- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1057

Selfie Di Atas Tebing WNA Asal India Hilang Terseret Ombak

Pencarian WNA Asal India Di Perairan Nusa Lembongan

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Selasa (7/5) pukul 12.23 wita Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan dari bapak Nengah Sukarna angota Pol Air Pos Jungut Batu Nusa Penida, bahwa pada pukul 11.20 wita telah terjadi kondisi membahayakan satu orang WNA asal India terseret ombak saat sedang berfotoria atau selfie di atas tebing di daerah kawasan wisata Dream Beach Nusa Lembongan.

Menurut Sukarna informasi yang diperoleh dari salah satu saksi Ketut Sudiarsa (31) warga Jungut Batu yang melihat kejadian tersebut, korban a.n Kausal Aditia (23) bersama rekannya Agrawal Kshitiz (24) pergi ke Dream Beach menggunakan sepeda motor, sesampainya di lokasi keduanya langsung selfie di atas tebing dan tiba-tiba ombak besar menghempas mereka, Agrawal Kshitiz berhasil selamat hanya mengalami luka ringan sedangkan Kausal Aditia terseret ke laut. Saksi menuturkan korban sempat muncul ke permukaan air kemudian tenggelam dan menghilang. Warga setempat sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian namun korban belum ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut Kepala Kantor Pencarian dan pertolongan Denpasar Hari Adi Purnomo, S.H melalui Kasi Operasi dan Siaga Ida Bagus Surya Wiryawan, S.H memerintahkan 1 tim rescue pos unit siaga Nusa Penida dan 1 tim rescue dari Kantor SAR Denpasar menggunakan RIB (riggid inflatment boat) untuk melakukan pencarian. Tim bergerak dari pelabuhan Benoa langsung menuju perairan Nusa Lembongan dan menyisir di sekitar lokasi kejadian hingga radius sementara sekitar 1-2 nautical mile.

Kasi Operasi dan Siaga yang langsung memimpin operasi SAR terserbut mengatakan sampai dengan pukul 18.00 wita hasil pencarian masih nihil dan pencarian dihentikan sementara karena hari sudah gelap. “untuk situasi di lapangan cuaca cukup mendukung hanya saja RIB tidak bisa terlalu merapat ke bibir tebing karna banyak karang tajam”. tambahnya. (hms/cak).

Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Gelar Harmonisasi dan Sinkronisasi HATINYA PKK di Desa Luwus  

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketuanya, Ny. Satria Narada, gelar harmonisasi dan sinkronisasi Gerakan PKK dan Kunjungan ke Rumah Contoh HATINYA PKK di Desa Luwus, Kecamatan Baturi, Tabanan, Selasa, (7/5) pagi.

Kegiatan yang berpusat di Wantilan Desa Luwus tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Santi Susila, Camat Baturiti beserta Tim Penggerak PKK Kecamatan Baturiti dan Tim Penggerak PKK Desa Luwus.

Tiba kira-kira jam 10.30 wita di lokasi kegiatan, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang dikomandoi Ny. Satria Narada, menunjukan salam hormat kepada seluruh hadirin yang hadir disana. Selanjutnya melakukan kegiatan sosial, seperti menyuapi makanan sehat untuk salah seorang bayi dan lansia disana, dilanjutkan dengan penyerahan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

Dalam sambutannya, Ny. Satria Narada menghaturkan puja pangastuti dan pangayu bagia kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. Tidak lupa juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kerjasama semua pihak yang telah mendukung kegiatan, terutama Desa Luwus. “Yang telah bersedia menjadi pilot project Gerakan 10 Program PKK yang lebih komprehensif dan massif,” ucapnya.

Dirinya menyadari organisasi PKK merupakan organisasi yang sangat strategis kalu dilihat dari struktur kepengurusan, yang mampu menyentuh lapisan masyarakat terbawah. “Dan apabila tidak dikelola dengan baik, tentunya menjadi kerugian bagi masyarakat Bali,” jelasnya.

Dirinya menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah kecil dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kedepan diharapkannya masyarakat Bali, khususnya di Luwus dapat merubah stigma agar Ibu-Ibu PKK tidak lagi dikatakan sebagai Ibu-Ibu yang gemar berdandan atau perempuan kurang kerjaan.

“Pada kesempatan ini mari kita buktikan bahwa anggapan tersebut salah dan tunjukan hasil kerja kita,” tegasnya.

Apabila ini dikelola dengan baik dikatakannya tentunya akan memberikan dampak yang sangat besar dalam peningkatan kualitas keluarga masing-masing. Dengan itu pihaknya menghadirkan berbagai gerakan seperti Gerakan Puspasari, HATINYA PKK, Gerakan Pusat Pangan Sehat dan Lestari melalui halaman asri, teratur, indah dan nyaman.

“Gerakan ini bertujuan mengembalikan natah Bali seperti masa-masa lampau. Natah yang asri, bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan keluarga bahkan mampu mempererat persaudaraan karena aka nada interaksi sosial antara keluarga yang satu dengan keluarga lainnya,” imbuhnya. @humastabanan.

Simpatisan Rai Santini Kecewa ” Atribut Partai Di Bakar “

Pembakaran Atribut Partai

TABANAN – Pantaubali.com –Tidak lolosnya caleg PDIP Ni Made Rai Santini menduduki kursi DPRD Tabanan karena terpaut selisih 6 suara dari I Ketut Arsana Yasa, menimbulkan kekecewaan dari simpatisan  Rai Santini.

Kekecewaan tersebut dilampiaskan dengan membakar bendera PDIP  di sebelah Posko Pemenangan Rai Santini Banjar Bongan Lebah, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Senin ( 6 Mei 2019).

Tidak saja membakar bendera PDIP, simpatisan Rai Santini yang  sebagian besar anak muda itu juga melakukan aksi ngecat pos kamling PDIP dari warna merah menjadi warna hitam. Dengan menuliskan “MAFIA $ POLITIK $ TABANAN TOP”.

Tidak ketinggalan aksi yang berlangsung sekitar pukul 14.30 Wita itu juga diisi dengan mengibarkan bendera warna hitam yang menandai matinya demokrasi.

“Kami sangat kecewa dengan hasil pileg yang membuat Ibu Made Rai Santini tidak jadi lolos menjadi DPRD,” jelas salah satu pendukung Rai Santini.   Kekecewaan pendukung Rai Satini cukup beralasan karena sebelumnya telah dimuat dibeberapa media kalau Rai Santini dinyatakan lolos sebagai salah satu DPRD Tabanan.  “Kami sudah yakin kalau Ibu Rai Santini lolos jadi DPRD. Tapi kenyataanya sangat berbading terbalik itu yang membuat kami sangat kecewa,” jelasnya lagi.

Ia pun menduga, tidak lolosnya Rai Santini menjadi DPRD Tabanan lantaran campur tangan elit PDIP. “Ibu Rai Santini dijadikan korban untuk yang kedua kalinya,” tandasnya. Ia pun menyakini kalau hajatan politik kedepan, masyarakat Bongan tidak lagi solid mendukung PDIP. “Lihat saja nanti, Kami masyarakat Bongan telah dilukai hatinya. Kami pun tidak tinggal diam,” pungkasnya. Aksi kekecewaan yang berlangsung sekitar tiga jam itu berjalan dengan aman dan tertib.

Sementara itu hasil Pleno KPU Tabanan  hasil Pemilu 2019 yang berlangsung di BIDEC, Pantai Nyanyi, Minggu ( 5 Mei 2019) untuk DPRD Tabanan,  dapil I Kecamatan  Tabanan Kerambitan meloloskan 7 caleg PDIP Tabanan. Rai Santini memperoleh suara 3567 sedangkan I Ketut Arsana Yasa memperoleh suara 3573, selisih 6 suara dari Rai Santini. 

Tim Rai Santini Temukan Adanya Dugaan Penggelembungan Suara di Beberapa TPS

calon legislative Ni Made Rai Santini dari PDIP Dapil Kecamatan Tabanan Kerambitan

TABANAN – Pantaubali.com – Tim  calon legislative Ni Made Rai Santini dari PDIP Dapil Kecamatan Tabanan Kerambitan, menemukan adanya dugaan penggelembungan suara di sejumlah TPS yang ada di Kecamatan Kerambitan dan Tabanan.  

‘Kami menemukan bukti bukti dugaan penggelembungan suara  yang terjadi di sejumlah TPS di Kecamatan Kerambitan dan Tabanan ,” jelas I Nyoman Sukariarta selaku  Ketua Tim Pemenangan Rai Santini, Jumat ( 3 Mei 2019).

Ia menjelaskan akibat dugaan terjadinya penggelembungan suara tersebut, calon legislative I Made Rai Santini mengalami kekalahan perolehan surat suara dari calon I Ketut Arsana Yasa.

“ Di TPS 008 Desa Blumbang kami menemukan suara caleg  nomor urut 1 dengan jumlah perolehan 11 suara, masuk ke calon nomor urut 2  Ketut Arsana Yasa sehingga menguntungkan Arsana Yasa calon nomor urut 2,” jelasnya. 

Begitujuga di TPS 009 Desa Sembung Gede, pihaknya menemukan suara partai tertukar ke  suara caleg nomor urut 2 sehingga menguntungkan caleg  nomor urut 2 tersebut.  

Selain itu di TPS 010 Desa Sudimara pihaknya menemukan perbedaan suara yang sah di C1 berjumlah 245 yang seharusnya 252.  Di TPS 003 Desa Sudimara pihaknya menemukan hasil pleno dengan C 1 berbeda,  begitujuga di TPS 002 Desa Sudimara pihaknya menemukan jumlah suara partai PDIP dan calon berbeda di C1 jumlahnya 215 seharusnya 220 sehingga terindikasi ada penggelembungan suara.

“Kami sangat menyayangkan praktek praktek seperti ini dan kami sudah siap dengan data,” jelasnya. Sejauh ini pihaknya  memang bersikap diam dan terkesan tidak mau berpolemik di media. Namun pihaknya menunggu waktu yang tepat untuk berkomentar.

Sementara itu Ni Made Rai Santini sangat menyayangkan terjadinya dugaan penggelembungan suara tersebut. Ia merasa sangat dirugikan. “Saya kemudian bekerja keras bersama tim untuk mencari data dimana saja terjadi kecurangan. Astungkara kami berhasil menemukan data  tersebut dan valid,” tandasnya.

Timnya bekerja keras untuk mendapatkan data dugaan penggelembungan suara tersebut karena sebelumnya partai meminta pihaknya untuk mengumpulkan data data lengkap sehingga bisa dijadikan bukti ketika terjadi pleno di KPU Kabupaten. “Namun apa yang kami dapatkan, ternyata partai terkesan lepas tangan,” tandasnya. Sejatinya ia tidak ingin berpolemik dan berkomentar di media, namun karena  induk partai dalam hal ini DPC PDIP terkesan lepas tangan terpaksa pihaknya mengungkap hal ini di media.

“Saya ingin minta keadilan. Kenapa kami berdua antara Saya dengan Arsana Yasa tidak dipertemukan  untuk menyampaikan data data masing masing. Saya punya data valid,” tukasnya. Besar harapanya ketika DPC PDIP tidak menggubris usahanya untuk mendapatkan keadilan, ia pun akan mencari keadilan ke DPD PDIP Bali. “Lima tahun lalu yakni 2014 saya sudah dikorbankan dan tidak lolos karena ada dugaan permainan.  Sekarang saya mau dikorbankan lagi,” tandasnya. 

Adik kandung dari almarhum I Wayan Sukandi – tokoh PDIP Bongan  – ini hanya meminta kepada induk partai agar merkomendasi surat ke KPU sehingga KPU bisa  membuka surat suara C1 Plano pada rapat pleno KPU di tingkat kabuapten  hari Minggu tanggal 5 Mei 2019. “  Saya hanya meminta keadilan, kalau pun toh nanti C1 plano di buka pada pleno KPU memenangkan Arsana Yasa, saya legowo dan  wajib saya terima,” pungkasnya.

Ayah Dan Anak Terseret Ombak Saat Mandi ” 1 Orang DI Temukan Meninggal Dan Seorang Lainya Masih Pencarian “

Situasi Pencarian Orang hilang Terseret Ombak Di Pantai Surabrata

TABANAN – Pantaubali.com – Tim SAR berhasil menemukan 1 orang korban yang terseret arus saat mandi di Pantai Surabrata, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat (03/5/2019) pukul 12.35 Wita. Bocah nahas tersebut atas nama I Made Mei Artana (6). Jasadnya terapung-apung sekitar 1 NM arah timur dari lokasi ia terseret ombak. Selanjutnya korban dibawa menuju Puskesmas Selemadeg Barat dengan menggunakan ambulance Rumah Kita. Sementara itu 1 korban lainnya atas nama I Made Gunarta (40) masih belum berhasil ditemukan. Bapak dan anak ini merupakan warga Banjar Daren Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan.

Laporan awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) pada hari Kamis (03/5/2019) dari Putu Trisna, salah seorang anggota BPBD Tabanan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Hari Adi mengungkapkan bahwa tim nya langsung bergerak menuju lokasi kejadian setelah terima laporan. “Laporan kami terima pukul 19.00 Wita dan kejadiannya sudah 2 jam sebelumnya,” ungkap Hari Adi Purnomo saat ditemui di Pos SAR Jembrana. Ia yang langsung memimpin briefing sebelum tim rescue dikerahkan ke lokasi.

Satu Korban Hilang Di Temukan Meninggal

Hari kedua operasi SAR telah dilakukan sejak pagi tadi, sebanyak 8 orang personil dari Kantor Basarnas Bali, Jimbaran dan 4 orang dari Pos SAR Jembrana melakukan pencarian menggunakan 1 unit rubber boat. “Selain kekuatan dari Basarnas Bali, upaya pencarian juga melibatkan potensi SAR dari SAR Samapta Polda Bali, Pol Air Polres Tabanan, BPBD Tabanan, Polsek Selemadeg barat, Pos TNI AL Tabanan, PMI Kabupaten Tabanan, RAPI Tabanan dan masyarakat setempat,” imbuhnya.

Lokasi penyisiran ditentukan dengan perhitungan kondisi arus dan angin. Tim dibagi menjadi 3 SRU, yakni SRU laut dan 2 SRU darat yang melakukan penyisiran di sepanjang bibir pantai ke arah barat dan timur dari titik korban terseret ombak. Namun hingga petang 1 orang korban masih belum ditemukan. Rencananya besok pagi operasi SAR akan kembali dilanjutkan. (ay/ hms ds)

Wakil Bupati Tabanan Resmikan Wantilan seharga Rp. 1,2 Miliar  

Wabup Sanjaya Resmikan Wantilan

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, meresmikan Wantilan seluas 240 m2 milik Desa Pekraman Pandak Bandung, Kediri, ditandai dengan penandatanganan prasasti, Kamis, (02/05) kemarin.

Peresmian Wantilan yang bernilai sekitar Rp. 1,2 Miliyar tersebut juga dihadiri oleh Muspika Kcamatan Kediri, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tabanan, Perbekel dan Tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Wabup Sanjaya, mengatakan bahwa membangunan sebuah wantilan adalah tindakan yang sangat luar biasa dan sangat mulia. Dikatakanya bahwa Pemerintah sangat mendukung kegiatan masyarakat, apalagi dilandasi dengan semangat dan konsep gotong-royong.

“Saya selaku wakil Pemerintah memberikan apresiasi yang setinggi-tinginya buat masyarakat disini ring Desa Pakraman Pandak Bandung yang telah membangun wantilan secara bergotong royong. ini sangat luar biasa bagi kita di Pemerintah, bangunan yang begitu besar begitu megah dibangun dengan konsep gotong royong dan Pemerintah ambil bagian di dalamnya,” jelas Wabup Sanjaya.

Tentunya, adanya bangunan yang megah, adanyya bangunan yang besar sudah tentu dikatakannya memerlukan tenaga, pengorbanan dan dan yang besar pula. Untuk itu, disinilah peran dari Pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Provinsi, Pemerintah Daerah ataupun Desa, menyatukan visi dan misi serta selalu bersinergi mewujudkan Pembangunan di Daerah sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widodo, yakni membangun dari Daerah Pinggiran dan Desa.

“Ini juga adalah bagian dari tujuan kita di dalam rangka membangun Tabanan yang serasi. Jadi harapan titiang kepada masyarakat Pandak Bandung, jadikanlah wantilan ini sebagai alat pemersatu dan sebagai wadah dalam rangka pelestarian seni, adat, budaya dan agama kita. Sekali lagi salut dengan pembangunan niki, salut dengan masyarakat Pandak Bandung yang luar biasa ini, imbuh Sanjaya.

Sebelumnya Ketua Panitia pembangunan Anak Agung Putu Merta, melaporkan bahwa pembangunan ini dilakukan secara bertahap yakni, 2 tahap dari bulan februari 2017 sampai bulan agustus 2017 pembangunan tahap I dan Pembangunan tahap II mulai bulan oktober 2018 sampai bulan maret 2019. Hal itu dilakukan terkait  keterbatasan dana yang dimiliki oleh Desa Pekraman.

Dijelaskannya luas wantilan 240 m2, yang menghabiskan dana sebesar Rp. 1.206.000.000,00, untuk pembanguna mulai dari tahap I sampai selesai. Dengan sumber dana yang berasal dari DTW Tanah Lot, Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Pemprov Bali serta urunan masyarakat Desa Pekraman Pandak Bandung.

Pihaknya menambahkan, Desa Pandank Bandung disokong oleh 2 banjar, yakni banjar adat bandung dan banjar adat laing yang dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 264 KK.

“Titiang yang dalam hal ini mewakili warga Desa Pekraman Pandak Bandung mengucapkan terimakasih kepada semua pihak khususnya Pemerintah Kabupaten Tabanan karena telah memeberikan bantuan untuk melaksanakan pembangunan wantilan ini,” ucapnya.

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Upaya Penyelundupan ” Narkotika Lewat Kantor Pos “

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Narkotika

BADUNG – Pantaubali.com – Bea Cukai Ngurah Rai, Bali, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika sebanyak 994 pil ekstasi yang dikirim dari Jerman menuju Bali dengan menggunakan jasa pos.

“Pada 4 April 2019, petugas Bea Cukai terhadap paket kiriman asal Jerman dengan nomor karal CY515287754DE,” kata Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT Husni Syaiful, di Kuta, Bali, Selasa.

Ceritanya, petugas mencurigai sebuah paket kiriman asal Jerman dengan nama pengirim AllGames4You Online Shop Langenberger Str 43645277 Essen dan penerima atas nama Mellisa Toro.

Kecurigaan petugas didasarkan atas informasi intelijen yang diterima dari KPPBC Tipe C Pasar Baru dan hasil pencitraan mesin X-Ray paket kiriman.

Selanjutnya, petugas periksa mendalam dan menemukan 994 (Sembilan ratus Sembilan puluh empat) pil berwarna cokelat muda bergambar Gorilla dan terdapat tulisan DK dengan berat total 475,48 gram netto.

“Berdasarkan hasil uji di Laboratorium Bea Cukai Ngurah Rai, pil-pil tersebut dinyatakan positif merupakan bahan narkoba jenis MDMA/ekstasi,” kata Husni.

Atas temuan tersebut, pada 8 April 2019 Bea Cukai bersama dengan Kepolisian Resor Kota Denpasar dan Satuan Tugas Counter Transnational Organized Crime, bersinergi menelusuri  alamat penerima paket kiriman.

Berdasarkan hasil “control delivery”, terungkap bahwa alamat yang tertera di paket kiriman adalah alamat sebuah “virtual office” (jasa persewaan alamat).

Seorang karyawan kantor tersebut, yang menerima paket barang dari petugas pos, kemudian mengaku bahwa paket tersebut adalah milik seorang klien bernama Melissa Toro alias Fany.

Upaya control delivery tetap dilakukan oleh tim gabungan, hingga akhirnya pada 10 April 2019, pada dua orang pria WNI berinisial berinisial RSRK (27) dan KAWDY (26) selaku penerima barang berhasil diamankan.

“Saar ditimbang ternyata barang bukti yang diamankan petugas beratnya 475,48 gram netto, yang merupakan sediaan narkotika MDMA,” ujarnya.

Apabila ditaksir dalam bentuk uang, barang bukti tersebjt memiliki nilai edar mencapai Rp214 juta dan dapat dikonsumsi oleh 2.378 orang.

Sementara itu, Waka Polresta Denpasar, AKBP Benny Pramono menambahkan, kedua pelaku yang ditangkap ini berencana mengedarkan di Denpasar dan rencana akan dijual menyebar ke seluruh Bali.

“Kami akan melakukan penyelidikan siapa siapa yang memesan barang ini dan dibawa kepada siapa. Menurut pengakuan kedua tersangka mengaku mendapat upah Rp3 juta jika berhasil mengirimnbarang itu. Kami masih melakukan pendalaman ada indikasi,” katanya.

Pemkab Klungkung Memperkuat Komitmen Penegakkan Perda Tentang Kawasan Tanpa Rokok

Kader Gerakan Pemuda Tanpa Rokok GEBRAK dan Kelompok Siswa Peduli Bahaya Rokok

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Pemerintah Kabupaten Klungkung memperkuat komitmennya dalam menegakkan Perda No. 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Bahkan Dinas Kesehatan membuka stan khusus konsultasi berhenti merokok di area Festival Semarapura ke-IV. Stan yang dibuka mulai pukul 17.00 hingga 21.00 wita ini selain memberikan konsultasi gratis tentang berhenti merokok juga melakukan sosialisasi tentang KTR dan bahaya mengkonsumsi rokok sepada masyarakat yang hadir di acara Festival Semarapura.

Dalam kegiatan ini selain menerjunkan staf dinas kesehatan, juga turut kader Gerakan Pemuda Tanpa Rokok (GEBRAK) dan Kelompok Siswa Peduli Bahaya Rokok (KSPBR) yang bertugas mengkampanyekan bahaya konsumsi rokok. Selain itu terdapat pula UPT Puskesmas bertugas pada Klinik Berhenti Merokok serta Tim Penggerak PKK, Tim Yustisi Kabupaten Klungkung dan BNNK Kabupaten Klungkung. Seluruh personel bergerak menyebar diseputar area festival untuk mensosialisasikan bahaya rokok.

Bupati Suwirta dalam wawancaranya mengatakan Festival Semarapura telah dikolaborasikan dengan kesehatan dan kebersihan. Melalui Dinas Kesehatan, pihaknya tengah memanfaatkan hingar bingar Festival Semarapura ke IV sebagai wadah mensosialisasikan KTR dan bahaya rokok. Sejumlah stan dan sudut pameran pun telah dipasang pengumuman bahaya dan larangan merokok.

“Sekarang Festival Semarapura pun kita upayakan supaya masyarakat pengunjung tidak merokok, mengingat pengunjung yang sangat ramai mulai dari kalangan anak anak hingga orang tua yang cenderung perokok pasif. Dalam pengamatan saya pengunjung yang berjalan jalan jarang ditemui yang merokok, hanya beberapa yang sedang duduk duduk yang merokok. Untuk itu saya harapkan peran personil Klinik Berhenti Merokok yang terdiri dari Gebrak, KSPBR dan lainnya untuk aktif mensosialisasikan bahaya rokok.” Ujar Bupati Suwirta. HUMASKLK/jim

Lantik PAW Perbekel Biaung Penebel Bupati Berpesan Bahwa Jabataan Adalah Kepercayaan  

Bupati Tabanan Lantik Pejabat Perbekel Biaung Penebel

TABANAN – Pantaubali.com – Untuk mengisi kekosongan jabatan Perbekel di Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, lantik Penggantian Antar Waktu (PAW) Perbekel Biaung, I Gede Putu Sutha Suyadnya, yang sebelumnya dijabat oleh I Wayan Suatera, di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Bupati setempat.

Pelantikan ini merupakan solusi untuk mengisi kekosongan jabatan Perbekel di Desa Biaung yang telah melalui Musyawarah Desa pada tanggal 22 Maret 2019, dan telah merujuk kepada Permendagri Nomor 82 Tahun  2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang  Badan permusyawarahan Desa.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti atau yang lebih akrab disapa Eka, dalam sambutannya seusai melakukan pelantikan mengucapkan selamat kepada Perbekel baru yang terpilih pada pelaksanaan Musyawarah Desa, sert adipercaya mengemban tugas sebagai Perbekel Biaung yang baru.

“Saya berharap agar saudara selalu menjaga kepercayaan masyarakat Desa dengan sebaik-baiknya, bekerja dengan dedikasi dan loyalitas yang sepenuhnya untuk kemajuan masyarakat dan kemakmuran Desa,” ucap Bupati Eka.

Selain itu, Srikandi asal tegeh, Angseri tersebut memberikan penghargaan kepada saudara I Wayan Suatera. “Pada kesempatan yang baik ini Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada saudara I Wayan Suatera, yang telah menuntaskan tugasnya sebagai penjabat Perbekel Desa Biaung dengan baik,” ungkapnya.

Disinggungnya sebagaimana telah ditetapkannya Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa menjadi pusat dan subyek aktivitas pembangunan. Sebagaimana disebutkan Bupati Eka bahwa dalam visi dan misi Presiden RI yaitu membangun Indonesia dari daerah pinggiran. Dengan memperkuat daerah-daerah dan Desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Untuk hal tersebut, Desa mendapatkan berbagai sumber dana dengan harapan potensi Desa dapat dikelola secara optimal dalam rangka mensejahterakan Masyarakat Desa. Dan Saya berharap pengelolaan keuangan Desa dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Bupati Eka.

Di akhir sambutan, Bupati Eka mengucapkan selamat bertugas kepada Perbekel Desa Biaung yang baru. Bupati Eka menyampaikan pesan agar memangku jabatan dengan penuh tanggung-jawab, karena jabatan itu adalah sebuah kepercayaan.

“Karena itu, pemegang jabatan harus betul-betul berbuat yang terbaik buat masyarakat yang dipimpin. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita semua dalam mengemban tugas dan pengabdian kepada masyarakat,” tambah Bupati Eka.@humastabanan.

Tarian Sakral Telek Jumpai Buka Festival Semarapura ke-IV diarea Catus Pata Klungkung

Tarian Sakral Telek Jumpai

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Aura mistis menyelimuti pembukaan Festival Semarapura ke-IV diarea Catus Pata Klungkung dan Monumen Puputan Klungkung Minggu (28/4). Dengan durasi 28 menit, tarian sakral Telek Jumpai ditarikan secara kolosal oleh sebanyak 2019 penari dengan konsep Catur Warna. Dari 2019 penari ini terbagi empat dengan mengisi setiap lawa ungguan watek para dewata dalam pancer catus pata.

I Dewa Gede Alit selaku Koordinator Lapangan mengatakan tari Telek Jumpai merupakan tari wali yang dipentaskan hanya saat rahina kajang kliwon dipura desa setempat. Tari Telek Jumpai pada pembukaan festival ini , para penari utamanya tidak menggunakan topeng sesuhunan atau yang disakralkan, namun menggunakan topeng duplikat. Untuk mempertahankan taksu, tarian dipentaskan tepat waktu sandikala atau pukul 18.00 yang merupakan waktu yang paling mistis di Bali dan dipentaskan di perempatan Agung Catus Pata Klungkung.  Para penari yang berjumlah 2019 penari terdiri dari warga Desa Jumpai sebanyak 140 orang, sisanya merupakan siswa SMP dan SMA/SMK se-Klungkung Daratan.

Festival Semarapura ke-4 tahun 2019 dibuka oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra serta Sekda Gede Putu Winastra. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dipanggung depan monumen Puputan Klungkung.

Bupati Suwirta mengatakan pementasan Tari Telek yang dibawakan secara kolosal pada pembukaan festival ini adalah upaya pelestarian adat dan budaya untuk menopang pariwisata.  Klungkung dengan segala potensinya baik alam maupun budaya merupakan salah satu potensi yang bisa menjadi sumber pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun salah satu kuncinya adalah diperlukannya kegiatan promosi yang memerlukan biaya yang tinggi. Untuk itu Bupati Suwirta mengajak masyarakat untuk bisa menyadari dan memahami arti penting sebuah  promosi.

Sementara itu Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam pidatonya mengatakan Klungkung yang telah  berkembang menjadi daerah heterogen memiliki potensi adat seni dan budaya yang sangat kaya dan sangat wajib digali, dilestarikan dan dikenalakan kepada masyarakat. Dirinya berharap dengan kegiatan ini, akan dapat menampilkan seni dan kreatifitas para seniman, budayawan serta pengerajin sehingga semakin mengukuhkan Klungkung sebagai daerah yang memiliki seni dan kebudayaan yang adi luhung.

Festival Semarapura ke-4 tahun 2019 ini menghabiskan dana sekitar 1.5 miliar yang bersumber dari APBD Klungkung. Festival akan digelar selama 5 hari mulai dari 28 April hingga 2 Mei 2019. Untuk menghibur ribuan masyarakat yang hadir, selain menampilkan tari Telek Jumpai kolosal, juga ditampilkan permainan rakyat, penampilan artis pop Bali serta final pemilihan jegeg bagus.

Pada pembukaan Festival Semarapura ke 4 ini dibuka pula pameran UMKM di sisi barat Catus Pata dan stand kuliner di sisi timurnya. Pameran UMKM berjumlah 52 stand yang terdiri dari UKM, Bank serta jobfair. Sedangkan stand kuliner berjumlah 51 stan, yang menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman mulai dari yang tradisional hingga makanan populer saat ini.HUMASKLK/jim