- Advertisement -
Beranda blog Halaman 708

Jenasah Judin Akhirnya Ditemukan di Pinggiran Sugai

TABANAN – Pantaubali.com – Satu orang warga Dusun Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan dikabarkan belum kembali dari mencari rumput pangan ternak. I Maden Judin (52), meninggalkan rumah sejak, Minggu,(23/10).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima info orang hilang tersebut dari BPBD Tabanan. Menurut keterangan pelapor, keseharian korban adalah petani. Segera setelah menerima informasi itu, sebanyak 8 personil dari Pos SAR Buleleng bergerak ke lokasi.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban dan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 08.00 Wita. Warga setempat yang ikut penyisiran menemukan korban di pinggiran sungai, sejauh 2,5 kilometer arah hilir dari baju yg ditemukan.

“Korban kemungkinan terseret arus  ketika mandi, karena pencarian kemarin oleh warga ditemukan bajunya,” terang Dudi Librana, Koordinator Pos SAR Buleleng. Selanjutnya jenasah I Maden Judin dibawa ke rumah duka.

Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Polsek Pupuan, BPBD Kabupaten Tabanan, Bhabinkamtibmas Desa Padangan, Babinsa Desa Padangan, Perangkat Desa Padangan, Bhuana Bali Rescue, Yayasan Keris Bali dan Keluarga korban.

Ketua DPRD Tabanan Ajak Masyarakat Refreshing Dengan Ikut Lomba Mancing

 

Tabanan – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga S.Sos ikut merasakan keseruan lomba mancing yang digelar oleh Komunitas Mancing Graha Candra Asri (Semata GCA) di Desa Meliling, Kerambitan pada Minggu, (23/10). Selain itu, Made Dirga juga membuka lomba mancing ini serta memberikan bantuan dua kuintal ikan lele.

“Masyarakat perlu refresing lah. Lomba mancing kan biaya murah dan terjangkau oleh semua lapisan,” ujarnya seusai acara.

Saat itu tampak perwakilan dari anggota DPR RI I Made Urip serta perwakilan anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Purnaya serta Perbekel Meliling. Saat merasakan keseruan lomba mancing, beberapa kali umpan Made Dirga disambar oleh ikan, dengan cekatan politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini menarik kail hingga mendapatkan ikan.

“Meski terlihat sederhana, lomba mancing itu seru dan menghibur,” katanya.

Dirga berpesan pada masyarakat, meski kondisi belum normal karena pandemi Covid-19 apalagi ada isu resesi ekonomi pada 2023 ia berharap masyarakat bisa tetap menjaga kesehatan fisik dan mental. Apalagi adanya gelaran acara internasional G-20 semoga bisa membawa dampak pada ekonomi Bali.

“Dengan makan ikan kan jadi sehat, ikut lomba mancing jadi terhibur. Agar masyarakat kita sehat fisik dan mentalnya,” ujarnya.

Ketua panitia acara Andy Mahendra mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meperingati hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober. Selain itu, juga untuk menjaga kerukunan dan kekompakan anggota komunitas.

“Kami juga berpesan agar peserta dan masyarakat mulai menjaga dan mencintai sungai,” ujarnya. (tabanan)

Ratusan ASN Pemkab Tabanan Gotong-Royong Bersihkan Lokasi Terdampak Bencana

TABANAN – Pantaubali.com – Peduli atas terjadinya bencana alam yang menimpa beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Perangkat Daerah di Pemkab Tabanan untuk terjun langsung melakukan aksi gotong royong besihkan titik lokasi terdampak bencana. Aksi yang dilakukan ratusan ASN tersebut dipimpin oleh Sekda Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos.,M.Si, dan berlangsung di Pura Manik Toya Banjar Uma Diwang Marga, pura Anyar Banjar Tapesan Desa Abian Tuwung Kecamatan Kediri dan Pura Batan Jepun Desa Abian Tuwung, Jumat (21/10).

Dalam aksi sosial yang telah dimulai sejak pagi hari tersebut, sedikitnya, lebih dari 150 ASN berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk membersihkan sampah-sampah akibat bencana yang terdiri dari sampah potongan ranting pohon dan sampah dedaunan. Nampak juga hadir Asisten 1 dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Saat mengunjungi lokasi, Sekda Susila tekankan agar para ASN senantiasa bersatu dan berkolaborasi, sehingga segala permasalahan terutama masalah bencana ini bisa segera teratasi dengan baik. Pihaknya juga sekaligus mengunjungi lokasi TPS3R yang berlokasi di Banjar Uma Diwang yang sempat terbawa arus hujan.

“Kegiatan ini menjadi suatu momen yang penting untuk meningkatkan solidaritas dan rasa empati kita terhadap korban dan lokasi yang terdampak bencana seperti saat ini. Dengan kerjasama dan gotong-royong, dapat memupuk kebersamaan yang erat untuk mengatasi segala permasalahan, pelan-pelan akan kita perbaiki kembali” Ujar Susila yang kala itu nampak membersihkan puluhan ranting pohon bersama masyarakat setempat.

Tak hanya gotong-royong tanggap bencana seperti ini yang ditekankan untuk terus dilakukan, namun kegiatan kerja bakti dan bersih-bersih juga menjadi komitmen Pemkab Tabanan untuk senantiasa diimplementasikan di penghujung minggu, terutama jelang HUT Kota Tabanan yang ke-529 pada 29 November mendatang.

Manfaat gotong-royong ini diharapkan tidak hanya dapat memperbaiki dan mempercantik wajah Tabanan, namun juga dapat memupuk kebersamaan dan semangat dalam menjalankan aktifitas serta mempererat kekompakan antar pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan.

Cuaca Ekstrim, Distribusi Air Perumda Tirta Amertha Buana Terganggu, Pelayanan Tetap Dioptimalkan Serta Perbaikan Dikebut

TABANAN – Pantaubali.com – Intensitas hujan yang tinggi membuat sumber air baku Perumda Tirta Amertha Buana (TAB), Kabupaten Tabanan keruh setelah diterjang air lumpur serta sampah kiriman, Senin,(17/10) dan masih berlangsung hingga saat ini.

Hal itu pun membuat distribusi air bersih kepada pelanggan disejumlah wilayah terganggu.

Cuaca ekstrim yang terjadi menimbulkan air bah yang menyebabkan intake-intake berpasir dan tersumbat, pompa-pompa tidak dapat beroperasi secara maksimal, dan air baku keruh serta berlumpur.

Kemudian pipa distribusi dan transmisi disejumlah titik terputus akibat tanah longsor dan jalan ambles. Kondisi ini pun menyebab terjadi gangguan distribusi air di hampir seluruh kecamatan di Tabanan. Dan atas gangguan-gangguan yang terjadi, tim teknis Perumda Tirta Amertha Buana Kabupaten Tabanan telah melakukan pendataan mengenai titik gangguan serta langsung melakukan penanganan.

Secara detil, gangguan yang terjadi diantaranya pompa di IPA Nyanyi off akibat air baku keruh sehingga menyebabkan gangguan di wilayah Pandak Gede, Pandak Bandung, Nyitdah, Beraban, Pejaten, Belalang, Pangkung Tibah, Bengkel, Nyambu, Kaba-kaba, Cepaka, Buwit dan sekitarnya. (sekitar 5.700 pelanggan)

Kemudian, pompa di IPA Telaga Tunjung juga off akibat air baku keruh. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Bantas, Mambang, Megati, Serampingan, Selemadeg, dan sekitarnya. (sudah tertangani hari itu juga) Pompa di MA Dedari juga tidak dapat beroperasi karena volume air meluap sehingga menyebabkan gangguan di wilayah Desa Banjar Anyar, Kediri, Senapahan, Abiantuwung dan sekitarnya. (sekitar 7.800 pelanggan).

Selanjutnya pompa di IPA Antap tidak dapat beroperasi karena air baku keruh dan berdampak pada pelanggan di Desa Bajera, Berembeng, Antap dan sekitarnya. Pelanggan di wilayah Desa Bonian, Desa Antap, Desa Lalanglinggah, dan sekitarnya juga terdampak gangguan karena air baku keruh. (sekitar 2.000 pelanggan) Sumber Beji Mumbul Nyambu juga diterjang banjir terdampak daerah Banjar Dukuh, Nyambu, Kelakahan, Buwit dan sekitarnya. (sekitar 800 pelanggan)

Selain itu pelanggan wilayah Banjar Cau, Desa Tua, dan sekitarnya juga terdampak akibat putusnya pipa distribusi 3″ di Banjar Cau, Desa Tua, lantaran jalan putus dan longsor. (sekitar 30 sambungan saat ini sudah normal).

Kemudian pipa transmisi 6″ di MA Kelepud, Dalang juga terkena longsor sehingga terdampak pada pelanggan di Desa Dalang, Desa Gadungan dan sekitarnya. Sekitar 600 pelanggan).

Pipa di Shorcut Meliling juga terputus yang berdampak pada pelanggan di Serampingan, Megati, Bantas, Mambang dan sekitarnya. (3.000 pelanggan) Dan pipa transmisi 6″ di Gangsang juga putus sehingga berdampak pada pelanggan di wilayah Banjar Batannyuh, Umadiwang, Umabian, Desa Kukuh, Banjar Pemenang, dan sekitarnya. (sudah tertangani hari itu juga).

Kemudian di jembatan Dadakan, Abiantuwung, pipa 6’ putus, yang berdampak pada Dadakan, Carik Padang, Nyambu, Tohjiwa, Juntal, Gamongan, dan sekitarnya.

Namun untuk daerah yang tidak bisa terlayani, maka Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan mendistribusikan truk tangki. Adapun truk tangki yang telah didistribusikan Senin, (17/10) diantaranya di wilayah Ganter, wilayah BSI, dan Banjar Panti, Kediri, masingmasing satu truk tangki.

Kemudian pada hari Selasa (18/10) truk tangki telah mendistribusikan air ke Jalan Teuku Umar, Kediri, Desa Duwit dan Banjar Pande, Kediri. Hari Rabu (19/10/2022) truk tangki mendistribusikan air ke wilayah Bingin Ambe, Taman Sekar, wilayah Bypass Ir. Soekarno, Perum Pondok Asri, Puskopad 3 Sanggulan.

Selanjutnya hari, Kamis (20/10) truk tangki kembali mendistribusikan air ke wilayah Bypass Ir Soekarno, Desa Abiantuwung, Desa Buwit, Bharaloka Permai, Kaba-kaba Dangin Uma, BSI, Banjar Anyar, dan Sanggulan Desa. Adapun armada yang dikerahkan terdiri dari dua truk tanki dari Perumda Tirta Amertha Buana, ditambah dua armada dari BPBD Tabanan, dan dua armada dari Damkar Tabanan.

Dengan kapasitas satu tangki 4.000 hingga 5.000 liter. Dan tambahan dari satu kendaraan dari Kemensos yang khususnya standby di Marga. Rencana hari ini ke wilayah Senapahan, wilayah Jagasatru, Kediri, Banjar Panti, Banjar Puseh, Tohjiwa, Carik Padang, Nyambu.

Dan untuk perkembangan Jumat,(21/10) perbaikan yang sudah diselesaikan diantaranya di MA Tasakan, Baturiti, yang sudah dalam tahap normalisasi. Begitu juga perbaikan di Shortcut Meliling sudah dalam tahap normalisasi (namun pipa 3’ dan 6’ di Megati kembali terputus Kamis malam akibat terkena alat berat proyek pemasangan box culvert dengan wilayah terdampak Kerambitan, Megati, dan sekitarnya). Dan di Malmundeh sedang dalam pekerjaan.

Sedangkan di MA Dedari dari 7 sumber yang ada, baru 3 yang disambung, sedangkan lainnya masih dalam tahap pekerjaan. Begitu juga dengan pipa yang terkena longsor di Gadungan yang sedang dalam tahap perbaikan. Dan Beji Mumbul Nyambu juga sudah sedang dalam tahap normalisasi.

Atas kondisi ini pelanggan senantiasa diimbau untuk menampung air secukupnya saat air masih mengalir. Namun tentunya pendistribusian air akan diupayakan segera normal kembali setelah pekerjaan perbaikan selesai.

Tokoh Ubud Bali : Dukung Suksesnya KTT G20 Untuk Recovery Perekonomian Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Bali yang baru saja terdampak oleh Pandemi COVID-19 berupa penurunan jumlah kunjungan turis domestik maupun luar negeri. Untuk proses recovery, sangat memerlukan sebuah penarik minat publik internasional agar Bali kembali dikunjungi seperti sebelum pandemi.

Demikian disampaikan Tokoh Ubud Dr. Drs I Ketut Suardana,M.Fil.H di Denpasar, Selasa 18 Oktober 2022. Karena itu pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Nusa Dua Bali, karena bisa mengaungkan kembali Bali sebagai destinasi yang penting untuk dikunjungi masyarakat dunia.

Pembina Yayasan Mudra Swari Saraswati yang menyelenggarakan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hingga tahun ke-19 ini, mengakui sudah secara bertahap ada peningkatan kunjungan turis ke Bali, Namun kondisi ini perlu terus ada kelanjutannya.

Kata ayahnda Putri Indonesia 2022 Laksmi Shari De-Neefe Suardana, bulan depan akan ada sejumlah pemimpin tertinggi dunia akan bertemu di Nusa Dua dalam rangka perhelatan KTT G20 tentu akan menjadi pemberitaan besar di seluruh dunia. Dan nama Bali pasti disebut sebagai tempat pertemuan sekaligus destinasi wisata yang masih menjadi pavorit para wisatawan

Selain itu, Ketut Suardana percaya bahwa banyak hal-hal baik yang terbawa dalam penyelenggaraan KTT G20, seperti pemerintah melakukan perbaikan infra dan supra struktur agar area yang digunakan para delegasi menjadi lebih baik, aman dan nyaman.

Tentunya kita sangat bersyukur bahwa Ubud adalah destinasi kelas dunia dan telah mendapat berbagai penghargaan bergengsi dan membuat masyarakat Ubud dan sekitarnya sejahtera. Ubud juga sebuah meeting point, dimana budaya internasional bertemu.

“Apa yang terbaik yang didapat dari pengaruh luar khususnya terkait event internasional G20, bisa dikelola dengan baik oleh warga Ubud, yang kemudian menjadi hal baru yang bernilai ekonomis dalam rangja recovery perekonomian Bali secaran umum”, paparnya.

Event KTT G20 sudah didepan mata, masyarakat Ubud harus dan sudah siap menerima para tamu delegasi G20 yang berkunjung ke kota terbaik di Asia tahun 2022 versi Travel plus Leisure ini.

“Mari kita semua dukung suksesnya KTT G20”, tutup Ketut Suardana.

Sambut Kunker Baleg DPR RI, Wagub Bali Jabarkan Kebijakan Pengelolaan Sampah di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Sampah akan menjadi masalah apabila tidak dikelola dengan baik dan dapat mengganggu bidang pariwisata di Bali. Permasalahan sampah menjadi bom waktu apabila tidak adanya perubahan paradigma pengelolaan sampah yang selama ini masih dengan metode kumpul-angkut-buang.

“Karena pengelolaan sampah harus dimulai dan dilakukan oleh seluruh pihak terutama dari pihak penghasil sampah seperti di rumah tangga, hotel, sekolah, perkantoran, industri dan tempat umum lainnya,” tegas Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati saat menerima kunjungan kerja Badan Legislasi DPR RI Dalam Rangka Pemantauan dan Peninjauan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (19/10).

Hal ini sejalan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru” sehingga dapat terjaganya kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan Bahagia.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber serta Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 381/03-P/HK/2021 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat.

Diperlukan peran aktif masyarakat Bali berkewajiban untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga sampai ke tingkat Desa/Kelurahan dan Desa Adat sehingga sampah tuntas selesai dikelola di TPS3R/TPST di Wilayah masing-masing. Desa dan Desa Adat wajib untuk menyusun Peraturan Desa dan Pararem yang isinya antara lain mewajibkan setiap warga/kramanya untuk memilah sampah, mengelola sampah di wilayahnya, dan penerapan sanksi adat yang diberlakukan Desa Adat bagi masyarakat yang tidak mengelola atau membuang sampah tidak pada tempatnya.

Ditambahkan Wagub Cok Ace bahwa dalam upaya pengurangan sampah perlu adanya optimalisasi pengolahan sampah organik dan sampah anorganik. Salah satu langkah yang dapat diterapkan di rumah tangga adalah dengan pengolahan sampah organik (sampah dapur) melalui teknologi yang ramah lingkungan. Hasil pengolahan sampah organik memiliki banyak manfaat diantaranya dapat digunakan dalam bidang pertanian serta penggunaan lainnya yang tidak berbahaya bagi lingkungan, dan juga dapat mendukung program pertanian organik dan ketahanan pangan di Provinsi Bali.

Upaya daur ulang sampah dan pengembangan kreativitas dengan bahan material sampah tentu dapat mengubah paradigma masyarakat terkait sampah, dimana sampah dapat bernilai ekonomi jika dapat diolah dengan baik. Hal ini juga tentunya akan dapat memberikan dampak yang besar bagi kelestarian lingkungan dan keberlangsungan daya dukung lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali untuk menuntaskan sampah dengan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan tujuan merubah paradigma pengelolaan sampah dari kumpul angkut buang ke TPA menjadi pengelolaan sampah dengan pengurangan, pemanfaatan, dan daur ulang (Reduce, Reuse, Recycle) yang diterapkan di masing-masing Desa/ Kelurahan dan Desa Adat se-Bali.

Oleh sebab itu, untuk perubahan paradigma di Provinsi Bali maka dibutuhkan komitmen, bantuan dan fasilitasi dari seluruh Stakeholder baik Kementerian/Lembaga pusat, daerah dan pemangku kepentingan lainnya sehingga mempercepat terwujudnya pengelolaan sampah skala Desa/ Kelurahan dan Desa Adat dengan slogan “DESAKU BERSIH TANPA MENGOTORI DESA LAIN” dan “DESAKU LESTARI TANPA SAMPAH PLASTIK”.

Anggota Badan Legislasi DPR RI Ferdiansyah mengatakan Bali sesuai data tahun 2020 merupakan provinsi nomor 3 yang bersih dari sampah dan memiliki sistem pengelolaan yang baik. Sehingga sudah patut Bali menjadi contoh agar provinsi lain ikut memulai diri untuk mengolah dan mengelola sistem yang baik juga, karena sampah apabila tidak dikelola dengan baik dan benar serta tidak melibatkan semua elemen masyarakat, maka akan menimbulkan bencana dan menjadi penyakit, namun jika sampah itu dikelola dengan sistem yang tepat maka sampah juga akan berubah menjadi energi dan berkah.

Sementara anggota DPR RI Partai PDI Perjuangan Dapil Bali I Nyoman Parta juga menegaskan bahwa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat maka peran serta semua pihak, mulai dari rumah tangga, masyarakat secara pribadi, industri, perhotelan, restoran, pasar dan semua yang ada diatas bumi ini harus terlibat untuk sadar lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga menjaga kebersihan lingkungan dari sampah menjadi tanggung jawab kita semua.

Flobamora Bali : Ribuan Anggotanya Dukung Suksesnya KTT G20 Dan Jaga Nama Bali Sebagai Destinasi Papan Atas

DENPASAR – Pantaubali.com – Saat pandemi COVID-19, industri pariwisata paling telak kena dampaknya. Ini terjadi karena ada larangan berpergian bagi pelaku perjalanan dalam maupun luar negeri yang diterapkan di seluruh dunia sesuai pelaksanaan protokol kesehatan untuk menurunkan penularan virus Corona kurang lebih selama 2 tahun.

Bali juga sangat terdampak, karena meletakan salah satu pondasi ekonominya pada industri pariwisata, maka terjadi penurunan pendapatan pemerintah dan masyarakat sangat signifikan.

“Pasca pandemi, pariwisata Bali mulai pulih namun tidak secepat sebelum ada COVID 19,” jelas praktisi di industri pariwisata Bali, Yusdi Diaz yang juga sebagai Ketua Umum Flobamora Bali (Komunitas Diaspora warga NTT di Bali) saat ditemui di Denpasar Bali.

“Pada sisi lain, hampir seluruh negara berusaha menjadikan pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonominya akibatnya semakin banyak ada destinasi baru yang menenggelamkan destinasi favorit yang ada sebelumnya”, jelasnya.

Karena itu, Ketua Umum Flobamora Bali ini, meyakini bahwa perhelatan KTT G20 yang dihadiri para pemimpin dunia akan melejitkan kembali nama Bali sebagai destinasi papan atas, karena dalam pelaksanaan konfrensi akan selalu disebut-sebut nama Bali.

“Sehingga nama Bali sebagai destinasi kembali bergaung”, cetusnya.

Kata Yusdi, sebetulnya Bali untuk kegiatan bersifat internasional kenegaraan sudah sangat memadai supra maupun infra strukturnya. Belum lagi ditambah atraksi wisatanya seperti seni budaya, alamnya dan keramahtamahan penduduknya. Karena itu, pada tahun-tahun sebelumnya sudah biasanya menjadi hosting kegiatan, salah satunya seperti APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) di tahun 2013 dulu.

“Dan tentu KTT G20 ini memiliki posisi lebih tinggi dilihat dari kehadiran para petinggi dan asal negaranya. Disamping itu, yang utama Indoensia sebagai Presidensi KTT ini yang diemban Bapak Presiden Jokowi”, katanya.

Karena itu, kata Yusdi Diaz dirinya akan mengomunikasikan pada sekitar 11 ribuan anggota Flobamora Bali (anggotanya diaspora warga NTT di Bali) yang terdaftar dan juga warga Nusa Tenggara Timur yang ada di Bali untuk memberi dukungan pada kegiatan KTT G20, salah satunya dengan bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan Bali.

Selain itu, janji Yusdi akan juga berkomunikasi dengan Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) dimana Flobamora Bali bernaung.(Rilis)

Bupati Tabanan Pimpin Langsung Penanganan Bencana Di Sejumlah Titik

 

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam guyuran hujan Bupati Tabanan turun langsung memimpin relawan dan petugas  penanggulangan bencana yang juga di bantu masyarakat pada sejumlah titik bencana, untuk memastikan penanganan bencana di Tabanan ditangani secara optimal. Hal ini menjadi fokus penting bagi Bupati Tabanan, mengingat cuaca buruk dan guyuran hujan tanpa henti yang melanda wilayah Kabupaten Tabanan dan sekitarnya beberapa hari belakangan.

Melewati jalan yang licin dan area yang sulit, Bupati Sanjaya didampingi beberapa anggota DPRD Tabanan, para Asisten, OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, memulai kunjungan di Pura Manik Toya, Banjar Umadiwang, Belayu Marga. Dilanjutkan melakukan tinjauan ke lokasi tanah longsor di Banjar Palean, Desa Luwus, Baturiti, dan meninjau tiga lokasi di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kediri, yang terdampak banjir luapan Tukad Yeh Sungi, Selasa, (18/10).

Bupati Sanjaya mengatakan, bahwa kunjungan ini benar-benar dipersiapkan agar mampu memberikan semangat bagi masyarakat yang terdampak. “Hari ini memang kita persiapkan untuk melihat secara langsung apa yang terjadi di tengah-tengah kita khususnya di Kabupaten Tabanan. Tadi perjalan kita saya awali di Kecamatan Selemadeg Timur di Desa Tangguntiti,” ujar Sanjaya ketika di lokasi tanah longsor Luwus.

Dalam waktu 5 hari kedepan, pihak Pemkab masih melaksanakan pendataan titik-titik yang rawan bencana dan melakukan prioritas penanganan pada perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana, seperti jembatan putus, tanah longsor yang meenutupi jalan, maupun jalan yang putus ataupun longsor, pohon tumbang dan lainnya. Dipastikan semuanya agar bisa ditangani dengan sebaik-baiknya.

Keprihatinan juga terpancar dari wajah Sanjaya melihat situasi ini, dimana ada Pura terendam, tanah longsor, jembatan maupun  jalan putus dan juga banjir menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur di wilayah tersebut. Namun dibalik itu, Sanjaya sangat bangga akan persatuan masyarakat. “Budaya tedun masyarakat melalui gotong-royong yang dikomandoi Perbekel, Bendesa Adat, TNI, Polri, sangat luar biasa. Saya apresiasi, saya bangga melihat gotong-royong ini,” pungkas Sanjaya.

Disamping itu, Bupati Tabanan juga menyampaikan permakluman serta permintaan maaf kepada seluruh masyarakat, terkait kekurangan alat, seperti sensor, alat berat dan lainnya. “Di Kabupaten Tabanan ada ratusan titik yang mengalami bencana seperti ini. Jadi kami urai, kami juga minta bantuan ke Provinsi sehingga Bapak Gubernur juga bisa memperhatikan,” sambung Sanjaya yang sebelumnya juga telah menginstruksikan kepada BPBD, Dinas PUPR serta dinas-dinas terkait, untuk melakukan langkah antisipatif agar dampak bencana tertangani dengan baik.

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Sanjaya tiada henti-hentinya memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar tetap bersatu baik suka maupun duka. Pemerintah juga dikatakan telah menyiapkan dana bantuan agar bencana ini tertangani dengan cepat serta terselesaikan dengan baik. “Mari kita tetap semangat. Ini sudah merupakan siklus dari alam, ujian untuk kita tetapi jangan kita pernah menyerah terhadap keadaan,” pinta Sanjaya.

I Nyoman Gede Oka Giri Antara selaku Perbekel Luwus,  mengatakan ada beberapa jalan yang rusak akibat longsor yang paling parah adalah jalan penghubung Palean dan Punjuan. Masyarakat yang terdampak di wilayahnya dikatakan bersama-sama melaksanakan gotong-royong usai bencana terjadi. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih atas kesigapan pemerintah yang langsung turun membantu tenaga dari pihak BPBD serta pihak terkait lainnya juga meberikan bantuan alat, seperti alat berat dan lainnya.

Gubernur Bali Jamin Makanan, Obat-obatan Warga Terdampak Banjir dan Siapkan Lahan Tempat Tinggal

JEMBRANA – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Irjen Pol Putu, Jayan Danu Putra dan didampingi Bupati Jembrana, Nengah Tamba meninjau langsung lokasi bencana banjir di Jembatan Bilukpoh serta Posko Penampungan Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Tegalcangkring dan di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 18 Oktober 2022 sore.

Kehadiran Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini di lokasi banjir bandang yang terjadi pada, Minggu (Redite Kliwon, Watugunung) 16 Oktober 2022 malam lalu, turut juga didampingi oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Eka Nugraha Abdi, Kepala BPBD Bali, I Made Rentin, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, dan Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda.

Gubernur Bali, Wayan Koster dihadapan Pemerintah Kabupaten Jembrana dan masyarakat terdampak banjir, memastikan warga yang terdampak bencana banjir di Jembatan Bilukpoh, Desa Penyaringan, Mendoyo-Jembrana akan memperoleh bantuan dan kepastian untuk tempat tinggal kedepannya dengan menyediakan lahan yang berada di lokasi yang lebih aman dari resiko bencana banjir.

“Saya alokasikan 20 are, plus 6 are tanah Provinsi untuk lokasi tempat tinggal warga yang baru akan dibangunkan dan tinggal ditempati,” kata mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDIbPerjuangan ini.

Terkait proses perbaikan jembatan serta kawasan terdampak banjir juga mendapat perhatian serius dari Gubernur Bali, Wayan Koster.

“Perbaikan jembatan dan kawasan yang terdampak banjir sedang terus dikebut agar segera bisa berfungsi maksimal. Terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, sehingga selama satu hari jembatan sudah bersih dan bisa dilalui,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini usai berdiskusi dengan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida dengan kembali menyatakan Saya pastikan jembatan ini akan diperbaiki dengan baik, lebih kuat, termasuk nanti akan diuji kelayakannya agar bisa dilalui kendaraan berat.

Untuk warga yang terdampak bencana banjir, Wayan Koster menegaskan bahwa warga terdampak akan dijamin makanan, obatobatan dan kebutuhan hidup sehari-hari selama masa pengungsian.

“Saya sudah perintahkan Kepala BPBD Provinsi Bali untuk mengelola ini dengan baik. Jadi, Saya mohon bapak dan ibu bisa bersabar,” ujar orang nomor satu di Pemprov Bali ini saat berdialog langsung dengan warga terdampak banjir di Bilukpoh yang jumlahnya mencapai 117 KK.

Perhatian besar Pemerintah Provinsi Bali kepada warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana juga ditunjukkan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Pada hari yang sama, Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 18 Oktober 2022 pagi, istri Gubernur Bali, Wayan Koster secara langsung menyerahkan bantuan kepada para korban bencana di lingkungan Bilukpoh berupa 2,165 ton beras yang akan di salurkan kepada seluruh korban banjir bandang di Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Kemudian pada siang harinya, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati meninjau langsung lokasi bencana banjir dan memberikan semangat kepada warga terdampak banjir di Jembatan Bilukpoh, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Wagub Bali, Tinjau Lokasi Bencana Banjir Jembatan Bilukpoh

JEMBRANA – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali I Made Rentin, Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Jajaran terkait meninjau lokasi bencana banjir dan warga terdampak di Jembatan Bilukpoh, Desa Penyaringan, Mendoyo-Jembrana. Keprihatinan Wakil Gubernur Bali terhadap kejadian ini mengingatkannya pada kejadian 4 tahun silam, yang juga ditempat ini dengan kejadian yang sama.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian di beberapa wilayah di Bali salah satunya jembatan bilukpoh yang merupakan jalur vital bagi lalu lintas logistik masyarakat Bali. Saat ini kita sedang menunggu tim dari pusat untuk mengecek dan menguji kelayakan jembatan ini apakah masih layak untuk dilalui oleh kendaraan berjenis truk, dan harus segera di umumkan kepada publik agar para supir bisa mengalihkan jalur alternatif untuk dilalui,” ungkap Wagub Cok Ace saat diwawancarai sejumlah media serangkaian peninjauan jembatan bilukpoh-Jembrana, Selasa (18/10).

Ditambahkannya, cuaca ekstrem yang menyebabkan terganggunya arus lalu lintas ini tidak boleh terlalu lama terjadi.

“Nanti hasil apakah jembatan bilukpoh layak dilintasi truk atau tidak harus segera di umumkan kepada masyarakat luas, khususnya para supir truk agar mereka segera mengambil keputusan untuk beralih jalur dan tidak menumpuk disepanjang jalan ini. Selain itu saya juga meminta agar seluruh Bupati/ Walikota se-Bali untuk menjamin ketersediaan/ ketercukupan pangan, akomodasi dan logistik warganya di musim cuaca ekstrem saat ini”, imbuh Cok Ace.

Dari pantauan di lapangan, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menjelaskan bahwa diujung jembatan terdapat penopang yang sudah rusak atau berlubang, sehingga pihaknya memiliki keraguan apabila jembatan penghubung antara desa penyaringan dengan desa tegalcangkring tetap digunakan oleh kendaraan bermuatan berat apabila tidak segera diperbaiki.

“Pemberitahuan ini harus segera diumumkan secara publik agar masyarakat yang menggunakan jalan nasional tujuan Gilimanuk – Denpasar ini juga segera menentukan jalur alternatif,” tegas Wagub Cok Ace.

Hujan ekstrem yang turun beberapa hari belakangan menyebabkan bencana di sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Bali, dengan data yang didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali adalah sebagai berikut, di Kabupaten Jembrana akibat hujan ekstrem Ketinggian air yang cukup tinggi di beberapa desa atau kelurahan mengharuskan adanya evakuasi dan pembuatan tempat pengungsian sementara atau pos pengungsian di lingkungan Biluk Poh Kelurahan Tegal Cangkring dan Lingkungan Samblong Kelurahan Sangkar Agung.

Selain menyebabkan banjir, cuaca ekstrim juga mengakibatkan jembatan penghubung antara Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan putus sehingga mengganggu kelancaran transportasi dan kehidupan warga masyarakat, dan tercatat mengakibatkan 1 orang korban meninggal atas nama Ni Putu Widya Margaretta, (17 tahun ).

Hujan deras juga mengakibatkan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Karangasem, yakni berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Karangasem, sampai dengan Pukul Pukul 16.00 Wita terdapat 40 (empat puluh) titik lokasi kejadian atau bencana, diantaranya Kecamatan Abang sebanyak 5 (lima) titik lokasi, Kecamatan Selat sebanyak 16 (enam belas) titik lokasi, Kecamatan Bebandem sebanyak 12 (dua belas) titik lokasi, Kecamatan Rendang sebanyak 5 (lima) titik lokasi dan Kecamatan Karangasem sebanyak 5 (lima) titik lokasi.

Selain banjir dan longsor, bencana alam ini menyebabkan 2 (dua) orang meninggal dunia karena banjir, 1 (satu) orang meninggal dunia karena tertimbun longsoran, belasan rumah warga rusak dan harus mengungsi ke rumah keluarga terdekat, 3 (tiga) unit kendaraan roda dua hanyut terbawa banjir, 5 (lima) unit truk tenggelam di Galian C, 2 (dua) Sekolah terendam banjir, dan beberapa ruas jalan tertutup longsor dan beberapa ruas jembatan jebol.

Cuaca ekstrem pada 16-17 Oktober lalu juga mengakibatkan bahu jalan tergerus, jalan berlubang, dan jembatan roboh di beberapa titik di Kabupaten Tabanan yakni di Banjar Apuan, Desa Apuan Baturiti, Kecamatan Baturiti terdapat tanah longsor menimpa rumah warga dan menyebabkan satu (1) Korban Jiwa An. Putu Aldy Prayoga jenis kelamin laki-laki umur 11 tahun, sedangkan banjir bandang juga nampak di Desa Batan Nyuh, Kecamatan Marga yang menerjang Pura Manik Toya Umadiwang.

Sementara di dua (2) Kabupaten lainnya yakni Badung dan Bangli yang juga mengalami dampak cukup parah mengalami sejumlah kerusakan pada jembatan yang menyebabkan jebol, tanah longsor, pohon tumbang dan banjir.

Sedangkan Bangli yang juga terkena dampak dan mengakibatkan tanah longsor, banjir, dan orang terseret arus akibat jatuh dan hanyut ke got sehingga mengakibatnya meninggal dunia (1 orang).

Wagub Cok Ace mengucapkan rasa prihatin dan simpatinya terhadap para korban dan warga terdampak, namun pihaknya tetap mewanti – wanti agar semua warga Bali untuk tetap mawas diri menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi hingga 21 Oktober mendatang.

“Lebih baik jika tidak memiliki kepentingan khusus dan mendesak untuk memilih tetap berada di dalam lingkungan rumah, karena cuaca ekstrem tidak terprediksi terjadinya kapan dan dimana”, imbuhnya.

Perbekel Desa Penyaringan, Mendoyo – Jembrana Made dresta menjelaskan bahwa sementara waktu, warganya tinggal ditempat kerabat atau keluarganya sebagai tempat pengungsian. Sebanyak 140 Kepala Keluarga yang terdampak dari 322 jiwa.

Pemerintah Kabupaten Jembrana sudah menjamin ketersediaan pangan dengan cara menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak, dan tenaga medis untuk memantau kondisi kesehatan mereka.