- Advertisement -
Beranda blog Halaman 670

Sambut Petinggi Provinsi Hainan, Wagub Cok Ace Kenalkan Tradisi dan Kebudayaan Bali di Ubud

PANTAUBALI.COM, Gianyar – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyambut Delegasi Provinsi Hainan yang diketuai oleh Sekretaris Komite Provinsi Hainan Shen Xiaoming bertempat di Puri Agung Ubud, Ubud, Gianyar pada, Minggu (19/2/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace memperkenalkan kesenian dan kebudayaan Bali yang masih kental dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Ia mengungkapkan, bahwa Ubud merupakan sebuah desa yang merupakan salah satu destinasi paling diminati di Bali.

Bahkan Ubud pernah menjadi salah satu dari lima besar Desa Terbaik versi majalah Travel and Leisure New York pada tahun 2021.

“Untuk itu kami ingin memperkenalkan Desa kami pada Yang Mulia sekaligus sambil menikmati kebudayaan kami yang masih dilakukan sehari-hari oleh masyarakatnya,” tuturnya Wagub Cok Ace.

Guru Besar ISI ini juga menjelaskan tentang Puri Ubud, tempat para Raja Ubud terdahulu serta keturunan Raja tinggal.

Ia menjelaskan bahwa meskipun gelar Raja sudah tidak lagi disematkan pasca Indonesia merdeka, namun jalinan hubungan dengan masyarakat masih sangat erat.

“Sehingga Puri Ubud juga bisa dikatakan menjadi salah satu sentral kebudayaan di Ubud. Bahkan beberapa Presiden Indonesia sudah berkunjung ke Puri Ubud seperti Presiden I Bapak Soekarno, Presiden IV Bapak Abdurrahman Wahid, Presiden V Ibu Megawati Soekarno Putri, Presiden VI Susilo Bambang Yudhoyono serta Presiden RI saat ini Joko Widodo,” imbuhnya.

Wagub Cok Ace berharap melalui kunjungan singkat ini ke Ubud bisa mempererat kerja sama yang baik antara Bali dan Hainan.

“Kami harap kunjungan Yang Mulia ke Ubud bisa sekaligus mempromosikan Bali,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Penglingsir Puri Ubud sekaligus kakak Wagub Cok Ace Tjokorda Putra Sukawati.

Menurutnya hubungan persaudaraan antara Bali dan Tiongkok sudah terjalin sangat lama. Contoh kecilnya bisa dilihat dari bangunan di Puri Ubud, karena banyak motif ukiran yang dipengaruhi oleh Tiongkok.

“Kita menyebutnya dengan nama Patra Cina. Bahkan warna emas dan merah di ukiran tersebut dipengaruhi oleh kebudayaan Tiongkok,” jelasnya seraya mengatakan masih banyak kebudayaan Bali yag dipengaruhi oleh kebudayaan Tiongkok.

Sejak dibukanya Ubud kepada turis asing, menurutnya Ubud sudah menjadi pusat seni dan budaya di Bali.

Untuk itu besar harapannya delegasi bisa mempromosikan seni dan budaya Bali di Hainan.

“Saya berharap kedepan kita juga bisa berkolaborasi membuat event budaya di masing-masing negara, sehingga kami akan dengan senang hati menjadi host,” tandasnya.

Kekaguman akan kesenian dan kebudayaan Bali tak henti-hentinya dilontarkan oleh Shen Xiaoming. Siang itu pun ia mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Ubud adalah berkat saran dari Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang.

“Dalam kunjungan saya ke Jakarta beberapa hari yang lalu, beliau mengatakan pada saya jika ingin melihat kesenian dan kebudayaan yang kental di Bali harus mengunjungi Ubud, dan sekarang hal tersebut menjadi keputusan terbaik saya,” ungkapnya.

Bahkan, ia mengungkapkan saking tertariknya kepada Ubud, kami memperpanjang waktu kunjungan kami.

“Setelah melihat berbagai atraksi kesenian dan kebudayaan tadi, saya sampai tidak ingin pulang dan ingin berlama-lama di sini,” imbuhnya.

Senada dengan Wagub Cok Ace dan Penglingsir Puri Ubud Tjokorda Putra Sukawati, Shen Xiaoming juga berharap kunjungan delegasi yang dipimpinnya kali ini ke Ubud bisa mempromosikan pariwisata Bali pada umumnya dan Ubud pada khususnya.

“Kami tentu saja dengan senang hati akan memberitakan kunjungan kami kali ini kepada masyarakat Hainan dan mengajak mereka untuk mengunjungi Bali khususnya Ubud,” tutupnya.

Sebelum mengunjungi Puri Ubud, rombongan delegasi berkesempatan mengunjungi Museum Puri Lukisan Ubud sembari melihat koleksi museum serta membuat guratan aksara lontar lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki ke Puri Ubud.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok untuk Bali Zhu Xinglong serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun.(Rls)

Buronan Interpol Kasus Ganja 160 Kg Dipulangkan ke Italia

Jumpa pers terkait ekstradisi buronan Interpol berinisial AS (32) di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Minggu (19/2/2023).
Jumpa pers terkait ekstradisi buronan Interpol berinisial AS (32) di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Minggu (19/2/2023).

PANTAUBALI.COM, Badung – Buronan Interpol berinisial AS (32) yang hampir tiga minggu menjalani penahanan di Rutan Polda Bali dipulangkan ke Roma, Italia, Minggu (19/2/2023).

AS menjalani proses hukum di negaranya terkait dugaan peredaran ganja seberat 160 kilogram.

“Yang bersangkutan adalah subjek red notice Interpol sejak 2016,” ujar Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Bali, Barron Ichsan saat jumpa pers di aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Minggu (19/2/2023).

Proses ekstradisi AS ke Italia mendapat pengawalan ketat tiga personel dari Polda Bali dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri. Namun, pihak Imigrasi merahasiakan jadwal penerbangan demi keamanan.

“Hasil koordinasi Interpol Indonesia dengan Italia, yang bersangkutan kami antar,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto yang turut hadir pada kesempatan itu.

Sekadar mengingatkan, AS yang memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu Italia dan Australia ditangkap tim gabungan Divhubinter Polri dan Imigrasi Ngurah Rai saat transit di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 2 Februari 2023. Kemudian, ia ditahan di Rutan Polda Bali.

Ia berangkat dari Malaysia hendak menuju Australia. Saat ditangkap, AS mengaku sebagai pengusaha properti di Negeri Kanguru. (ana)

Ketua DPRD Tabanan Ingatkan Warga NU Tidak Terpancing Informasi Hoax Jelang Pemilu

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga berharap kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk selalu menjaga keharmonisan umat beragama.

Harapan itu disampaikan I Made Dirga saat menghadiri  Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) warga NU serangkaian peringatan Isra Miraj di SD Islam Tabanan, Sabtu (18/2/2023).

Tak hanya menjaga keharmonisan umat beragama, I Made Dirga juga berpesan kepada warga NU untuk tidak mudah terpancing informasi bohong alias hoax di media sosial menjelang Pemilu 2024.

“Kami berharap setiap individu atau kelompok bisa menahan diri, jangan mudah terpancing dengan isu yang tidak jelas di media sosial,” ujar Dirga.

Dia juga mengajak warga NU di Tabanan untuk aktif mengikuti program pemerintah soal vaksinasi booster tahap kedua sehingga memiliki herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19.

“Mari bersama-sama menyukseskan program pemerintah sehingga kita bisa aman dari Covid-19,” harap Dirga. (agn)

Nasi Bejek Khas Kerambitan, Murah dan Enak

Nasi bejek dengan pelengkap soto ayam.
Nasi bejek dengan pelengkap soto ayam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bali terkenal akan wisata kuliner dengan makanan khas seperti  lawar, sate lilit, dan ayam betutu. Ada juga menu yang tak kalah menggugah selera, yaitu nasi bejek di wilayah Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

Biang Santi membuat nasi bejek di warungnya.
Biang Santi membuat nasi bejek di warungnya.

Salah satu tempat favorit masyarakat menikmati nasi bejek di Warung Sari Madu milik Biang Santi (50) di Banjar Dangin Pangkung, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan.

Ditemui pantaubali.com, Biang Santi mengaku sudah 10 tahun menekuni usaha kuliner ini dengan sajian nasi putih, kelapa parut goreng, bawang goreng, ayam suwir, serta basa genep (bumbu rempah khas Bali).

Nasi dengan bumbu genep dicampur menjadi satu dalam wadah kemudian dihidangkan dalam piring dengan ayam suwir, telur, sayur mie, sambal cabai dan soto ayam sebagai pelengkap.

Makanan ini memiliki cita rasa yang khas dan gurih. Biasanya, masyarakat berburu nasi bejep untuk sarapan. Biang Santi berjualan dari pukul 05.00 WITA sampai pukul 21.00 WITA.

“Buka  sampai jam sembilan malam tergantung habisnya. Malamnya juga menyiapkan bumbu untuk dipakai berjualan besok paginya,” kata Biang Santi, Sabtu (18/2/2023).

Harga satu porsi nasi bejek beserta menu pelengkapnya cukup terjangkau, yaitu Rp 8.000. Dalam sehari, Biang Santi bisa menjual sampai 100 porsi. (ana)

Perempuan Asal NTT Ini Nekat Simpan Orok di Lemari

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Nekat seorang perempuan asal Soe, NTT diduga sengaja menggugurkan janin dalam kandungannya.

Perempuan berinisial M ini nekat menyimpan orok diperkirakan berusia 7 bulan di dalam lemari tempat kostnya di daerah Sumerta, Denpasar Timur.

Aksi M akhirnya di ketahui salah satu keluarga M yang saat itu diminta mengambil daging oleh M di dalam lemari agar dibuang, Sabtu (11/2/2023).Bukan daging diambil melainkan orok di dalam lemari di kamar kostnya.

Melihat hal tersebut akhirnya keluarga M melaporkan kejadian dialami keluarganya ke pihak Kepolisian.

Setalah dilaporkan akhirnya pihak kepolisian membawa orok tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar.

M, menurut pengakuan keluarganya mengalami pendarahan karena tumor selanjutnya dirawat di salah satu Rumah Sakit di Denpasar. Akan tetapi setelah ditanya pihak keluarga, M mengaku mengalami keguguran setelah minum jamu.

“Katanya ada tumor, dia membohongi kita semua,”ucap salah satu keluarga M, belum lama ini, (Jumat (17/2/2023).

Kejadian dialami M dirasa aneh oleh pihak keluarga lantaran  tidak ada tindak lanjut dari pihak Kepolisian, dengan alasan berkas telah dicabut oleh pihak keluarga.

Pihak keluarga mengetahui M menjalin hubungan dengan seorang pria berprofesi sebagai satpam.

Atas kejadian menimpa keluarganya tersebut akhirnya pihak keluarga akhirnya berkonsultasi kepada aktivis anak dan perempuan, Siti Sapurah.

Siti Sapurah yang juga advokat ini menjelaskan, Jumat (17/2/2023) di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 perubahan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, menerangkan anak punya hak hidup dari sejak dalam kandungan sampai 18 tahun.

Sesuai pengakuan ibu korban yakni M, dalam kasus ini korban dibunuh secara paksa dengan cara aborsi, sehingga melanggar Pasal 346, 347, dan 348 KUHP.

Ipung mengatakan, apabila kejadian telah dilaporkan ke polisi, perkara ini harus diproses demi hukum dan demi anak-anak yang mempunyai hak hidup.

“Karena anak ini sesuai pengakuan ibunya diaborsi. Artinya ada peristiwa pembunuhan. Siapa yang bertanggung jawab? Adalah orang yang melakukan, yakni orang tua korban. Polisi harus tindak lanjut laporan ini demi anak-anak,” tutupnya,. (Ag)

UPTD BLK Tabanan Buka Pelatihan Kerja, Menjahit sampai Barista

Pebukaan pelatihan kerja di UPTD LLK Tabanan, Jumat (18/2/2023).
Pebukaan pelatihan kerja di UPTD LLK Tabanan, Jumat (18/2/2023).

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kabupaten Tabanan kembali membuka kelas pelatihan berbasis kompetisi, Jumat (17/2/2023).

Kepala UPTD BLK I Gede Nengah Sugiarta menuturkan, program pelatihan gelombang I menerima 64 peserta yang dibagi dalam empat kelas, yaitu barista, pembuatan roti kue, menjahit pakaian dengan mesin dan SPA terapis.

“Pelatihan ini disesuaikan dengan trend kerja di Tabanan saat ini,” kata I Gede Nengah Sugiarta.

Peserta mendapat pelatihan selama sebulan atau lebih tergantung jam pelajaran yang diambil.

“Lama pelatihan ini tergantung dari JP (jam pelajaran) yang diambil peserta. Kelas menjarit paling lama 35 hari dengan JP 280,” ujar Sugiarta.

Para peserta dilatih oleh ASN dan tenaga pelatih yang sudah berpengalaman serta mendapat uang saku Rp25 ribu.

Sugiarta mengungkapkan, program pelatihan yang sudah berlangsung selama empat tahun ini telah mencetak lulusan tenaga kerja yang berkompeten.

Beberapa dari mereka membuka lapangan pekerjaan sendiri dan bekerja di luar negeri.

“Tahun 2022 banyak yang berangkat ke luar negeri bekerja di SPA dan ada juga menjadi barista di Australia. Satu orang bekerja di pabrik roti di Jepang,” ucapnya. (ana)

Wagub Cok Ace Terima Kunjungan Komisi X DPR RI

PANTAUBALI.COM, Denpasar- Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima rombongan Komisi X DPR RI yang melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Jumat (17/2/2023).

Rombongan Komisi X yang dipimpin Agustina Wilujeng Pramestuti diterima di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali. Sesuai dengan lingkup tugas Komisi X DPR RI, dalam pertemuan itu Pemprov Bali menghadirkan komponen terkait di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi, bidang pemuda dan olahraga serta perpustakaan.

Wagub Cok Ace dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Komisi X DPR RI ke Daerah Bali.

Menurutnya, kunjungan kerja dalam masa reses ini memiliki makna yang sangat strategis. Karena kegiatan ini menjadi media komunikasi bagi jajaran Komisi X DPR RI untuk menggali masukan dari pemangku kepentingan di daerah, khususnya yang berkaitan dengan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi, bidang pemuda dan olahraga serta perpustakaan.

“Semoga kegiatan ini menjadi media komunikasi efektif antara Pemprov Bali dan pemerintah pusat melalui DPR RI,” ujarnya.

Terkait dengan lingkup tugas Komisi X, Wagub Cok Ace yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali menyampaikan bahwa Pemprov Bali senantiasa berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan upaya memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi, bidang pemuda dan olahraga serta perpustakaan.

Namun ia menyadari, dalam pelaksanaannya masih muncul sejumlah persoalan, khususnya yang menyangkut implementasi regulasi pusat di daerah yang masih membutuhkan evaluasi dan penyesuaian. Oleh sebab itu, ia berharap seluruh stakeholder yang hadir dalam pertemuan memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan masukan kepada jajaran Komisi X DPR RI.

“Saya berharap, kegiatan ini dapat merumuskan kerjasama yang efektif yang membantu pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik,” cetusnya.

Sementara itu, Agustina Wilujeng Pramestuti selaku pimpinan rombongan menyampaikan bahwa Bali mendapat perhatian komisinya karena sektor pariwisata menjadi lingkup kerja Komisi X DPR RI.

Guna mengoptimalkan pengembangan sektor pariwisata, saat ini Komisi X DPR RI tengah menggodok RUU Kepariwisataan yang merupakan revisi atas UU Nomor 10 Tahun 2009.

Menurutnya, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia, Bali sangat berkepentingan dengan RUU ini.

Oleh sebab itu, ia sangat berharap masukan dari stakeholder pariwisata untuk penyempurnaan draft RUU.

“Indonesia harus bergegas karena negara-negara lain sedang berpacu membenahi sektor pariwisata,” ujar perempuan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini.

Salah satu point penting dari revisi UU ini adalah perjuangan untuk menjadikan kepariwisataan menjadi urusan wajib. Karena dengan menjadi urusan wajib, sektor pariwisata akan memperoleh perhatian lebih besar khususnya dalam kaitan dengan alokasi anggaran.

Pada bagian lain, Agustina juga menyinggung keberadaan perpustakaan. Ia berharap, perpustakaan mengadopsi kemajuan teknologi dan tak hanya fokus pada kegiatan mengoleksi buku.

“Perpustakaan harus menjadi tempat transfer knowledge dan terkoneksi dengan sektor lain. Perpustakaan bukan hanya menarik orang untuk membaca, tapi mampu menggerakkan mereka untuk mengimplementasikan apa yang diperoleh dari bacaan, itulah prinsip literasi,” tuturnya.

Pada sesi diskusi, banyak mengemuka aspirasi menyangkut persoalan di bidang pendidikan. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali menyampaikan sejumlah persoalan yang saat ini dihadapi sekolah swasta.

Persoalan itu antara lain makin berkurangnya jumlah siswa karena pemerintah terus membangun sekolah baru. Untuk itu, BMPS berharap pemerintah mengevaluasi pembangunan sekolah baru dan memberi perhatian pada keberadaan sekolah swasta agar tetap bisa bertahan.

Selain itu, BMPS juga minta kajian terkait pengangkatan guru berstatus PPPK agar bisa ditempatkan di sekolah swasta. Seluruh masukan dan aspirasi tersebut juga disampaikan secara tertulis dan akan menjadi bahan evaluasi dari Komisi X DPR RI. Acara diakhiri dengan tukar menukar cendera mata.(Rls)

Gubernur Bali Sampaikan Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi di Kick-Off Meeting 10th World Water Forum

PANTAUBALI.COM, Jakarta – Pidato Gubernur Bali, Wayan Koster tentang Pemuliaan Sumber Air melalui Upakara Tumpek Uye di Kick-Off Meeting 10th World Water Forum mendapatkan apresiasi dan sambutan antusias oleh 1.500 peserta dari 56 negara yang hadir pada, Rabu 15 Februari 2023 di Jakarta Convention Center.

Memasuki Hari ke-2 pelaksanaan Kick-Off Meeting 10th World Water Forum, Kamis,16/2/2023 di Jakarta Convention Center, Honorary President, World Water Council asal Brazil, Benedito Braga mendatangi langsung Gubernur Bali, Wayan Koster dengan menyampaikan, sangat terkesan dan tersentuh oleh pidato Bapak Wayan Koster.

Honorary President, World Water Council, Benedito Braga mengungkapkan Bapak Gubernur Bali saat berpidato menyampaikan Nilai – Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi yang salah satunya mengambil nilai Danu Kerthi dengan memiliki arti penyucian dan pemuliaan sumber air.

Masyarakat Bali di dalam melaksanakan penyucian dan pemuliaan sumber air juga disebutkan oleh Bapak Gubernur Bali, menggunakan Nilai-nilai Kearifan Lokal Bali untuk menghargai air, salah satunya melalui Upakara Tumpek Uye.

Masyarakat Bali juga memiliki budaya pengaturan air dalam sistem pertanian yang dikenal dengan Subak.

Subak adalah sistem irigasi yang dikelola dengan prinsip-prinsip keadilan, keterbukaan, harmoni, dan kebersamaan melalui suatu organisasi masyarakat yang menjadikan masyarakat petani di Bali serasi dengan alam untuk mencapai hasil panen organik yang optimal.

“Karena itulah, Saya sangat terkesan dan tersentuh dengan pidato Bapak Wayan Koster”, katanya.

Mengakhiri pertemuannya, Honorary President, World Water Council asal Brazil, Benedito Braga menyampaikan, belum pernah ke Bali, namun dirinya menyampaikan pastikan akan ke Bali bersama keluarga saat acara World Water Forum ke-10 yang akan dilaksanakan pada tanggal 18-24 Mei 2024 di Bali.

President of the Republic of Tajikistan, Sultan Rahimzoda dalam kesempatan yang sama juga menemui Gubernur Bali, Wayan Koster dengan menyampaikan permohonan undangan agar berpidato di New York, Amerika Serikat pada tanggal 21-22 Maret 2023 dalam acara World Water Forum Amerika Serikat.

“World Water Forum Amerika Serikat adalah pertemuan besar untuk membahas air secara menyeluruh, karena itu dalam kesempatan ini Saya bertemu Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster agar berkenan berpidato di New York menyampaikan Budaya, Tradisi, dan Nilai – Nilai Kearifan Lokal Bali di dalam memuliakan air, serta berpidato terkait komitmen politik yang telah dilakukan secara nyata melalui kebijakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut, yang mulai berlaku tanggal 29 Mei 2020 dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang TataTiti Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru,” ujar President of the Republic of Tajikistan, Sultan Rahimzoda seraya mendoakan Bali agar sukses menyelenggarakan World Water Forum ke-10 yang akan dilaksanakan pada tanggal 18-24 Mei 2024 mendatang.

Dalam kegiatan internasional, Gubernur Bali, Wayan Koster sebelumnya juga mendapatkan kehormatan untuk berpidato pada acara Groundwater SUMMIT 2022 di Markas Besar UNESCO, Paris, Francis pada tanggal 6-8 Desember 2022.

Dalam pidato tersebut, Gubernur Bali menyampaikan, Visi Pembangunan Bali, yaitu ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang bersumber pada Nilai – Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi, khususnya Danu Kerthi yang memiliki arti Penyucian dan Pemulian Air sebagai sumber kehidupan manusia secara Niskala dan Sakala yang dirayakan oleh masyarakat Bali pada Rahina Tumpek Uye serta dilaksanakan dengan kebijakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut.

Atas apresiasi tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster yang menggunakan busana Adat Bali dihadapan Honorary President, World Water Council, Benedito Braga dan President of the Republic of Tajikistan, Sultan Rahimzoda menegaskan, bahwa kita hidup tidak bisa tanpa air, air adalah budaya dan peradaban, dan air adalah komitmen politik yang diwujudkan secara nyata melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut, dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru untuk melakukan penyucian dan pemuliaan sumber air, guna terwujudnya kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia.(Rls)

Pipa Zaman Belanda di Desa Riang Masih Dimanfaatkan Alirkan Air ke Pelanggan

Peserta pelatihan teknik dan senior Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan mengecek jalur pipa peninggalan Belanda di Riang Gede.
Peserta pelatihan teknik dan senior Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan mengecek jalur pipa peninggalan Belanda di Riang Gede.

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan masih memanfaatkan pipa peninggalan Belanda di Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, untuk mengalirkan air ke beberapa pelanggan.

“Pipa peninggalan Belanda di mata air Riang Gede disalurkan ke reservoar Pesiapan sepanjang kurang lebih 3 kilometer untuk ke beberapa pelanggan di daerah Tabanan,”ujar Kasubbag Humas Perumda TAB, I Wayan Agus Suanjaya.

Menurutnya, kondisi pipa peninggalan Belanda tersebut hingga kini masih bagus dan layak pakai.

Pengecekan jalur pipa tersebut rutin dilakukan dengan melibatkan peserta pelatihan teknik dan senior di TAB Kabupaten Tabanan. (agn)

Oplos Gas Elpiji di Kebun, Pria asal Badung Terancam 6 Tahun Penjara

Pengoplos gas elpiji Anak Agung Gede Oka Astawa ditanya Kapolres Badung AKBP Leo Deddy Defretes saat jumpa pers, Jumat (17/2/2023).
Pengoplos gas elpiji Anak Agung Gede Oka Astawa ditanya Kapolres Badung AKBP Leo Deddy Defretes saat jumpa pers, Jumat (17/2/2023).

PANTAUBALI.COM, Badung – Satuan Reskrim Polres Badung menggerebek tempat pengoplosan elpiji di Perum Darmasaba, Banjar Peninjaoan, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

Barang bukti tabung gas elpiji ukuran 3 kg dan 50 kg disita polisi.
Barang bukti tabung gas elpiji ukuran 3 kg dan 50 kg disita polisi.

Polisi mengamankan pemilik usaha, Anak Agung Gede Oka Astawa (50) dan menyita ratusan tabung gas elpiji ukuran 3 kg dan 50 kg, serta mobil pikap yang dipakai operasional.

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes mengungkapkan, pelaku melakukan pengoplosan di sebuah kebun di Perum Darmasaba, Banjar Peninjoan.

“Pelaku memindahkan isi tabung elpiji 3 kg subsidi ke tabung 50 kg non subsidi menggunakan pipa atau stik besi,”ujar Leo Dedy Defretes saat jumpa pers, Jumat (17/2/2023).

Pengisian satu tabung elpiji 50 kg memerlukan sekitar 18-19 tabung 3 kg dengan harga jual Rp500 sampai Rp550 ribu. Usaha ilegal ini dilakoni pria asal Sibang, Badung itu sejak awal Januari 2023.

Polisi melakukan penggerebekan pada Senin (13/2/2023) sekitar pukul 11.00 WITA.
Dari TKP disita barang bukti 22 tabung elpiji 50 kg, 11 buah stik untuk memindah isi tabung gas elpiji, 153 tabung elpiji 3 kg, satu timbangan elektrik, satu alat congkel karet gas elpiji, serta mobil pikap.

Kapolres menegaskan, pelaku melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan atau LPG yang disubsidi pemerintah sesuai Pasal 55 Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja sebagaimana telah diganti dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

“Ancaman hukumannya enam tahun penjara,”tegasnya. (kom)