kaitan dengan hal tersebut, Pemerintah telah melakukan beberapa langkah-langkah strategis,tentunya dalam upaya mengeliatkan kembali sektor koperasi tersebut.

“Ada bantuan stimulus usaha dari Gubernur Bali sebesar Rp 10 juta, khususnya bagi koperasi yang memenuhi syarat sesuai juknis dari pemerintah provinsi Bali ke 188 koperasi,” sebutnya.

Dirinya berpesan dalam kondisi saat ini, agar koperasi di Tabanan khususnya tidak megeluarkan pinjaman baru.Selain itu juga,pinjaman yang diberikan harus benar-benar selektif dilakukan oleh koperasi.
Sembari dirinya menambahkan,dari 590 unit koperasi di Tabanan tercatat yang aktif berjumlah 422 unit koperasi sedangkan tidak aktif ada sebanyak 168 unit.

Perrabu Kemarin,Tercatat 116 Orang Terpapar Covid-19 Telah Sembuh

DENPASAR – Pantaubali.com -Jika dilihat berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per Rabu,(30/9) mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 133 orang melalui Transmisi Lokal, sembuh sebanyak 116 orang, dan meninggal Dunia sebanyak 4 orang.

Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut,Terkonfirmasi Positif 8.878 orang,Sembuh 7.365 orang (82,96%), dan Meninggal Dunia 275 orang (3,10 %),Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.238 orang (13,94%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Untuk memutus rantai penularan Covid-19 maka keramaian dalam bentuk tajen disetiap Desa Adat harus dihentikan sementara serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19.

Dalam data tersebut juga tersemat himbauan “Mari kita dukung upaya Pemerintah, dengan DISIPLIN melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini”.

Unud, Gelar Engineering Award Serangkaian BKFT ke-55 tahun

BADUNG – Pantaubali.com -Fakultas Teknik Universitas Udayana dengan visinya untuk mewujudkan Fakultas yang mandiri, unggul dan berbudaya dibidang pendidikan ilmu keteknikan dan arsitektur dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pedoman pendidikan formal yang mumpuni untuk menghasilkan tenaga tenaga ahli di bidangnya dan dapat bermanfaat pada peluang kerja yang dibutuhkan sekaligus menciptakan tenaga unggul yang mampu bersaing secara global baik di kancah Nasional bahkan internasional.

Selain itu fakultas teknik yang saat ini memasuki usianya yang ke-55 tahun juga terus mengembangkan konsep pendidikan dan tatap muka yang optimal untuk memberikan pendidikan dan keilmuan yang berkualitas sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul yang berorientasi pada attitude, knowledge dan skill (keahlian) yang berkualitas melalui riset yang berbasis Utilisasi Industri (kapasitas produksi terpasang).

Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana Ngakan Putu Gede Suardana mengatakan bahwa acara temu alumni fakultas teknik dan engineering award ini diberikan kepada alumni dan dosen berprestasi di lingkungan kampus. Kegiatan ini dilaksanakan serangkaian peringatan Badan Kekeluargaan Fakultas Teknik ke 55 tahun. Secara rutin temu alumni dilaksanakan setiap satu tahun sekali sedangkan engineering award diberikan kepada alumni dan dosen berprestasi setiap lima tahun sekali serangkaian dilaksanakannya temu alumni akbar, hal ini disampaikannya saat kegiatan engineering award BKFT ke-55 di Gedung Wismakarma, Fakultas Teknik UNUD, Rabu (30/9).

Dalam rangka memberi apresiasi terhadap alumni berprestasi di bidang dan tempatnya mengabdi (pekerjaannya) setelah lulus dari akademi perguruan tinggi, maka Dekan dan Senat Akademi Fakultas Teknik memberikan penghargaan kepada lima (5) alumni sesuai kategorinya, yakni dua (2) dari kategori dosen dan tiga (3) dari kategori alumni. Beberapa kriteria dan penilaian yang dilakukan yakni dari segi prestasi dan karya monumental, pengalaman menjabat, pengalaman organisasi serta komitmen dan kontribusi terhadap almamater.

Dari lima (5) penerima Engineering Award Fakultas Teknik Universitas Udayana serangkaian peringatan ke-55 tahun Badan Kekeluargaan Fakultas Teknik (BKFT) salah satunya adalah Gde Pramana yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali. Dan emapt (4) lainnya adalah Prof. I Dewa Gede Ary Subagia, Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, I Ketut Siandana dan I Ketut Rana Wiarch.

Dengan visinya, senat akademi fakultas teknik berharap dapat mewujudkan keilmuan yang berkualitas dan dikuasi lulusan yang memiliki daya saing tinggi untuk meraih keberhasilan pada setiap peluang yang ada. Dengan didampingi oleh misinya yakni dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu menghasilkan lulusan yang unggul.

Kriteria penilaian lebih diprioritaskan kepada alumni dan dosen yang memiliki prestasi atau karya monumental, pengalaman jabatan (menjabat) yang bersifat sebagai pimpinan dan pejabat eselon, memiliki pengalaman organisasi yang baik serta mereka yang memiliki komitmen dan kontribusi kepada almamaternya.

 

Wagub,Paparkan Kesiapan Pariwisata Bali Kepada Anggota Bhayangkari Seluruh Indonesia

Denpasar – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) paparkan tentang kondisi Bali dan pariwisata Bali selama pandemi Covid-19 berlangsung. Menurutnya selama ini pemerintah Provinsi Bali bekerjasama dengan industry pariwisata telah menyiapkan standardisasi mengenai tatanan kehidupan era baru.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi salah satu pembicara dalam webminar bertajuk ‘Dinamika Pariwisata Bali dalam Masa Pandemi Covid-19’ yag diselenggarakan oleh Bhayangkari Daerah Bali secara daring melalui aplikasi zoom, dari Kantor Wakil Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (30/9).

Adapun berbagai implementasi protokol kesehatan dalam tatanan kehidupan era baru ini mencakup CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety dan Environmental Sustainability) yang juga sudah sesuai dengan standard WHO. Ia mengatakan sebelum rencananya industri pariwisata Bali akan dibuka secara internasional pada awal September lalu, para pelaku pariwisata bahkan telah menyiapkan sertifikasi bagi destinasi dan penunjang pariwisata seperti hotel, restoran, dll tentang penerapan CHSE tersebut.

“Namun saying rencana pembukaan secara internasional urung terjadi, bukan hanya karena faktor internal dalam negeri termasuk Bali saja, namun karena faktor Negara asal juga yang masih banyak menerapkan lockdown bagi warganya,” jelasnya dalam webminar yang turut juga dihadiri oleh Ketua Umum Bhayangkari Pusat Ny. Fitri Idam Aziz, Ketua Bhayangkari Daerah bali Ny. Barbara Golose serta Kepala Dinas Pariwisata Prov Bali Putu Astawa.

Guru Besar ISI ini juga mengatakan jika semenjak dibukanya pariwisata Bali untuk wisatawan domestik pada tanggal 31 Juli yang lalu, terjadi pelonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Bali.

“Kami masih mencari korelasi antara pembukaan Bali untuk wisatawan dengan bertambahnya angka tersebut,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Cok Ace mengaku Pemprov Bali telah mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti penggunaan hotel para OTG Covid-19, penambahan fasilitas-fasilitas di RS Rujukan Covid-19 serta penerbitan Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

“Semua usaha tersebut bertujuan untuk mengendalikan penyebaran virus Corona di Bali,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan rasa bangganya karena dari berbagai survey yang dilakukan kepada wisatawan lokal dan internasional, Bali tetap menjadi destinasi yang paling ingin dikunjungi pasca pandemi Covid-19 ini.

“Saya bangga banyak wisatawan mancanegara yang merindukan Bali, hal itu tidak lepas dari penghargaan Bali yang selama ini diraih,” bebernya.

Untuk itu ia berencana untuk mengajak wisatawan domestic dan mancanegara untuk mulai mengunjuni Bali dan bekerja dari Bali saja.

“Selama ini tagline work from home sangat lumrah, kenapa tidak kita kenalkan saja work from Bali. Saya rasa banyak villa di pedesaan di Bali yang bisa menawarkan hal tersebut,” tandasnya.

Sementara itu sebelumnya Ketua Panitia Ny. Barbara Golose mengatakan tujuan diadakan webminar kali ini adalah untuk mengobati krinduan para anggota bhayangkari seluruh Indonesia kepada Bali juga untuk mengajak anggota bhayangkari memberikan kontribusi nyata di daerah mereka masing-masing selama pandemi ini berlangsung. Ia mengakui memang bahwa pandemi ini telah membuat perekonomian Bali cukup merosot, terutama di tri wulan kedua yang mencatat pertumbuhnan hingga minus 10,98%. Ia berharap agar Bali bisa tetap bangkit pasca pandemic Covid-19 ini.

Senada dengan Ny. Barbara Golose, Ketua Umum Bhayangkari Ny. Fitri idam Aziz juga mengajak para anggota Bhayangkari untuk terus berkontribusi kepada masyarakat kecil selama pandemi ini berlangsung. Ia mengatakan kita patut bersyukur, di tengah masa yang sulit ini, anggota Bhayangkari tetap dalam keadaan sehat dan bisa terus bersilaturahmi dengan baik. Untuk itu ia pun mengajak para anggota untuk menjadi teladan bagi keluarga dan masayrakat dalam menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah.
Webminar pada pagi itu juga menghadirkan narasumber Joseph Theodorus Wulianadi atau yang dikenal sebagai Mr. Joger, pemilik pabrik kata-kata Joger serta gerai Joger di Bali.

Dalam kesempata tersebut, ia mengaja seluruh peserta webminar untuk terus bersyukur di tengah pandemi ini. Menurutnya tidak ada satu pun yang menginginkan kesusahan ini, namun kita bisa berbuat sesuatu dalam masa sulit ini.

“Mari kita lakukan hal yang pantas menjadi lebih pantas dan hal yang pelru menjadi lebih perlu,” gugahnya. Ia pun mengajak para peserta untuk belajar dari pandemi ini.Covid-19 mengajarkan kita untuk jangan sekali-kali meremehkan sesuatu yang kecil. Ini saatnya kita introspeksi diri dan selalu berkontribusi menjaga keseimbangan ala mini,” tandasnya.

Produk Kerajinan Dekranasda Bali, Masuk di Gerai Bandara Ngurah Rai

BADUNG – Pantaubali.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali mulai melakukan penataan produk lokal khas Bali untuk display pameran di areal keberangkatan Bandara Ngurah Rai Tuban, Badung pada Selasa (29/9).

Display untuk pameran ini diisi oleh 7 UMKM binaan Dekranasda Provinsi Bali dan BPD Bali. Adapun 7 UMKM tersebut, Baliwa Songket, Reg Dupa, Putri Mas, Tenun Pastra, SS Silver, Tenun Putri Ayu, Poni’s Weaving Center.

Menurut Kepala BPD Bali Cabang Renon Ida Ayu Tri Rasmiwinari, UMKM yang dipilih ini adalah yang memiliki produk unggulan. Di samping display pameran, tersedia LCD TV yang memajang katalog produk UMKM Bali dan binaan BPD Bali.

Jika ada yang tertarik, mereka bisa melihat-lihat produk di katalog lewat layar televisi. Untuk pembayarannya memakai QRIS,” kata Dayu Tri Rasmiwinari.

Ia menambahkan, rencananya pameran ini akan diluncurkan tanggal 9 Oktober berbarengan dengan pameran virtual Dekranasda Provinsi Bali.Salah satu pengrajin, Ketut Sri Poni dari Poni’s Weaving Center yang ditemui disela kegiatan berharap, dengan adanya display pameran di Bandara Ngurah Rai ini, pemasaran songket khas Jinang Dalem Buleleng akan menjadi lebih dikenal.
Dirinya mengatakan, selama ini songket produk Jinang Dalem sempat tertidur karèna lesunya pemasaran. Awalnya, ia sempat dibina dari pihak Garuda dan diajak berpameran ke Jakarta. Sejak itu ia bangkitkan kembali para pengrajin. Namun, covid kembali melesukan pasar.

“Syukurlah ada binaan Dekranasda, sehingga ia berharap, dengan adanya display pameran ini pemasaran songket Jinang Dalem kembali naik daun.
Kami memiliki ciri khas songket jumputan dan songket full sutera,” tutupnya.

Perselasa Kemarin,Tercatat 123 orang Sembuh Dari Covid-19

DENPASAR – Pantaubali.com – Jika dilihat berdasarkan data per Selasa,(29/9) kemarin perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali tercatat ada penambahan jumlah kasus terkonfirmasi dari data tercatat sebanyak 106 orang melalui Transmisi Lokal,sebanyak 123 orang, dan meninggal dunia sebanyak 8 orang.

Jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi Positif 8.745 orang,Sembuh 7.249 orang (82,89%), dan Meninggal Dunia 271 orang (3,10 %).Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.225 orang (14,01%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.
Dalam penjelasan data tersebut juga tertulis,sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Untuk memutus rantai penularan Covid-19 maka keramaian dalam bentuk tajen disetiap Desa Adat harus dihentikan sementara serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19.

Adapun ajakan tersemat dalam yaitu “Mari kita dukung upaya Pemerintah, dengan DISIPLIN melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,”.

Gubernur Bali, Ajak UNUD Makin Berperan dalam Pembangunan Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Universitas Udayana (UNUD) yang merupakan kampus tertua dan terbesar di Pulau Dewata untuk semakin berperan serta berkontribusi terhadap pembangunan Bali sesuai dengan visi misi Pemrprov Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana (PPSB) Menuju Bali Era Baru’.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutannya pada acara Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-58 Universitas Udayana dengan tema ‘SDM UNUD Unggul, Mandiri, dan Berbudaya dalam Tatanan Kehidupan Baru’ yang diselenggarakan secara virtual melalui kediaman resmi Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (29/9).

Acara ini turut pula dihadiri Ketua DPR RI Puan Maharani yang pada kesempatan ini menyampaikan orasi ilmiahnya.

Selanjutnya hadir juga bupati/walikota se-Bali, para konsul jenderal negara sahabat di Bali, pimpinan DPRD Bali, pimpinan perguruan tinggi se-Bali, serta anggota FORKOMPINDA.

Gubernur Koster melanjutkan bahwa visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang telah dijabarkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2019 tentang RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali. Salah satu misi adalah mengembangkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing tinggi, yaitu berkualitas dan berintergritas, bermutu, profesional dan bermoral serta memiliki jati diri yang kokoh berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal krama Bali.
Untuk itu, ia mengajak segenap perguruan tinggi untuk bahu membahu bersatu dalam mewujudkan SDM Bali yang unggul.
Gubernur yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini juga menyatakan kebanggaanya kepada UNUD sebagai universitas tertua di Bali bisa terus bekerjasama, konsisten untuk saling menghormati dan berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Pulau Dewata.

“Kondisi kondusif seperti ini, sudah tentu sangat menjamin tumbuhnya para intelektual muda, para pemikir bangsa, teknokrat, birokrat dan budayawan yang berbobot terlahir dari sebuah proses pendidikan tinggi yang berbobot dan professional, sehingga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia yang terus membangun ini,” ujarnya.

Sejalan dengan perkembangan UNUD, Gubernur Koster juga berharap dengan kebersamaan membangun visi misi Pemprov Bali bisa terwujudnya tatanan kehidupan era baru.

“Kita bersama ingin mewujudkan Bali yang kawista, gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja. Suatu tatanan kehidupan baru yang holistik yang mencakup tiga dimensi,” imbuh mantan anggota DPR RI dari fraksi PDIP tiga periode ini.

Tiga dimensi itu menurut Gubernur Koster, yakni pertama, menjaga keseimbangan alam dan kebudayaan Bali. Dimensi kedua adalah terpenuhinya kebutuhan hidup, harapan dan aspirasi dalam berbagai aspek kehidupan. Sedangkan ketiga, tercapainya resiko manajem dalam menghadapi berbagai tantangan, baik skala lokal, nasional maupun internasional di masa yang akan datang.

“Oleh karena itu saya betul-betul berharap UNUD bisa terus meningkatkan kontribusinya di dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang betul-betul dikembangkan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal,” pintanya.

Selain itu, ia juga mengajak UNUD terus membangun dirinya, serta di sisi lain bersinergi dan bekerjasama dengan Pemprov Bali dengan bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. A.A Raka Sudewi, Sp.S (K) sebelumnya menjabarkan sejarah dan pencapaian UNUD selama 58 tahun ini. Sebagai universitas tertua di Bali, ia mengatakan berbagai program yang bertujuan untuk mencetak SDM unggul di Bali telah dilakukan.

Termasuk pula kata dia, menjalin kerjasama dengan universitas maupun pemerintah khsusnya Pemprov Bali telah berlangsung selama ini. Salah satunya dalam penanggulang penyebaran Covid-19 di Bali.

“Rumah Sakit PTN UNUD telah menjadi salah satu rumah sakit rujukan Covid-19, dan telah berkontribusi dalam penanggulangan pandemi ini di Bali,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Bali khususnya pada Gubernur Bali terhadap bantuan dana dalam penanggulangan pandemi Covid-19.
“Bantuan tersebut telah dialokasikan di bidang pendidikan, yaitu untuk memberikan keringanan UKT bagi mahasiswa terdampak serta untuk menambah fasilitas kesehatan bagi pelayanan pasien Covid-19 di RS Universitas Udayana,” ujarnya.

Selanjutnya ia berharap, dengan bertambahnya usia UNUD ini, bisa dijadikan sebagai ajang untuk selalu bersyukur, serta ajang untuk instrospeksi diri, sejauh mana UNUD telah berkontribusi untuk masyarakat dan negara.

“Kita harap ke depan, UNUD bisa terus memberikan sumbangsih pikiran demi kemajuan bangsa serta kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Presiden RI Joko Widodo juga berkesempatan menyampaikan arahannya kepada civitas akademika Universitas Udayana. Presiden Jokowi berharap ke depan UNUD semakin kokoh dan berprestasi, baik di kancah nasional dan internasional. Selain itu juga mengambil peran aktif dalam pengendalian penyebaran Covid-19 di Bali, dan menjadi contoh dalam penerapan tatanan kehidupan era baru.

Sedangkan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam orasi ilmiahnya mengatakan bahwa sumber daya manusia yang berkarakter dan tangguh adalah kunci bagi Indonesia untuk dapat melalui berbagai tantangan. Ia menambahkan, pembentukan SDM berkarakter dan tangguh itu harus didukung pendidikan yang diarahkan membentuk SDM berakhlak mulia, berbudaya Indonesia, toleran, bergotong royong, cinta Tanah Air, dan menguasai iptek.