- Advertisement -
Beranda blog Halaman 656

Polsek Penebel Sidak Warga Asing di Desa Sangketan

Polisi mengecek dokumen warga asing yang tinggal di wilayah Desa Sangketan, Penebel.
Polisi mengecek dokumen warga asing yang tinggal di wilayah Desa Sangketan, Penebel.

PANTAUBALI.COM, TABANAN –  Polsek Penebel melaksanakan sidak terhadap tamu asing di Banjar Dinas Anyar, Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, Kamis (16/3/2023) sekitar pukul 14.00 WITA.

 

Sidak menyasar beberapa villa atau homestay yang dikelola masyarakat Desa Sangketan.

 

Kapolsek Penebel AKP I Made Sutika mengatakan, hasil pengecekan di lima villa, ditemukan empat orang WNA dengan identitas dan dokumentasi berupa paspor dan visa lengkap.

 

“Izin kunjungan masih berlaku dan diharapkan untuk membuat Kitas apabila habis masa kunjungan,” ujar Made Sutika.

 

Sembari sidak, AKP Sutika mengimbau pemilik homestay  melaporkan setiap tamu asing yang menginap  maupun menetap di wilayah binaan secara berkala ke polisi.

 

Menurutnya,  sidak ini merupakan langkah antisipasi dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

“Sidak ini akan dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap dengan melibatkan instansi terkait,” tandasnya. (ana)

Kesanga Festival 17-18 Maret 2023, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup 

Peta penutupan ruas jalan selama Kenanga Festival.
Peta penutupan ruas jalan selama Kesanga Festival.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR  – Sejumlah titik ruas jalan akan dilakukan penutupan saat digelarnya Kesanga Festival menyambut Nyepi Tahun Baru Caka 1945 di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung pada 17-18 Maret 2023.

 

Kesanga Festival akan menampilkan 12 karya seni ogoh-ogoh terbaik dari masing-masing kecamatan se-Kota Denpasar.

 

“Pada tanggal 18 Maret 2023 mulai pukul 15.00 WITA dilakukan penutupan arus lalin di beberapa ruas jalan di seputaran Lapangan Puputan Badung,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi.

 

Penutupan dari simpang Jalan Gajah Mada – Jalan Arjuna ke timur ditutup dan dialihkan ke Jalan Sumatera.

 

Jalan Udayana-Jalan Beliton ditutup ke arah utara dialihkan ke Barat Jalan Beliton.

 

Simpang Debes ditutup ke arah utara dialihkan ke selatan menuju Jalan Sutoyo Denpasar

 

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melintas saat pelaksanaan festival agar mencari jalur alternatif lain karena diperkirakan akan banyak masyakarat yang akan menyaksikan Festival tersebut,” ujarnya.  (kom)

Pemkab Badung – Kejari Jalin Peningkatan Kapasitas dan Sinergitas

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri acara peningkatan kapasitas dan sinergitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan antara Kejaksaan Negeri Badung dan Pemkab Badung di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (16 /3/2023).

 

Turut Hadir Kepala Kejaksaan Negeri Badung Suseno beserta seluruh jajaran, Staf Ahli, para Asisten, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Badung, Camat se-Badung, Direktur RSD Mangusada, Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dan Direktur utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung.

 

Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya menyampaikan, sangat menyambut baik kegiatan dari Kejaksaan Negeri Badung dalam rangka meningkatkan sinergitas terkait dengan peningkatan kapasitas sekaligus pendampingan hukum.

 

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Badung merupakan salah satu unsur penyelenggara negara yang ada di daerah, yang mempunyai tugas, fungsi dan tanggung jawab sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang mana pelaksanaan tugas, fungsi dan tanggung jawab tersebut pada akhirnya akan bermuara kepada terciptanya masyarakat di Kabupaten Badung yang maju, sejahtera, adil dan makmur.

 

“Dengan perkembangan dan dinamika kehidupan masyarakat yang sangat dinamis dan kompleks, terlebih Kabupaten Badung sebagai daerah destinasi wisata dunia, kita juga akan dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan tugas-tugas, baik di bidang pemerintahan, hukum dan pembangunan,”ujar Adi Arnawa mewakili Bupati Badung.

 

Hal ini tentunya dapat mengganggu kinerja pemerintahan yang pada akhirnya berimplikasi pada terganggunya proses pelayanan kepada masyarakat dalam upaya mewujudkan ketertiban dan kesejahteraan masyarakat.

 

Untuk itu sangat diperlukan peran serta dan kerjasama dalam bentuk sinergitas dari instansi lainnya yang ada di Kabupaten Badung, yang dalam hal ini adalah Kejaksaan Negeri Badung karena instansi ini merupakan salah satu instansi penegak hukum yang ada di wilayah Kabupaten Badung,” paparnya.

 

Dikatakannya, tugas dan fungsi tersebut sangatlah strategis dalam upaya meningkatkan kapasitas dan sinergitas pelaksanaan tugas pemerintahan di Kabupaten Badung.

 

Bahwa hubungan sinergitas keduanya saat ini telah berjalan dengan baik sebagai tindak lanjut nota kesepakatan antara Kejaksaan Negeri Badung dengan Pemerintah Kabupaten Badung tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara.

 

“Sebagai implementasi dari nota kesepakatan tersebut, Kejaksaan Negeri Badung telah hadir memberikan pertimbangan hukum baik dalam bentuk legal opinion, pendampingan hukum dan tindakan hukum lainnya kepada Pemkab Badung dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah.

 

Kami memandang positif kegiatan silaturahmi dan tatap muka ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan sinergitas antara pemerintah daerah sebagai lembaga eksekutif dan Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan tanggung jawab masing–masing pihak sehingga diharapkan dapat mewujudkan masyarakat di Kabupaten Badung yang sejahtera, adil dan makmur,” bebernya.

 

Sementara itu Kepala kejaksaan negeri badung Suseno, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung karena perlu diketahui program-program Pemkab ini diutamakan untuk pelayanan pembangunan yang telah di sinergikan dengan fungsi Kejaksaan Negeri dalam rangka pelayanan hukum.

 

“Ketika kami berikan pendampingan hukum tentu kita upayakan jangan sampai terjadi permasalahan hukum dalam program dan kegiatan tersebut, sehingga akhirnya masyarakat terlayani, pembangunan lancar dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” tandasnya.

Lebih Dekat dengan Masyarakat, Bupati Sanjaya Kembali Lakukan Temu Wirasa

Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya temu wirasa dengan masyarakat.
Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya temu wirasa dengan masyarakat.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Mewujudkan komitmen membangun Tabanan secara menyeluruh, berbagai upaya dilakukan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

 

Setelah sukses melakukan pendekatan melalui program Ngantor di Desa, Bupati Sanjaya kembali melakukan inovasi Metemu Wirasa (bertatap muka langsung) dengan krama/masyarakat. Kali ini, Metemu Wirasa dengan krama Tuakilang Belodan, Desa Denbantas, Tabanan, Kamis (16/3/2023) sore.

 

Kegiatan yang dilangsungkan di Balai Banjar Tuakilang Belodan tersebut dikemas dengan nuansa kekeluargaan, dimana mengulang kesuksesan Matemu Wirasa pertama yang dilakukan bersama krama Desa Sangketan di Pura Luhur Tamba Waras, Penebel.

 

Kegiatan ini dihadiri anggota DPRD Tabanan, Gusti Komang Wastana, Sekda, Inspektur dan Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan dan pihak terkait lainnya.

 

“Kami mengajak seluruh jajaran kesini lengkap dengan Kepala OPD dan staf, merupakan cerminan pemerintah sangat serius melaksanakan pembangunan bersama masyarakat. Dari Sekda sampai Kepala Dinas dan staf saya ajak kesini, begitu juga Jero Bendesa Adat, Perbekel serta Klian Adat dan Kaur Kewilayahan serta semeton titiang masyarakat disini, suksma banget buat sinerginya,” ucap Bupati Sanjaya dalam sambutannya.

 

Sanjaya juga mengatakan, sangat bangga bisa berkumpul bersama dengan masyarakat Tuakilang Belodan dalam temu wirasa ini.

 

Sanjaya menyampaikan visi Pemkab yaitu Mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) yang selalu diupayakan dengan komitmen membangun bersama masyarakat. Berbagai program dan inovasi pembangunan disampaikan Sanjaya saat itu.

 

Termasuk di Banjar Tuakilang Belodan, Bupati Sanjaya tidak pernah luput memberikan dukungan terhadap pembangunan di wilayah setempat, baik itu pembangunan Parahyangan, Palemahan maupun Pawongan setempat.

 

Selaku Kepala Daerah, Sanjaya juga memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada krama untuk menyampaikan aspirasi mereka, khususnya untuk kemajuan Tabanan.

 

Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu juga menekankan, bahwa persatuan merupakan salah satu kunci suksesnya pembangunan. Untuk itu, Bupati Sanjaya meminta kepada seluruh krama agar selalu kompak bersatu, sehingga seluruh pembangunan yang direncanakan berjalan dengan baik dan lancar.

 

Begitu juga sinergi krama dengan pemerintah diharapakan untuk lebih ditingkatkan kedepannya.

 

Mewakili seluruh krama Tuakilang Belodan, I Gusti Made Darmendra selaku Kelian Adat, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran.

 

Pihaknya sangat mengapresiasi kunjungan balasan ini yang menandakan keseriusan Bupati Sanjaya dalam membangun Tuakilang Belodan. Dimana dukungan ini sangat berarti sekali bagi krama yang senantiasa selalu mendukung pemerintah.

 

“Juga pada hari ini, kami dari krama Banjar Tuakilang Belodan sekaligus menyatukan atau membuat suatu kebulatan tekad kepada Bapak Bupati untuk mendukung semua program dan kebijakan beliau selaku Bupati. Kami akan selalu mendukung penuh Bapak Komang Sanjaya dan kami mengharapkan perhatian penuh atas wilayah kami, yakni pembangunan sarana dan prasarana di wilayah kami termasuk krama kami,” harapnya.

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pemkab Tabanan Raih UHC Award 2023  

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Keseriusan dan Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung program Pemerintah Indonesia guna menjamin kesehatan masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional, dibuktikan dalam keberhasilannya meraih Universal Health Coverage (UHC) Award.

 

Dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Indonesia K.H Ma’ruf Amin, penghargaan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Direktur Utama dan Dewan Pengawas BPJS serta Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan dan diterima  Bupati Tabanan  I Komang Gede Sanjaya di kantor Bupati Tabanan,  Kamis (16/3).

 

Keberhasilan yang diraih oleh 22 Provinsi dan 334 Kabupaten dan Kota di Indonesia itu mendapat apresiasi yang sangat baik dari Wapres RI, khususnya dalam komitmen melaksanakan instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Program JKN, Hal tersebut disampaikan saat acara berlangsung Selasa (14/3) di Balai Sudirman, Jakarta.

 

Sedangkan untuk Kabupaten Tabanan telah mencapai UHC sejak Agustus 2022 dengan capaian hingga Maret 2023 sebanyak 460.124 Jiwa atau sebesar 98,93% dari total jumlah penduduk 465.086 jiwa.

 

Hal tersebut tentunya didukung oleh dana yang telah dikeluarkan Pemerintah Daerah Melalui APBD guna mendukung program JKN di Tabanan kurang lebih mencapai 75 Milyar Rupiah.

 

Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), terbukti memiliki dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dengan sumbangsih berupa peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

 

Sebab, melalui program JKN, Rakyat Indonesia mendapatkan kesamaan akses pelayanan kesehatan secara adil dan merata sehingga, diharapkan dapat terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

 

Wapres Ma’ruf Amin dalam arahannya menyatakan, sebagai salah satu program strategis nasional sejak 2014, JKN telah menjadi tonggak revolusioner dalam penataan layanan kesehatan masyarakat di Indonesia.

 

Oleh karenanya patut berbangga, karena Indonesia menjadi salah satu negara dengan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan yang besar, sehingga hampir seluruh penduduk mendapat perlindungan kesehatan yang memadai.

 

“Kedepan, kita harus terus dukung bersama pencapaian Universal Health Coverage yang ditargetkan RPJMN 2020-2024, yaitu sedikitnya 98 persen dari total populasi menjadi anggota JKN”, Sebutnya.

 

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah untuk mematangkan langkah strategis serta mengambil peran lebih dalam mendaftarkan penduduk rentan ke BPJS Kesehatan, utamanya yakni para penyandang disabilitas, warga usia lanjut dan masyarakat terlantar. Empat point penting disampaikannya sebagai landasan instruksi bagi para pemangku kepentingan.

 

“Saya mengapresiasi komitmen penyediaan anggaran daerah untuk membayar iuran kesehatan, pendanaan yang kuat akan menjamin keberlanjutan program secara berkesinambungan” lanjutnya.

 

Kedua, pihaknya menghimbau, Pemerintah daerah harus memastikan seluruh pemberi kerja di wilayahnya untuk mendaftarkan peserta dan anggota keluarga sebagai peserta tanpa terkecuali.

 

Selanjutnya, agar mendorong upaya peningkatan mutu layanan kesehatan melalui penyediaan fasilitas kesehatan termasuk SDM kesehatan, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang bermutu dan yang terakhir BPJS kesehatan agar terus meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh peserta Program JKN harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus membanggakan bagi bangsa Indonesia.

 

Keberhasilan tersebut menjadi sebuah kebanggaan atas capaian yang berhasil diraih Tabanan dalam mengedepankan kesehatan masyarakat.

 

Disampaikan oleh Bupati Sanjaya, angka yang mencapai hampir 99% ini merupakan kebanggaan di mana pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjalankan Visi Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani terbukti mampu memfasilitasi kebutuhan dasar masyarakat di Tabanan.

 

“Buktinya kita sampai hampir 99%, ini artinya wujud yang nyata Pemerintah sudah sangat peduli dengan kesehatan masyarakat di Tabanan, kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan dari BPJS dan begitu juga Kepala Dinas dan OPD terkait, di mana kerja kerasnya selama ini sudah sangat luar biasa, kami dari Pemkab Tabanan ucapkan banyak terima kasih” pungkas Sanjaya. (agn)

Pemkab Tabanan-Bank Indonesia Panen Cabai di Subak Bangah

Panen cabai di Subak Bangah, Desa Baturiti, Tabanan.
Panen cabai di Subak Bangah, Desa Baturiti, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sekda Tabanan I Gede Susila bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho melaksanakan penanaman bibit dan panen cabai di Subak Bangah, Desa Baturiti, Tabanan, Kamis (16/3/2023).

 

Kegiatan itu bagian dari kontribusi Kabupaten Tabanan dalam mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) tahun 2023.

 

Petani Subak Bangah di Desa Baturiti sukses atas pencapaian produksi komoditas cabai mencapai 5.823 kwintal. Sedangkan produksi cabai di Kabupaten Tabanan 9.002 kwintal.

 

Komitmen terhadap pertanian tersebut tertuang dalam Visi  Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani di mana salah satu bidang prioritas yang mendapat perhatian yaitu terkait penguatan pangan, sandang dan papan.

 

“Melalui visi inilah kita akan tahu kemana arah melangkah, siapa yang akan melakukan apa dan sebagainya. Bagi saya semuanya harus jelas, terarah dan terukur. Saya meminta kepada organisasi perangkat daerah terkait, agar bersungguh-sungguh mengawal program pertanian di Kabupaten Tabanan”ujar Sekda Susila membacakan sambutan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

 

Ia juga berharap penanaman bibit cabai ini menjadi momentum pelaksanaan penanaman di tempat lain untuk ke depannya.

 

 

Sementara, Trisno Nugroho juga menekankan agar pertanian di Tabanan tak hanya cabai. Bawang merah, bawang putih dan tomat diharapkan ikut didorong untuk maju lebih pesat lagi, sebagai konsistensi Kabupaten Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali.

 

“Kebetulan peran Perumda sebagai offtaker dari produksi, sudah siap. Amati terus produksinya agat transparent, akuntabel dan jujur, nanti akan terus kita fasilitasi. Offtaker di Tabanan sudah ada, tinggal terus didorong untuk berkreasi dan inovatif” tandasnya. (agn)

Audio Korsleting, Mobil Panther Terbakar di Jimbaran  

Mobil Panther terbakar di Simpang Kampus Unud.
Mobil Panther terbakar di Simpang Kampus Unud.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Mobil Panther  DK 1362 EY dikemudikan  I Komang Tirta Yasa (27) terbakar  di Simpang Kampus Unud, Jalan Bypass Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta Selatan, Kamis (16/3/2023) pagi. Percikan api diduga dipicu korsleting listrik pada audio.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengungkapkan, mobil Panther bergerak dari utara menuju selatan sekitar pukul 06.30 WITA.

 

“Tirta Yasa dalam perjalanan hendak menuju tempatnya kerjanya di Goa Gong,” ujar AKP Sukadi.

 

Sesampainya di TKP ,Tirta Yasa berhenti karena traffic light menyala merah dan saat itulah dilatnya kepulan asap serta  mencium bau kabel terbakar yang ternyata asalnya dari audio mobil yang terpasang di bangku belakang.

 

Tirta Yasa bergegas keluar dan mencoba mengeluarkan audio terbakar tersebut. Apes, percikan api sudah menjalar pada jok mobil hingga kobaran si jago merah membesar.

 

Tirta memilih menyelamatkan diri dan pasrah melihat mobilnya terbakar. Kejadian itu mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Kuta menuju Jimbaran sempat tersendat. Pukul 07.00, satu Unit Damkar Kabupaten Badung dan ITDC tiba di lokasi.

 

“Dari kepolisian juga sudah ke TKP untuk membantu mengatur lalu lintas serta memeriksa keterangan saksi maupun korban. Sumber api berasal dari korsleting rangkaian kabel audio mobil dan korban mengaku mengalami kerugian Rp100 juta,”ucapnya.

Desa Adat Kediri Kembali Gelar Tektekan Nangluk Merana

Iring-iringan tektekan Nangluk Merana di gelar Desa Adat kediri Tabanan.
Iring-iringan tektekan Nangluk Merana di gelar Desa Adat kediri Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjelang Hari Raya Nyepi, Desa Adat Kediri, Kabupaten Tabanan, kembali menggelar tradisi Tektekan Nangluk Merana.

Tradisi yang rutin dilaksanakan ini sempat ditiadakan lantaran pandemi Covid-19 selama dua tahun.

“Hari ini dan besok (iring-iringan tektekan) keliling banjar adat. Lagi dua hari baru keliling desa adat selama empat hari dari tanggal 17 sampai 20 Maret,” ujar Kelian Banjar Adat Jagasatru, Desa Adat Pakraman Kediri, Dewa Ketut Oka, Rabu (16/3/2023).

Sebelum keliling banjar adat, dilaksanakan upacara ngatur piuning, dilanjutkan pembersihan ke beji bingin.

Kemudian, sekitar pukul 19.00 WITA, iring-iringan tektekan lengkap dengan membawa okokan (keroncong sapi besar), kentongan, gamelan, tedung ini keliling dari banjar adat Jagasatru sampai patung Wisnu Murti.

“Iring-iringan diikuti oleh seluruh krama banjar adat, mulai anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu PKK,” jelas Dewa Oka.

Menurutnya, tradisi tektekan di  Desa Pakraman Kediri merupakan warisan turun-temurun dan cerita para tetua digelarnya bilamana ada pertanda musibah seperti wabah penyakit.

Bahkan, pelaksanaannya sampai berbulan-bulan sepanjang musibah masih ada.

Seiring perkembangan zaman, tradisi ini difungsikan menjadi hiburan dalam bentuk seni tabuh. Selain itu, sebagai wadah mempererat kebersamaan antar masyarakat.

 

Oka menambahkan, tektekan akan digelar pada 17-20 Maret dan saat Pengerupukan digelar parade dari tujuh Desa Adat Kediri dengan titik kumpul di depan Puri Kediri menuju Catus Pata Kediri.

 

Dia berharap dengan digelarnya tradisi tektekan Nangluk Merana ini segala hal negatif dapat dinetralisir sehingga perayaan Nyepi bisa berjalan dengan aman. (ana)

Pemuda Mabuk Pil Koplo Rusak Barang Minimarket di Denpasar

Yunus diamankan polisi seusai mengamuk di sebuah minimarket.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang pemuda Yunus Solihin (28) mengamuk di sapah satu minimarket di Jalan Gunung Rinjani, Monang Maning, Denpasar Barat, Rabu (15/3/2023) sekitar pukul 22.48 WITA.

Yunus merusak beberapa barang minimarket. Setelah diamankan polisi dan diperiksa di Polsek Denpasar Barat, ulahnya itu akibat pengaruh pil koplo.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol IGA Made Ari Herawan membenarkan adanya kejadian tersebut.

Awalnya, Yunus yang diketahui asal Jember, Jawa Timur itu masuk minimarket dan menuju mesin ATM.

“Dia memukul-mukul mesin ATM kemudian dihampiri oleh karyawan Gede Agus Ngardika (20),”ujar Kompol Made Ari Herawan.

Ketika ditanya, pelaku menjawab uang tidak keluar dari mesin ATM. Saksi pun menawarkan bantuan, tapi Yunus malah tak menggubris dan malah mengambil tong sampah untuk memukul mesin ATM.

“Saksi berusaha menenangkannya, tapi pelaku mengambil barang dalam toko kemudian dilemparkannya,”beber Kapolsek.

Pelaku merusak mesin press minuman, tempat sosis, memecahkan dua mangkok, tempat saos, sedotan, dan sirup hingga membuat isinya berserakan.

Lantaran situasi tak terkendali, Agus Ngardika menghubungi bosnya Made Diyana Kusuma (45) kemudian melapor ke Polsek Denpasar Barat.

Tak berselang lama, polisi tiba di TKP kemudian memborgol kedua tangan Yunus.

“Pelaku kedapatan membawa delapan plastik klip berisi pil koplo warna kuning sebanyak 80 butir dan 5 plastik klip berisi pil koplo warna putih sebanyak 27 butir. Dia masih diperiksa,”tandasnya. (kom)

Manggala Utama PAKIS Bali Harapkan Tari Rejang Terus Ajeg Sesuai Pakem

Manggala Utama Pasikian Paiketan Krama Istri Desa Adat (PAKIS) MDA Provinsi Bali Ny. Putri Koster.
Manggala Utama Pasikian Paiketan Krama Istri Desa Adat (PAKIS) MDA Provinsi Bali Ny. Putri Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Manggala Utama Pasikian Paiketan Krama Istri Desa Adat (PAKIS) MDA Provinsi Bali Ny. Putri Koster sangat konsen memperjuangkan serta mengajegkan seni, adat, tradisi, dan budaya Bali.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah keberadaan tari-tarian wali atau tari untuk upacara yadnya yang bersifat sakral, salah satunya Rejang.

Ia berharap keberadaan tari Rejang bisa terus ajeg dan sesuai dengan pakem serta fungsinya.

 

“Akhir-akhir ini semakin banyak jenis tarian Rejang yang bermunculan. Saya harap keberadaan tarian tersebut sudah sesuai dengan pakem dan nilai-nilai kesakralan tarian Rejang,” ucap Ny. Putri   saat menjadi narasumber pada Pabligbagan diadakan RRI Denpasar bertema “Ngerajegang Tari Rejang” pada Rabu (15/3/2023).

 

Ny. Putri Koster menambahkan, ruang kreativitas masyarakat Bali sangat tinggi sehingga bisa menciptakan karya seni, baik tari wali, bebali maupun balih-balihan.

 

Hal itu tentu sangat baik, namun ia mengingatkan agar dalam penciptaan tari terutama untuk tari Wali harus sesuai dengan pakem, nilai dan norma keagamaan yang dianut.

 

Ia pun menyampaikan apresiasi akan semangat masyarakat terutama para seniman dalam mengekspresikan rasa syukur dan cinta mereka kepada Hyang Widhi melalui penciptaan tari wali.

 

“Saya harap melalui sosialisasi kali ini, masyarakat banyak yang ikut dan lebih memahami unteng penciptaan dan peruntukan tari Rejang tersebut,” harapnya.

 

Selain itu,   keberadaan tari Rejang yang memang sesuai dengan desa kala patra dimiliki   desa adat, maka dimana tari rejang tersebut berasal hanya bisa ditarikan di Desa tersebut, karena disanalah tari tersebut dilahirkan dan disakralkan. Maka jika suatu Desa tidak memiliki tari Rejang, maka pada suatu upacara Wali jangan menarikan tarian rejang. Atau Desa tersebut bisa membuat tari rejang sendiri, sesuai dengan Desa Kala Patra dan memang betul-betul dilakukan kajian terlebih dahulu, sehingga tarian tersebut memiliki filosofi yang kemudian disakralkan dengan upacara pasupati.

 

Untuk itu, Ny. Putri Koster berharap melalui kegiatan-kegiatan yang digelar oleh PAKIS Bali dan Pemerintah terkait surat edaran dalam ngerajegang tari rejang bisa menggerakkan motivasi masyarakat Bali untuk kembali ke jatidiri krama Bali yang sesungguhnya. Karena hal itu juga tertuang dalam visi misi Pemprov Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dibesut oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

 

Pabligbagan tersebut juga menghadirkan narasumber lain yaitu Ketua Harian Majelis Kebudayaan Bali I Komang Sudirga yang menyampaikan bahwa Tari rejang, sebuah tarian sakral untuk kelengkapan kegiatan ritual umat Hindu di Bali ditampilkan secara berkelompok oleh wanita yang belum pernah mengalami datang bulan atau yang sudah menopause. Tari Rejang melambangkan penyambutan Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewa yang turun ke alam duniawi. Jadi memang dikhususkan untuk tari wali yang ada waktu dan pakemnya. (agn)