- Advertisement -
Beranda blog Halaman 861

Wagub Cok Ace, Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Pekerja Industri Keuangan dan Perbankan

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) memantau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pekerja industri keuangan dan perbankan yang dilaksanakan di Gedung Bank Indonesia Provinsi Bali, Jalan Letda Tantular Nomor 4 Denpasar Sabtu (20/3/2021). Vaksinasi kali ini meliputi vaksin tahap ke-2 bagi 300 peserta dan vaksin tahap ke-1 untuk 500 peserta.

Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace menyambut baik antusiasme pekerja industri keuangan dan jajaran perbankan dalam mendukung suksesnya pelaksanaan program vaksinasi di Daerah Bali. Ia berharap, semangat yang ditunjukkan oleh pekerja industri keuangan, jajaran perbankan dan seluruh masyarakat Bali memberi hasil yang positif bagi upaya penanganan COVID-19.

“Semangat yang ditunjukkan pekerja industri keuangan, jajaran perbankan dan masyarakat Bali sangat luar biasa,” ucapnya.

Mengimbangi semangat yang ditunjukkan krama Bali dalam program vaksinasi, Pemprov Bali terus berupaya memperoleh tambahan vaksin dari pusat agar target vaksinasi penduduk Bali untuk mewujudkan kekebalan kelompok secepatnya tercapai.

Wagub yang juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali ini menyebut, hingga saat ini penduduk Bali yang sudah mendapat vaksinasi baru mencapai 127 ribu orang. Menurutnya jumlah ini masih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Bali sebanyak 4,32 juta jiwa.

“Masyarakat kita antusias, petugas vaksinasi juga cukup. Namun dari segi kecepatan pelaksanaan vaksinasi kita harus menyesuaikan dengan kedatangan pasokan vaksin dari pusat,” imbuhnya.

Ia berharap, vaksinasi yang telah diperoleh setiap individu dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap paparan virus corona. Lebih dari itu, keberhasilan program vaksinasi juga diharapkan dapat mempercepat pemulihan perekonomian Daerah Bali.

Mewakili jajaran perbankan, Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Bali sehingga program vaksinasi bagi pekerja industri keuangan dan perbankan ini dapat terlaksana. Menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin, secara bertahap pihaknya akan terus melakukan kegiatan vaksinasi sehingga suatu saat seluruh pekerja industri keuangan dan perbankan memperoleh vaksinasi Covid-19.Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyebut kegiatan ini sangat penting bagi pemulihan ekonomi Bali.

“Saya percaya bahwa salah satu pilar utama pemulihan ekonomi adalah pada sektor kesehatan, sehingga saya sangat yakin bahwa apabila kesehatan pulih maka ekonomi akan bangkit,” ujarnya.

Untuk itulah Bank Indonesia dan seluruh industri keuangan sangat mendukung program vaksinasi ini sebagai upaya untuk mewujudkan herd immunity Covid-19.

Dari Data Terconfirmasi Covid-19 Tercatat 207 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Berdasarkan data pertambahan kasus hari ini, Jumat,(19/3) terkonfirmasi sebanyak 207 orang (185 orang melalui Transmisi Lokal dan 22 PPDN),sembuh sebanyak 209 orang, dan 9 orang Meninggal Dunia.

Selanjutnya untuk jumlah kasus secara kumulatif dari data tercatat terkonfirmasi 37.817 orang, sembuh 35.208 orang (93,10%), dan Meninggal Dunia 1.058 orang (2,80%) dan Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.551 orang (4,10%).

SE Nomor 06 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku mulai tanggal 9 Maret s/d 22 Maret 2021. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Dalam Surat Edaran ini terdapat beberapa pengaturan baru yang merupakan perubahan dari Surat Edaran terdahulu (Surat Edaran Nomor 05 Tahun 2021). Diantaranya, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M, Memakai Masker Standar dengan benar,Menjaga Jarak,Mencuci Tangan,Mengurangi Bepergian,Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sanjaya Minta, PMI Mampu Menjaga Kemampuan Individu Dalam Penanganan Bencana

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya,SE,MM, meminta kepada Warga Palang Merah Indonesia Kabupaten Tabanan, agar mampu menjaga kemampuan internal individu, sehingga selalu tanggap dalam menangani bencana yang tidak terduga.

“Hal ini perlu dijaga, karena akhir-akhir ini kejadian bencana seperti pandemi Covid-19 dimuka bumi kita, belum bisa ditanggulangi secara maksimal,” pintanya dalam sambutannya saat membuka secara resmi Muskab XII PMI Kabupaten Tabanan Tahun 2021, Jumat (19/3) di Tabanan.

Dalam kesempatan tersebut Dirinya menyampaikan, agar Muskab ini dijadikan titik tolak untuk mengadakan koreksi dan evaluasi tentang dinamika aktivitas organisasi selama 5 tahun sebelumnya, dalam perjalanan membantu Pemkab Tabanan di bidang kemanusiaan.

“Hasil evaluasi itulah nantinya dapat dijadikan pedoman dalam menentukan langkah-langkah kebijakan organisasi yang akan datang, dengan tuntutan pembangunan yang semakin meningkat,” katanya.

Kedepan PMI mampu menjadi organisasi yang mampu menjalankan manajemen organisasi yang profesional, modern dengan mengidentifikasi suatu permasalahan dan penentuan prioritas secara cermat.

Dalam kesempatan tersebut Ketua PMI Bali I Gusti Bagus Alit Putra, memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Tabanan.

“Berkat kepemimpinan Pak Sanjaya waktu itu sebagai Wakil Bupati dan selaku Ketua PMI Kabupaten Tabanan, telah berhasil mewujudkan gedung yang megah. Karena di Bali baru beberapa yang punya gedung PMI yang megah,” cetusnya.

Dirinya berharap ttidak hanya gedungnya saja yang megah tetapi alat-alat didalamnya juga memadai, sehingga PMI tambah memantapkan langkahnya dalam membantu Pemkab Tabanan di bidang kemanusiaan.

“Terimakasih atas peran serta PMI Tabanan, khususnya yang paling disoroti adalah masalah apa peranannya dalam rangka penanggulangan Covid-19. Disini sudah luar biasa aktivitasnya,” tutupnya.

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pelaksanaan ‘ Serbuan Vaksinasi’ Bagi Personel TNI/Polri di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo saat memantau secara langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi personel TNI-Polri bertajuk ‘ Serbuan Vaksinasi ‘ di Gedung Olahraga (GOR) Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar, Provinsi Bali, Jumat,(19/3).

Dalam peninjauan ini, terlihat ratusan personel TNI-Polri melakukan proses vaksinasi di meja-meja yang telah disediakan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Tim Vaksinator melaksanakan prosedur vaksinasi sesuai dengan tahapan, mulai dari skrinning, penyuntikan vaksin hingga observasi untuk mengetahui reaksi langsung dari vaksin yang telah disuntikkan.

Personel TNI-Polri seperti diketahui menjadi prioritas dalam program vaksinasi, karena terkait langsung dalam penerapan program pemerintah di lapangan, baik itu dalam pelaksanaan PPKM skala mikro, maupun sebagai petugas tracing kontak erat yang terjun langsung di tengah masyarakat.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan, bahwa pihak TNI-Polri menyiapkan petugas vaksinasi atau vaksinator untuk membantu proses vaksinasi khususnya untuk para personel TNI-Polri dan juga masyarakat di Bali.

“Vaksinator TNI-Polri juga akan dikerahkan untuk membantu pelaksanaan vaksinasi pada puskesmas-puskesmas yang membutuhkan. Sedangkan para Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas juga dapat membantu puskesmas-puskesmas di setiap daerah dalam melaksanakan tracing kontak erat,” paparnya.

Diharapkan semua unsur mendukung program vaksinasi nasional guna membentuk kekebalan komunitas yang dibutuhkan dalam upaya menekan pandemi. TNI-Polri disebutnya akan terus membantu pemerintah mempercepat pelaksanaan program vaksinasi nasional dengan mengerahkan tenaga vaksinator TNI dalam membantu pelaksanaan vaksinasi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Wibowo menyinggung penanggulangan Covid-19 yang diwujudkan dalam pelaksanaan vaksinasi ini juga bertujuan untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), di mana Bali menjadi salah satu prioritas pemulihan sebagai kawasan destinasi wisata dunia.

“Untuk itu vaksinator, kami akan membantu pemerintah daerah dengan cara bagi zona, lalu ‘dikeroyok’ dan ‘diserbu’ guna mempercepat program vaksinasi massal ini,” katanya.

Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika menjelaskan, jumlah personel yang menjalani vaksinasi di GOR Kepaon dalam tinjauan Panglima TNI dan Kapolri beserta Gubernur Wayajn Koster total berjumlah 600 orang. Terdiri dari personel TNI Angkatan Darat (AD) 233 anggota, Angkatan Laut (AL) 65 anggota, Angkatan Udara (AU) 102 anggota, dan Polri 200 anggota.

“Sementara itu total di Bali – Nusa Tenggara ada sebanyak 3.112 personel TNI Polri yang menjalani vaksinasi secara serentak pada hari ini,” ucapnya.

Dari total 3.112 personel TNI-Polri tersebut, pelaksanaan vaksinasi dibagi berdasarkan lokasi. Di mana lokai GOR Kepaon untuk 600 personel, Singaraja 200 personil, Mapolda dan Polres jajaran 1.600 personel , Mataram 232 personel, Kupang 350 personel, Atambua 80 personel dan Bima 50 personel.
Selain GOR Praja Raksaka Kepaon, rombongan Panglima TNI, Kapolri beserta Gubernur Bali juga melakukan peninjauan di Puskesmas II Denpasar Selatan guna menyaksikan secara langsung proses pelaksanaan vaksinasi di kawasan yang juga masuk dalam rencana Zona Hijau Covid-19 atau Covid Free Corridor tersebut. Dalam peninjauan tersebut robongan disambut langsung Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan jajaran.

Gubernur Koster Ingatkan Atasi Masalah di Bali Butuh Dukungan Semua Pihak

DENPASAR – Pantaubali.com – Permasalahan sampah merupakan masalah klasik bagi masyarakat Bali. Budaya masyarakat yang konsumtif menyebabkan volume sampah kian hari kian bertambah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik atau langsung dibuang ke lingkungan berpotensi mencemari berbagai sumber daya alam di sekitarnya seperti tanah, air, dan udara.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat (19/3) siang saat menghadiri Forum Group Discusion (FGD) Penyusunan Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar dengan mengambil slogan “Desaku Bersih tanpa Mengotori Desa Lain” dengana menghadirkan tiga narasumber. Ketiga narasumber itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali Putu Anom Agustina, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali IGAK Jaya Seputra serta Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja.

“Sampah menjadi permasalahan utama di Bali, sebagai daerah wisata, sampah menjadi momok tersendiri. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik maka akan berpengaruh terhadap pariwisata. Untuk itu, dalam menangani permasalahan sampah tersebut, maka perlu dukungan semua pihak,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini.

Dikatakan Gubernur Koster, kondisi alam Bali saat ini sudah sangat buruk, kualitas alam Bali menurun. Hal ini ungkapkan Gubernur Koster akibat selama ini tidak ada pola yang diberlakukan secara baku yang bisa dijalankan oleh masyarakat dengan kapasitas yang dimiliki. Sementara pembangunan terus bergerak, pengotoran lingkungan, pengotoran kawaan, danau, sungi, laut, sumber mata air semakin buruk dan kotor.
“Ini tidak sehat dan tidak baik untuk alam Bali. Karena lingkungan yang tidak sehat akan membuat kita menjadi terkena penularan penyakit. Dampak dari permasalahan sampah, yakni pertama, dari sisi lingkungan itu sendiri. Kedua, dampaknya terhadap sumber air karena orang buang sampah sembarangan,” terangnya.

Lebih lanjut, kerusakan alam Bali yang terus terjadi dan tanpa kendali akibat terjadi pembiaran. Hal tersebut karena cara merespon kita yang salah, tidak membangun budaya yang baik dalam tata kelola penanganan sampah di masyarakat. Sehingga mengakibatkan alam Bali menjadi rusak. Untuk itu, permasalahan sampah di Bali harus segera menadapatkan penanganan yang baik.

Untuk mewujudkan alam Bali yang bersih sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, maka Gubernur Bali telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali. Di antaranya Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut. Kemudian Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

“Terus ada juga Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Peraturan gubernur ini akan mempercepat upaya melindungi dan memperbaiki alam lingkungan Bali beserta segala isinya di bidang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga,” tambahnya.

Selanjutnya telah dikeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Bali sebagai destinasi pariwisata dunia harus tampil dengan bersih, alam bali harus bersih. namun kenyataannya bertolak belakang. Karena itu dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga keharmonisan alam bali beserta isinya, harus dikelola dengan nilai-nilai kearifan lokal, sumber daya yang dimiliki, dengan kebijakan yang tepat dan sistem atau regulasi yang benar. Untuk itu saya buatkan regulasinya, untuk menjalankan satu kebijakan dalam membersihkan alam bali. Saya minta semua pihak ikut mendukung kebijakan dan regulasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam menjaga alam Bali ini,” ajaknya.

Secara khusus, Orang Nomor Satu di Pemprov Bali ini berharap desa adat bersinergi dengan desa/kelurahan melakukan pengelolaan sampah dengan cara melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan kepada masyarakat dalam meningkatkan tanggung jawab terhadap pengelolaan sampah, membangun TPS 3R untuk mengolah sampah yang mudah terurai oleh alam dan mengangkut sampah dari sumbernya ke TPS 3R, FPS/bank sampah, dan/atau TPA.

“Desa adat agar berperan aktif dalam pengelolaan sampah yang dapat dilakukan dengan menyusun awig-awig/pararem desa adat dalam menumbuhkan budaya hidup bersih di wewidangan desa adat, melaksanakan ketentuan awig-awig/pararem desa adat secara konsisten, dan menerapkan sanksi adat terhadap pelanggaran ketentuan awig-awig/pararem desa adat,” tutupnya.

Berimbas pada Kualitas SDM Generasi Emas, Ny Putri Koster Ajak Bersinergi Perangi Stunting

KARANGASEM – Pantaubali.com – Kasus stunting yang masih terjadi di tengah masyarakat perlu mendapatkan penanganan serius serta aksi nyata, mengingat stunting memberi imbas pada kualitas daripada sumber daya manusia (SDM) dari generasi emas penerus bangsa. Untuk itu, semua stakeholder terkait harus bersinergi dan melakukan tindakan nyata dalam upaya memerangi stunting. Demikian disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster dalam sambutannya saat melakukan Kunjungan Sosial serangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-49 yang bertempat di Museum Pustaka Lontar, Desa Dukuh, Penaban, Karangasem , Jumat (19/3).

Lebih lanjut dalam arahannya, istri orang nomor satu di Bali ini menyampaikan bahwasannya kasus stunting dapat dicegah dengan pemberian gizi yang baik bagi janin serta pemeriksaan rutin kehamilan serta pemenuhan gizi yang baik pula pada masa balita. Dengan demikian, ibu akan melahirkan bayi yang sehat dan nantinya akan tumbuh menjadi anak yang sehat baik jasmani dan rohani.

“Dengan upaya ini maka stunting pada balita dapat kita cegah. Masa depan bangsa kita tergantung dari kualitas dari sumber daya manusia yang ada. Untuk itu, mari kita bersinergi, kita lakukan pendataan dan susun program nyata. Semua stakeholder yang terkait harus bersinergi. Kita lakukan aksi menukik dan bermanfaat nyata. Kita lakukan hal yang kecil namun dengan cinta yang besar, sehingga generasi kita akan tumbuh menjadi generasi emas harapan bangsa,” imbuhnya.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini juga berharap, dana BKK sebesar Rp 500 juta yang disalurkan Provinsi ke Kabupaten Karangasem dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan melaksanakan program tepat sasaran yang hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gede Dana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian yang besar dari TP PKK Provinsi Bali kepada peningkatan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Karangasem. Pihaknya akan berupaya keras untuk terus melakukan pendataan stunting dengan bersinergi dengan stakeholder terkait serta melakukan aksi nyata dalam upaya memerangi stunting.

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem Ny Nuriasih Gede Dana, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Bali Luh Putu Sukarini, Direktur Rumah Sakit Mata Bali Mandara Ni Made Yuniti, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, diserahkan bantuan makanan sehat bagi ibu hamil dan bantuan makanan bagi balita berupa susu dan makanan bayi, serta bantuan beras dan masker yang diserahkan langsung oleh ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali secara simbolis kepada para penerima bantuan.

Sejumlah Aliansi Mahasiswa di Bali Bersama Elemen Masyarakat, Bagikan Brosur Prokes Kepada Wisatawan Asing

BADUNG – Pantaubali.com – Mencegah Maraknya pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh wisatawan asing diwilayah Bali, hingga berujung viral dimedia sosial, dan berdampak negatif terhadap upaya penanganan Pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 khususnya di Provinsi Bali.

Sejumlah Aliansi Mahasiswa di Bali yang terdiri dari ( GMKI, PMKRI, IMM, KMHDI dan Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Papua Bali IMMAPA ), bersinergi bersama Elemen Masyarakat yang tergabung didalam Pecalang Jagabaya Desa Canggu dan Satpol PP Kabupaten Badung, yang berjumlah 30 orang, melakukan kegiatan Pemasangan Baliho, spanduk dan pembagian brosur himbauan disiplin protokol kesehatan kepada wisatawan asing, bertempat di Pantai Batu Bolong Canggu.

Adapun Baliho dan brosur yang bagikan bertuliskan ajakan untuk ” mari bersinergi mencegah penyebaran covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan dan mendukung kebijakan pemerintah ”

Spanduk bertuliskan ” Bersama Dukung Kebijakan Pemerintah dalam Penanggulangan Covid-19 di Bali, dengan Mensukseskan Gerakan Vaksinasi dan Penerapan Prokes, Mari Bersama Jaga Diri, Jaga Keluarga dan Jaga Negara.

Diawali pemasangan Baliho dan Spanduk ditempat strategis di sekitar Pantai Batu Bolong, Canggu, kemudian kemudian di lanjutkan dengan pembagian brosur dan masker kepada WNA yang beraktivitas di sekitar Pantai Batu Bolong.

Adapun harapan dari kegiatan tersebut adalah murni karena kepedulian dari aliansi Mahasiswa di Bali bersama dengan Elemen Masyarakat yang tergabung didalam Pecalang Jagabaya Desa Canggu, untuk melakukan edukasi / sosialisasi serta mengajak WNA yang berada di Pantai Batu Bolong, untuk melakukan statment mendukung kebijakan, pemerintah dalam prokes, vaksinasi Sinovac.

Selain itu juga Untuk mengajak Wisatawan asing yang berada di Canggu, guna disiplin terhadap prokes serta mensukseskan kebijakan Pemerintah didalam vaksinasi dan memutus penyebaran Covid-19 diwilayah Bali, yang nantinya berdampak terhadap pulihnya kembali ekonomi masyarakat di bidang pariwisata.

Salah satu wisatawan mendapat brosur tentang protokol kesehatan

Secara umum pada saat pelaksanaan pemasangan Baliho dan Spanduk serta pembagian brosur dan masker, mendapatkan respon positif dari WNA dan masyarakat sekitar obyek wisata batu bolong, canggu, yang serentak ikut mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan prokes dan vaksinasi, dan berharap pandemi ini segera berakhir, sehingga perekonomian masyarakat di bidang pariwisata dapat berjalan normal kembali.

Sebelumnya kegiatan penyebaran brosur juga telah dilakukan, oleh aliansi Mahasiswa di Bali, di Wilayah Ubud, Gianyar, yaitu di seputaran Puri Ubud, Pasar Ubud dan menyasar wisatawan asing, agar disiplin terhadap prokes dan mendukung kebijakan pemerintah.

Masalah Jalan Sering Didebatkan Dimedsos,Sanjaya Sebut Akan Fokus Menangani

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya kembali menekankan pembangunan akan berfokus dalam pembangunan infrastruktur, yang salah satunya adalah jalan.Karena menurut dirinya hal tersebut merupakan sesuatu yang sering diperdebatkan dan diperbincangkan di medsos.

“Karena, hal tersebut atau respon masyarakat terhadap Pemkab Tabanan adalah seolah-olah Pemkab tidak fokus dalam pembangunan infrstruktur itu kesan kebanyakan masyarakat di media sosial yang salah satunya adalah jalan,” jelasnya.

Namun terlepas dari pada itu, sesungguhnya kita juga sudah banyak membangun infrastruktur jalan di Kabupaten Tabanan, akan tetapi respon dari masyarakat di medsos masih seolah-olah Pemkab tidak merespon untuk membangun jalan.

“Padahal kita telah membangun infrastruktur jalan akan tetapi responya seolah-olah kita tidak ada respon.Boleh lihat perhari komen-komen masyarakat di medsos, pasti tentang infrastruktur jalan,” ujarnya.

Terkait hal tersebut Dirinya mengajak, seluruh Perangkat Daerah agar memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai langkah pertama dalam mewujudkan visi misi. Kemudian tidak kalah penting Pemkab Tabanan akan lebih konsen membangun Desa tentunya semua itu melalui Asta Program.

“Seluruh jajaran agar bekerja secara tulus dan bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mewujudkan pembangunan Tabanan,” tutupnya.

Kunjungan Sosial ke Bangli, Ny Putri Koster Ingatkan Bahaya Stunting

BANGLI – Pantaubali.com – Seorang perempuan di saat tengah hamil atau mengandung, maka berada pada titik imun yang terendah, dibandingkan di saat tidak mengandung. Dengan demikian, ia sangat rentan terpapar gangguan kesehatan, baik yang disebabkan oleh infeksi virus maupun gangguan kesehatan bawaan.

Untuk itu, para ibu – ibu yang tengah mengandung wajib menjaga imunitas tubuhnya, terutama di tengah masa pandemi saat ini. Di samping demi kesehatan diri sendiri, juga untuk menjaga kesehatan janin dalam kandungan.

Demikian penegasan yang disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat melaksanakan kunjungan sosial ke Kabupaten Bangli serangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke 49, yang berlangsung di rumah jabatan Bupati Bangli, Bangli, Kamis, (18/3).

“Saat kita hamil maka kondisi daya tahan tubuh kita, imunitas alami kita sangat rendah. Ibu – ibu saat hamil sangat rentan, oleh karena itu harus dijaga dengan baik. Terutama saat situasi pandemi saat ini, kalau memang tidak penting banget sebaiknya dibatasi kegiatannya. Dan untuk melakukan aktivitas di luar dirumah, sebaiknya tetap laksanakan protokol kesehatan dengan ketat, jaga jarak, jangan berkerumun, setiap habis mengambil sesuatu gunakan hand sanitizer atau rajin mencuci tangan, dan gunakan masker,” pesan Ny Putri Koster di hadapan para peserta yang mayoritas ibu – ibu hamil dan menyusui.

Secara nasional saat ini, menurut pendamping orang nomor satu di Bali ini, TP PKK memiliki peranan penting untuk menanggulangi isu kondisi stunting, di mana penderitanya merupakan bayi – bayi yang notabene menjadi cikal bakal sumber daya manusia generasi penerus bangsa.

“Bagaimana kita akan dapat menghasilkan generasi muda yang kokoh dan memiliki daya saing, apabila perkembangan fisik, mental dan spiritualnya terganggu. Tolak ukur perkembangan para bayi, apabila mengalami stunting ditandai dengan berat badan yang tidak sesuai dengan umur, gangguan perkembangan fisik, dan terutama yang paling berbahaya terganggunyanya pertumbuhan otak, karena di sanalah terletak tingkat kecerdasan. Makanya harus dipastikan anak – anak kita tumbuh dengan wajar,” jelasnya yang diperhatikan dengan antusias dan seksama oleh para peserta.

Tumbuh kembang anak harus didukung dengan asupan yang layak, higienis, sehat dan bergizi. Yakni asupan yang cukup vitamin, protein, karbohidrat, yang bisa diambil di lingkungan sekitar kita, hasil kebun sendiri,sehingga minim pengawet.

“Kita boleh mengurangi biaya beli baju, biaya pulsa, dan biaya konsumtif lainnya, tapi jangan sampai mengurangi biaya keperluan asupan anak – anak kita yang menyehatkan,” pesan istri Gubernur yang hobi melakoni dunia seni ini.

Di samping pentingnya asupan yang menyehatkan bagi janin dalam kandungan maupun setelah lahir, pertumbuhan anak – anak juga dipengaruhi oleh kondisi psikis para ibu saat mengandung.

“Ibu – ibu hamil juga patut menjaga kondisi emosionalnya, jangan sampai marah – marah terus, atau bersedih, nanti bisa mempengaruhi janin dalam kandungan. Di samping juga kondisi emosi yang stabil untuk menjaga imun tubuh tetap kuat,” katanya.

Untuk meminimalkan kondisi stunting di Bali, TP PKK Provinsi Bali semenjak di bawah kepemimpinan Ny Putri Koster, terutama di tengah pandemi telah melaksanakan berbagai upaya yang melibatkan TP PKK Kabupaten/Kota hingga tingkat desa. Seperti dibentuknya program Penggak PKK di masing – masing kabupaten/kota yang beranggotakan 50 anggota guna menyalurkan bantuan kebutuhan pokok secara gotong royong. Selanjutnya guna memberikan dukungan kepada para petani, dibentuk Pasar Gotong Royong yang mewajibkan para ASN untuk membeli hasil pertanian lokal, dan program pokok lainnya yang dilaksanakan secara rutin.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Nyonya Sariasih Sedana Arta menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas kehadiran Ny Putri Suastini Koster ke Kabupaten Bangli untuk menyalurkan bantuan kepada ibu hamil dan menyusui.

“Kami ucapkan terima kasih tidak hanya untuk bantuan yang disalurkan hari ini saja, tetapi juga untuk bantuan dana yang disalurkan tahun lalu dan tahun ini masing – masing sebesar Rp 500 juta. Nilai yang lumayan besar, semoga bisa bermanfaat bagi TP PKK Kabupaten Bangli, dalam menjalankan program pokok PKK hingga ke tingkat desa,” ujarnya seraya menyampaikan TP PKK Bangli berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemkab Bangli untuk melaksanakan program – program percepatan kesejahteraan keluarga di Bangli.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali Luh Putu Sukarini, yang turut hadir pada acara itu menyampaikan harapnya kepada pengurus dan anggota IBI Kabupaten Bangli supaya dapat memberikan edukasi dan pelayanan serta dukungan dan harapan berdasarkan kebijakan dan kearifan lokal setempat. Serta dapat bekerja sama dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kesehatan ibu hamil dan anak-anak setelah mendapatkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini.

Pada kunjungan sosial tersebut, turut diisi dengan kegiatan penyerahan bantuan secara simbolis kepada balita, penyerahan bantuan paket PMT Bumil kepada ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK). Tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya Bupati Bangli Sangat Nyoman Sedana Artha, Wabup Bangli Wayan Diar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina serta Ketua 1 Tim Pengerak PKK Kabpaten Bangli Ny Suciati Diar.

Per Kemarin, Terkonfirmasi Covid-19 Tercatat 306 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Berdasarkan data pertambahan kasus per Kamis,(18/3) terkonfirmasi sebanyak 306 orang (277 orang melalui Transmisi Lokal dan 29 PPDN), sembuh sebanyak 189 orang, dan 8 orang Meninggal Dunia.

Sedangkan untuk jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi 37.610 orang, sembuh 34.999 orang (93,06%), dan Meninggal Dunia 1.049 orang (2,79%) sedangkan kasus Aktif per hari ini menjadi 1.562 orang (4,15%).

SE Nomor 06 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku mulai 9 Maret sampai 22 Maret 2021. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Dalam Surat Edaran ini terdapat beberapa pengaturan baru yang merupakan perubahan dari Surat Edaran terdahulu (Surat Edaran Nomor 05 Tahun 2021). Diantaranya, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M, memakai Masker Standar dengan benar,Menjaga Jarak,Mencuci Tangan,Mengurangi Bepergian,Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.