- Advertisement -
Beranda blog Halaman 421

Marak Pemasangan Baliho Sebelum Tahapan Kampanye Pilkada 2024, Ini Tanggapan Bawaslu Tabanan

Baliho berisi dukungan terhadap calon gubenur Bali yang terpasang di simpang TL Kediri, Tabanan.
Baliho berisi dukungan terhadap calon gubenur Bali yang terpasang di simpang TL Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bawaslu Kabupaten Tabanan merespons maraknya keberadaan baliho berisi unsur kampanye yang terpasang sebelum dimulainya tahapan kampanye Pilkada serentak 2024.

Baliho-baliho berisi dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Bupati yang diprediksi akan maju dalam Pilkada 2024 mendatang banyak ditemukan terpasang di pinggir jalan kota hingga desa-desa hampir di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.

Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta menyatakan, pihaknya belum mengetahui apakah baliho-baliho tersebut dipasang oleh partai politik atau relawan.

Sebagai langkah awal, Bawaslu akan mengundang partai politik yang telah berhasil meraih kursi di DPRD Kabupaten Tabanan pada Pemilihan Legislatif 2024.

“Partai-partai ini yang akan mengusung calon bupati, sehingga penting bagi kami untuk berkoordinasi dengan mereka terlebih dahulu,” ujarnya, Minggu (2/6/2024).

Dalam pertemuan tersebut, kata Narta, Bawaslu berencana untuk menekankan pentingnya menjaga etika dan estetika dalam pemasangan baliho.

Selain itu, Bawaslu akan mengumpulkan data untuk mengevaluasi apakah keberadaan baliho tersebut mengganggu ketertiban umum.

Jika partai politik mengetahui siapa yang memasang baliho tersebut, Bawaslu berharap bisa berkoordinasi lebih lanjut untuk memastikan pemasangan baliho tidak menimbulkan masalah.

“Kami tidak melarang pemasangan baliho, tetapi lebih menekankan pada aspek etika dan estetika, apalagi tahapan kampanye belum dimulai,” tambahnya.

Selain itu, Bawaslu juga fokus pada pencegahan kampanye dini yang melibatkan ASN dan badan usaha daerah. Pencegahan ini penting dilakukan untuk memastikan ASN agar tetap menjalankan tugas mereka sebagai pelayan masyarakat dengan baik

“Kami melakukan pencegahan karena ASN dilarang ikut berpolitik praktis. Kami akan bersurat ke pemerintah daerah, khususnya ke BPKSDM, Sekda atau Bupati, untuk memastikan ASN tidak terlibat dalam deklarasi politik,” tegas Narta. (ana)

Bawaslu Tabanan Lantik 133 Panitia Pengawas Desa

Pelantikan 133 orang Panitia Pengawas Pemilu Desa (Panwaslu Kelurahan/Desa) atau PKD bertempat di Gor Debes, Tabanan, pada Minggu (2/6/2024).
Pelantikan 133 orang Panitia Pengawas Pemilu Desa (Panwaslu Kelurahan/Desa) atau PKD bertempat di Gor Debes, Tabanan, pada Minggu (2/6/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan melantik 133 orang Panitia Pengawas Pemilu Desa (Panwaslu Kelurahan/Desa) atau PKD bertempat di Gor Debes, Tabanan, pada Minggu (2/6/2024).

Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta mengatakan, anggota PKD ini akan bertugas mengawasi tahapan Pilkada serentak 2024 selama delapan bulan, mulai sejak dilantik.

“Hari ini kami melantik panitia pengawas desa dari 133 desa di seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan. Setiap desa ada satu orang pengawas,” ujarnya usai acara pelantikan.

Narta menegaskan, pentingnya peran PKD dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada di tingkat desa. Ada tiga tugas penting yang akan dilaksanakan. Pertama, PKB menjalankan tugas sesuai dengan undang-undang, termasuk membuat laporan rutin di tempat mereka mengawas.

Laporan ini akan dikirim ke pengawas tingkat kecamatan (Panwascam), sehingga jika ditemukan adanya pelanggaran maka bisa dengan cepat untuk nantinya menindaklanjuti.

“Mereka wajib melaporkan apa yang dikerjakan dalam bentuk form A. Nantinya form ini akan direkap di kecamatan sehingga dari 133 desa bisa diketahui apakah ada pelanggaran,” ucapnya.

Kedua, PKD diwajibkan koordinasi dengan tokoh-tokoh di desa seperti perbekel, bendesa adat hingga tokoh penting di desa untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan aturan pemilihan bupati dan wakil bupati serta gubernur dan wakil gubernur.

“Informasi yang disampaikan berupa larangan perbekel untuk berpolitik praktis. Itu harus disampaikan lebih awal sebagai bentuk pencegahan,” ungkapnya.

Kemudian, PKD berperan sebagai agen intelijen dari Bawaslu Kabupaten di desa masing-masing, terutama selama tahap kampanye.

Mereka akan memantau pemasangan alat peraga kampanye (APK) untuk memastikan bahwa setiap desa hanya memiliki satu spanduk per calon dan baliho di kecamatan cukup satu saja.

“Tujuan dari pembatasan ini adalah untuk mengurangi APK yang berlebihan dan menjaga estetika lingkungan,” tegasnya.

Narta menambahkan, PKD yang dilantik ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang sebelumnya terlibat dalam Pemilu Legislatif 2024 serta beberapa wajah baru.

Mereka nantinya akan menerima honor sebesar Rp1,1 juta per bulan, sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

“Saya beri apresiasi terhadap mereka yang semangat ingin mengabdi di Pilkada ini,” imbuhnya. (ana)

Pemilihan Duta Pariwisata Badung 2024 Wujudkan Visi Kepariwisataan Berkelanjutan

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat Grand final pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2024, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Sabtu (1/6/2024).
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat Grand final pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2024, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Sabtu (1/6/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pariwisata kembali menyelenggarakan Pemilihan Duta Pariwisata Badung tahun 2024.

Grand final pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2024 yang mengambil tema ‘Dharmacakra’ ini digelar, Sabtu (1/6/2024) di Balai Budaya Giri Nata Mandala, yang dihadiri langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadis Pariwisata Badung I Nyoman Rudiarta

Wabup Suiasa mengapresiasi pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2024. Kegiatan ini dipandang sangat penting dan strategis dalam mengimplementasikan community base tourism.

Keterlibatan finalis Jegeg Bagus sebagai Duta Pariwisata diyakini akan sangat mendukung akselerasi terwujudnya visi kepariwisataan yang berkelanjutan, unggul dan berkualitas di Kabupaten Badung.

“Kami berharap Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2024 akan menjadi pelopor gerakkan pemuda dan pemudi yang peduli akan keberlanjutan pariwisata di Badung. Gerakan masyarakat dan pemuda peduli pariwisata perlu terus digelorakan,” ujar Suiasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Nyoman Rudiarta menyampaikan, tujuan pemilihan Duta Pariwisata Badung adalah untuk memperoleh Duta Pariwisata yang bertugas mempromosikan pariwisata Kabupaten Badung, sekaligus menjadi Duta Badung dalam ajang pemilihan Jegeg Bagus Duta Pariwisata Tingkat Provinsi Bali.

Pelaksanaan pemilihan Duta Pariwisata telah diawali dengan kegiatan sosialisasi di sejumlah media serta sosialisasi secara manual yaitu bersurat ke Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) dan Perguruan Tinggi yang berpotensi mengirimkan pesertanya dalam kegiatan ini.

Peserta yang mengikuti pendaftaran sebanyak 95 orang terdiri dari 43 putra dan 52 putri dari seluruh kecamatan di Kabupaten Badung.

Para peserta selanjutnya mengikuti seleksi pertama untuk memilih 20 besar dan seleksi kedua memilih 10 besar. Peserta yang masuk 10 besar dikarantina selama 12 hari untuk diberikan teori dan pelatihan. Puncaknya yaitu grand final yang dilaksanakan di Balai Budaya Giri Nata Mandala. (rls)

Komitmen Lestarikan Seni dan Budaya Lokal, Pemkab Tabanan Gelar Seminar “Singasana Wirasa Mahalango”

Pembukaan Seminar Singasana Wirasa Mahalango Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan Pelestarian Seni dan Budaya Lokal. Pembukaan Seminar Singasana Wirasa Mahalango Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan Pelestarian Seni dan Budaya Lokal.
Pembukaan Seminar Singasana Wirasa Mahalango Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan Pelestarian Seni dan Budaya Lokal.Pembukaan Seminar Singasana Wirasa Mahalango Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan Pelestarian Seni dan Budaya Lokal.Pembukaan Seminar Singasana Wirasa Mahalango Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan Pelestarian Seni dan Budaya Lokal.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan  menggelar seminar Seni dengan tema Singasana Wirasa Mahalango di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Sabtu, (1/6/2024).

Seminar ini sebagai bentuk pelestarian adat, seni budaya dan agama yang merupakan salah satu dari lima bidang prioritas pembangunan yang tercantum dalam visi misi kabupaten Tabanan.

Para tamu undangan yang hadir dalam seminar mendapat sambutan pertunjukan seni dan kearifan lokal dari para seniman.

Diawali pemberian petaka (cupu manik), Sekda Tabanan I Gede Susila dihantarkan oleh penari Sugriwa menuju Patung Bung Karno yang disambut dengan Penari Cak Yeh Gangga dan penari Subali dan Dewi Anjani.

Dilanjutkan dengan menuju gedung Kesenian I Ketut Maria yang diiringi oleh penari Cak Yeh gangga lalu meninjau pesona lukisan wayang klasik.

Dalam rangkaian acara tersebut , Sekda mewakili Bupati Tabanan menyerahkan hadiah juara lomba melukis tingkat SMP, SMA / SMK.

Beberapa tokoh seniman legendaris asal Tabanan juga turut mendapat piagam penghargaan atas dedikasi di dalam bidang seni dan Budaya di Kabupaten Tabanan.

Seniman-seniman tersebut diantaranya, I Nyoman Suadri di bidang seni Tabuh dan seni lukis, Ni Ketut Niti di bidang seni tari, Ida Bagus Suta di bidang seni lukis wayang klasik yang dikenal dengan wayang Kopang, I Komang Pastika Sapanca di bidang seni lukis Wayang Klasik, Drs. I Wayan Kawi, S.Pd., di bidang seni lukis Wayang Klasik, Drs. I Dewa Muliana di bidang seni lukis Wayang Klasik.

Sekda Gede Susila memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pengurus majelis pertimbangan dan pembinaan kebudayaan (Listibya) Kabupaten Tabanan yang memprakarsai untuk melaksanakan seminar seni tersebut.

“Kita sangat menyadari beberapa tahun Listibya kita belum melaksanakan kegiatan yang maksimal tetapi di tahun ini tahun 2024, bersamaan dengan perayaan bulan bung karno ini, Listibya Kabupaten Tabanan bangkit kembali untuk menciptakan seni di Tabanan ini,’ ujarnya.

Pelaksanaan seminar dengan tema Singasana Wirasa Mahalango tersebut, menurutnya sangat sesuai dengan visi pemerintah Kabupaten tabanan menuju Tabanan yang aman unggul dan madani.

Hal ini juga diperkuat dengan Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2020 tentang penguatan dan pemajuan kebudayaan. Sehingga seni budaya benar-benar dapat menjadi benteng ketahanan masyarakat Tabanan dalam menghadapi dinamika nasional dan global.

Susila juga menyoroti salah satu contoh kebablasan yang diketahui saat ini adalah tarian joged bumbung yang dalam praktiknya beberapa kali di luar pakem yang ditentukan.

Melalui seminar tersebut, pihaknya berharap dapat memberikan edukasi dan pengetahuan agar bagaimana masyarakat dapat membentengi diri agar pelestarian adat dan seni budaya tetap lestari sesuai dengan pakemnya.

“Maka dari itu saya sangat berharap kepada generasi muda untuk menumbuhkan rasa memiliki maupun kebersamaan di bidang seni budaya, pada dasarnya juga untuk membangkitkan rasa bangga kepada tanah kelahiran. Jele melah gumi gelah, jele melah nyame gelah. Inilah yang disebut militansi Tabanan Era Baru,”

“Sebagaimana yang kita ketahui, Tabanan yang kaya dengan maestro seni salah satunya Bapak I Ketut Maria dengan hasil karya tariannya yang mendunia, langkah-langkah beliau harus ditiru oleh generasi muda untuk memajukan potensi seni budaya yang ada di Tabanan” tegas Susila.

Di kesempatan yang sama, selaku Ketua Panitia, I Made Wardana, menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati atas dukungan yang diberikan dalam mewujudkan perhelatan seminar seni tersebut.

Pihaknya berharap melalui seminar tersebut dapat memberikan manfaat baik bagi di dunia pendidikan sebagai unsur penunjang penyelenggaraan pendidikan juga bagi masyarakat tabanan untuk menjadi forum introspeksi dan evaluasi.

Turut hadir dalam seminar yakni Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kepala Bagian terkait di lingkungan Setda, para peserta yang mengikuti seminar, beserta undangan terkait lainnya. (ana)

Pemkab Jembrana Gelar Upacara Peringati Hari Lahir Pancasila

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Stadion Pecangakan, Jembrana, Sabtu (1/6/2024).
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Stadion Pecangakan, Jembrana, Sabtu (1/6/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Stadion Pecangakan, Jembrana, Sabtu (1/6/2024).

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana I Made Budiasa yang bertindak selaku inspektur upacara, membacakan Sambutan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jembrana ini, melibatkan peserta dari kalangan TNI, Polri, Korpri, PGRI serta para pelajar. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jembrana, beserta para Pimpinan OPD Pemkab Jembrana.

Peringatan hari lahir Pancasila tahun 2024 ini mengambil tema ‘Pancasila jiwa pemersatu bangsa menuju Indonesia Emas 2045’.

Tema ini mengandung maksud bahwa Pancasila menyatukan segala perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri dan berdaulat.

Sekda I Made Budiasa yang membacakan Sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia mengatakan Pancasila dan nilai-nilai yang dikandungnya menjadi bintang yang memadu kehidupan bangsa agar sesuai dengan cita-cita pendirian negara.

Dimana dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang yang menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong.

“Dalam momentum yang sangat bersejarah ini, saya harap komponen bangsa dimana pun berada bahu-membahu untuk membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucapnya.

Lebih Lanjut, pihaknya mengatakan perkembangan situasi global yang ditandai kemajuan teknologi komunikasi yang begitu pesat menjadi tantangan tersendiri bagi Bangsa Indonesia. Pancasila diharapkan menjadi filter agar Bangsa Indonesia tidak mengalami disorientasi di masa depan.

Pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini yang ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi dan ponsel pintar (smartphone) dalam mengakses informasi melalui beragam media harus dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk menyiarkan konten-konten dan narasi positif yang mencerminkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Lebih dari itu, saya mengajak kepada seluruh komponen mengarusutamakan bangsa Pancasila untuk dengan metode dan cara-cara kekinian dalam menyongsong bonus demografi yang akan menempatkan kaum milenial dan gen-z sebagai pelaku utama pembangunan bangsa, “ ungkapnya.

Terakhir, Pihaknya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama bergotong royong merawat anugerah Pancasila melalui peringatan hari lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni.

“ Kita harus bekerjasama dan berkolaborasi menjaga kerukunan dan keutuhan sebagai wujud pengamalan nilai- nilai Pancasila. semoga peringatan hari lahir Pancasila semangat kita ini dapat memompa untuk semua terus mengamalkan Pancasila demi Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berwibawa di kancah dunia,” pungkasnya. (ana)

Lomba Gerak Jalan Pramuka Penggalang Warnai Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tabanan 

Pembukaan lomba Gerak Jalan Pramuka Penggalang di Kabupaten Tabanan, Sabtu (1/6/2024).
Pembukaan lomba Gerak Jalan Pramuka Penggalang di Kabupaten Tabanan, Sabtu (1/6/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN  – Dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar upacara peringatan yang sekaligus dilanjutkan dengan kegiatan pembukaan lomba Gerak Jalan Pramuka Penggalang, Sabtu (1/6/2024).

Kegiatan gerak jalan ini juga sebagai bagian dari Perayaan Bulan Bung Karno VI tahun 2024 yang berlangsung di Taman Bung Karno Tabanan dan dilanjutkan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila saat itu dipimpin oleh Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Riza Taufiq Hasan S.I.P, selaku Inspektur Upacara.

Saat membacakan amanat dari Kepala Badan Ideologi Pancasila, Letkol Riza Taufiq Hasan menyampaikan, peringatan Hari Lahirnya Pancasila tahun 2024 ini mengambil tema ‘Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045’.

Tema ini dimaksudkan bahwa Pancasila menyatukan kita dengan segala perbedaan suku, agama, budaya dan Bahasa dalam menyongsong 100 th Indonesia emas yang maju, mandiri dan berdaulat.

“Dalam momentum yang sangat bersejarah ini, saya mengajak komponen bangsa di manapun berada untuk bahu membahu, membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Pancasila dijelaskannya, harus senantiasa dijiwai dan pedomani agar menjadi ideologi yang bekerja dan dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh seluruh tumpah darah Indonesia.

Sementara itu, dalam pelepasan lomba gerak jalan penggalang yang diikuti oleh 38 SMP Se-Kabupaten Tabanan, saat itu dimulai dari Kantor Bupati Tabanan dan selesai di Gedung Kesenian I Ketut Marya.

Dengan kriteria penilaian dari atraksi, kekompakan dan kerapian barisan, seluruh peserta nampak antusias dan semangat dalam mengikuti perlombaan.

Dijelaskan oleh Sekda I Gede Susila, bahwa Perayaan Bung Karno sendiri merupakan momentum penting yang patut diingat. Bulan Juni juga bertepatan dengan peringatan hari Lahirnya Pancasila, sebagai dasar negara kita, di mana sila-sila dalam Pancasila merupakan hasil gagasan dari Bung Karno.

Selain itu, untuk memperingati hari lahirnya dan hari wafatnya Bung Karno sebagai proklamator kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dalam perayaan Bulan Bung Karno saat ini di Tabanan, rangkaian acara dimulai hari ini dengan kegiatan lomba Gerak Jalan Pramuka Penggalang yang bertujuan untuk dapat menggelorakan semangat patriotisme Bung Karno di hati adik-adik penggalang. Sebagai penerima tongkat kepemimpinan di masa yang akan datang,” jelasnya.

Turut hadir dalam upacara peringatan yakni Cokorda Anglurah Tabanan, Sekda Tabanan, Perwakilan Forkopimda Tabanan, Ketua Bawaslu, para Asisten Setda, Para OPD di lingkungan Pemkab Tabanan beserta para kepala bagian di lingkungan Setda, Para Camat, serta instansi Vertikal Terkait, dan Ketua Forum Perbekel Se-Kabupaten Tabanan serta seluruh peserta upacara. (ana) 

Peringati Hari Lahir Pancasila, Relawan Semut Tabanan Tebar 1 Ton Benih Ikan di Lima Desa 

Penebaran benih ikan di Desa Nyitdah, Kediri, Tabanan.
Penebaran benih ikan di Desa Nyitdah, Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bertepatan dengan peringatan hari Lahir Pancasila, Relawan Semeton Mulyadi (Semut) Tabanan melakukan penebaran benih ikan di sungai, Sabtu (1/6/2024).

Penebaran ikan ini dilakukan di lima titik, diantaranya di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri; Desa Bongan, Kecamatan Tabanan; Desa Kerambitan dan Desa Kutuh, Kecamatan Kerambitan; dan Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur.

Penebaran ikan dilakukan langsung oleh Bakal Calon Bupati Tabanan sekaligus Ketua PAC Kediri I Nyoman Mulyadi, Ketua Relawan Semut I Nyoman Ardika yang lebih dikenal dengan Sengap, anggota relawan Semut serta masyarakat setempat.

Adapun jenis ikan yang ditebar ini yakni ikan nila dengan total berat mencapai 1 ton untuk lima titik tersebut.

Ketua Relawan Semut, Sengap mengatakan, tujuan kegiatan penebaran ikan ini yakni untuk memperingati hari lahir Pancasila. Dipilihnya kegiatan penebaran ikan karena sesuai dengan implementasi sila pertama dan kedua.

Sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, maka semua makhluk ciptaan Tuhan harus dijaga bersama-sama.

Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap, jadi tidak ada istilah hanya di satu wilayah saja tetapi semua wilayah di Kabupaten Tabanan akan disasar untuk dilakukan penebaran ikan.

“Diawal kami fokuskan di lima titik dulu. Setelah itu, kami juga akan tebar ikan di wilayah lain seperti Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, Pupuan, Baturiti, Penebel, Marga,” ujarnya di sela-sela acara penebaran ikan di Desa Kerambitan.

Sengap menyebut, selain sebagai implementasi sila-sila Pancasila, penebaran ikan ini juga sebagai respon pasca diselenggarakannya forum internasional sektor air atau World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali

“Tentunya kita juga harus merawat air dengan cara menebar ikan agar hidup di ekosistemnya yang benar,” ucapnya.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi teladan yang bisa ditiru oleh masyarakat sebagai bentuk melestarikan makhluk hidup serta lingkungannya.

“Kami relawan Semut melalui kegiatan ini berharap bisa menjadi ‘ketok tular’ bagi masyarakat, untuk bisa merawat makhluk hidup. Jangan hanya memancing ikan saja, tetapi harus bisa dikembangkan dari bibit,” imbuhnya. (ana)

Pasca WWF ke-10, Polda Bali Ajak Nelayan di Nusa Dua Jaga Kamtibmas

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Konferensi World Water Forum (WWF) ke-10 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, telah diselenggarakan dengan aman dan lancar.

Usai acara tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sebagai langkah nyata, Ditintelkam Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kelompok Nelayan Yasa Segara Bengiat di kawasan Nusa Dua.

Dalam pertemuan ini, Panit 2 Subdit 2 Ditintelkam Polda Bali Iptu I Ketut Jayana, memaparkan tujuan dari penyelenggaraan WWF serta dampak positif yang dihasilkannya.

“Forum ini menjadi ajang internasional untuk membahas isu-isu air secara global, terutama dalam merumuskan kebijakan tata kelola air dan sanitasi dunia,” ujar Iptu I Ketut Jayana.

Ia menambahkan, pelaksanaan WWF memberikan berbagai dampak positif bagi masyarakat Bali.

“Dampak yang dirasakan masyarakat Bali dengan adanya WWF meliputi dorongan pada pergerakan ekonomi, budaya, pariwisata, dan industri kreatif, serta mengoptimalkan kepentingan nasional lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Iptu I Ketut Jayana mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Kelompok Nelayan Yasa Segara Bengiat Nusa Dua, untuk mendukung program-program pemerintah dan tetap menjaga situasi kamtibmas di Bali.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat, khususnya Kelompok Nelayan Yasa Segara Bengiat Nusa Dua, untuk mendukung program-program pemerintah dan tetap menjaga situasi kamtibmas di Bali,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Bali tetap kondusif, tidak hanya selama berlangsungnya konferensi internasional, tetapi juga di masa-masa mendatang. (ana)

Ketua DPRD Tabanan Berharap Kontingen Tabanan Bertanding Maksimal dalam PORJAR Bali 2024

Pe;epasan Kontingen PORJAR Kabupaten Tabanan Menuju PORJAR Provinsi Bali 2024.
Pe;epasan Kontingen PORJAR Kabupaten Tabanan Menuju PORJAR Provinsi Bali 2024.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ratusan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Kabupaten Tabanan dilepas untuk mengikuti pertandingan di tingkat Provinsi Bali tahun 2024.

Acara ini digelar di GOR Debes Tabanan pada Kamis (30/5/2024), yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait seperti Sekretaris Daerah, Para Asisten, Inspektur Kabupaten Tabanan, serta perwakilan dari OPD terkait dan lembaga pendidikan di Kabupaten Tabanan.

Pelepasan Kontingen PORJAR Tabanan ditandai dengan penyerahan Bendera kontingen dari Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya kepada Ketua Kontingen.

Kontingen PORJAR Kabupaten Tabanan tahun 2024 ini terdiri dari 618 kontingen, termasuk 493 atlet yang terdiri dari 284 atlet laki-laki dan 209 atlet perempuan, serta melibatkan 100 pelatih/official dan 25 pendamping/panitia yang mendampingi para atlet dalam 24 cabang olahraga.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menyampaikan dukungannya kepada para atlet yang akan bertanding. Pihaknya berharap, kontingen Tabanan dapat memberikan hasil yang maksimal.

“Saya berharap para atlet dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk mengembangkan kemampuan dan semangat kompetisi yang positif. Ini adalah kesempatan besar bagi generasi muda Tabanan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan membela nama baik daerah,” ujar Dirga.

Sementara itu, Bupati Sanjaya mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah mempersiapkan kontingen PORJAR Kabupaten Tabanan.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap adik-adik para atlet pelajar, para official, dan pelatih dapat menjadikan ajang ini sebagai wadah untuk meningkatkan mental berkompetisi. Semoga semangat juang dan sportivitas tinggi selalu menyertai setiap langkah mereka di ajang PORJAR Provinsi Bali 2024,” ujarnya.

Sanjaya juga menekankan pentingnya spirit kompetisi yang sehat dan sportivitas tinggi bagi para atlet Tabanan,

“Atlet Tabanan harus menunjukkan semangat juang dan menjunjung tinggi nama baik daerah. Saya yakin mereka akan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Tabanan dan membawa pulang kemenangan,” ucapnya. (ana)

1.081 Atlet Kabupaten Badung Ikuti PORJAR Provinsi Bali 2024

Pelepasan Kontingen Badung untuk PORJAR Provinsi Bali 2024 di Lapangan Puspem Badung, Jumat (31/5).
Pelepasan Kontingen Badung untuk PORJAR Provinsi Bali 2024 di Lapangan Puspem Badung, Jumat (31/5).

PANTAUBALI.COM. BADUNG – Sebanyak 1.081 atlet kontingen Kabupaten Badung dari berbagai Cabor akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Provinsi Bali Tahun 2024.

Kontingen atlet mengikuti 30 cabang olahraga, 6 olahraga eksebisi serta 207 pelatih dan pembina dari leading sektor Disdikpora Kabupaten Badung ini dilepas oleh Bupati Badung yang diwakili Sekda I Wayan Adi Arnawa, Jumat (31/5/2024). PORJAR ini akan dilaksanakan di Denpasar dari tanggal 3-8 Juni 2024.

Sekda Adi Arnawa memberikan dukungan kepada seluruh atlet yang diberikan kepercayaan untuk mewakili Kontingen Kabupaten Badung dengan harapan dapat merebut prestasi setinggi-tingginya dengan target juara umum.

Dirinya menekankan untuk menjaga sportifitas kepada para atlet yang akan bertanding dalam PORJAR 2024 dan selalu mengikuti aturan-aturan dalam setiap pertandingan.

“Saya ingatkan kepada para atlet yang akan bertanding untuk menjunjung tinggi sportifitas dan tunjukkan bahwa Kontingen Badung selalu mengikuti dan mentaati aturan-aturan dalam setiap pertandingan,” ujar Adi Arnawa.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung selaku Ketua Kontingen PORJAR Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana, mengatakan persiapan Kontingen Badung dalam PORJAR 2024 sudah dilaksanakan sejak berakhirnya PORSENIJAR Badung pada 25 Maret 2024 sampai sekarang.

“Untuk Kontingen Badung dalam PORJAR Provinsi Bali tahun 2014 berjumlah 1.288 yang terdiri dari 1.081 atlet serta 207 pembina dan pelatih,” lapornya.

Turut hadir dalam acara pelepasan Wakil Ketua II DPRD Badung Made Sunarta, Ketua KONI Badung I Made Nariana, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan seluruh pejabat di Lingkungan Kabupaten Badung. (ana)