- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1065

Di Hari Pengrupukan 25 Ogoh – Ogoh Di Pentaskan Paiketan Skehe Truna Desa Adat Kota Tabanan

Parade Ogoh – Ogoh Desa Adat Kota Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 tahun 2019 setiap pengrupukan masyarakat Bali secara rutin menggelar beberapa tahapan upacara salah satunya, upacara tawur kesanga. Untuk Kabupaten Tabanan, tawur kesanga diawali di Catus Pata Kota Tabanan, tepatnya disebelah timur Gedung Kesenian I Ketut Mario dan dilanjutkan dimasing-masing perempatan (pempatan) agung Desa Pekraman se-Kabupaten, Rabu (6/3) siang yang dipuput Sarwa Sadaka.

Selain melaksanakan rangkaian upacara tawur kesanga,secara rutin parade ogoh- ogoh juga di laksanakan,oleh Desa Pakraman Kota Tabanan yang terdiri dari 24 banjar dan menampilkan 25 ogoh- ogoh yang sudah dinsiapkan oleh Paiketan Sekhe Truna di setiap Banjar Se Kota Tabanan.

Parade ogoh – ogoh ini di mulai pada pukul 14.00 Wita yang sudah berkumpul di depan Pura Dalem Adat Kota Tabanan,yang nantinya di pentaskan secara bergantian dan kembali di arak menuju banjar mereka masing- masing.
Bendesa adat kota Tabanan I Gusti Ngurah Siwa Genta yang sempat kami temui di lokasi parade ogoh – ogoh menjelaskan,bahwa parade ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan tawur kesanga,sebagai bentuk pentetralisir aura negatif sebelum masyarakat hindu melaksanakan catur brata penyepian.

“ Ini juga merupakan kreatifitas dari paiketan sekehe truna yang ada di wilayah kami dan kegiatan ini sekaligus menampilan kreatifitas seni yang ada di lingkup truna dan truni di paiketan Desa Pakraman Kota Tabanan “ Ungkap Gusti Siwa Genta Bendesa Adat Kota Tabanan.

Pelaksanaan Parade Ogoh-Ogoh yang sempat di warnai Hujan saat pertunjukkan,tidak menyurutkan semangat truna – truni kota tabanan untuk tetap melanjutkan acara,sehingga pelaksanaan parade ogoh-ogoh bisa berjalan lancar.

 Tawur Kesanga Bupati Eka Sembahyang di Catus Pata Tabanan

Bupati Eka Sembahyang Jelang Perayaan Nyepi

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 tahun 2019 ini, masyarakat menggelar beberapa tahapan upacara salah satunya, upacara tawur kesanga. Untuk Kabupaten Tabanan, tawur kesanga diawali di Catus Pata Kota Tabanan, tepatnya disebelah timur Gedung Kesenian I Ketut Mario dan dilanjutkan dimasing-masing perempatan (pempatan) agung Desa Pekraman se-Kabupaten, Rabu (6/3) siang yang dipuput Sarwa Sadaka.

Hadir dalam upacara ini Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, didampingi Kapolres Tabanan, AKBP Made Sinar Subawa, Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, Anggota DPRD Tabanan, Penglingsir Puri dan OPD di Lingkungan Kabupaten Tabanan, serta Tokoh adat se-Kabupaten Tabanan.

Sementara ritual mepepada ( penyucian hewan yang dimanfaatkan sebagai bahan tawur) dilaksanakan sehari sebelum  tawur yakni, pada Selasa (5/3). Hewan yang disembelih untuk sarana tawur caru balik sumpah utama, antara lain, kerbau, sapi, kambing, babi, anjing, itik dan ayam dalam segala warna.

Upacara tawur kesanga ini diawali dengan penyiapan upacara seperti pemasangan sanggar agung dan piranti lainya. Sementara Sarwa Sadaka yang muput adalah, Ida Pedanda Siwa dari Griya Taman Sari Tabanan, Ida Pedanda Buda dari Griya Jadi Tabanan, Rsi Bujangga dari Griya Ngis dan Rsi Mpu dari Griya Gerogak Gede Tabanan serta Ida Cokorda Anglurah Tabanan.

Upacara tawur agung ini digelar secara  rutin sehari menjelang perayaan pergantian tahun baru caka, yang dimaksudkan untuk nyomia bhuta kala, yakni mengembalikan buta kala kealam dengan menyediakan persembahan berupa caru tawur agung. Dengan digelarnya upacara ini diharapkan akan tercipta keseimbangan buwana agung dan buwana alit (mikrokosmos dan makrokosmos).

Bupati Eka menghimbau kepada masyarakat Tabanan untuk menjadikan perayaan Nyepi ini sebagai momen introspeksi diri, mengevaluasi kembali segala keberhasilan dan kegagalan yang telah kita alami di tahun sebelumnya. “Jadikanlah perayaan Nyepi sebagai momen introspeksi diri. Karena makna nyepi merupakan ungkapan kasih sayang yang berkonsentrasi pada konsep Tri Hita Karana. Dimana dalam konsep kita diajarkan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, Tuhan ( Ida Sang Hyang Widi Wasa ), dan alam semesta. Segala bentuk perbedaan akan menjadi indah apabila kita bisa menjadikan perbedaan tersebut sebagai suatu kekuatan untuk membangun Tabanan yang lebih baik ke depan serta untuk mewujudkan visi Tabanan Serasi, tandasnya.

Di Duga Berisi Bom ” Tas Misterius Berisi Pakian Adat Bali Dan Kitab Al-Qur”an

Polisi Cek Isi Tas Misterius Menggunkan Metal Detektor

TABANAN – Pantaubali.com – Di Duga Berisi Bom,Sebuah tas berwarna merah muda mencurigakan di areal Garuda Wisnu Serasi (GWS) Desa Delod Peken, Senin 4 / 3 malam sekitar pukul 22.30. meski sempat terlihat sedikit takut saat mendekati tas dan membukanya, Panit Reskrim Polsek Kota Tabanan menemukan sejumlah pakaian adat bali untuk kepura,selain itu, di atas sebuas tas tersebut juga ditemukan sebuah kitab suci jenis Al Qur’an.

Setelah mendapat laporan adanya temuan Tas berwarna pink di panggung kesenian Garuda Wisnu Serasi, sejumlah polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP di areal tersebut. Dalam tas tersebut ditemukan sejumlah barang seperti Pakaian adat sembahyang bali, dua buah saput poleng kaos dalam, Baju putih, baju kuning, saputan, jam tangan, bohlam lampu 5 watt, rokok, dan diatasnya ditemukan Al-Qur’an. Dan untuk sementara, tas beseerta al Qur’an diamankan menuju Mapolsek Kota Tabanan.

Tas misterius ini awalnya ditemukan seorang anggota Satpol PP Tabanan, Nengah Bayu Antara (31). Saat itu, Bayu bersama tiga orang temannya sedang melakukan patroli rutin di areal GWS. Namun, saat patroli ia justru menemukan tas berwarna merah muda dengan diatasnya ditemukan Al-Quran.

“Tadi sekitar pukul 22.30 Wita, saya temukan pas keliling patroli. Kebetulan kita kesini (areal GWS) menemukan tas warna pink ini,” ucap Bayu saat dijumpai.

Dia melanjutkan, pasca menemukan langsung melapor kepada pimpinannya. Dan pimpinannya kemudian langsung berkoordinasi dengan anggota kepolisian.

“Yang saya takutkan kan nantinya ada teror atau apa sehingga kami laporkan dulu ke pimpinan. Dari pimpinan baru diteruskan ke polisi,” tuturnya.

Sebelumya, kata dia, tidak menemukan hal aneh di sekitar areal GWS. Sebab, kebetulan hari ini sedang bertugas atau mendapat piket pada sore hari.

“Kalo sebelumnya saya kurang tau, karena saya shift sore,” imbuhnya.

Sementara itu, Panit I Reskrim Polsek Kota Tabanan, Iptu Gusti Bagus Edikson menyatakan, tas ini awalnya ditemukan seorang anggota Satpol PP yang sedang melaksanakan patroli. Setelah mendapat laporan, anggota kepolisian langsung menuju TKP.

“Pasca menerima laporan, kami langsung menuju kesini untuk memastikan. Dan termyata benar ada sebuah tas berwarna pink yang diatasnya terdapat Al-Qur’an,” jelasnya.

Selanjutnya, tas beserta isi di dalamnya termasuk satu buah Al-Qur’an dibawa  ke Makopolsek Kota Tabanan untuk diamankan dan di lakukan penyelidikan lebih dalam lagi.

Melasti Di Pantai Tanah Lot Menjadi Momen Unik Dan Menarik Perhatian Wisatawan

????????????????????????????????????
Prosesi Melasti Di Tanah Lot

TABANAN – Pantaubali.com – Hari Raya Nyepi tahun saka 1941 akan jatuh pada hari Kamis tanggal 7 Maret 2019. Salah satu rangkaian hari raya Nyepi adalah penyucian Bhuana Agung dan Bhuana Alit yang biasanya dilaksanakan beberapa hari sebelum hari raya Nyepi.

Di DTW Tanah Lot sendiri, prosesi penyucian bhuana jelang hari raya Nyepi, Melasti, menjadi suatu momen yang unik dan jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Terbukti, Senin, 4 Maret 2019 ketika warga desa pekraman Beraban melaksanakan prosesi upacara melasti ke kawasan wisata yang terkenal di Tabanan ini, para wisatawan tampak tidak henti-hentinya mengabadikan momen iringan warga yang berpakaian adat membawa pratima menuju Pantai Tanah Lot.

Prosesi dimulai pukul 15.00 wita dengan berjalan kaki dari Pura Bale Agung sebagai tempat berkumpulnya seluruh pratima dari seluruh pura yang ada di kawasan desa pekraman Beraban, menuju pantai Tanah Lot. Prosesi Melasti Desa Pekraman Beraban Tanah Lot setidaknya melibatkan ribuan warga dari lima belas banjar adat atau dusun dalam satu Desa Pakraman Beraban, sehingga sangat semarak dan menarik perhatian wisatawan. Bahkan sore ini, Tanah Lot dipenuhi oleh umat Hindu yang melaksanakan ritual pemelastian dan sempat membuat kemacetan sepanjang jalur Tanah Lot.

Saat proses Melasti, warga yang membawa pratima dan benda-benda sakral lainnya juga menyelupkan kakinya ke perairan sebagai simbol penyucian agar pelaksanaan Hari Raya Nyepi berlangsung tenang dan damai. Prosesi penyucian ini meliputi dua hal, yakni “bhuana agung” atau alam semesta dan “bhuana alit” yang diterjemahkan sebagai jiwa raga. Masing-masing pura tersebut membawa pratima, sehingga bisa dibayangkan arak-arakan warga Beraban yang melaksanakan ritual melasti ke Tanah Lot akan sangat ramai dan meriah.

Dengan adanya prosesi Melasti Desa Pakraman Beraban, jalan dari sebelah utara Desa Pakraman Beraban ke arah selatan sampai Tanah Lot ditutup untuk sementara sampai pemelastian tiba di pantai Tanah Lot. Sehingga untuk para pengunjung yang berada di Tanah Lot belum bisa meninggalkan DTW Tanah Lot, begitu juga sebaliknya untuk pengunjung yang menuju ke DTW Tanah Lot belum bisa melintas sampai pemelastian tiba di pantai.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, SP mengatakan pihaknya sudah dari awal mengantisipasi pengunjung dan arus lalu lintas terkait prosesi pemelastian. Karena hari itu dari pagi hari iring-iringan pemelastian dari daerah lain juga sudah mulai berdatangan. Dan khusus untuk Desa Pekraman Beraban akan berjalan kaki menuju pantai Tanah Lot pukul 15.00 wita sampai selesai.

“Kami telah menginfokan sebelumnya lewat himbauan tentang prosesi ini. Jadi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung pasti akan menunggu dan yang mungkin dikejar waktu tour pasti meninggalkan kawasan lebih dulu. Untuk pengaturan arus lalu lintas juga sudah kami antisipasi sebelumnya dengan pihak kepolisian, pecalang desa pekraman, dan security agar prosesi pemelastian bisa berjalan dengan lancar,” terangnya.

Sementara itu saat hari raya Nyepi, Kamis 7 Maret 2019, DTW Tanah Lot akan ditutup selama 24 jam penuh dan akan buka normal kembali keesokan harinya, Jumat 8 Maret 2019.

Ribuan Masyarakat Desa Braban, Melasti Di Pura Tanah Lot

TABANAN – Pantaubali.com – Ribuan masyarakat Desa Adat Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan melaksanakan upacara melasti ke Pantai Tanah Lot, Senin ( 4 Maret 2019). 
Masyarakat yang berasal dari 15 Banjar Adat se Desa Adat Beraban terlebih dahulu berkumpul di Pura Bale Agung yang selanjutanya berjalan kaki menuju Pantai Tanah Lot. Iring iringan ribuan masyarakat  yang membawa pretima,  lelontek, kober dan pelengkapan upacara melasti lainya dimulai sekitar pukul 15.00 Wita.
Upacara melasati adalah salah satu rangkaian dari Hari Raya Nyepi yang digelar setiap tahun itu mampu menarik perhatian wisatawan yang sedang berukunjung ke DTW Tanah Lot.  Upacara melasti bertujuan untuk menyucikan buana agung dan buana alit. Segala  peralatan dan perlengkapan yang ada di Pura termasuk Pretima Ida Bhatara dibawa ke laut dengan cara diusung setelah sampai di segara kemudian dilakukan upacara pembersihan secara sekala niskala. Begitu juga dengan peralatan upacara upakara seperti tedung, lontek, tombak dll dicelupkan ke dalam air laut yang maknanya telah disucikan. Dengan harapan pelaksanaan Hari Raya Nyepi dengan melaksanakan catur berate penyepian bisa berjalan dengan aman dan lancar.
Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, SP mengatakan pihaknya sudah dari awal mengantisipasi kedatangan wisatawan  dan arus lalu lintas terkait prosesi pemelastian. Karena hari itu dari pagi hari iring-iringan pemelastian dari daerah lain juga sudah mulai berdatangan.
Dan khusus untuk Desa Pekraman Beraban akan berjalan kaki menuju pantai Tanah Lot pukul 15.00 wita sampai selesai.  “Kami telah menginfokan sebelumnya lewat himbauan tentang prosesi ini. Jadi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung pasti akan menunggu dan yang mungkin dikejar waktu tour pasti meninggalkan kawasan lebih dulu. Untuk pengaturan arus lalu lintas juga sudah kami antisipasi sebelumnya dengan pihak kepolisian, pecalang desa pekraman, dan security agar prosesi pemelastian bisa berjalan dengan lancar,” terangnya.
Sementara itu saat hari raya Nyepi, Kamis 7 Maret 2019,  Tahun Baru Caka 1941, DTW Tanah Lot ditutup selama 24 jam penuh dan akan buka normal kembali keesokan harinya, Jumat 8 Maret 2019.

Bupati Eka Ajak warga  menjaga Tabanan Harmony dalam perayaan tahun Baru Caka’ 1941

TABANAN – Pantaubali – Tanpa terasa masyarakat Hindu di Bali akan segera memasuki pergatian tahun Caka 1940 menuju Caka 1941. Berbagai persiapan untuk menyambut Tahun Baru Caka yang diawali dengan Pelaksanaan Nyepi  telah dipersiapkan dengan baik sejak beberapa hari terakhir. Mulai dari upacara melasti, tawur kesangga dan puncaknya akan dilaksanakan dengan hari raya Nyepi dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian pada Kamis (7/3). Diakhiri dengan Ngembak geni sehari setelah hari raya nyepi.

Sehubungan dengan hal tersebut,  Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengajak seluruh umat Hindu dan masyarakat di Kabupaten Tabanan menyambut hari suci ini dengan khidmat,  sehingga hari raya Nyepi benar-benar menjadi momen untuk introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik  bagi  pribadi masing-masing.

Agar suasana seperti itu bisa terwujud,  Bupati  Eka,  berpesan agar  seluruh lapisan masyarkat Tabanan dapat menjaga keamanan dan ketertiban  selama pelaksanaan hari raya Nyepi dan selalu memupuk rasa solidaritas antar umat beragama. Sehingga  Tabanan Harmony yang sudah diakui secara Nasional senantiasa  Terwujud dan terpelihara serta menjadi contoh  betapa Indahnya perbedaan,  berbeda-beda tetapi tetap satu dalam bingkai NKRI.  Dengan Damai dan saling pakedek-pakenyunm, semua umat beragama di Tabanan hidup  berdampingan dengan  penuh rasa saling hormat menghormati, bahu membahu, bergotong-royong membangun, mewujudkan Tabanan Serasi.

Sebagai info, Pelaksanaan hari Raya Nyepi akan dimulai dengan sipeng (sepi) pada hari Kamis (7/3) pukul 06.00 hingga keesokan harinya pada Jumat (8/3) pukul 06.00 Wita.

Pada kesempatan ini pula  Bupati  Tabanan Ni Putu Eka  Wiryastuti dan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede  Sanjaya menyampaikan ucapan  Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka Baru Caka 1941 kepada seluruh Umat Hindu yang merayakannya. Semoga lewat keheningan

hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941, bisa memberikan spirit dan hati yang bersih, serta pikiran yang senantiasa mengarah pada kebaikan untuk mewujudkan Tabanan Serasi.

Wabup Sanjaya Letakan Batu Pertama Pembangunan Wantilan di Mushola Nurul FaLah  

Peletakan Batu Pertama, Pembangunan Wantilan Mushola Nurul Falah

TABANAN – Pantaubali.com – Hari ini minggu, 3 Maret 2019 merupakan tonggak sejarah bagi proses pembangunan Wantilan atau balai Serbaguna di Mushola Nurul Falah, Pesiapan, Tabanan. Mengingat, peletakan Batu Pertama pembangunan Balai Serbaguna tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Tabanan, DR. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sekaligus pertanda harmonisasi umat di Tabanan bukanlah sekedar wacana.

Saat itu, orang nomer dua di Tabanan didampingi salah satu anggota DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, Camat Tabanan, PC NU, Muslimat, Ansor dan YPM, Perbekel dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Yayasan Al-Falah, HM. Sugeng Fausi, saat itu mengatakan, pihaknya berkeinginan dengan pembangunan balai serbaguna di Mushola Nurul Falah, agar mushola mempunyai dasar berbasis budaya yang bertujuan menjaga toleransi umat beragama, sehingga tercipta hidup  rukun dan damai di Kota Tabanan.

“Dan untuk menunjang kesuksesan pembangunan ini, kami mohon dukungan baik moril maupun materiil kepada Bapak Wakil Bupati Tabanan beserta jajarannya. Agar tujuan kami ini dapat berintegrasi dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan,” ungkapnya.

Dirinya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran Wabup Sanjaya beserta jajarannya. “Saya atas nama pengurus dan jamaah Yayasan Al-Falah,  mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran Wakil Bupati Tabanan beserta jajaranya,” ucapnya.

Atas inisiatif dari Yayasan Al-Falah untuk membangun Mushola berbasis budaya, Wabup yang akrab disapa Sanjaya tersebut sangat mengapresiasi keinginan dari Yayasan tersebut. “Saya atas nama Pemerintah sangat menyambut baik upaya dari Yayasan Al-Falah dengan membangun Rumah Ibadah berbasis budaya dengan tujuan menjaga toleransi umat beragama dan hidup rukun di Tabanan. Sudah seharusnya sebagai warga Negara khususnya Warga Tabanan untuk selalu berkontribusi menjaga toleransi, kerukunan dan kedamaian antar umat beragama di Tabanan, “ ungkapnya saat seusai melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Balai Serbaguna di area Mushola setempat.

Dirinya mengatakan Kabupaten Tabanan terdiri dari berbagai Suku, Agama dan Ras. Sudah merupakan kewajiban dari Pemimpin untuk ikut membantu pembangunan Rumah Ibadah rakyatnya, baik itu Pura, Masjid, Gereja, Vihara dan lain sebagainya, yang tentunya bertujuan baik. “Dan sudah menjadikan kewajiban juga bagi warga Tabanan, baik itu Hindu, Muslim, Kristen, Budha dan Konghucu untuk menjaga perdamaian, toleransi, persatuan dan kerukunan hidup antar umat beragama di Tabanan yang sudah ada sejak dulu kala,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan dibangunnya Wantilan tersebut menjadikan Yayasan Al-Falah, bukan hanya sebagai Yayasan yang memegang teguh kebudayaan, tapi juga harus selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan di dalam membangun. “Sekali lagi atas nama Pemerintah Saya ucapkan Terima kasih atas niat baik dari Yayasan Al-Falah. Ini merupakan tonggak sejarah. Semoga kedepannya kita bisa lebih bersinergi lagi, baik itu dalam mewujudkan pembangunan di Tabanan, ataupun meningkatkan perdamaian dan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Tabanan, sehingga Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi terwujud dengan sempurna,” harap Sanjaya.

Dalam Acara Deklarasi Kombata, Sanjaya Optimis Jokowi-Amin Menang 90 Persen di Tabanan

Deklarasi Kombata Sanjaya Optimis Jokowi-Amin Menang 90 Persen di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPC PDIP Tabanan Dr I Komang Gede Sanjaya SE,MM meyakini  pasangan presiden Jokowi-Amin dapat meraih kemenangan 90 persen di Kabupaten Tabanan.

Hal itu ditegaskanya, usai menghadiri Deklarasi Kombata (Komunitas Banteng Asli Nusantara) Kabupaten Tabanan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Sabtu ( 2 Maret 2019).

“Sebenarnya kami ditarget oleh  ketua pemenanga Jokowi-Amin Provinsi Bali, Bapak  Alit Kelakan dan  Ketua DPD PDIP Bali  Bapak I Wayan Koster meraih kemenangan 80 persen.  Setelah saya turun ke masyarakat dan menyaksikan antusias masyarakat Tabanan, bahkan yang berbeda pun menyatakan memilih Jokowi-Amin, saya yakin di Tabanan bisa meraih kemengan 90 persen,” tandasnya.

Terlebih di Tabanan telah dideklarasikan Kombata yang juga dihadiri Forum Bhineka Tunggal Ika Tabanan. “Forum Tunggal Ika Tabanan terdiri dari berbagai lapisan masyarakat seperti Jawa, Sumatra, Flobamora, Kalimantan dan yang lain,” tandasnya. 

Tabanan No Plastik ” Sanjaya Bagikan Ratusan Tas Belanja di Pasar Tabanan

Sanjaya Bagikan Tas Belanja Di Pasar Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Sebanyak 500 buah tas  “Tabanan No Plastik” dibagkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Kabupaten Tabanan, Bali Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM di Pasar Kota Tabanan, Sabtu pagi  (2 Maret 2019).

Tas belanja yang terbuat dari kain bewarna kombinasi hitam dan merah tersebut, bagian sisi warna merahnya bertuliskan “Semeton Sanjaya Bersatu” dan sisinya yang bewarna hitam bertuliskan “Tabanan No Plastik” di bagian atas dan bawahnya bertuliskan “Tetep Mekenyem”.

Sebelum bagi-bagi tas belanja, di depan pintu pasar bagian barat Sanjaya bertemu dengan seorang dadong (nenek) yang menjual boreh. Sambil ngobrol santai, Sanjaya langsung membagikan sebuah tas belanja. Tidak itu saja, Sanjaya juga membeli sebungkus boreh dagangan nenek tersebut dengan memberinya uang Rp 200 ribu yang diterima nenek dengan terharu. 

Sanjaya yang diiringi ratusan pendukungnya dari Semeton Sanjaya Bersatu kemudian memasuki pasar. Sambil membagikan tas kepada para ibu-ibu yang sedang belanja, Sanjaya juga mensosialisasikan kepada para penjual dan pembeli untuk mengganti tas kresek dengan tas kain yang lebih ramah lingkungan.

Usai bagi-bagi tas belanja, kepada wartawan Sanjaya menjelaskan bahwa kegiatan bagi-bagi tas belanja dari bahan kain tersebut merupakan salah satu bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan untuk mengurangi timbunan sampah plastik.

“Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, bagi-bagi tas belanja dari kain ini juga dilakukan untuk mengurangi pemakaian tas plastik sesuai dengan Pergub Bali Nomor 97 tahun 2018 tentang pembatasan plastik sekali pakai. Kita semua tahu bahwa plastik sangat susah didaur ulang dan plastik kalau tertanam menyebabkan rusaknya kesuburan tanah,” paparnya.

Sanjaya berharap, tas berbahan kain yang dibagikan kepada para pembeli di Pasar Tabanan ini bisa digunakan oleh masyarakat sebagai pengganti tas plastik. Selain itu juga diharapkan  dapat menjadi stimulan dan motivasi bagi masyarakat untuk tidak lagi menggunakan tas plastik.

“Kebiasaan berbelanja menggunakan tas kantong kresek sekali pakai harus diubah karena tidak ramah lingkungan. Selain di Pasar Tabanan, kegiatan bagi-bagi tas belanja kain ini juga akan dilakukan di pasar lainnya yang ada di Kabupaten Tabanan,” jelasnya.

Menurut Sanjaya, untuk kegiatan aksi bagi-bagi tas belanja dari bahan kain yang ramah lingkungan ini, pihaknya telah menyiapkan tas sejumlah 2.000 buah. “Kami telah menyiapkan 2.000 buah tas kain. Bila masih kurang nanti alam ditambah lagi,” tegasnya.

Usai bagi-bagi tas gratis di Pasar Tabanan, Ketua DPC PDIP yang juga Pembina DPP Kombatan (Komunitas Banteng Asli Nusantara) Kabupaten Tabanan ini menuju ke Gedung Kesenian Ketut Maria, menghadiri pelantikan DPAC Kombatan seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. 

Pasar Murah Dipadukan dengan Program Sosial dan Kesehatan

Kombinasi Pasar Murah Dan Aksi Sosial Pemkab Tabanan Jelang Hari Raya Nyepi

TABANAN – Pantaubali – Menjelang hari raya, harga kebutuhan pokok atau sembako sering kali mengalami kenaikan. hal itu merupakan kekhawatiran yang utama bagi ibu-ibu, khususnya di Tabanan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan Gelar Pasar Murah yang digelar di Kecamatan Baturiti, tepatnya di Lapangan Umum Luwus, Baturiti, Kamis (28/02) yang dipadukan dengan Program Sosial dan Kesehatan, yakni Mobil Sehat.

Dalam pelaksanaannya kali ini, Pemkab Tabanan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, juga menggandeng Pihak Pertamina, memberikan bantuan sembako kepada 100 orang Lansia yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, didampingi oleh DPRD Tabanan I Nyoman Suadiana selaku Ketua Panitia,. Hadir juga I Nyoman Suta, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat, Perbekel dan Tokoh Masyarakat setempat.

Bupati Tabanan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bukan semata hanya Pasar Murah, tapi bagaiamana kegiatan ini agar berguna bagi masyarakat. Maka kegiatan ini dipadukan dengan program Sosial dan Kesehatan, seperti pemberian bantuan sembako kepada 100 orang Lansia di Kecamatan Baturiti dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Mobil Sehat dengan menggandeng pihak Pertamina.

“Mobil sehat ini gratis, ada pemeriksaan kanker serviks bagi ibu-ibu, ada juga dokter umum dan dokter mata juga ada dokter gigi. Niki program mobil sehat untuk masyarakat dan masyarakat bisa memeriksakan kesehatannya secara berkesinambungan, khususnya Ibu-ibu niki agar bebas dari kanker serviks,” pungkasnya.

Dan untuk pasar murah dirinya menjelaskan ada 400 kupon bagi masyarakat yang dibagikan oleh panitia kegiatan dalam rangka menyambut Hari raya Nyepi, sehingga bisa meringankan beban masyarakat. “Mudah-mudahan program ini bermanfaat, kebetulan ini menjelang Hari Raya. Di Pasar niki harganya murah dan mohon dimanfaatkan dan disampaikan pada masyarakat Baturiti lainnya yang tidak tahu menahu tentang Pasar Murah niki,” imbuhnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Bupati Eka berharap, selain masyarakatnya bisa berbelanja dengan harga yang murah, pun kesehatannya juga bisa dijaga melalui tersedianya fasilitas mobil sehat. “Saya berharap dengan adanya kegiatan ini disamping bisa meringankan beban masyarakat sekaligus bisa menjaga kesehatan dengan adanya fasilitas Mobil Sehat ini, sehingga tercipta masyarakat Tabanan yang Kuat, Sehat dan Cerdas. Serta sesuai dengan yang dicita-citakan Pemkab Tabanan, yakni bebasnya Ibu-ibu di Tabanan dari yang namanya Kanker Serviks,” tegasnya.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan,  I Nyoman Sudiana menjelaskan, selama pasar murah ini ada 400 kupon yang dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Baturiti, yang dibagikan sebanyak 80 kupon ke masing masing Desa yang ada di Kecamatan Baturiti, khususnya Baturiti bagian selatan. Kupon seharga Rp 100 ribu itu disubsidi 50 persen atau sebesar Rp 50 ribu, dan isinya berupa telur, minyak, beras, gula serta beberapa kebutuhan pokok lainnya. “Selain itu ada juga beberapa UMKM yang dirangkul untuk memberikan alterinatif pilihan bagi pengunjung. Ada juga Bulog dan Pertamina dengan produk gas LPG 3 kg,” tandasnya.