- Advertisement -
Beranda blog Halaman 707

Ketua TP PKK Bali Hadiri Acara “Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi” di Gianyar

GIANYAR – Pantaubali com – Kepedulian Ketua TP PKK Prov Bali Ny. Putri Koster kepada masyarakat kembali ditunjukkan melalui acara aksi sosial pada Kamis pagi, 27 Oktober 2022 di Kabupaten Gianyar. Acara bertajuk ‘Aksi Sosial Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi’ pada pagi itu dipusatkan di dua tempat yaitu Wantilan Pura Desa, Desa Adat Buahan, Kecamatan Payangan serta Balai Banjar Mantring, Desa Petak Kaja, Kecamatan Gianyar.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa aksi rutin PKK menyapa dan berbagi juga dilandasi salah satu semangat PKK, yaitu gotong royong.

“PKK guyub bersama dalam sesama anggotanya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, itulah kenapa kita hadir di sini. Saya juga inginkan agar kader-kader PKK hingga tingkat Desa bisa meningkatkan semangat ini sehingga tidak ada lagi masyarakat yang kekurangan kelak,” jelasnya.

Lebih dari itu, menyikapi berbagai bencana dampak dari cuaca ekstrim yang melanda Bali akhir-akhir ini, Wanita yang lebih akrab disapa Bunda Putri itu juga menyerukan agar Kader PKK lebih tanggap lagi. Tengok ke kiri kanan, para tetangga jika ada yang terkena dampak dari bencana yang terjadi. Semangat PKK menurutnya memang sangat penting dibutuhkan dalam kondisi apa pun, apalagi anggotanya menyentuh hingga tingkat terkecil masyarakat, yaitu rumah tangga.

Dampak cuaca ekstrim akhir-akhir ini yang mengakibatkan hujan turun terus-menerus juga adalah makin maraknya penyakit DBD. Menurutnya PKK mempunyai sebuah program pokok yang bisa mencegah DBD yaitu HATINYA PKK.

“Dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang menganggur dengan tanaman pokok yang berguna bagi kehidupan sehari-hari, kitab isa mencegah terjadinya genangan air tempat nyamuk DBD berkembang biak, selain juga memenuhi kebutuhan pokok dan memperindah pekarangan rumah,” bebernya seraya menggugah kader PKK untuk menggenjot program HATINYA PKK.

Pada pagi itu, dalam sambutannya ia juga menyoroti kasus yang marak akhir-akhir ini yaitu kasus obat anak-anak berupa sirup yang mengandung etilen glikol yang juga disinyalir penyebab gagal ginjal akut pada anak-anak. Ia mengajak ibu-ibu untuk lebih peduli dengan kasus ini, dan jangan sekali-kali membeli obat sendiri tanpa resep dari dokter.

“Meskipun kasus ini sudah mendapat penangan cepat dari pemerintah, namun kita juga sebagai masyarakat harus tetap waspada. Kita bisa berkaca pada orang tua jaman dulu, kalau anak demam sedikit bisa dirawat dahulu di rumah dengan cara tradisional,” imbuhnya.

Bunda Putri itu juga menegaskan komitmennya dalam mendorong penurunan angka stunting. Meskipun di Bali jumlah penderita stunting tidak begitu banyak, namun kita tetap harus memberi perhatian agar angka stunting di Daerah Bali dapat segera dituntaskan. Stunting mesti mendapat perhatian serius karena mengancam keberlangsungan generasi penerus bangsa. Ditambahkannya, stunting yang dapat diartikan sebagai gagal tumbuh kembang di mana tinggi dan berat badan anak tak sesuai dengan usianya

“Jika hal ini tidak diatasi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak”, cetusnya.

Oleh karena itu, Pihaknya meminta agar kader posyandu proaktif terhadap potensi stunting yang ada di lingkungan masing-masing dan segera melakukan koordinasi serta upaya pencegahan dengan menggandeng stakeholder terkait.

Aksi sosial yang digelar TP PKK Prov Bali kali ini menggandeng berbagai pihak untuk turut menyerahkan bantuan, seperti: Dinas Kesehatan Prov Bali memberikan bantuan 10 Dus PMT untuk Balita Gizi Buruk/Gizi Kurang, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Prov Bali menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman 100 pohon kepada Ketua TP PKK Kecamatan, Pengurus IBI Bali memberikan bantuan 10 paket susu untuk Ibu Hamil KEK, sementara Ketua TP PKK menyerahkan kepada lansia, Ibu Hamil KEK, Penyandang Disabilitas, Kader PKK dan Balita gizi buruk berupa 1 ton beras untuk 50 orang yang masing-masing mendapatkan 20 kg beras, masing-masing 1 krat telur, masing-masing 8 kotak susu serta Majalah HATINYA PKK Edisi II Tahun 2022 sebanyak 11 eksemplar kepada Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar yang diwakili oleh Sekretaris PKK Ni Wayan Sriani. Selain itu TP PKK Prov Bali juga menggandeng RS Mata Bali Mandara untuk pelayanan pemeriksaan mata gratis serta pembagian kacamata gratis sebanyak 200 buah.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Pemayun, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anon Agustina, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Nyoman Gede Anom, Direktur Rumah Sakit Mata Bali Mandara Ni Made Yuniti, Pengurus IBI Bali serta kader PKK dari tingkat Kecamatan hingga Desa.

Ini Kata Wakil Gubernur Bali Dihadapan SESPIBI

DENPASAR – Pantaubali.com- Wakil Gubernur Bali Prof.Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjadi narasumber dalam FGD Pendalaman Sektor Dalam Negeri Sekolah Pimpinan Tinggi Bank Indonesia (SESPIBI) Angkatan 38 Tahun 2022 yang dilaksanakan secara daring dari Ruang Kerja Wagub Bali, Kamis (27/10)

Dalam arahannya, Wagub Bali menyampaikan bahwasannya sebagai daerah pariwisata, pandemi COVID 19 yang terjadi tidak hanya membawa masalah kesehatan bagi masyarakat juga berdampak sangat signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian Bali dimana pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi yang sangat dalam hingga di angka -9 %. Berbagai upaya dan langkah strategis dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya menekan jumlah kasus COVID 19 serta pemulihan perekonomian Bali setelah kasus covid 19 mulai melandai

Wagub Bali menambahkan dalam upaya pemulihan perekonomian Bali melalui sektor pariwisata terdapat aspek penting yang menjadi perhatian kita bersama diantaranya yaitu, aspek promosi, selling (bagaimana kita menjual pariwisata Bali) dan branding, dimana seperti kita ketahui bersama jumlah wisatawan yang terbatas akibat situasi ekonomi dunia yang belum pulih dan banyaknya saingan dengan destinasi di negara lain membuat Bali harus menggunakan strategi yang tepat dalam upaya memulihkan sektor pariwisata.

Wagub Cok Ace menambahkan, hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun kepercayaan pasar akan pariwisata Bali yang aman dan nyaman baik dengan tingkat vaksinasi yang tinggi dan tingkat penyebaran covid yang turun. Didukung dengan data yang lengkap ,hal ini menjadi bahan promosi kita untuk meyakinkan wisatawan bahwa Bali daerah yang aman dan nyaman sehingga terbangun kepercayaan pasar terhadap Bali.

“Di samping itu komitmen Pemprov Bali untuk menjadikan Bali sebagai Green Island dengan penggunaan energi bersih terbarukan juga akan menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan dan memberi nilai positif bagi Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia. Ketersediaan kamar hotel ,sertifikasi keamanan hotel serta sertifikat kebencanaan juga akan menjadi bahan promosi kita dalam menarik wisatawan berkunjung ke Bali”, paparnya.

Guru besar ISI Denpasar ini juga menambahkan selain promosi, hal lain yang menjadi perhatian kita bersama adalah bagaimana kita menjual Bali agar wisatawan memilih Bali daripada daerah lainnya. Berbagai kebijakan seperti pemberian bebas Visa On Arrival bagi 86 negara untuk masuk Bali , visa second home serta pembukaan sejumlah penerbangan langsung ke Bali menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan agar memilih Bali sebagai destinasi liburannya.

Selain upaya diatas, branding Bali sebagai Pulau Dewata juga terus digemakan disamping kita melakukan diversifikasi pariwisata yang tidak hanya mengandalkan alam, namun juga mengembangkan pariwisata olahraga (sport tourism) dan pariwisata kesehatan (medical tourism) .

Tokoh Puri Ubud ini juga menyampaikan bahwa COVID memberi pelajaran penting,mengandalkan satu sektor saja pariwisata sangat riskan dan ada hal yang harus ditata kembali terkait Bali yaitu keseimbangan antar sektor dan keseimbangan antar wilayah. Untuk itu, Pemprov bali mengadakan transformasi ekonomi menjadi Ekonomi Kerthi Bali yang terdiri dari enam sektor unggulan diantaranya pertanian dalam arti luas, sektor kelautan dan perikanan , UMKM ,ekonomi kreatif dan pariwisata. Di sisi lain dalam upaya mewujudkan keseimbangan antar wilayah ,Pemprov Bali membangun sejumlah infrastruktur untuk menguatkan daya tarik di setiap wilayah di Bali diantaranya yaitu Penataan Kawasan Suci Pura Besakih, Pembangunan tiga pelabuhan yaitu Pelabuhan Sanur, Sampalan dan Bias Munjul, Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali , pembangunan tol Mengwi- Gilimanuk serta Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali.

“Dengan pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan memberi dampak positif bagi keseimbangan antar sektor serta keseimbangan antar wilayah di Bali. Dengan demikian kedepannya pariwisata Bali yang berakar pada budaya Bali akan terus berkembang seiring dengan tumbuhnya sektor sektor lainnya dan merata di seluruh wilayah di Provinsi Bali”, pungkasnya.

SESPIBI angkatan 38 dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho diikuti secara daring oleh 9 peserta SESPIBI

Menuju Ketahanan Pangan, Bupati Sanjaya Panen Padi Bersama Petani di Subak Gadon

 

TABANAN – Pantaubali.com – Secara simbolis ditandai dengan proses Pemotongan Padi, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, penuh suka cita melaksanakan Panen Padi Perdana dengan masyarakat khususnya para Petani di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis, (27/10) pagi.

Panen padi perdana yang merupakan program Ketahanan Pangan dari Dana Desa Tahun 2022 inisiasi Pemerintah Desa Pandak Gede ini, turut dihadiri oleh anggota komisi IV DPR RI asal Marga I Made Urip, Sekda dan OPD terkait, Pokli Bupati, Direktur Perusda Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Kediri, Perbekel, Bendesa Adat dan para Pekaseh serta para Petani di Subak Gadon.

Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi kegiatan panen padi ini. Dimana sesuai peraturan perundang-undangan dan juga merupakan program Pemerintah Pusat, bahwa Desa diwajibkan menggelontorkan 20 persen Dana Desa untuk melaksanakan program ketahanan pangan, baik di sektor pertanian perkebunan peternakkan dan lain-lain untuk kesejahteraan masyarakat.

“Astungkara diseluruh Kabupaten Tabanan yang saya amati, hampir 80 persen masyarakat kita bergerak di sektor pertanian dan ketahanan pangan lainnya. Jadi semua bisa terimplementasikan programnya di desa-desa. Saya di Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap program yang dilaksanakan pada pagi hari ini khususnya panen raya ini,” ucap Sanjaya.

Sesuai keterangan dari pihak Desa dan Pekaseh di wilayah Subak Gadon, panen saat ini dilakukan pada kurang lebih 140 hektar sawah dan hampir per 1 hektar sawah dikatakan menghasilkan kurang lebih 8 ton padi kering. Kalau dirata-ratakan, kurang lebih per 1 hektar sawah dikatakan bisa menghasilkan kurang lebih 6 – 10 ton padi kering.

Disamping itu, dimasa pandemi menuju endemi ini apalagi dibarengi dengan cuaca ekstrem mengakibatkan terjadi bencana yang menjadi perhatian banyak pihak. Dampak bencana Banjir Bandang sangat luar biasa dan menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan. Namun terlepas dari itu, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi semangat para petani, terutama di Subak Gadon.

“Walaupun cuaca bagaimanpun tetap semangat memproduksi, tetap semangat bekerja dan hasilnya hari ini sangat luar biasa. Meskipun cuaca dan rintangannya sangat luar biasa, tetapi tetap semangat untuk membangun sektor pertanian yang ada di Kabupaten Tabanan, khususnya di Kediri di subak Gadon ini,” puji Sanjaya khususnya kepada para Petani.

Selain itu, kegiatan ini dikatakan Sanjaya mampu mempertegas bahwa Tabanan memang benar-benar Lumbung Pangannya Bali dan Lumbung Berasnya Bali. Hal ini diharapkan terus dipertahankan kedepannya, bukan hanya memproduksi tetapi para Petani juga diharapakan mampu mengolah dengan baik hasil dari produksi yang dihasilkan.

Untuk itu, Bupati Sanjaya mengajak seluruh pihak terkait untuk memastikan agar para Petani mendapatkan hasil yang sesuai untuk kerja kerasnya. Menghindarkan Petani dari para tengkulak-tengkulak yang mencari untung sendiri ataupun pihak-pihak lain yang merugikan Petani. Oleh karena itu, pemasaran dari hasil produksi Petani ini diinginkan Sanjaya agar betul-betul dikawal oleh Pemerintah, terutama Dinas terkait dan Perusda Dharma Santhika.

“Inilah nanti peranan Pemerintah datang ke desa-desa dan saya juga memiliki salah satu program Berkantor di Desa yang salah satunya bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat di berbagai sektor. Tiang langsung ingin merekan, melihat secara langsung dan melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Desa. Contoh hari ini, ini merupakan kolaborasi yang sangat penting bagaimana Dana Desa dan APBD kita kolaborasikan, sehingga terjadilah kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sanjaya.

Selain itu, dengan berkantor di Desa diungkapkan Sanjaya dapat memberikan banyak manfaat untuk mensuksekan program Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, bersinergi dengan program satu jalur. Sehingga program Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Desa bersinergi menjadi satu jalur untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, berbagai perbaikan dan pembaharuan khususnya di sektor pertanian harus terus dilakukan.

 

“Luar biasa sekali semeton titiang semua disini, ini merupakan suatu hal yang sangat baik. Dan kenapa tiang mengajak para OPD terkait, biar merekam secepat mungkin nanti tim dari PU datang kesini dan apa yang menjadi harapan dan keinginan yang menjadi skala prioritas, sehingga nanti kita betul-betul tetap bisa mempertahankan Tabanan sebagai Lumbung Pangan dan Tabanan Lumbung Berasnya Bali,” harap Sanjaya. @prokopimtabanan,-

Bupati Sanjaya Resmikan Jalan Penghubung Bolangan-Besikalung

 

TABANAN – Pantaubali.com – Seimbangkan pembangunan di Kabupaten Tabanan secara sekala niskala, diimplementasikan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M saat menghadiri Uleman Bhakti Penganyar Karya Pujawali/piodalan Ring Pura Luhur Besikalung, Desa Babahan Kecamatan Penebel Tabanan yang dilanjutkan dengan peresmian pembangunan jalan di Bolangan – Pura Besikalung, Kamis Siang (27/10).

Rekonstruksi / peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Bolangan – Pura Besikalung tersebut mendapat dukungan penuh dan apresiasi dari Bupati Sanjaya dan jajaran pemerintahan Kabupaten Tabanan. Adapun pengerjaan jalan ini ditargetkan selesai dalam 120 hari kalender, dan dimulai sejak 5 Juli 2022 silam, hingga diresmikannya hari ini. Rekonstruksi jalan terdiri dari pelebaran luas jalan dan pelapisan hotmix jalan sepanjang 1,40 km dengan lebar bervariasi mulai dari 3 hingga 4 meter.

Pengerjaan hotmix jalan ini telah menjadi salah satu program prioritas Bupati Sanjaya, yang sejak lama digaungkan dalam janji politiknya. Perlahan tapi pasti, satu persatu titik jalan penghubung yang krusial di Tabanan telah diperbaiki. Sanjaya menekankan, rekonstruksi jalan ini keseluruhannya memandang kepentingan masyarakat, utamanya dalam mempermudah mobilitas dan distribusi barang dagangan dan hasil pertanian masyarakat sehari-hari.

“Kabupaten Tabanan memiliki ruas jalan yang terpanjang di Bali, ini merupakan PR besar buat kita bersama. Tapi Kabupaten Tabanan tidak perrnah surut dalam rangka memperbaikki infrastruktur karena merupakan janji politik kita, bagaimana jalan merupakan prioritas pembangunan di Kabupaten Tabanan,” ujar orang nomor satu di Tabanan itu disambut tepuk tangan antusias dari masyarakat setempat.

Disamping itu, Sanjaya juga menekankan agar pembangunan jalan ataupun perbaikkan jalan yang ada di Kabupaten harus sesuai dengan spesifikasi teknis dan sesuai dengan anggaran yang digelontorkan, sehingga jalan tersebut benar-benar layak, dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi jalan penghubung Bolangan – Pura Besi kalung dengan anggaran 2,3 miliar lebih ini telah diuji kelayakan dan spesifikasinya diharapkan menjadi pusat transportasi sektor ekonomi.

Untuk itu kedepannya, meengingat jalan ini memiliki peranan yang sangat vital dalam menunjang perekonomian masyarakat begitupun juga sebagai transportasi masyarakat melakukan penangkilan di Pura Besikalung, agar betul-betul dijaga dengan baik. Sehingga jalan ini bisa dipergunakan dalam waktu yang sangat lama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, begitu juga kedepannya fasilitas pendukungnya harus dibenahi secara perlahan.

“Pemerintah sudah melaksanakan tanggungjawab perbaikkan jalan ini dengan baik, tapi sekarang bagaimana peranan Bapak Perbekel, Bendesa Adat dan seluruh warga, budayakan lagi budaya tedun. Seminggu sekali atau dua kali sebulan barangkali, budayakan budaya tedun gotong-royong dengan saudara-saudara kita forkopimcam, ada TNI Polri, ayo kerja bhakti lagi, bersihkan got-gotnya dengan baik dari sampah plastik dan lain-lain,”pinta Sanjaya.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu juga sadar betul bahwa untuk merawat jalan bukan hanya bisa dilakukan oleh pemerintah saja, namun disinilah letak sinergi pemerintah dan masyarakat agar ketahanan jalan untuk jangka panjang dipertahankan dengan baik. Untuk itu, persatuan dan kekompakan serta semangat gotong-royong dari semua pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mewujudkan semua itu.

“Astungkara jalan sudah kita perbaikki ini bisa bermanfaat buat masyarakat baik pemedek yang ke Pahrayangan Luhur Besikalung, terutama sebagai penyangga sektor ekonomi masyarakat setempat dan sektor pariwisata Jatiluwih. Astungkara kita selalu diberikan kekuatan untuk meresmikan jalan-jalan yang lain. Lagi sedikit saja, kira-kia lagi 10 persen. Saya minta Dinas PU dan Tim, tolong betul-betul dijadikan atensi,” tutup Sanjaya.

Dedi Darmasaputra selaku Kadis PUPR Tabanan dalam laporan singkatnya menambahkan, ruas jalan sepanjang 1,4 Km dengan biaya sebesar 2,3 Miliar lebih ini dikatakan telah dilakukan pengujian, uji kelayakan, kemudian spesifikasi juga sudah sesuai dengan karakter dan kontrak. Dikatakan juga jalan ini dipergunakan masyarakat sebagai penopang sektor ekonomi warga yang sebagian besar adalah pengusaha telor ayam.

Senada dengan Bupati dan Kadis PUPR Tabanan, I Made Sukapariana selaku tokoh masyarakat setempat, menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Tabanan yang telah meresmikan jalan Bolangan menuju Pura Besikalung. “Yang mana jalan ini merupakan yang sangat vital, yang mana di Desa Babahan merupakan sentra peternak ayam petelor. Nah dengan adanya jalan ini sudah di hotmix, sehingga masyarakat kami sudah tidak mengalami kesulitan dalam pengiriman telor,” pungkasnya. @prokopimtabanan,-

Polisi, Sambangi Pasar Dan Pertokoan di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dengan akan diselenggarakannya KTT G20 pada bulan Nopember 2022 di Bali, Jajaran Polres Tabanan, gencar melakukan himbauan Kamtibmas dan protokol kesehatan. Seperti pada hari Rabu tanggal 26 Oktober 2022 pagi saat aktivitas pasar sedang berlangsung Personil Polsek Tabanan – Polres Tabanan melakukan himbauan kambtibmas di Pasar tradisional Dauh Pala – Tabanan.

“Bahwa Saat ini dilakukan patroli oleh personil Polsek Tabanan untuk menghimbau masyarakat agar tetap mempertahankan situasi Kamtibmas yang telah kondusif ini. Patroli menugaskan unit kecil lengkap (UKL) yang terdiri dari unit Patroli Samapta, Reskrim, Intelkam, dan Binmas”, jelas Kapolsek Tabanan Kompol I Made Pramasetia, S.H., S.I.K., M.H di Tabanan.

Selain memberikan himbauan Kamtibmas personil juga tetap melakukan himbauan protokol kesehatan agar terhindar dari covid19. Patroli juga diarahkan dengan menyasar Pasar Tabanan, Parkiran Pasar Tabanan, Pedagang Terminal pesiapan, Pertokoan Gajah Mada , Spbu Grokgak dan Pesiapan serta tempat lainnya berpotensi terjadinya kerumunan.

“Kegiatan pagi hari ini dipimpin Perwira pengawas Iptu I Ketut Putraja”, ujarnya.

Kapolsek Tabanan juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan patroli tersebut tidak ditemukan adanya pelanggaran prokes, sarana dan prasarana prokes masih tersedia di area publik. Seperti tempat mencuci tangan dan penggunaan hand sanitizer. Demikian juga halnya masyarakat masih menggunakan masker dalam berinteraksi sosial.

“Kami tetap mengingatkan warga masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran covid19. Harapan zero covid19 ini, tentu menjadi harapan kita semua.Mari ciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif tanpa covid19 untuk mendukung dan mensukseskan KTT G20. Dengan berhasilnya KTT G 20 tentu akan memiliki dampak positif terhadap perlindungan pariwisata dan perekonomian nasional”, pungkasnya.

Penyelenggaraan KTT G20 Mengantisipasi Dampak Perubahan Cuaca

DENPASAR – Pantaubali com – Kasus banjir dan tanah longsor akibat perubahan cuaca melanda beberapa daerah di Provinsi Bali. Kendati demikian, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa kejadian itu tidak akan menggangu persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar pada 15-16 November 2022.

“Gak ada masalah, banjir sudah diatasi, aman. Dalam jangka pendek ini pengungsian sudah ditangani terutama Jembrana, diluarnya (Kabupaten lain) gak ada, kemudian makanan sudah disiapkan, dalam jangka panjang akan dilakukan relokasi warga di Jembrana ada sekitar 20KK mungkin akan direlokasi, tanahnya sudah disiapkan Pemprov Bali,” terang Koster.

Lebih lanjut, Koster menjelaskan bahwa keputusan merelokasi diambil lantaran di beberapa titik banjir bandang kerap terjadi kejadian serupa.

“Dan ini berat kemarin, karena memang posisi tempat rumahnya di bawah jalan, itu tidak nyaman jadi sedang diupayakan, mudah-mudahan warga semua mau kita relokasi, sudah kita siapkan dan rumahnya akan dibantu oleh BNPB. Untuk G20 Bali sudah aman tidak usah dikhawatirkan,” katanya.

Pemprov Bali juga telah menginstruksikan BMKG, BPBD, dan Dinas PUPR untuk saling berkoordinasi memitigasi dampak perubahan cuaca.

Sebelumnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa penanganan jalur utama Gilimanuk-Denpasar akibat banjir bandang selesai dilakukan sebelum KTT G20 berlangsung.

“Kami pastikan penanganan saat ini akan selesai sebelum G20,” jelas Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali Apri Artoto

Apri menambahkan, penanganan yang dilakukan adalah mengisi kembali oprit Jembatan Biluk Poh yang tergerus air. Sementara itu, untuk proteksi jembatan, maka akan dipasang pondasi slab pile baja, baik di hulu maupun di hilir.

Mitigasi terhadap ganguan akibat faktor alam jelang KTT G20 juga telah menjadi perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan bahwa BMKG telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi skenario terburuk apabila terjadi gangguan saat pelaksanaan KTT G20.

Skenario tersebut antara lain adalah dalam menghadapi gempa bumi dengan magnitude 8,5 yang dapat membangkitkan gelombang tsunami dalam tempo waktu 20 hingga 38 menit.

“Mudah-mudahan KTT G20 berjalan aman dan lancar, tidak ada kejadian gempa bumi ataupun tsunami. Namun apabila terjadi sewaktu-waktu, BMKG bersama BNPB, BPBD, TNI-Polri sudah siap dengan skenario terburuk,” tutur Dwikorita

Kapolres Jelaskan Kasus Anak Dirantai Ibu Kandung di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Sehubungan dengan adanya terjadi kasus ibu kandung yang merantai anaknya di dalam rumah yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2022 sekira pukul 20.00 Wita. Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., memberikan penjelasan terhadap kasus tersebut jangan sampai terjadi kesimpangsiuran dalam pemberitaan di media sosial.

Kapolres Tabanan didampingi Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Aji Sekar Yoga, S.I.K., dan Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia,S.Sos pada hari Selasa, 24 Oktober 2022 pukul 10.00 Wita menyampaikan kepada awak media di lobby Polres Tabanan.

Kapolres Tabanan membenarkan adanya kasus tersebut dimana ibu kandung atas nama U D W (ibu kandung), 40 tahun, swasta, alamat asal Jalan MT. Haryono, Kelurahan Balikpapan, alamat sementara Br.Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken Kecamatan/Kabupaten Tabanan, merantai dua orang anaknya saat ditinggal pergi bekerja di Denpasar.

Pengikatan ini dilakukan dibantu oleh pacarnya yang berinisial MS dengan memberikan rantai kepada ibu korban, meski sebelumnya pacarnya menolak untuk tidak mengikat anak-anak tersebut dengan rantai. Namun pacar ibu korban ini akhirnya memberikan rantai kepada UDW.

Kapolres Tabanan juga menjelaskan bahwa, korban diikat oleh ibunya dengan alasan agar tidak nakal dimana anak-anak dianggap nakal atau bandel. Kedua anak ini atas nama D H, laki-laki,lahir di Denpasar tanggal 3 Februari 2017 (6 tahun), DS ,laki-laki, lahir di Denpasar tanggal 8 September 2019 (3 tahun), pertama kali ditemukan oleh warga dan disampaikan ke kepala lingkungan selanjutnya dilaporkan ke Polisi. Kondisi saat ditemukan dalam keadaan terikat rantai yang diikatkan di kusen jendela dan kusen pintu dengan keadaan rumah kosong dan gelap tanpa lampu.

“Polres Tabanan juga telah melakukan gelar terhadap kasus ini dan ditetapkan dua tersangka yaitu ibu kandung korban UDW dengan pacarnya atas nama MS. Kedua tersangka saat ini diamankan untuk proses penyidikan dan pendalaman serta pemeriksaan secara psikologis kondisi ibu kandung korban”,ujar Kapolres Tabanan.

Selain itu Polres Tabanan juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Tabanan dan Kementerian PPA. Kedua tersangka dijerat pasal 80 ayat 1 dan ayat 4 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sembari Dirinya menambahkan, adapun barang bukti berhasil diamankan dalam kasus ini 2 (dua) buah rantai besi dengan panjang 2 meter, 4 (empat) buah gembok.

Gubernur dan PHDI Bali Ajak Doa Bersama Umat Sukseskan KTT G20

BADUNG – Pantaubali.com – Menjelang persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan menggelar doa bersama 26 Oktober di Penisula, ITDC, Nusa Dua, Badung untuk kelancaran dan kesukseskan acara perhelatan KTT G20.

Melalui keterangan persnya, Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak seluruh umat dan masyarakat Bali untuk berdoa bersama guna mendukung kesuksesan perhelatan KTT G20 di Bali.

“Doa bersama ini memang saya gagas untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan acara G20, yang akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2022 nanti. Doa bersama ini akan menyertakan 1000 Pinandita dan akan dihadiri oleh pemimpin agama dari semua agama, seperti Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu, semuanya,” ungkap Gubernur Bali, Wayan Koster.

Wayan Koster menambahkan, doa bersama akan dilaksanakan secara serentak di masing-masing desa adat pada hari dan jam yang sama.

“Dengan lancar dan suksesnya perhelatan KTT G20, diharapkan terjadi pemulihan pariwisata yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat Bali”, ungkap Wayan Koster.

Sementara itu, dalam rangka menyambut KTT G20 dan mempercantik Pulau Dewata, Pemprov Bali juga akan memasang penjor di beberapa titik tempat venue G20 berlangsung.

“Titiknya sudah ditentukan dari Bandara Ngurah Rai ke venue-venue G20. Ini programnya dari Pemprov Bali tapi nanti akan ditugaskan pada Desa Adat yang dilintasi diwilayahnya. Desain penjornya juga sudah diberikan,” kata Wayan Koster.

Hal senada disampaikan Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Nyoman Kenak, yang juga mengajak umat beragama di Bali untuk ikut meramaikan dan menyukseskan perhelatan KTT G20 mendatang. Menurutnya, perhelatan KTT G20 di Bali akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali itu sendiri.

“Dampak terhadap Bali tentu sangat jelas. Misalnya ini menjadi pemulihan citra Bali yang siap menerima kunjungan, baik dalam rangka berinvestasi dan berwisata. Untuk itu, kita wajib menjaga penyelenggaraan G20 agar aman dan lancar,” jelas, Nyoman Kenak.

KTT G20, menurut Nyoman Kenak, adalah untuk kepentingan bersama. Suksesnya G20 di Bali tentu akan memberi hal positif bagi Indonesia dan Bali dalam rangka pemulihan ekonomi.

“Kita tahu sendiri pandemi menghancurkan sendi-sendi perekonomian khususnya di Bali. Untuk itu kita harus bergerak dan berupaya,” cetusnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Badung Bali juga mengimbau masyarakat Bali agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban hingga pelaksanaan KTT G20 di Bali pada 15-16 November mendatang berlangsung dengan aman dan lancar.

Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Bupati Badung I Nyoman Giri Presta mengimbau warga untuk segera menyelesaikan konflik-konlik yang ada.

“Warga juga kami imbau agar menyelesaikan potensi konflik sosial atau adat yang masih ada di wilayah masing-masing secara arif dan bijaksana,” pungkas Nyoman Giri Presta.

Ketut Sastra Belum Ditemukan, Selama 7 Hari Pencarian di Andong Bangli

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah 7 hari pencarian, warga yang hilang di Dusun Andong Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan belum ditemukan. Pagi tadi Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian ke arah barat daya dari Pura Puseh. Penyisiran memasuki hutan lindung hingga ketinggian 1100 Mdpl.

“Ketika pencarian tadi hujan deras, sekitar pukul 12.00 Wita tim kembali turun menuju posko dengan hasil nihil,” jelas, Komang Sudiarsa, koordinator lapangan.

Diberitakan sebelumnya seorang warga Dusun Andong Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan belum kembali dari mencari rumput untuk makan ternak di hutan lindung Munduk Andong,Selasa (18/10). Laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menyebutkan bahwa Ketut Satra (63) sudah meninggalkan rumah sejak, Senin,(17/10) sore.

Sebelum kejadian korban sempat tertangkap kamera CCTV yang ada di sebuah tempat makan. Pada pencarian hari ke 3, sempat ditemukan segenggam rumput dan daun pakis, yang oleh rekan korban diduga adalah milik Ketut Satra.

Dari hasil evaluasi serta koordinasi dengan unsur SAR terkait, pihak keluarga, perangkat desa dan masyarakat, maka diambil keputusan bahwa pencarian dihentikan. Sesuai Undang-Undang Nomor 29 tahun 2014 mencantumkan bahwa setelah 7 hari pencarian operasi SAR dihentikan, namun tidak menutup kemungkinan dapat kembali menurunkan personil apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, S.E., M.A.P., menutup langsung dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di Munduk Luwih. Turut hadir Kapolsek Baturiti, Camat Baturiti, Perbekel Desa Bangli, Kalak BPBD Tabanan, Bendesa Adat Munduk Andong Bangli, keluarga korban dan unsur SAR lainnya.

Perangkat Desa mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang terlibat operasi SAR, dan mengharapkan koordinasi tetap dilakukan apabila sewaktu-waktu ditemukan keberadaan korban.

Beberapa kendala yang dihadapi tim SAR gabungan diantaranya Basarnas Bali baru menerima pelaporan 1 hari setelah kejadian, ketika pencarian sering dihadapkan cuaca hujan deras sehingga jarak pandang terbatas, dan area pencarian luas karena, tidak ada saksi mata saat-saat terakhir korban berada.

Selama upaya pencarian dari hari pertama hingga ke tujuh melibatkan lebih dari 90 personil dari Basarnas Bali, DVI Bidokes Polda Bali, Polsek Baturiti, Babinsa Desa Bangli, Babinkamtibmas Desa Bangli, BPBD Kabupaten Tabanan, Potensi SAR Dog, Potensi SAR Bhuana Bali Rescue, Perangkat Desa Bangli dan masyarakat setempat.

Polisi, Akhirnya Tetapkan Ibu Kandung Merantai Anaknya Sebagai Tersangka

TABANAN – Pantaubali.com – Ibu kandung merantai kedua anaknya Urai Dita Widyastuti (40) dari Balikpapan, Kalimantan Timur dan pacarnya, I Made Sulendra Suryaadmaja (34) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Polres Tabanan.

“Sejauh ini sudah dua orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Pacar ibu kandungnya dan ibu kandungnya,” kata, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tabanan, AKP Aji Yoga Sekar, Senin (24/10) di Tabanan.

Kedua anak tersebut dirantai di rumah pacarnya, Made Sulendra Suryaadmaja, di Jalan Walet, Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan.

Pelaku, melakukan perbuatan tersebut pertama kalinya.Dengan alasan hendak keluar rumah pada Sabtu,(22/10).

Selanjutnya Visum et repertum telah dilakukan dalam upaya, mengetahui apakah ada dugaan kekerasan sebelumnya.

“Kami masih tunggu hasil visum. Secara kasat mata, memang ada luka, tapi belum bisa kami pastikan apakah luka itu terkait kasus ini”, cetusnya.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana kekerasan terhadap anak sesuai ketentuan pidana Pasal 80 ayat (1) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.Ancaman hukuman maksimal tiga setengah tahun dan denda Rp 72 juta.