- Advertisement -
Beranda blog Halaman 662

Modus Baru Peredaran Narko-Politik, Kepala BNN : Tidak Boleh Terjadi di Bali   

Kepala BNN Komjen Petrus Golose di acara gema War on Drugs di BNDCC Nusa Dua, Selasa (7/3/2023).
Kepala BNN Komjen Petrus Golose di acara gema War on Drugs di BNDCC Nusa Dua, Selasa (7/3/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose menyebut adanya modus baru peredaan gelap narkotika, yaitu Narko-Politik.

 

Peredaran narkoba itu disinyalir melibatkan tokoh politik.

 

“Saya baru balik dari Sumatera Selatan, sekarang juga menurut Kapoldanya, menurut Kepala BNPP, menurut Gubernurnya, ada yang dinamakan dengan narko-politik,” ungkap Komjen Golose di acara menggemakan War on Drugs di Nusa Dua, Selasa (7/3/2023).

 

Golose menyampaikan adanya indikasi tokoh politik melakukan kegiatan semisal organ tunggal, musik remix.

 

“Mereka mengumpulkan massa kemudian mengedarkan narkotika,” ujarnya.

 

Golose mengaku telah berkomunikasi dengan Kapolda Sumatera Selatan agar menghentikan acara organ tunggal yang mengundang massa karena dijadikan ajang membagikan narkotika.

 

“Ini tidak boleh terjadi, di mana saja, di semua tempat, termasuk di Bali, itu tidak boleh,” tegasnya.

Gema War on Drugs Raih Rekor MURI

Badan Narkotika Nasional (BNN) memecahkan Rekor MURI kategori menyanyikan Mars memerangi narkoba secara hybrid melibatkan 3,6 juta orang di Bali Nusa Dua Convention Center (BINDCC), Selasa (7/3/2023).

 

Gema War on Drugs dalam rangka menyambut HUT ke-21 BNN itu dipusatkan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

 

Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose bertindak sebagai konduktor melantunkan lagu bertajuk ‘anti narkotika’. Pesertanya dari kalangan ASN, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat berasal dari 34 provinsi.

 

“Kegiatan ini sebagai bentuk perang melawan narkoba melalui soft power approach,”tegas Komjen Golose kepada wartawan.

 

Menurutnya, keterlibatan peserta dalam acara ini disesuaikan dengan tingkat prevalensi pengguna narkotika tahun 2021 mencapai 3,6 juta lebih.

 

Bahkan, Komjen Golose juga mendapat inspirasi dari kisah seorang anak menyanyikan lagu narkoba musuh bersama.

“Ternyata bapak dari anak ini seorang pengguna narkoba dan ditegurnya lewat menyanyi,”ucapnya.

 

“Menyanyi untuk melawan narkotika. Dengan melakukan ini kalau teorinya secara psikologi katanya teori kognitif. Karena diulang-ulang, dirasakan sehingga bisa mengajak bukan hanya kita datang ceramah tentang bahaya narkotika,” imbuh mantan Kapolda Bali ini. (kom)

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Bagikan PMT dan APE Untuk Anak PAUD dan TK se-Kabupaten Tabanan

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Sebagai langkah lanjutan guna meningkatkan status gizi dan memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, sekaligus upaya dalam penanganan Stunting, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Bunda PAUD Tabanan, selalu berkomitmen memberikan dukungan dan bantuan melalui berbagai program.

Kali ini, pihaknya kembali mendistribusikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan APE (Alat Permainan Edukatif) kepada Anak PAUD dan TK di seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan, Selasa, (7/3/2023).

Penyerahan PMT dan APE kali ini dilaksanakan oleh Bunda Rai di Kecamatan Kediri dan Marga yakni di TK Negeri Kediri dan TK Negeri Marga.

Dimana, pemberian PMT ini merupakan agenda kedua dari rangkaian roadshow yang dilaksanakan pada seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan dan diperuntukan untuk Siswa PAUD se-Kabupaten Tabanan, dengan jumlah bantuan sebanyak 1000 Paket.

Sedangkan bantuan APE berupa alat permainan tangga tali, Perosotan, Sudut Budaya, diberikan kepada 11 TK Negeri yang ada di Kabupaten Tabanan.

Kedatangan Bunda PAUD yang saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan Perbekel setempat serta, Bunda Paud Kecamatan dan Bunda Paud Desa, disambut riuh ramai Siswa TK Negeri Kediri yang begitu antusias.

Nampak juga saat itu Kepala Sekolah TK Negeri Kediri, Guru beserta jajaran, juga orang tua siswa yang kebetulan saat itu mendampingi anaknya.

Dalam kunjungannya saat itu, Bunda Rai tak hanya menyerahkan PMT dan APE sebagai fasilitas penunjang bermain anak, tapi juga sekaligus meninjau kondisi ruang belajar di TK Negeri Kediri dan TK Marga, di mana di kedua TK tersebut fasilitas dan kondisi belajar masih membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Bunda Rai pun berkomitmen akan terus memantau dan mengusulkan pemberian bantuan rehab ruang belajar khususnya PAUD/TK kepada Bapak Bupati Tabanan. Di samping itu pihaknya juga terus menerus mensosialisasikan terkait penanganan stunting secara umum di masing-masing TK.

“Tujuan saya hari ini memberikan PMT adalah untuk bersama-sama kita memperhatikan gizi anak-anak kita terutama dalam upaya kita mencegah atau menurunkan angka stunting di Kabupaten Tabanan.Meskipun angka stunting di Tabanan tidak terlalu tinggi, sangat perlu untuk diturunkan kembali dan beberapa waktu lalu, saya juga melaksanakan bhakti sosial dengan IDAI Cabang Bali dalam rangka menurunkan angka stunting di Tabanan,” ujar Bunda Rai.

Pentingnya percepatan penurunan angka stunting di Tabanan guna membentuk generasi muda yang handal, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menekankan bahwa penurunan angka stunting dapat dilakukan semenjak pra nikah.

Dimana dilakukan pendidikan ataupun memberikan edukasi kepala calon mempelai, bagaimana menjadi pasangan yang sehat, baik jasmani maupun rohaninya, sehingga dapat melahirkan anak-anak yang sehat.

“Kemudian juga pada kesempatan ini titiang membawa misi pemerintah, terutama Bapak Bupati, bahwa untuk menurunkan angka stunting dari pra nikah tersebut ada program yang namanya Semara Ratih. Nah Semara Ratih itu, disana kita akan diberikan edukasi pendidikan kepada calon pengantin untuk menyiapkan Ibu yang sehat yang diharapkan nanti melahirkan anak-anak yang sehat pula,” imbuh Bunda Rai kerena sangat menyadari bahwa stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Semisal stunting itu bukan hanya datang dari kurangnya asupan makanan yang bergizi, namun juga bisa datang dari pola asuh yang salah.

Namun Bunda Rai sangat bersyukur bahwa angka stunting di Tabanan masih cukup rendah dan masih bisa dicegah sedari dini melalui berbagai program dan kegiatan sekaligus bekerjasama dengan berbagai pihak terkait.

“Makanya tiang konsen untuk pemberian makanan tambahan dan tentu PMT ini tidak akan bisa secara langsung menurunkan angka stunting karena kepenuhan gizi anak-anak seutuhnya ada di rumah masing-masing. Ini adalah peran orang tua dan ini sangat penting, bagaimana caranya ibu-ibu , bapak-bapak semua untuk tetap memperhatikan gizi dan pola asuh anak-anaknya di rumah,” tegas Bunda Rai.

Senada dengan Bunda Rai, Gusti Ngurah Darma Utama selaku Kadis Pendidikan Tabanan, berharap melalui kegiatan ini dapat menjaga kesehatan anak dan memastikan tumbuh kembang anak menjadi generasi muda yang handal guna membangun Tabanan kedepan.

Selain itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Bunda PAUD Tabanan karena telah memperhatikan sarana dan prasarana serta pemenuhan gizi peserta Didik PAUD di Kabupaten Tabanan, serta berharap juga agar kegiatan ini berkelanjutan kedepannya.(Rls)

Duo WNA Sekongkol Curi Barang di Bandara Ngurah Rai, Ini Modusnya

Dua WNA tutupi wajah saat jumpa pers di Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai, Selasa (7/3/2023).
Dua WNA tutupi wajah saat jumpa pers di Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai, Selasa (7/3/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus pencurian barang penumpang melibatkan dua warga Aljazair berinisial AHB (38), dan HR alias Ahmad (49), Selasa (7/3/2023).

Kapolres Kawasan Bandara Ngurah Rai AKBP Ida Ayu Wikarniti mengungkapkan, penangkapan kedua pelaku bermula adanya laporan dari perempuan asal Surabaya berinisial DKDN. Ia kehilangan tas selempang setibanya di terminal kedatangan, Jumat (3/3/2023) sekitar pukul 23.30 WITA.

“Korban baru tiba dari Dubai, dan langsung ke parkiran mobil, tapi tasnya ketinggalan di sebelah taksi online. Saat  kembali, tasnya hilang berisi HP dan pakaian,” ujar Wikarniti didampingi Kasat Reskrim Iptu Rionson Ritonga.

Menerima laporan, polisi berkoordinasi dengan Avsec dan Superviso Non Terminal Protection Landside untuk pencarian CCTV.

 

Pada Sabtu (4/3/2023) sekitar pukul 00.24 WITA, polisi menerima laporan dari warga Rusia berinisial S (20) mengaku kehilangan pasport di area lobi.

 

Belum tuntas dua laporan, polisi kembali mendapat pengaduan dari warga Amerika Serikat bernisial LSG (19) yang kehilangan tas berisi laptop dan beberapa buku.

 

“Total kerugian yang dialami ketiga korban mencapai Rp131,5 juta,”bebernya.

 

Tak perlu waktu lama, kedua pelaku teridentifikasi melalui rekaman CCTV. Dalam beraksi, AHB bertugas mengalihkan perhatian dan HR mengambil barang.

 

 

AHB diamankan di toilet timur Multi Level Car Parking (MLCP) Internasional lantai satu.Sedangkan HR dibekuk di sekitar parkiran dekat Masjid.

 

“Kedua pelaku mengaku terpaksa mencuri karena tak punya uang. Mereka ke Bali pada Kamis (2/3/2023) dengan maksud mencari pekerjaan,”beber Kapolres.

 

HR memiliki istri seorang WNI dan dikarunai tiga anak yang kini tinggal di Jawa.

 

 

“Dia sempat bisnis kain di Jakarta, tapi bangkrut. Makannya ke Bali mau kerja, sedangkan visa mereka adalah visa liburan, jadinya susah,” tandasnya.

 

Modus mereka agar bisa masuk ke terminal kedatangan dengan berdalih  mengecek tiket.

 

“Hasil mencuri pertama dirasa tidak cukup lalu masuk lagi dan mengambil barang yang dikiranya dompet, tapi ternyata hanya sebuah passpor. Karena belum memenuhi target, maka mereka masuk lagi dan justru berujung ditangkap,”tandasnya. (kom)

Rektor Unud Bantah Tak Hadiri Pemeriksaan Tanpa Alasan

Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara. (foto/dok).

PANTAUBALi.COM, DENPASAR – Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara tidak hadir pada pemeriksaan sebagai saksi dugaan korupsi dana SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi) di Kejati Bali, Senin (6/3/2023).

BACA JUGA : Dugaan Korupsi Dana SPI, Rektor Unud Mangkir dari Panggilan Kejati Bali

Prof. Gede Antara melalui penasihat hukumnya Agus Sujoko, Selasa (7/3/2023) membantah kliennya tidak hadir di pemeriksaan tanpa alasan.

Ia menegaskan, Prof. Antara di hari yang sama menghadiri rapat senat Fakultas Teknik dan sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada jaksa Pidana Khusus Kejati Bali sebelum pemeriksaan. 

“Surat  diterima jaksa yang bertugas di lobi Kejati lengkap dengan tanda terima. Jadi, tidak benar Prof. Antara tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. Kami sudah kirimkan surat pemberitahuan ke Pidsus,” tegas Agus Sujoko kepada wartawan.

Dalam surat pemberitahuan tersebut juga disertai permintaan kepada jaksa untuk menjadwal ulang pemeriksaan Prof Antara.

 

“Ïntinya kami akan kooperatif  dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,”tandasnya.

Sekadar mengingatkan, Prof. Antara dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tiga pejabat Unud yang sudah ditetapkan sebagai tersangka berinisial IKB, IMY, dan NPS.

Prof.  Nyoman Gde Antara diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri periode 2018-2020.

Kasi Penkum Kejati Bali, Putu Agus Eka Sabana Putra mengatakan akan kembali melakukan panggilan kepada Prof. Antara untuk pemeriksaan.

“Penyidik akan mengirimkan kembali surat panggilan kepada yang bersangkutan (Rektor Unud, red) bersama saksi-saksi lain,” ujarnya.

Putu Agus Eka Sabana juga menanggapi pernyataan penasihat hukum Prof. Antara sudah berkirim surat tidak bisa hadir untuk menjalani pemeriksaan.

“Memang saat ini penyidik telah menerima surat tersebut. Namun, pada hari pemanggilan sampai jam kerja selesai penyidik belum menerima surat dimaksud,”ungkapnya, Selasa (7/3/2023). (kom)

147 WNA di Bali Ditilang, Pemilik Rental Motor Diminta Beri Edukasi

Polisi menghentikan seorang warga asing yang berkendara tanpa helm.
Polisi menghentikan seorang warga asing.

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Direktorat Lalu Lintas Polda Bali dan jajaran menerapkan sanksi tilang terhadap 367 pelanggar didominasi pengendara tanpa helm dan TNKB tak sesuai peruntukan.

 

Kabid Humas Polda Bali Kombes Satake Bayu Setianto mengatakan, penindakan terhadap 367 pelanggar itu dilakukan sejak pemberlakuan penerapan tilang manual pada 22 Februari 2023.

 

“Para pelanggar yang diberikan sanksi tilang itu masing-masing 220 warga lokal dan 147 warga asing,”ujar Kombes Satake Bayu, Selasa (7/3/2023).

 

Operasi dilaksanakan di seluruh Bali termasuk kawasan wisata. Di antaranya, Kuta, Canggu, Kintamani, Lovina, Bedugul, Nusa Lembongan, serta tempat lainnya.

 

“Operasi akan terus dilakukan hingga Bali bisa mencapai Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif,”tegasnya.

 

Kepolisian juga mengimbau pemilik rental sepeda motor agar memberikan edukasi kepada penyewa terutama wisatawan asing, yaitu selama menggunakan helm SNI saat berkendara, membawa SIM, dan mematuhi rambu lalu lintas.  (kom)

 

Bupati Tabanan Melaksanakan Persembahyangan Bersama di Pura Batur Puri Singasana

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kesanga, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, melaksanakan persembahyangan bersama yang dilaksanakan di Pura Batur Puri Singasana Jero Subamia yang bertempat di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Senin Malam (6/3/2023).

Turut mengikuti persembahyangan, anggota DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para Asisten Setda, juga diikuti oleh para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Para Camat, Perbekel Dauh Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, Penglingsir Jero Subamia serta Jero Mangku Lanang Istri.

Kehadiran Bupati Tabanan beserta dengan jajaran pemerintah melaksanakan persembahyangan di Pura Batur Singasana Jero Subamia ini, merupakan yang pertama terjadi sehingga serasa istimewa. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadirannya beserta jajaran merupakan hal yang telah ditentukan oleh alam dan sudah diberkati oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya mengungkapkan tentang pelestarian adat, seni, budaya serta mahakarya arsitektur yang masih lestari di Pura Batur Puri Singasana Jero Subamia. Sebabnya, ornament-ornament yang dipertahankan di Puri masih mengesankan tempo lampau yang bernilai budaya tinggi.

“Tugas kita di pemerintah, adalah melestarikan heritage, pelestarian wajib dijunjung sebagai wujud puji syukur dan rasa terima kasih. Apalagi dalam menjaga khayangan jagat, Pemerintah Wajib hukumnya untuk melestarikan” Ujarnya. Hal tersebut, jelas Sanjaya, tersirat dalam bagian point Pelestarian Adat, Seni dan Budaya pada Visi dan Mnisi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Dalam sambutannya malam itu, Sanjaya berkomitmen untuk terus ikut berpartisipasi dan berperan dalam setiap pelestarian Puri-puri di Tabanan, pihaknya akan terus mendukung dan berharap agar terus terjaganya heritage yang mencirikan masa lalu khas Tabanan.

“Pelestarian ini tujuannya, mengembalikan lagi kejayaan masa lalu, bahwa Tabanan memiliki nilai arsitektur yang luar biasa” imbuhnya.

Pihaknya juga mengusulkan agar ornament piring keramik terus dilestarikan, sebab ornament tersebut mampu merepresentasikan Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali. “Piring keramik itu adalah lambang kemakmuran, seperti Tabanan yang Makmur” ujar Sanjaya lebih lanjut.

Dukungan dan kehadiran jajaran pemerintah malam itu tentunya disambut hangat oleh Para warga pasemotanan Jero Subamia. Seperti yang diungkapkan oleh penglingsir Jero Subamia I Gusti Gede Putra Wirasana.

“Kami keluarga besar Jero Subamia mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Bupati Tabanan dan jajarannya. Ini membuktikan bahwa peran dari murdaning jagat Tabanan adalah untuk memohon tuntunan dari Sang Hyang Prama Kawi lewat parahyangan di Pura Batur Puri Singasana.

Persembahyangan inipun adalah inisiatif dari Bapak Bupati. Semoga apa yang menjadi harapan dan cita-cita Bapak Bupati dan jajarannya serta harapan dari masyarakat khususnya di kabupaten Tabanan terlaksana dengan baik, tidak hanya berperan melalui sekala tapi juga melalui niskala” Paparnya. (Rls)

Pencarian 9 ABK KM Linggar Petak 89 Dihentikan

Pencarian ABK KM KM Linggar Petak 89.
Pencarian ABK KM Linggar Petak 89 yang tenggelam di Samudra Hindia.

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tim  Basarnas Bali menghentikan operasi pencarian terhadap sembilan orang korban tenggelamnya KM Linggar Petak 89 di Samudra Hindia.

 

“Hari ini tepat pukul 16.20 WITA, Operasi SAR KM Linggar Petak 89 dinyatakan ditutup pada hari ketujuh,” ujar SAR Mission Coordinator, Gede Darmada kepada awak media di Pelabuhan Benoa, Senin (6/3/2023) sore.

 

Selama tujuh hari pencarian, tim SAR gabungan menemukan lima korban selamat dan satu orang meninggal. Sedangkan 9 orang  dinyatakan masih hilang.

 

“Ada kemungkinan upaya pencarian dapat dibuka kembali apabila dalam waktu dekat adanya tanda – tanda korban ditemukan,”ungkap Gede Darmada.

 

Basarnas telah melakukan Maklumat Pelayaran (Mapel) kepada kapal-  kapal yang berlayar melalui jalur tersebut. Apabila menemukan korban agar segera dilaporkan.

 

“Saya menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban yang dinyatakan meninggal dunia dan masih hilang atas tragedi tenggelamnya KM Linggar Petak 89,”imbuhnya.

 

Pelaksanaan operasi SAR KM Linggar Petak 89 melibatkan KN SAR Arjuna, KRI Singa 651, RIB 05, KM Bahari Nusantara, KM Bahari Nusantara – 25, serta perahu nelayan setempat. (agn)

Dugaan Korupsi Dana SPI, Rektor Unud Mangkir dari Panggilan Kejati Bali

Kasi Penerangan Hukum Kejati Bali Putu Agus Eka Sabana Putra.
Kasi Penerangan Hukum Kejati Bali Putu Agus Eka Sabana Putra.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penyidik Kejati Bali kembali memeriksa saksi-saksi terkait  dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa baru di Univesitas Udayana (Unud).

Setelah sebelumnya Mantan Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K), kini giliran tiga orang dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Bali Putu Agus Eka Sabana Putra mengatakan, tiga orang yang dipanggil sebagai saksi terdiri dari dua orang mahasiswa dan Rektor Unud Prof. Dr. Ir. Nyoman Gde Antara.

 

“Kami mengirimkan surat pemanggilan terhadap ketiga saksi pada 3 Maret lalu,”ujar Putu Agus Eka Sabana Putra, Senin (6/3).

 

Dalam agenda pemeriksaan yang dilakukan, Senin (6/3), hanya dua orang mahasiswa yang memenuhi panggilan.

 

“Prof. Nyoman Gde Antara tidak menghadiri panggilan penyidik tanpa memberikan alasan yang sah,”ungkap  Putu Agus Eka Sabana Putra.

 

Ia menegaskan, pemeriksaan terhadap Prof.  Nyoman Gde Antara dalam kapasitasnya sebagai Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru jalur Mandiri periode 2018-2020.

 

“Penyidik akan mengirimkan kembali surat panggilan kepada yang bersangkutan (Nyoman Gede Antara) bersama saksi-saksi lain,”tegasnya sembari menyebut total saksi yang sudah diperiksa sampai saat ini ada 25 orang.

Sekadar mengingatkan, penyidik Kejati Bali menetapkan tiga orang sebagai tersangka berinisial IKB, IMY, dan NPS.

Ketiganya diduga melakukan penyalahgunaan dana Sumbangan Pengembangan Institusi Mahasiswa Baru Seleksi Jalur Mandiri Tahun Akademik 2020/2021 Universitas Udayana.

 

Tersangka NPS sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana  SPI mahasiswa baru seleksi jalur mandiri tahun akademik 2018/2019 sampai tahun akademik 2022/2023.

 

IKB dan IMY ditetapkan tersangka penyalahgunaan dana SPI mahasiswa baru seleksi jalur mandiri tahun akademik 2020/2021.

Ketiga tersangka diduga memungut uang dengan total Rp3,8 miliar dari ratusan mahasiswa baru yang seharusnya tidak membayar dana SPI.

Hingga kini, penyidik belum melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka.

Apakah ketiga tersangka kooperatif atau ada alasan lain sehingga tidak ditahan ?

“Tentu penyidik memiliki alasan  untuk itu. Jika sudah waktunya tentu akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,”tandas Putu Agus Eka Sabana Putra. (kom)

Dinasnaker dan ESDM Bali Gelar Pelatihan MTU Kejuruan Menjahit Pakaian Dengan Mesin

PANTAUBALI.COM, Klungkung – Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali menggelar Pelatihan Mobile Training Unit (MTU) kejuruan menjahit pakaian mesin.

Acara yang dilaksanakan secara serentak di 4 kabupaten di Bali yaitu Kabupaten Klungkung, Karangasem, Buleleng dan Jembrana ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan dari Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Klungkung di Desa Kamasan, Klungkung, Senin (6/3/2023).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali dalam sambutannya menyampaikan, bahwasannya kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di 4 kabupaten ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten serta memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja ataupun membuka usaha atau wirausaha secara mandiri.

Lebih jauh Ida Bagus Setiawan juga menyampaikan bahwasannya pelatihan MTU kejuruan menjahit pakaian dengan mesin akan dilengkapi dengan pemberian toolkit atau alat kerja yang diserahkan kepada masyarakat peserta pelatihan sebagai modal kerja untuk berwirausaha sesuai dengan kebutuhan alat kejuruan menjahit pakaian mesin, sehingga nantinya diharapkan setelah mengikuti pelatihan peserta bisa langsung membuka usaha.

“Alat yang diberikan adalah modal awal, untuk itu agar dirawat dengan baik, Saya harap Ibu Ibu bisa mengikuti pelatihan dengan baik sehingga nantinya akan terampil dan bisa mandiri membuka wirausaha sendiri. Semakin banyak warga kita yang bisa mandiri maka akan bisa mengurangi tingkat pengangguran,” imbuhnya.

Pelatihan MTU kejuruan menjahit pakaian dengan mesin dilaksanakan selama 33 hari dari tanggal 6 Maret hingga 17 April 2023, diikuti oleh 16 peserta dari masing-masing desa yaitu di Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung; Desa Kertha Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem; Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng; dan Desa Kaliakah , Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Turut hadir pada acara pembukaan pada pagi hari ini Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Klungkung Ketut Citrawati, Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja Tjokorda Bagus Oka, Camat Klungkung I Putu Arnawa serta para peserta pelatihan.(Rls)

Empat Turis di Badung Ditindak Gegara Pelat Motor, Ini Pasal yang Diterapkan

Sejumlah kendaraan pakai nopol tak sesuai aturan diamankan di Pospol Subsektor Nusa Lembongan.
Sejumlah kendaraan pakai nopol tak sesuai aturan diamankan di Pospol Subsektor Nusa Lembongan.

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Satuan Lantas Polres Badung menindak empat warga asing melakukan pelanggaran lalu lintas menggunakan pelat kendaraan bermotor atau TNKB tidak sesuai aturan.

Hal itu disampaikan Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes kepada wartawan di sela-sela meresmikan Pospol Mangupura, Senin (6/3/2023).

“Iya, ada kendaraan memakai pelat tidak sesuai aturan yang kami amankan dari empat orang penyewa warga negara asing,” ujar Leo Dedy Defretes.

Hanya, perwira melati dua yang sebentar lagi menjabat Kapolres Tabanan ini tidak menyebutkan identitas kendaraan yang ditilang, termasuk jenis pelanggaran pada TNKB.

Leo menegaskan, penggunaan pelat palsu melanggar ketentuan  Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Pelanggar juga dapat dikenakan Pasal 263 KUHP tentang penggunaan kendaraan yang dipasangi pelat nomor palsu dengan ancaman hukuman pidana paling lama enam tahun penjara,”tegasnya.

Leo mengimbau masyarakat dan para wisatawan  agar mentaati aturan  lalu lintas.

“Pergunakan kendaraan sesuai spesifikasi dan aturan yang ada,” tandasnya. (kom)