- Advertisement -
Beranda blog Halaman 200

Gegara Cinta Segitiga, Kelompok Warga Sumba Ricuh di Ungasan

Petugas kepolisian bersiaga di lokasi kejadian untuk mengamankan situasi keributan warga.
Petugas kepolisian bersiaga di lokasi kejadian untuk mengamankan situasi keributan warga.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Malam mencekam menyelimuti kawasan Banjar Kerta Lestari, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kamis (22/5/2025). Dua kelompok warga asal Sumba bentrok hebat, dipicu konflik asmara yang berujung pada salah paham dan pengeroyokan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WITA di sebuah bedeng proyek yang berada di lingkungan Banjar Kerta Lestari.

“Pelaku berinisial BB, warga asal Kodi Utara, menjalin hubungan asmara dengan MA (32) yang dikenalnya lewat media sosial. MA mengaku belum bersuami, sehingga hubungan mereka semakin dekat dan bahkan sudah merencanakan pernikahan,” jelas Sukadi, Jumat (23/5/2025).

Namun rencana indah itu seketika buyar. Malam itu, seorang pria berinisial PP (42), petani asal Sumba Barat Daya, tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai suami sah MA.

“PP bersama keluarganya datang ke Ungasan mencari istrinya. Saat mendapati MA tengah bersama pria lain (BB), terjadi adu argumen. Bukannya mendapat penjelasan, PP malah dikeroyok oleh BB dan rekannya,” ujar Sukadi.

PP yang menjadi korban langsung melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Namun insiden tersebut justru memicu ketegangan antara dua kelompok warga Sumba, yang masing-masing membela pihaknya hingga terjadi bentrokan.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi untuk menenangkan situasi dan mencegah kerusuhan meluas.

“Kasus ini kini dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polresta Denpasar untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut,” pungkas AKP Sukadi. (MAH)

10 Pengedar Sabu Dibekuk Polres Tabanan, Satu Tersangka Residivis Pencabulan Anak

Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba oleh Polres Tabanan, Jumat (23/5/2025). 
Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba oleh Polres Tabanan, Jumat (23/5/2025). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selama kurun waktu dua bulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba Polres Tabanan berhasil menangkap sepuluh orang pengedar sekaligus pemakai narkotika jenis sabu-sabu. Bahkan, salah satu di antaranya merupakan residivis kasus pencabulan anak di bawah umur yang bebas pada 2019.

Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma didampingi Kasat Narkoba AKP I Kadek Darmawan dalam konferensi pers, Jumat (23/5/2025) mengatakan, seluruh tersangka diamankan dalam pengungkapan delapan kasus yang berlangsung sejak 26 Maret hingga 23 Mei 2025.

Sepuluh tersangka yang berhasil ditangkap terdiri dari delapan orang laki-laki dan dua perempuan. Barang bukti yang diamankan berupa 83 paket sabu dengan total berat 17,45 gram netto. Para tersangka terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan seperti karyawan swasta, wiraswasta, hingga ibu rumah tangga. Bahkan dua orang tersangka merupakan residivis.

“Tersangka GEA alias BT usia 38 tahun merupakan residivis kasus narkoba. Sedangkan RJ alias RM usia 26 tahun merupakan residivis kasus pencabulan anak di bawah umur dan baru bebas tahun 2019,” terang AKBP Chandra Citra.

Kasat Narkoba AKP Kadek Darmawan menambahkan, pengungkapan kasus berdasarkan informasi dari masyarakat serta  pengembangan kasus sebelumnya.

Para tersangka mendapatkan barang haram tersebut umumnya disuplai dari wilayah Tabanan, namun pelaku tidak saling bertatap muka dalam transaksi. Mereka menggunakan sistem “tempel” untuk mendistribusikan paket sabu.

“Supply barang kebanyakan dari Tabanan, namun mereka tidak bertemu, menggunakan sistem tempel, ada bentuk paket,” jelas Kasat Narkoba.

Untuk itu, jajaran Satresnarkoba Polres Tabanan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pengendali jaringan narkoba tersebut. “Saat ini kami masih mendalami dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa pengendalinya,” tambah AKP Darmawan. (ana)

Polisi Beberkan Penyebab Gudang Daging Oz-Britts di Kuta Terbakar

Petugas memadamkan kobaran api di Daging Oz-Britts pada Kamis (23/5).
Petugas memadamkan kobaran api di Daging Oz-Britts pada Kamis (23/5).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kobaran api melahap habis gudang pengasapan daging milik Oz-Britts di Jalan Sunset Road, Kuta, Kamis sore (22/5) sekitar pukul 16.30 WITA. Asap hitam membumbung tinggi ke langit, membuat warga sekitar panik dan berlarian menjauh dari lokasi.

Api berkobar cepat dan menghanguskan empat bangunan penting di area gudang. Tiga ruang penyimpanan beku, satu ruang pendingin, serta ruangan khusus pengasapan (smoke room) berikut isinya – mulai dari stok daging hingga peralatan produksi – dilaporkan ludes terbakar.

Gudang ini dimiliki Puput Ragil, seorang pengusaha asal Palembang, Sumatera Selatan. Salah satu pegawai, Kadek Agus Setiawan, menceritakan detik-detik sebelum api muncul. “Kami baru saja mematikan kompor dan aliran gas setelah pengasapan. Nggak lama, ada suara ‘duar’ dari atas gudang, lalu asap hitam keluar. Saya langsung suruh semua keluar,” tuturnya.

Pegawai lain, Mateus Do Nascimento Pires, langsung menghubungi pemadam kebakaran begitu melihat asap tebal membungkus gudang. Tak berselang lama, 11 unit mobil Damkar Badung tiba di lokasi dan bekerja keras memadamkan api selama hampir satu jam.

Kapolsek Kuta, AKP Agus Riwayanto Diputra, membenarkan pihaknya telah turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan awal.

“Kami sudah koordinasi dengan PLN dan Damkar, olah TKP juga dilakukan. Dugaan sementara, api berasal dari bahan-bahan mudah terbakar seperti kardus, kayu, dan styrofoam yang diletakkan di atas tungku pengasapan yang masih panas,” jelasnya.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian materiil diperkirakan besar dan masih dalam proses pendataan oleh pemilik gudang.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian bersama tim forensik dan teknis dari pemadam kebakaran. (MAH)

Sidak LPG 3 Kg di Buleleng, Tim Pengawas Temukan Tabung Tanpa Rubber Seal dan Cal Seal

Tim Disperindag Bali saat sidak LPG 3 Kg di Kabupaten Buleleng, Kamis (22/5/2025).
Tim Disperindag Bali saat sidak LPG 3 Kg di Kabupaten Buleleng, Kamis (22/5/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Tim Pengawasan Terpadu Disperindag Provinsi Bali menemukan masih banyak tabung LPG 3 kilogram yang tidak sesuai standar saat melakukan inspeksi mendadak di lima lokasi distribusi dan penjualan LPG di Kabupaten Buleleng, Kamis (22/5/2025).

Temuan utama adalah tabung-tabung gas tanpa rubber seal dan cal seal, yang berpotensi membahayakan keselamatan konsumen.

Inspeksi ini melibatkan sejumlah instansi seperti PT Pertamina, Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Satpol PP, hingga Biro Hukum Setda Provinsi Bali. Tim menyasar satu Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan empat pangkalan LPG di wilayah Kecamatan Kubutambahan dan sekitarnya.

Koordinator Tim Pengawasan, I Wayan Pasek Putra, menjelaskan bahwa inspeksi dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai LPG 3 kg yang tidak sesuai ketentuan. Hasil sidak di SPBE PT Gaya Investama yang berlokasi di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, menunjukkan adanya tabung siap distribusi yang tidak memenuhi standar karena tidak dilengkapi rubber seal dan cal seal.

“Kondisi ini sangat membahayakan konsumen. Kami bersama Pertamina langsung memberikan teguran dan peringatan kepada pihak SPBE agar tidak mengulangi pelanggaran serupa,” ujar Pasek.

Selain SPBE, empat pangkalan LPG juga diperiksa. Salah satunya, Toko Satwam milik I Made Susarsana di Banjar Dinas Kajanan, dikenai sanksi administrasi berupa kewajiban menandatangani surat pernyataan karena melanggar ketentuan distribusi.

Sales Branch Manager IV Bali PT Pertamina, M. Affriyana Al Heilmi, menegaskan bahwa sidak dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memastikan distribusi LPG berjalan sesuai prosedur dan aman untuk masyarakat.

“Ini merupakan langkah preventif atas potensi kelalaian, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami ingin memastikan tidak ada celah yang membahayakan konsumen,” ujarnya.

Inspeksi kali ini turut didampingi oleh Pengawas Perdagangan Ahli Muda dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Swarsawijaya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menjaga kepercayaan publik terhadap distribusi LPG subsidi di tingkat akar rumput.

Lima lokasi yang disidak meliputi SPBE PT Gaya Investama serta pangkalan milik Komang Dony (PT Arta Sanjaya), Ketut Sugiarta (Rangga Mart), Ngurah Dwitya Krisnantara (PT Bagas Putra Sari), dan I Made Susarsana (Toko Satwam). (rls)

Proyek Bali Benoa Marina Dimulai, Ditargetkan Jadi Pusat Wisata Bahari Internasional

Groundbreaking proyek Bali Benoa Marina di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), Pelabuhan Benoa
Groundbreaking proyek Bali Benoa Marina di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), Pelabuhan Benoa, Kamis (22/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR — Proyek strategis pembangunan Bali Benoa Marina di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), Pelabuhan Benoa, Denpasar resmi dimulai. Proyek ini ditargetkan menjadi pusat wisata bahari bertaraf internasional dan pendorong pertumbuhan ekonomi baru di Bali.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan pada Kamis (22/5/2025), dihadiri Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Luh Puspa, serta jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Luh Puspa menekankan pentingnya menjaga arah pembangunan pariwisata Indonesia yang kini bertransformasi dari berbasis kuantitas menuju kualitas.

“Indonesia sudah bergerak menuju pariwisata yang berkualitas. Bukan lagi soal jumlah wisatawan, tetapi kualitas pengalaman dan dampak yang dihasilkan. Saya berharap marina ini tumbuh dengan tetap menjaga prinsip quality tourism – memperhatikan keberlanjutan lingkungan, menghormati masyarakat lokal, dan memberikan dampak ekonomi serta sosial yang nyata,” ungkap Luh Puspa.

Ia menambahkan, Bali saat ini telah ditetapkan sebagai regenerative tourism area dalam RPJMN. Oleh karena itu, seluruh pembangunan, termasuk infrastruktur pariwisata bahari, diharapkan tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal seperti Tri Hita Karana dan arsitektur khas Bali.

Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menegaskan, pembangunan marina ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Ia meminta agar proyek tidak semata fokus pada investasi dan pariwisata, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM dan nelayan sekitar.

“Libatkan UMKM lokal, berdayakan nelayan dan tenaga kerja setempat, agar proyek ini benar-benar jadi kantong ekonomi baru bagi masyarakat Bali,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut dan keindahan alam bawah laut di sekitar kawasan pembangunan.

Sementara itu, Direktur Strategi PT Pelindo, Prasetyo, menyampaikan, proyek ini merupakan tonggak penting dalam transformasi Pelabuhan Benoa menjadi marina hub bertaraf internasional. Ia menilai Bali memiliki posisi strategis untuk pengembangan yacht tourism Indonesia.

“Ini adalah milestone dalam pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi pusat marina tourism. Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan infrastruktur marina kelas dunia, dan Bali adalah titik awal yang sangat tepat,” ujar Prasetyo.

Menurutnya, Bali Benoa Marina akan memiliki kapasitas 180–220 berth yang bisa ditingkatkan hingga 500. Ia optimistis fasilitas ini akan menarik kapal pesiar dan yacht dari mancanegara serta menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Denpasar, Direktur PT MDI, Eksekutif Direktur 3 Pelindo Regional, serta sejumlah undangan dari instansi terkait. (rls)

Hendak Ambil Drone, Pegawai Kontrak Kominfo Badung Jatuh Terseret Arus di Air Terjun Nungnungan

Proses pencarian I Made Gede Putra Yana (19), staf Kominfo Badung yang terseret arus di Air Terjun Nungnungan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Kamis (22/5/2025).
Proses pencarian I Made Gede Putra Yana (19), staf Kominfo Badung yang terseret arus di Air Terjun Nungnungan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Kamis (22/5/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang pegawai kontrak di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung dilaporkan hilang setelah jatuh dan terseret arus sungai di Air Terjun Nungnungan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Kamis (22/5/2025) siang.

Korban bernama I Made Gede Putra Yana (19) asal Jalan Seroja Gang Jambu, Kelurahan Sanglah, Denpasar Timur. Saat kejadian, korban tengah menerbangkan drone bersama dua rekannya di sekitar air terjun.

Peristiwa bermula ketika drone yang mereka operasikan jatuh dan tersangkut di sekitar jurang air terjun. Putra Yana kemudian berusaha mengambil perangkat tersebut. Namun, nahas, ia terpeleset dan jatuh ke aliran air. Ia sempat tersangkut di bebatuan sebelum akhirnya terseret arus deras.

Kedua rekannya berupaya menolong, namun tidak berhasil. Warga sekitar yang datang membantu juga tidak mampu melawan derasnya arus. Kejadian itu lantas dilaporkan ke pihak berwajib.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 13.05 Wita dari rekan korban, Trisna Saraswati.

Tim SAR yang beranggotakan tujuh personel langsung diberangkatkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 15.25 Wita. Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya. Kondisi cuaca di lokasi hujan deras, menyebabkan debit air meningkat dan arus semakin deras. Hal ini menyulitkan upaya pencarian korban.

“Pencarian hari ini kami hentikan karena keterbatasan pencahayaan, arus yang semakin kuat, dan debit air yang terus naik. Operasi akan dilanjutkan besok pagi bersama tim SAR gabungan,” kata Sidakarya.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, antara lain Dit Samapta Polda Bali, Polres Badung, Polsek Petang, Diskominfo Badung, BPBD Badung, Damkar Badung, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pelaga, perangkat Desa Pelaga, serta masyarakat setempat. (ana)

Ngantor di Desa Desa Apuan, Bupati Tabanan Apresiasi Inovasi Pertanian Lokal 

Program Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kamis, (22/5/2025).
Program Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kamis, (22/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk mewujudkan pembangunan Tabanan yang Aman Unggul dan Madani (AUM) dimulai dari Desa secara responsif dan berdampak, kembali diwujudkan melalui Program Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kamis, (22/5/2025).

Kunjungan Bungan Desa ke – 57 ini dan yang kedua kepemimpinan Sanjaya-Dirga dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, didampingi Wakil Bupati, I Made Dirga, dan jajaran, Forkopimcam Baturiti, tokoh masyarakat beserta undangan terkait lainnya.

Program Bungan Desa yang konsisten dilakukan ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi bentuk nyata kehadiran pemimpin daerah bersama lintas sektor di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi, melihat kondisi langsung dan kebutuhan yang diperlukan di setiap sudut desa.

Sanjaya berharap kehadirannya bersama jajaran dapat memberikan dampak dan pengaruh positif bagi perkembangan pembangunan desa, baik UMKM, IKM dan pembangunan infrastruktur lainnya serta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Kunjungan Sanjaya di Desa Apuan, Baturiti, diawali dengan kehadirannya di Rumah keluarga yang masuk dalam kategori stunting di Banjar Jelantik, Apuan dilanjutkan dengan mengunjungi Rumah Bibit Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Wijaya Kusuma di Banjar Tinungan.

Di lokasi ini, Sanjaya meninjau langsung penyemaian bibit cabai, terong hingga bunga rosela. Bahkan Bupati Sanjaya turut serta menyemai bibit cabai bersama para anggota kelompok tani dan panen bunga Rosella sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi pertanian lokal.

Bunga Rosella sebagai tanaman herbal memiliki manfaat bagi kesehatan yang begitu luar biasa dengan kandungan antioksidan tinggi, membantu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Hal ini menjadi sorotan bagi Bupati Sanjaya, pihaknya menilai melalui kegiatan Bungan Desa ini, tidak hanya memperkenalkan teh rosella sebagai minuman sehat, tetapi juga sebagai potensi ekonomi yang bisa dikembangkan oleh masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian herbal dan industri UMKM.

“Dan inilah salah satu tujuan pemerintah datang mensupport program ini, sehingga betul-betul nanti kita membantu memasarkan di sentra unit pasar-pasar modern, perhotelan, restoran. Itulah tujuan kita berkantor di desa, Bungan Desa ini dengan melihat eksisting daripada semua produk pertanian di Tabanan. Jadi, Tabanan ini bukan hanya padi, kelapa, manggis, salak, ternyata kita juga punya bunga rosella, sangat luar biasa,” jelas Sanjaya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap dengan kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat akan pentingnya memanfaatkan kekayaan alam Desa Apuan secara bijak dan berkelanjutan, dengan turut mengajak peran semua pihak dan lintas sektor untuk saling bersinergi menciptakan terobosan baru berbasis tanaman lokal, agar masyarakat tidak hanya sehat, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Sehingga tujuan pemerintah yakni mewujudkan masyarakat yang Aman, yang Unggul dan yang Madani benar-benar bisa tercapai.

“Saya yakin, dengan komitmen dan kerjasama yang baik, kita dapat membawa pertanian bunga rosella ini menuju kesuksesan yang lebih besar dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah,” imbuh Sanjaya, seraya berharap pertanian lokal khususnya di desa Apuan berkembang pesat dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar.

Selaku Ketua KWT Mekar Wijaya Kusuma, Ni Luh Gede Santidewi, menyampaikan rumah bibit kelompoknya menyemai berbagai jenis tanaman, dengan rosella sebagai unggulan. Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan dalam budidaya rosella, khususnya dalam pengolahan tanah dan sarana penyemaian untuk meningkatkan produksi hingga memperluas pasar. Perhatian juga diberikan pada aspek pembangunan sumber daya manusia. Berdasarkan data, Desa Apuan memiliki dua kasus terduga stunting.

Bupati Sanjaya menekankan pentingnya kolaborasi antara kader, pemerintah desa, dan dinas terkait dalam mewujudkan generasi bangsa yang bebas stunting.

Ia bahkan mengapresiasi para bidan dan perawat dan tenaga medis lainnya sebagai pahlawan stunting yang perlu diberikan penghargaan atas peran penting mereka dalam membantu dan memberikan edukasi dan asupan gizi dalam pengentasan stunting di Kabupaten Tabanan. Tidak hanya itu, Sanjaya juga mengajak masyarakat untuk saling bersinergi mewujudkan Bali Bersih, Tabanan bersih sesuai arahan Gubernur Bali.

Di kesempatan yang sama, Perbekel Desa Apuan, I Made Admaja, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kunjungan Bupati beserta jajaran. Ia menyebut kegiatan Bungan Desa sebagai kehormatan besar dan kesempatan emas untuk menyampaikan potensi, tantangan, serta harapan pembangunan desa ke depan. “Kami yakin sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat membawa Desa Apuan menuju kemajuan yang lebih baik,” pungkasnya.

Perpustakaan Keliling, Samsat Keliling, pembagian 108 kacamata gratis, pelayanan perizinan oleh Dinas PMPTSP, serta pelayanan administrasi kependudukan oleh Dinas Dukcapil berupa penyerahan KTP Elektronik dan lainnya hadir di Desa Apuan.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pembayaran PBB dari Bakeuda, serta pembagian door prize kepada enam siswa bernama Ketut. Kegiatan Bungan Desa ini ditutup dengan penanaman pohon Tabebuya serta pemberian konseling dan arahan bagi calon pengantin yang dilaksanakan di Kantor Perbekel Desa Apuan. (rls)

Gedung Parkir Bertingkat RSUD Tabanan Ditarget Berfungsi Tahun 2025

Proyek parkir RSUD Tabanan.
Proyek parkir RSUD Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan tengah mempercepat penyelesaian proyek pembangunan parkir RSUD Tabanan. Parkir yang dibangun di bekas Kantor Dinas Pariwisata tepatnya di sisi Barat rumah sakit rencananya dibuat bertingkat tiga lantai.

Proyek ini dirancang untuk menjawab masalah krisis lahan parkir dan kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di sekitar RSUD Tabanan. Pembangunan gedung parkir tersebut dilakukan secara bertahap dan ditargetkan dapat difungsikan mulai tahun 2025.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP)  Kabupaten Tabanan I Made Dedy Darmasaputra mengatakan, pengerjaan tahap kedua telah dimulai sejak April 2025, dengan fokus pada penyelesaian lantai pertama dan kedua.

Sebelumnya, pengerjaan tahap pertama yang meliputi pembangunan pondasi, basement, tiang pancang, serta pengerukan, sudah rampung pada 2024 dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 6,8 miliar lebih.

“Tahun ini kami melanjutkan pembangunan dengan dana Rp 15 miliar dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Meski belum selesai seluruhnya, kami targetkan sudah bisa digunakan tahun ini,” jelasnya, Kamis (22/5/2025).

Ia menjelaskan, gedung parkir bertingkat ini dirancang memiliki tiga lantai, terdiri dari basement, lantai satu, dan lantai dua. Nantinya gedung parkir bisa menampung sekitar 60 mobil di setiap lantai serta kendaraan roda dua.

Lokasinya berada di atas lahan seluas 16 are dan dalam jangka panjang akan dihubungkan langsung ke RSUD Tabanan melalui terowongan bawah tanah. Namun, proyek baru bisa dilakukan tahun 2026 mendatang. Hal itu dikarenakan adanya efisiensi anggaran yang mengakibatkan pemangkasan anggaran DAK. “Kami sudah usulkan tahun depan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa proyek ini merupakan solusi permanen untuk mengatasi permasalahan parkir yang selama ini membuat pasien dan pengunjung kesulitan mencari tempat parkir, terutama di jam-jam sibuk.

Selama ini, RSUD Tabanan hanya memiliki area parkir terbatas di halaman depan dan belakang serta memanfaatkan badan jalan di sisi barat gedung. Sering kali, kendaraan diparkir di sepanjang jalan depan rumah sakit, menyebabkan gangguan arus lalu lintas.

Dengan pembangunan gedung parkir ini, Pemkab Tabanan berharap kenyamanan dan kelancaran akses ke rumah sakit akan meningkat signifikan. (ana)

Munculkan Konten Judol, Komdigi Blokir Situs PeduliLindungi

Aplikasi PeduliLindungi.
Aplikasi PeduliLindungi. (foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi memblokir situs PeduliLindungi.id. Pemblokiran dilakukan setelah ditemukan konten perjudian online pada laman yang sebelumnya digunakan sebagai platform penanganan pandemi COVID-19 tersebut.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar mengungkapkan, pemblokiran dilakukan menyusul laporan masyarakat yang menemukan situs tersebut menampilkan tautan mengarah ke situs-situs judi online.

Adapun hasil verifikasi tim Komdigi menunjukkan bahwa PeduliLindungi.id telah diretas (defacement) dan disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Tindakan ini merupakan komitmen kami untuk menjaga ruang digital nasional dari konten ilegal, khususnya judi online, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujarnya, dikutip pada Kamis (22/5/2025).

Alexander menjelaskan, pihaknya telah menelusuri bukti berupa tangkapan layar dan URL dari laporan masyarakat sebelum mengambil tindakan tegas berupa pemutusan akses (take down).

Menurutnya, pelanggaran terhadap prinsip keamanan informasi seperti ini sangat serius karena berpotensi membahayakan masyarakat baik dari sisi data pribadi maupun paparan terhadap konten ilegal.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap situs-situs tak resmi dan melaporkan konten digital mencurigakan melalui kanal pengaduan resmi aduankonten.id. “Kami terus berkomitmen menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman, sehat, dan terpercaya,” imbuh Alexander.

Untuk diketahui, PeduliLindungi merupakan platform resmi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang digunakan selama masa pandemi COVID-19. Namun sejak tahun 2023, sistem PeduliLindungi telah diintegrasikan ke dalam layanan SatuSehat, dan domain resminya kini berada di satusehat.kemkes.go.id. Setelah integrasi, situs PeduliLindungi.id sudah tidak lagi aktif dan tidak dalam kendali operasional Kemenkes. (ana)

Razia Blok Hunian Narapidana Lapas Tabanan, Petugas Temukan Barang Berpotensi Ganggu Keamanan

Petugas Lapas Tabanan razia blok hunian narapida.
Petugas Lapas Tabanan razia blok hunian narapida, Kamis (22/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali melakukan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan dengan menggelar razia di kamar hunian warga binaan, Kamis (22/5/2025).

Razia ini merupakan bagian dari program rutin Tim IV Pemantauan, Pengamatan dan Deteksi Dini (Pamandini). Kegiatan ini difokuskan di Kamar Batukaru 3 dan 4, yang ditempati oleh narapidana baru selesai menjalani masa pengenalan lingkungan (mapenaling).

Selain merazia kamar, tim juga menggelar sesi sosialisasi serta mendengarkan langsung keluhan warga binaan sebagai bentuk pendekatan persuasif.

Ketua Tim IV Pamandini sekaligus Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Pidana dan Kegiatan Kerja, Komang Suryana menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya membangun komunikasi aktif dengan warga binaan sekaligus sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi pelanggaran.

“Kami ingin memastikan warga binaan memahami peraturan serta hak dan kewajiban mereka selama menjalani masa hukuman. Ini penting agar mereka bisa beradaptasi dan menjalani pembinaan dengan baik,” ujar Komang.

Dalam razia yang dilakukan secara menyeluruh oleh anggota tim, tidak ditemukan barang-barang terlarang seperti handphone maupun narkotika. Namun, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan, seperti tiga sendok besi, dua alat pengguris, dan satu korek api gas.

“Barang-barang tersebut langsung kami amankan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan di dalam lapas. Ini komitmen kami dalam mencegah potensi gangguan sejak dini,” tambah Komang Suryana.

Lapas Tabanan secara konsisten melakukan upaya preventif melalui program-program pembinaan dan pengawasan seperti ini, guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga binaan. (ana)