- Advertisement -
Beranda blog Halaman 674

Kunjungan Wisatawan ke DTW Jatiluwih Belum Kembali Normal

Pamandangan sawah terasering di DTW Jatiluwih, Kabupaten Tabanan.
Pamandangan sawah terasering di DTW Jatiluwih, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Dibukanya kembali pintu penerbangan internasional di Bali dan gelaran KTT G20 belum berpengaruh siginifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih.

Kunjungan wisatawan ke objek wisata menyuguhkan panorama sawah berundak atau terasering yang terletak di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, itu belum kembali normal.

“Jika saya bandingkan kunjungan 2019 dengan 2022 baru mencapai 50 persen,” kata Asisten Manajer II Badan Pengelola DTW Jatiluwih, I Gede Made Alit Toya Winaya, Jumat (10/2/2023).

Menurutnya, kunjungan wisatawan di DTW Jatiluwih mengikuti perkembangan pariwisata di Bali.

Berdasarkan data kunjungan pada 2019 mencapai 314.443 orang. Sedangkan pada 2022 hanya 182.941 orang didominasi wisatawan asing.

Alit mengungkapkan, keterbatasan infrastruktur terutama akses jalan untuk bus besar menuju Jatiluwih yang belum memadai menjadi salah satu faktor belum normalnya kunjungan wisatawan terutama lokal.

Ia memperkirakan kunjungan mulai meningkat pada awal April 2023 dan puncaknya Agustus.

“Biasanya kunjungan mulai meningkat awal April sampai pertengahan Agustus terutama tamu dari Eropa seperti Prancis, Belanda dan Rusia,” ucapnya. (ana)

Bekerjasama dengan Dinkes, Diskominfos Bali Fasilitasi Booster-2 untuk Media dan Masyarakat Umum

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali mengadakan vaksinasi massal kepada staf, rekan media dan masyarakat umum bertempat di Ruang Rapat Sandat Kantor Diskominfos Provinsi Bali, Kamis, 9 Pebruari 2023.

Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali jumlah vaksin yang disediakan cukup banyak.

“Jumlah vaksin yang telah kami lakukan dari pagi hingga siang ini berjumlah 250,” ungkap Dewa Rai Rustina, Plt. Sekretaris Diskominfos Provinsi Bali.

Ia juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan vaksinasi, Diskominfos Provinsi Bali menyediakan snack berupa bubur kacang hijau kepada seluruh peserta vaksin.

“Untuk tambahan gizi agar tensi tidak naik,” tuturnya.

Menurutnya tensi peserta rawan naik ketika melakukan vaksinasi.

Dengan adanya snack ini diharapkan peserta vaksinasi menjadi lebih rileks dan pelaksanaan vaksinasi menjadi lebih lancar.

Vaksinasi di Diskominfos Provinsi Bali sendiri mendapat tanggapan yang sangat baik dari para peserta vaksinasi.

Apresiasi diberikan oleh masyarakat umum maupun rekan media kepada Pemerintah Provinsi Bali karena dapat melakukan vaksinasi di posko vaksinasi manapun.

“Pelaksanaannya tidak ribet. Hanya perlu menunjukkan KTP dan bukti telah melakukan booster pertama yang dilihat di aplikasi Peduli Lindungi,” ungkap salah satu peserta vaksinasi dari masyarakat umum.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaannya pun cepat dan mudah.

“Hanya 15 menit sudah selesai dan sertifikat bisa dilihat di PeduliLindungi,” imbuhnya.

Diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah melaksanakan vaksinasi booster ke-2 sejak 24 Januari 2023 sesuai dengan dengan Surat Edaran Kemenkes No. HK.02.02/C/380/2023 tentang Vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi masyarakat umum tanggal 20 Januari 2023.

Diharapkan dengan pelaksanaan ini imunitas masyarakat terus terjaga khususnya bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.(AG)

Bawaslu Bali Lakukan Penyamaan Persepsi Terkait Larangan Kampanye Di Tempat Ibadah

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Bawaslu Bali gelar Forum Diskusi terkait dengan Larangan Kampanye di tempat dengan mengundang Anggota KPU Bali, Anak Agung Gede Raka Nakula, Kasubdit I Direktorat Intelkam Politik Polda Bali, I Wayan Sumasa, Perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, Adi Prisnanta, Perwakilan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, I. G.A Diah Yuniti, Organisasi Keagamaan di Bali, dan seluruh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali, Jumat (10/2/2023) di kantornya.

Anggota Bawaslu Bali, I Ketut Rudia menyampaikan bahwa Pasal 280 huruf h Undang – Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu jelas melarang adanya praktik kampanye di tempat ibadah.

Hal tersebut diungkapkannya saat mengawali jalannya diskusi dalam forum yang juga dihadiri oleh Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani serta Anggota Bawaslu Bali lainnya, I Ketut Sunadra.

Forum diskusi ini, jelas Rudia, merupakan penyamaan persepsi terkait dengan sejauh mana sebuah tempat dapat dikategorikan sebagai bagian dari tempat ibadah.

“yang akan kita diskusikan bersama di forum ini adalah larangan kampanye di tempat ibadah, untuk itu, kita perlu menyepakati batasan apa yang dimaksud sebagai definisi tempat ibadah,” kata Rudia.

Menanggapi yang disampaikan Rudia, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Nyoman Kenak menyampaikan bahwa dalam Hindu, yang dimaksud dengan tempat ibadah dibagi menjadi 3 bagian, Nista, Madya, dan Utama beserta wantilannya yang merupakan satu bagian Pura.

“Nista, Madya, Utama termasuk dalam tempat ibadah beserta wantilannya yang merupakan satu bagian pura. Wantilan itu termasuk dalam Nista,” ujar Kenak.

Menambahkan yang disampaikan Kenak, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, Raja Nasution menuturkan bahwa yang dimaksud dengan tempat ibadah menurut islam adalah tempat atau ruang dimana orang melakukan ibadah, yaitu masjid dan halaman masjid.

“tempat ibadah itu masjid, musholla, langgar atau surau, termasuk fasilitas yang ada di halaman tempat-tempat tersebut di atas,” tutur Raja.

Senada dengan Raja, Perwakilan Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Provinsi Bali, Noflin Serapung menuturkan bahwa yang dimaksud dengan tempat ibadah adalah Gereja beserta dengan halamannya.

“Kalau dari Kristen, maka tempat ibadah adalah Gereja dan halaman, beserta aulanya,” papar Noflin.

Menurut Perwakilan Keuskupan Denpasar, Yusdi Diaz yang dimaksud dengan tempat ibadah adalah Gereja dan Kapel.

“Tempat ibadah itu adalah Gereja dan Kapel,” kata Diaz.

Lebih jauh, menurut Majelis Tinggi Agama Khonghucu Provinsi Balu, Adinatha, yang dikategorikan sebagai tempat ibadah adalah Klenteng, Lithang, Xuethang.

“Di 5 tahun yang lalu, kita sudah pernah mendefiniskan nya. Namun ini, kita sinkronisasikan kembali. Ada Klenteng, Lithang, Xuethang,” jelas Adinatha.

Sedangkan menurut Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Provinsi Bali, Romo Gede Karyana menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan tempat ibadah adalah Wihara, Maha Cetiya, Meditasi Center yang bernuansa Budhist, kawasan Wihara termasuk areal parkirnya.

“Di Buddha, itu ada Wihara, Maha Cetiya, Meditasi Center yang bernuansa budhist. Kawasan wihara itu termasuk juga areal parkirnya,” pungkas Romo.

Mengakhiri forum diskusi, disepakati akan dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait dengan larangan kampanye di tempat ibadah, dan akan dilakukan sosialisasi segera setelahnya.(AG)

Dinilai Urgent, Dewan Bakal Godok Ranperda Penyelenggaraan pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

 

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Tahun 2023 DPRD akan membahas 15 Ranperda. Tiga diantaranya adalah Ranperda inisiatif dewan yang dinilai urgent untuk mendukung pelaksanaan program di Pemkab Tabanan. 

Tiga Ranperda yang akan dibahas ini adalah Ranperda Tentang Penyelenggaraan pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Ranperda tentang Inovasi Daerah dan Ranperda Pertanian Berkelanjutan.

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengatakan tiga Ranperda inisiatif dewan perlu diusulkan menjadi Perdana karena dinilai urgent untuk mendukung pembangunan Tabanan. “Total ada 15, tiga diantaranya Ranperda inisiatif dewan,” jelasnya, Jumat (10 Februari  2023)

Sementara itu Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Putu Omardani mengatakan, ada sejumlah hal mendasar tiga buah Ranperda ini didorong menjadi Perda.

Contohnya saja Ranperda tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan diusulkan karena   menurut dia, saat ini pemahaman  tentang Pancasila mulai menurun . Nilai-nilai Pancasila  kembali harus digemakan terutama pada generasi muda  dalam konteks  pengajaran di sekolah termasuk di kampus maupun di masyarakat secara umum.

“Ini sangat urgent karena saya menilai pemahaman terhadap Pancasila di masyarakat mulai menurun. Itu dasar untuk mengajukan Ranperda ini. Semua ini untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Kemudian terkait dengan Ranperda Inovasi Daerah sejalan dengan sudah terbentuknya lembaga BRIDA. “Jadi untuk mendukung program yang dibuat BRIDA perlu adanya aturan sehingga disini menjadi terarah dalam pembangunan,” tegasnya.

Sementara  terkait dengan Ranperda Lahan pertanian Berkelanjutan,  menurut Omardani juga sangat perlu dibuatkan regulasi di daerah. Untuk kawasan pertanian berkelanjutan , maka  tidak boleh ada aktivitas pembangunan sama sekali. Ini sangat bagus untuk tetap mempertahankan keberlanjutan pertanian.

Namun disisi lain, dengan penetapan kawasan pertanian berkelanjutan, akan memberikan dampak luar biasa bagi para petani. Makanya perlu dipikirkan apa hak-hak yang bisa diperoleh petani  ketika lahan mereka jadi kawasan pertanian berkelanjutan.

“Jangan sampai justru masyarakat petani dimiskinkan karena tidak bisa melakukan apa-apa. Maka hak-hak mereka juga harus diperhatikan untuk kemajuan kawasan itu. Jangan sampai seperti ayam mati di lumbung. Untuk itulah Ranperda Pertanian Berkelanjutan akan dibahas dan menjadi prioritas untuk dituntaskan. Ketiga Ranperda inisiatif ini sedang kami kaji,” tandas Politisi asal Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan ini.

PKK Provinsi Bali Turut Berpartisipasi Aktif Wujudkan Visi Pembangunan Pemerintah

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menyampaikan, PKK sebagai mitra Pemerintah Provinsi Bali turut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan visi pembangunan pemerintah Provinsi Bali dengan terus turut melakukan sosialisasi terhadap kebijakan, peraturan dan hasil kerja Pemerintah Provinsi Bali.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Interaktif BAHTERA, Bahagia dan Sejahtera TVRI Bali tentang 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru “Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali”, Rabu (Buda Kliwon, Pahang), 8 Pebruari 2023.

Dirinya berharap masyarakat dapat turut berpartisipasi aktif melalui perannya masing-masing untuk turut membantu pemerintah mewujudkan Visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana melalui Bali Era Baru.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam tahun kelima kepemimpinannya telah menghasilkan 44 tonggak penanda Bali Era Baru yang merupakan hasil kerja nyata Gubernur Bali yang bersinergi dengan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah namun juga berkat dukungan masyarakat.

“Terdapat tiga aspek utama dari 44 tonggak Penanda Bali Era Baru yaitu Manusia, Alam dan Budaya,” ungkap Prof. Damriyasa menjelaskan bagaimana hasil nyata Gubernur beserta jajarannya menata Bali baik secara fundamental dan komprehensif berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sat Kerthi”, paparnya.

Dirinya mengatakan, maka dari itu diperlukan kesabaran seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali Taksu Bali.

“Hal-hal lama yang mungkin hilang atau berubah tergerus baik oleh kemajuan zaman maupun regulasi yang kurang mendukung kita tata kembali, bangkitkan dan perkuat peradabannya,” imbuh Prof. Damriyasa.

Disisi lain Prof. Gelgel Wirasuta menyampaikan bahwa Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali harus diangkat karena merupakan potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bali.

“Kita ini sebenarnya sangat beruntung karena kita diwarisi oleh leluhur mengenai usada-usada tradisional Bali,” ungkap Prof. Gelgel.

Ia menambahkan, Bali sebenarnya memiliki potensi sangat besar dalam Bidang Pelayanan Kesehatan Tradisional karena selain telah diwarisi pengetahuan Usada dalam lontar-lontar, namun juga telah didukung dengan tenaga-tenaga Pengusada profesional terdidik dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI) dan UHN I Gusti Bagus Sugriwa.

Disamping itu juga telah terdapat ikatan Gotra Pangusada yang merupakan ikatan Pengusada atau Pengobat Tradisional Bali yang telah diakui secara nasional.(AG)

Wisatawan Prancis-Belanda Dominasi Kunjungan ke Museum Subak

Museum Subak di Kabupaten Tabanan.
Museum Subak di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Museum Subak di Kabupaten Tabanan mulai menggeliat setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19.

Kunjungan wisatawan ke Museum Subak yang berada di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan itu mulai meningkat sejak pelaksanaan KTT G20 pada tahun 2022.

“Sejak penerbangan dibuka mulai ada (wisatawan) yang datang ke sini,” kata Kepala UPTD Museum Subak Tabanan, Si Putu Putra Eka Santi, Kamis (9/2/2023).

Eka Santi menyebut jumlah kunjungan mencapai 1.527 orang. Rinciannya, 383 warga asing dan 1.144 pengunjung lokal.

Wisatawan asing didominasi berasal dari Prancis dan Belanda. Sedangkan pengunjung lokal rata-rata pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai perbandingan, kunjungan pada 2019 atau sebelum pandemi mencapai 6.080 orang. Terdiri dari 1.124 warga asing dan 4.956 orang pengunjung lokal.

Selama pandemi, jumlah kunjungan per tahun menurun drastis. Pada 2020 hanya 555 orang. Terdiri dari 192 orang pengunjung asing dan 363 orang pengunjung lokal.

Sedangkan di 2021, tercatat ada 156 orang dalam setahun.

Pada Januari 2023 ini, sudah tercatat 28 orang pengunjung yang terdiri dari 13 warga asing dan 15 orang lokal.

“Biasa di awal tahun itu memang sepi wisatawan ke Museum Subak. Nanti pertengahan atau akhir tahun mulai meningkat,” jelas Eka.

Museum Subak masih eksis dengan koleksi barang-barang yang terawat baik. Selain ruang pameran, pengelola juga menyediakan fasilitas outdoor sebagai daya tarik.

Fasilitas itu berupa museum outdoor sebagai replika sistem irigasi Subak di Bali, rumah tradisional Bali, sawah, lapangan tempat bermain anak, dan gazebo sebagai tempat beristirahat. (ANA)

Seorang PMI Asal Badung Meninggal di Kapal Pesiar

PANTAUBALI.COM, Badung – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Badung, Bali, I Ketut Budi Artajaya (52) dilaporkan meninggal karena sakit di kapal pesiar MSC, Mediterranean Shipping Company, Cruises di Amerika Serikat.

Pria yang bekerja sebagai bartender di kapal pesiar berbasis di Jenewa, Swiss itu menghembuskan nafas terakhir di kabin kamarnya pada 12 Oktober 2022.

Jenazah dibawa menggunakan pesawat Turkish Air Line dan dijadwalkan tiba di Bali pada 12 Februari 2023 sekitar pukul 19.30 WITA.

Kadisperinaker Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan, pihaknya menerima informasi meninggalnya seorang PMI pada Kamis (9/2/2023) pagi.

Almarhum beralamat di Perum Cempaka Mas Blok I/19 Banjar Cepaka, Desa Dalung, Kuta Utara Badung.

“Kami mendapat informasi dari perusahaan tempat almarhum bekerja (PT. Bali Paradise Citra Dewata) dan BP3MI Bali perwakilan P3MI pusat tadi pagi,” ungkap I Putu Eka Merthawan.

Berdasarkan laporan medis yang diterima Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung, I Ketut Budi Artajaya meninggal karena Cardiac Arrest, henti jantung.

Merthawan mengaku akan melakukan penjemputan dan mengantar hingga ke rumah duka karena PMI tersebut merupakan pekerja legal.

“Kami dari Disperinaker akan menjemput di bandara kemdian mengantar sampai rumah duka,” ungkap mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung ini.

Disinggung pengiriman jenazah ke Bali yang cukup lama, Eka Merthawan menegaskan sesuai prosedural dari negara Amerika Serikat.

“Kami juga tidak tahu mengapa lama sekali. Prosedur pemulangan jenazah itu beda-beda tiap negara. Kami sudah berusaha kontak-kontak, tapi itu kan kewenangan negara di sana,” tegasnya. (RH)

Dirlantas Polda Bali Minta Personel Intervensi Dini Kerawanan Lalu Lintas

Personel Polda Bali yang terlibat Operasi Keselamatan Agung 2023.
Personel Polda Bali yang terlibat Operasi Keselamatan Agung 2023.

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Ruminio Ardano meminta personel yang terlibat Operasi Keselamatan Agung 2023 mengedepankan kegiatan preemtif melalui pendidikan dan penyuluhan lantas.

Kombes Ruminio Ardano juga menekankan kepada personel melakukan tindakan preventif guna meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Arahan itu disampaikan Kombes Ruminio Ardano saat memimpin apel dalam rangka memastikan kesiapan personel yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Agung 2023 di halaman Polda Bali, Kamis (9/2/2023).

Kombes Ruminio Ardano mengingatkan personel yang terlibat dalam operasi melaksanakan tugas sesuai SOP. Ia juga menekankan supaya melaksanakan deteksi dini, aksi dan intervensi dini terhadap seluruh potensi kerawanan terkait kamseltibcarlantas.

“Lakukan kegiatan edukasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) kepada seluruh masyarakat pengguna jalan secara intens,” tegasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Bali Kombes Satake Bayu mengatakan, melalui operasi yang digelar selama 14 hari tersebut, diharapkan dapat menurunkan angka fatalitas kecelakan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H dan Nyepi Tahun Baru Saka 1945. (AI)

Studi Peran Dharma Wanita di Sektor Pariwisata, DWP Bali Terima Kunjungan DWP Sumbar

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali menerima kunjungan DWP Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Rombongan DWP Sumbar diterima oleh Ketua I DWP Bali Ny. Oka Gede Indra di Bali Tourism Media Centre Kantor Disparda Bali, Kamis (9/2/2023).

Pada kesempatan itu, Ny. Oka Gede Indra didampingi sejumlah pengurus DWP Bali antara lain Ny. Sukra Negara yang menjabat sebagai Sekretaris, Ny. Gede Pramana selaku bendahara dan pengurus lainnya.

Kunjungan dalam rangka studi komparatif tentang peran DWP dalam sektor pariwisata itu juga menghadirkan Kabid Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparda Ni Nyoman Ayu Andriani.

Ketua DWP Sumbar Ny. Lina Hansastri menyampaikan bahwa kunjungan ke Bali dimaksudkan untuk melakukan studi komparatif terkait peran Dharma Wanita dalam sektor pariwisata.

Bali dipilih karena dikenal sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia.

“Kami ingin mengetahui kiat-kiat Bali dalam mengelola sektor pariwisata dan upayanya untuk bangkit dari keterpurukan pasca pandemi Covid-19,” ucapnya.

Ketua I DWP Provinsi Bali Ny. Oka Gede Indra menyampaikan selamat datang kepada rombongan DWP Sumbar dan berterima kasih karena telah menjadikan Bali sebagai objek kunjungan.

Ia berharap, kunjungan ini dapat mempererat jalinan tali silaturahmi antara DWP Bali dan Sumbar.

Menyinggung tentang peran DWP Bali dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata, Ny. Oka menyampaikan bahwa Bali mengembangkan pariwisata berbasis budaya.

Oleh karena itu, program pemerintah diarahkan pada upaya pelestarian dan pengembangan budaya Bali.

“Salah satu agenda rutin yang digelar adalah Pesta Kesenian Bali,” ujarnya.

Ditambahkan olehnya, DWP sebagai organisasi yang mewadahi istri pejabat birokrasi tentunya wajib mendukung program tersebut.

Khusus terkait program pelestarian budaya yang menjadi pilar pengembangan sektor pariwisata, DWP mengambil peran aktif dalam menyukseskan pelaksanaan PKB.

Menambahkan penjelasan Ny.Oka, Ny. Sukra Negara menginformasikan sejumlah pembangunan fisik pendukung sektor pariwisata yang saat ini tengah digarap Pemprov Bali.

“Saat ini tengah dibangun Tower Turyapada, Pusat Kebudayaan Bali dan penataan kawasan Pura Agung Besakih. Seluruh pembangunan itu terkait erat dengan upaya pengembangan pariwisata Bali,” bebernya.

Jika di kemudian hari punya kesempatan kembali berkunjung ke Pulau Dewata, ia berharap DWP Sumbar dapat berkunjung ke objek-objek baru tersebut.

Sementara itu, Kabid Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparda Ni Nyoman Ayu Andriani banyak memberi penjelasan tentang situasi pariwisata Bali yang terpuruk hingga titik nadir saat pandemi Covid-19 mencapai puncaknya.

Seiring dengan mulai melandainya kasus Covid-19, sektor pariwisata Bali mulai bangkit dari keterpurukan.

“Saat ini ibu-ibu melihat jalanan mulai padat. Kalau pada saat pandemi, jalan-jalan sangat sepi,” ujarnya sembari mengatakan bahwa upaya pemulihan Bali tak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang mendapat dukungan dari berbagai komponen.

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri dengan tukar menukar cenderamata.(Rls)

Usaha Penyosohan Beras di Tabanan Tak Maksimal Serap Gabah

Penyosohan beras di Kabupaten Tabanan.
Penyosohan beras di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Penyerapan gabah mengalami penurunan di tingkat peyosohan beras di Desa Bongan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Jumlah penyerapan menurun dari 8 ton menjadi 5 ton per hektarnya. Kondisi tersebut akibat cuaca hujan belakangan ini.

“Saya rasa memang menurun penyerapan gabahnya sejak hujan turun tidak menentu sampai saat ini,”kata pemilik penyosohan beras I Putu Gede Adi Kartika Putra saat ditemui di tempat usahanya di Desa Bongan, Kabupaten Tabanan, Rabu (8/2/2023).

Sementara, harga gabah di tingkat penebas mengalami kenaikan.

“Harga gabah di tingkat penebas Rp 5.800 saat ini. Sedangkan sebelumnya berkisar Rp 5.200 sampai Rp 5.400 perkilonya,”sebutnya.

Menurunnya penyerapan gabah berimbas ke peredaran beras.

“Sebelumnya 5 sampai 7 ton beras dapat diedarkan. Sekarang hanya satu sampai dua ton beras per harinya untuk wilayah Tabanan dan seputaran Denpasar”, ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, ia terpaksa melakukan pembagian penyaluran beras agar tetap merata sehingga tidak menimbulkan kelangkaan di tingkat pedagang maupun pembeli.

Kartika Putra sangat berharap kepada pemerintah dalam hal ini Bulog untuk bisa saling bersinergi dalam upaya mengatisipasi kelangkaan serta mengontrol harga beras agar selalu tetap stabil. (AG)