- Advertisement -
Beranda blog Halaman 730

Wagub Cok Ace Harap PHRI Bike Tour 2022 Dukung Upaya Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Bali

BANGLI – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menghadiri dan turut sebagai peserta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bike Tour Tahun 2022 yang mengambil start di halaman parkir Tegukopi, Penelokan, Kintamani, Bangli, Sabtu (Saniscara Pon, Pahang) 16 Juli 2022.

Dalam sambutan singkatnya, Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini menyatakan bersyukur karena Bali dipilih sebagai salah satu lokasi Bike Tour oleh PHRI beserta 7 kota lainnya di Indonesia. Dan Bali merupakan etape kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di kota Padang, Sumatera Barat.

“Tour ini hanya dilaksanakan delapan putaran, dan Bali masuk didalamnya. Kita patut bersyukur dari 34 provinsi di Indonesia, Bali dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraannya. Semoga kegiatan hari ini bisa bermanfaat untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata dan perekonomian Bali,” cetus Wagub Cok Ace sembari berpesan agar para peserta berhati – hati dalam melewati tiap rute tour.

Hal senada disampaikan Sekjen PHRI Pusat Maulana Yusran bahwa kegiatan Bike Tour tersebut dilaksanakan dalam upaya mendukung akselerasi sektor pariwisata dalam upaya mendukung perekonomian Indonesia yang terpuruk akibat dampak pandemi Covid – 19.

Dalam Bike Tour yang dilepas oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha, Wagub yang merupakan Penglingsir Puri Ubud dan juga menjabat selaku Ketua PHRI Bali tampak masih tangguh mengikuti tour hingga garis finish. Beberapa tanjakan yang cukup terjal pun dilalui dengan mudah.

Dalam mendukung akselerasi sektor pariwisata Bali, para peserta diwajibkan memposting acara tour bike tersebut ke linimasa media sosial masing – masing peserta sehingga bisa mempromosikan bahwa Bali aman untuk dikunjungi wisatawan.

Pelepasan peserta bike tour turut pula dihadiri Wakil Bupati Bangli Wayan Diar serta Kapolres Bangli AKBP I Dewa Agung Roy Marantika.

Akibat OC, Mobil Jimmy Nyungsep 30 meter Ke Sungai

TABANAN – Pantaubali.com – Diduga Put of Control (OC) Jeep merk suzuki Jimmy terjun bebas dari jembatan di sungai tukad Yeh Sipuh atau di bawah Jembatan Penghubung Desa Biaung – Pumahan Penebel Tabanan, kemarin (Kamis,14 Juli 2022 mulai pukul 10.00 wita.

Adapun kronologis kejadian, Kapolsek Penebel, Tabanan, AKP. I Nyoman Artadana menyampaikan, kejadian singkat kronologisnya, Mobil Jeep Merk Suzuki Jimmy warna biru yang mengalami laka lantas out of controll jatuh ke Sungai (Jembatan).Adapun pengendara Mobil Jeep tersebut berinisial IME (65), Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan

Kejadian terjadi, hari Rabu pada 13 Juli 2022 sekira pukul 19.00 wita .Dengan TKP, Jalan Tukad Yeh Sipuh atau di bawah Jembatan Penghubung Biaung – Pumahan di Banjar Dinas Pumahan, Desa Biaung, Penebel, Tabanan

Sekira jam 17.00 wita Korban bersama istrinya ( saksi 1 ) pulang datang dari Denpasar menuju rumahnya di Desa Biaung Kecamatan Penebel Tabanan.

Sesampainya dijembatan penghubung Desa antara Biaung – Pumahan, Korban berhenti dan turun dengan tujuan sembahyang (Ngaturang Canang) pada Pelinggih yang ada diujung Jembatan .

Selesai sembahyang, korban dan istrinya menaiki kendaraan, bermaksud melanjutkan perjalanan pulang, namun tiba – tiba ban mobil sebelah kiri terperosok di badan jalan atau tanah gembur.

“Tidak dapat jalan akhirnya”, katanya.

Selanjutnya Korban meminta bantuan, kemudian teman-temannya datang membantu menurunkan barang bawaan ke Pinggir Jalan, selanjutnya membantu mengangkat mobil ke jalan.

Setelah mobil dalam posisi di jalan dan ban mobil di tahan denga kayu , Pengendara naik ke mobil Jeep merk suzuki Jimmy warna biru DK 1294 HP, sedangkan istrinya (saksi 2) tidak ikut naik atau masih berdiri dipinggir jalan.

Tiba – tiba mobil Jeep merk suzuki Jimmy warna biru DK 1294 HP mundur dan tidak bisa dikendalikan dan jatuh ke sungai Tukad Yeh Sipuh atau di bawah Jembatan Penghubung Biaung – Pumahan sedalam kurang lebih 30 (tiga puluh) meter.

“Personil Polsek Penebel dan Warga Masyarakat akhirnya menolong korban dan dibawa ke Puskesmas Penebel 1, selanjutnya dirujuk ke BRSU Tabanan.Karena Malam Hari atau Lokasi Kejadian (TKP) Gelap dan diguyur hujan, maka evakuasi mobil tidak dilaksanakan”, paparnya.

Ia menyampaikan, kemudian pada Kamis,14 Juli mulai pukul 10.00 wita, dengan menggunakan bantuan mobil derek, dilakukan evakuasi mobil Jeep Merk Suzuki Jimmy Warna Biru DK 1294 HP dari Sungai atau ke Tukad Yeh Sipuh atau dibawah Jembatan Penghubung Desa Biaung – Pumahan

Pukul 18.20 wita, mobil Jeep Merk Suzuki Jimmy Warna Biru DK 1294 HP berhasil dievakuasi dari Sungai / Tukad Yeh Sipuh atau dibawah Jembatan Penghubung Desa Biaung – Pumahan.

“Diduga Pengendara tidak dapat menguasai kendaraan dengan baik serta kondisi kendaraan yang kurang terawat atau kurang baik sehingga, sewaktu mobil mundur, rem tidak berfungsi dengan baik dan jatuh ke sungai dibawah Jembatan Penghubung Desa Biaung – Pumahan.Dengan kondisi Jalan beton dan menanjak serta licin karena, dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan”, bebernya

Artadana menambahkan, akibat kejadian tersebut, korban mengalami nyeri dada, punggung , bahu dan diduga mengalami patah tulang pada bagian rusuk sebelah kanan dan retak pada tulang bahu sebelah kanan.

Gubernur Bali, Raih Penghargaan Pembina Koperasi Terbaik

DENPASAR – Pantaubali.com – Kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster terus meraih prestasi yang membanggakan dengan berhasil membawa Pemerintah Provinsi Bali yang mendapat penghargaan dari Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN).

Dalam HUT Koperasi ke-75 yang dilaksanakan di Prime Plaza Sanur, Kamis (Wraspati Umanis, Pahang) 14 Juli 2022 dengan mengusung tema “Percepatan dan Perkuatan Kedaulatan Pangan Serta Energi Terbarukan Melalui Peran Koperasi dan Kelompok Perempuan”, Gubernur Bali, Wayan Koster berhasil meraih penghargaan sebagai pembina koperasi terbaik se-Indonesia bersama dengan tiga Gubernur lainnya yaitu Gubernur Jawa Timur, Gubernur Sulawesi Tenggara dan Gubernur Kalimantan Utara.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN), Sri Untari Bisowarno menyerahkan langsung penghargaan kepada Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Ekadina atas kontribusi Gubernur Bali yang dinilai berhasil membina koperasi Bali menjadi koperasi yang unggul, mandiri dan berdaya saing khususnya dalam hal pembinaan koperasi guna percepatan dan perkuatan kedaulatan pangan serta energi terbarukan.

“Tema HUT Koperasi sangat aktual mengingat persoalan pangan dan energi menjadi persoalan yang sangat serius dewasa ini. Ini menunjukkan Koperasi turut hadir memperkuat ketahanan pangan serta mendukung energi terbarukan,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam sambutannya seraya menyampaikan juga upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam membina Koperasi Bali menjadi koperasi yang unggul, mandiri dan berdaya saing.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM dalam sambutan virtualnya menyampaikan bahwa fokus pemberdayaan koperasi saat ini menyasar sektor riil terutama pada sektor pangan. Pemerintah Republik Indonesia saat ini fokus mendukung pengembangan koperasi tani dan nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan termasuk mendukung penelitian pangan berbasis keunggulan komoditas lokal. Selain itu ia juga berharap koperasi dapat terus berinovasi tanpa meninggalkan asas kekeluargaan, kebersamaan dan gotong-royong.

Bersamaan dengan perayaan HUT Koperasi Indonesia tersebut, Dewan Koperasi Indonesia juga meluncurkan aplikasi terbaru mereka yaitu Coop-Pay yang merupakan aplikasi pembayaran dan pembelian berbagai layanan Biller secara elektronik dengan menggunakan uang elektronik Speedcash.

“Inovasi dari DEKOPIN ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi di seluruh koperasi di Indonesia”, pungkasnya.

 

Wagub Bali dan Bupati Lumajang Tandatangani Prasasti Pura Ulun Ranu Pane Lumajang

LUMAJANG – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati yang didampingi Ny. Tjok Putri Hariyani Ardhana Sukawati, dan sejumlah Kepala OPD Provinsi Bali merasa terharu atas pembangunan wantilan Pura Ulun Ranu Pane dan pelataran jaba sisi (halaman luar) pura yang nampak sudah rapi dengan penataan paving dan tanaman, lengkap dengan gapura yang kokoh.

“Keinginan dan rencana untuk membenahi pelataran jaba sisi pura dan membuatkan satu wantilan yang nantinya sebagai tempat pemedek berteduh jika turun hujan dan untuk beristirahat, baru setahun yang lalu saya utarakan kepada Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, namun saat ini saya lihat sudah tertata rapi, indah dan juga bersih. Sungguh luar biasa, ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara pemerintah daerah Bali dengan pemerintah Kabupaten Lumajang,” hal ini disampaikan Wagub Bali yang akrab disapa Cok Ace dalam sambutannya saat upacara pemelaspasan sekaligus penandatanganan prasasti, peletakan batu dasar pembangunan wantilan sekaligus piodalan Pura Ulun Ranu Pane, Lumajang, Jawa Timur, Kamis, Wraspati Umanis, Wuku Pahang (14/7).

Dipaparkan Wagub Cok Ace, bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Lumajang sudah sejalan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, dimana terdapat enam (6) point’ utama yang diterapkan dalam membangun Bali.

Keenam point yang dijabarkan antara lain Atma Kertih yakni sebuah konsep menjaga hubungan baik antara manusia dengan Hyang pencipta. Terutama dalam upaya mewujudkan upacara piodalan yang dilaksanakan minimal setahun sekali untuk mengimbangi pembangunan fisik pura.

Yang kedua adalah Jana Kertih yakni manusia sebagai makhluk pribadi harus mampu melakukan penyeimbangan antar pikiran dan perasaan agar tumbuh harmonisasi dalam hidup, baik itu dengan sesama makhluk dan juga alam semesta.

Yang ketiga adalah Jagad Kertih dimana manusia sebagai makhluk sosial diharapkan mampu menjaga integritas dan sinergitas hubungan persaudaraan baik antara masyarakat Bali dengan masyarakat Lumajang.

Yang keempat adalah Danu Kerti dimana kita semua wajib turut serta melakukan pengelolaan agar danau yang ada di sekitar pura bisa berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.Oleh sebab itu dalam rangka menjaga kesucian tempat dan lingkungan sekitar maka perlu dilakukan upacara pakelem.

Yang kelima adalah Wana Kerthi yang mengisyaratkan kita sebagai makhluk Tuhan paling sempurna diantara yang lain mampu berperan serta menjaga dan melindungi kawasan hutan agar tetap hijau dan lestari.

Sedangkan yang keenam adalah Segara Kertih yang memiliki makna agar kita semua menjaga lingkungan dan kebersihan sungai atau laut.

Ditambahkan Wagub Cok Ace, letak Pura Ulun Ranu Pane yang berdekatan dengan masjid penduduk setempat, diharapkan tetap damai dan rukun, tanpa harus bergesekan. Karena hanya dengan rukun dan hidup saling berdampingan penuh toleransi lah kita akan dapat fokus membangun wilayah domisili kita.

“Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena hal kecil. Jika terdapat satu permasalahan, marilah kita duduk bersama dan bertukar pendapat. Sehingga tidak akan ada satu orangpun yang mampu memecah kedaulatan dan keutuhan kita bersaudara,” tegas Wagub Cok Ace yang juga salah satu Penglingsir Puri Ubud ini.

Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq yang hadir didampingi istri dan segenap jajarannya menyampaikan bahwa Pura Ulun Ranu Pane ini adalah pura yang terletak 2100 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan menjadi tempat jujukan masyarakat yang ada di Ranu Pane ini adalah masyarakat majemuk yang memiliki nilai budaya dan cara hidup hindu yang diteruskan oleh masyarakat setempat, disamping juga menjadi nilai penghormatan kepada umat Hindu, dengan umat yang berbeda agama, karena disamping Pura Ulun Ranu Pane juga terdapat satu masjid yang digunakan bersembahyang bagi masyarakat setempat yang beragama Islam.

“Sesuai rencana, didepan Pura Ulun Ranu Pane akan dibuatkan rest area, sehingga bagi umat Hindu atau Islam yang datang untuk beribadah di tempat sucinya masing-masing akan merasakan suasana wisata religi yang sesungguhnya. Di samping pura terdapat hamparan danau yang berhawa sejuk, depan pura terdapat rest area yang ditata dan dibuatkan tempat bagi pelaku UMKM, dengan begitu perekonomian masyarakat setempat juga akan berputar dengan baik”, ungkap Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.

Ketua PHDI Kabupaten Lumajang Edy Sumianto mengatakan bahwa keberadaan Pura Ulun Ranu Pane diharapkan mampu memberikan vibrasi positif bagi masyarakat sekitar sehingga mampu memajukan kabupaten Lumajang secara bersama sama ke depannya. Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Sukawati (Cok Ace) dan Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq yang dengan gigih dan konsisten melakukan penataan pura hingga menjadi seperti saat ini.(Rili)

Komitmen Ngayah untuk Masyarakat, Bupati Tabanan Hadiri Pelaksanaan Yadnya di Pura Pasek Gelgel Akah Riang Ancut

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam mewujudkan pembangunan yang seimbang sekala dan niskala menuju masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, selalu menyempatkan diri turun ke lapangan menghadiri undangan masyarakat. Meskipun dalam kondisi kurang sehat akibat terlalu banyak melakukan aktivitas, dan cuaca yang sedikit gerimis, tidak menyurutkan niatnya bertemu dengan masyarakat.

 

Seperti halnya saat menghadiri upacara Melaspas, Mupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih dan Wraspati Kalpa di Pura Pasek Gelgel Akah yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Adat Riang Ancut, Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa, (12/7). Hal ini dilakukan agar apa yang menjadi visi misi Pemkab Tabanan segera terwujud dan bisa dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

“Padahal tadi malam, titiang sudah diingatkan oleh dokter karena tiang dalam kondisi kurang sehat. Demi semeton tiang labrak anjuran dari dokter yang menyarankan untuk istirahat, karena saya sangat komitmen ada di tengah-tengah masyarakat dalam rangka bersama-sama masyarakat mewujudkan pembangunan di Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya usai melakukan persembahyangan di Pura setempat.(Rilis)

Peringati Hari Koperasi Ke-75, Bupati Tabanan : Pulihkan Ekonomi Melalui Koperasi

TABANAN – Pantaubali.com – Koperasi memiliki peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi, terlebih di situasi pasca pandemi Covid-19. Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M berharap keberadaan Koperasi di Kabupaten Tabanan bisa menjadi partner pemerintah dalam memulihkan situasi ekonomi. Hal tersebut terungkap saat pihaknya menghadiri undangan Puncak Hari Ulang Tahun Koperasi ke-75 di Tingkat Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Gedung Kesenian, I Ketut maria Tabanan, Selasa pagi (12/7).

Puncak acara tersebut juga dihadiri oleh Sekda, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala OPD terkait, Pimpinan Bank di Wilayah Kabupaten Tabanan, Ketua Dekopinda dan juga dihadiri oleh seluruh perwakilan anggota koperasi se-Kabupaten Tabanan.

Hari Ulang Tahun Koperasi Nasional tahun 2022 yang mengambil tema, Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan dan Tema di tingkat Daerah yakni, Pemulihan Ekonomi Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), menjadi sangat penting dan strategis serta relevan untuk memajukan koperasi. Sebab diperlukan Tindakan kongkrit untuk transofrmasi total, baik dalam cara pandang maupun dalam mengelola koperasi secara baik dan benar.

Dekopinda di Kabupaten Tabanan, sebagai lembaga yang mewadahi gerakan koperasi yang memiliki fungsi dan tugas sebagai penunjang kerja Pemerintah dalam tugas dan kegiatannya selalu berada dan bersama dengan koperasi dalam segala kegiatan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM koperasi, perlindungan, pemberdayaan, penguatan melalui kebersamaan dan gotong-royong. Terlebih di Kabupaten Tabanan, Perayaan HUT Koperasi mengambil tema Pemulihan Ekonomi Melalui Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Bupati Tabanan, Sanjaya, sampaikan apresiasi dan ungkapan selamat bagi Gerakan Koperasi Indonesia yang telah mencapai usia 75 tahun, di mana di titik ini menandakan kematangan dalam berorganisasi dan kemampuan menjawab berbagai tantangan jaman.

“Saya atas nama Pemkab Tabanan, mengucapkan Selamat Hari Koperasi ke 75, kepada para Pembina, Pengurus dan Pengelola serta seluruh Anggota Koperasi di manapun berada. Semoga Koperasi semakin berkualitas, berdaya saing dan mandiri” Ucapnya. Tema yang diambil Dekopinda tahun ini juga diakui sangat sepaham untuk Tabanan Era Baru, termasuk dalam Visi Tabanan yang pertama yakni Ketahanan Pangan, Sandang dan Papan.

Secara Kuantitatif, Bagi Sanjaya, Perkembangan Koperasi di Tabanan ini sudah meningkat begitu pesat. Hingga bulan Juni 2022, telah tercatat Jumlah Koperasi yang beroperasi sebanyak 574 Koperasi dengan jumlah anggota 92.350 orang di Kabupaten Tabanan. Dari jumlah tersebut, banyak koperasi yang telah maju dan memberikan manfaat bagi anggota serta masyarakat di sekitarnya. Terutama masyarakat yang menggiatkan sektor pertanian dan pangan di Tabanan.

“Saya berterima kasih kepada kawan-kawan penggerak, penggiat dan pengusaha koperasi yang selama ini sudah membantu perekonomian sektor riil khususnya di Tabanan. Yang paling mendasar adalah pergerakan koperasi, sebagai bagian sokoguru perekonomian kita, ketahanan paling akhir sektor ekonomi ini adalah koperasi. Patut kita berikan terima kasih kepada kawan-kawan yang menggerakkan koperasi selama ini” Ujar Sanjaya.

Pihaknya juga berharap agar peringatan Hari Ulang Tahun ini dapat dijadikan gerakan bersama mendorong pembangunan Koperasi agar tumbuh sejajar dengan badan usaha lain. Serta memiliki sensitifitas tinggi dalam pengembangan usaha dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

I Nyoman Wirna Ariwangsa, Selaku Ketua Dekopinda menyampaikan, serangkaian kegiatan menuju Puncak acara HUT ke-75 telah dilakukan termasuk di antaranya, gerakan kebersihan, Rakerda Koperasi, Workshop tentang Advokasi dan Presentasi masalah Koperasi, sembahyang bersama, bakti sosial hingga gerak jalan santai. Pihaknya menyampaikan, keberhasilan koperasi untuk dapat tumbuh dan berkembang di Tabanan, tidak terlepas dari dukungan dan komitmen dari pemerintah Kabupaten Tabanan khususnya Bupati Tabanan dan jajarannya.

“Selama ini Bupati Tabanan selalu mendukung kita ke depan, mengingat ancaman yang dihadapi semakin berat, namun masih ada harapan dan peluang untuk kita terus berkembang. Untuk itu, kami selalu mohon dukungan dan bantuan dari Bapak Bupati dan Kerjasama dari semua pihak, sehingga kami koperasi di Tabanan bisa memberikan kontribusinya dalam mendukung Visi Bupati menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani” Ariwangsa menyampaikan. Pihaknya meyakini, dengan dukungan, kerja keras dan disiplin kerjasama, cita-cita membangun Tabanan Era Baru bisa diwujudkan.

“Atas semua kebijakan Bapak Bupati selama ini yang telah memberikan kondisi iklim yuang kondusif bagi koperasi, maka kami koperasi di Tabanan uccapkan terima kasih yang sebsar-besarnya sekali lagi” Ujarnya.(Rilis)

Bupati Tabanan Hadiri Padiksan IB. Ketut Artawa di Grya Jumpung Sesandan

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai wujud apresiasi, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri upacara Rsi Yadnya (Madiksa) Ida Bagus Ketut Artawa, SE dan Ida Ayu Putu Tirta Wati, yang bertempat di Griya Jumpung, Banjar Sandan Lebah, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan, Selasa, (12/7).

Dalam upacara yang juga dihadiri oleh para Sulinggih, salah satu anggota DPRD Provinsi Bali, beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Perbekel serta Bendesa Adat setempat tersebut, dilaksanakan sesuai dengan sastra. Dimana, puncak karya akan dilaksanakan pada rahina Buda Kliwon wuku Pahang, Rabu, 13 Juli 2022.

Begitu pentingnya acara ini, walaupun kondisi Bupati Sanjaya saat ini tidak fit, namun tetap hadir, karena sangat mengapresiasi dan menghormari upacara Rsi Yadnya Padiksan ini.

“Dan masih terasa jelas di ingatan, bahwa waktu pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Grya ini saya jadikan salah satu tempat kampanye dalam pemilihan. Grya Jumpung memiliki sejarah dalam mendukung tiang hingga jadi Bupati,” ujar Sanjaya saat itu.

Untuk itu, Sanjaya juga mengungkapkan kebanggaannya karena bisa turut berpartisipasi dan menyaksikan upacara Padiksan yang sakral ini dengan undangan lainnya. Pada intinya dijelaskan, Pemkab Tabanan sanagat mengapresiasi dan memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas upacara ini yang sangat sesuai dengan visi misi baik provinsi Bali maupun Tabanan, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Dimana dalam visi tersebut ada 6 (enam) kerthi yang wajib dilestarikan bersama bagaimana agar menjaga keharmonisan baik sesama krama, dengan alam lingkungan serta budaya Bali. Ada tiga hal penting yang harus dijaga secara sekala dan niskala. Poin tersebut diantaranya, Wana Kerthi, Jana Kerthi, Danhu Kerthi Segara Kerthi, Buwana Kerti, dimana upacara Pediksan ini ada dalam Jana Kerthi.

Jana kerthi ini menurut Sanjaya sangat penting karena semua memiliki proses dan tahapan. Sanjaya juga minta kepada sang Medwijati agar nanti setelah menyandang sebagai Sulinggih agar wajib menghormati dan melaksanakan dresta apapun konsekuensinya. “Jadi inilah harapan titiang harus ada regenerasi, dimana Grya menjadi pusat pendidikan spiritiual. Di Gryalah tempat kita untuk memohon, minta penunjuk, minta keterangan terkait spiritual,” imbuh Sanjaya.

Di Bali, khususnya di Tabanan, sudah umum dan erat sekali hubungan masyarakat dengan Grya, terkait memohon petunjuk terkait upacara Yadnya ke Grya ataupun ke Sulinggih yang sudah medwijati. “Maka dari itu, saya minta kepada Ratu Peranda dan seluruh pihak di Grya Jumpung apalagi di era milenial ini agar Grya ini tetap menjadi pusat menimba ilmu spiritual dan harus terus up to date tanpa meninggalkan tradisi dan budaya, sehingga sesuai dengan keadaan masyarakat saat ini,” tambah Sanjaya.

Manggala Karya Ida Bagus Kade Pawitra, mewakili pihak keluarga, mengucapkan selamat datang sekaligus terimakasih atas kehadiran serta apresiasi dari Bupati beserta jajaran yang turut menyaksikan upacara ini. Besar harapan pihaknya agar upacara ini berjalan dengan lancar serta tidak ada halangan apapun, sesuai dengan apa yang telah direncanakan. (Rilis)

Wagub Bali Ngayah “Nopeng Dalem Sidakarya”

LUMAJANG – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati berkesempatan ngaturang ayah nopeng (menarikan topeng) Sidakarya di Pura Mandara Giri Semeru Agung Senduro Lumajang Jawa Timur, serangkaian puncak karya pujawali yang jatuh pada hari Rabu, Purnama Kasa, Buda Kliwon Wuku Pahang (13/7).

Menurut Wagub yang akrab disapa Cok Ace, Tarian Topeng Dalem Sidakarya adalah tarian sakral yang wajib ditarikan pada setiap upacara, bahkan dari asal usul, Topeng Dalem Sidakarya datangnya dari Jawa Timur, dalam hal ini Lumajang. Selain itu sebagian besar masyarakat Hindu Bali juga berasal dari Jawa Timur, khususnya kawasan Gunung Semeru.

“Ini menunjukkan betapa eratnya persaudaraan kita (Bali dan Jawa Timur, red). Sehingga saya harapkan agar integrasi dan kebersamaan umat Hindu di Bali dan Jawa Timur terus terbangun. Oleh sebab itu, kami upayakan selalu untuk dapat tangkil dan ngaturayah setiap satu tahun sekali, secara bergilir per-Kabupaten,” ungkap Wagub Cok Ace.

Topeng Dalem Sidakarya memiliki makna mencapai tujuan atau menyelesaikan pekerjaan. Topeng Sidakarya pun menjadi lambang bahwa pekerjaan atau karya yang digelar sudah selesai dengan baik.

Tari topeng ditampilkan sebagai tari persembahan (wewalen) sebelum acara pemujaan bersama yang dipimpin sulinggih, yang bertujuan agar upacara yang berlangsung dapat terselenggara dengan baik dan selamat serta terhindar dari segala bahaya.

Pada akhir tari ini secara simbolis penari menghamburkan uang kepeng dan beras kuning (sekarura) sebagai lambang pemberian berkat kesempurnaan dan kemakmuran kepada alam semesta dan seisinya.

Selain Topeng Dalem Sidakarya, rentetan karya juga lengkap mempersembahkan wewalian berupa wayang kulit, rejang dewa, rejang renteng, tari baris dan tari legong kejawen.

Puncak karya dipuput oleh tiga (3) sulinggih yakni Ida Pedanda Baturiti, Ida Pedanda Wanayoga dan Ida Pedanda Selat Duda. selain itu hadir juga Wakil Bupati Karangasem, Romo Mangku Pura Medang Kamulan Gresik, Kapolres Lumajang, Camat Lumajang.

Untuk melengkapi persembahan, rangkaian karya pujawali juga dilengkapi dengan caru manca kelud atau yang juga disebut sebagai caru panca rupa yang juga digunakan saat upacara “Ngelinggihang” (meletakan) Dewa ring Parahyangan Agung dan Alit, upacara pamungkah, pakiyisan agung/ alit, mapadudusan agung/alit/madya.

Serangkaian pujawali, Ida Betara akan nyejer hingga 24 Juli 2022 dan dalam kurun waktu ini setiap harinya akan dilaksanakan prosesi nganyarin. Umat Hindu yang ingin nangkil dan melaksanakan persembahyangan bisa memanfaatkan waktu tersebut. (Rilis)

Per Juni, Perumda TAB Tabanan Mencatat 60.513 SR

TABANAN – Pantaubali.com – Perumda Air Minum Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan terus melakukan optimalisasi pelayanan. Layanan Perumda TAB telah semakin luas dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah Sambungan Rumah (SR) setiap bulannya.

“Kini, (per Juni 2022) pelanggan Perumda TAB telah mencapai 60.513 SR, dengan target SR di tahun 2022 sebanyak 1.300 SR”, jelas Kepala Bagian Hubungan Langganan TAB Tabanan, I.B. Marjaya Wirata, didampingi Kasubag Humas Perumda TAB, Agus Suanjaya, Senin,(11/7) di Tabanan.

Dalam upaya memaksimalkan pelayanan Perumda TAB telah melakukan sistem pembayaran rekening tagihan air Perumda Tirta Amertha Buana saat ini, sudah dapat dilakukan di Alfamart, Indomaret, Griya Bank BTN, dan agen-agen Arindo yang bekerjasama dengan Bank BPD Bali terdekat.

Sembari Dirinya menambahkan, selain itu dapat dilakukan pembayaran melalui Teller, ATM, m-Banking dan Internet Banking Bank BPD Bali.

Prosesi Melasti di Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang

LUMAJANG – Pantaubali.com – Istri Wakil Gubernur Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati (Ny. Cok Ace) mengikuti prosesi melasti serangkaian karya pujawali Pura Mandara Giri Semeru Agung, Senduro, Lumajang Jawa Timur. Prosesi melasti yang berlangsung pada Senin (Soma Pon Wuku Pahang) 11 Juli 2022 juga dihadiri Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.IK., M.H.

Membaur dengan Umat Hindu yang datang dari Bali dan wilayah Senduro dan sekitarnya, Ny. Cok Ace dan Kapolres Lumajang Dewa Putu Eka turut mengikuti iring-iringan pralingga Ida Betara yang ditempatkan pada tiga buah jempana. Prosesi melasti dilaksanakan ngubeng di pelinggih beji yang letaknya bersebelahan dengan pelinggih utama.

Hal ini karena situasi yang belum memungkinkan untuk melaksanakan secara langsung ke Watu Klosot. Melasti bertujuan untuk menyucikan pralingga Ida Betara sebelum kalinggihang di Gedong Suci. Setelah ditempatkan di pelinggih masing-masing, Ida Betara katuran ayaban.

Sebelum prosesi melasti, pada pagi harinya telah dilaksanakan upacara mecaru, melaspas tetangunan, nuwur betara tirta, odalan di Pura Watu Klosot sekaligus nunas tirta yang digunakan untuk mensucikan pralingga Ida Betara dalam prosesi melasti.

Seluruh prosesi dipuput oleh tiga orang sulinggih yaitu Ida Pedanda Baturiti, Ida Pedanda Wanayoga dan Ida Pedanda Selat Duda.Sehari sebelumnya, Minggu (Redite Paing Wuku Pahang), 10 Juli 2022, Ny. Cok Ace ngaturang ayah ngias sarana upakara. Membaur dengan pengayah lainnya, Ny. Cok Ace dengan tekun memasang hiasan pada salah satu sarana upakara.

Untuk diketahui, puncak karya pujawali di pura ini akan digelar pada Purnama Kasa, Buda Kliwon Pahang, Rabu (13/7) dan nyejer hingga penyineban pada Redite Umanis Merakih, Minggu (24 Juli 2022).