- Advertisement -
Beranda blog Halaman 919

Ditengah Pandemi,Pemprov Bali Telah Berikan Insentif Tenaga Medis dan Nonmedis

DENPASAR – Pantaubali.com -Gubernur Bali, Wayan Koster membeberkan langkah yang diambil Pemprov Bali dalam menangani Covid-19. Khusus untuk tenaga medis, pihaknya telah memberikan insentif bagi kesejahteraan tenaga medis dan nonmedis di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikannya saat dalam Rapat Paripurna ke-19 DPRD Provinsi Bali dengan agenda Jawaban Gubernur terhadap Pandangan Umum Fraksi Terhadap Perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ke-2 Atas Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah, di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Denpasar pada beberapa hari yang lalu, (Senin (26/10).

Gubernur Koster menjawab tanggapan Dewan mengenai insentif kesejahteraan untuk tenaga medis dan nonmedis pada masa pandemi covid-19.

“Sebagai garda terdepan pemerintah provinsi telah memberikan bantuan berupa insentif kepada tenaga medis dan nonmedis, juga telah diberikan tempat karantina yang bukan merupakan bantuan pemerintah pusat. Ini dilaksanakan dengan mengacu pada Pergub Nomor 30 Tahun 2020,” jelasnya.

Sementara untuk sektor pariwisata, Ketua DPD PDI Perjuangan ini juga menegaskan bahwa hibah ke kabupaten/kota se-Bali bakal dilaksanakan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, guna menggeliatkan kembali daerah yang mengalami dampak Covid-19 secara ekonomi.

“Ini hibah pariwisata dialokasikan melalui Kementerian Keuangan yang dilaksankan sesuai dengan petunjuk teknis oleh Kementrian Keuangan. Tentu kita akan berpedoman terhadap hal tersebut,” ujarnya.

“Kita berharap kepada pemerintah kabupaten dan kota agar betul-betul memanfaatkan fasilitas ini yang besarnya di seluruh Bali totalnya hampir Rp 1,2 triliun yang porsinya 70 persen untuk tempat usaha dan 30 persen untuk pemerintah daerah yang terdampak Covid-19. Kita ketahui bahwa pajak hotel dan restoran mengalami penurunan yang sangat drastis. Saya kita ini hal yang sangat baik dimana kementerian pariwisata dan keuangan merespon usulan kita dengan baik,” imbuhnya.

Mengenai rapid test dan Swab test gratis, Gubernur Koster menyebutkan Pemprov Bali telah menganggarkan dana sebesar Rp20 miliar lebih. Dana tersebut digunakan dalam rangka penelusuran kasus atau tracing contact.Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Bali atas dukungan kepada perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ke-2 atas Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

“Esensi perubahan Perda dimaksud, adalah untuk meningkatkan efektifitas, profesionalitas dan kinerja sesuai dengan amanat perundang-undangan,” pungkasnya.

Wagub Bali,Berharap Pelaku Usaha di Obyek Wisata Kembali Menggeliat

DENPASAR – Pantaubali.com- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati berharap insan pariwisata khususnya yang ada di destinasi wisata di Bali mulai menggeliatkan kembali aktivitasnya.

Destinasi wisata yang hidup akan menarik minat dan kepercayaan wisatawan untuk kembali datang ke Bali. Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan pada acara Simakrama Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana yang dipusatkan di Obyek Wisata Tanah Lot, Tabanan, Selasa (27/10) malam.

Wakil Gubernur Bali yang akrab disapa Cok Ace mengatakan belajar dari pengalaman Tiongkok, saat ini kunci dalam pengendalian Covid-19 adalah kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan. Dengan belum adanya obat dan vaksin, masker adalah ‘senjata’ utama untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19.

“Jadi saya mohon teman-teman semua yang ada di Tabanan (untuk memakai masker, red) apalagi sudah ada surat edaran Gubernur tentang keharusan menggunakan masker. Saya kira ini yang menjadi momentum untuk kita semua peduli kepada lingkungan,” kata mantan Bupati Gianyar.

Wagub Cok Ace menyayangkan mendengar oknum yang menyelenggarakan kegiatan di restoran, cafe dan klub yang mengabaikan protokol kesehatan. Menurutnya tindakan ini justru merugikan objek wisata sehingga oknum oknum ini perlu diingatkan agar tidak merugikan semua insan pariwisata di Bali.
Wagub Cok Ace juga menyampaikan pengalamannya mendengar cerita warga Jakarta yang baru-baru ini datang ke Bali dan kecewa karena gagal membeli kerajinan di pasar seni Ubud karena toko-toko di pasar tersebut tutup.
Pengalaman ini membuat Tokoh Puri Ubud ini mengajak para pelaku usaha di destinasi wisata untuk menggeliatkan kembali aktivitasnya.

“Menurut saya terutama disini Tanah Lot dan sepanjang Jalan Tanah Lot kalau memungkinkan mari kita mulai menggeliatkan usaha ini,” pintanya.
Menurutnya pelaku usaha bisa buka sampai jam enam sore atau kalau di daerah yang wisatawannya ada sampai malam bisa buka sampai jam 8 sehingga ada kehidupan yang nampak, ada kerapian dan kebersihan.

“Saya harap di Tabanan mungkin nanti dengan Dinas Pariwisata hidupkanlah geliatkanlah kalaupun tidak dapat jualan jangan kita menyerah, besok buka lagi, sapu lagi, jualan baju, rapi kan bajunya, jualan patung, dibersihkan patungnya, jangan sampai ada debu,” Menurutnya menjaga kebersihan dan keindahan bukan semata-mata untuk pariwisata namun juga untuk sang Maha Pencipta.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Kurleni Ukar menyambut positif gelaran simakrama kepariwisataan yang merupakan sinergi Kemenpar dengan Pemda Bali dan enam kabupaten di Bali. Menurutnya simakrama kepariwisataan sarat nilai luhur budaya bangsa yang mengedepankan silaturahmi, adat, tradisi, budaya dan menjadi ciri dari kepariwisataan di Bali yang harus dipertahankan. Ia menambahkan simakrama kepariwisataan menjadi pemantik recovery sosial dan ekonomi di saat pandemi. Kesehatan dan ekonomi adalah dua dimensi yang secara masif disosialisasikan secara seimbang pada setiap rangkaian kegiatan simakrama.

“Kita sudah buktikan bahwa kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan dengan aman. Mudah-mudahan dalam masa libur panjang saat ini mulai dari besok makin banyak wisatawan yang berkunjung kembali,” ujarnya.

Simakrama kali ini menghadirkan narasumber Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ir Putu Astawa.

Simakrama juga menampilkan atraksi seni khas Tabanan dan Jembrana serta pameran produk UMKM lokal.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Narkoba dan Bahaya HIV/AIDS Merupakan Bahaya Laten

DENPASAR – Pantaubali.com -Manggala Utama Pasikian Paiketan Krama Istri yang juga selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster berkesempatan menghadiri acara Dialog Pasikian Yowana Bali Majelis Desa Adat Provinsi Bali dengan tema Bali Sane Ajeg, Bali Sane Bebas Penyalahgunaan Narkoba, yang berlangsung di Gedung Lila Graha MDA Provinsi Bali-Denpasar,Selasa (27/10).
Bahwa bahaya penyalahgunaan narkoba dan bahaya HIV/AIDS merupakan bahaya laten.

“Bahaya laten itu ya begitu. Kayak api dalam sekam. Ketika ditiup sekali, membakar hangus satu generasi. Kita tidak mau kehilangan kalian generasi muda kita,” ujar perempuan yang jago berpuisi ini.
Narkoba juga akan menjadi persoalan besar jika tidak ditangani dan dicegah dengan seksama. Terlebih Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia yang tentunya menjadi sasaran peredaran narkoba.

“Sesungguhnya dapat dikatakan narkoba adalah perang dalam bentuk lain, cara menyerang yang sangat halus dan mampu menjatuhkan korban di seluruh pelosok negeri ini, untuk itu jika ini tidak diperangi secara bersama-sama maka generasi kita akan hancur oleh narkoba,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ny Putri Koster menyampaikan bahwa desa di Bali sendiri terdiri dari dua bagian yaitu desa adat dan desa dinas, untuk itu pararem yang tidak ada dalam desa dinas dalam menegakkan penyalahgunaan narkoba bisa dipertegas dengan pararem yang ada pada desa adat. Untuk itu, kedua bagian ini harus saling menguatkan dalam penegakan penyalahgunaan narkoba, karena tidak bisa dipungkiri narkoba tersebut menyasar anak-anak muda yang ada di desa.

“Dalam hal ini pecalang sangat memiliki peran dalam penegakan pararem di desa adat, jika semua tegas semua bersatu dan solid maka pemberantasan narkoba bisa kita lakukan secara bersama-sama. Saya yakin jika kita tegas maka semua bisa kita lakukan,” tuturnya.

Di samping itu, peranan keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba pada generasi muda sangat penting. Keluarga harus menjaga komunikasi dengan anak-anaknya, karena mendidik anak milenial saat ini berbeda dengan mendidik generasi sebelumnya, para orang tua harus lebih melakukan pendekatan-pendekatan yang komunikatif dengan anak-anak, sehingga apa yang mereka kerjakan dapat diketahui orang tua. Untuk itu, diharapkan peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anaknya agar lebih ditingkatkan.
Ny Putri Suastini Koster juga mengingatkan soal penyandang HIV/AIDS yang tidak boleh dikucilkan. Penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya ini bisa dicegah dengan menghindari penggunaan obat terlarang, perilaku seks bebas alias setia dengan satu pasangan.

“Marilah kita saling menyadari sikap kita baik sebagai orang tua ataupun generasi muda, apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang sebaiknya kita hindari, sehingga kita semua terjaga dan terhindar dari hal-hal yang buruk,” ujarnya.

Sebelumnya Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Penglisir Agung Sukahet berkesempatan untuk membuka acara yang dihadiri oleh para yowana, perwakilan pecalang dan paiketan krama istri Provinsi Bali. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut yang juga menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, informasi terkait penyalahgunaan narkoba dan cara pencegahannya harus terus digaungkan sehingga generasi muda kita peduli dan takut akan hukuman yang akan didapat jika hal tersebut terjadi. Untuk itu ia berharap para yowana dapat terus mengedukasi yowana-yowana yang ada disekitar lingkungannya sehingga generasi muda kita terhindar dari ancaman narkoba dan seks bebas.

Hadir juga narasumber lainnya dalam kesempatan tersebut yaitu, BNN Provinsi Bali serta narasumber lainnya.

Wagub Bali Berharap,Hidupkan Pariwisata Secara Berlahan di Bali

DENPASAR -Pantaubali.com -Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengapresiasi rencana pembukaan obyek wisata monkey forest yang terletak di desa Padang Tegal, Ubud pada tanggal 5 November mendatang.

Menurut Wagub Cok Ace, selama masa pandemi Ubud seakan menjadi padam karena sebagian besar tempat kunjungan bagi wisatawan terpaksa memilih tutup karena minimnya wisatawan yang ada di Bali akibat pandemi Covid-19 ini. Sehingga pihaknya meminta agar warga Ubud yang memiliki rumah dan juga usaha di seputaran Ubud untuk membuka pintu

“Angkul-angkul atau kori” tempatnya, sehingga nampak kehidupan yang seperti biasanya. Hal ini disampaikannya saat menerima audensi dari Bendesa Adat Padangtegal, Ubud, di ruang kerjanya, Selasa (27/10),di Renon,Denpasar.

“Tutupnya akomodasi di Ubud membuat wisatawan domestik yang ada di Bali memilih berpindah ke tempat yang lain, sehingga hal ini tentu akan mempengaruhi kondisi Ubud di masa mendatang khususnya pasca pandemi,” jelasnya.

Bendesa Pakraman Padangtegal, Lingkungan Padangtegal, Kecamatan Ubud, Gianyar, I Made Gandra yang menghadap Wagub Cok Ace mengatakan pihaknya memilih membuka monkey forest sebagai upaya memperbaiki tatanan kehidupan komunitas yang ada di monkey forest terutama sejumlah hewan yang juga harus mendapat perhatian.

Selaku Wakil Gubernur, Cok Ace setuju akan dibukanya beberapa obyek wisata yang ada di Ubud.Akan tetapi dengan syarat mengutamakan dan menyiapkan protokol kesehatan baik bagi pengunjung dan juga staf setempat, sehingga obyek wisata monkey forest tidak menjadi kluster baru bagi penyebaran Covid-19.

Per Selasa, Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tercatat 65 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Jika dilihat berdasarkan data per Selasa,(27/10) terkonfirmasi sebanyak 65 orang melalui Transmisi Lokal, sembuh sebanyak 76 orang, dan meninggal Dunia sebanyak 4 orang.

Sedangkan untuk jumlah kasus secara kumulatif di Bali tercatat untuk terkonfirmasi Positif sebanyak 11.520 orang,Sembuh 10.361 orang (89,94%), dan Meninggal Dunia 378 orang (3,28%).
Kasus Aktif per Selasa,(27/10) menjadi 781 orang (6,78%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Talkshow Virtual Pewarta Sesi Kedua, Paslon Paket Padi Janjikan Perubahan

TABANAN – Pantaubali.com -Masih berkaitan serangkaian HUT ke VI, Persatuan Wartawan Tabanan (Pewarta) yang salah satu kegiatanya menggelar acara talkshow virtual dengan dua kandidat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tabanan yang bertarung di Pilkada serentak 2020.

Sebelumnya,talkshow virtual tersebut diawali kepada Paslon I Komang Gde Sanjaya dan I Made Edy Wirawan (Jaya-Wira) pada Senin,(26/10) di kediaman I Komang Gde Sanjaya selanjutnya (Selasa,(27/10) giliran Paslon pasangan Anak Agung Ngurah Panji Astika dan I Dewa Nyoman Budiasa (Padi) dilaksanakan di kediaman Anak Agung Ngurah Panji Astika.Dalam acara Talk Show secara Virtual tersebut masih dipandu oleh Galuh Praba.

Anak Agung Ngurah Panji Astika yang dalam Pilkada Tabanan 2020 mengusung tagline salam perubahan ini menyampaikan dalam kegiatan tersebut,negara-negara besar banyak ekonominya bergantung pada sektor pertanian seperti misalnya, negara Belanda, Swiss dan negara New Zealand. Akan tetapi Tabanan, malah meninggalkan sektor pertanian. Maka dari itulah, pembagunan Tabanan perlu kembali berbasis pertanian.

“Kami akan fokus kembali ke pertanian.Pembangunan Tabanan Berbasis budaya dan pertanian,” jelasnya.
Tabanan memiliki modal besar di sektor pertanian berupa sumber air dari danau.Tabanan memiliki subak terbesar di Bali dan kultur pertanian yang paling bagus.

“Saya yakin sekali kita harus kembali ke pertanian,” sebutnya.

Sedangkan jika dilihat saat ini mengapa pertanian ditinggalkan oleh masyarakat karena, selama ini pertanian identik dengan kata rugi.Kondisi tersebut dikarenakan ada keberpihakan pemerintah pada pertanian masih kurang.

“Saat panen tiba-tiba harganya jatuh,” katanya.

Adapun cara mengatasi permasalahan tersebut,harus diatasi dari hulu sampai hilir. Tidak hanya memberi bibit saja,pupuk lalu disuruh nanam selesai. Padahal agar harga tetap bagus pemerintah harus meperhatikan suplai dan demand.

“Saya ingin membangun dunia pertanian mandiri. Di antaranya melalui pertanian organik,” tutupnya.

Bupati Eka Resmikan LPKS Bali Cak Tourism School

 

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, meresmikan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bali Cak Torism School, bertempat di Desa Kuwum, Marga, Tabanan, Selasa (27/10) yang ditandai dengan pemotongan tumpeng disertai dengan penandatanganan prasasti tanda peresmian.

Turut hadir saat itu Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, beserta beberapa anggotanya. Hadir juga Owner LPKS Bali Cak Tourism School I Nyoman Suadiana beserta jajaran manajemen, nampak juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan beserta unsur Muspika Kecammatan Marga.

Sebelum melakukan peresmian, Bupati Eka mengatakan masyarakat Tabanan patut berbangga dengan kehadiran LPKS Bali Cak Torism School ini yang bergerak di bidang pariwisata. “Karena kita tidak boleh berpikir negative tentang pariwisata. Kita harus berpikir positif, karena 70 persen dampak hidup kita bergantung pada pariwisata,” ujar Bupati Eka.

Lebih lanjut Ia mengatakan, meskipun di masa pandemi ini sektor pariwisata mengalami penurunan yang sangat drastis, bukan berarti harus berhenti bergerak dan berusaha di bidang pariwisata. “Tinggal kita nantinya harus tetap melakukannya dengan protap kesehatan yang ada. Karena bukan berarti dengan adanya Covid, kita harus berhenti berbuat, berhenti bergerak, berhenti berusaha, ataupun berhenti sekolah,” tegas Bupati Eka.

Disamping itu, Bupati Eka juga berharap kehadiran LPKS Bali Cak Torism School ini bisa menjalin kerjasama yang baik khususnya dengan Pemerintah, sehingga mampu memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan di Tabanan. “Dan juga jaga kualitas dan komitmen yang telah diterapkan, sehingga LPK ini nantinya bisa berkembang kedepannya,” pinta Bupati Eka.

Sementara, Owner LPKS Bali Cak Tourism School I Nyoman Suadiana, menjelaskan bahwa LPK Bali Cak Torism School memiliki dua program unggulan, yaitu : Program 1 tahun/Basic Level dan Program 2 tahun/Middle Level.

“Program Basic Level memiliki 4 jurusan bidang kompetensi, yaitu : front office/kantor depan, food & beverage service/tata hidangan, culinary/juru masak, dan housekeeping/tata graham. Sedangkan Middle Level memiliki 2 jurusan bidang kompetensi, seperti : room division/divisi kamar dan food & beverage division,” jelas Suadiana.

Untuk memastikan para peserta pendidikan dan pelatihan dapat terserap di dunia kerja dan industry, Sudiana menjelaskan bahwa LPKS Bali Cak Tourism School telah menggandeng PT. Perwita Manning Agency. “Dimana nantinya akan membantu proses penempatan, baik itu ke hotel darat di dalam negeri maupun di luar negeri, begitu juga dengan kapal pesiar yang ada di Eropa dan Amerika,” ujar Sudiana.

Ia juga mengatakan akan terus berupaya dan berinovasi menyediakan tenaga pengajar yang bukan saja handal di bidang akademisi tapi juga di bidang praktisi. Sehingga keberadaan LPKS ini dapat diterima dengan baik dan secara langsung dapat membantu masyarakat/para generasi muda Tabanan pada khususnya dan Bali pada umumnya.

“Sesuai dengan motto lembaga kami “Quality assurance for a Bright Future, kami akan senantiasa memberikan jaminan kualitas kepada semua peserta pendidikan dan pelatihan untuk bisa meraih mimpi sesuai dengan bidang dan bakat kompetensi yang mereka miliki,” tambah Suadiana. @humastabanan.

Jelang Libur Panjang,Basarnas Bali Selengarakan Siaga SAR Khusus

JIMBARAN – Pantaubali.com -Menjelang cuti bersama dan hari raya Maulid Nabi Muhammad SAW diprediksi akan terjadi peningkatan angka wisatawan yang akan menikmati waktu libur panjangnya di beberapa objek wisata.

Mengantisipasi hal tersebut Basarnas yang ada pada seluruh wilayah kerja di Indonesia menggelar siaga SAR Khusus melalui peningkatan kesiapsiagaan, koordinasi lintas sektoral serta pergerakan Alut dan personil.

Siaga SAR khusus berlangsung sejak hari ini, Selasa (27/10) sampai dengan Senin (2/11).Posko mandiri ditempatkan pada masing-masing pos SAR yang berada di Jembrana, Buleleng dan Karangasem. Sementara itu pada objek wisata dilakukan pemantauan secara mobile dan juga melalui udara.

“Pagi hari tadi Heli SAR BO 105 take of dari hanggar Basarnas di Kelan untuk melakukan maintenance flight sekaligus pemantauan udara dengan rute Kuta, Legian, Tanah Lot, Sanur dan Ngurah Rai,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar ( Basarnas Bali),Gede Darmada, S.E., M.AP.

Penempatan personil di penyebrangan Padangbai juga telah dimulai hari ini oleh tim rescue dari Pos SAR Karangasem. Di tempat berbeda Pos SAR Jembrana memberangkatkan personil untuk pemantauan di Pelabuhan Gilimanuk.
Ketika ditemui usai mengikuti Rapat Koordinasi Sosialisasi dan Implementasi Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020-2024, Darmada menyatakan bahwa kesiaapsiagaan ini dilakukan serentak oleh beberapa instansi terkait termasuk Basarnas yang dalam hal ini mengambil tupoksi dalam bidang pencarian dan pertolongan.

“Sesuai dengan arahan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Marsdya TNI Bagus Puruhito, Basarnas Bali telah membuat rencana pergerakan selama 6 hari ke depan terhitung mulai hari ini,” ungkapnya.

Rencana pergerakan heli akan dilakukan sebanyak 2 kali dan juga sistem mobile para personil di beberapa titik yang diprediksi akan alami peningkatan pengunjung seperti Bandar Udara, Pelabuhan Penyebrangan, serta objek wisata khususnya pantai.Sampai dengan siang ini masih terpantau normal dan belum ada angka yang signifikan lonjakan wisatawan ataupun arus warga lokal yang pulang kampung.

“Dengan kesiapsiagaan melalui siaga SAR khusus ini, harapannya agar meningkatkan respon time apabila terjadi hal-hal darurat dan memerlukan bantuan SAR, maka dari itu penempatan personil dan Alut fokus pada area yang kemungkinan akan tinggi aktivitas masyarakatnya,” tutupnya.

Selesai Mecaru,Balai Adat Hangus Terbakar

TABANAN – Pantaubali.com -Diperkirakan akibat konsleting listrik balai adat permanen milik I Made Wirya (56) hagus terbakar di Banjar Sema,Desa Kediri, Tabanan,Selasa,(27/10).

Terkait kejadian tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia saat dikofirmasi,Selasa,(27/10) kurang lebih pukul 10.00 Wita menjelaskan,telah terjadi kebakaran satu unit balai adat permanen ukuran 4×6 m.Menurut keterangan korban, bahwa yang bersangkutan selesai mengadakan kegiatan pecaruan di rumahnya sehingga saat kejadian rumah dalam keadaan sepi.

“Kemungkinan kebakaran terjadi akibat konsleting listrik, api dapat dipadamkan setelah 2 unit damkar dikerahkan,” jelasnya.

Sembari dirinya menambahkan,kerugian akibat kejadian tersebu kurang lebih sebesar Rp 150 juta.

DPRD Tabanan Angkat PAW Anggota Masa Jabatan 2019-2024

TABANAN-Berdasarkan keputusan Gubernur Bali Nombor: 469/01-A/HK/2020 12 Oktober tentang peresmian pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Tabanan masa jabatan 2019-2024 terkait hal tersebut maka, DPRD Tabanan melaksanaan rapat paripurna di Ruang rapat DPRD Kabupaten Tabanan,Senin,(26/10).

Dalam kesempatan tersebut,I Gede Oka Winaya resmi dilantik menjadi Anggota DPRD Tabanan menggantikan I Made Edi Wirawan.Dirinya dilantik langsung oleh Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga yang disaksikan langsung oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiraystuti juga Anggota DPR RI, I Made Urip serta jajaran undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut,Ketua DPRD Tabanan memandu mengucapkan sumpah/janji kepada I Gede Oka Winaya yang berasal dari Dapil IV (Marga-Kediri) menggantikan I Made Edi Wirawan.Selanjutnya, Made Dirga dan Oka Winaya kemudian menandatangani berita acara sumpah dan dilanjutkan dengan memasangkan pin DPRD Tabanan ke pakaian Oka Winaya.

“Ia telah sah menjadi Anggota DPRD Tabanan masa jabatan 2019-2024 mendatang,” ujar Dirga.

Kemudiam dirimya menyampaikan, dalam acara pelantikan tersebut dari 39 Anggota DPRD yang hadir hanya 32 orang dan 7 orang diaantaranya tak menghadiri karena izin.

Dirinya juga berharap setelah pelantikan yang bersangkutan langsung bertugas di Komisi II DPRD Tabanan menggantikan Edi Wirawan. Setidaknya Oka Winaya nantinya mampu menjadi wakil rakyat yang bisa mewujudkan aspirasi masyarakat Tananan.

“Pesan khusus saya adalah bisa bekerjasama dengan kami dan bisa memaksimalkan tugas-tugasnnya nanti,” cetusnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Eka menyampaikan hal yang sama. Sembari memberikan saran agar anggota DPRD yang baru mampu bekerja lebih keras dan selalu menampung aspirasi rakyat Tabanan.

“Pertama saya ucapkan selamat atas dilantikanya Pak Gede Oka Winaya.Semoga bisa mengemban tugas dengan sungguh-sungguh, komitmen serta kerjasama antara legislatif dan eksekutif. Begutu juga komitmen dengan masyarakat dengan membawa suara rakyat dan aspirasi rakyat,” katanya.

Terakhir Oka Winaya menyampaikan, sempat merasa agak grogi ketika proses pelantikan tersebut. Dilihat sebelumnya  Jumat (23/10) lalu sudah melaksanakan geladi juga.

Sembari menambahkan,dengan dilantikannya sebagai Anggota DPRD Dapil IV (Kediri-Marga) diharapkan agar bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di “Sanggulan” (di Kantor DPRD Tabanan).

“Saya di komisi II menggantikan pak edi. Untuk hal prioritas dan program kedepan kami masih pelajari karena belum semat buka buku agendanya,” tutupnya.