- Advertisement -
Beranda blog Halaman 468

Saat Nyepi, 4 WNA Keluyuran hingga Membuat Onar di Badung

Pecalang mengamankan WNA yang membuat onar di wilayah Kabupaten Badung saat Nyepi.a
Imigrasi Nguruah Rai telah menangani tiga kejadian Warga Negara Asing (WNA) yang melanggar ketertiban umum saat Nyepi tahun saka 1946 pada Senin (11/3/2024) di daerah Kuta Selatan, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Imigrasi Nguruah Rai telah menangani tiga kejadian Warga Negara Asing (WNA) yang melanggar ketertiban umum saat Nyepi tahun saka 1946 pada Senin (11/3/2024) di daerah Kuta Selatan, Badung.

Pertama, seorang WNA perempuan berinisial MB (51) berkewarganegaraan Rusia dilaporkan mengganggu ketertiban umum saat pelaksanaan Nyepi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ia terakhir masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 12 Oktober 2023 dengan Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival) yang berlaku sampai 10 Meret 2023 dan ia telah overstay lebih dari 60 hari.

Selain kasus MB, ditemukan pula WNA lainnya yaitu seorang laki-laki yang ditemukan di jalan Raya Uluwatu, Kuta Selatan, sedang berada di jalanan saat Nyepi.

Pecalang setempat berhasil mengamankan WNA tersebut namun yang bersangkutan tidak bisa diajak berkomunikasi, diduga karena mengalami depresi.

Sehingga tim tidak bisa mendapatkan identitas yang bersangkuran dan juga infomasi lainnya lalu dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Sanglah untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Selanjutnya, terdapat dua orang WNA laki-laki berkeliaran saat malam hari dan diamankan oleh Pecalang setempat. Kemudian Pecalang menghubungi Kantor Imigrasi Ngurah Rai agar dilakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen yang dikirimkan oleh Pecalang, diketahui kedua WNA tersebut berkewarganegaraan Prancis bernisial OT (21) dengan menggunakan Izin Tinggal Kunjungan yang masih berlaku hingga 25 Maret 2024.

Kemudiam, inisial JC (21) yang menggunakan Visa Kunjungan Saat Kedangan (Visa on Arrival) yang juga masih berlaku hingga 6 Maret 2024. Setelah diberi peringatan oleh Pecalang, kedua WNA tersebut diminta untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Suhendra menyatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga ketertiban meskipun dalam suasana Hari Raya Nyepi berkolaborasi dengan instansi terkait.

“Hal ini bertujuan untuk memastikan pemberian tindakan hukum yang sesuai terhadap orang asing yang melanggar aturan. Selain itu juga untuk tetap mendukung pelaksanaan Nyepi dengan menjaga ketenangan dan keamanan bersama,” ujarnya. (jas)

Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polresta Denpasar, 4,4 Kilogram Sabu hingga Pil Ekstasi Disita

Dua pelaku jaringan pengedar Narkoba jenis sabu dan ekstasi diringkus Polresta Denpasar.a
Dua pelaku jaringan pengedar Narkoba jenis sabu dan ekstasi diringkus Polresta Denpasar.a

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua pelaku jaringan pengedar Narkoba jenis sabu dan ekstasi berhasil diringkus jajaran Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polresta Denpasar.

Kedua pelaku tersebut yakni Kartono (49) dan Hartono alias Antoni (49). Tidak tanggung-tanggung, dari kedua pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 4,4 kilogram sabu-sabu dan 1.236 butir pil ekstasi.

Adapun pelaku Kartono yang merupakan residivis kasus narkoba tahun 2015 lalu dimankan diamankan di SPBU, Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk termasuk Desa Sempidi, Mengwi, Badung. Sementara, Antoni diamankan di Jalan Alas Arum, Kutuh, Kuta Selatan.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Wisnu Prabowo dalam press release Rabu (13/3/2024) menerangkan, penangkapan pelaku berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa ada pengiriman paket sabu dalam jumlah besar menggunakan jalur darat dari Pangkal Pinang ke Denpasar.

Selanjutnya, Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Denpasar melakukan pengawasan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana dan di jalur Tabanan – Denpasar.

Selanjutnya pada Sabtu (9/3/2024) sekitar pukul 13.30 WITA, anggota yang berjaga di Pos Gilimanuk mencurigai gerak gerik mencurigakan pengendara mobil Honda Freed BN 1209 PY.
“Di dalam mobil terdapat tiga laki-laki dengan ciri-ciri orang sesuai dengan yang telah di kantongi,” ujar Kombes Pol. Wisnu.

Setelah itu, dilakukan pembuntutan dan pengawasan dari Pos Penyebrangan Gilimanuk sampai masuk wilayah Denpasar. Kemudian, pukul 19.30 WITA mobil tersebut berhenti di SPBU, Sempidi, Mengwi.

Tiga penumpangnya turun keluar mobil menuju ke toilet dan pelaku langsung dibekuk bersama dua orang lainnya berinisial RS dan R.

“Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti empat paket plastik klip berisi sabu seberat 2.370 gram brutto dan satu paket berisi 571 butir ekstasi. Barang bukti tersebut disembunyikan di body belakang mobil,” ungkapnya.

Saat diperiksa, RS dan Rm mengaku diajak Kartono jalan- jalan ke Bali. Mereka tidak mengetahui ada SS dan ekstasi yang ada di dalam mobil tersebut. Sedangkan pelaku menerangkan pada Senin (4/3/2024) disuruh bosnya untuk membawa narkotika tersebut dari Pangkal Pinang menuju ke Bali.

Untuk tahap awal diberi upah Rp7 juta. Setelah sampai ke Denpasar akan dihubungi dan diberikan nomor orang yang akan menerima SS dan ekstask tersebut diberikan tambahan upah Rp25 juta.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Di tempat terpisah pada Sabtu (2/3/2024) sekitar pukul 18.10 WITA, personel Satresnarkoba menggerebek vila di Jalan Alas Arum, Desa Kutuh, Kuta Selatan. Petugas meringkus Hartono alias Antoni dan menyita barang bukti lima plastik klip berisi SS seberat 2.092 gram dan 665 butir ekstasi.

“Pelaku menyimpan narkotika jenis sabu didalam kulit manggis di dalam lemari kamar kos tersangka,” ungkapnya. (jas)

Angin Kencang Tumbangkan 2 Pohon di Tabanan, Satu Pengendara Motor Alami Luka

Evakuasi pohon tumbang menimpa pengendara motor di jalur Denpasar-Gilimanuk termasuk wilayah Banjar Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.
Evakuasi pohon tumbang menimpa pengendara motor di jalur Denpasar-Gilimanuk termasuk wilayah Banjar Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

PAANTANTAUBALI.COM, TABANAN – Pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di wilayah Tabanan pada Rabu (13/3/2024). Hingga siang ini sudah diterima dua laporan pohon tumbang.

Pertama pohon tumbang jalur Denpasar-Gilimanuk termasuk wilayah Banjar Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. Akibat pengendara motor bernama Sutrisno yang merupakan anggota Rindam IX/Udayana tertimpa batang pohon dan mengalami luka di bagian wajah.

Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sugianyar mengungkapkan, saat itu korban dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax nopol N 2941 PH datang dari arah Jembrana munuju Tabanan sekitar pukul 13.00 WITA.

“Korban mengalamu luka pada hidung dan diperkirakan mengalami retak pada tulang hidung. Selain itu, juga luka robek pada leher kiri, luka benjol pada kening kiri dan dalam keadaan sadar. Kini sudah dirujuk ke RSUD Tabanan,” ungkapnya.

Selanjutnya, pohon tumbang terjadi di jalan jurusan Pandak Gede menuju Desa Beraban termasuk Banjar Panti, Desa Pandak Gede, Kediri, Tabanan sekitar pukul 12.34 WITA.

Kapolsek Kediri Kompol Ni Komang Sri Subakti mengungkapkan, pohon perindang jenis Kayu Angsono dengan diameter 60 cm tumbang dan melintang di jalan raya. Akibatnya arus lalu lintas sempat terganggu selama beberapa jam.

“Pohon tumbang yamg melintang di jalan tersebut sudang ditangani oleh BPBD Tabanan dan arus lalu lintas sudah mulai normal,” ungkapnya.

Selain itu, batang pohon juga menimpa kabel listrik yang berada di sebelah Timur. Dan beruntungnya tidak ada korban jiwa.

“Nihil korban jiwa. Sementara kerugian belum bisa ditafsirkan,” imbuh Subakti. (ana)

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon di Desa Pelaga

Kondisi motor korban tertimpa pohon perindang di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Rabu (13/3/2024).
Kondisi motor korban tertimpa pohon perindang di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Rabu (13/3/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang pengendara motor tewas usai tertimpa pohon perindang di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Rabu (13/3/2024).

Korban bernama Nyoman Sumarta (29) asal Banjar Dinas Kajanan Desa Tejakula, Tejakula, Buleleng tewas di tempat setelah tertimpa pohon berdiameter 80 cm tersebut sekitar pukul 12.45 WITA.

Adapun Pohon perindang jenis pinus tersebut diduga tumbang karena sudah berusia tua dan diterpa angin kencang.

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana mengatakan, menurut keterangan saksi, sebelum kejadian korban yang mengendari sepeda motor Vario DK 2240 UAA datang dari arah Utara menuju ke Selatan (Denpasar).

“Setibanya di tempat kejadian tepatnya di depan setra (kuburan) Banjar Kiadan, Desa Pelaga korban tertimpa pohon,” ujarnya.

Selanjutnya, saksi menghubungi langsung Bhabinkamtibmas Desa Pelaga dan BPBD Kabupaten Badung untuk melakukan evakuasi korban.

“Lokasi pohon tumbang sudah dilakukan pembersihan oleh DKP Desa Pelaga dan BPBD Badung,” imbuhnya. (jas)

Terjadi Pengeroyokan Buruh Proyek di Desa Nyambu, Satu Orang Tewas

Penganiayaan di Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kediri, Tabanan.
Penganiayaan di Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Diduga menjadi korban pengeroyokan, seorang pria ditemukan meninggal di pinggir jalan Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kediri, Tabanan pada Rabu (13/3/2024).

Selain korban meninggal, di lokasi kejadian juga ditemukan motor korban dan salah seorang temannya yang mengalami luka parah di bagian wajah dalam kondisi lemah.

Pantauan di lokasi kejadian pada Rabu siang, motor korban yakni Suzuki F150 biru tanpa plat kendaraan masih berada di lokasi kejadian dan dipasangi garis polisi.

Kemudian, berdasarkan penuturan salah seorang warga di lokasi kejadian yang namanya enggan disebutkan mengatakan, kedua korban diketahui berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka bekerja sebagai buruh bangunan yang berlokasi di Desa Buit, Kediri, Tabanan.

Sebelumnya pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WITA, warga sempat mendengar keributan di pinggir jalan dan menduga kedua korban yang berboncengan dikejar oleh sekelompok orang.

Kemudian sekitar pukul 06.00 WITA, warga menemukan satu korban sudah tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan tepat di depan Posko Banjar Carik Padang.

Sementara, satu korban lagi yang masih dalam kondisi sadarkan diri dengan luka di wajah kiri tengah berada di dekat Posko.

Warga yang melihat kejadian itu lantas melapor ke aparat desa. Kemudian, sekitar pukul 07.00 WITA, kedua korban dibawa ke RSUD Tabanan dengan mobil Ambulance untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Komang Agus Dharmayana membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus ini untuk menemukan para pelaku.

“(Pelaku) masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya singkat. (ana)

Pendaki Temukan Mayat di Puncak Gunung Agung

Tim SAR lakukan evakuasi mayat di Puncak Gunung Agung, Rabu (13/3/2024).
Tim SAR lakukan evakuasi mayat di Puncak Gunung Agung, Rabu (13/3/2024).

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Sesosok mayat yang belum diketahui identitasnya ditemukan di Puncak Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Selasa (12/3/2024) siang.

Saat ditemukan pada ketinggian sekitar 2833 Mdpl, mayat tersebut menggunakan jaket dan celana panjang hitam, rambut beruban dan membawa tas hijau.

Tidak ada yang mengetahui kapan korban memulai pendakian di Gunung Agung, sebab sebelumnya sudah ada larangan untuk melakukan pendakian dari pemerintah setempat. Larangan tersebut berkenaan adanya upacara keagamanan ‘Ida Batara Turun Kabeh’.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) I Nyoman Sidakarya mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang pendaki WNA.

“Info awal kami terima melalui grup potensi SAR bahwa seorang pendaki WNA menemukan jenasah. Selanjutnya berkoordinasi dengan BPBD serta pemandu lokal setempat, akhirnya dipastikan informasi tersebut A1 pada pukul 19.00 WITA,” ujarnya, Rabu (13/3/2024).

Nyoman Sidakarya mengungkapkan, proses evakuasi tidak memungkinkan untuk dilaksanakan malam kemarin karena kondisi cuaca di lokasi berkabut tebal dan angin sangat kencang.

“Pagi tadi pada pukul 03.00 WITA tim SAR gabungan sudah bergerak dari Pos Pengubengan, dan normalnya perjalanan pergi dan pulang sekitar 6 jam, tentunya akan memerlukan waktu lebih lama karena mengevakuasi jenasah,” jelasnya.

Adapun yang terlibat dalam operasi SAR kali ini yakni sebanyak 10 personil Pos SAR Karangasem. Sementara itu, setiap pergerakan tim SAR gabungan terus dipantau oleh petugas siaga Basarnas Bali.

Unsur SAR lainnya yang terlibat diantaranya, Koramil Karangasem, Babinsa Rendang, SAR Samapta Polda Bali, Polres Karangasem, Polsek Rendang, BPBD Karangasem, potensi SAR dan pemandu lokal.  (ana)

Siat Yeh, Tradisi Rutin di Jimbaran saat Ngembak Geni

Tradisi Siat Yeh saat Ngembak Geni di Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Badung.
Tradisi Siat Yeh saat Ngembak Geni di Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tradisi Siat Yeh yang dilaksanakan rutin sehari setelah Hari Raya Nyepi atau Ngembak Geni digelar di Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Badung pada Selasa (12/3/2024).

Tradisi ini merupakan upacara penglukatan agung yang dimulai dengan mendak tirta di dua sumber air berbeda yaitu Pantai Suwung atau Rawa di sebelah Timur dan pantai Segara di sebelah Barat.

Kali ini, Tradisi Siat Yeh diadakan oleh ST Bhakti Asih bersama masyarakat Banjar Teba Kelurahan Jimbaran dengan mengusung tema ‘Mulat Ing Sarira’ yang berarti Intropeksi Diri.

Tradisi ini dianggap sebagai wujud rasa syukur dan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas diri serta menjadi dasar untuk kehidupan yang lebih baik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan apresiasi yang sangat besar terhadap keberadaan tradisi Siat Yeh di Jimbaran.

Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap keberhasilan Jimbaran khususnya masyarakat Banjar Teba dalam mempertahankan dan menghidupkan tradisi tersebut.

Menurutnya, tradisi Siat Yeh tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang memiliki sertifikat resmi. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari masyarakat Jimbaran untuk menjaga dan mewarisi tradisi ini dari generasi ke generasi.

“Saya selaku pemerintah mengapresiasi sangat luar biasa ternyata di Jimbaran ini memiliki tradisi Siat Yeh sekaligus sudah diakui dan sudah bersertifikat WBTB yang artinya setiap tahun akan selalu terus dilaksanakan secara turun temurun,” ungkapnya.

Sekda Adi Arnawa meminta kepada Kepala Dinas Kebudayaan untuk memfasilitasi semua kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan Siat Yeh ini sebagai bagian dari pelestarian budaya dan kearifan lokal di Bali. Hal ini didasarkan pada kesadaran bahwa pariwisata di Badung bergantung pada kekayaan budaya, sehingga menjaga dan memperkuat budaya adalah kunci keberhasilan pariwisata di daerah tersebut.

“Seperti kita ketahui bersama daerah Kuta Selatan ini hidupnya bergantung pada sektor pariwisata dan pariwisata di bali merupakan pariwisata yang berbasis budaya. Ke depan saya akan menjaga budaya lebih kuat karena inilah roh kita di Badung dan jika roh ini kita jaga dengan baik saya yakin pariwisata di badung akan tetap eksis, tetap hidup dan lebih kuat,” jelasnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Jimbaran I Wayan Kardiyasa, Bendesa Adat Jimbaran I Gusti Made Rai Dirga, Kelian Adat Banjar Teba I Wayan Eka Santa Purwita, Kaling Banjar Teba Teba I Wayan Arnawa, Ketua ST Bhakti Asih Banjar Teba I Putu Anggaraksa Putra Arnawa, Tokoh Masyarakat I Ketut Sudiarsa, I Gst Gede Ketut Yusa Arsana Putra serta masyarakat Banjar Teba.

Komitmen dan konsistensi pemerintah, terutama melalui kebijakan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, dalam mendukung kegiatan adat dan budaya di Kabupaten Badung merupakan bagian dari upaya pelestarian. Dalam hal ini, bantuan hibah sebesar Rp30 Juta diberikan sebagai dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Sekda Adi Arnawa juga mengungkapkan harapannya agar tradisi Siat Yeh dapat dilakukan oleh seluruh desa adat di Jimbaran, sehingga menjadi bagian dari promosi pariwisata yang lebih luas. Ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian budaya tidak hanya sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat industri pariwisata secara keseluruhan.

“Ekstensi dari Siat Yeh ini bukan hanya untuk Banjar Teba saja, saya minta kegiatan ini bisa dilaksanakan oleh desa adat beserta yowana se-Desa Adat Jimbaran tentu akan menjadikan kegiatan jauh lebih besar dan jadikan ini pula bagian dari promosi pariwisata. Tidak hanya sekadar melaksanakan Siat Yeh ini yang paling penting bagaimana mengemas event ini menjadi bagian dari pariwisata dan ini merupakan tantangan kita bersama,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kelian Adat Banjar Teba, I Wayan Eka Santa Purwita menjelaskan, Siat Yeh merupakan rekonstruksi dari kebiasaan masyarakat pesisir Jimbaran yang diapit oleh dua laut. Tradisi ini mencerminkan kehidupan masyarakat yang bermain di rawa di sisi timur dan di air pantai di sisi barat.

“Itulah yang menjadi cikal bakal, dari support penglingsir dan tokoh, jadinya kita sebagai pelaku seniman di Banjar Teba menuangkan dengan bentuk garapan Siat Yeh dan menjanjikan dengan nyanyian dan tabuh atau gamelan,” jelasnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan di antara warga. Ke depannya, Santa berharap pihaknya bisa mengundang krama dari banjar lain di Desa Jimbaran untuk ikut serta, dengan harapan besar bahwa tradisi Siat Yeh ini dapat berkembang menjadi sebuah festival tahunan yang dinamakan Jimbaran Festival.

“Kami berharap tradisi ini tidak hanya dipertahankan tetapi juga dapat menggali tradisi terpendam lainnya, menjadikan kultur kami lebih kaya dan dikenal luas,” pungkasnya. (ana)

Bupati Sanjaya Buka Parade Ogoh-Ogoh Se-Desa Adat Kota Tabanan

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya bersama Istri, Ny Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, melepas peserta Pawai Ogoh-Ogoh Se-Desa Adat Kota Tabanan Tahun 2024 yang berlangsung di sepanjang Wantilan Setra Desa Adat kota Tabanan hingga Patung Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Minggu (10/3/2024).
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya bersama Istri, Ny Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, melepas peserta Pawai Ogoh-Ogoh Se-Desa Adat Kota Tabanan Tahun 2024 yang berlangsung di sepanjang Wantilan Setra Desa Adat kota Tabanan hingga Patung Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Minggu (10/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jelang Perayaan Hari Suci Nyepi Çaka 1946, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya bersama Istri, Ny Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, melepas peserta Pawai Ogoh-Ogoh Se-Desa Adat Kota Tabanan Tahun 2024 yang berlangsung di sepanjang Wantilan Setra Desa Adat kota Tabanan hingga Patung Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Minggu (10/3/2024).

Bersama dengan jajaran, penyelenggaraan kegiatan sebagai wujud apresiasi terhadap kreativitas Sekaa Teruna dalam melestarikan Adat, Seni dan Budaya Bali di Tabanan.

Saat itu nampak hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda, Sekda, Para Asisten Setda, Para Kepala Perangkat Daerah dan Camat se-Kabupaten Tabanan, Ketua PHDI, Perbekel dan Bendesa Adat se-Kota Tabanan, dan juga diramaikan oleh seluruh peserta dan masyarakat Tabanan yang nampak memadati sepanjang lokasi pelaksanaan acara.

Parade Ogoh-Ogoh Se-Desa Adat Kota Tabanan diikuti oleh 25 peserta dari 24 Banjar Adat yang ada di Desa Adat Kota Tabanan dengan penuh antusias dan semangat suka cita.

Oleh sebab itu, apresiasi dan penghargaan diberikan oleh Bupati Sanjaya terhadap para generasi muda adat kota Tabanan yang telah menunjukkan sikap militansi dalam rangka menjaga budaya Bali dan atas segala kreatifitasnya dalam pembuatan ogoh-ogoh di tahun 2024 ini.

Bupati Sanjaya dalam arahannya menekankan, roh dan semangat persaudaraan menjadi pondasi dasar dalam pembuatan ogoh-ogoh, yang telah melalui segala perubahan jaman. Sehingga, hakikat perayaan hari suci Nyepi juga dimaknai sebagai sebuah perayaan persaudaraan.

Pelaksanaan ogoh-ogoh ini juga beberapa waktu lalu sempat dilakukan perlombaan dan festival oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan, yang mana harapannya tidak hanya untuk menumbuhkan kreatifitas tetapi juga mampu menjadi salah satu ikon di kota Tabanan.

“Untuk itulah, saya sangat berharap agar para generasi muda Tabanan bangkit, percaya diri dan bersemangat untuk terus menggali potensi-potensi berkesenian khususnya di bidang kesenian ogoh-ogoh. Kita di Kabupaten Tabanan dalam tahun-tahun mendatang akan menantikan karya-karya besar seniman ogoh-ogoh di Tabanan. Kita harus yakin, mampu dan harus bangga menjadi orang Tabanan,” sebut Sanjaya.

Sanjaya juga menjelaskan, Pada tahun 2024, Parade ogoh-ogoh mengangkat tema ‘Nyomnya Bhuta Kala Nyanggra Nawa Warsa Icaka 1946 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana’ yang artinya Buta Kala di Alam dan pada diri manusia perlu disomya/dinetralisir agar sifat-sifat angkara murka, sombong dan angkuh menjadi sifat-sifat yang baik menuju kejayaan Kabupaten Tabanan.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama bergandengan tangan membangun Tabanan ke arah yang lebih baik. Sekaa Teruna, Yowana dan Karang Taruna sebagai tulang punggung Banjar, Desa Adat dan Desa Dinas yang selalu aktif, kreatif dan inovatif harus bersatu padu membangun Banjar, Desa Adat dan Desa Dinas masing-masing menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” tegas orang nomor satu di Tabanan sore itu.

Sebagaimana disampaikan oleh Kadis Kebudayaan, I Made Yudiana, animo para peserta dalam mengikuti kegiatan ini, sangat terlihat dari kreatifitas dan semangat sepanjang pembuatan ogoh-ogoh, hingga pelaksanaan parade pada hari ini.

“Mewakili Sekaa Teruna menghaturkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak Bupati atas inisiasi dan dukungan pendanaan yang telah diberikan untuk parade ogoh-ogoh Se-Desa Adat Kota Tabanan. Dan atas kemurahan hati dan kebijaksanaan Bupati Tabanan masing-masing peserta mendapat uang kepesertaan sebesar 10 juta rupiah,” jelasnya. (rls)

Viral Pemuda Laki-Laki Dicegat Petugas di Pos Adipura Tabanan saat Nyepi, Ternyata ini Alasannya 

Tangkapan layar video seorang pemuda laki-laki diberhentikan oleh petugas keamanan saat Hari Raya Nyepi di Pos Polisi Adipura, Jalan Bypass Ir. Soekarno, Tabanan, Senin (11/3/2024).
Tangkapan layar video seorang pemuda laki-laki diberhentikan oleh petugas keamanan saat Hari Raya Nyepi di Pos Polisi Adipura, Jalan Bypass Ir. Soekarno, Tabanan, Senin (11/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Viral di media sosial seorang pemuda diberhentikan oleh petugas keamanan saat Hari Raya Nyepi di Pos Polisi Adipura, Jalan Bypass Ir. Soekarno, Tabanan, pada Senin (11/3/2024).

Dalam video yang beredar tampak pemuda laki-laki tersebut mengendarai motor seorang diri lalu diberhentikan oleh petugas polisi dan pecalang setempat yang tengah berjaga.

Bahkan dalam keterangan video bertuliskan, pemuda yang tidak diketahui namanya tersebut mengendarai sepeda motornya dari Legian, Kuta, Badung menuju Tabanan.

Aksinya pun mengundang komentar warganet di media sosial yang menyayangkan aksinya nekadnya itu dan mempertanyakan pengamanan petugas keamanan saat Nyepi berlangsung.

Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Adrian Riski Ramadhan ketika dikonfirmasi Selasa (12/3/2024) membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan kejadian itu terjadi pada Senin dini hari.

“Benar, kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 03.00 WITA. Pecalang yang berjaga di Posko di Adipura memberhentikan seorang pemuda,” katanya.

AKP Adrian Riski mengatakan, sebelumnya pemuda laki-laki tersebut sudah disuruh berhenti oleh pecalang yang berjaga di Simpang Gerokgak, Kediri, Tabanan. Namun, pemuda tersebut tidak menghiraukannya dan kabur dengan motornya.

Kemudian, para pecalang tersebut berkoordinasi dengan petugas di Pos Adipura untuk mencegat pemuda tersebut.

Karena pemuda itu tahu dirinya akan diberhentikan di Pos Adipura, ia lalu berbelok ke Utara dan sembunyi di belakang toko Vista Grosir. Kemudian, pecalang di Pos Adipura mengejar dan menanggkapnya.

“Setelah diinterogasi pecalang, pemuda tersebut pulang dari bekerja di Legian menuju kerumahnya di Gadungan, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. Ia mengaku kabur dari perintah berhenti serta sembunyi dari pecalang karena takut,” jelasnya.

Kemudian pemuda tersebut ditahan di Pos Adipura dan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan pulang sebelum waktu Nyepi selesai.

“Sekitar pukul 06.00 WITA, pemuda tersebut diizinkan pulang oleh petugas yang berjaga,” pungkasnya. (ana)

Berkah Hari Raya Nyepi, 82 Warga Binaan Lapas Tabanan Terima Remisi

Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan Muhamad Kameily menyerahkan remisi Nyepi kepada warga binaan, Selasa (12/3/2024).
Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan Muhamad Kameily menyerahkan remisi Nyepi kepada warga binaan, Selasa (12/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hari Raya Nyepi tahun Saka 1946 membawa berkah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan khususnya mereka yang beragama Hindu.

Pada perayaan Nyepi tahun ini, sebanyak 82 orang WBP umat Hindu memperoleh Remisi Khusus (RK) Keagamaan. Remisi atau pengurangan masa tahanan ini diserahkan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Tabanan Muhamad Kameily, bertempat di Aula Candra Prabhawa, Selasa (12/3/2024).

Muhamad Kameily mengatakan, dari 82 orang WBP tersebut terdapat 41 orang Warga Binaan dengan pidana khusus yaitu pidana narkotika, korupsi dan money laundering sementara sisanya merupakan WBP dengan pidana umum.

Adapun besaran remisi atau pengurangan tahanan ini bervariasi, mulai dari 15 hari sampai dengan 1 bulan 15 hari.

“Remisi ini merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan seperti tidak melakukan pelanggaran serta telah mengikuti kegiatan-kegiatan pembinaan yang ada di Lapas dengan baik,” ujarnya.

Ia menekankan kepada seluruh warga binaan yang mendapat remisi agar bisa menjadikan momen ini sebagai motivasi untuk dapat merubah tujuan hidup kearah yang lebih baik.

“Semoga teman-teman dapat berdamai dengan keadaan bahwasannya terdapat hari esok yang lebih baik. Jadikan pengalaman ini sebagai sebuah pelajaran sehingga nanti ketika telah bebas dari Lapas teman-teman dapat menjadi orang yang bermaanfaat bagi orang lain,” tutup Kameily.

Sementara itu, salah seorang warga binaan yang memperoleh remisi, Ngurah Gede mengaku sangat bersyukur remisinya telah turun.

“Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, remisi saya sudah turun. Ini merupakan hari raya Nyepi yang ke-2 kalinya saya rayakan setelah masuk Lapas. Saya berharap tahun depan saya bisa merayakan hari raya Nyepi bersama-sama keluarga setelah bebas dari Lapas,” ungkapnya. (ana)