- Advertisement -
Beranda blog Halaman 900

Hari Ibu ke 92,BKOW dan BK3S Provinsi Bali Serahkan Bantuan ke Panti Jompo

BADUNG – Pantaubali.com – Serangkaian peringatan Hari Ibu ke 92, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali yang juga sekaligus Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Bali Ny Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati beserta para anggota menyerahkan sejumlah bantuan kepada para lansia di Panti Jompo Syailendra , di Jimbaran , Badung ,Sabtu (12/12).

Dalam arahan singkatnya, Ny.Tjok Ace menyampaikan apresiasi atas keberadaan yayasan yang telah merawat para lansia di usia senja mereka dengan sangat baik.

Ny.Tjok Ace menyampaikan kunjungan yang dilakukan kali ini beserta dengan anggota BKOW dan BK3S Provinsi Bali adalah salah satu bentuk kepedulian akan para lansia, dimana para lansia yang dirawat di tempat ini adalah para lansia yang dulunya terlantar ataupun ditelantarkan. ” Saya sangat mengapresiasi keberadaan yayasan ini yang sudah merawat para orang tua kita yang terlantar, kurang mampu ataupun ditelantarkan oleh keluarganya. Untuk itu mari bersama kita rawat mereka dengan sepenuh hati, dengan sebaik baiknya sehingga di usia senja , mereka tetap sehat dan bahagia, ” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan bahwasannya di Yayasan Syailendra ini dirawat sebanyak 10 lansia yang datanya bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Bali. Dari informasi yang didapat dari masyarakat, Dinsos Provinsi bergerak ke lokasi lansia terlantar dan melakukan asessment terhadap kondisi di lapangan..” Jika lansia itu kurang mampu, terlantar ataupun ditelantarkan kita rekomendasikan untuk dirawat di tempat ini , namun jika masih memiliki keluarga kita melakukan pendekatan ke pihak keluarga agar keluarga merawatnya dengan baik, ” tuturnya.

Dalam kunjungan ke Panti Jompo pada pagi hari ini, Ny.Tjok Ace menyerahkan sejumlah bantuan baik itu paket sembako, Pampers, masker, sarung tangan karet serta kebutuhan lainnya baik bagi para lansia maupun para perawat yang bertugas dimana bantuan diterima langsung oleh Koordinator Yayasan Ibu Magdalena.

Ny.Tjok Ace beserta rombongan juga berkesempatan bertatap muka dengan para lansia serta menghibur mereka dengan bernyanyi bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.Rombongan juga berkesempatan meninjau langsung ruangan tidur para lansia serta fasilitas yang ada dimana ruangan tidur para lansia sangat bersih dan lingkungan di sekitar tertata rapi dan sangat nyaman.

Menhub RI dan Gubernur Bali Meletakan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Sanur dan Bias Munjul di Nusa Ceningan

DENPASAR – Pantaubali.com- Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan Peletakan Batu Pertama dimulainya Pembangunan Pelabuhan Sanur – Denpasar, dan Pelabuhan Bias Munjul – Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung pada, Sabtu, Saniscara, Paing, Menail (12/12) pagi.

Dibangunnya Pelabuhan Segitiga Sanur, Sampalan, dan Bias Munjul, karena merupakan Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur Darat, Laut, dan Udara secara terkoneksi dan terintegrasi dalam Visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Untuk mewujudkannya, Kementrian Perhubungan RI melalui APBN telah mengelontorkan anggaran dengan total sebesar Rp. 555 Milyar, yang terdiri dari anggaran pembangunan Pelabuhan Sanur sebesar Rp. 376 Milyar, untuk Pelabuhan Sampalan sebesar Rp. 82 Milyar, dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp. 97 Milyar.

Sehingga Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung itu direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 dan Pelabuhan Sanur, Kota Denpasar direncanakan selesai pada pertengahan tahun 2022.

Dalam Acara Peletakan Batu Pertama tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pembangunan tiga pelabuhan ini merupakan program monumental dan fundamental serta bersejarah bagi masyarakat Bali.

“Dengan fasilitas pelabuhan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan trasportasi untuk tiga kepentingan yaitu, (1) transportasi masyarakat Bali dari Sanur menuju Nusa Penida pada saat ada upacara piodalan di Pura Dalem Ratu Gede, (2) transportasi aktivitas harian masyarakat Bali menuju Nusa Penida dan Nusa Ceningan, dan (3) memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi wisatawan menuju Nusa Penida dan Nusa Ceningan,” ujar Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini dihadapan Menhub RI, Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Laut, Agus Purnomo, Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara, dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta seraya menyatakan dengan keberadaan tiga pelabuhan yang berkualitas dan memadai akan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali khususnya di Denpasar dan Klungkung.

Disisi lain, Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode Fraksi PDI Perjuangan ini menceritakan pembangunan pelabuhan yang bersejarah di Bali ini bisa terwujud berkat adanya kebijakan Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo berdasarkan usulan Gubernur Bali yang disampaikan langsung kepada Bapak Presiden di Istana Negara pada tanggal 22 April 2019.

“Beberapa hari setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019, Bapak Presiden memanggil saya selaku Gubernur Bali dan disana saya menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara koneksi,” cerita Wayan Koster.

Sedangkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan program sesuai arahan Bapak Presiden untuk mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi publik dan wisatawan yang berkunjung ke Bali, mengingat Bali merupakan tujuan wisata dunia yang harus dilengkapi dengan sarana prasarana yang memadai.

“Dengan adanya pelabuhan ini, akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida dan Nusa Ceningan sebagai destinasi wisata yang sangat diminati oleh masyarakat dunia,” ujarnya.

Secara desain, Budi Karya Sumadi yang juga merupakan seorang arsitek ini menjelaskan Pelabuhan Sanur di desain dengan mengekspresikan kearifan lokal di pesisir Pantai Sanur, yakni Perahu Cadik dengan view menghadap ke Gunung Agung dan Pantai Sanur yang sangat indah.

Arsitektur Bali, Nyoman Popo Danes juga menambahkan bahwa dalam desain Pelabuhan Sanur terdapat juga ornamen Kepala Gajah Mina.

“Setelah saya berkoordinasi dengan tokoh, seniman, dan budayawan dari Sanur, Kepala Gajah Mina dipercayai oleh masyarakat Sanur sebagai simbol yang memberikan keselamatan,” tutupnya.

Menhub RI dan Gubernur Koster Meletakan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Sanur dan Bias Munjul di Nusa Ceningan

DENPASAR – Pantaubali.com – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan Peletakan Batu Pertama dimulainya Pembangunan Pelabuhan Sanur – Denpasar, dan Pelabuhan Bias Munjul – Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung pada, Sabtu, Saniscara, Paing, Menail (12/12) pagi.

Dibangunnya Pelabuhan Segitiga Sanur, Sampalan, dan Bias Munjul, karena merupakan Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur Darat, Laut, dan Udara secara terkoneksi dan terintegrasi dalam Visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Untuk mewujudkannya, Kementrian Perhubungan RI melalui APBN telah mengelontorkan anggaran dengan total sebesar Rp. 555 Milyar, yang terdiri dari anggaran pembangunan Pelabuhan Sanur sebesar Rp. 376 Milyar, untuk Pelabuhan Sampalan sebesar Rp. 82 Milyar, dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp. 97 Milyar.

Sehingga Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung itu direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 dan Pelabuhan Sanur, Kota Denpasar direncanakan selesai pada pertengahan tahun 2022.

Dalam Acara Peletakan Batu Pertama tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pembangunan tiga pelabuhan ini merupakan program monumental dan fundamental serta bersejarah bagi masyarakat Bali.

“Dengan fasilitas pelabuhan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan trasportasi untuk tiga kepentingan yaitu, (1) transportasi masyarakat Bali dari Sanur menuju Nusa Penida pada saat ada upacara piodalan di Pura Dalem Ratu Gede, (2) transportasi aktivitas harian masyarakat Bali menuju Nusa Penida dan Nusa Ceningan, dan (3) memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi wisatawan menuju Nusa Penida dan Nusa Ceningan,” ujar Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini dihadapan Menhub RI, Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Laut, Agus Purnomo, Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara, dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta seraya menyatakan dengan keberadaan tiga pelabuhan yang berkualitas dan memadai akan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali khususnya di Denpasar dan Klungkung.

Disisi lain, Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode Fraksi PDI Perjuangan ini menceritakan pembangunan pelabuhan yang bersejarah di Bali ini bisa terwujud berkat adanya kebijakan Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo berdasarkan usulan Gubernur Bali yang disampaikan langsung kepada Bapak Presiden di Istana Negara pada tanggal 22 April 2019.

“Beberapa hari setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019, Bapak Presiden memanggil saya selaku Gubernur Bali dan disana saya menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara koneksi,” cerita Wayan Koster.

Sedangkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan program sesuai arahan Bapak Presiden untuk mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi publik dan wisatawan yang berkunjung ke Bali, mengingat Bali merupakan tujuan wisata dunia yang harus dilengkapi dengan sarana prasarana yang memadai.

“Dengan adanya pelabuhan ini, akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida dan Nusa Ceningan sebagai destinasi wisata yang sangat diminati oleh masyarakat dunia,” ujarnya.

Secara desain, Budi Karya Sumadi yang juga merupakan seorang arsitek ini menjelaskan Pelabuhan Sanur di desain dengan mengekspresikan kearifan lokal di pesisir Pantai Sanur, yakni Perahu Cadik dengan view menghadap ke Gunung Agung dan Pantai Sanur yang sangat indah.

Arsitektur Bali, Nyoman Popo Danes juga menambahkan bahwa dalam desain Pelabuhan Sanur terdapat juga ornamen Kepala Gajah Mina. “Setelah saya berkoordinasi dengan tokoh, seniman, dan budayawan dari Sanur, Kepala Gajah Mina dipercayai oleh masyarakat Sanur sebagai simbol yang memberikan keselamatan,” tutupnya.

Angaran Penangganan Covid-19 Terserap 80 persen dari Rp 39 milyar di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Dalam upaya penangganan Covid-19 total anggaran dialokasikan sebelumnya sebesar Rp 39 milyar di Tabanan.Dari total anggaran tersebut telah terserap sebesar 80 persen di Tabanan.Sedangkan sisa dari total angaran penangan tersebut dinilai masih mencukupi sampai akhir tahun (2020) itu disampaikan, Sekda Tabanan I Gede Susila,Jumat,(11/12) (kemarin) di terminal Pesiapan,Tabanan.

“Dari total anggaran tersebut paling banyak saat ini terserap ke Dinas Kesehatan Tabanan,” jelasnya.

Sedangkan jika dilihat untuk jumlah orang tanpa gejala Covid-19 di Tabanan menurut Dirinya, telah ditangani dengan baik.

“Memang ada penambahan-penambahan akan tetapi,masih dalam kondisi biasa saja,” cetusnya.

Sedangkan terkait vaksin, Susila mengatakan,belum ada penangannnya.Kebutuhan vaksin nantinya tergantung jumlah penduduk jika dilihat total jumlah penduduk di Tabanan samapai saat ini sebanyak 450 orang.

“Nantinya ada beberapa kategori dalam pemberian vaksin,hanya untuk berumur 18 sampai umur 59 tahun saja,” ujarnya.

Wagub Bali, Kembali Ajukan Dukungan Dana Ketenagakerjaan

BADUNG – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Bali sedang mengupayakan pengajuan dukungan dana ketenagakerjaan bagi pelaku pariwisata yang terdampak ke pusat, hal ini disebabkan belum berani dipastikannya kondisi pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 akan pulih total pada tahun 2021 mendatang. Hal ini disampaikannya disela wawancara bersama sejumlah media sesaat setelah pembukaan Indonesia Tourism Outlook 2020, di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (11/12).

Indonesia Tourism Outlook 2021 keenam kali ini dihadiri ratusan pengusaha pariwisata, pelajar baik secara virtual ataupun offline. Dengan mengambil tema “Finding The Exit Strategy Uncertainty” diharapkan Bali kembali bangkit dengan dukungan dan peran serta instansi terkait.

Indonesia pasca Pandemi Covid – 19 yang berimbas pada semua sektor kehidupan, terlebih pada daerah daerah yang menjadikan Pariwisata sebagai sumber ekonomi. Kunjungan wisman ke Indonesia melalui seluruh pintu masuk Bali berjumlah 164.970 kunjungan Agustus atau pintu masuk bulan Agustus 2020 2019 yang mengalami penurunan sebesar -89,22% dibandingkan berjumlah 1.530.268 kunjungan, di kutip dari sumber data statistik Kementrian Pawiwisata dan Ekonomi Kreatif. bulan Berbagai upaya di lakukan untuk menggerakan sector wisata terutama pemerintah dalam penerapan dan Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Lingkungan Hidup.

Untuk mendukung aturan pelaksanaan CHSE : Clean, Healthy, Safety, Environment atau Estepers merupakan ornaisasi ikatan alumni dari Politeknik Pariwisata Bali lintas generasi ; P4B, BPLP, STP, dalam menyikapi masa pandemi ini bersama-sama dengan insan pariwisata yang di dukung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ingin bersama-sama mencari solusi jalan keluar pada saat semua mengalami ketidak pastian. Penyelenggaraan Indonesia Tourism Outlook 2021 merupakan wadah dimana nantinya data – data serta celah-celah dari rencana pemerintah dalam upaya pemulihan Pariwisata Indonesia akan di suarakan.

Indonesia Tourism Outlook 2021 ini sebagai bentuk idealisme para Alumni Politeknik Pariwisata Bali atau Estepers, untuk Kembali membangun pemulihan kepariwisataan Indonesia dengan terobosan-terobosan baru sesuai dengan aturan hidup baru, tidak hanya menggandeng daerah tujuan wisata tetapi juga bersama-sama membangun Ekonomi Kreatif yang saat ini berkembang pesat melalui wadah UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang tentu saja menjadi salah satu sistem pendukung dari Kepariwisataan itu sendiri.

Facing Para executive Estepers yang aktif dalam penyelenggaraan ITO ini terdiri dari I Nyoman Sukadana S.E., M.M., CHE, selaku Ketua Umum, I Nyoman Sarya, S.E., M.M., M.B.A.,- President Estepers Executive Club, Dr (C) I Made Ramia Adnyana S.E., M.M., – ITO Chairman serta I Gede Nyoman Sapta Adi selaku ITO 2020 Project Director serta di dukung penuh oleh team dari pengurus Estepers. Seperti yang di kutip oleh I Nyoman Sukadana, selaku Ketua Umum Estepers, bahwa pandemi covid-19 ini tidak bisa meluluhkan semangat sebagai insan pariwisata dan ingin bersama-sama untuk bisa bangkit Kembali.

“Bergerak selangkah demi selangkah dan bersama-sama membangun kembali Indonesia sebagai daerah tujuan wisata yang berbasis pada tatanan hidup baru” demikian ungkapan positif dari I Gede Nyoman Sapta Adi.

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan bahwa lembaga pendidikan harus mampu menciptakan sumber daya manusia yang berbekal keahlian dan kemampuan yang berdaya saing untuk ikut berlomba menyabet setiap kesempatan yang ada sekaligus mampu beradaptasi di lingkungan kerja.

Destinasi mandiri adalah destinasi yang dilaksanakan secara mandiri dengan menguatkan wilayahnya untuk layanan terpadu dengan penerapan protokol Kesehatan dan tatanan kehidupan lokal yang sedang berlaku disebuah wilayah.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali pembangunan yang seimbang antara skala dan Niskala dengan memperhatikan Tri Hita Karana juga memiliki peran sangat strategis dalam promosi pemulihan pariwisata yang berkelanjutan pasca pandemi Covid-19 ini.

Ny Cok Ace Sebut, Sosok Ibu Menjadi Ujung Tombak Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

DENPASAR – Pantaubali.com – Sosok ibu mempunyai peran yang sangat penting dan menjadi ujung tombak dalam peneraoan adaptasi kebiasaan baru yang produktif dan aman dari penularan Covid-19. Hal itu diutarakan Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati (Ny.Cok Ace) saat menjadi pembicara kunci pada seminar online yang mengusung tema ‘Pesan Ibu Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru’, Jumat (11/12).Seminar ini digelar BKOW Provinsi Bali dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-92 Tahun 2020.

Mengawali paparannya, Ny. Cok Ace yang mengikuti seminar online dari ruang kerjanya di Sekreatariat BKOW Bali menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Menyikapi hal tersebut, pemerintah mulai dari pusat hingga daerah telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Salah satunya melalui gerakan ‘Ingat Pesan Ibu 3M’ yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak dan jauhi kerumunan,” urainya.

Ny.Cok Ace berpendapat, penggunaan tagline ‘Ingat Pesan Ibu’ mempunyai makna yang berkaitan dengan pentingnya peran seorang ibu dalam keluarga. Sebab menurutnya, ibu adalah sosok yang memegang peranan penting dalam keluarga, khususnya di tengah pendemi.

“Dalam menghadapi situasi pandemi, seorang ibu mendapat tugas tambahan lagi selain kewajiban mereka sebagai ibu rumah tangga. Anak-anak yang terpaksa harus belajar dari rumah menuntut seorang ibu untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai pendamping anak dalam belajar,” urainya.

Lebih dari itu para ibu juga punya tugas penting dalam mendisiplinkan anggota keluarga dalam penerapan 3M. Ia berkeyakinan, sentuhan hangat seorang ibu akan mampu mengarahkan anggota keluarga lainnya untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan demikian, ia berharap pandemi ini segera berlalu dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Seminar online menghadirkan dua pembicara yaitu dr Setiawati Hartawan, M.Kes dan Fatmawati Abdullah. Kedua narasumber menguraikan tentang pentingnya peran ibu dalam upaya mendisiplinkan anggota keluarga dalam penerapan 3M. dr. Setiawati menekankan agar para ibu berada di garda terdepan dalam adaptasi kebiasaan baru.

“Selalu ingatkan anak-anak dan anggota keluarga lain untuk menggunakan masker ketika bepergian ke luar. Bukan hanya sekedar pakai, tapi jenis masker juga harus diperhatikan agar benar-benar aman. Jangan pernah bosan mengingatkan anak-anak untuk menerapkan kebiasaan jaga jarak dan menjauhi kerumunan karena itu kunci untuk melindungi keluarga dari penularan Covid-19,” urainya.

Kedua narasumber ini juga menyampaikan pesan yang sama kepada para ibu agar tetap ingat menggunakan masker pada saat foto bersama ketika menghadiri sebuah acara.

“Ibu-ibu kan punya kebiasaan foto-foto, jangan lepas masker karena rentan penularan. Ingat, siapapun berpotensi untuk menularkan, sekalipun itu orang yang kita kenal,” ujar keduanya.

Perhari ini, Tercatat Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tercatat 110 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Jika dilihat berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 110 orang (107 orang melalui Transmisi Lokal dan 3 PPDN),sembuh sebanyak 116 orang, dan 4 orang Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi Positif 15.440 orang,Sembuh 14.016 orang (90,78%), dan Meninggal Dunia 463 orang (3,00%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 961 orang (6,22%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

Koridor 1 Trans Mentro Dewata Telah Dibuka di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Guna mendorong masyarakat memanfatkan transportasi umum dalam beraktifitas sehari-hari maka,transportasi public koridor 1 Trans Mentro Dewata meliputi rute sentral parkir kuta Badung,Terminal Kota Denpasar,Terminal Menguwi dan terminal pesiapan,Tabanan telah di buka per,Jumat,(11/12) (hari ini) di Terminal pesiapan,Tabanan.

“Semua dilakukan dalam upaya mendorong masyarakat agar mengunakan transportasi umum.Serta dalam upaya menigkatakan kuwalitas transportasi publik di Tabanan,”jelas Kadis Perhubungan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama,Jumat,(11/12) di Tabanan.

Sebenarnya 1 Desember 2020 telah diuji cobakan dan baru pada 11 Desember 2020 dibuka rute koridor 1.

“Baru hari ini dibuka rutenya dan bagi masyarakat bisa mendowloud teman bus guna mengecek titik jemputan,haltenya termasuk posisi busnya di aplikasi teman bus,” ucapnya.

Untuk titik jemput saat ini baru berjumlah 6 halte dan sementara disepanjang by pass Sukarno saja yaitu, dari terminal pesiapan menuju terminal menguwi.

“Adapun rentan waktu jemput mulai dari,10 sampai 15 menit dengan 28 unit bus untuk sementara waktu,” katanya.

Dengan baru dioprasikan bagi penumpang yang ingin mencoba akan diberikan gratis sampai 31 Desember 2020.

Selanjutnya Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila menyampaikan,kedepan tentu akan dikembangkan sampai kepelosok-pelosok di Kabupaten Tabanan.

“Masih bertahap dan nantinya akan bisa terlayani sampai di ujung wilayah Tabanan ini,” tutupnya.

Dibuka Menlu, Gubernur Koster Hadiri BDF

BADUNG – Pantaubali.com – Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di masa pandemi Covid-19 ini, Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 diselenggarakan secara hybrid (online dan offline) dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Bahkan, BDF tahun 2020 ini digelar terbatas, dan hanya diikuti tidak lebih dari 50 peserta.

Di mana BDF yang dibuka Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi, dan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster ini, berlangsung di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Badung, Kamis (10/12) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Retno menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dan praktik demokrasi selama dan setelah pandemi Covid-19. Menurutnya, pandemi Covid-19 seharusnya tidak mengurangi komitmen negara-negara terhadap demokrasi.

“Sebaliknya, demokrasi juga jangan jadi penghalang upaya pemerintah menanggulangi dan mengendalikan Covid-19,” tegasnya.

Retno menyebutkan, ada tiga faktor penting yang dapat memastikan nilai-nilai dan praktik demokrasi tetap terjaga selama dan setelah pandemi.

“Pertama pentingnya mengembalikan kepercayaan publik terhadap demokrasi, kedua pentingnya mempertahankan nilai-nilai demokrasi pasca pandemi serta pentingnya solidaritas dalam menjaga nilai demokrasi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Bali Democracy Forum merupakan pertemuan lintas negara dan lintas lembaga yang digagas tahun 2008 lalu, dan digelar Indonesia secara rutin setiap tahunnya.

Forum ini, mempertemukan setidaknya lebih dari 50 negara sebagai peserta, 73 negara sebagai pengamat, dan 10 organisasi internasional yang berkedudukan di wilayah Asia Pasifik.

Dibuka Menlu, Gubernur Koster Hadiri BDF

BADUNG – Pantaubali.com – Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di masa pandemi Covid-19 ini, Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 diselenggarakan secara hybrid (online dan offline) dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Bahkan, BDF tahun 2020 ini digelar terbatas, dan hanya diikuti tidak lebih dari 50 peserta.

Kembali

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan.

Di mana BDF yang dibuka Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi, dan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster ini, berlangsung di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Badung, Kamis (10/12) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Retno menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dan praktik demokrasi selama dan setelah pandemi Covid-19. Menurutnya, pandemi Covid-19 seharusnya tidak mengurangi komitmen negara-negara terhadap demokrasi.

“Sebaliknya, demokrasi juga jangan jadi penghalang upaya pemerintah menanggulangi dan mengendalikan Covid-19,” tegasnya.

Retno menyebutkan, ada tiga faktor penting yang dapat memastikan nilai-nilai dan praktik demokrasi tetap terjaga selama dan setelah pandemi.

“Pertama pentingnya mengembalikan kepercayaan publik terhadap demokrasi, kedua pentingnya mempertahankan nilai-nilai demokrasi pasca pandemi serta pentingnya solidaritas dalam menjaga nilai demokrasi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Bali Democracy Forum merupakan pertemuan lintas negara dan lintas lembaga yang digagas tahun 2008 lalu, dan digelar Indonesia secara rutin setiap tahunnya.

Forum ini, mempertemukan setidaknya lebih dari 50 negara sebagai peserta, 73 negara sebagai pengamat, dan 10 organisasi internasional yang berkedudukan di wilayah Asia Pasifik.