- Advertisement -
Beranda blog Halaman 699

Masyarakat Bali Mengucapkan Terima Kasih Pada Perhelatan G20

DENPASAR – Pantaubali.com – Perhelatan Group of Twenty (G20) melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dihadiri 17 kepala negara dan jumlah delegasi mencapai 12.750 orang, terdiri dari pebisnis hingga lembaga swadaya masyarakat pada 15 sampai 16 November 2022 ini.

Pariwisata Bali yang sempat terpuruk hingga titik nol akibat dampak Pandemi Covid-19 sekitar dua tahun, kembali bangkit dan bergairah karena disebut-sebut di dunia internasional lewat pemberitaan, karena daya tarik pemimpin dunia yang menguasai hampir 80 persen pengaruh masyarakat dunia, berada dalam satu event, pada satu tempat dan waktu yang sama dibalut kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).

Demikian disampaikan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana di Denpasar, 16 November 2022.

Pria yang akrab dipanggil Gus Agung ini menyebut ada tiga manfaat yang membuat masyarakat Bali berterima kasih pada perhelatan internasional G20 di Bali yakni reputasi, infrastruktur, dan ekonomi.

Dengan adanya wartawan dari 26 negara akan memunculkan persepsi positif tentang Bali di mata internasional.

Sedangkan ada manfaat infrastruktur dimana pemerintah pusat menggelontorkan dana lebih dari Rp 526,54 Miliar untuk perbaikan dan mempercantik kawasan Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Ubud sebagai lokasi utama penyelenggaraan KTT G20.

Ditambahkan Gus Agung, kegiatan ini menjadi lebih besar dari kegiatan serupa yang pernah diadakan di Bali. Dari kegiatan ada dampak ekonomi hingga dua kali lipat.

Tentu juga ada penggunaan akomodasi yang meningkat dan dampaknya tidak saja di Nusa Dua, tapi juga di Uluwatu, Ubud dan Sanur serta daerah lainnya.

GIPI Bali menaungi sepuluh asosiasi, yakni Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), Persatuan Angkutan Pariwisata Bali (PAWIBA), dan Society of Indonesia Proffesional Convention Organizer (SIPCO) Lalu, ada Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri), Pacific Asia Travel Association (PATA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari).

Selanjutnya di tempat terpisah, Ketua Pecalang Bali Made Mudra mengucapkan terima kasih pada penyelenggaraan KTT G20 di Bali.

“Saya sangat senang karena kegiatan ini berlangsung lancar. Dan benar-benar tidak menyangka ada belasan pemimpin dunia hadir bersamaan di Bali”, ucapnya.

Diakuinya, biasanya para pemimpin dunia itu hanya bisa disaksikan di televisi saja.

“sekarang ada di sekitar kita dan sedang rapat persoalan dunia terkini,” jelas Made Mudra yang merupakan Ketua Umum (Manggala Utama) Pasikian Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) Bali yang anggotanya biasanya disebut pecalang, di sela-sela tugas mengamankan Gala Dinner KTT G20, dimana Presiden Jokowi menjadi host yang menjamu para pemimpin tertinggi negara-negara G20 dan lembaga dunia lainnya.

Mudra mengatakan, di Bali pecalang turut serta memberikan bantuan keamanan pada berbagai kegiatan, demikian juga pada KTT G20 ini.

“Saya mengucapkan terima kasih pada kepada seluruh rekan wartawan atas seluruh liputannya dan semua unsur keamanan TNI dan Polri, serta juga unsur keamanan adat yaitu BANKAMDA, termasuk prajuru adat seluruh Bali, dimana keamanan itu sifatnya memyeluruh, tanpa kecuali. Jadi pecalang bertugas di masing-masing desanya, selain pecalang yang khusus bertugas di venue KTT G20”, paparnya.

Kemudian yang paling penting, ujar Mudra, terima kasih disampaikan pada pemerintah pusat, Presiden Jokowi dan jajarannya, Pemerintah Bali dan Gubernur Koster, serta bupati dan walikota se Bali.

“Terima kasih pula pada masyarakat Bali yang sudah tertib, santun dan paham pentingnya kegiatan G20 ini untuk dunia, Indonesia dan Bali”, pungkasnya.

Jero Bendesa Adat Renon Pastikan Keamanan, Pasca Gesekan di Wilayahnya

DENPASAR – Pantaubali.com – Jero Bendesa Adat Renon I Wayan Suarta menanggapi terkait adanya gesekan antara mahasiswa asal papua dengan kelompok masyarakat yang terjadi di Jalan Tukas Yeh Aya IX Denpasar pada, Rabu siang (16/11) dirinya memastikan sampai saat ini situasi di wilayahnya aman dan kondusif.

“Kami sebagai pimpinan Desa Adat Renon memastikan apa yang terjadi tadi, saat ini situasi sudah aman terkendali,“ ucapnya kepada media pada Rabu sore.

Dirinya juga memastikan akan bertanggung jawab dengan keamanan dan memberikan perlindungan terhadap mahasiswa asal Papua yang ada di wilayah Desa Adat Renon.

“Kami terbuka terhadap siapapun yang datang ke wilayah kami dan tinggal di wilayah Desa Adat Renon, dan kami berkomitmen untuk menyerahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib (Kepolisian) untuk ditindak lanjuti,” tambahnya.

Bersama aparat desa pihak Bendesa adat juga sudah melakukan mediasi dengan kedua belah pihak serta memberikan Imbauan kepada warga khususnya di desa adat Renon agar tidak terprovokasi dan melakukan tindakan yang melanggar hukum dan menganggu keamanan.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada aparat yang sudah melakukan pengamanan dan membantu desa adat,” ujur Jero Bendesa yang saat peristiwa tersebut juga menjadi korban dari yang mengalami luka pada kepala karena lemparan batu serta bagian pipi yang terkena pukul.

Semua Pemimpin G20 Sepakat Dengan Deklarasi Bali

BADUNG – Pantaubali.com – KTT G20 telah ditutup dan menghasilkan G20 Bali Leaders’ Declaration. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa semua pemimpin G20 sepakat dengan Deklarasi Bali, termasuk perwakilan Rusia yang salah satu poinnya berisi soal kecaman terhadap invasi Moskow. Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa awalnya deklarasi diragukan banyak pihak.

“Kepemimpinan Indonesia telah berhasil menghasilkan deklarasi pemimpin G20 Bali declaration yang awalnya diragukan oleh banyak pihak,” kata Jokowi usai menutup KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11).

Presiden Jokowi juga mengungkapkan pembahasan G20 Bali Leaders’ Declaration berlangsung alot. Salah satu yang menjadi perdebatan adalah soal perang Ukraina. Namun hal itu akhirnya disepakati bahwa perang itu telah melanggar batas.

“Dan akhirnya para pemimpin G20 menyepakati isi deklarasi yaitu condemnation perang di Ukraina karena telah melanggar batas, melanggar integritas batas wilayah, melanggar integritas wilayah,” katanya.

Dalam deklarasi itu juga, ada lima poin penting yang disepakati oleh negara-negara anggota G20 tersebut.

Pertama, anggota G20 akan gesit dan fleksibel menjalankan kebijakan makroekonominya. Para anggota G20 juga akan terus melakukan investasi publik dan reformasi struktural, serta mempromosikan investasi swasta, dan memperkuat perdagangan multilateral.

Kedua, negara anggota G20 juga berkomitmen melindungi stabilitas makroekonomi dan keuangan. Caranya dengan mengoptimalkan semua alat yang tersedia untuk mengurangi risiko penurunan, dengan mencatat langkah-langkah yang diambil sejak krisis keuangan global yang pernah terjadi.

Ketiga, para anggota G20 bakal mengambil tindakan untuk mendorong ketahanan pangan dan energi serta mendukung stabilitas pasar. Negara-negara anggota G20 juga akan memberikan dukungan sementara dan terarah untuk meredam dampak kenaikan harga, memperkuat dialog antara produsen dan konsumen.

Keempat, para Anggota G20 akan terus berinvestasi kepada negara berpenghasilan rendah dan menengah dan negara berkembang lainnya. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan melalui berbagai sumber dan instrumen pembiayaan yang lebih inovatif, termasuk untuk mengkatalisasi investasi swasta untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan.

Kelima, para anggota G20 berkomitmen untuk mempercepat pencapaian pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Dengan begitu, tercapai kesejahteraan untuk para G20 melalui pembangunan berkelanjutan.

Kapal Penumpang Terbakar di Sekitar Perairan Utara Karangasem

KARANGASEM – Pantaubali.com – Kapal penumpang, KMP Mutiara Timur I terbakar di Perairan Utara Karangasem (koordimat 08°20’298″S – 115° 41’641″E), sekitar 0,9 NM dari daratan, Rabu (16/11/2022). Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar) menerima informasi dari VTS Beno pada pukul 15.30 Wita.

Kapal dengan rute Ketapang – Lembar tersebut diperkirakan mengalami kebakaran sekitar pukul 15.00 Wita.

“Di tempat kejadian kapal terbakar, kebetulan unsur SAR terdekat ada Kapal Angkatan Laut Kadet 6 dan Kapal Angkatan Laut Kadet 7, dan segera melaksanakan evakuasi,” terang Gede Darmada, S.E., M.A.P, Kepala Kantor Basarnas Bali. Setelah menerima laporan kejadian, Basarnas Bali mengerahkan 1 unit RIB dari Pos SAR Karangasem dan 1 unit RIB dari Unit Siaga SAR dari Nusa Penida, KN SAR Arjuna 229.

Darmada menegaskan bahwa tim SAR gabungan fokus pada upaya evakuasi POB, untuk kronologis kejadian dapat dikonfirmasi kepada pihak terkait. Awalnya POB yang sudah terevakuasi dengan RIB ataupun jukung nelayan dibawa ke Kapal Angkatan Laut, selanjutnya dibawa ke Dermada Angkatan Laut Tanjung Wangi, Banyuwangi.

“Terakhir kami komunikasi dengan kapten kapal terkonfirmasi jumlah penumpang dan ABK yang semula 271 orang, ternyata menjadi 258 orang, dimana ABK berjumlah 24 dan sisanya 234 orang penumpang,” katanya.

Ada unsur SAR yang dilibatkan selama operasi SAR berlangsung yakni ABK KAL KADET – 6, ABK KAL KADET – 7, Basarnas Bali, ABK KN Marore – 322, Polair Polres Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Stasiun Bakamla Bali, RAPALA Karangasem, Balawista Karangasem serta nelayan setempat.

Nyaksi Pemlaspasan Candi Bentar, Bupati Sanjaya Komunikasi Aktif dengan Krama

TABANAN – Pantaubali com – Dalam mewujudkan keseimbangam pembangunan yang harmonis sekala dan niskala, maka sangat diperlukan terbentuknya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat adalah suatu keharusan. Sebab itu, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya selalu menekankan agar adanya kepercayaan, koordinasi serta komunikasi yang aktif dalam setiap kunjungannya ke masyarakat.

Begitupun dengan kunjungannya kali ini, Rabu, (16/11), dalam rangka menghadiri undangan Pemelaspasan Candi Bentar dan Penyengker di Pura Dalem Desa Adat Pacung, Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan Tabanan. Bersama jajaran, Bupati Sanjaya meminta kepada masyarakat agar sinergitas itu selalu terjalin dalam mewujudkan pembangunan yang menyeluruh menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

“Sengaja juga hari ini, tiang ajak Bapak I Made Urip selaku anggota DPR RI, Bapak Made Supartha anggota DPRD Bali, Bapak Desta Kumara anggota DPRD Tabanan, untuk betul-betul mengawal pembangunan semeton disini. Tiang juga didampingi Pokli Bupati, Asisten I, Kepala Bapelitbang juga PUPR, sengaja tiang ajak Kepala Dinas ini, tujuannya agar apa yang disampaikan masyarakat langsung didengar dan dicatat. Astungkara, keinginan masyarakat itu dapat direalisasikan,” ucap Sanjaya.

Orang nomor satu di Tabanan sangat menyadari, karena pemerintah tidak akan bisa berjalan dengan sendirinya tanpa kehadiran dan dukungan masyarakat. Untuk itu, Sanjaya tiada henti-hentinya menyerukan semangat ngayah kepada para bawahannya. Dimana pada kesempatan itu juga, nampak hadir, Camat dan unsur Forkopimcam Kerambitan, Perbekel, Bendesa Adat setempat, dihimbau selalu ngayah untuk masyarakat.

“Jadi harapan titiang kepada semeton semua, mari tetap raket jaga persatuan dan kesatuan karena membangun ini tidak hanya cukup sampai disini. Pembangunan ini harus terus berproses, baik nanti di Parahyangan, lalu Pawongan dan lagi di Palemahan, dan tidak akan pernah berhenti. Maka dari itulah, titiang sangat mengapresiasi krama Desa Adat Pacung sudah melakukan hal-hal yang positif melalui koordinasi dan komunikasi yang bagus dengan pemerintah, baik di eksekutif maupun legislatif,” puji Sanjaya.

Sesuai penuturan Ketua Panitia Karya, I Made Jiwa Duarsa yang juga selaku Bendesa Adat Pacung, mengatakan, bahwa rangkaian karya ini telah dilaksanakan pada 25 September 2022 dan puncaknya digelar pada 16 Nopember 2022 (hari ini), dimana dalam kegiatan Ngayah dilakukan bersama-sama oleh krama/masyarakat yang berjumlah 52 KK. Total biaya sekitar 180 juta rupiah yang dihabiskan dalam pelaksanaan karya berasal dari bantuan pemerintah serta iuran dari krama.

“Terimakasih banyak kami ucapkan kepada Bapak Bupati Tabanan atas kedatangan beliau dalam acara Pemlaspasan Candi Bentar dan Penyengker di Desa Adat kami di Desa Adat Pacung. Kami Jero Bendesa Adat menghaturkan banyak-banyak terimakasih sekali lagi atas dukungan dan bantuan dari Bupati beserta jajaran dalam kegiatan yang kami lakukan,” ujar Bendesa Adat Pacung. Dimana dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang diterima oleh Bendesa Adat. (Rls)

Presidensi G20 Indonesia Hasilkan Bali Leaders Declaration

BADUNG – Pantaubali.com – Gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diadakan pada 15-16 November di The Apurva Kempinski Bali telah berhasil menghasilkan kesepakatan pada pertemuan terakhir, Rabu (16/11).
Kesepakatan tersebut terdiri dari 52 poin kesepakatan dan menghasilkan Bali Leaders Declaration.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat mengadopsi dan mengesahkan G20 Bali Leaders Declaration. Ini adalah deklarasi pertama yang dapat diwujudkan sejak Februari 2022,” kata Jokowi.

Presiden RI Joko Widodo dalam memegang kepemimpinan Presidensi G20 Indonesia merasa terhormat dalam penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Ia juga menyinggung bahwa Presidensi G20 Indonesia dimulai dengan semangat dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Presidensi kami dimulai dengan harapan untuk menyatukan niat bersama dalam mewujudkan pemulihan dunia yang inklusif dari pandemi,” ujar Jokowi.

Salah satu isi dari Bali Leaders Declaration adalah komitmen kuat dari negara-negara G20 dan Bank Sentral untuk mencapai stabilitas harga, sesuai dengan mandatnya masing-masing. Hal ini sejalan dengan kondisi inflasi global yang tinggi.

Selama dua hari ini, KTT G20 berfokus pada pemulihan ekonomi pasca pandemi yang menimbulkan banyak inflasi di berbagai negara dunia. Untuk itu, negara G20 akan terus berupaya dan berkomitmen dalam mengatasi krisis ekonomi yang disebabkan oleh beberapa faktor.

Dalam Bali Leaders Declaration tertulis “Gangguan pasokan, ketidaksesuaian pasokan-permintaan, dan kenaikan harga komoditas, termasuk harga energi, juga berkontribusi pada meningkatnya tekanan inflasi di sejumlah negara dan menimbulkan potensi risiko terhadap prospek ekonomi global,” tulis deklarasi KTT G20 Bali.

“Kami akan terus memperkuat ketahanan pasokan global. Kami tetap waspada terhadap dampak tantangan ini terhadap perekonomian kami. Kami juga akan terus memantau risiko global utama, termasuk dari ketegangan geopolitik yang muncul, dan kerentanan makroekonomi dan keuangan,” lanjut deklarasi KTT G20 Bali.

Presiden Joko Widodo mengatakan, selain Bali Leaders Declaration, Presidensi G20 Indonesia juga berhasil dalam menghasilkan concrete deliverable yang berisi daftar proyek kerja sama negara anggota G20 beserta tamu undangan KTT G20.

“Proyek kerja sama inilah yang akan membantu membumikan kerja G20 lebih dekat dengan rakyat, memastikan G20 bermanfaat, tidak saja untuk anggotanya, namun juga bagi dunia dan utamanya negara-negara berkembang,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan kepada dunia agar tetap semangat dan optimis dalam menghadapi berbagai krisis global. “Let us recover together, recover stronger,” tegas Jokowi.(Rls).

Apresiasi Dunia Atas Presidensi KTT G20 Indonesia

BADUNG – Pantaubali.com – Presidensi G20 Indonesia menjadi langkah jitu untuk memperluas peran Indonesia di kancah global. Puncak perhelatan forum KTT G20 yang terselenggara di Nusa Dua, Bali, semakin memperlihatkan bahwa Indonesia menganut kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif.

Di tengah kondisi geopolitik yang memanas dan kubu-kubu keberpihakan sejumlah negara, Indonesia menunjukkan kemampuan diplomasinya mengingat hampir seluruh pimpinan negara besar menghadiri KTT G20 itu.

Dalam cuitan Twitternya @Potus, Biden menjelaskan dalam G20, AS berkomitmen membangun ekonomi yang berkelanjutan.

“Saya menantikan KTT pemimpin G20 dan akan menyoroti komitmen AS untuk bekerja dengan mitra dalam membangun ekonomi dunia yang berkelanjutan dan inklusif,” ungkap Biden.

Biden pun melontarkan kekagumannya akan seni budaya Indonesia.

“Luar biasa, begitu bagus, indah sekali,” ujar Biden yang diterima oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Di lain pihak, Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengakui, perhelatan KTT G20 2022 tidaklah mudah, apalagi bagi pemegang presidensi saat ini yaitu Indonesia. Pasalnya, Rusia sebagai salah satu anggota G20 sedang terjadi gesekan diplomatik dengan negara Ukraina.

“Ini adalah G20 paling berat dalam sejarah. Saya sampaikan selamat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kepemimpina yang bijak,” tutur Michel.

Senada, Persatuan Bangsa-Bangsa mengapresiasi keketuaan G20 Indonesia yang berlangsung dalam kondisi yang cukup rumit melanda dunia belakangan ini.

“Indonesia mendemonstrasikan kemampuan besar untuk menyatukan para pihak untuk berdialog dan mendorong solusi,” kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Guterres pada konferensi pers membahas keketuaan Indonesia untuk ASEAN tahun depan yang diharapkan bisa memberikan solusi atas krisis di Myanmar.

Intervensi Guterres pada KTT G20 di Bali akan fokus pada pembahasan iklim, krisis pangan, energi, dan transformasi digital.

“Pesan saya tentang pangan adalah kita perlu bertindak untuk mencegah kelaparan,” kata dia.

Pertemuan G20 Hasilkan Kerjasama Bilateral dan Multilateral yang Saling Menguntungkan

BADUNG – Pantaubali.com – Konferensi Tingak Tinggi (KTT) G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. Agenda ini merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.

KTT G20 Kali ini digelar di Bali pada hari ini 15-16 November dengan mengusung tema Recover Together, Recover Stronger.

Dalam sela-sela pertemuan KTT G20 di yang dilaksanakan di The Apurva Kempinski Bali, setiap kepala negara tidak akan melewatkan pertemuan bilateral antar negara untuk dapat menjalin kerja sama antar negara.

Tercatat ada 17 pemimpin negara yang hadir secara langsung dalam forum ekonomi itu. Beberapa di antaranya melakukan kerja sama bilateral dalam sela-sela acara G20.

Dalam agenda forum internasional, biasanya memang delegasi negara menyempatkan diri melakukan bilateral. Mereka membahas seperti kerja sama ekonomi, keamanan, hingga permasalahan masing-masing negara.

Beberapa pertemuan bilateral yang terjadi di sela-sela gelaran KTT G20 di Bali pada hari pertama 15 November 2022 diantaranya, Rusia dan PBB, Prancis dan Turkiye, RRT dan Senegal, Suriname dan Canada, RRT dan Afrika Selatan, RRT dan Belanda, Amerika Serikat dan Italia, RRT dan Argentina, RRT dan Australia, RRT dan Spanyol, Inggris dan Arab Saudi, RRT dan Rusia, RRT dan Prancis, AS dan Turkiye, RRT dan Korea Selatan, Spanyol dan Singapura, serta Arab Saudi dan Turkiye.

Selain itu, sebelumnya Indonesia juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan kelima negara G20 diantaranya dengan, Amerika Serikat, RTT, Jepang, Turki, Australia, Prancis dan Uni Eropa serta Afrika Selatan.

Dalam pertemuan bilateral dengan Amerika Serikat, Presiden Joko Widodo mengharapkan komitmen dalam kerja sama bilateral untuk memperkuat ekonomi masing-masing negara.

“Saya mengharapkan fleksibilitas AS dalam pembahasan deklarasi kerja sama ekonomi konkret harus diperkuat,” kata Presiden dalam pertemuan bilateral dengan Joe Biden, Senin,(14/11).

Disisi lain pertemuannya dengan komisi Uni Eropa, Presiden Joko Widodo memberikan perhatiannya terhadap perdagangan terhadap negara-negara Uni Eropa. Untuk itu, Jokowi berharap agar terjalin kerja sama untuk meningkatkan perdagangan dengan Uni Eropa.

“Saya menyampaikan konsen terhadap perdagangan atas produk-produk Indonesia di Komisi Eropa, jadi saya mengajak Uni Eropa menjadi mitra,” kata Jokowi.

Selanjutnya, akan ada banyak pertemuan bilateral antar negara G20 yang terjadi selama perhelatan KTT G20 di Bali berlansung. Banyaknya pertemuan bilateral antar negara G20 menjadikan presidensi G20 Indonesia yang menghasilkan banyak kerja sama bilateral atau multilateral yang saling menguntungkan.

Aktivis Anak, Dorong Kepolisian dan Imigrasi Segera Cekal Pelaku Kejahatan Seksual WNA Jepang

DENPASAR – Pantaubali.com – Terkait tindak kejahatan seksual terhadap seorang pelajar di salah satu sekolah di Jimbaran, Badung.Diduga dilakukan oleh salah seorang pelajar WNA Jepang berinisial FS (17) kepada korban (15) yang merupakan adik kelas pelaku di toilet salah satu Mall Nusa Dua pada 5 November 2022.

Kuasa hukum korban, yang juga aktivis anak dan perempuan, Siti Sapurah yang akrab disapa Ipung, tetap mendorong aparat Kepolisian Denpasar dan Imigrasi agar segera mungkin melakukan pencekalan kepada pelaku.

“Memang Dia berumur 17 tahun tetapi bukan berarti dia bisa bebas secara hukum karena Pasal yang di langgar pasal 76D Jo 81 ayat 5 UU no 17 tahun 2016 perubahan kedua UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak”, jelasnya, Selasa,(15/11) di Denpasar.

Dirinya menjelaskan, Jika anak berumur diatas 14 tahun + 1 hari sampai 18 tahun anak itu bisa proses hukumnya dilanjutkan bahkan dihukum secara pidana badan diperbolehkan namun ancamannya setengah dari orang dewasa.

Kasus kejahatan seksual yaitu persetubuhan dibawah umur ancamannya 20 tahun bahkan sampai hukuman mati atau seumur hidup. Artinya anak ini harus diamankan dan ditahan.

“Tidak ada alasan pembenar untuk tidak menahannya”, cetusnya.

Dirinya sangat berharap, sebagai tim kuasa hukum dan keluarga korban meminta pelaku yang merupakan warga negara asing dari Jepang dan keluarganya mohon agar dicekal untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah dulakukan terhadap anak Indonesia

“Peristiwa tersebut bukan yang pertama kali terjadi korban yang saya dampingi adalah korban yang kedua sebelum dia dikeluarkan dari sekolah internasional sebelumnya dan sekarang dia juga sudah dikeluarkan dari sekolah yang kedua”, katanya.

Dirinya menambahkan, jangan sampai karena, tidak dicekalnya atau karena tidak ditahannya pelaku takutnya pelaku akan melakukannya terhadap anak-anak Indonesia lain.

Kejari Tabanan, Untuk Kedua Kalinya Menggelar RJ di Tahun Ini

TABANAN – Pantaubali.com – Untuk kedua kalinya Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan melakukan Restorative Justice (RJ) di 2022, kemarin (Senin, (14/11) di Kantor Kejari Tabanan.

Sebelumnya RJ digelar terkait perkara pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Pupuan. Selanjutnya, di November 2022 terkait kasus pemukulan dengan kejadian di Desa Delod Peken.

Adapun tersangka kasus penganiayaan ringan dengan melakukan pemukulan, I Putu Sandy Prathama, akhirnya dibebaskan dari ancaman hukuman dua tahun delapan bulan kurungan.

Kejari Tabanan, Ni Made Herawati didampingi Kasi Pidum Kejari Tabanan, Dewa GP Awatara dalam kesempatan tersebut menjelaskan, tersangka sebelumnya terjerat kasus penganiayaan ringan dengan ancaman hukuman dua tahun dan delapan bulan sesuai ketentuan pidana Pasal 351 ayat (1) KUHP.Dengan perkara terjadi pada 18 Agustus 2022 sekitar pukul 21.00 Wita di Jalan Durian, Banjar Gerogak Tengah, Desa Delod Peken.

“Adapun Korban dalam kasus tersebut merupakan sepupu pelaku sendiri”, katanya.

Selanjutnya diselesaikan melalui mekanisme restorative justice dan sudah mendapatkan persetujuan dari Kejaksaan Agung.

“Pelaku baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut dengan ancaman hukumannya juga di bawah lima tahun”, tutupnya.