- Advertisement -
Beranda blog Halaman 700

Wakil Gubernur Bali Dampingi Menlu Meksiko Buka Pameran Shape in The Landscape

BADUNG – Pantaubali.com – Hubungan baik antara Meksiko dengan Bali telah terjalin sejak tahun 1930an. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Sukawati saat mendampingi Menteri Luar Negeri Mexico, Marcelo Ebrard Casaubon membuka Inauguration of the Exhibition ‘Shapes in the landscape: Covarrubias’ Bali and Mexico South’ bertempat di Museum Pasifika ITDC Bali, Senin (Soma Wage, Kulantir) 14 Nopember 2022.

Miguel Covarrubias sendiri merupakan seorang pelukis terkenal asal Mexico yang pada tahun 1930 mengunjungi Bali bersama istrinya, Rosa Rolanda dan menetap di Bali hingga tahun 1933. Lalu pada tahun 1937 ia menulis buku The Island of Bali yang berisikan kumpulan lukisan dan foto yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali pada masa itu.

Menteri Luar Negeri Mexico, Marcelo Ebrard sangat mengapresiasi terselenggaranya pameran ini. Selain menunjukkan hubungan baik Mexico dan Bali di bidang seni, karya Covarrubias di rasa dapat memberikan gambaran tentang kentalnya budaya serta tradisi Bali di masa itu.

“Covarrubias menulis buku tahun 1937 jadi sedikit banyak bisa memberikan gambaran kondisi Bali tahun 1937 dan apa yang menjadi poin daya tarik utama pada tahun itu,” ujar Cok Ace.

Menurut Cok Ace Covarrubias menjadi salah satu catatan perkembangan sejarah pariwisata Bali yang pada masa itu berkembang berkat seniman luar yang datang ke Bali dan memperkenalkan Bali ke seluruh dunia.

Selain memamerkan hasil seni Covarrubias, Direktur Museum Pasifika, Philippe Augier menyampaikan bahwa serangkaian dengan dilaksanakannya Presidensi G20, pada kesempatan tersebut juga dipamerkan lukisan dari 20 seniman peserta G20.

Wayan Jondra : Bali Memperoleh Dampak Positif Penyelenggaraan KTT G20

DENPASAR – Pantaubali.com – enyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) yang mencapai puncaknya 15-16 November 2022 di Nusa Dua, Bali. ketika sejumlah pimpinan negara maju berkumpul untuk bersidang permasalahan global.

Sebelumnya, selama setahun ini, dimana Indonesia memegang posisi sebagai Presidensi G20 yang dipimpin langsung Presiden Jokowi, telah banyak terselenggara forum-forum diskusi yang dihadiri berbagai tingkatan pejabat dari masing-masing negara dan lembaga yang tergabung dalam G20. Tidak saja bicara persoalan politik dunia, tapi juga ekonomi, religius dan lingkungan hidup, Kegiatan G20 ini, menurut Ketua Umum Paiketan Krama Bali Dr. Ir. I Wayan Jondra, M.Si membawa dampak positif bagi Bali.

Diakui Jondra dalam pelaksanaan ini, tentu tidak semua mendapat manfaat langsung. Namun masyarakat Bali pasti mendapat manfaat tidak langsung, berupa semakin dikenalnya Bali dan akan menarik perhatian masyarakat dunia untuk berwisata ke Bali.

Karena itu, yang terpenting kata Jondra, bagaimana masyarakat Bali tetap menunjukan keramahtamahan, menimbulkan kenyamanan dan keamanan pada tamu-tamu G20.

“Dengan menjaga lingkungan aman, adalah kontribusi besar masyarakat. Salah satunya dengan bersosialisasi dengan semua warga dan memastikan warganya sudah terdaftar oleh aparat desa. Bila ada yang datang dari luar, bisa membantu warga tersebut melaporkan diri pada aparat desa. Jadi kewaspadaan sangat perlu” paparnya.

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali ini, Paiketan Krama Bali merupakan wadah berkumpulnya para tokoh dan pimpinan lembaga swadaya masyarakat Bali, untuk melakukan brainstorming.

“Tujuannya menjadi partner pemerintah, mengkritisi maupun memberi respon positif pada hal yang dilakukan pemerintah.”

Bukan hanya mengkritik pemerintah, tetapi juga akan memberi apresiasi terhadap program yang bermanfaat bagi para masyarakat Bali. Namun demikian, jelas Jondra lembaga yang dipimpinnya walau harus melakukan pelestarian budaya Bali, tetap berada dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia. (NKRI).

Dalam pelaksanaan programnya, Paiketan Krama Bali tidak saja membuat kesimpulan dari kajiannya saja, tapi juga melaksanakannya secara nyata.

“Misanya kita sudah menanam bawang bersama petani. Kita bantu dari bibit hingga pupuk. Mengapa bawang, karena komoditi ini juga berpengaruh pada meningkatnya inflasi”, cetusnya.

Program-program yang diinisiasi Paiketan Krama Bali kata Jondra lebih pada bagaimana membuat pertahanan masyarakat (krama) Bali bisa survival di tengah ketidakmenentuan perkembangan terkini.

Jondra bicara tentang Pandemi COVID-19 yang berlangsung hampir 3 tahun di Bali dan punya dampak yang sangat parah, tidak saja dalam sisi kesehatannya, tapi juga pada perekonomiannya.

“Tapi belum ada masyarakat Bali sampai kelaparan.” Hal tersebut terjadi karena orang Bali punya kearifan lokal yang disebut “Jengah”, bila mentok di satu titik, mereka akan pindah ke titik lainnya untuk bertahan hidup.(Rls)

 

Prajaniti Bali : Masyarakat Bali Harus Melayani Delegasi KTT G20 dengan Tulus Hati

DENPASAR – Pantaubali.com – Masyarakat Bali sudah seharusnya melayani delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) dengan tulus hati, tanpa membeda-bedakan. Demikian disampaikan Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia, Bali Dokter Wayan Sayoga di Denpasar, Minggu 14 November 2022. Karena yang datang dari berbagai negara itu, mulai dari pimpinan tertingginya, para menteri, staf, wartawan dan keluarganya.

“Bila kita melayani dengan sepenuh hati, mereka pasti akan ingat dan mencatatnya dengan baik. Dan nama Bali pasti akan semakin baik”, jelasnya.

Bali perlu terus punya nama baik, karena kedepannya, dunia semakin penuh ketidakpastian perekonomian, belum lagi ancaman perang di sejumlah negara. Karena itu, pada kesempatan ini jangan sampai diabaikan momentumnya.

Dokter yang juga penekun spiritual ini, menjelaskan Prajaniti adalah lembaga independen. Sebuah lembaga keumatan Hindu yang mengambil peran untuk membangun kesadaran masyarakat dan memberi pelayanan pelayanan sosial, termasuk memberi pemikiran-pemikiran kepada pemerintah dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar tatanan kehidupan berjalan dengan lebih baik.

Terkait pandemi COVID-19, Bali termasuk yang paling parah dan ambruk, demikian pula recoverynya. Bila daerah lain, seperti Yogyakarta perlu 3 sampai 6 bulan, Bali perlu lebih lama lagi.

Bali yang bersandar cukup besar pada pariwisata, perekonomiannya sangat rapuh, setiap ada isu atau kejadian seperti erupsi gunung, bencana alam dan terorisme, pandemi pasti akan mengganggu pendapatan masyarakat dan pemerintah.

Saya sudah penah disampaikan pada pemerintah, supaya tidak semua bergantung pada pariwisata. Harus dicari alternatif lain agar.” Kata Sayoga, Bali juga punya sistem pertanian yang bagus dan para petani yang tangguh, mengapa tidak dikembangkan lebih jauh.

Pesemetonan Agung Pasek Tohjiwa Tangguntiti Jeroan Gede Jakatebel Mengelar Paruman Agung

TABANAN – Pantaubali.com – Pesemetonan Agung Pasek Tohjiwa Tangguntiti Jeroan Gede Jakatebel mengelar Paruman Agung, di Balai Banjar Jakatebel, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan., Minggu,(13/11).

Diawali dengan melakukan persembahyangan bersama di Jeroan Pura Dadya Agung Pasek Tohjiwa Tangguntiti Jakatebel, selanjutnya acara dimulai pukul 10.00 WITA.

Dalam Paruman dihadiri oleh, Ida Pandita Mpu dan Bawathi dari Pasek Tohjiwa, Ketua MGPPSR Kabupaten Tabanan sekaligus juga menjabat sebagai Ketua MDA dan PHDI Kabupaten Tabanan, Ketua MGPPSR Kecamatan Selemadeg Timur, Camat Selemadeg Timur yang diwakili, Perbekel Desa Tangguntiti, Perbekel Desa Beraban, Perbekel Desa Tegalmengkeb, Bendesa Adat Tangguntiti, Bendesa Adat Beraban, Babinkamtibmas Desa Tangguntiti, Pecalang, Penglingsir Jeroan Gede Pasek Tohjiwa Tangguntiti Jakatebel dan Ketua Dadya Alit dan Pemerajan Agung Pasemetonan Agung Pasek Tohjiwa Tangguntiti Jakatebel di seluruh Bali.

Setelah upacara persembahyangan dilaksanakan acara pembukaan Paruman Agung tersebut dimulai dan diawali dengan pementasan tari pembukaan Sekar Jagat yang dibawakan oleh ST.Taruna Mekar Banjar Jakatebel dan diiringi Suara Art Samaralaya.

Dalam kesempatan tersebut Penglingsir Jeroan Gede Pasek Tohjiwa Tangguntiti Jakatebel Gusi Agung Budianya dalam sambutanya menyampaikan, pelaksanaan Paruman Agung sangat penting dalam upaya merekatkan kembali rasa persaudaraan.Selain itu, sebagai wujud bhakti kehadapan Ida Bhatara leluhur.

“Beberapa hal lain yang juga menjadi bahan dalam Paruman Agung kali ini antara lain konsolidasi pengurus pesemetonan, pendataan semeton, serta perencanaan lainnya seperti pembangunan”, jelasnya.

Kemudian Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan, Drs. I Wayan Tontra, MM., yang menyambut positif kegiatan Paruman Agung Pasemetonan Agung Pasek Tohjiwa Tangguntiti Jakatebel.

“Selaku Ketua MGPSSR Kabupaten Tabanan saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan harapan saya Pesemetonan Pasek Tohjiwa Tangguntiti Jakatebel ini dapat menjaga kesatuan dan persatuannya di internal maupun dengan semeton Pasek yang lainnya agar Pasek Tohjiwa Tanggungguntiti Jakatebel ini dapat menjadi ‘guru’ bagi masyarakat Bali karena laku baik seperti yang diwariskan leluhur Pasek,” katanya.

Dalam sambutannya beliau juga menambahkan, agar pesemeton Pasek Tohjiwa Tangguntiti Jakatebel selalu ingat dan memahami bhisama (fatwa) leluhur Pasek.

Paruman Agung kali ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Saputra, SH, mewakili Wakil Gubernur Bali.

Lebih istimewa lagi, Paruman Agung kali ini juga dihadiri oleh, Bhagawanta Gubernur Bali, Ida Shrii Bagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dari Khadatuwan Kawista Pura Belatungan, Pupuan, Tabanan.

Dalam ugrawacananya beliau memaparkan mengenai adanya keterkaitan sejarah antar Leluhur Trah Dalem dan Leluhur Pasek Tohjiwa terdahulu.

“Melihat lebih jauh lagi sesungguhnya kita bersaudara karena, Mpu Beradah yang melahirkan Dalem dengan Mpu Gnijaya melahirkan Pasek merupakan saudara, begitu pula pada jaman kejayaan Kerajaan Trah Dalem di Bali pada masanya Kyai Gusti Pangeran Pasek Tohjiwa menjadi pengabih Dalem sehingga diberi gelar Pangeran,” ujar beliau.

Di akhir kesempatan tersebut Dirinya berharap agar kedepannya hubungan yang baik tetap terjaga dangan harmonis hingga keturunan-keturunan selanjutnya.

Keberhasilan Jokowi Dalam Kepemimpinan Presidensi G20 Indonesia

BADUNG – Pantaubali.com – G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. Agenda ini merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.

Indonesia memegang Presidensi G20 tahun 2022 hingga puncaknya yaitu perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diadakan di Nusa Dua, Bali pada 15-16 November mendatang.

Dalam memegang Presidensi G20 Indonesia, Presiden Joko Widodo dinilai berhasil dalam memamgku kepemimpinan G20 yang dilaksanakan selama tahun 2022.

Terdapat beberapa indikator keberasilan Presiden Joko Widodo dalam memimpin presidensi G20 Indonesia. Dari segi kuantitatif, kepemimpinan presidensi G20 Indonesia berhasil menghadirkan 17 kepala negara untuk mengadiri KTT G20 yang akan dilaksanakan di Bali.

“Kemudian tentang persiapan KTT G20 saya sudah dapat laporan bahwa semuanya sudah siap. 17 kepala negara hadir,” kata Jokowi, Minggu,(13/11).

Selain itu, dari segi kualitatif, kepemimpinan presidensi G20 indonesia mampu menghasilkan beberapa kesepakatan penting dalam upaya mengatasi berbagai persoalan global yang dihadapi saat ini.

Beberapa point penting kesepakatan yang dicapai diantaranya mengenai investasi dan pembiayaan sektor energi, serta pariwisata dan kesehatan.

Dalam penyelenggaraan KTT G20 yang dilaksanakan di Bali, presidensi G20 Indonesia telah menghadirkan kesiapan vanue serta beberapa infrastruktur penunjang dalam persiapan gelaran KTT G20 seperti revitalisasi terminal VVIP Bandara Ngurah Rai dan infrastruktur penunjang lainnya.

Dalam perhelatan KTT G20 di Bali mendatang, presidensi G20 Indonesia juga akan menjamin keamanan dari para delegasi yang hadir dengan beberapa persiapan keamanan yang dilakukan oleh TNI/Polri beserta elemen masyarakat yang akan turut membantu dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi para delegasi G20.

Beberapa indikator keberasilan kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam presidensi G20 Indonesia mendapat respon positif dari delegasi maupun organisasi internasional. Respon positif dan dukungan salah satunya datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung presidensi G20 Indonesia.

“Kami mendukung penuh dan bersedia menyuarakan kepentingan Presidensi G20 Indonesia, untuk keberhasilan penyelenggaraan KTT di Bali,” tegas Sekjen Guterres dalam pertemuan bilateral secara tatap muka dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Berdasarkan hasil survei, 94,3% masyarakat mengatakan dampak KTT G20 baik terhadap Indonesia, Selain itu, 80% masyarakat akan mendukung proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (yang akan dipresentasikan ke kepala negara G20).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, presidensi G20 Indonesia mengasilkan dampak secara langsung maupun tidak langsung bagi ekonomi Indonesia.

“Kalau masyarakat menganggap keuntungan dari G20 biasanya dirasakan dari sisi ekonomi lokal. Bali yang selama ini mengalami dampak pandemi yang cukup serius,” kata Sri.

“Namun berbagai kegiatan-kegiatan ikutan dan di level menteri-menteri itu jelas memberikan dampak langsung occupancy dari perhotelan di Bali maupun di tempat-tempat lain yang menjadi host dari G20 itu meningkat,” lanjut menkeu.

Sedangkan dampak tidak langsung dan sangat signifikan yaitu kepemimpinan Indonesia di level dunia. Indonesia sebagai negara emerging dapat menunjukkan kinerja ekonomi yang sangat baik dengan pertumbuhan ekonomi dan pemulihan yang masih meningkat kuat dan inflasi yang relatif rendah.

Melalui Presidensi G20 Indonesia dapat memberikan gambaran kepada kepala negara, para menteri, maupun CEO dari berbagai perusahaan domestik dan internasional, untuk melihat Indonesia sebagai negara tujuan yang stabil untuk berinvestasi, stabil, dan pulih sangat kuat.

“Ini akan menimbulkan dampak terhadap perekonomian Indonesia yang mungkin kalau dilihat tidak secara langsung,” ungkap Menkeu.

Kepemimpinan Indonesia Mampu Pertemukan Xi Jinping dan Joe Biden

BADUNG – Pantaubali.com -:Kepemimpinan Indonesia sebagai Presidensi KTT G20 terbukti mampu untuk mempertemukan Presiden China, Xi Jinping dengan Presiden AS, Joe Biden demi kerja sama dan komunikasi lebih baik ke depannya untuk kedua belah pihak.

Pertemuan secara langsung antara Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dengan Presiden China, Xi Jinping telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Gedung Putih.

Pertemuan tersebut akan dilakukan pada sela-sela perhelatan KTT G20 di Bali.

Salah satu pejabat senior AS, Karine Jean-Pierre menjelaskan bahwa pertemuan tersebut akan bisa lebih memperdalam komunikasi hingga manajemen persaingan dan juga jalur kerja sama antara keduanya.

Bahkan, dirinya menyatakan kalau kedua pimpinan negara itu sangat penting untuk bisa bertemu secara langsung.

“Saya tidak berpikir kedua pemimpin akan dapat duduk dan menyelesaikan semua perbedaan mereka untuk masalah mereka, tetapi ini bisa menjadi langkah penting di sepanjang jalan,” katanya seperti dikutip dari AFP

Lebih lanjut, dirinya juga mengungkapkan bahwa dengan adanya pertemuan antara Presiden AS dan Presiden China itu akan menjadi sebuah sejarah kerja sama kedua belah pihak.

“Ini adalah area di mana China dan Amerika Serikat memiliki sejarah kerja sama,” kata seorang pejabat senior pemerintah AS kepada wartawan.

Sementara itu, Joe Biden sendiri mengatakan bahwa dirinya menginginkan sebuah persaingan yang sehat dengan China, bukanlah sebuah konflik.

“Saya sudah memberi tahu (Beijing) bahwa saya menginginkan persaingan, bukan konflik,” katanya.

Mengenai hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Beijing juga mengungkapkan betapa pentingnya terjadi pertemuan dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan untuk bisa mengelola perbedaan dan juga mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan.

“mengelola perbedaan, mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan dan menghindari salah perhitungan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Presiden RI, Joko Widodo menjelaskan bahwa setidaknya sudah ada 17 negara yang secara resmi mengonfirmasikan diri bahwa mereka akan hadir secara langsung dalam ajang KTT G20 di Bali.

“Para pemimpin negara-negara G20 akan hadir di puncak Konferensi Tingkat Tinggi ke-17 G20 di Bali pada 15 hingga 16 November” ujarnya.

Jokowi juga menambahkan bahwa dengan adanya kepastian 17 negara hadir dalam Presidensi G20 Indonesia tersebut, menjadi kehormatan yang sangat besar bagi Tanah Air.

Pasalnya, saat ini kondisi dan situasi dunia memang sedang dalam keadaan yang sulit namun mereka masih menyempatkan dan bersedia untuk hadir.

“Kedatangan para pemimpin negara pada KTT G20 di Bali merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia mengingat situasi dunia yang sangat sulit seperti ini,” imbuh Jokowi.

“Saya kira dalam posisi normal tuh biasanya 17-18, ini posisi yang tidak normal, dunia sangat sulit, semua negara sangat sulit, kalau kehadirannya sampai sejumlah itu saya kira sudah sangat bagus,” ujar Jokowi.(Rls)

Pemimpin Bisnis sampai Akademisi Bahas TPB

BADUNG – Pantaubali.com – Forum tahun ke-3 Tri Hita Karana (THK) untuk pembangunan berkelanjutan yang bertema “Future Knowledge and Blended Finance for Better Business and Better World”. Konferensi selama dua hari digelar mulai dari Kemarin,(Minggu,(13/11) sampai Senin,(14/11) diselenggarakan di bawah naungan Presidensi Indonesia untuk KTT G20 yang dihadiri oleh pemimpin dari bisnis, keuangan, pemerintah, filantropis, dan akademisi.

Tantowi Yahya, Executive Lead of THK Forum 2022 dan Duta Besar Keliling untuk Kawasan Pasifik mengatakan, THK Forum akan berperan sebagai platform untuk menggalang dukungan dan merayakan komitmen, pengumuman, dan capaian untuk mendorong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Forum ini berorientasi pada hasil, tapi tetap membuka ruang interaksi dan diskusi dari perserta agar bisa mencari solusi untuk mendatangkan investasi dan inovasi berkualitas.

Membuka THK Forum 2022, Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia menyatakan, Komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim sangat kuat. Namun, kita menghadapi tantangan untuk mempercepat pencapaian TPB. Untuk itu, pembiayaan campuran sangat penting untuk membiayai begitu banyak proyek iklim. Pemerintah Indonesia saat ini sedang memfinalisasi Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan, termasuk kolaborasi untuk penghentian pembangkit tenaga batu bara lebih cepat dari rencana, menuju pada energi terbarukan.

THK Forum mengumumkan penggalangan dana lebih dari USD 30 miliar yang terdiri atas komitmen, beberapa proyek dan insiatif untuk pencapaian TPB. Inisiatif tersebut akan memprioritaskan hal-hal mulai dari, Percepatan investasi untuk transisi energi berkeadilan di Indonesia, Meningkatkan pendanaan untuk pengelolaan sampah dan infrastruktur berkelanjutan dan Memobilisasi dana untuk solusi berbasis lingkungan, terutama laut, hutan, dan sistem pangan regeneratif.

Salah satu pengumuman utama adalah perjanjian inovatif antara PLN dan Amazon untuk menyediakan 210 megawatt (MW) energi terbarukan bagi empat proyek panel surya di seluruh Indonesia. Ini pertama kalinya pihak swasta akan mampu mengakses utilitas proyek panel surya baru di Indonesia. Keempat proyek tersebut akan berlokasi di Jawa dan Bali, untuk mendukung

Sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali. Komitmen Amazon untuk menjadi pembeli merupakan kunci penggerak bagi proyek ini. Selain itu, PLN berencana memperkenalkan lebih banyak peluang tarif hijau bagi perusahaan lainnya yang tertarik. Dengan demikian, pilihan pengadaan energi terbarukan bagi pihak swasta akan lebih terbuka di Indonesia.

“Kita semua tahu bahwa tantangan iklim tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri, baik oleh pemerintah, swasta maupun LSM. Kita semua perlu berkolaborasi, berbagi ambisi, dan membangun perhatian bersama. Inilah pentingnya organisasi seperti THK Forum untuk hadir dan menyatukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan dan praktik baik guna mendorong kolaborasi”, papar, Michael Punke, Global Vice President for Public Policy, Amazon Web Services (AWS).

Selanjutnya, Darmawan Prasodjo, Presiden Direktur PT. PLN menyampaiakan, Alasan kita perlu mengakselerasi transisi energi adalah karena kita perlu hidup di dunia dimana energi murah itu bersih, dan energi bersih itu murah.

Pengumuman penting lainnya adalah peluncuran platform “Blue Halo S” dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Blue Halo S adalah model baru untuk konservasi laut dan pengelolaan perikanan di Indonesia dengan pendekatan perlindungan laut terpadu dan manajemen perikanan berkelanjutan pertama di Indonesia, yang dirancang untuk swadana ke depannya.

“Ada kebutuhan mendesak untuk mengonservasi ekosistem laut dan biodiversitas di dalamnya, sekaligus menyejahterakan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Pendekatan Blue Halo S menjadi cetak biru untuk membuat hal ini menjadi nyata,” tutur M. Sanjayan, CEO Conservation International.

Inisiatif lainnya adalah program Bersih Indonesia oleh Alliance to End Plastic Waste yang mengumumkan komitmen senilai USD 36 juta untuk mendukung Indonesia dalam mengurangi 70% polusi plastik di laut pada 2025 dan mencapai hampir nol sampah plastik pada 2040. Melalui komitmen ini, the Alliance akan mendukung berbagai proyek di seluruh nusantara, termasuk program unggulannya, Bersih Indonesia: Eliminasi Sampah Plastik (Bersih Indonesia), yang telah dimulai dengan Tahap Satu di Malang.

“Asia selama ini masih meremehkan potensi ekonominya dan kondisi ini sudah berubah. Saat ini, ekonomi Asia semakin bertumbuh dan stabil, sehingga bisa menjadi tujuan pendanaan untuk investasi berkelanjutan. Sudah terdapat komitmen politik, dan para penyedia modal paham bahwa hal ini adalah investasi yang menguntungkan. Pembiayaan campuran membantu mempercepat proses ini,” tutur Leong Wai Leng, Managing Director and Regional Head APAC, CDPQ Global.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno dalam acara ini juga menyampaikan Indonesia telah memiliki program desa wisata dengan pembiayaan campuran, yaitu Desa Serangan, lanskap urban bersejarah di Bali yang merupakan salah satu lokasi wisata sebagai percontohan awal. Diharapkan model ini bisa direplikasi di tempat lainnya di Indonesia.

THK mendukung setidaknya 20 proyek inkubasi yang akan memobilisasi lebih dari USD 30 miliar investasi pada berbagai sektor di bidang energi, kehutanan dan penggunaan lahan, laut dan air, plastik, kesehatan dan pembangunan manusia.

Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Presiden AS Joe Biden

BADUNG – Pantaubali.com – Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di The Apurva Kempinski Bali, Senin, 14 November 2022. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih atas kehadiran Presiden Biden pada KTT G20 di Indonesia.

“Presiden Biden, selamat datang di Bali. Saya mengapresiasi kehadiran Presiden Biden pada KTT G20 ini,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan harapannya agar KTT G20 ini dapat mengasilkan kerja sama yang konkret. “Saya berharap KTT G20 ini akan dapat menghasilkan kerja sama konkret yang dapat membantu dunia dalam pemulihan ekonomi global,” ucap Presiden Jokowi.

Indonesia berharap, semua negara G20 dapat memberikan fleksibilitas agar komitmen konkret hasil KTT dapat tercapai.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan isu lain yaitu pentingnya kerja sama Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan dan berpratisipasi penuh pada IPEF.

“Bagi Indonesia, kerja sama konkret selalu menjadi acuan. Saya akan tugaskan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia untuk terus menindaklanjuti kerja sama IPEF ini,” kata Presiden.

Sementara itu, terkait Indo-Pasifik, Presiden Jokowi menggarisbawahi pentingnya masalah keamanan untuk dibahas. Namun, menurut Presiden, kerja sama ekonomi Indo-Pasifik juga tidak kalah penting dan perlu terus diperkuat.

“Kemitraan Indonesia, ASEAN dengan Amerika Serikat untuk membangun kemakmuran di Indo-Pasifik perlu terus diperkuat,” kata Presiden.

Presiden menambahkan, sebagai Ketua ASEAN, tahun depan Indonesia akan mengadakan Indo-Pacific Infrastructure Forum yang merupakan salah satu implementasi konsep ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP).

“Saya sangat berharap AS dapat berpartisipasi dalam forum tersebut sebagai wujud dukungan AS terhadap AOIP,” jelas Presiden.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri ESDM Arifin Tasrif.(Rls Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden RI)

Seorang Pelajar Asal Jepang, Dilaporkan Dugaan Kejahatan Seksual

DENPASAR – Pantaubali.com – Tindak kejahatan seksual terhadap seorang pelajar di salah satu sekolah di Jimbaran, Badung

Tindak kejahatan seksual tersebut diduga dilakukan oleh salah seorang pelajar WNA Jepang berinisial FS (17) kepada korban (15) yang merupakan adik kelas pelaku.

Tindak kejahatan seksual dilakukan pelaku di toilet salah satu Mall Nusa Dua pada 5 November 2022.

Pelaku saat melakukan tindakan bejatnya, terlebih dahulu membuat mabuk korbannya dengan memberi minuman beralkohol di salah satu Cafe di Mall.Akhirnya, kejadian tersebut diketahui Satpam bertugas saat itu.

Pelaku sebelumnya telah juga telah melakukan tindakan bejatnya disalah satu Sekolah Internasional di Denpasar.Sehinga, pelaku akhirnya dikeluarkan dari sekolah.

Mengetahui kejadian tersebut akhirnya, keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib dalam hal ini ke Polresta Denpasar.

Terkait kasus tersebut Kuasa hukum korban, yang juga aktivis anak dan perempuan, Siti Sapurah, menyampaikan, aparat kepolisian dan imigrasi belum melakukan pencekalan terhadap pelaku.

Menurut Dirinya, pelaku yang masih berumur 17 tahun bukan berarti dapat bebas secara hukum jika merujuk ke Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, UU No. 11 Tahun 2012.

Undang-Undang sistem peradilan pidana anak, UU No 11 Tahun 2012 berbunyi, jika anak berumur diatas 14 tahun plus 1 hari sampai 18 tahun, anak tersebut dapat diproses secara hukum.Bahkan Dirinya mengatakan, dapat dihukum secara pidana badan juga diperbolehkan.

“Ancamannya setengah dari hukuman orang dewasa”, jelasnya, kemarin,(Minggu,(13/11) di Denpasar.

Ipunga sangat berharap pelaku agar segera diamankan dan ditahan.Dirinya juga meminta kepada pihak imigrasi dan penyidik Polresta segera menangani kasus tersebut agar pelaku dan keluarganya dapat segera dicekal.

“Hal tersebut perlu dilakukan guna mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan terhadap anak Indonesia. Karena bukan pertama terjadinya, tapi korban yang saya dampingi korban yang kedua.Sebelum Pelaku dikeluarkan dari sekolah Internasional sebelumnya, sekarang pelaku akhirnya dikeluarkan dari sekolah yang kedua”, paparnya.

Dirinya sangat khawatir akan bertambah korban-korban lainnya jika pelaku tidak secepatnya dicekal. Menurut Dirinya, Pasal dilanggar pelaku, Pasal 76D jo 81 ayat 5 UU 17 tahun 2016 perubahan kedua dari UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ancaman minimal 10 tahun maksimal 20 tahun penjara, karena korban lebih dari satu anak.

IWO Bali: KTT G20 adalah Vitamin untuk Mendongkrak Kemajuan Pariwisata Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) yang dipusatkan di Bali dalam rentang waktu hampir setahun ini adalah vitamin untuk mendongkrak kemajuan kepariwisataan Bali. Demikian disampaikan Nyoman Sutiawan, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali di Denpasar.

Pendapat ini, merujuk dari kondisi Bali yang 3 tahun ini mengalami pandemi COVID-19, dan meluluhlantakan industri pariwisata dunia, termasuk Bali. Jumlah kunjungan turis menurun drastis, dan pendapatan sangat berkurang bagi Bali.

Karena itu, kata Sutiawan, jajaran pengurus dan anggota IWO Balii sangat mendukung kegiatan KTT G20.

“Saya pesan kepada teman-teman wartawan, jangan terlalu normatif dalam memberitakan KTT G20, namun tetap menjaga independensi dan juga menjaga kredibilitas”, jelasnya.

Selain itu, anggota IWO Bali ditekankan untuk memberikan solusi yang terbaik terhadap perkembangan pelaksanaan KTT G20 di Bali.

“Oleh karena itu saya mengajak juga kepada Wartawan wartawan yang lain di Bali, diluar IWO untuk ikut serta mendukung dan mensukseskan kegiatan KTT G20 di Bali”, ujarnya.

Anggota IWO Bali nantinya, lewat medianya masing-masing memberitakan hasil kesepakatan komunike bersama yang dihasilkan para delegasi agar bisa memberi efek positif buat Bali dan Indonesia.

Tentu yang perlu diangkat dalam pemberitaan, kata Sutiawan tidak saja soal pariwisata, tapi juga persoalan lingkungan, kemiskinan, ekonomi, yang sedang dihadapi masyarakat Bali.

Ikatan Wartawan Online (IWO) adalah organisasi profesi wartawan, sama seperti AJI, PWI dan IJTI, dimana berhimpun para profesional di bidang pers. Anggota IWO berpedoman pada Undang Undang Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999.IWO Bali juga memiliki sejumlah kegiatan sosial, baik bagi masyarakat maupun anggotanya.

“Kami mengajak teman-teman untuk melakukan sumbangsih kepada mereka yang terdampak pandemi COVID-19. Juga pernah membagikan oli untuk kendaraan bermotor wartawan, dimana kami bekerjasama dengan Pertamina”, katanya.

Kegiatan sosial IWO Bali juga lebih pada bagaimana membuat pemberitaan yang mengedukasi masyarakat, salah satunya pemberitaan agar masyarakat paham akibat negatif dari COVID-19, dan bagaimana mengantisipasi agar tidak tertular.

Sembari Sutiawan juga menginformasikan dalam waktu dekat, pada bulan Desember di Jakarta, IWO akan merumuskan program selama 5 tahun kedepan, dan juga melakukan reorganisasi dan membuat program untuk mendorong Indonesia maju.