- Advertisement -
Beranda blog Halaman 891

Update Penanggulangan Covid-19, Rabu, 30 Desember 2020

DENPASAR – Pantaubali.com – Jika dilihat berdasarkan data perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 157 orang (152 orang melalui Transmisi Lokal dan 5 PPDN) sembuh sebanyak 107 orang, dan 9 orang Meninggal Dunia.

Jika dilihat jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi Positif 17.566 orang,Sembuh 16.041 orang (91,32%), dan Meninggal Dunia 519 orang (2,95%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.006 orang (5,73%), tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Jika dilihat sesuai instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Sambut Tahun Baru Ditengah Pandemi COVID-19, Wagub Bali Minta Jaga Diri

DENPASAR – Pantaubali.com – Pandemi Covid-19 secara tidak langsung meningkatkan angka pengangguran di Bali yang sebelumnya menduduki peringkat I terbaik di Indonesia (1,6%) saat ini setelah Covid-19 menjadi peringkat ke 18 di Indonesia (5,6%).

Jumlah ini diakibatkan pelaku pariwisata yang terdampak langsung oleh wabah ini mulai dari dirumahkan oleh perusahaan dan tidak memiliki pilihan lain untuk meneruskan perputaran ekonomi mereka.

Kondisi Covid-19 yang masih mewabah saat ini memberi pengaruh sangat keras kepada pelaku pariwisata, karena Bali sebagai destinasi pariwisata. Untuk kembali memulihkan kepercayaan dunia kepada Bali, bersama kita semua dari segala kalangan dan komponen masyarakat untuk menjaga diri agar tidak tertular dan tidak terpapar Covid-19 pada pergantian tahun 2020-2021 ini. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati saat memberikan arahan dan apresiasi kinerja tim verifikasi protokol tatanan kehidupan era baru bidang pariwisata, di Gedung Praja Sabha, Rabu (30/12).

Sejumlah upaya sudah dilakukan Pemerintah mulai dari pembentukan Tim Satgas, Tim percepatan pemulihan ekonomi dampak Covid-19, disamping juga dilakukan meningkatkan daya tahan bagi pelaku pariwisata (melakukan relaksasi pajak, hutang-hutang dan memberikan bantuan tunai langsung dan subsidi BPJS), sekaligus membangun daya saing dengan membangun kepercayaan pasar terhadap Bali (dengan melakukan promosi dan meningkatkan kesiapan kita tentang jaminan keselamatan dan jaminan kesehatan bagi wisatawan yang datang sehingga kepercayaan manca negara kembali pulih untuk Bali).

Dengan upaya pemberlakuan dan pelaksanaan program CHSE bagi pelaku pariwisata terutama hotel, daya tarik wisata dan transportasi dengan pola offline dan online. Tugas pemulihan ekonomi dalam rangka menumbuhkan “trust” atau kepercayaan terhadap pasar dengan taglune “trust be coming” diharapkan mampu memberikan parameter positif bagi new boarder ke depannya.

Koordinator Tim Verifikasi Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata Yoga Iswara mengatakan sejumlah progres yang dilakukan tim verifikasi protokol tatanan kehidupan era baru bidang pariwisata selama enam (6) bulan adalah sebanyak 215 hotel bintang 3, bintang 4 dan bintang 5 diseluruh Bali, yang sudah terverifikasi. 41 wisata Tirta, 81 daya tarik wisata dan mice dan 48 transportasi.

Proses verifikasi yang dilakukan lebih memfokus pada penyiapan protokol kesehatan baik dari ketersediaan dan juga penerapan. Selain juga penggunaan aksara Bali, dan penggunaan sampah sekali pakai (non plastik).

Jika kita amati Peraturan Gubernur terkait sejumlah aturan pengurangan penggunaan sampah plastik merupakan salah satu perbaikan DNA bagi keberlangsungan pariwisata ke depan. Sehingga pariwisata Bali memiliki image dan citra yang baik di mata dunia, dengan mengusung konsep “paras paros, segilik seguluk subayantaka” dengan tetap mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pamit Jaga Malam,Satpam Gantung Diri di Kandang Sapi

TABANAN – Pantaibali.com – Pamit tugas cek ATM Bank di Tabanan seorang Satpam ditemukan gantung diri di Kandang Sapi,Subak Delod Biaung, Banjar Dinas Biaung Kelod, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan,Senin,(28/12).

Adapun korban berinisial IGMA(42) bekerja sebagai Satpam disalah satu Bank swasta asal Banjar Dinas Biaung Kelod, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Adapun modus operandi seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia dalam keterangan persnya kemarin,Selasa,(29/12) di Tabanan,diduga korban gantung diri pada tiang lambang kandang sapi dengan menggunakan karung plastik yang digiling diplintir.Hal tersebut dilakukan akibat dari tekanan ekonomi yang dialami korban.

Selanjutnya dirinya menjelaskan kronologis kejadian hari ini Minggu,(27/12)sekira jam 20.00 wita, korban berpamitan kepada pelapor (istri) berinisial NWS guna melksanakan tugas jaga malam di BNI 46 tabanan.

Karena pada malam tersebut mendapat tugas melaksanakan patroli melakukan pengecekan terhadap ATM-ATM BNI yang ada di wilayah Kota Tabanan.Sekira jam 21.00 wita, pelapor sempat menelepon korban dan mengatakan berada di kota Tabanan, kembali pelapor menelpon korban jam 22.00 wita.Mengatakan posisinya di wilayah abiantuwung.

“Setelah menelpon istrinya selanjutnya korban sempat chatting melalui WA dan sempat mengatakan,kalau dirinya sudah tidak ada agar istrinya kembali saja ke rumah asalnya di Banjar Celuk, Desa Sudimara Tabanan, sekitar jam 23.30 wita pelapor kembali menelpon korban namun tidak di angkat,” jelasnya.

Begitu seterusnya dilakukan pelapor setiap 1 jam sampai pagi namun tidak diangkat juga. Kemudian pada hari Senin,28 Desemeber 2020, sekira jam 09.30 wita salah satu saksi berangkat dari rumah menuju pondok untuk melihat sapinya, sekira jam 10.00 wita ketika sampai di pondok tempat sapinya.

“Dilihat korban sudah tergantung di tiang lambang pondok kandang sapi dengan menggunakan karung plastik yang digiling atau diplintir, dengan kejadian tersebut saksi menyampaikan kepada pihak keluarga kalau korban sudah meninggal dunia tergantung di pondok kandang sapi,” ujarnya.

Selanjutnya dirinya menambahkan,kemudian bersama keluarga korban menurunkan mayat korban dan di baringkan di tempat tidur yang ada di pondok, selanjutnya datang petugas kepolisian Polsek Penebel dan petugas medis dari Puskesmas Penebel 1 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut

Per Kemarin,Terkonfirmasi Positif Covid-19 172 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali Selasa,(29/12) kemarin mencatat pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 172 orang (161 orang melalui Transmisi Lokal dan 11 PPDN),sembuh sebanyak 141 orang, dan 2 orang Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut erkonfirmasi Positif 17.409 orang,Sembuh 15.934 orang (91,53%), dan Meninggal Dunia 510 orang (2,93%).

Kasus Aktif per hari ini menjadi 965 orang (5,54%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

Akselerasi Program Prioritas, Gubernur Bali Dorong Birokrasi Bekerja Luar Biasa

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan jajaran birokrasi Pemprov Bali agar tidak bekerja normatif atau biasa-biasa saja. Untuk mengakselerasi program prioritas sebagai penjabaran dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, Gubernur mendorong jajaran birokrasi bekerja luar biasa.

Penekanan itu disampaikan Gubernur Koster pada pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemprov Bali, Selasa (29/12) di Denpasar.

Menyesuaikan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, acara pelantikan dilaksanakan secara hybrid, kombinasi offline dan online. Acara online digelar di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur yang dihadiri oleh perwakilan pejabat yang dilantik. Sebagian lagi mengikuti secara online melalui aplikasi zoom dari kantor masing-masing. Acara offline di WSU Kantor Gubernur juga dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (CokAce), Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov Bali.

Mengawali arahannya, Gubernur Koster kembali menegaskan bahwa dalam pengisian jabatan setingkat eselon 2, 3 dan 4 kali ini, ia semaksimal mungkin telah mengupayakan penempatan yang mendekati apa yang menjadi keinginan bersama.

“Jadi, penempatan pejabat ini bukan berdasarkan keinginan saya atau yang lain-lain. Semua didasari atas kebutuhan untuk menjalankan roda pembagunan,” ujarnya.

Ia kemudian menyebut lima program prioritas yang harus menjadi perhatian jajaran birokrasi yakni bidang 1 (Pangan,Sandang dan Papan), bidang 2 (Kesehatan dan Pendidikan), bidang 3 (Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan), bidang 4 (Adat,Agama,Tradisi,Seni dan Budaya), bidang 5 (Pariwisata). Kelima program prioritas itu didukung oleh upaya penguatan infrastruktur darat, laut dan udara.

Menurut mantan anggota DPR RI tiga periode ini, upaya mengakselerasi lima program prioritas itu membutuhkan dukungan SDM yang secara utuh memahami Visi Nangun Sat Kerthi Nangun Bali.

“Bukan hanya sekedar paham, tapi mendalami, menghayati, bisa melaksanakan, mengakselerasi, inovatif dan kreatif,” tandasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan SDM yang ideal, selaku gubernur ia berupaya memanfaatkan sumber daya yang ada. Kendatipun, menurut penilaiannya, masih ada pejabat yang menunjukkan kinerja mengecewakan.

“Yang kinerjanya baik ada, yang sedang-sedang saja juga ada. Saya manfaatkan resource yang ada saja. Orang-orang yang dipilih menduduki jabatan tertentu adalah mereka yang punya kemampuan mendekati tupoksi, punya integritas dan track record yang bagus,” jelas Gubernur Jebolan ITB ini.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, ia berpesan agar mereka bekerja dengan baik, mampu mengukir prestasi yang bagus, bisa bekerjasama dan membangun sinergi. Lebih dari itu, mereka juga diingatkan agar tidak pasif dan mampu mencari jalan keluar ketika menghadapi persoalan.

“Ketika tidak mengerti, jangan diam. Tapi harus proaktif,” pesannya.

Khusus untuk pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon 2), pria kelahiran Desa Sembiran ini mengingatkan agar mereka mampu memahami secara komprehensif, mendalam dan detail bidang tugas masing-masing, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Selain cakap di bidangnya, ia ingin para pimpinan OPD memiliki akses ke pusat. Seorang pejabat eselon 2 (setingkat kadis dan kepala badan) dituntut punya pergaulan luas di kementerian. Ia berpendapat, akses ke pusat itu bisa dimanfaatkan untuk memperoleh anggaran untuk mengakselerasi program pembangunan di daerah.

“Akses ke pusat inilah yang saya manfaatkan. Karena jika hanya mengandalkan APBD, itu sangat kecil. Cari sumber pendanaan APBN sebanyak-banyaknya. Kalau akses saya ke menteri, kepala OPD bisa membuka akses ke jajaran dirjen. Itu akan saling melengkapi,” terangnya.

Sejatinya, imbuh Gubernur, bukan hanya dukungan pendanaan yang bisa diperoleh dari pusat. Tiap OPD bisa melakukan pendekatan untuk mengkolaborasikan program daerah dengan kementerian.

“Di sini dituntut kreativitas dan inovasi. Harus lebih banyak gaul dengan kementerian, kalau mengandalkan itu-itu saja, tak akan pernah ada lompatan. Di era saya, saya tak mau begitu, mesti ada terobosan,” tambahnya sembari mengajak para pimpinan OPD untuk tancap gas di tahun 2021. Hanya saja, ia tetap mengingatkan agar jajarannya jangan sampai menempuh cara-cara yang melanggar aturan seperti terlibat dalam grativitasi.
Masih dalam arahannya, Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini secara khusus menyinggung tentang pelantikan Nusakti Yasa Weda sebagai Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bali. Gubernur menjelaskan, Nusakti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah NTB Kementerian PUPR dipilih melalui seleksi terbuka. Dengan nilai akumulatif 80,27, Nusakti mengungguli dua kandidat lainnya yaitu Dewa Ayu Puspa Dewi dan I Gede Cipta Sudewa Atmaja. Sesuai dengan komitmennya, Gubernur Koster memilih ia yang menempati peringkat satu dalam seleksi.

“Sebagai orang yang pernah berkecimpung dalam dunia pendidikan, saya memilih yang memperoleh skor tertinggi. Kalau saya sampai memilih secara subjektif, apa gunanya ada pansel,” ucapnya.

Ia menaruh harapan yang besar terhadap pelantikan Kadis PUPR yang baru karena membutuhkan orang kuat untuk menggejot infrastruktur yang dinilai sudah tertinggal selama 10 tahun. Berbekal latar belakang yang dimiliki di Kementerian PUPR, Gubernur Koster berharap Nusakti dapat merampungkan sejumlah pekerjaan besar yaitu penataan Kawasan Besakih, Gunaksa, proyek normalisasi bendungan dan short cut.

Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana menerangkan, pelantikan pejabat dilaksanakan untuk mengisi kekosongan jabatan karena pejabatnya memasuki masa pensiun, beralih ke fungsional dan meninggal. Rincian yang dilantik adalah 1 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama/Eselon 2 yaitu Kadis PUPR Nusakti Yasa Weda, 68 Pejabat Administrator/Eselon 3 (Kepala Bidang/Kepala Bagian) dan 240 Pejabat Pengawas/Eselon IV (Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian). Dengan pengisian kekosongan jabatan ini, Lihadnyana berharap kinerja organisasi Pemprov Bali berjalan lebih optimal.

Gubernur Bali,Realisasikan Pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur, Nusa Penida & Nusa Ceningan

NUSA -Pantaubali.com – Di Hari Purnama, Koster Meletakan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Penyebrangan Bias Munjul di Nusa Ceninga.

NUSA CENINGAN – Cita-cita Gubernur Bali, Wayan Koster di dalam mewujudkan Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur Darat, Laut, dan Udara secara terkoneksi dan terintegrasi dalam Visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru akhirnya mampu dibangun di tahun 2020, yang salah satunya berupa Pembangunan Pelabuhan Sanur – Denpasar, Pelabuhan Penyebrangan Bias Munjul – Nusa Ceningan, dan Pelabuhan Sampalan – Nusa Penida di Kabupaten Klungkung.

Hal itu dibuktikan oleh Wayan Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, pada saat ia meletakan batu pertama Pembangunan Pelabuhan Penyebrangan Bias Munjul di Nusa Ceningan tepat pada hari suci Purnama Kepitu, Selasa, Anggara Wage, Ugu (29/12).

Alasan utama yang mentekadkan diri Gubernur Koster untuk mewujudkan ketiga pelabuhan itu, karena ia merasa terpanggil untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bali hingga wisatawan dunia yang hendak melakukan penyebrangan dari Sanur menuju Pulau Nusa Penida, dan Pulau Nusa Ceningan di Kabupaten Klungkung.

“Ini bukan janji waktu Pilgub Bali, tapi karena ada niat yang membuat jiwa perjuangan saya tergerak ketika saat itu di tahun 2017 menyebrang ke Nusa Penida dalam kegiatan sosialisasi menjadi calon Gubernur Bali, dari Sanur saya merasakan keprihatinan karena melihat banyak masyarakat Bali hingga wisatawan mancanegara harus digendong, ada juga yang mengangkat kain celananya, hingga membuka sepatunya untuk menghindari terjangan ombak menuju speed boat,” ceritanya dihadapan masyarakat Nusa Ceningan.

Atas kondisi itu, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini sempat mengajak Wakil Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Anggota DPRD Bali, dan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede untuk turun meninjau kondisi pelabuhan di Sanur, dan dalam kesempatan itu Wayan Koster mengungkapkan janji, apabila dirinya menjadi Gubernur Bali, maka ia akan bangun pelabuhan di Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan dengan kemampuan jaringan pemerintahan yang dimilikinya ditingkat nasional.

“Ternyata bersyukur rencana Pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan ini terwujud berkat niat baik ketemu jalan baik, karena pada tahun 2019 saya dipanggil Bapak Presiden Joko Widodo, disana saya melaporkan salah satun rencana pembangunan pelabuhan ini dan langsung direspon oleh Bapak Presiden, hingga kemudian di Tahun 2020 ini langsung direalisasikan dalam jangka waktu yang cepat hingga dengan anggaran yang besar,” ungkapnya.

Sehingga Gubernur yang berpenampilan sederhana ini menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Presiden RI, dan hal ini terwujud berkat perhatian luar biasa dari Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi untuk Pulau Bali.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Drs. Budi Setyadi, SH. MSi dalam sambutannya menyatakan kehadirannya pada acara peletakan batu pertama Pembangunan Pelabuhan Penyebrangan Bias Munjul di Nusa Ceningan, karena atas perintah langsung dari Bapak Menteri Perhubungan (Menhub) untuk menghadiri acara ini. Selanjutnya Bapak Menhub RI berpesan agar pembangunan pelabuhan ini menggunakan kearifan lokal, dan secara fisik mampu memberikan manfaat terbaik untuk masyarakat dengan pembangunan yang tepat waktu, serta memperhatikan aspek keselamatan.

Karena pembangunan pelabuhan ini menggunakan APBN yang cukup besar yakni mencapai Rp 97 miliar dan dibangun oleh PT. Nindya Karya, maka dalam kesempatan itu Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setyadi dihadapan Perwakilan Kejaksaan Tinggi Bali memohon kegiatan pendampingan dari Kejaksaan terus dilakukan, supaya pembangunan ini berjalan lancar dan berkualitas.

“Setelah pekerjaan ini kita selesaikan, maka kedepan kita sedang memikirkan operator pelabuhan ini nanti siapa? Apakah Pemerintah Provinsi Bali, atau Pemerintah Kabupaten Klungkung. Apalagi nanti masalah pemeliharaan bangunannya juga perlu diperhatikan, demi menciptakan keselataman masyarakat yang ingin berlabuh keliling Pulau Nusa Penida dan menuju Sanur,” tegasnya seraya menyatakan siap untuk memback-up kebijakan Bapak Gubernur Koster, karena Bali yang pertama kali akan disempurnakan untuk kepentingan pariwisata.

Mendengar hal itu, Gubernur Koster menambahkan bahwa mengenai siapa nanti yang akan menjadi operator dari pelabuhan ini, apakah itu Pemerintah Pusat, ASDP, Pemerintah Provinsi Bali, atau Pemerintah Kabupaten/Kota, maka hal itu saya serahkan sepenuhnya kebijakan ini ke bapak Menteri.

Mengingat Nusa Penida ini punya daya tarik yang sangat kuat secara spiritual, dengan adanya Pura Ratu Gede di Dalem Ped serta aktivitas masyarakat dan pariwisatanya yang sangat tinggi dari Sanur menuju Nusa Penida, untuk itu Wayan Koster meminta kepada PT. Nindya Karya agar proses pembangunan pelabuhan ini dikerjakan secara profesional, dengan kualitas yang baik, dan selesai tepat waktu. Tidak hanya itu, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga memohon desain pelabuhan ini mencerminkan kearifan lokal, seni dan budaya di Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida. “Saya ikut membahas desain pelabuhan ini, harapannya Pelabuhan Segitiga Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan ini menjadi ikon,” jelas Gubernur Koster yang sangat getol memajukan kebudayaan Bali ini.

Dalam acara tersebut, turut juga dihadiri oleh Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, SH, Perwakilan Kejaksaan Tinggi Bali, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta, hingga Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya, Menhub RI, Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Bali, Wayan Koster telah melakukan Peletakan Batu Pertama dimulainya Pembangunan Pelabuhan Sanur – Denpasar dan Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida. Secara anggaran, pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan ini bersumber dari APBN Kementrian Perhubungan dengan total sebesar Rp. 555 Milyar, yang terdiri dari anggaran pembangunan Pelabuhan Sanur sebesar Rp. 376 Milyar, untuk Pelabuhan Sampalan Rp. 82 Milyar, dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp. 97 Milyar.

Sehingga Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung itu direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 dan Pelabuhan Sanur, Kota Denpasar direncanakan selesai pada pertengahan tahun 2022.

Ny Putri Koster Apresiasi Perhatian Berbagai Pihak untuk Relawan Covid-19 Pemprov Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster mengapresiasi perhatian semua pihak, terutama dari Sampoerna Retail Community (SRC) terhadap penanganan Covid-19 di Bali. Hal ini dikarenakan pandemi yang sudah berlangsung hampir satu tahun ini, memang telah memberikan dampak di berbagai sektor.

Demikian disampaikannya saat menerima bantuan dari SRC Sampoerna kepada Relawan Covid-19 bertempat di kediaman resmi Kantor Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin (28/12).

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih terutama untuk partner Sampoerna yang sudah ikut peduli terhadap Bali terutama penanganan Covid-19 selama ini,” jelasnya didampingi juga oleh Kepala Pelaksana BPBD Prov Bali I Made Rentin.

Menurutnya, ini memang sudah tugas dan tanggung jawab bersama untuk menanggulangi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh pandemi ini.

“Permasalahan kita di pemerintahan, penerima tidak boleh menerima bantuan yang bersumber dari APBD/APBN lebih dari 1 kali. Jadi Pemprov Bali sudah memberikan bantuan kepada penerima di satu daerah, yang lain sudah menerima bantuan bersumber dari APBN. Nah giliran Dekranasda ingin menyalurkan bantuan, semua data masyarakat miskin sudah menerima bantuan dari pemerintah, sehingga kita sempat mengembalikan sekian ratus ton beras ke negara,” ujarnya sambil mengatakan jika aturan ini tidak berlaku untuk perusahaan swasta, sehingga bisa lebih leluasa memberikan bantuan.

Tidak hanya untuk sektor swasta, ia juga mengajak semua pihak terutama masyarakat untuk terus peduli.

“Jika ada rejeki berlebih, mari kita sumbangkan kepada yang membutuhkan. Saya rasa semangat menyame braya masyarakat Bali tetap akan terjaga terutama di masa susah ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyatakan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para relawan yang dari awal sudah bekerja keras membantu pemerintah menanggulangi dampak penyebaran Covid-19 di Bali.

“Masing-masing punya tanggung jawab yang besar dan resiko kerja yang tinggi juga karena terjun langsung ke masyarakat. Jadi saya minta tetap selalu jaga diri dan kesehatan dengan prokes yang ketat,” bebernya.

Ny Putri Koster selanjutnya berpesan jika memang ada relawan yang terbukti positif Covid-19, hendaknya untuk tetap bersikap tenang.

“Jangan panik, tetap tenang dan tumbuhkan hal-hal positif dalam diri agar imun tubuh kita juga meningkat,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban SRC Bali Wayan Dego mengatakan bahwa PT HM Sampoerna TBK melalui mitra CSR menyerahkan 600 paket produk UMKM Binaan program di Bali kepada relawan Covid-19. Paket-paket tersebut diberikan sebagai apresiasi para relawan yang turut membantu penanganan dampak pandemi Covid-19 di Bali.

Ia menambahkan, jika paket tersebut terdiri dari produk-produk UMKM binaan. Program ini menurutnya juga untuk membantu para UMKM tersebut agar mendapat pesanan selama pandemi berlangsung.

Wagub Bali Sebut,Pelaku UMKM Bali Selalu Punya Kreasi dan Inovasi di Tengah Pandemi

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengapresiasi Pameran UMKM Bali Bangkit yang dilaksanakan di Taman Budaya Art Centre, Denpasar pada 4-31 Desember 2020 untuk menggeliatkan kembali usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) daerah setempat di tengah pandemi COVID-19.

“Saya sangat mengapresiasi, khususnya para pengrajin kita yang saya lihat selalu punya sesuatu yang baru, inovasi dan kreasi untuk bertahan di tengah pandemi,” Tukas Wagub di sela kunjungannya ke pameran UMKM Bali Bangkit pada Senin (28/12) malam.

Pria yang juga penglingsir Puri Ubud tersebut menyebut pelaksanaan pameran UMKM Bali Bangkit ini adalah wahana yang baik bagi pelaku UMKM di Bali.

” Ibaratnya para pelaku UMKM kita bisa sekedar meseliahan (mencari suasana baru, red) setelah lama berdiam akibat pandemi covid-19,” Katanya.

“Semoga kegiatan bisa sedikit membantu mengembalikan denyut perekonomian terutama bagi UMKM,” Tandas sosok yang akrab disapa Cok Ace tersebut.

Pameran UMKM Bali Bangkit yang dilaksanakan secara hybrid (online dan offline) sendiri dibagi dalam dua tahap pelaksanaan yaitu dari tanggal 4-17 Desember yang diikuti 10 UMKM kuliner dan 88 UMKM perajin.

Serta tahap kedua pada tanggal 18-31 Desember 2020 yang diikuti 10 UMKM kuliner dan 83 UMKM perajin. Masyarakat dapat berkunjung dan berbelanja langsung produk UMKM dengan kualitas tinggi dan harga kompetitif dengan datang langsung ke lokasi pameran ataupun bisa melalui market place Balimall.id.

Nampak pula dalam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kepala Ombudsman RI (ORI) perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab dan Kadis Perindag Provinsi Bali I Wayan Jarta.

Tabanan, Tunda Sementara Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD di Semeter Genap 2021

TABANAN – Pantaubali.com -Pelaksanaan proses belajar tatap muka khususnya bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) rencananya akan diundur di Kabupaten Tabanan.Hal tersebut dilakukan melihat kondisi di wilayah Tabanan masih masuk Zona merah jadi sementara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) semetara tetap dilakukan, itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Nyoman Putra,Senin,(28/12) di Kantor Bupati Kabupaten Tabanan.

“Jadi pembelajaran tatap muka di semester genap dimulai awal Januari 2021 sudah dipastikan belum bisa dilaksanakan atau ditunda.Sementara masih dilakukan (PJJ).Bapak Sekda juga telah melaporkan kepada pimpinan kita dalam hal ini,Ibu Bupati belum mengizinkan pelaksanaan proses belajar tatap muka tersebut sembari menunggu surat edaran dari Bupati Tabanan,” paparnya.

Tentu kondisi tersebut tetap menjadi tantangan kedepan, bagaimana nantinya mematangkan proses pembelajaran jarak jauh tersebut.Selain itu apa sempat disampaikan Bapak Sekda Tabanan jika melihat kondisi disalah satu desa saat alur homogenitasnya sangat tinggi serta tidak ada kasus.Maka,kemungkinan pelaksanaan proses belajar akan dilaksanakan secara terbatas nantinya.

“Sangat terbatas sekali,apakah kita akan memberlakukan kelompok belajar yang bisa dilakukan nantinya di sekolah. Tentu dengan tetap melakukan koordinasi dengan itens dengan dinas kesehatan.Hal tersebut tetap akan dilakukan dikarenakan telah memegang data per desa, terkait bagaimana perkembangan Covid-19 di Tabanan,” sebutnya.

Sembari Putra menambahkan,jika nanti pada Maret ada perubahan terkait Covid-19, tentu akan kembali diambil kebijakan tentunya tetap berpihak pada keselamatan anak-anak tersebut.

Jelang Pergantian Tahun, 4 orang Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Ringkus di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – 4 orang terduga pelaku penyalahgunaan narkoba di tiga TKP berbeda telah berhasil diringkus jajaran Sat Narkoba Polres Tabanan.

Pengungkapan tiga kasus dilakukan dengan waktu berbeda, dari 4 ( empat ) orang pelaku tersebut salah satunya sebagai pengedar dan menyimpan Narkoba.Selain itu juga telah mengamakan terduga pelaku sebagai pengguna, ,itu disampaikan,Kasat Resnarkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiarna Putra, Senin,(28/12) di Polres Tabanan.

Adapun kronologis dari penangkapan para pelaku dijelaskan, Kamis,(5/12) pukul 01.00 Wita,Tim Opsnal mengamankan terduga IGKAJ alias Semal berperan sebagai pengedar. Pelaku diamankan di rumahnya di Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan.

Dari Hasil penggelegadan badan dan tempat tertutup lainnya. Padanya ditemukan dan disita barang bukti berupa 18 Paket Shabu berat seluruhnya 5.27 Gram Bruto atau 3,26 Gram Netto.
Kemudian,Selasa,(17/12) pukul 01.45 Wita, mengamankan dua orang terduga masing-masing berinisial HM alias Adi, diamankan didalam kamar kost ditempatingnya di Jalan Raya Kediri, Tanah Lot. Selanjutnya ada FHI alias Firman, diamankan didalam kamar kos di jalan By Pass Munggu. Tanah Lot, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Adapun barang bukti berupa 1 paket shabu 0,08 gram netto atau 0,23 gram bruto, satu buah alat hisap shabu (bong) dan korak gas, modus memiliki, menyimpan dan menguasai Narkotika jenis Shabu tanpa ijin berbewenang.selanjutnya,Senin,(23/11) 2020 pukul 20.40 Wita, Tim Opsnal mengamankan terduga.

“Pelaku diamankan di Jalan Perumahan Graha Sanggulan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Hasil penggelegahan ditemukan dan disita barang bukti berupa 19 Paket shabu dengan berat 7,98 gram,” ucapnya.

Pelaku dijerat dengan Pasat 112 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara Putra mengatakan singkat 5 tahun, paling lama , 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 Juta dan paling banyak Rp 8 milyar rupiah.