- Advertisement -
Beranda blog Halaman 685

Kejari Badung Menerima Penyerahan Tersangka Perkara Pidana Kepabeanan Hari Ini

PANTAUBALI.COM – Badung, Penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) Perkara Kepabeanan atas nama Ismath Jamaluddin Haja Moideen dari Penyidik Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai yang diterima oleh Jaksa Penuntut Umum yang termuat dalam Surat Perintah Penunjukan JPU Untuk Penyelesaian Perkara Tindak Pidana (P-16A) diantaranya Putu Windari Suli, S.H.,M.K.n., I Gede Agus Suraharta, S.H., Luh Heny Febriyanti Rahayu, S.H.,M.Kn., dan Putu Delia Ayusyara Divayani, S.H. dan Dewa Arya Lanang Raharja, S.H.,M.H.,Selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Badung.

Pelaksanaan Penyerahan Tersangka dan barang bukti terkait dengan perkara Kepabeanan yakni Tersangka Ismath Jamaluddin Haja Moideen merupakan seorang Warga Negara India datang ke Bali dari Bangkok, dan Ketika sampai di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tersangka dilakukan pemeriksaan oleh petugas bea cukai, dan pada saat diperiksa tersangka kedapatan menyembunyikan barang impor secara melawan hukum dengan memasukan (insert) ke dalam badan melalui anus berupa butiran berlian hal tersebut disampaikan, Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Imran Yusuf, S.H.,M.H di dampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Badung I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, S.H., M.H.

“Bahwa tujuan tersangka memasukkan berlian ke dalam anus tersebut adalah perintah dari bos tersangka, dengan tujuan nantinya berlian itu akan dijual untuk relasi bos tersangka di Bali. Bahwa perbuatan tersangka tersebut diduga melanggar ketentuan Pasal 102 huruf e Jo. pasal 103 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan Barang Bukti berupa ratusan butir Berlian”, paparnya, Kamis,(12/1) di Badung.

Sembari Yusuf menambahkan bahwa setelah pelaksanaan Penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dari Penyidik kepada Penuntut umum maka, Penuntut Umum Bertanggungjawab atas Tersangka dan Barang Bukti tersebut, dan terhadap tersangka dilakukan penahanan oleh penuntut umum selama 20 hari ke depan.(PB01)

Perumda TAB Cabut 724 Sambungan ke Pelanggannya di 2022

PANTAUBALI.COM – Tabanan, Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan mencatat telah melakukan pencabutan sambungan ke para pelanggannya dengan total pencabutan sambungan mencapai 724 sambungan per 2022.

Pencabutan dilakukan disebabkan karena beberapa faktor mulai dari, adanya tunggakan rekening pembayaran dilakukan para pelangan sampai adanya permohonan pengunduran diri dikarenakan, adanya pelangan telah memiliki sumber air dari sumur bor hal tersebut disampaikan, Kabag Langganan Perumda TAB, I Made Sudiana didampingi Kasubag Humas Perumda TAB I Wayan Agus Suanjaya, Kamis,(12/1) di Tabanan.

“Adapun rincian beberapa pencabutan sambungan pelangan dilakukan di tahun lalu (2022) mulai dari Januari tercatat terdapat sebanyak 39 pencabutan sambungan, Februari 47, Maret 50, April 73, Mei 7, Juni 74, Juli 54, Agustus 60, September 57, Oktober 53, November 74 sedangkan pada Desember 2022 tercatat sebanyak 56 sambungan telah dilakukan pencabutan dari para pelangan kami”, paparnya.

Dirinya mengatakan, dari data pencabutan sambungan kepara pelangan sebagian besar dilakukan dikalangan pelangan rumah tangga di 2022.

“Kami melakukan pencabutan sambungan sebagian besar didominasi sambungan dikalangan rumah tangga di tahun lalu (2022)”, ujarnya.

Dirinya mengatakan, layanan PerumdaTAB semakin luas hal tersebut dapat dibuktikan dengan semakin bertambahnya jumlah Sambungan Rumah (SR) setiap bulannya.

“Kami mencatat Per Desember 2022 pelanggan kami total mencapai 60.958 SR”, ucapnya.

Sembari Sudiana menambahkan, Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada para pelangan maka, penyempurnaan -penyempurnaan serta inovasi-inovasi tetap dilakukan secara continue sampai saat ini hingga ke depanya.(PB01)

Lestarikan Jeruk Keprok Pemprov Bali Bagikan 1.000 Bibit di Tejakula

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster meninjau perkebunan jeruk keprok di Kecamatan Tejakula

PANTAUBALI.COM, Buleleng –  Sebagai upaya mengembalikan dan melestarikan kejayaan jeruk keprok Tejakula, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama Kadis Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada dan akademisi bidang pertanian Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc turun meninjau perkebunan jeruk keprok di  Kecamatan Tejakula, Rabu (11/1).

Peninjauan  tersebut dilaksanakan di lahan milik dua petani jeruk yaitu Nyoman Adiatma dan Ketut Sulaksana. Keduanya menerima bantuan masing-masing 20 dan 30 bibit jeruk keprok Tejakula

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, pemerintah Provinsi Bali melakukan langkah membagikan 1.000 bibit jeruk keprok Tejakula pada petani yang ada di kawasan Tejakula, Buleleng, sebagai bagian untuk melestarikan kejayaan jeruk keprok Tejakula.

Dalam kunjungan , Ny. Putri Koster nampak antusias mendengar penjelasan dari dua petani jeruk keprok Tejakula. Ia sangat berharap upaya ini mampu mengembalikan kejayaan jeruk keprok Tejakula sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain melakukan kunjungan dalam kegiatan kerja tim PKK,  Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan pengendali hama hayati berupa serbuk dan cairan kepada petani jeruk keprok Tejakula. Ia berharap, pengendali hama yang dibuat dari bahan organik ini membuat tanaman jeruk tumbuh lebih baik.

Menurut   Kadistanpangan Bali Wayan Sunada, 1.000 bibit percontohan ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk pengembangan jeruk keprok Tejakula dengan skala dan cakupan yang lebih luas di tahun 2023. Dari hasil evaluasi, bantuan 1.000 bibit jeruk keprok Tejakula kepada petani.

“ Di tahun ini Distanpangan Bali akan menyebar 10.000 bibit jeruk keprok Tejakula, ini dilakukan untuk mengembalikan jeruk keprok Tejakula yang pernah berjaya pada masanya dan menjadi salah satu ikon Buleleng. “katanya.

PPKM di Cabut Satgas Covid Tabanan Awasi Wisatawan

PPKM di Cabut Satgas Covid Tabanan Awasi Wisatawan

PANTAUBALI.COM Tabanan – Naiknya kasus covid-19 di China menjadi pelajaran penting bagi pemerintah di Kabupaten Tabanan, Bali, pemerintah setempat mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan meskipun PPKM kini sudah dicabut.

Ketua Satgas Covid Tabanan, Gede Susila mengatakan, paska di keluarkannya PP 53 tahun 2022 tentang pencabutan ppkm level satu, pihaknya bersama jajaran Tni dan Polri terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan aktivitas dari masyarakat dan wisatawan yang berada di wilayahnya.

“Pencabutan ppkm level satu yang berarti memberikan ruang bagi masyarakat dan wisatawan lebih bebas beraktivitas di bandingkan saat pandemi covid-19 masih terjadi, ini menjadi hal penting untuk tetap melakukan pengawasan pergerakan mereka baik di tempat umum maupun objek wisata yang ada di Kabupaten Tabanan,“ kata Satgas Covid Tabanan, Gede Susila.

Menurut Gede Susila, pengawasan tersebut tak lain untuk mencegah terjadinya penyebaran virus covid-19 seperti gelombang kenaikan covid-19 yang terjadi di China. Kendati pembatasan kegiatan masyarakat dan wisatawan memang sudah tidak ada, namun di di tempat-tempat tertentu masker tetap di gunakan untuk menghindari penularan virus covid-19 terutama varian baru.

“Untuk menjaga diri kita agar terhindar dari penularan varian baru, saya menganjurkan agar para masyarakat dan wisatawan untuk tetap disiplin 3 m dan menjaga prokes dimana pun berada,“ujarnya.

Selain pengawasan terhadap pelancong, pencegahan penyebaran virus di Kabupaten Tabanan pihaknya tetap menggencarkan program vaksinasi booster kepada masyarakat.

Kasus Pengeroyokan Dua Pemuda Berujung Restoratif Justice

Proses Damai, Lima Pelaku Pengeroyokan di Polsek Kubutambahan.

PANTAUBALI.COM,Buleleng –  Pernah diamankan di Rutan Polsek Kubutambahan, Buleleng atas kasus pengeroyokan, Lima pemuda yang diantaranya Komang Sukredana (19), Gede Satria (21), Kadek Subaktiyasa (26) Kadek (17) dan Putu (16) dibebaskan atas dasar kesepakatan antara para pelaku dan korban.

Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Suparta Rabu (10/1) mengatakan,setelah melewati proses penyidikan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut sampai ditingkat penyidikan.

“Permintaan kedua belah pihak yang didasari dengan surat pernyataan perdamaian pencabutan laporan pengaduan, yang diketahui Pejabat Perbekel dan juga unsur-unsur lainya, maka peristiwa tersebut dapat diselesaikan melalui Restoratif Justice,”kata  Kapolsek Kubutambahan. AKP Ketut Suparta.

selain itu Ketut Suparta menambahkan, untuk saat ini kasusnya dihentikan dengan menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

Sebelumnya, kasus pengeroyokan atas Korban Januaryo Sakti Ximenes (23) dan Armindo Raids Tegar Ximenes (19) yang beralamat di Banjar Dinas Kanginan Desa Kubutambahan, dikeroyok oleh 5 orang pemuda pada hari Sabtu tanggal 17 Desember 2022 pukul 21.00 wita di depan SMK Negeri I Kubutambahan tepatnya di Banjar Dinas Banding Desa Kubutambahan.

Pengeroyokan yang dialami korban berawal saat Armindo Raids Tegar Ximenes sedang parkir motor dihalaman sekolah SMKN 1 Kubutambahan kemudian ditabrak dari belakang dan setelah ditegor, para pelaku tidak terima kemudian menendang korban yang mengakibatkan korban kesakitan pada pipi kanan dan luka lecet pada kaki kiri, sehingga memanggil kakaknya  bernama Januaryo Sakti Ximenes melalui phonsel untuk datang ke lokasi kejadian, sehingga kakak korban yang awalnya datang untuk membantu adiknyapun tak terhindar dari aksi pengeroyokan lima pemuda tersebut. ( Rilis )

 

 

Pencarian WNA Terseret Arus di Diamond Beachwalk Dihentikan

PANTAUBALI.COM -Klungkung, Tim SAR gabungan telah melakukan operasi SAR selama 9 hari guna mencari 2 WNA terseret arus di Diamond Beachwalk, Nusa Penida, Selasa,(3/1). Area pencarian dimulai dari seputaran lokasi korban terseret arus, sampai ke Manta Point, Crystal Bay hingga perbatasan Selatan Lombok.

Kemudian SRU darat juga menyisiri seputaran pantai dan pemantauan dari atas tebing.

Keterangan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, menyampaikan bahwa di hari ke 9 operasi SAR hasilnya masih nihil.

Dari awal, Basarnas Bali selalu berkomunikasi dengan pihak kerabat korban ataupun konsulat.

“Semuanya kooperatif memahami tugas kita dan menghargai regulasi yang ada di Indonesia, bagaimana pola serta batasan upaya-upaya pencarian yang dilakukan,”, ujarnya.

Tim SAR di lapangan terkadang mengalami kendala dengan kondisi cuaca dan gelombang tinggi, namun upaya-upaya pencarian tetap dilakukan semaksimal mungkin.

“Di hari terakhir operasi SAR, Rabu (11/1), bertempat di Semaya One Tamarind Beach dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama unsur SAR lainnya, dan disepakati menutup dan menghentikan pencarian”, jelasnya.

Sembari Dirinya menambahkan, Operasi SAR bisa kembali dibuka apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Tim siaga Nasarnas Bali juga sudah melakukan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintasi sekitar perairan Nusa Penida, apabila ada penemuan wajib melaporkan hal tersebut kepada Basarnas Bali”, tutupnya.

Ketua Dekranasda Bali Berharap, Kampung Difabel Menjadi Tempat Pengembangan Bakat Kedepannya

PANTAUBALI.COM – Denpasar, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster dalam sambutanya di acara pembukaan Festival Karya Seni Disabilitas Bali di Yayasan Bunga Bali, Denpasar, Senin, Soma Kliwon Kuningan (9/1) menyampaikan, Gubernur Bali, Wayan Koster tengah membangun Pusat Kebudayaan Bali di daerah Gunaksa, Kabupaten Klungkung dan diharapkan rampung di tahun 2025.

Dalam Pusat Kebudayaan Bali tersebut dicanangkan akan disediakan lokasi khusus bagi anak-anak istimewa katakanlah namanya Kampung Difabel.

Kehadiran Kampung Difabel ini diharapkan dapat menjadi tempat pengembangan bakat dari anak-anak kita yang memiliki kelebihan khusus disamping bisa sebagai tempat bagi mereka untuk mencari nafkah.

Misalnya, anak-anak yang tuna rungu yang bisa menari, nantinya bisa menari di atas panggung, meskipun mereka tidak bisa mendengarkan gamelan tetapi kita latih sehingga mereka bisa menari dengan baik sesuai iringan gamelan.

Demikian halnya jika mereka punya bakat melukis, maupun bermain musik, Kampung difabel menyediakan ruang bagi mereka untuk tampil berkesenian. Tidak hanya itu, kehadiran Kampung difabel nantinya juga akan memberi ruang kepada anak difabel yang masih bisa bekerja untuk bisa mencari nafkah disana.

“Maka sejak dini anak-anak difabel yang masih bisa produktif kita persiapkan dan latih dengan keterampilan seperti memasak, SPA, desain pakaian dan sebagainya bahkan bila memungkinkan kita sertifikasi sehingga nantinya mereka memiliki keterampilan dan dengan dilengkapi sertifikasi mereka nantinya akan siap bersaing di dunia kerja”, paparnya.

Dirinya berharap, kehadiran Kampung Difabel nantinya akan menjadi tempat bernaung bagi anak-anak tidak memiliki orang tua sehingga bisa dirawat disana dan mendapat perawatan dan hidup dengan layak.

“Semua komponen baik itu para donatur, yayasan bersinergi dengan pemerintah untuk duduk bersama, berdiskusi agar kedepannya kita dapat mengayomi anak anak istimewa ini sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan tangguh, bertalenta serta memiliki kepribadian yang baik”, harapnya.(PB01)

Kasus Ibu Rantai Anaknya di Tabanan, Memasuki Persidangan Agenda Pemeriksaan Saksi

PANTAUBALI.COM – Tabanan, Kasus ibu kandung rantai anaknya di Desa Dajan Peken, Tabanan 22 Oktober 2022 lalu telah memasuki sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, Selasa (10/1) di PN Tabanan.

Disela kesempatan tersebut, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tabanan, I Dewa Gede Putra Awatara mengatakan, Para terdakwa tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan.

Dirinya mengatakan, Dalam kaitan dengan hal tersebut bagi salah satu terdakwa, JPU menerapkan dakwaan dengan ancaman pidana sesuai ketentuan Pasal 80 ayat (1) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selanjutnya terhadap terdakwa lainya didakwa dengan pasal yang sama karena, memberi kesempatan terjadinya kekerasan terhadap anak tersebut sampai terjadi.

“Berkas perkaranya dipisah”, jelasnya.

Sebelumnya kejadian ibu rantai anaknya tersebut memang sempat membuat heboh masyarakat setempat.Dikarenkan, ditemukannya dua anak dalam keadaan beberapa bagian tubuhnya dirantai.Atas kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepihak berwajib maupun aparat desa setempat.(PB01)

Ketua BK3S Bali Terima Silaturahmi BK3S Yogyakarta

Ny. Cok Ace menyambut baik kunjungan BK3S DIY. Melalui kunjungan ini, ia berharap terjalin tali silaturahmi antara BK3S Bali dan DIY.

PANTAUBALI.COM,Denpasar – Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial ( BK3S ) Provinsi Bali. Ny Tjokorda Hariyani Ardhana Sukawati menerima Kunjungan BK3S Daerah Istimewa Yogyakarta, padaSelasa ( 10/01/2023 ) di Aula Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali.

Dalam kesempatan itu, Ny. Cok Ace menerangkan kiprah BK3S Bali sebagai organisasi kemasyarakatan yang membantu tugas pemerintah dalam penanganan persoalan kesejahteraan sosial. Terbentuk sejak tahun 1985, BK3S Bali gencar melaksanakan kegiatan sosial dengan sasaran lansia kurang mampu, penyandang disabilitas, anak yatim dan penderita stunting. Selain itu, BK3S Bali juga turun memberi bantuan bagi masyarakat yang tertimpa bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Selain itu pada masa Covid-19, BK3S Bali juga mengambil peran membantu pemerintah dalam penanganan dampak pandemi yang berimbas pada kesejahteraan sosial masyarakat Pulau Dewata. “Selama masa pandemi, program BK3S kami arahkan untuk mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19,” ucapnya. Dalam mendanai program kerja, BK3S Bali hanya mengandalkan sumbangan masyarakat melalui kotak penyaluran bantuan yang ditempatkan di sejumlah objek vital. Selain itu, pihaknya juga memangun sinergi dengan organisasi dan relawan yang bergerak di bidang penanganan masalah sosial.

Pada bagian lain, Ny. Cok Ace menyambut baik kunjungan BK3S DIY. Melalui kunjungan ini, ia berharap terjalin tali silaturahmi antara BK3S Bali dan DIY. “Kesempatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk  bertukar pikiran, berbagi pengalaman dan menambah wawasan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BK3S DIY Dr. Sugiyanto. S.Sos menjelaskan, kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan studi tiru terkait tata kelola dan manajemen yang diterapkan di BK3S Provinsi Bali. Ia berharap, apa yang diterapkan di Bali menjadi bahan untuk mengajukan usulan ke Pemerintah DIY. Dalam diskusi, jajaran BK3S DIY antara lain membahas tentang pendanaan dan dukungan SDM dari pemerintah daerah. Dari jawaban yang diperoleh, mereka menyimpulkan bahwa apa yang diterapkan di Bali tidak jauh berbeda dengan DIY. Kunjungan diakhiri dengan tukar menukar cinderamata.

Peduli Kaum Disabilitas Pemprov Bali Segera Bangun Kampung Difabel

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster Senin (10/1) menyebut  Festival Karya Seni Disabilitas Bali yang di gelar di Yayasan Bunga Bali, Denpasar, Senin, Soma Kliwon Kuningan (9/1) sebagai  ajang untuk unjuk kebolehan  bagi anak-anak  yang memiliki kelebihan, mungkin secara fisik mereka terlahir dengan kekurangan namun mereka memiliki kelebihan.

“Secara fisik terlahir tanpa memiliki tangan namun memiliki bakat melukis dengan menggunakan kaki yang sulit dilakukan oleh orang biasa, keistimewaan dan talenta  yang mereka miliki ini harus kita asah sehingga anak anak istimewa ini bisa menyalurkan bakat yang mereka milik,”kata Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menambahkan,   saat ini Gubernur Bali, Wayan Koster tengah membangun Pusat Kebudayaan Bali di daerah Gunaksa, Kabupaten Klungkung.  Di harapkan  di tahun 2025, Kampung Difabel, dapat menjadi tempat pengembangan bakat dari anak anak  yang memiliki kelebihan khusus.

Menurut, Bunda Putri  kehadiran Kampung Difabel  dapat menjadi  tempat bernaung bagi anak anak yang tidak memiliki orang tua sehingga mereka bisa dirawat  dan hidup dengan layak.

“Saya  mengajak semua komponen baik itu para donatur, yayasan bersinergi dengan pemerintah untuk  duduk bersama, berdiskusi agar kedepannya kita dapat mengayomi anak anak istimewa ini  sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan tangguh, bertalenta serta memiliki  kepribadian yang baik,”ujarnya.

Sementara , dalam acara pembukaan Festival Karya Seni Disabilitas Bali turut dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Bunga Bali Nyoman Dana, para donatur serta pemerhati sosial, juga diisi dengan penampilan puisi, Tari Baris Kursi Roda serta Utsawa Dharma Gita oleh anak anak Yayasan Bunga Bali. Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster beserta rombongan juga meninjau pameran yang rencananya akan berlangsung hingga 8 Februari 2022.