- Advertisement -
Beranda blog Halaman 732

Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Anti KKN, Bupati Tabanan Terima Kasatgas Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah V

TABANAN – Pantaubali.com – Komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang berintegritas serta anti KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menyambut baik kedatangan tim Kasatgas Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah V yang dikomandoi oleh Abdul Haris, Kamis (7/7) pagi di ruang rapat Bupati setempat.

 

Kedatangan Kasatgas Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah V ke Tabanan beserta tim, yakni dalam rangka rapat monitoring Tindak Lanjut Rekomendasi Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola Pemkab Tabanan Tri Wulan II Tahun 2022. Setelah melakukan perbincangan dengan Bupati, Abdul Haris beserta jajaran melaksanakan agenda lanjutan, yakni rapat di ruang rapat lantai III kantor Bupati yang dipimpin oleh Sekda I Gede Susila.

 

Turut hadir dalam rapat Monev tersebut, Forkopimda Tabanan, perwakilan instansi vertikal dan BUMD, serta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Dimana, pencegahan dan pemberantasan korupsi merupakan tugas bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, sehingga terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

 

Kasatgas Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah V Abdul Haris, mengatakan bahwa ada empat pembahasan, yakni terkait manajemen aset, terhadap PAD, Pengadaan Barang dan jasa serta perjalanan penganggaran di Pemkab Tabanan. Hal ini dilakukan agar setiap daerah mempunyai pedoman terkait langkah-langkah pencegahan korupsi dalam mewujudkan pemerintahan yang baik.

 

“Kedatangan kami disini terus terang mengharapkan Pemkab Tabanan kedepannya betul-betul menjadi pemda yang mandiri. Itulah keberhasilan kami membantu pemda, mandiri tanpa korupsi. Karena kita ketahui semakin hari semakin berat pemerintah pusat untuk membiayai pemda-pemda, jadi kita bisa lihat dari dana alokasi khusus semakin menurun, dana alokasi umum juga semakin berkurang ditambah lagi beban utang negara sudah lebih 7 ribu triliun,” ungkapnya.

 

Pihaknya juga menegaskan, bahwa tujuan dari pemekaran daerah itu adalah kemandirian daerah yang dibutuhkan daerah tersebut. Tugas pihaknya, khususnya di direktorat kopsurgah wilayah lima mempunyai beberapa tugas dan membidangi 7 daerah yang ditangani, yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, dan Provinsi Bali.

 

“7 provinsi menjadi tanggung jawab kami, baik dari segi penindakannya maupun pencegahannya. Dalam hal ini di sisi pencegahannya, inilah salah satu tugas kami adalah bagaimana agar daerah-daerah tersebut bisa mandiri dan bebas korupsi dan betul betul daerah tersebut berkembang dengan baik dalam rangka mensejahterakan masyarakatnya masing-masing,” imbuh Abdul Haris.

 

Terkait hal tersebut, Bupati Tabanan, Sanjaya dalam sambutannya yang dibaca oleh Sekda I Gede Susila, mengatakan telah melakukan pembenahan kinerja di berbagai sektor sesuai arahan dari pusat. Seperti pelaksanaan sertifikasi aset Pemda menjadi prioritas, begitupun dengan penghapusan aset kendaraan melalui lelang, peningkatan pajak dan penagihan piutang pajak juga sangat difokuskan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

 

Perihal penggunaan barang milik daerah, pihaknya mengatakan telah menginstruksikan kepada semua pengguna aset diwajibkan menandatangani fakta integritas penggunaan aset barang milik daerah. Pemkab juga telah memfasilitasi UMKM lokal serta terus mengawal program peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Besar harapan pihaknya agar tim Satgas Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah V agar selalu memberikan pendampingan baik sebagai fasilitator maupun mediator guna mewujudkan pemerintahan yang lebih baik lagi.

 

usai melaksanakan rapat dengan jajaran Pemkab Tabanan, Kasatgas Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah V Abdul Haris beserta tim melakukan tinjauan ke lapangan, yakni di Desa Tengkudak, Penebel. Pada kesempatan tersebut, pihaknya didampingi oleh Inspektur Tabanan I.G.N. Supanji, beserta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. (Rilis)

KPK, Lebih Memprioritaskan Upaya Pencegahan Dibanding Penindakan

DENPASAR – Pantaubali.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini lebih memprioritaskan upaya pencegahan dibandingkan penindakan.Potensi korupsi pada sektor pariwisata terutama dalam proses pengelolaan dana Hibah sangat besar khususnya dalam perencanaan penganggaran sektor pariwisata, itu disampaikan, Direktur Antikorupsi Badan Usaha KPK Republik Indonesia, Aminudin dalam rapat monitoring dan evaluasi pencegahan korupsi dan perbaikan tata kelola sektor pariwisata wilayah Bali, NTB dan NTT triwulan II Tahun 2022 bertempat di kantor Inspektorat Provinsi Bali, Rabu, (6/7).

Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Provinsi Bali, I Wayan Sugiada menyampaikan, bahwa pascamelandainya pandemi Covid-19, sektor pariwisata perlu mendapat perhatian khusus guna membangkitkan perekonomian nasional dan daerah mengingat pariwisata merupakan lokomotif utama perekonomian Bali.

Namun disisi lain para pelaku usaha sektor pariwisata juga diharapkan tetap mengedepankan persaingan usaha yang berintegritas dan berkualitas serta mendorong terbangunnya awareness dan perilaku antikorupsi pada ekosistem dunia usaha pariwisata.

Bahwa salah satu upaya yang dapat dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi khususnya pada sektor pariwisata adalah dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi pencegahan korupsi dan perbaikan tata kelola sektor pariwisata.

Pemerintah Provinsi Bali sendiri telah mendapat peringkat pertama tingkat nasional selama 2 (dua) tahun berturut-turut pada Monitoring Centre for Prevention (MCP) KPK dengan nilai capaian pada tahun 2020 sebesar 98,57% dan pada tahun 2021 sebesar 98,86%. Begitu juga halnya dengan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas KPK) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018, capaian Pemerintah Provinsi Bali telah mencapai 100%.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Kepala Kamar Dagang (Kadin) Provinsi Bali, Kementerian Pariwisata (secara hybrid), Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali serta stakeholder Pariwisata Bali yang hadir secara langsung dan melalui daring, Inspektur Provinsi Bali kembali berharap bahwa pelaku usaha sektor pariwisata dapat menjadi pelopor gerakan antikorupsi di daerah Bali.(Rilis)

Bupati Tabanan Berkantor di Desa Pangkung Karung, Komitmen Membangun Dari Desa, Oleh Desa dan Untuk Desa

TABANAN – Pantaubali.com – Program “Bupati Ngantor di Desa” guna menyerap aspirasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan kembali berlanjut dan secara konsisten dilakukan. Terpantau dari pagi hingga sore, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, melakukan aktivitasnya selaku Kepala Daerah di Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Rabu, (6/7).

Bertempat di Wantilan Desa Pangkung Karung, Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi oleh anggota DPRD Tabanan I Wayan Widnyana, Sekda, para Asisten dan OPD terkait, membahas permasalahan di Desa dengan jajaran Aparat Desa dan tokoh masyarakat setempat. Mulai dari membahas potensi unggulan, permasalahan di masyarakat hingga keberlangsungan program Kabupaten di Desa setempat. Selain itu, beberapa kegiatan audiensi juga dilakukan, diantaranya, menerima Perbekel Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, dan menerima Pengurus Kumpulan Perupa (Pelukis) Tabanan.

Hal ini dilakukan guna mendekatkan diri dengan masyarakat, sehingga permasalahan yang ada di masyarakat secara cepat bisa diatasi dengan solusi yang tepat. Karena Bupati Sanjaya sangat meyakini, bahwa kemajuan sebuah Kabupaten atau suatu daerah harus diwujudkan melalui keberhasilan pembangunan di Desa. Dimana, infrastruktur, tradisi, adat dan budaya serta SDM harus ditingkatkan di masing-masing Desa.

“Untuk itu, saya ajak seluruh jajaran, mulai dari Sekda, para Asisten dan OPD terkait untuk berkantor di Desa. Biar gak Bupatinya saja yang tahu Desa, sedangkan OPDnya hanya tahu ruangannya yang 2×2 atau 3×3 itu saja. Kan tidak benar itu, maka dari itu wajib untuk turun mendampingi Desa. Tujuannya adalah agar secara langsung melihat, mengaktualisasi dan mengimplementasikan program-program di Desa yang sangat bagus, sehingga kita angkat menjadi program Kabupaten,” tegas Sanjaya.

Disamping itu, Sanjaya memberikan contoh salah satu Desa yang memiliki program bagus seperti Desa Tegalmengkeb dengan program Semara Ratih, yakni mempermudah masyarakat untuk memiliki akta kependudukan. Dimana, program tersebut sangat memperhatikan kelestarian alam yang sangat sesuai dengan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga hubungan manusia dengan pencipta, manusia dengan alam serta manusia dengan manusia.

Sanjaya sangat menyadari, bahwa tanpa dukungan Desa tidak akan mampu mewujudkan seluruh pembangunan di Tabanan. Untuk itu, Sanjaya meminta kepada seluruh Perbekel dan jajaran yang ada di 133 Desa yang tersebar di Kabupaten Tabanan agar membuat program yang benar-benar berpihak kepada masyarakat khusunya masyarakat kecil. Disamping itu, ditekankan juga agar bijak membuat sesuatu program, sesuai dengan situasi dan potensi yang ada di Desa, sehingga program tersebut bisa mendukung aktivitas masyarakat dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

“Kalau tidak dari Desa, darimana lagi. Pemkab tidak ada apa-apanya tanpa dukungan Desa karena kekuatan pembangunan ada di Desa. Saya sangat berkomitmen mewujudkan Tabanan Era Baru ini membangun dari Desa. Dan akhirnya, dari Desa, oleh Desa dan untuk Desa. Itu yang saya harapkan kepada saudara-saudara sekalian, mari kita wujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani ini bersama-sama karena saya tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat semua,” imbuh politisi asal Dauh Pala itu.

Sementara, Perbekel Desa Pangkung Karung I Wayan Subawa, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Bupati beserta jajaran dalam kegiatan berkantor di Desa ini. Dia mengatakan bahwa visi Desanya adalah mewujudkan masyarakat Mandiri, Aman, Sehat, Sejahtera, yang merupakan turunan dari visi Pemkab menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM). Pihaknya berharap kedepannya, selalu mendapat arahan dari Bupati agar mampu bersinergi dan meningkatkan dukungan mewujudkan program-program yang ada di Kabupaten Tabanan.(Rilis)

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Bangga, Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi”, Kabupaten Tabanan Ludes Terjual

TABANAN – Pantaubali.com – Sebanyak 66 stan pameran pasar rakyat yang diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Tabanan ramai diserbu pengunjung. Pasar rakyat yang menyajikan potensi lokal Kabupaten Tabanan yang terdiri dari Petani, padagang hasil bumi, UMKM, dan IKM dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan, Rabu, (6/7) pagi yang bertempat di kawasan Taman Budaya Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, sukses menjual dagangannya dan ludes terjual dalam waktu singkat.

Gelaran Pasar Rakyat yang dikomandoi Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, dengan tema “Berbelanja dan Berbagi”, ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Povisi Bali yang diwakili oleh Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Ni Made Suastini, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali beserta jajarannya.

Momen penting sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Tabanan ini, juga mendapat apresiasi dan dukungan dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, yang hadir langsung saat itu didampingi oleh Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Disamping itu, stan-stan yang tersaji dalam Pasar Rakyat tersebut diserbu antusiasme masyarakat untuk berbelanja.

Dimana pada kesempatan itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, mengajak seluruh hadirin untuk “Berbelanja” produk hasil bumi, UP2K, UMKM, dan IKM Kabupaten Tabanan yang telah disiapkan dalam stan-stan yang tersaji. Selanjutnya, hasil dari berbelanja tersebut disalurkan dalam program “Berbagi”. Dimana dalam Pasar Rakyat ini telah dihadirkan 100 Orang penerima manfaat dari sepuluh Kecamatan di Tabanan.

“Mereka inilah yang akan menerima paket belanja, sebab mereka betul-betul membutuhkan karena tergolong kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19,” ujar Ny. Rai Wahyuni Sanjaya usai menyerahkan paket belanja secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat.

Selain itu, dengan mengajak Dekranasda dalam Pasar Rakyat ini, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya berharap lebih memperkenalkan produk-produk unggulan Tabanan, yaitu beras dengan beragam variannya, produk olahan kopi khas Tabanan, produk agro pedesaan Tabanan, serta olahan pangan khas Tabanan lainnya.

Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi kegiatan ini yang diyakininya mampu menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat. Dimana usai pandemi, perekonomian bukan hanya di Tabanan mengalami penurunan. Salah satunya melalui kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali perekonomian di Kabupaten Tabanan.

Sebagai daerah agraris, Sanjaya mengatakan bahwa Tabanan mempunyai berbagai macam keunggulan, seperti Gunung, Danau dan Laut dengan alam yang subur. Buah-buahan, sawah, kebun terhampar di Tabanan begitupun sayur mayor, sehingga Tabanan menjadi salah satu pemasok terbesar bahan pangan hasil bumi di Bali.

“Astungkara melalui programnya Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Suastini Koster, luar biasa beliau menginspirasi PKK Kabupaten/Kota se-Bali untuk melakukan kegiatan ini. Saya selaku Bupati memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena kita sadari bahwa keberhasilan membangun tidak terlepas dari peran Ibu-ibu,” pungkas Sanjaya. (Rilis)

Wagub Paparkan Pariwisata Bali yang Berkelanjutan dan Berkualitas kepada Mahasiswa IPB Internasional

 

DENPASAR  – Pantaubali.com  – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) memberikan sambutan sekaligus membuka acara Seminar Hybrid Nasional The 5th National Tourism Student Championship 2022 dengan tema “Achieving Sustainable Recovery and Resilient Tourism in The Post-COVID-19 World: Challenges and Opportunity” bertempat di Auditorium Kampus IPB Internasional, Denpasar, pada Selasa, Anggara Paing, Pujut (5/7/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace khusus membicarakan pariwisata Bali yang Sustainable (berkelanjutan) dan Quality (berkualitas). Menurut Wagub yang juga merupakan Ketua PHRI Bali tersebut, Pariwisata Berkelanjutan adalah pariwisata yang tidak merusak Sumber Daya Bali. “Sumber Daya itu berupa Sumber Daya Alam, Manusia dan Kebudayaan, karena itu adalah modal utama kita dalam mengembangkan pariwisata,” jelasnya.

Sementara berbicara tentang pariwisata yang berkualitas, ia menuturkan bahwa pariwisata harus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dampak positif dalam hal ini bukan hanya materi namun juga dampak non-materi seperti kesejahteraan kepada masyarakat. “Kita bicara pariwisata berkualitas bukan hanya untuk kalangan berduit, karena meskipun kita menggaet wisatawan berduit sebanyak-banyaknya namun tidak bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar,” Ia menjelaskan.

Untuk itu, ia pun mengatakan bahwa kesejahteraan bisa diartikan edukasi dan kesehatan. “Kita fokuskan pada wisatawan yang bisa memberikan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat. Karena wisatawan dengan budget pas-pasan juga bisa memenuhi kriteria itu. Sementara materi tentu menjadi nilai plus,” imbuhnya.

Guna mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, Pemprov Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dijelaskannya sudah melakukan berbagai langkah yang bisa dibagi menjadi dua yaitu Suprastruktur dan Infrastruktur. Suprastruktur yaitu peraturan yang dikeluarkan guna melindungi Bali. Sampai saat ini Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster sudah mengeluarkan 26 Perda dan 17 Pergub.

Infrastruktur meliputi pembangunan yang akan menunjang pemerataan pembangunan di Bali. Ada berbagai infrastruktur yang dibangun tersebar di Bali seperti Turyapada Tower di Buleleng, Penataan Kawasan Suci Besakih di Karangasem, Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, serta tol Mengwitani-Gilimanuk dan shortcut menuju Bali Utara. “Semua infrastruktur dibangun agar penyebaran peta pariwisata bisa merata, tidak hanya di Bali Selatan,” tandasnya.

Senada dengan Wagub Cok Ace, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan bahwa pariwisata berkualitas bukan hanya milik orang-orang berduit. Pariwisata berkualitas harus memberikan dampak kesejahteraan dan ketenangan bagi masyarakat sekitarnya. “Saya mendapat laporan dari wisatawan di wilayah Kuta, jika dia dan anaknya tidak bisa tidur sampai jam 4 pagi karena ada music yang keras dari wisatawan yang menginap di salah satu villa terkenal. Jadi bisa dilihat, bukan hanya orang berduit yang bisa membawakan kenyamanan berwisata,” jelasnya.

Ia juga mengatakan loading pariwisata Bali harus benar-benar merata, tidak hanya bertumpu di Bali Selatan. “Pariwisata yang berkualitas harus adalah pariwisata untuk Bali secara keseluruhan, bukan hanya di salah satu Kawasan saja,” tutupnya.

Seminar pagi itu juga menghadirkan pembicara seperti akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.LITT dan koki terkenal Ragil Imam Wibowo.

Kejari Tabanan, Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan BB Lainya

TABANAN – Pantaubali.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan musnahkan Barang Bukti (BB) telah mempunyai kekuatan hukum tetap oleh, Seksi Barang bukti dan Barang rampasan,Selasa,(5/6) di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tabanan.

Adapun beberapa BB tersebut berjenis, Narkotika mulai dari, Sabu, Ganja dan Pil Ekstasi.Selain itu, ada juga beberapa BB berupa Hand Phone (HP) sampai buku paito terkait perkara judi serta beberapa BB lain hasil kejahatan telah dapat di eksekusi.

Dari data, per Januari sampai Juni 2022 tercatat sebanyak 32 perkara telah ditangani jumlah.Yang mana jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya atau di tahun 2021.

“Untuk narkotika, total Sabu telah dimusnahkan sebayak, 42,51 gram, ganja 106,31 gram, ekstasi 28,09 gram serta tablet sebanyak 30,430 ribu butir”, jelas,Kajari Tabanan, Ni Made Herawati, Selasa,(5/6) di Kantor Kejaksaan Negeri Tabanan.

Jumlah tersebut menurut Dirinya, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,terutama BB jenis ganja, dari 8 gram saat ini sebanyak 106 gram. Sedangkan, Sabu menurun kurang lebih 231 sekarang sudah 42 sampai 51 gram, selanjutnya Ekstasi tahun lalu, 0,26 gram sedangkan saat ini mencapai 28 gram atau lebih dari 75 persen.

“Peningkatan tersebut mungkin disebabkan karena, dampak pandemi, kemungkinan frustasi”, pungkas Herawati.

Lantik Pejabat Pratama, Administrator dan Pengawas, Bupati Tabanan Berharap Mampu Memberi Pelayanan Lebih Baik

TABANAN – Pantaubali.com- Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M melakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas serta Penyerahan Surat Keputusan Bupati Tabanan kepada Pejabat Fungsional yang ditugaskan sebagai Kepala Puskesmas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan dirangkaikan dengan Penandatanganan Pakta Integritas, yang diselenggarakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan, Selasa (5/7).

Pelantikan yang berlangsung secara hybrid dihadiri langsung oleh Sekda Tabanan dan Kepala BKPSDM, dan disaksikan oleh Asisten III, Kepala Inspektorat dan Rohaniawan, serta dihadiri secara daring oleh Jajaran Forkopimda dan OPD terkait di Tabanan. Adapun jumlah Pejabat Struktural dan Jabatan Fungsional yang melaksanakan kegiatan terdiri dari 27 orang Pejabat Struktural yang dirotasi atau dipromosi dan 5 orang fungsional yang ditugaskan menjadi Kepala Puskesmas.

Bupati Tabanan dalam hal ini, mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik maupun yang diberikan penugasan sebagai Kepala Puskesmas. Momentum pelantikan ini, hendaknya dimaknai sebagai starting point untuk menambah semangat dan niat dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Tabanan serta membangun Tabanan kearah yang lebih baik.

Hal tersebut juga berkaitan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang manajemen Pegawai Negeri Sipil yang mengamanatkan bahwa salah satu bentuk pengembangan karier PNS adalah promosi dan mutasi.

“Saya tegaskan kembali, pelaksanaan rotasi dan mutasi adalah hal yang wajar dan biasa. Mutasi dan rotasi adalah sebuah keharusan dalam mempercepat jalannya roda organisasi” Tegas Bupati Sanjaya.

Pihaknya juga mengingatkan, bahwa di era revolusi industry ini, perspektif kepemimpinan harus dirubah, bahwa tak hanya semakin memberdayakan teknologi yang ada, tetapi juga harus mampu mengevolusi pekerja agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada.

“Untuk itu para Pejabat yang dilantik saya harapkan untuk senantiasa mengamati dinamika dan perkembangan ASN di lingkungan kerjanya masing-masing. Ambil langkah-langkah strategis untuk menjadikan ASN kaum professional yang cerdas dalam mewujudkan smart ASN” Tambahnya.

Smart ASN ditandai dengan adaptasi teknologi agar pelayanan yang dilaksanakan menjadi cepat, akurat dan efektif.

Tak lupa pihaknya juga mengingatkan hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan oleh seorang ASN, yakni memiliki karakter “ngayah” aatu turun langsung ke lapangan memberikan layanan kepada masyarakat serta aktif membagun sinergi lintas sektor sebagai upaya untuk mengatasi sumber daya.

“Dengan melaksanakan hal-hal tersebut, niscaya saudara-saudara akan mampu menjadi bagian penting dalam membangun Tabanan Era Baru yang kita idamkan”, lanjutnya.

Pada kesempatan ini pula, dilakukan penyegaran di lingkungan pelayanan kesehatan dengan memberikan penugasan kepada para Pejabat Fungsional di lingkungan Dinas Kesehatan untuk menjadi Kepala Puskesmas.

“Bahwa mutasi Kepala Puskesmas adalah langkah penting untuk membentuk pelayanan puskesmas yang lebih baik kedeannya apalagi dalam situasi transisi pandemic seperti saat ini” orang nomor satu di Tabanan tersebut kembali menekankan. Pihaknya menyebutan bahwa Para Kepala Puskesmas, sebagaimana halnya dengan ASN lainnya, harus memiliki jiwa hospitality, mengayomi dan mampu membuka diri terhadap berbagai keluhan yang dialami oleh masyarakat.

3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama hasil seleksi terbuka yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan juga sudah mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara akan resmi mengemban tugas baru yakni sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tabanan serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan. (Rilis)

 

Wakapolres Tabanan Arahkan Kelompok UPPKS Amerta Sari II Kesiut Tengah Kelod Waspada PMK

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Kabupaten Tabanan, Wakapolres Tabanan bersama dengan instansi terkait dalam hal ini dari dinas pertanian yang membidangi peternakan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan himbauan tentang kewaspadaan terhadap PMK. Seperti pada hari Senin tanggal 4 Juli 2022, pukul 09.30 Wita Wakapolres Tabanan Kompol Doddy Monza, didampingi Kapolsek Kerambitan Kompol Bambang I Gede Arta, Kasat Intelkam AKP I Nyoman Sumantara, Dinas pertanian yang membidangi peternakan Kabupaten Tabanan, Puskeswan dan Yayasan Bakti Ring Pertiwi melakukan himbauan dan pelayanan kesehatan hewan kepada Kelompok UPPKS Amerta Sari II Kesiut Tengah Kelod, Desa Kesiut , Kecamatan Kerambitan, KabupatenbTabanan.

“Pada saat ini kita sedang menghadapi wabah penyakit PMK, dan sudah menyebar dibeberapa lokasi di Indonesia dan untuk wilayah Bali daerah yang terdampak 4 lokasi yaitu Kabupaten Gianyar, Karangasem, Buleleng, dan Bangli. Untuk itu kami menghimbau para peternak agar menjaga kebersihan lingkungan supaya tidak terdampak penyakit PMK. Dan dari dinas pertanian yang membidangi peternakan Kabupaten Tabanan dan Puskeswan saat ini akan memberikan obat cacing, vitamin dan melakukan kebersihan hewan ternak serta penyemproran disinfektan diareal kandang”,bebernya.

Hal Senada juga disampaikan Drh. Luh Gede Sugihartini , Dokter hewan yang menangani kelompok ternak tersebut bahwa, menjaga kebersihan lingkungan dan ternak sangatlah penting setelah pemberian pakan ternak yang biohygenis. Higiene dan sanitasi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena erat kaitannya.

Higine dan sanitasi (kebersihan) kandang sangat penting karena sangat terkait dengan kesehatan ternak maupun kita sebagai peternak. Selain itu pentingnya pemberian vitamin pada ternak.

Selanjutnya, Ketua Kelompok UPPKS Amerta Sari II Kesiut Tengah Kelod, I Ketut Rusna menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Wakapolres Tabanan dan rombongan serta dari Dinas Pertanian yang membidangi perternakan atas himbauan dan penjelasan tentang kewaspadaan terhadap PMK yang menyerang hewan atau ternak sapi.

Untuk saat ini di kelompok ada 35 ekor sapi. Luas arel ternak berjumlah 8 are dengan jangka waktu 10 tahun. Dan untuk kotoran hewan dia ambil oleh pak Agung Wijana dari perusahan UD Timan Agung untuk pupuk organik dan pengambilan kotoran tersebut tidak ditentukan waktunya tergantung untuk kebutuhan perusahaan tersebut dengan estimasi harga yang diambil per kantong karung Rp 2.000,- (Dua Ribu Rupiah).

“Kami akan laksanakan apa yang menjadi arahan dari Kepolisian dan bidang peternakan untuk menjaga ternak dan kandang dalam keadaan bersih. Mohon bimbingan selalu karena Kami semua masih awam dalam hal ini”, tutupnya.(Rilis)

Resmikan Gedung Marhaen, Bupati Tabanan Berharap Mampu Cetak SDM Unggul Sesuai Ajaran Tri Sakti Bung Karno

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, meyakini, bahwa perkembangan perguruan tinggi memerlukan penataan kelembagaan yang mampu mengantisipasi dinamika tantangan daya saing kedepan. Keberhasilan menghadapi tantangan harus dilandasi oleh adanya keunggulan yang kompetitif dan kinerja perguruan tinggi dengan peningkatan SDM dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.

Untuk itu, Bupati Sanjaya sangat mensyukuri dan sangat mengapresiasi kehadiran Yayasan Mahendradatta dengan Fakultas Mahendradatta yang akan menyelenggarakan pendidikan dari jenjang strata 1 dan strata 2. Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Tabanan itu saat menghadiri peresmian Gedung Marhaen Tabanan yang bertempat di The Mahendradatta Institute, Jl. Patimura No. 4 Tabanan, Senin, (4/7).

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, perwakilan DPRD Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Ketua Umum Yayasan Universitas Mahendradatta, Ketua Umum Yayasan Kepustakaan Bung Karno, Rektor Universitas Mahendradatta, Sekda, Asisten I, II, III, serta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Dengan adanya Gedung Marhaen yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan sosial pendidikan melalui pemberian beasiswa S1 dan S2 pada generasi muda di Tabanan ini diharapkan mampu mewujudkan SDM yang semakin berkualitas di Kabupaten Tabanan. Disamping itu, diharapkan juga kedepannya mampu menjadi tempat sebagai ajang mensosialisasikan ajaran-ajaran dari Bapak Proklamator Bung Karno.

“Patut kita berbangga dan bersyukur kepada Bung Karno, bahwa beliau selalu memberikan kita sampai saat ini tonggak sejarah ideologi dengan ajaran beliau yang popular adalah Tri Sakti Bung Karno. Bahkan, ajaran beliau sudah dicantumkan dalam kurikulum di Universitas Mahendradatta. Ini yang patut kita jadikan patokan dalam melangkah melaksanakan program apapun harus mencerminkan ajaran Tri Sakti Bung Karno. Kita di Pemkab Tabanan juga meletakan fondasi itu dalam visi misi kami,” ujar Bupati Sanjaya.

Sanjaya berharap, kedepannya agar ajaran-ajaran ideologi-ideologi Bung Karno yang salah satunya Tri Sakti, yakni Berdaulat di Bidang Politik, Berdikari di Bidang Ekonomi dan Berkepribadian dalam budaya, benar-benar terwujud di Kabupaten Tabanan dengan adanya Gedung Marhaen ini. Hal ini juga tentu sangat sejalan dengan visi Pemkab Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

“Saya yakin, membangun sebuah tempat tidak mungkin tidak memiliki makna dan tujuan. Saya yakin. Mudah-mudahan dengan terbangunnya gedung Marhaen ini, spirit juang generasi muda Tabanan dalam rangka memerdekakan kita dari kemisikinan dan kebodohan semakin tertantang. Semoga gedung ini bisa dimanfaatkan bersama oleh generasi muda sebagai ajang edukasi, sosialisasi dan lainnya guna meningkatnya pendidikan di Kabupaten Tabanan,” imbuh Sanjaya.

Sementara, Rektor Universitas Mahendradatta Dr. Ni Ketut Wiratny, SH, MH, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran yang sekaligus berkenan membuka secara resmi Gedung Marhaen. Pihaknya merasa sangat bangga, apalagi pembangunan gedung ini ditujukan untuk melaksanakan kegiatan sosial pendidikan melalui pemberian beasiswa S1 dan S2 kepada generasi muda Tabanan.

Pihaknya juga mengatakan, Universitas Mahendradata telah banyak berkontribusi dalam bidang pendidikan khususnya di Bali. Yang mana Mahendradatta saat ini telah memiliki 4 Fakultas, diantaranya telah ada magister hukum dan magister administrasi publik, serta saat ini juga sedang mengajukan lagi magister yakni magister manajemen. Pihaknya berharap dapat meningkatkan kualitas SDM khususnya di Kabupaten Tabanan.(Rilis)

Gong Kebyar Duta Kabupaten Tabanan Tampil di PKB, Disambut Antusiasme Ribuan Penonton

DENPASAR- Pantaubali.com – Pentas di depan ribuan penonton dalam ajang bergengsi merupakan impian bagi seorang seniman, apalagi jika penampilannya sukses memukau para penonton. Seperti halnya, Sekaa Gong Kebyar Dewasa Sanggar Seni Gurniga Kusuma Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur dan sekaa Gong Kebyar Anak – Anak Sanggar Haridwipa Gamela Group Desa Dauh Peken Tabanan yang pentas dalam Pesta Kesenian Bali XLIV Tahun 2022, Sabtu (2/7) malam di Arda Candra Art Center, disaksikan langsung oleh ribuan pengunjung.

Istimewanya lagi, seka Gong Kebyar duta terbaik Kabupaten Tabanan itu penampilannya disaksikan langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Tak tanggung-tanggung dalam memberikan dukungan, Bupati Sanjaya juga bersama Wakil Bupati I Made Edi Wirawan didampingi Ny. Widiartini Wirawan, beserta beberapa anggota DPRD, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten, para OPD dan beberapa staf masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga bisa menyaksikan secara langsung aksi dari putra-putri terbaik Tabanan. Dimana pada kesempatan itu, Gong Kebyar Dewasa Sanggar Seni Gurniga Kusuma Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur dan sekaa Gong Kebyar Anak – Anak Sanggar Haridwipa Gamela Group Desa Dauh Peken Tabanan tampil bersamaan serta silih berganti menunjukan kemampuan olah gamelan dan tarian yang maksimal.

Gong Kebyar Dewasa Sanggar Seni Gurniga Kusuma Desa Tangguntiti, menampilkan aksi yang menawan dengan Tabuh andalan Tabuh Pat Lelambatan Kreasi “Anglelana Lamuk”.

Mengalir dari hulu ke hilir, bermuara di laut lepas. Begitupun dengan Gong Kebyar Anak – Anak Sanggar Haridwipa Gamela Group Desa Dauh Peken Tabanan, menampilkan aksi yang serupa dengam tabuh andalan “Tabuh Lima Gambur Anglayang”, sehingga kerap kali mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah dari penonton.

“Kami sangat berbangga sekali melihat penampilan duta Kabupaten Tabanan, walaupun masih transisi pandemi tetapi kesenian kita khususnya Tabanan dalam PKB ini sangat luar biasa. Kami harap, para seniman Tabanan khususnya seniman Tabuh agar terus berkarya, sehingga kedepannya mampu mengharumkan nama Tabanan,” ujar Sanjaya usai pementasan.

Sanjaya juga sangat memuji semangat para penabuh, dan seluruh pihak yang terkait di dalamnya. Dikatakannya juga Ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya meskipun dengan keterbatasan karena efek dari pandemi. Hal ini membuktikan bahwa, seniman Tabanan sangat berkompeten dan juga mempunyai kualitas yang tidak kalah bagus dengan Kabupaten/Kota di Bali.

“Harapan kita kedepan, mari kita songsong PKB tahun selanjutnya dengan lebih baik lagi. Sudah barang tentu, kami akan selalu memberikan support, baik itu menyangkut dari sisi perhatian, anggaran dan lain-lain kepada seniman Tabanan untuk pentas di ajang bergengsi seperti PKB ini. Sekali lagi, sangat luar biasa penampilan dari penabuh kita. Ini sangat membanggakan dan semoga hal ini menjadi awal bukan menjadi akhir,” harap Sanjaya.(Rili)