- Advertisement -
Beranda blog Halaman 438

Produksi Film Tanpa Ijin, 31 WNA Korsel Diamankan Imigrasi Ngurah Rai

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melakukan pemeriksaan terhadap 31 WNA asal Korea Selatan (korsel) dan seorang WNI atas dugaan pelanggaran izin tinggal keimigrasian yang dilakukan oleh produser dalam pembuatan reality show (film) berjudul Pick Me Trip in Bali, Jumat (26/4/2024).

Sebelumnya pada Kamis (25/4/2024), Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Ngurah Rai mendapatkan informasi terkait adanya aktivitas orang asing (WN Korea Selatan) di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai berdasarkan surat Direktur Perfilman, Musik dan Media Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Dijelaskan dalam surat tersebut tentang adanya dugaan pelanggaran izin produksi film oleh orang asing di Indonesia.

Berdasarkan data perlintasan keimigrasian, 31 WN Korea Selatan dan seorang WNI tersebut masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 21 April 2024 menggunakan Visa on Arrival (VOA) dan e-VOA.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Suhendra menerangkan, tim Inteldakim Imigrasi Ngurah Rai kemudian melakukan pengawasan keimigrasian menindaklanjuti informasi tersebut.

“Setelah memperhatikan kondisi di lapangan, tim Inteldakim mendapati 31 WN Korea Selatan yang sedang melakukan pengambilan gambar (syuting) di area tersebut. 31 orang tersebut terdiri dari produser, kru beserta artis,” terang Suhendra.

Selanjutnya, hingga saat ini Imigrasi Ngurah Rai sedang melakukan pengambilan keterangan terhadap WN Korea Selatan tersebut yang dilakukan terhadap dua orang produser yang bertanggung

“Jika keduanya terbukti melakukan pelanggaran ketentuan keimigrasian, kami akan memberikan tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami mengimbau orang asing yang akan beraktivitas di Indonesia untuk mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku,” terang Suhendra. (jas)

Pasar Umum Negara akan Jadi Pusat Niaga dan Ikon Wisata

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Bupati Jembrana I Nengah Tamba meninjau pembangunan Pasar Umum Negara, Jumat (26/4/2024). Dengan progres pembangunan yang sudah selesai separuh, ditargetkan tepat waktu bulan Juli mendatang.

Pasar yang dibangun dengan anggaran pemerintah pusat ini, diproyeksikan menjadi pusat niaga dan ikon wisata Jembrana.

Pemantauan progres pembangunan Pasar Umum Negara, bupati didampingi Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto, Forkopimda dan jajaran kepala organsiasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Bupati Tamba menyampaikan, pemantauan pembangunan Pasar Umum Negara ini untuk memastikan pembangunan pasar yang dimuliakan bulan September 2023, sesuai dengan perencanaan, mulai dari spesifikasi dan target pembangunan sesuai dengan desain dan ketentuan.

“Ternyata ada yang kita dendum beberapa titik yang harus ada penyesuaian,” ujarnya.

Koreksi yang menjadi addendum pembangunan pasar ini, diantaranya mengenai beberapa ruang yang dinilai tidak perlu dibuat.

Misalnya, salah satu ruangan yang akan digunakan untuk gudang dihapus, agar bisa dimanfaatkan dengan baik pada pedagang dan pengunjung. Sehingga dengan dihapusnya satu bangunan gudang agar bisa lebih terbuka.

“Karena pasar ini nantinya tidak hanya sebagai pusat niaga tetapi juga ikonik pariwisata. Jadi orang yang datang pasar ini, memberikan kesan positif bagi pengunjung,” ungkapnya.

Bupati menyampaikan, Pasar Umum Negara ini diproyeksikan menjadi pasar terbaik. Tidak hanya sdi Bali tetapi juga terbaik se -Indonesia. Bahkan nantinya, direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Karena itu, peninjauan pasar ini untuk saling mengoreksi, agar pada saat peresmian berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Bupati Tamba menegaskan, Pasar Umum Negara ini sebagai titik nol kabupaten Jembrana. Artinya, Pasar Umum Negara sebagai pusat niaga dan destinasi wisata, karena nantinya akan terhubung dengan sentra tenun, rumah cokelat, sirkuit all in one Jembrana dan destinasi wisata yang ada di Jembrana seperti Kampung Loloan dan Puri Agung Negara.

“Pasar Umum Negara ini diharapkan menjadi ikon wisata juga. Nantinya juga menjadi kunjungan wisata,” ungkapnya.

Pasar Umum Negara dan sekitarnya juga akan ditata, sehingga pengunjung dan wisatawan yang datang bisa menikmati pasar tradisional yang dikonsep modern. Sebagai pasar terbaik, mulai dari anak sekolah sampai masyarakat semua kalangan bisa nyaman datang ke pasar. Bahkan pasar menjadi ruang berkumpul diskusi dan bersuka cita.

“Bahkan bisa buka 24 jam karena sekitar pasar nantinya akan dibuat total pedestarian yang nyaman bagi pengunjung, seperti mini Malioboro,” ungkapnya.

Bupati Tamba berharap mendapat dukungan dari masyarakat, karena pembangunan pasar ini sebagai salah satu upaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jembrana.

“Dukungan dari masyarakat Jembrana, menjadi kunci dari keberhasilan program Pemerintah Kabupaten Jembrana,” tegasnya.

Bupati Tamba menambahkan, sebelum nantinya Pasar Umum Negara ini dibuka, akan ada konsultan yang secara khusus akan bertemu dengan pedagang untuk memberikan pengarahan. Konsultan akan memberikan pengarahan secara terperinci mengenai kemasan dan tata cara menerima pengunjung yang baik.

Para pedagang Pasar Umum Negara juga akan diberikan seragam, misalnya di hari tertentu pedagang menggunakan pakaian adat madya.

“Sehingga Pasar Umum Negara benar -benar menjadi ikon niaga dan wisata. Upaya ini untuk menciptakan destinasi, bukan destinasi warisan,” tegasnya.

Bupati Tamba, di hari yang sama juga meninjau Rumah Produksi Bersama (RPB) Komoditas Kakao Jembrana. Karena pabrik cokelat Jembrana ini, salah satu objek yang akan dikunjungi Presiden Joko Widodo dalam rangka rencana kunjungan kerjanya ke Jembrana.

Sengketa Lahan Pura Dalem Kelecung, Desa Adat Menang di Tingkat Banding 

Warga Desa Adat Kelecung mendatangi PN Tabanan untuk memberikan dukungan sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung. (dok)
Warga Desa Adat Kelecung mendatangi PN Tabanan untuk memberikan dukungan sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung. (dok)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung, yang melibatkan warga desa setempat dengan keluarga Jero Marga Puri Kerambitan akhirnya tuntas di tingkat banding.

Usai menang di tingkat Pengadilan Negeri (PN) Tabanan. Kini, Majelis Hakim Pengandilan Tinggi (PT) Denpasar, kembali memutus bahwa tanah sengketa seluas 27,8 are itu milik Pura Desa Adat Kelecung.

Ini tertuang dalam amar putusan Majelis Hakim, dengan nomor 87/PDT/2024/PT DPS Tabanan, pada 25 April 2024 kemarin. Sebelumnya, PN Tabanan memutus sesuai dengan nomor putusan 190 /Pdt.G/2023/PN Tabanan.

Kuasa Hukum Desa Adat Kelecung I Gusti Ngurah Putu Alit Putra mengatakan, di tingkat banding dalam pertimbangannya Majelis Hakim Tinggi dalam perkara tingkat banding dengan No. 87/PDT/2024/PT Denpasar, mengambil alih Pertimbangan hukum dan fakta dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tabanan.

Sehingga, Pengadilan Tinggi Denpasar menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Tabanan dengan perkara No. 190/Pdt.G/2023/PN Tabanan yang diputus tanggal 26 Februari 2024 lalu.

“Dengan kemenangan untuk di tingkat banding ini tentu kami bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada majelis Hakim tinggi. Inilah proses hukum yang jujur dan memenangkan kebenaran,” ujarnya, Jumat (26/4/2024).

Alit mengaku, berkaca dari sidang sebelumnya, pihaknya sudah yakin akan kemenangan ini. Hal itu dikarenakan keterangan dari enam orang saksi lemah dan sangat tidak mendukung dalil-dalil mereka. Kasus ini menurut hematnya, bahwa pada tahun 1960 keluar Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan berlaku sejak tahun 1961.

Saat itu sudah ditentukan dalam pasal 19 ayat 2 huruf c, bahwa tanah milik hendaknya didaftar dalam suatu buku yang namanya buku tanah. Atau kini dikenal dengan sertifikat tanah.

“Kemudian apabila pihak Jero Marga, merasa itu tanah mereka kenapa tidak didaftarkan saja sertifikatnya saat tahun 1977. Itu mengapa mereka mendaftarkan IPEDA terhadap tanah sebelah tanah sengketa,”

“Kami menduga jangan-jangan tanah tanah mereka itu ada juga yang sebenarnya milik warga kelecung/tanah negara/tanah kosong yang hanya mereka klaim sejak 1977 saja dengan dasar IPEDA,” sambungnya.

Ia menambahkan, pada dasarnya Jero Marga dinilainya menggungat tanah milik Pura Dalem yang telah bersertifikat. Namun syukurnya, pihaknya menang di Perdata telah dua kali dan sekali henti di Pidana.

“Sampai kapanpun kami akan siap apabila pihak sana terus melakukan upaya hukum. Apabila mereka minta rekonsiliasi tentu kami akan serahkan kepada warga. Kami tidak memiliki kewenangan maupun kuasa bertindak sejauh itu agar tidak membias,” imbuhnya. (ana)

Pemugaran Pura Luhur Tanah Lot Tahap I Dimulai, Target Rampung 6 Bulan

Pemugaran Pura Luhur Tanah Lot tahap pertama.
Pemugaran Pura Luhur Tanah Lot tahap pertama.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pura Luhur Tanah Lot yang terletak di Kecamatan Kediri, Tabanan, mulai dipugar. Pemugaran akan dilakukan dalam dua tahap yakni tahap pertama untuk tembok penyengker dan piasan. Lalu tahap kedua untuk masing-masing pelinggih.

Pengempon Pura sekaligus Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan mengatakan, tahap pemugaran pertama sudah dimulai sejak 17 April 2024 lalu.

“Pemugaran sudah dimulai sejak 17 April lalu yang diawali dengan ngingsiran ida bhatara ring sanggah surya,” ujarnya, Jumat (26/4/2024).

Ia menyebut, target pengerjaan tahap pertama ini akan rampung dalam 5 – 6 bulan. Setelah itu, dilanjutkan dengan tahap kedua yakni pemugaran masing-masing pelinggih.

“Setelah tahap pertama selesai, kami laksanakan pujawali, yang diawali dengan upacara ulap ambe penyengker dan piasan yang telah selesai dikerjakan,” jelasnya.

Terkait anggaran pemugaran, Toni mengatakan, untuk tahap pertama ini membutuhkan anggaran kurang lebih Rp7-Rp8 miliar yang bersumber dari dana punya, pengajuan proposal serta manajemen operasional DTW Tanah Lot.

“Ancar-ancarnya segitu. Itu baru RAB karena kita juga tidak tau berapa dana pastinya dana yang akan diperlukan,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan, proses pemugaran juga dipastikan tidak menganggu kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke kawasan DTW Tanah Lot.

Selain itu, untuk masyarakat yang ingin melakukan persembahyangan di Pura Luhur Tanah Lot diharapkan untuk melakukan persembahyangan di pelinggih pengayatan penataran madya.

“Kami juga sudah sampaikan pengumuman permakluman kepada masyarakat melalui medsos dan juga dibantu oleh operasional DTW Tanah Lot,” imbuh Toni. (ana)

Pemkab Tabanan Berhasil Turunkan Angka Stunting Hingga 6,3 Persen

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan dibawah kepemimpinan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya berhasil menurunkan angka Stunting hingga angka 6,3 persen sesuai data prevalensi status gizi balita menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali, Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Dalam beberapa tahun terakhir, angka stunting di Tabanan terus menunjukkan penurunan yang berkelanjutan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021, angka stunting mencapai 9,2 persen, kemudian turun menjadi 8,2 persen pada tahun 2022, dan kini mencapai angka terendah sebesar 6,3 persen pada tahun 2023.

Penurunan angka stunting di Tabanan menunjukkan kesuksesan dalam implementasi program-program kesehatan masyarakat yang terfokus pada gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan masyarakat.

Hal ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak dan menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat.

Implementasi program-program kesehatan masyarakat di Tabanan telah melibatkan pendekatan multidimensi, termasuk edukasi gizi yang intensif, peningkatan akses terhadap makanan bergizi, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam upaya penurunan angka stunting, yang memastikan bahwa akses terhadap layanan kesehatan dan gizi yang baik dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Seperti halnya program yang getol dilaksanakan oleh Bupati Tabanan, secara beragam dan berkala. Pencegahan stunting dari hulu, seperti program Semara Ratih yang membetikan edukasi bagi para calon pengantin mulai dari baru mau menikah, melalui konseling kesehatan dan lainnya.

Salah satu program unggulan yang telah digalakkan oleh Bupati Sanjaya adalah program ‘Bungan Desa’. Yang mana pihaknya secara langsung turun ke desa-desa untuk memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

Program ini tidak hanya mencakup pelayanan kependudukan dan perijinan, tetapi juga layanan kesehatan yang mendukung upaya pencegahan stunting. Tak hanya itu, sebagai pelopor program ‘Semara Ratih’, catatan gemilang Pemerintah dalam mengatasi stunting, terbukti dengan ragam apresiasi yang diterima.

Dukungan kuat dari Ny. Rai Wahyuni Sanjaya sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan juga berpengaruh terhadap angka stunting yang menurun secara signifikan di Tabanan juga merupakan hasil dari upaya yang konsisten dan berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak serta menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh.

“Kami akan selalu berkomitmen menurunkan angka stunting di Tabanan, sehingga generasi emas Tabanan di masa depan bisa terwujud dan hal ini sudah tentu akan memberikan dampak yang positif bagi pembangunan di Tabanan nantinya,” ujar Sanjaya.

Dengan dukungan dan sinergitas dari berbagai lini, termasuk dukungan kuat dari Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga selaku Bunda PAUD Tabanan, bergerak beriringan sebagai Orang Tua Asuh Stunting bersama dengan Bupati Tabanan, secara konsisten berantas stunting dengan Pemberian PMT dan APE bagi anak-anak usia dini di Tabanan.

Keseriusannya dalam hal ini, hingga Bupati Sanjaya dan Ny. Rai wahyuni Sanjaya dinobatkan sebagai Orang Tua Hebat dari BKKBN Pusat.

“Hal ini menandakan, bahwa upaya-upaya pencegahan stunting yang telah dilakukan telah memberikan hasil yang nyata dan membanggakan bagi masyarakat Tabanan,” imbuh Sanjaya.

Keberhasilan Tabanan dalam menurunkan angka stunting juga menjadi inspirasi dan percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

Pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh dari Tabanan diharapkan dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah lain untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program-program serupa guna mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang serupa.

Sebagai bagian dari komitmen Orang Tua Asuh Stunting terhadap kesejahteraan anak-anak, pemerintah daerah Tabanan juga terus mengupayakan berbagai langkah strategis untuk memastikan bahwa pencapaian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa depan.

Dengan kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait lainnya, Tabanan telah membuktikan bahwa perubahan yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dapat terwujud. (rls)

Pertama di Bali, Seribu Pelaku UMKM Jembrana Dapatkan Sertifikat Halal

Bupati Tamba serahkan Sertifikat Halal Self-declare secara Gratis di GOR Kresna Jvara.
Bupati Tamba serahkan Sertifikat Halal Self-declare secara Gratis di GOR Kresna Jvara.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Sebanyak 1.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jembrana di Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Self-declare secara Gratis di GOR Kresna Jvara, Kamis (25/4/2024).

Program pengurusan sertifikat halal bagi produk makanan dan minuman kategori self declare merupakan program sertififikasi halal bagi makanan dan minuman yang tidak mengandung unsur daging atau hewan sembelihan.

Seperti produk makanan dan minuman dalam kemasan diserahkan secara simbolis oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementrian Koperasi dan UKM RI, Yulius didampingi Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wabup IGN Patriana Krisna.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementrian Koperasi dan UKM RI, Yulius mengungkapkan pendampingan dan pendaftaran 1000 sertifikat halal bagi usaha mikro di wilayah Kabupaten Jembrana merupakan road show yang ke 5 produk halal 2024.

Dirinya pun menegaskan bahwa  Kabupaten Jembrana merupakan Kabupaten yang pertama di Bali yang mendapatkan pendampingan dan pendaftaran sertifikat halal.

“Jadi dalam tahun ini kita akan melakukan 15 road show di seluruh Indonesia yang isinya kita ajan melakukan pendampingan dan pendaftaran kepada 1000  sertifikat halal jadi ini yang ke 5 dan kita akan melanjutkan berikutnya,“ ungkap Yulius.

Pihaknya mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak antara Kemendag Koperasi UKM dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Bahwasanya dengan memiliki sertifikat halal dapat membuka peluang usaha memasuki pasar global dikarenakan sertifikat halal ini sudah menjadi standar dan barometer dunia yang menentukan kualitas suatu barang.

“Jadi bisa dikatakan ini merupakan peluang yang baru kita dorong agar produk kita makin bisa dipakai dan merasa aman bagi konsumen didalam negeri maupun diluar negeri,“ jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatannya Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, Kabupaten Jembrana menjadi yang pertama di Bali yang mendapatkan sertifikat halal 1000 usaha mikro yang ada di kabupaten Jembrana.

“Hari ini kita mendahului Kabupaten lain maupun provinsi bahwa penyerahan sertifikat halal 1000 terhadap usaha mikro,“ ujarnya.

Politikus asal Desa Kaliakah ini pun mengungkapkan kebahagiaannya atas kedapatan sertifikat halal.  Menurutnya sertifikat halal ini sebagai acuan untuk pelaku usaha mikro bisa menembus pasal global.

“Keuntungan dan manfaatnya sangat luar biasa buat temen-temen UMKM sudah naik kelas,“ tukasnya. (ana)

Siap Bersaing Raih Tiket Rekomendasi 2024, I Nyoman Mulyadi Ketua PAC Kediri Ambil Formulir Bupati

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Meskipun Ketua PAC PDIP Kecamatan Kediri I Nyoman Mulyadi sudah diberi kode oleh Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya untuk mendampinginya menjadi wakil bupati dalam Pilkada 2024, ternyata Nyoman Mulyadi ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Tabanan.

Hal Itu terungkap setelah Nyoman Mulyadi bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat Kediri dan empat Ketua PAC PDIP di Kabupaten Tabanan, serta perwakilan dari Partai Nasdem, datang ke kantor DPC PDIP Tabanan untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai calon bupati Tabanan, Kamis (25/4/2024).

Ketua PAC PDIP Kecamatan Pupuan Putu Arya Koliarta mengatakan, dirinya mendampingi I Nyoman Mulyadi mengambill formulir sebagai calon bupati Tabanan karena figur I Nyoman Mulyadi benar-benar merakyat, dan sangat rendah hati terhadap seluruh kader PDI P di Tabanan, sehingga Sosok Nyoman Mulyadi sangatlah pantas untuk ikut berkompetisi meraih rekomendasi ke pusat.

“Beliau betul-betul merakyat, jauh sebelum (Nyoman Mulyadi) menjabat sebagai Ketua PAC PDIP Kediri, tetapi jauh sebelum itu kami melihat gerak beliau yang tulus dalam setiap perbuatanya” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya menginginkan dalam kontek pengurus partai dan di pemerintahan tidak terjadi sebuah kepemimpinan yang otoriter.

“Kami melihat figur Pak Nyoman Mulyadi tidak otoriter, lebih peduli kepada masyarakat,” tutupnya.

Dengan bertambahnya 2 kader PDI P Kabupaten Tabanan yang mengambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan dari Partai PDIP, Mengesankan Suasana politik di Kabupaten Tabanan sudah mulai hangat.

Tiga formulir Bupati maupun Wakil Bupati yang sebelumnya sudah di ambil oleh kader lainya, kini menjadi ada 5 jumlah formulir yang di antaranya 2 Formulir Bupati dan 3 Formulir Wakil Bupati yang sudah di ambil oleh kader PDI P Tabanan yang siap untuk meraih tiket Rekomendasi Di tingkat PDI P Pusat untuk menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Periode 2024 – 2029 dari PDIP. (ana)

Pasukan TEMPUR Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Wakil Bupati ke Kantor DPC PDIP

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Usai I Made Edi Wirawan menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon bupati ke Kantor DPC PDIP Tabanan untuk Pilkada 2024, kini giliran TEMPUR ( Teman Purnawan ) yang sangat dikenal sebagai Loyalis I Gede Purnawan datangi Kantor DPC PDI P Tabanan untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon wakil bupati, Kamis (25/4/2024).

Pengambilan formulir tersebut diwakili oleh beberapa orang Pasukan TEMPUR dari Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat. Salah satunya I Nyoman Sukayasa yang juga selaku tokoh masyarakat di Kecamatan Selemadeg Barat.

“Kami hadir di Kantor DPC mengambil formulir pendaftaran bakal calon untuk Bapak Gede Purnawan sebagai bakal calon wakil bupati,” ujar Sukayasa.

Ia menyebut, pengambilan formulir ini atas harapan masyarakat khususnya di zona Barat atau wilayah Pupuan dan Selemadeg yang merupakan Dapil II agar memiliki wakil rakyat

“Harapan kami ada kader yang bisa dijaring menjadi calon eksekutif untuk Kabupaten Tabanan. Semoga ini bisa menjadi bahan kajian di DPP partai untuk diberikan rekomendasi,” ucapnya.

Untuk diketahui, I Gede Purnawan saat ini adalah kader PDI P asal Padangan Pupuan yang juga dinyatakan lolos saat perhelatan Pemilu Tempo lalu.

Sosok Purnawan yang sudah sangat di kenal sebagai kader militan, berani dan ramah kepada pendukungnya ini. Tidak salah jika ia diharapkan bisa menjadi Wakil Bupati yang mewakili Zona Barat, yang sebenarnya memiliki peran penting dalam mempertahankan status Kandang Banteng Militan Bali Di Kabupaten Tabanan.

Disambar Petir, Pura Bima Sakti di Desa Beraban Terbakar

Pura Ratu Gede Bima Sakti di Kawasan MNC Tanah Lot termasuk Banjar Enjung Pura, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan terbakar.
Pura Ratu Gede Bima Sakti di Kawasan MNC Tanah Lot termasuk Banjar Enjung Pura, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan terbakar.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pura Ratu Gede Bima Sakti yang berada di Kawasan MNC Tanah Lot termasuk Banjar Enjung Pura, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan terbakar pada Rabu (24/4/2024).

Diduga api berasal dari sambaran petir sekitar pukul 17.45 WITA, saat hujan deras melanda wilayah sekitar.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh salah seorang warga di sekitar lokasi serta satpam MNC yang sedang berjaga.

“Saksi melihat ada asap di atas meru Pura Bima yang diduga berasal dari Petir,” ucapnya ketika dikonfirmasi Kamis (25/4/2024).

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung menghubungi pemadam kebakaran serta memberitahukan kepada pemangku Pura Bima.

Sekitar pukul 18.30 WITA, empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di Pura Ratu Gede Bima Sakti untuk memadamkan api.

Adapun akibat kejadian ini empat pelinggih pura yakni Meru Tumpang Tiga, Pesimpangan Dalem Boma, Piasan dan Pelinggih Mekel ludes terbakar dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp1 miliar.

“Nihil korban jiwa, hanya saja empat pelinggih yang ada di dalam pura terbakar. Secara Keseluruhan api sudah dapat dipadamkan pukul 21.00 WITA,” imbuh Sukadana. (ana)

WNA Perempuan Asal Belarus Tewas Tertabrak Bus di Jalan Sutomo

WNA asal Belarus tewas usai terlibat kecelakaan di Jalan Sutomo, Kota Denpasar, pada Rabu (24/4/2024) pagi.
WNA asal Belarus tewas usai terlibat kecelakaan di Jalan Sutomo, Kota Denpasar, pada Rabu (24/4/2024) pagi.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Warga Negara Asing (WNA) asal Belarus bernama Hanna Shapialevich (23) tewas usai terlibat kecelakaan di Jalan Sutomo tepatnya di depan Gereja  Kristen Protestan, Kota Denpasar, pada hari Rabu (24/4/2024) pagi.

Perempuan berusia 23 tahun tersebut tewas di tempat akibat mengalami cidera kepala berat.

Kasi Humas Polresta Denpasar I Ketut Sukadi menerangkan, kecalakaan ini bermula saat korban mengendarai motor Yamaha NMax dengan momor polisi DK 3915 FCJ sekitar pukul 08.30 WITA.

Korban datang dari arah Barat menuju Timur dengan posisi beriringan dengan Bus Hino AA 7031 OB yang dikemudikan oleh Pandit Kumara Rahmahasanta (48).

“Setibanya di TKP pengendara Bus Hino mendahului sepeda motor dari arah kanan,” jelas Sukadi.

Namun naas, saat menyalip bus menyenggol sepeda motor. Korban pun terjatuh dari motornya dan ditabrak ban mobil bus tepat di bagian kepala.

“Pengendara sepeda motor tersebut tidak dapat diselamatkan, dirinya meninggal dunia setelah pendarahan di bagian kepala,” imbuh Sukadi. (jas)