- Advertisement -
Beranda blog Halaman 458

Diskerpus Badung Gelar Bimtek Kearsipan dan Perpustakaan untuk Kepala Desa

Bimbingan teknis kearsipan dan Perpustakaan bagi para Perbekel dan ketua tim penggerak PKK Desa se-kabupaten Badung, Senin (25/3/2024).
Bimbingan teknis kearsipan dan Perpustakaan bagi para Perbekel dan ketua tim penggerak PKK Desa se-kabupaten Badung, Senin (25/3/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis kearsipan dan Perpustakaan bagi para kepala desa dan ketua tim penggerak PKK Desa se-Kabupaten Badung, Senin (25/3/2024).

Kegiatan yang dilaksanakan di di ruang Ballroom Rafflesia 1 Swiss-belresort Pecatu Bali, ini digelar dalam rangka terwujudnya tata kelola kearsipan yang baik serta layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Kegiatan pembukaan Bimbingan Teknis (BIMTEK) tersebut ditandai dengan pemukulan Gong oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Ni Wayan Kristiani.

Disaksikan Kepala Forum Perbekel Kabupaten Badung Kadek Sukarma, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Perpustakaan Nasional RI Nani Suryani, Perbekel se-Kabupaten Badung, penggerak PKK Desa se- Kabupaten Badung, serta perwakilan OPD terkait.

Kegiatan Bimbingan Teknis kearsipan dan perpustakaan bagi para perbekel dan ketua tim penggerak PKK Desa se-kabupaten Badung yang berlangsung selama dua hari. Dengan mengundang narasumber dari Perpustakaan Nasional serta OPD terkait.

Dalam sambutan Bupati Badung yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Ni Wayan Kristiani menyampaikan, desa harus bersatu untuk mengembangkan perpustakaan sebagai pusat pembudayaan membaca masyarakat, sebagai tempat beraktifitas, berkreasi serta berinovasi dalam berbagai kegiatan.

“Kearsipan merupakan cara atau teknik yang digunakan untuk mengatur dan mengelola arsip yang ada di desa agar nilai-nilai budaya dan adat istiadat dapat terjaga dan terlindungi dengan baik,” terangnya.

Selanjutnya, saat ini arsip dan perpustakaan memiliki peran strategis di masyarakat, yang tertuang dalam Undang-undang nomor 43 tahun 2009 menyatakan, arsip merupakan rekaman kegiatan atau rekaman peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi.

Serta Undang-undang tentang perpustakaan ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat.

Berikutnya Kristiani menyampaikan, perpustakaan sebagai pelaksana transformasi berbasis inklusi sosial yang mengharuskan masyarakat di Desa terus bergerak meningkatkan potensi desa dan ekonomi masyarakat melalui Perpustakaan.

“Dengan mendukung hal tersebut, kami juga memerlukan ibu-ibu PKK yang berada di desa se kabupaten Badung sebagai penggerak yang ada di desa, untuk membangun perpustakaan yang ada di desa, agar dapat bersinergi dengan kepala desa serta masyarakat yang ada di desa,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi kepada seluruh Desa yang ada di Kabupaten Badung yang telah mampu melaksanakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) kearsipan dan transformasi Perpustakaan berbasis inklusi Sosial.

“Semoga Kabupaten Badung mampu sebagai penyelenggara pertama pelopor (SRIKANDI) dan pelopor semua Desa melaksanakan transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial,” imbuhnya. (jas)

Pj. Gubernur S.M. Mahendra Jaya Paparkan Pendapat terkait Raperda Kemudahan Investasi dan Pengarusutamaan Gender

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyampaikan Pendapat Gubernur Bali terkait Raperda Inisiatif Dewan tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi, Raperda Inisiatif Dewan tentang Pengarusutamaan Gender serta Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Bali Tahun 2023, pada Rapat Paripurna ke-4 DPRD Provinsi Bali, di Ruang Sidang DPRD Bali, Denpasar, Soma Umanis-Wuku Pujut, Senin (25/3).

Disampaikannya, terkait masukan Pemerintah Daerah Provinsi Bali terhadap Raperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi, agar aspek legal drafting atau teknis penyusunan Raperda dilakukan dengan mengacu pada teknik penyusunan Peraturan Perundang-Undangan, dengan mempedomani Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

“Selanjutnya Konsideran menimbang perlu disesuaikan, karena sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan kepada Masyarakat dan/atau Penanam Modal, dengan materi muatan mengenai bentuk insentif dan kemudahan investasi perlu dikaji dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait,” ujarnya.

Selain itu ketentuan teknis dalam Pasal 10 ayat (2) Ranperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi perlu disempurnakan karena terkesan hanya Badan Usaha Pembangunan dan Pengelolaan (BUPP) yang menyelenggarakan kegiatan usaha di KEK yang bisa mendapatkan insentif berupa pengurangan dan/atau keringanan pajak daerah dan/atau retribusi daerah. Untuk menghindari kekosongan hukum, menjamin kepastian hukum, memberikan perlindungan hukum, dan mengatur hal-hal yang bersifat transisional/sementara, dalam pengaturan Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi maka perlu ditambahkan materi mengenai ketentuan peralihan.

Selanjutnya Pj. Gubernur Bali, S.M Mahendra Jaya membacakan masukan Pemerintah Daerah Provinsi Bali terhadap Raperda tentang Pengarusutamaan Gender, dimana konsideran menimbang perlu disesuaikan agar memuat uraian singkat pokok-pokok pikiran yang menjadi latar belakang dan alasan pembuatan Raperda tersebut dengan mempertimbangkan aspek filosofis, sosiologis, dan yuridisnya, dengan dasar hukum mengingat dalam Raperda tentang Pengarusutamaan Gender perlu ditambahkan peraturan perundang-undangan mengenai pembentukan peraturan perundang-undangan dan pembentukan produk hukum daerah serta peraturan perundang-undangan teknis terkait pedoman umum pengarusutamaan gender di daerah. “Terkait materi muatan partisipasi masyarakat perlu dicermati kembali, mengingat partisipasi masyarakat yang tidak bersifat wajib. Sedangkan ketentuan mengenai pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran partisipasi masyarakat kiranya perlu dipertimbangkan kembali. Tentunya kedua Raperda ini dimaksud perlu dilakukan pembahasan lebih mendalam oleh tim teknis beserta perangkat daerah terkait,” tambahnya.

Pj. Gubernur Bali Mahendra Jaya menyampaikan LKPJ kepada DPRD sebagai laporan atas hasil penyelenggaraan urusan pemerintah menyangkut pertanggungjawaban kinerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah selama 1 (satu) tahun anggaran. Penyusunan LKPJ Kepala Daerah Tahun 2023, mendasari Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

Disampaikannya lagi, bahwa Tahun 2023 adalah tahun terakhir implementasi RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023. Terkait berakhirnya jabatan Gubernur definitif pada tanggal 05 September 2023, dan menunjuk Penjabat Gubernur untuk mengisi kekosongan sementara hingga PILKADA nanti.

Hal ini, menjadi momentum untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan tata kelola pemerintahan dan pembangunan, terutama mendorong efektivitas dan efisiensi pengelolaan APBD. “Namun demikian aspek keberlanjutan program dan kegiatan pembangunan, tetap dijaga secara konsisten, melalui kolaborasi semua pihak, terutama dukungan dari segenap pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Bali, tahun 2023 pun dapat dilalui, dengan meninggalkan beberapa catatan penting untuk penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pada tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Disampaikannya lagi terkait pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali di Tahun 2023 sebesar 5,71%, melebihi pertumbuhan ekonomi Tahun 2019 sebesar 5,60%, dengan Pendapatan Domestik Regional Bruto per kapita (PDRB) Bali Tahun 2023 sebesar lebih dari Rp 60 Juta, juga lebih tinggi dari PDRB tahun 2019 sebesar lebih dari Rp 58 Juta.

Sesuai data BPS periode Maret 2023, persentase penduduk miskin di Bali, sebesar 4,25%, menurun dibandingkan tahun 2022 yaitu sebesar 4,57%. Angka ini merupakan yang terendah di antara provinsi lainnya di tanah air. Jika dibandingkan dengan angka nasional, jumlah penduduk miskin di Bali relatif jauh lebih rendah. “Secara nasional persentase penduduk miskin sebesar 9,36%. Sementara persentase Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Bali pada Tahun 2023 sebanyak 0,19%, turun signifikan dibandingkan Tahun 2022 sebanyak 0,54%. Kondisi ini merupakan kemiskinan ekstrem terendah di Indonesia. Target Presiden untuk kemiskinan ekstrim nasional pada tahun 2024 adalah 0%,” kata Pj. Gubernur Bali.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka pada Tahun 2023 tercatat sebesar 2,69%, turun dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar 4,80%. Sebesar 0,362 menurun atau lebih baik dibandingkan tahun 2022 sebesar 0,363, yang masih termasuk kategori ketimpangan sedang.

Pelaksanaan program-program pembangunan dalam APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2023 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi dengan pencapaian pembangunan bidang pangan, sandang, dan papan telah dilaksanakan secara konsisten dari hulu sampai hilir, diwujudkan dengan komitmen kuat melalui berbagai upaya untuk memproduksi, mengembangkan, memasarkan, dan memanfaatkan produk lokal Bali.

Dijabarkan pula terkait pencapaian pembangunan dalam bidang pendidikan, ditandai dengan percepatan peningkatan akses dan mutu pendidikan SMA/SMK/SLB, dan peningkatan tata kelola penyelenggaraan pendidikan. Pencapaian pembangunan Bidang Kesehatan, ditandai dengan peningkatan peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat, peningkatan jangkauan jaminan kesehatan, dan peningkatan tata kelola penyelenggaraan layanan kesehatan. Selain layanan kesehatan konvensional, juga telah dikembangkan program layanan kesehatan tradisional Bali, dan pembangunan industri obat herbal berbasis kearifan lokal Bali. Sementara pembangunan bidang adat, ditandai dengan komitmen nyata, yaitu: penguatan kedudukan, fungsi,dan kewenangan Desa Adat; mengalokasikan anggaran untuk Desa Adat; membangun perekonomian Desa Adat, memantapkan Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu berbasis Desa Adat (SIPANDU BERADAT).

Seluruh pembangunan ini diselenggarakan dengan menetapkan haluan pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat ditandai dengan pencapaian: membangun Platform kebijakan kepariwisataan Bali yang menjaga adat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali, yang berdampak langsung pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan Krama Bali secara berkelanjutan. “Sementara pembangunan di bidang pariwisata, diselenggarakan dengan menetapkan haluan pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat ditandai dengan pencapaian, membangun Platform kebijakan kepariwisataan Bali yang menjaga adat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali, yang berdampak langsung pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan Krama Bali secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dua WNA Perempuan Asal Spanyol Jadi Korban Jambret di Pecatu

Kondisi salah satu WNA korban jambret di Jalan Raya Uluwatu, Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Senin (25/3/2024)
Kondisi salah satu WNA korban jambret di Jalan Raya Uluwatu, Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Senin (25/3/2024)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Percobaan penjambretan dialami dua orang Warga Negara Asing (WNA) Spanyol di Jalan Raya Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, pada Senin (25/3/2024) sekitar pukul 10.00 WITA.

Kedua korban merupakan perempuan bernama Berta Casas Segura (23) dan temannya Ana Maria Jove Sanches (24).

Mereka tingaal di The Ulu’s Klumpu Jalan Batu Nunggul Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Atas kejadian ini, mereka mengalami luka di tubuhnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar I Ketut Sukadi menerangkan, awalnya korban bersama temannya menaiki kendaraan keluar dari The Ulu’s Klumpu menuju Jalan Raya Uluwatu.

Sesampainya di tempat kejadian, datang seorang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX dengan nomor polisi DK 4550 LX dari arah belakang dan memepet korban dari samping kanan. Pelaku kemudian berusaha mengambil paksa kalung yang dipakai korban.

“Saat kejadian, terjadi tarik menarik antara korban dengan pelaku hingga kedua-duanya terjatuh dari kendaraan termasuk pelaku,” ujarnya.

Setelah itu, tidak berselang lama datang seorang WNA yakni Mr. Jo dan berusaha mengamankan pelaku hingga terjadi pergulatan antara mereka.

“Pelaku berhasil melarikan diri menuju semak-semak, sementara sepeda motor yang dikendarai pelaku ditinggalkan di TKP,” ungkap Sukadi. (jas)

Disdikpora Badung Resmi Tutup Porsenijar 2024

Penyerahan hadiah dalam penutupan Porsenijar Badung 2024 di Lapangan Puspem Mangupraja Mandala Kantor Bupati Badung, pada Senin (25/3/2024).
Penyerahan hadiah dalam penutupan Porsenijar Badung 2024 di Lapangan Puspem Mangupraja Mandala Kantor Bupati Badung, pada Senin (25/3/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kabupaten Badung 2024 secara resmi ditutup di Lapangan Puspem Mangupraja Mandala Kantor Bupati Badung, pada Senin (25/3/2024).

Dalam sambutan Bupati Badung yang di bacakan Kadisdikpora I Gusti Made Dwipayana sekaligus menutup acara Porsenijar tersebut menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Panitia Penyelenggara, Para Wasit, Para Juri serta para Peserta Pekan Olahraga dan Seni Pelajar Kabupaten Badung Tahun 2024, yang telah dibuka pada Selasa (19/3/2024).

“Kami sudah dapat menjaring dan menghasilkan para juara pada Cabang Olahraga dan Bidang Seni. Selanjutnya Peserta ini akan kita bina kembali untuk dapat mewakili Kabupaten Badung pada Porjar Tingkat Provinsi Bali Tahun 2024,” ujarnya.

Ia menyampaikan, porjar Provinsi Bali sudah dekat dan para atlet diminta untuk berlatih lebih keras dan diharapkan para atlet bisa tampil lebih maksimal pada Porjar Provinsi Bali tahun 2024.

“Porsenijar Kabupaten Badung tahun 2024 ini telah melahirkan juara umum tingkat SMA/SMK, SMP dan SD melalui Cabang Olahraga yang diraih oleh SMA N 1 Kuta Utara kemudian untuk tingkat SMP yaitu SMP N 2 Mengwi dan tingkat SD diraih oleh kontingen dari Korwil Kuta Utara. Dalam Bidang Seni diraih oleh SMA N 1 Mengwi, tingkat SMP diraih oleh SMP N 4 Abiansemal, dan tingkat SD diraih oleh Korwil Kuta Selatan,” ujarnya.

Selanjutnya, dengan usainya kegiatan Porsenijar Kabupaten Badung tahun 2024, Kadisdikpora Kabupaten Badung mengharapkan kepada seluruh pemenang serta kepada peserta yang belum berkesempatan memenangkan kompetisi, agar terus berlatih dan tidak jumawa serta jangan putus asa, karena kesempatan akan datang di tahun tahun berikutnya.

Sementara itu, dalam laporan yang disampaikan ketua panitia sekaligus Kepala Bidang Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga I Gede Suarjaya menyampaikan, Porsenijar Kabupaten Badung tahun ini sudah berlangsung dengan tertib, aman dan lancar sesuai dengan rencana.

“Hal tersebut tidak lepas dari kerja sama yang baik dan saling pengertian antara semua dan segenap komponen pendukung kegiatan. Saya merasa bangga karena tumbuhnya rasa persaudaraan, sportifitas dan semangat para atlet dan artis pelajar yang cukup tinggi berlandaskan filosofi menyama braya,” imbuhnya. (jas)

Ketua DPRD Tabanan Apresiasi Semangat Gotong Royong Krama Desa Adat Padangan

Puncak upacara Odalan Ageng Bhatara Turun Kabeh di Pura Puseh Bale Agung Desa Adat Padangan, Kecamatan Pupuan yang jatuh pada Purnama Kedasa, Minggu (24/3/2024).
Puncak upacara Odalan Ageng Bhatara Turun Kabeh di Pura Puseh Bale Agung Desa Adat Padangan, Kecamatan Pupuan yang jatuh pada Purnama Kedasa, Minggu (24/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menghadiri puncak upacara Odalan Ageng Bhatara Turun Kabeh di Pura Puseh Bale Agung Desa Adat Padangan, Kecamatan Pupuan yang jatuh pada Purnama Kedasa, Minggu (24/3/2024).

Upacara yang dilangsungkan 5 tahun sekali tersebut, merupakan bentuk gotong-royong dari krama setempat dalam membangun upacara Dewa Yadnya.

Dengan iuran swadya dari krama sebesar Rp400 ribu rupiah yang terdiri dari 630 KK, begitu juga dukungan dan bantuan dari pemerintah. Kemudian total biaya yang dihabiskan dalam pelaksanaan upacara ini mencapai ratusan juta.

Made Dirga pun memberikan apresiasi terhadap semangat gotong royong krama dalam melaksanakan upacara yadnya.

“Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh krama atas semangatnya sehingga upacara bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia pun berharap ini ini terus ditingkatkan di masa depan juga kebersamaan dan sinergi pembangunan juga harus ditingkatkan.

“Hal itu penting untuk menjaga pelestarian tradisi, adat, agama dan budaya yang ada,” ucap politisi asal Desa Sudimara tersebut.

Sementara itu, Bendesa Adat Padangan mewakili krama, menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dukungan dari PJ. Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Bali, tentunya juga jajaran OPD dan DPRD Tabanan yang selalu menyempatkan diri hadir di tengah-tengah masyarakat.

Turut hadir dalam upacara PJ Gubernur Bali yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, anggota DPRD Kabupaten Tabanan.

Kemudian, Jajaran Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kepala Bagian terkait di lingkungan Setda beserta Camat Pupuan turut serta melaksanakan puja bhakti dalam puncak acara pujawali yang dipuput oleh Ida Sri Mpu Nabe dan Ida Sri Bhagawan. Hadir juga, Perbekel, Bendesa Adat, Prawartaka Karya dan Masyarakat setempat. (ana)

DPRD Tabanan Dukung Percepatan Realisasi Data Desa Presisi

Sekretaris Pansus I I Gusti Nyoman Omardani
Sekretaris Pansus I I Gusti Nyoman Omardani

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kini tengah gencar mensosialisasikan penerapan Data Desa Presisi di 10 kecamatan se-Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan. Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani.

“Kami sangat mendukung dan mensupport langkah pemerintah dalam percepatan penerapan Data Desa Presisi karena ini menjadi salah satu visi dan misi daerah untuk mewujudkan pembangunan yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” ungkapnya, Senin (25/3/2024).

Menurut Omardani, pihaknya sangat berharap pemerintah bisa sesegera mungkin menerapkan Data Desa Presisi ini di 133 desa yang ada di Kabupaten Tabanan.

Mengingat aturan Data Desa Presisi sudah melalui proses pembahasaan di dewan hingga disahkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Kami di DPRD sudah mensupport melalui Perda yang sudah ditetapkan bersama. Terakhir juga kami kawal betul pembentukan Perpubnya. Oleh karena itu, kami ingin mendorong agar sesegera mungkin program Desa Presisi bisa diterapkan,” ujarnya.

Omardani yang juga Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan mengaku bahwa memang selama ini pemerintah mengalami hambatan pada sistem dan regulasi Desa Presisi. Kendala pada sistem yakni terletak pada pengolahan data agar bisa terpadu untuk seluruh desa.

Namun, dengan dilakukannya sosialisasi dan perbaikan, pihaknya berharap data desa presisi ini bisa mudah diakses dan dipahami oleh siapapun.

“Sehingga kedepan tidak ada perencanaan yang salah dalam rangka melakukan pembangunan di Tabanan,” ucapnya.

Apalagi, sambung Omardani, tujuan desa presisi ini adalah untuk mendapatkan data yang benar-benar presisi dalam mendukung segala kegiatan pemerintah. Disamping itu juga untuk membangun masyarakat Tabanan khusus di desa agar bisa diangkat potensinya di wilayah tersebut.

“Kami berharap tahun ini proses penerapan Desa Presisi sudah bisa selesai dan sudah bisa diterapkan pada tahun berikutnya,” harapnya. (ana)

Kunjungan ke DTW Tanah Lot Menurun Selama Bulan Ramadhan

Suasana kunjungan ke DTW Tanah Lot saat bulan Ramadhan.
Suasana kunjungan ke DTW Tanah Lot saat bulan Ramadhan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Momen bulan suci Ramadhan ternyata berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot.

Itu terlihat dari catatan rata-rata kunjungan per hari mencapai 2.000 – 3.000 orang wisatawan. Sedangkan sebelum memasuki bulan Ramadhan kunjungan rata-rata mencapai 4.000 – 5.000 per hari.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, kunjungan ke Tanah Lot selama bulan Ramadan tengah mengalami koreksi dan telah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat dan wisatawan.

“Meskipun ada penyesuaian saat bulan Ramadhan, kegiatan wisata disini tetap berlangsung dengan lancar,” ujarnya, Senin (26/3/2024).

Ia menyebut, dalam persiapan menyambut Idul Fitri, pihaknya telah merencanakan strategi untuk mengoptimalkan pengamanan dan kenyamanan pengunjung.

Langkah-langkah ini diambil demi memastikan pengalaman yang aman dan berkesan bagi semua orang yang berkunjung ke objek wisata yang terletak di Desa Beraban, Kediri, Tabanan ini.

Selain itu, sebagai bagian dari merayakan Idul Fitri, Tanah Lot akan mengadakan acara hiburan joged bumbung bagi pengunjung.

“Ini akan menjadi momen yang istimewa di mana wisatawan dan masyarakat setempat dapat bersama-sama menikmati suasana festif dan kebersamaan,” ujarnya,

Pihaknya pun berharap kunjungan selama bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri ini akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua pengunjung, sambil tetap mematuhi nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang kaya. (ana)

Hadiri Pengukuhan Bendesa di 3 Desa Adat, Ini Pesan Bupati Jembrana

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA –  Bertepatan dengan rahina Purnama Kadasa, Minggu (24/3/2024), Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri acara Pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat diwilayah kecamatan Melaya dan Negara.

Diawali dengan pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Melaya yang dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Melaya, kemudian pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Tuwed di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Tuwed dan yang terakhir pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Puseh Agung Kecamatan Negara.

Pengukuhan Bendesa Adat masa ayahan 2024– 2029 dilakukan oleh Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana.  Ir. I Komang Suarditha dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Melaya dan I Made Warken sebagai Bendesa Adat Tuwed.

Keduanya tersebut merupakan petahana yang kembali dipercaya mengemban tugas sebagai bendesa adat oleh krama di masing-masing desa.

Sedangkan untuk Bendesa Desa Adat Puseh Agung Kecamatan Negara kini dijabat oleh I Ketut Budiarsa  mengganti Bendesa yang lama I Ketut Sujana yang telah usai masa jabatanya.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Bendesa dan Prajuru Desa Adat. Pihaknya berpesan kepada Bendesa agar dapat bertugas dengan baik. Desa Adat dan Desa Dinas harus selaras dan harmonis.

“Jangan sampai ada ketidakharmonisan, mari ajegan Adat dan Budaya Bali serta dukung dan sampaikan program – program pemerintah dalam mewujudkan Jembrana Emas 2026. Bendesa dan Prajuru adat yang telah dikukuhkan agar dapat mengemban tugas dan kewajibannya dengan baik,” ungkapnya.

Tamba menuturkan dewasa ini ditengah derasnya arus perubahan yang terjadi menjadi tantangan tersendiri bagi Desa Adat dalam mengembangkan perannya serta memperkuat jati diri sebagai modal utama mendukung pembangunan yang berwawasan budaya.

Dengan dilantiknya Bendesa dan Prajuru Desa Adat  , Ia mengajak bersama-sama menjaga dan memperkuat Desa Adat di era globalisasi ini.

“Ini merupakan wujud nyata memaksimalkan peran Desa Adat di dalam menentukan arah kebijakannya mendukung pembangunan dan memperkuat jati diri masyarakat Bali,” ucapnya.

Bupati Tamba juga menyampaikan terima kasih kepada Bendesa dan Prajuru sebelumnya yang sudah mengakhiri tugasnya dalam pengabdian .

“Karena kami di Kabupaten sangat berkepentingan, kalau desa adat aman dan lancar akan meringankan tugas kami di Pemkab Jembrana karena program yang dirancang akan berjalan lancar,” tutupnya.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua MDA (Majelis Desa Adat) Jembrana, I Nengah Subagia, Kepala OPD terkait, Camat, perwakilan PHDI, Prebekel dan Bendesa serta krama masyarakat. (rls)

Sekda Badung Resmikan Gerai Pelayanan Publik dan Radio Desa Kutuh

Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa pujawali Pura Lingga Bhuana Sari Kantor Perbekel Kutuh, sekaligus meresmikan gerai pelayanan terkait Dukcapil dan Radio Desa (Podcast), Minggu (24/3/2024).
Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa pujawali Pura Lingga Bhuana Sari Kantor Perbekel Kutuh, sekaligus meresmikan gerai pelayanan terkait Dukcapil dan Radio Desa (Podcast), Minggu (24/3/2024).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Mewakili Bupati Badung, Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa menghadiri pujawali Pura Lingga Bhuana Sari Kantor Perbekel Kutuh, sekaligus meresmikan Gerai Pelayanan terkait Dukcapil dan radio Desa (Podcast), Minggu (24/3/2024).

Kegiatan pujawali ini dipuput oleh Ida Pandita Mpu Jaya Wijayananda dari Griya Kutuh Kuta. Kantor Perbekel Kutuh dibantu dana BKK pembangunan sebesar Rp1,6 miliar pada anggaran perubahan tahun 2023 ditambah bantuan pribadi dari Sekda Adi Arnawa sebesar Rp5 juta.

Sekda Adi Arnawa menyampaikan, mewakili Pemerintah Kabupaten Badung pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung, serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Perbekel bersama masyarakat Kutuh yang sangat luar biasa. Hal ini ditunjukan dengan standar pelayanan yang diberikan oleh Kantor Desa Kutuh.

Ia berharap semua kantor desa di Badung memiliki standar minimal seperti Kutuh, bahkan lebih baik lagi.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten akan secara bertahap selalu membantu pemerintah desa dalam membantu sarana prasarana di Kabupaten Badung,” ucapnya.

Satu hal yang menjadi catatan bagi pihaknya terkait Kantor Desa Kutuh, yaitu belum adanya fasilitas Command Center yang kedepannya akan dibuat.

Sekda berkomitmen agar kedepannya setiap aktivitas yang dapat dilakukan secara virtual akan didorong. Selain sebagai percepatan, hal itu juga untuk meminimalisir kemacetan akibat jarak tempuh yang relatif jauh utamanya di kawasan pariwisata.

“Dengan disiapkan Command Center, apapun yang bisa dilakukan secara virtual akan kita didorong. Sebab ini akan berdampak pada pelayanan publik di Badung,” imbuhnya.

Sementara Perbekel Kutuh, I Wayan Mudana menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungan materi maupun doa dari pemerintah Kabupaten Badung maupun seluruh masyarakat di Desa Kutuh.

Dengan dibangunnya mal pelayanan publik ini diharapkan masyarakat akan lebih maksimal untuk mendapatkan pelayanan di Desa Kutuh.

Turut hadir Camat Kuta Selatan I Ketut Gde Arta, Perbekel Desa Kutuh I Wayan Mudana, Bendesa Adat Kutuh Jro Nyoman Mesir, beserta undangan lainnya. (rls)

Seniman di Desa Delod Peken Tabanan Hasilkan Cuan dari Lukisan Bakar

Wayan Purnawan, pengerajin lukisan bakar asal Desa Delod Peken, Tabanan, menunjukkan karyanya.
Wayan Purnawan, pengerajin lukisan bakar asal Desa Delod Peken, Tabanan, menunjukkan karyanya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Karya lukis dengan teknik bakar pada papan kayu kini sedang digemari masyarakat. Lukisan ini banyak digunakan untuk dekorasi rumah, kafe atau suvenir.

Adapun lukis bakar sendiri menggunakan teknik pemanasan dimana menggunakan alat solder yang telah dimodifikasi.

Salah satu seniman pengrajin lukisan bakar yakni Wayan Purnawan asal Desa Delod Peken, Tabanan. Ia mengaku mulai menekuni usaha ini sejak pandemi COVID-19 melanda, sekitar tahun 2020.

Selain itu, ia memang memiliki kemampuan melukis dan tamat dari sekolah jurusan seni rupa di Kabupaten Gianyar.

“Teknik lukis warna kan sudah banyak. Saya lihat di Youtube ketemulah teknik lukis bakar ini. Karena basis sudah bisa menggambar saya otodidak belajar dan banting stir ke lukis bakar,” ungkapnya, Minggu (24/3/2024).

Ia mengaku, waktu belajar teknik lukis bakar hanya perlu sekitar tiga bulanan sampai akhirnya bisa menghasilkan karya lukis.

“Kanvas lukisnya ini kayu. Untuk bahan baku kayunya sendiri jenis Jati Belanda yang saya beli online,” ujarnya.

Untuk karya lukis bakarnya, dikatakan Purnawan, kebanyakan melukis wajah atau hewan sesuai dengan permintaan. Lama pengerjaannya juga tergantung jumlah wajah yang dilukis.

“Kalau satu wajah, rata-rata dua hari. Paling lama itu pernah sampai sebulan saat melukis wajah para Presiden RI,” ungkapnya.

Untuk harga tergantung banyaknya wajah dan kerumitan teknik yang diterapkan. Namun rentang harga yang ia patok termurah Rp100 ribu hingga Rp10 juta.

“Harga Rp10 juta itu yang lukisan bakar wajah para Presiden RI,” akunya.

Meskipun sudah cukup lama menekuni bisnis ini, Purnawan mengaku, masih mengandalkan promosi dengan cara dari mulut ke mulut. Disamping itu juga mengikuti pameran karya seni, seperti di pojok IKM Dekranasda DTW Tanah Lot.

“Selama ini yang memesan lukisan saya masih warga lokal. Semoga dengan mengikuti even pameran  wisatawan bisa mengetahui karya saya,” ucapnya. (ana)