- Advertisement -
Beranda blog Halaman 432

Titik Api Kembali Membesar di TPA Mandung, Petugas Lakukan Pendinginan

Proses pemadaman api di TPA Mandung.
Proses pemadaman api di TPA Mandung.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemadaman titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, ternyata belum sepenuhnya tuntas usai terbakar hebat pada Oktober 2023 lalu.

Pada Kamis (9/5/2024) malam kemarin, titik api kembali membesar di tumpukan sampah dan mengakibatkan timbulnya asap tebal.

Pemadam kebakaran bersama BPBD Tabanan pun melakukan penyemprotan untuk antisipasi meluasnya titik api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menyebut, kemunculan titik api ini terjadi di bagian utara TPA saja akibat musim kemarau yang terjadi saat ini.

“Ini titik api kecil-kecil yang dulu belum padam, karena musim kemarau maka kemarin api kembali membesar,” ujarnya, Jumat (10/5/2024).

Ia menyebut, memang titik api di TPA Mandung belum sepenuhnya padam sejak terbakar dulu. Maka dari itu, setiap hari pihaknya menyiagakan petugas dan satu unit armada pemadam kebakaran di TPA untuk melakukan penyiraman di sekitar tumpukan sampah.

“Selain itu, kubangan air yang sebelumnya kami buat di setiap sisi juga selalu diisi air untuk antisipasi jika api membesar kembali,” ucapnya.

Seperti diketahui, TPA Mandung akan menjadi tempat penampungan sampah saat pergelaran World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang akan berlangsung pada 18-25 Mei 2024.

Nantinya mulai 17 Mei akan ada penyaluran sampah dari Denpasar menuju ke Tabanan. Namun, untuk perkiraan berapa ton per hari pemerintah Tabanan belum mengetahui secara pasti. (ana)

Kesbangpol Badung Ajak Anggota Paskibraka Studi Tiru ke Kota Bandung

Kesbangpol Badung bersama Paskibraka studi tiru ke Kabupaten Bandung, Selasa (7/5/2024).
Kesbangpol Badung bersama Paskibraka studi tiru ke Kabupaten Bandung, Selasa (7/5/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Kesbangpol Badung mengadakan studi tiru ke Kabupaten Bandung, Selasa (7/5/2024).

Studi Tiru ini merupakan agenda untuk para anggota paskibraka dalam pembentukan formasi penuh 1 Juni dan dalam rangka studi lintas nusa karena kota Bandung sudah diakui sebagai kota sejarah internasional, karena lintas nusa merupakan bagian dari matriks BPIP agar dapat diterapkan pada Paskibraka di Kabupaten Badung sebanyak 71 orang.

Sesampainya di Bandung, tim langsung disambut hangat oleh Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung Sony Teguh Prasetya. Dalam kesempatan itu Sony mengucapkan selamat datang kepada Jajaran Kesbangpol Badung dan Anggota Paskibraka Kabupaten Badung yang telah datang dan berterimakasih telah memilih Paskibraka Bandung dalam studi tiru ini.

“Terkait rekrutmen dalam sekian ratus orang diseleksi dalam berbagai seleksi seperti test kesehatan, fisik, dan seleksi lainnya hingga diklat pemantapan, asrama sampai kepada pengukuhan. Sebagai daya tarik disini pengukuhan paskibraka kota bandung diadakan dimalam hari di Balai Kota Bandung dan saya menaruh bangga kepada anggota Paskibraka di Indonesia karena mereka ini terdidik dan terlatih dengan militansi yang tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, di Balairung Rudini IPDN Jatinangor Wakil Kepala Satuan Bina Pelatihan Heri Puluala mendampingi Rombongan Kesbangpol dan Paskibraka Kab Badung, dalam sambutannya mengatakan selamat datang di Kampus IPDN sebagai sekolah tinggi kedinasan dalam naungan Kementerian Dalam Negeri.

“terimakasih atas kepercayaannya memilih kampus IPDN dalam studi bandingnya kami berharap nantinya adik-adik yang hadir disini dapat mengemban pendidikan disini dan dapat memberikan motivasi yang besar. IPDN merupakan sekolah bording school yang memiliki pola pendidikan pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan yang bagaimana tiga pilar ini menjadi pondasi para peserta didik,” ujar Heri.

Lalu pada kesempatan yang sama, Mewakili Bapak Sekda Badung sebagai Ketua Seleksi Paskibraka di Kabupaten Badung, Kepala Badan Kesbangpol Badung I Nyoman Suendi mengatakan, apresiasinya atas penerimaan Kesbangpol Bandung yang sesungguhnya karena momenklatur studi tiru sesungguhnya adalah peningkatan lintas nusantara.

“Kalau kami di Kesbangpol ketemu di tempat tertentu namanya lintas nusantara ini sekarang dikembangkan di Paskibraka kita di 2023 kami namakan angkatan ini Gajah Mada 23, kami fokus ke Bandung adalah karena Bandung merupakan bagian sejarah bangsa dan dunia karena ada gedung pertemuan asia afrika, perjuangan Bung Karno saat kuliah di Bandung dan itulah kami membuat kajian untuk memilih bandung”. Ujar suendi

Selanjutnya, tambahnya dalam kunjungan di IPDN Jatinangor dapat menjadi motivasi bagi para peserta Paskibraka Badung.

“Ini kebanggaan bagi kami bisa berkunjung ke IPDN tidak menutup kemunkinan ini dapat menjadi semangat bagi adik-adik paskibraka yang masih muda yang pada tanggal 1 juni yang akan menjadi purna paskibra karna mereka akan melaksanakan tugas pada pengibaran satu juni dan adik-adik kita akan masuk latihan kembali dalam rangka pelaksanaan pengibaran bendera maka dari itu kami mendapat perintah agar dapat memfasilitasi adik-adik paskibraka di Badung untuk meningkatkan wawasan di IPDN Jatinagor,” tutupnya

Rombongan ini dipimpin oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung Drs. I Nyoman Suendi, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga I Gusti Made Dwipayana, Kabag Hukum I Nyoman Artaka, dan Kabag Tapem Made Surya Dharma. (jas)

Rumah Tempat Servis Peralatan Elektronik di Tabanan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

Kondisi rumah milik warga di Banjar Bangkinang Sidem, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan terbakar pada Rabu (9/5/2024) sore.
Kondisi rumah milik warga di Banjar Bangkinang Sidem, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan terbakar pada Rabu (9/5/2024) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah rumah milik warga di Banjar Bangkinang Sidem, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan ludes terbakar. Insiden kebakaran ini terjadi pada Rabu (8/5/2024) sekitar pukul 15.30 WITA.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, rumah milik I Gusti Agung Made Subandia (58) tersebut diduga terbakar akibat korsleting arus listrik dari salah satu kamar rumah yang juga digunakan sebagai tempat service peralatan elektronik.

“Rumah tersebut memang digunakan sebagai tempat service peralatan elektronik dan saat terbakar tidak ada yang menempati,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (9/5/2024).

Berata menjelaskan, saat kejadian korban pemilik rumah sedang berada di rumahnya yang jaraknya 200 meter dari rumah terbakar.

Korban mendapat informasi bahwa rumahnya terbakar dan mengeluarkan kepulan asap oleh saksi bernama Kadek Adi Setiawan. Mereka lantas bersama-sama menuju tempat kejadian untuk mengecek.

Sesampai di TKP, korban melihat api sudah membesar dan dengan bantuan warga masyarakat berusaha memadamkan api mempergunakan peralatan seadanya.

“Kemudian sekitar 1,5 jam proses pemadaman api, datang dua unit mobil pemadam kebakaran dan berhasil memadamkan api,” ucapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, korban mengalami kerugian material mencapai Rp200 juta, sebab salah satu kamar yang diduga sebagai sumber api merupakan tempat menyimpan peralatan elektronik yang sedang diservis.

“Korban mengiklaskan kejadian tersebut sebagai musibah,” imbuhnya. (ana)

Program Bungan Desa Ke-47, Bupati Tabanan Angkat Potensi Peternakan di Desa Selemadeg

Bupati Tabanan bersama jajarannya meninjau lokasi peternakan sapi di Desa Selemadeg saat program ngantor di desa, Rabu (8/5/2024).
Bupati Tabanan bersama jajarannya meninjau lokasi peternakan sapi di Desa Selemadeg saat program ngantor di desa, Rabu (8/5/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peran penting Pemerintah Daerah dalam memajukan potensi ekonomi dan kesejahteraan Masyarakat Desa, tercermin dalam program unggulan Bungan Desa atau Bupati Ngantor di Desa yang selalu menjadi komitmen Bupati Sanjaya.

Bungan Desa ke-47 ini, dilakukan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya guna melihat dinamika pembangunan di desa sekaligus meninjau potensi peternakan, pertanian hingga potensi kerajinan lokal di Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Rabu  (8/5/2024).

Menggandeng serta Jajaran Pemerintahan Tabanan, saat itu nampak mengikuti Sekda, Para Asisten Setda, Para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan hingga seluruh Camat di Kabupaten Tabanan. Dalam Kunjungannya saat itu, Bupati Sanjaya menitikberatkan Desa Selemadeg menjadi fokus utama dalam menjadikan Tabanan sebagai sentra peternakan Sapi, Perkebunan buah-buahan dan kerajinan UMKM khususnya briket (arang).

Upaya yang dilakukan tersebut, tidak hanya terfokus pada Pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penyediaan layanan publik yang senantiasa disediakan pada setiap kunjungan, seperti Kesehatan dan Perijinan hingga kependudukan.

Kunjungan Bupati Sanjaya dan rombongan saat itu juga tidak hanya bersifat administratif semata, namun juga bersifat sosial dengan kunjungan langsung yang dilakukan ke Masyarakat, termasuk kunjungan khusus ke keluarga anak stunting guna memberikan bantuan.

Salah satu momen penting dalam kunjungan tersebut adalah peresmian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumi Lestari. Dukungan dan sikap positif dari Pemerintah Daerah sangat penting dalam membangun dan mengembangkan Bumdes.

BUMDes dianggap sebagai salah satu instrumen utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa. Dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan meningkatkan nilai tambah produk-produk lokal, BUMDes memiliki peran strategis dalam mencegah urbanisasi dan menggerakkan ekonomi di tingkat desa.

Di kesempatan itu, salah satu terobosan milik Desa Selemadeg yang menjadi sorotan orang nomor satu di Tabanan adalah Sistem ‘Ngadas Sapi’ yang diberikan dari Bumdes Bumi Lestari melalui program desa kepada warga setempat.

Sudah sebanyak 54 ekor Sapi yang disalurkan oleh Bumdes tersebut diberikan kepada para peternak, dengan pembagian hasil yang ditentukan antar peternak dan BUMDes.

“Melaui BUMDes, yang saat ini sudah menggelontorkan bantuan buat masyarakat, menjaga pelestarian pangan, sandang, papannya melalui ternak sapi. Yang digelontorkan kalau tidak salah 54 ekor sapi,” sebut Sanjaya.

Oleh sebab itu, dalam upaya mendukung potensi peternakan di Desa Selemadeg, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah strategis, salah satunya yang dilakukan Bupati Sanjaya saat itu adalah menyerahkan obat cacing kepada para peternak secara simbolis.

Tujuannya ialah untuk menghindari bakteri dan parasit serta meningkatkan kesehatan sapi yang rutin dibelikan setiap 3 bulan sekali, seperti vaksin, spraying hingga pemberian vitamin.

Dalam sambutannya, Sanjaya menekankan untuk terus berbangga dalam membangun Desa, baik pembangunan yang dilakukan dalam destinasi wisata, pertanian, peternakan hingga perkebunan.

“Bangun sinergitas, komunikasi yang baik dan bangun tetap ke depan, jangan menoleh ke kanan dan ke kiri. Tetap lurus ke depan dan selalu jaga persatuan dan kesatuan yang telah terjalin antara masyarakat dan pemerintah. Tetap jaga kebersamaan dan persatuan ini dan wujudkan Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani,” tutup Sanjaya

Dalam pengembangan UMKM, Perbekel Desa Selemadeg, I Wayan Arsa Wikanta menjelaskan, dari 887 KK warga Desa Selemadeg, masih ada beberapa yang masuk dalam garis kemiskinan.

“Bagaimana kami ingin mengentaskan kemiskinan, sudah berjuang lewat Bumdes, di mana kami mempunyai usaha di bidang perdagangan, simpan pinjam dan ketahanan pangan. perdagangan ini kami produksi produk-produk VCO dan arang. VCO yang dijual Bumdes asli hasil fermentasi, dari segi kandungannya lebih murni dari pada produksi yang lain. Limbahnya berupa arang, kami dari Bumdes sudah mengubah menjadi briket arang, luar biasa manfaatnya sebagai energi pengganti,” jelasnya.

Menuai banyak manfaat, kunjungan rombongan saat itu disambut dengan hangat oleh masyarakat. Seperti halnya yang dikatakan I Ketut Sudirka dari Banjar Baban Selemadeg, yang merasa dipermudah dalam mengurus ijin siang itu.

“Sangat dipermudah untuk saya sebagai orang desa, dengan adanya ini, saya mengurus ijin usaha ternak ayam bisa didapatkan dengan mudah. Terima kasih pada Bapak Bupati yang sudah meninjau desa kami. Sangat senang kami menerimanaya apa keluhan masyarakat bisa ditangani dengan baik,” sebutnya.

Program Bungan Desa saat itu juga dibarengi dengan penerimaan berbagai audiensi yang ditemui Bupati Sanjaya di kantor Desa, seperti menerima audiensi Tim UMM terkait penandatanganan prasasti sites UNESCO Subak Bengkel dan Audiensi dari anggota DPRD serta menerima kedatangan Perbekel Wanagiri Kauh terkait program-program pembangunan di wilayah Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg. (rls)

TPA Suung Ditutup Selama WWF, Tabanan Siap Terima Kiriman Sampah dari Denpasar

Lahan bekas galian C di Desa Adat Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, yang dijadikan TPST.
Kondisi lahan bekas galian C di Desa Adat Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kota Denpasar akan menutup sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung selama berlangsungnya World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada pertengahan Mei 2024 ini.

Oleh karena itu, untuk sementara pembuangan sampah rencananya akan dialihkan ke Kabupaten Tabanan.

Asisten II Setda Kabupaten Tabanan AA Gede Dalem Trisna Ngurah mengatakan, mulai tanggal 17 Mei akan ada penyaluran sampah dari Denpasar menuju ke Tabanan.

“Mulai tanggal 17 ini (sudah menampung sampah dari Denpasar). Untuk jumlahnya, kami belum tahu berapa ton,” ujarnya, Rabu (8/5/2024).

Terkait kompensasi yang nantinya akan diterima oleh Kabupaten Tabanan, Ngurah Dalem mengaku belum mengetahuinya secara pasti.

“Kami akan koordinasikan kembali. Nanti kalau sudah fiks semua, kami beri informasi lebih lanjut,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya sebelumnya mengatakan,
Kabupaten Tabanan menyiapkan dua opsi tempat pembuangan sampah kiriman sementara dari Kota Denpasar selama berlangsungnya WWF.

Dua tempat itu adalah TPA Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan. Kemudian, di TPST eks lahan galian C di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan.

Karena dari hasil koordinasi terakhir menyangkut masalah sampah, pemerintah pusat meminta agar sampah tersebut sementara dibuang di Tabanan selama pelaksanaan WWF.

“Kami telah menyiapkan diri untuk mengatasi penanganan sampah ini,” kata Bupati Sanjaya.

Sanjaya menambahkan langkah ini dilakukan bagian dari saling bantu antar kabupaten dan kota. Apalagi dalam perhelatan WWF ini delegasi dunia akan berkunjung ke Bali.

“Mekanisme pembuangan sampah sudah dilakukan berdasarkan kajian yang ada jadi masih memungkinkan untuk menampung,” tambahnya. (ana)

Launching Aplikasi PIJAR, Bupati Jembrana Dorong Siswa Kreatif Kedepankan Teknologi Pembelajaran 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat membuka pameran hasil belajar siswa sekaligus melaunching aplikasi PIJAR di GOR Kresna Jvara, Rabu (8/5/2024). 
Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat membuka pameran hasil belajar siswa sekaligus melaunching aplikasi PIJAR di GOR Kresna Jvara, Rabu (8/5/2024). 

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka pameran hasil belajar siswa sekaligus melaunching aplikasi PIJAR di GOR Kresna Jvara, Rabu (8/5/2024).

Pijar merupakan aplikasi untuk memudahkan pembelajaran digitalisasi sekolah, salah satunya dalam pelaksanaan ujian sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sehingga pelaksanaan ujian sekolah, siswa tidak lagi menggunakan kertas namun dilakukan dalam sebuah sistem yang diciptakan untuk mengelola administrasi dengan pengurangan atau peniadaan penggunaan kertas dan beralih ke dokumen digital.

“Hari ini jangan sampai lagi cara-cara konvensional (lampau) dipakai, akan tetapi mulai kreatif inovasi terutama pembelajaran dibidang IT memang kedepan ini sangat kita harapkan. Tadi saya melihat juga anak-anak yang sudah sangat bisa kreatif membuat desain,“ ujarnya.

Menurut Tamba, melalui kegiatan hasil belajar siswa ini diharapkan bisa menggali potensi bakat dan minat siswa serta memberikan wadah atau ruang kepada anak-anak  untuk mengembangkan bakat dan minatnya serta memberikan pembelajaran yang positif.

“Saya memberikan apresiasi, saya bangga sekali para guru sudah melakukan semacam proses pembelajaran yang luar biasa disamping mengikuti mekanisme pembelajaran dari pusat tetapi ada juga ruang-ruang kreatif lokal jenius yang dilakukan oleh pimpinan-pimpinan sekolah yang ada di Kabupaten Jembrana,“ jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dari hasil belajar anak-anak semua inovasinya bagus, kreatif dan sudah mencerminkan sebagai satu tata kelola, tata belajar yang sangat positif yang ada di SMP maupun SMA yang ada di Kabupaten Jembrana.

Pihaknya pun berencana saat perayaan HUT Kota Negara hasil karya belajar siswa akan di gabungkan jadi satu wadah dalam Festival Jembrana Bahagia.

“Sungguh luar biasa dan saya setelah melihat tadi beberapa hasil karya mereka ingin pada saat acara ulang tahun kota nanti kita akan tampilkan bersama apakah mereka bersatu dalam satu semacam buket atau mereka masing-masing nanti kita lihat, kita gabungkan dengan UMKM yang ada di Kabupaten Jembrana yang disebuat dengan Festival Jembrana Bahagia,“ tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra menjelaskan kegiatan ini peserta terdiri dari semua jenjang tingkatan pendidikan dari Paud, SD, SMP, SMA/SMK dan dilaksanakan selama satu hari.

Selain itu  ada kegiatan lomba-lomba yang sudah dilaksanakan ada lomba mewarnai untuk TK, lomba menggambar dan menulis untuk SD dan ada lomba poster digital untuk SMP.

“Jadi jenis kegiatan yang dilaksanakan pertama adalah pameran hasil belajar siswa yang kedua Launching Pijar sekolah dimana Pijar sekolah ini aplikasi pembelajaran untuk memudahkan aplikasi pembelajaran dalam rangka digitalisasi sekolah,“ ungkapnya. (rls)

Desa Selemadeg Tabanan Berhasil Kembangkan Ternak Sapi dengan Sistem ‘Ngadas’

Hewan kurban sapi yang sudah dipasang eartag.
Hewan kurban sapi yang sudah dipasang eartag.

PANTAUUBALI.COM, TABANAN – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu menjadi penggerak ekonomi desa. Maka dari itu, BUMDes diharapkan bisa menciptakan beragam inovasi dengan mengembangkan berbagai potensi yang ada di masing-masing desa.

Seperti yang dilakukan oleh BUMDes Bumi Lestari di Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Tabanan yang mengembangkan potensi peternakan sapi.

Menariknya, pola pengembangan peternakan sapi disini dilakukan dengan sistem ngadas. Artinya warga tidak perlu membeli induk sapi, mereka hanya cukup memeliharanya saja.

Perbekel (Kepala Desa) Selemadeg Wayan Arsawikanta mengatakan, program pemeliharaan sapi melalui sistem ngadas ini sebenernya ada sejak tahun 2020 silam saat pemerintah mencanangkan program ketahanan pangan untuk mengentaskan kemiskinan.

Saat itu, pemerintah desa menyalurkan bantuan 14 ekor sapi kepada masyarakat. Ternyata, animo masyarakat untuk beternak sapi sangat tinggi sehingga pihaknya melalui dana desa memberikan bantuan modal kepada masyarakat dalam bentuk program ngadas ini.

“Sampai sekarang kami sudah memiliki 54 ekor sapi yang dipelihara oleh 40 kepala keluarga (KK). Ini semua sistem pemeliharaannya dengan sistem ngadas,” ujarnya, Rabu (8/5/2024)

Ia menjelaskan, melalui program ini, warga akan diberikan indukan sapi yang sudah siap beranak. Setelah dipelihara kurang lebih enam bulan, induk sapi akan melahirkan dan anaknya akan dijual.

“Dari hasil penjualan itu, 60 persen keuntungannya akan diberikan ke peternak dan dan 40 persen diberikan ke BUMdes,” ungkapnya.

Arsa mengaku, warga yang menerima program ini sebelumnya telah melalui survei kelayakan terlebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk memastikan program ini diberikan kepada warga yang benar-benar layak.

“Maksimal satu orang peternakan diberikan dua ekor sapi dan sesuai aturan yang telah dibuat, setelah sapi tersebut beranak 10 kali maka nantinya induk akan dikembalikan ke BUMDes,” ucapnya.

Sejak berjalannya program ini selama kurang lebih empat tahun, Arsa mengaku kendala yang dihadapi yakni adanya sapi yang tidak bisa hamil sehingga harus dilakukan kawin suntik.

“Ada dua ekor yang sampai sekarang tidak mau bunting (hamil). Kami sudah laporkan ke dinas terkait untuk meminta solusi. Namun hingga saat ini belum bisa dilakukan kawin suntik. Rencananya kami akan jual untuk ditukar dengan sapi lain,” ucapnya.

Arsa menambahkan, program ini lebih diutamakan untuk warga kurang mampu di desanya. Sehingga melalui program ini, perekonomian warga bisa terbantu. Apalagi harga anakan sapi saat ini cukup mahal khususnya saat menjelang hari raya Idul Adha.

“Anak sapi umur 6 bulan sejak lahir, sudah siap jual. Harganya berada di kisaran Rp4,5 juta untuk betina dan Rp6 juta untuk jantan,” imbuhnya. (ana)

Wabup Jembrana Ajak Wartawan Siswa Bagikan Informasi Positif Dikalangan Anak Muda

Pengukuhan wartawan sisswa (Warsis) Jembrana.
Pengukuhan wartawan sisswa (Warsis) Jembrana.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna (Ipat) apresiasi Wartawan Siswa (Warsis) yang menjadi wadah para siswa untuk mengembangkan bakat menulis dengan memberikan informasi-informasi berkaitan dengan pendidikan.

Melalui Kelompok Wartawan Siswa (Warsis) diharapkan dapat mengembangkan kreatifitas dalam memberikan informasi – informasi positif di kalangan kaum muda.

“Semoga adik-adik Wartawan Siswa dapat memberikan informasi-informasi yang positif, baik melalui media cetak ataupun media daring, dan tentunya dapat meningkatkan kreatifitas dan bakat menulis adik-adik, ” ujar Wabup Ipat dalam acara Pengukuhan Warsis, di Coffe Shop SPBU 54.822.16 Jalan Pahlawan, Kelurahan Pendem, Selasa (7/5/2024).

Saat ini, jurnalistik juga sudah menjadi ekstrakulikuler siswa-siswi sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri melalui suatu karya, baik tulisan maupun karya yang lain.

Wabup Ipat Juga menegaskan, sebagai perwakilan dari Pemerintah Daerah akan selalu mendukung kreativitas dan kegiatan Siswa Jembrana yang bersifat positif.

“Kelompok-kelompok wartawan siswa saya harapkan ikut serta dalam pengembangan digitalisasi teknologi dan informasi menuju Jembrana emas 2026, semoga dapat mengemban tugas dengan baik dan selalu sukses kedepannya, ” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Jajaran Forkopimda Kabupaten Jembrana, PWI Kabupaten Jembrana.  (rls)

Dianggap Terbukti Langgar UU TPKS, Jero Dasaran Alit Dituntut 8 Tahun Penjara

Jero Dasaran Alit alias Kadek Dwi Arnata bersama Kuasa hukumnya saat menjalani sidang tuntutan di PN Tabanan, Selasa (8/5/2024).
Jero Dasaran Alit alias Kadek Dwi Arnata bersama Kuasa hukumnya saat menjalani sidang tuntutan di PN Tabanan, Selasa (8/5/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jero Dasaran Alit alias Kadek Dwi Arnata dituntut hukuman delapan tahun penjara oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tabanan.

Adapun tuntutan tersebut disampaikan JPU dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri Tabanan pada Selasa (7/5/2024).

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Tabanan Ngurah Wahyu Resta mengatakan, Jero Dasaran Alit dianggap terbukti melakukan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2021.

“Tuntutan yang disampaikan tim JPU tersebut sebagaimana dakwaan kesatu primer,” ujarnya.

Atas tuntutan tersebut, Jero Dasaran Alit dijatuhi pidana penjara selama delapan tahun, dikurangi masa dalam tahanan.

“Serta pidana denda Rp100 juta, dengan ketentuan bila tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana penjara selama enam bulan,” sambung Wahyu Resta.

Selanjutnya agenda sidang akan digelar pada Senin (13/5/2024) mendatang dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan oleh kuasa hukum Jero Dasaran Alit.

Terpisah, Kuasa Hukum Jero Dasaran Alit I Kadek Agus Mulyawan mengatakan, tuntunan tim JPU terhadap kliennya mengada-ada karena melihat dari unsur pasal yang disangkakan serta barang bukti yang digunakan belum bisa dikatakan sebagai barang bukti yang sah.

“Bagi kami (tuntunan) itu sah-sah saja secara yuridis menurut JPU. Tapi bagi kami itu hal yang sangat mengada-ada karena kami melihat unsur-unsur pasal banyak yang tidak terpenuhi dan alat bukti juga belum bisa dikatakan sebagai alat bukti yang sah,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya akan membacakan pledoi atau pembelaan pada sidang yang rencananya akan digelar pada Senin depan. (ana)

Puluhan Calon PPK di Jembrana Ikuti Tes CAT

Calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pilkada 2024 di Kabupaten Jembrana, mengikuti tes tertulis metode Computer Assested Test (CAT) pada Selasa (7/5/2024).
Calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pilkada 2024 di Kabupaten Jembrana, mengikuti tes tertulis metode Computer Assested Test (CAT) pada Selasa (7/5/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Puluhan orang calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pilkada 2024 di Kabupaten Jembrana, mengikuti tes tertulis metode Computer Assested Test (CAT) pada Selasa (7/5/2024) pagi.

Dari 52 orang yang mendaftar sebagai calon PPK, hanya 47 orang yang mengikuti tes CAT yang digelar di SMP Negeri 1 Negara.

Ketua KPU Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya mengatakan total pelamar calon PPK melalui sistem SIAKBA KPU sebanyak 52 orang. Dari jumlah tersebut, yang berhasil lulus administrasi hanya 49 orang.

“Nah dalam tahap CAT ini, ada dua orang pelamar yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Artinya hanya 47 orang yang mengikuti seleksi hari ini,” ungkapnya.

Sanjaya menambahkan bahwa dua pelamar yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. Kemudian, untuk 47 orang tersebut berjuang untuk lulus seleksi dan terpilih menjadi 25 besar.

Pihaknya menyampaikan disetiap kecamatan di Kabupaten Jembrana masing-masing akan ada sebanyak 5 orang anggota PPK terpilih.

Mengingat, pada aturan maksimal jumlah pelamar yang lulus adalah tiga kali kebutuhan per kecamatan, yakni 15 orang atau kurang dari itu. Untuk jumlah pelamar yang masih dibawah kuota tentunya akan melalui mekanisme.

Setelah itu, para pelamar akan melalui tahapan selanjutnya yakni tes wawancara. Kemudian, para pelamar yang lulus akan berkerja sejak dilantik atau mulai 16 Mei mendatang.

“Dua diantaranya sudah dilaksanakan. Nanti tinggal tes wawancara saja untuk selanjutnya dilantik dan mulai bekerja,” terangnya.

Sementara itu,  Ketua Bawaslu Jembrana Made Widiastra mengatakan selama proses pengawasan tahapan seleksi anggota PPK di Jembrana belum ditemukan kejanggalan atau hal khusus.

“Saya kira prosesnya sudah berjalan. Hanya saja kami ingatkan agar nilai dari para pelamar diumumkan secara transparan dan terbuka untuk semua agar diketahui masyarakat luas,” pungkasnya. (ana)