- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1055

Warga Pertanyakan Kasus Dugaan Money Politik Oleh Caleg di Kerambitan Yang Ditangani Bawaslu Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Penanganan kasus dugaan money politik yang diduga dilakukan oleh salah satu caleg di kecamatan Kerambitan oleh Bawaslu Tabanan dipertanyakan warga.

Pasalnya hingga saat ini kasus tersebut tak kunjung berlajut. Padalah sejumlah saksi sudah dimintai keterangan oleh Bawaslu Tabanan.

“Kami sejauh ini belum mengetahui kelanjutan penangan kasus dugaan money politik yang diduga dilakukan oleh salah satu caleg di kecamatan kerambitan,” jelas sumber yang enggan namanya disebut, Minggu ( 19 Mei 219).

Menurut sumber yang berasal dari Kerambitan ini, kasus dugaan money politik tersebut mestinya dibuka sehingga masyarakat mengetahui apakah kasus tersebut telah tuntas atau masih dalam penanganan.

Sementara itu berdasakan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, dugaan money politik dalam bentuk penyerahan dana hibah bansos berupa uang tunai pada saat mesimakrama sebesar Rp 50 Juta dilakukan oleh calon legislative I Wayan Lara pada tanggal 22 Maret 2019 di Bale Banjar Dinas Dukuh Gede, Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Dana Rp 50 Juta tersebut diserahkan untuk upacara Ngaben Massal yang akan digelar bulan Juli 2019 di Desa Pakraman Dukuh Belong, Kecamatan Kerambitan Tabanan.

Penyerahaan dana bansos tersebut juga sempat diunggah di media sosisal Facebook tanggal pada tanggal 22 Maret 2019 sepulang simakrama atau sekitar pukul 22.00 Wita. Namun dua hari kemudian tepatnya tanggal 24 Maret 2019 foto tersebut dihapus oleh si pengunggah yakni Putu Bayu Candra.

Sementara itu Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada yang dihubungi per telpon mengatakan kasus tersebut sudah ditangani oleh Panwascam Kerambitan. Meskipun tidak ada laporan masyarakat terhadap masalah tersebut, pihaknya tetap memproses dengan memanggil semua pihak . “Sudah semuanya dipanggil dan dimintai keteranganya,” jelas Rumada. Hasilnya tidak ditemukan adanya pelanggaran karena bansos yang diserahkan itu satu tahun yang lalu yang masuk ke rekening bendesa adat. “Bendesa adat setempat yang meminta Pak Lara untuk menyerahkan pada waktu itu,” kilahnya.

Hari Kedua Di Bali, Presiden Blusukan Ke Pasar Badung

Presiden Jokowidodo Kunjungi Pasar Badung

GDENPASAR – Pantaubali.com – Hari kedua berada di pulau dewata bali Presiden Republik indonesia Joko widodo,menyempatkan diri mengunjungi pasar Badung,Denpasar Bali 18/05/2019 sabtu pagi,dari hasil kunjungan blusukan ke pasar ini Presiden Jokowi menegaskan jelang lebaran nanti, harga sembako di Bali relatif aman.

Pagi ini dalam kunjungan ke pulau bali,Presiden joko widodo menyapa warga bali yang berada di pasar badung denpasar,saat tibapun ratusan pegadang dan warga yang sejak pagi menunggu langsung berbaur menuju arah presiden.

Teriakan memanggil nama pak presiden tak terelakan dari mulut para pedagang,sembari berteriak para pedagang pasar ini tak lupa mengabadikan momen kunjungan presiden melalui hp dan mereka juga sesekali berselfie dengan Jokowi,selain berkunjung ke pasar, jokowi juga terlihat membeli beberapa buah-buahan di pasar tersebut.

Presiden  joko widodo  mengaku  ingin memastikan operasional di pasar badung berjalan dan kedatangannya ke pasar juga tak lain ingin  melihat keseharian  dari aktifitas warga bali di pasar tersebut.

jokowidodo dalam kesempatan ini menjelaskan, Bahwa jelang lebaran harga sembako di pasar badung relatif stabil hal ini dibuktikan setelah presiden melakukan dialog dengan beberapa pedagang pasar.

Terkait polemik hasil pemilu yang kian memanas , presiden republik indonesia , joko widodo , meminta agar semua pihak sabar menunggu hasil dari keputusan kpu pada 22 mei nanti.

Setelah menyapa para pedagang di pasar Badung di Denpasar Bali, presiden joko widodo turun menuju belantaran sungai tukad badung dimana lokasi ini masih berada di seputaran pasar badung.

Presiden Jokowipun berjalan menyusuri sungai dengan ditemani beberapa pejabat menteri kabinet kerja dan pejabat pemerintah provinsi bali,Jokowi yang mengamati sungai ini mengaku,keindahan pembangunan belantran sungai yang ada di areal pasar badung tidak ada masalah namun  satu yang kurang  mengenai penjernihan air sungai.

Sementara itu terkait soal hasil pemilu pasangan 01 jokowi maaruf amin mendapatkan suara sebesar 91 persen,secara pribadi jokowi mengucapkan  terima kasih kepada masyarakat bali,karena peraihan suaranya merupakan nilai tertinggi di provinsi se indonesia.

Presiden juga menghimbau saat ini proses pemilu penghitungan hasil suara masih berlansung dan apapun hasilnya harus  mengikuti aturan kpu dan apapun hasilnya nanti harus bisa menerima kalah atau pun menang.

Presiden Pantau Penggunaan Dana Desa Di Kutuh Badung

BADUNG – Pantaubali.com – Memantau hasil penggunaan dana desa yang di gelontorkan pemerintah pusat ke wilayah  Desa Kutuh ,  Kuta Selatan , Kabupaten Badung ,  Bali, Jumat (17/05)  sore Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Desa dan Menteri Pupr bersama pejabat pemerintah Provinsi Bali menuju lokasi pembangunan dana desa.

Berkaitan dengan  penggunaan dana desa  tahun 2018 di wilayah Pulau Bali , Presiden Republik Indonesia bersama rombongan hari ini meninjau lokasi pembangunan hasil dari dana desa yang di rencanakan oleh pemerintah provinsi bali akan di gunakan sebagai tempat wisata olahraga  dengan luas  lapangan 16 hektar.

Menggunakan bantuan dana desa daro pemerintah pusat sebesar 700 juta rupiah , kawasan ini nantinya akan dibangun pusat wisata olahraga atau sport tourism internasional. Dalam kunjungannya   Jokowi memuji penggunaan dana desa di desa kutuh.

Presiden Jokowi menyarankan daerah lain yang memiliki potensi yang sama bisa meniru apa yang telah dilakukan desa kutuh , dimana sepuluh tahun lalu desa kutuh dikenal sebagai daerah miskin kini bisa memiliki pendapatan desa hingga puluhan miliar rupiah.

“Masyarakat Desa Kutuh , Bali termasuk berhasil memanfaatkan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat. Hal ini diharapkan bisa di tiru oleh pemerintah di provinsi luar Pulau Bali yang bisa memanfaatkan dana desa dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.

DPRD Tabanan Panggil Dinas Kebudayaan Terkait Pencabutan status Warisan Budaya Dunia

DPRD Tabanan Dengarkan Penjelasan Dinas Kebudayaan Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Pencabutan status Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih oleh UNESCO mulai disikapi serius oleh Komisi IV DPRD Tabanan dengan menggelar rapat kerja bersama Dinas Kebudayaan Tabanan.

Rapat kerja yang berlangsung di ruang rapat DPRD Tabanan Jumat ( 17 Mei 2019) dihadiri langsung Ketua Komisi IV I Made Dirga besama beberapa anggotanya, hadir juga Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji .

Mengawali rapat kerja tersebut Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga menegaskan rapat kerja itu bertujuan untuk mendengarkan penjelasan dari Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan agar bisa meluruskan pemberitaan yang beredar di masyarakat.

Pada kesempatna itu Kadis Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Supanji menjelaskan adanya permasalahan WBD Jatiluwih dikarenakan adanya landasan helipad di Jatiluwih, serta adanya usulan untuk dicabutnya status WBD jatiluwih khususnya lagi WBD Subak yang ada di Provinsi Bali. Adanya helipad di Jatiluwih hanya memakan lahan seluas 3×3 saja yang merupakan tanah gundukan yang diratakan. Ketika ada helikopter yang mendarat banyak yang manfaatkan untuk selfie yang akhirnya pihaknya mendapat teguran dari UNESCO.

“Pada dasarnya mereka yang selfiekan framenya terbatas sehingga masyarakat yang melihat langsung ke lokasi pasti akan beda pendapatnya dengan masyarakat yang hanya melihat melalui medsos. Dan kawasan helipad sebenarnya digunakan sebagai kawasan untuk berkumpul sebagai tempat meeting poin,” tuturnya.

Supanji menambahkan, Pada dasarnya yang menjadi WBD merupakan areal subak yang diplesetkan menjadi WBD Jatiluwih. Jadi kalau bicara WBD subak luasnya mencapai 17.336 ha yang terdiri dari sawah basah, sawah kering, hutan, pemukiman. Selain itu juga pihak Pemda tidak pernah mendapatkan kontribusi dari adanya WBD yang diberikan oleh Unesco, dan kesejahteraan yang didapatkan merupakan murni dari hasil masyarakat sekitar dalam bekerja sebagai petani.

“Yang ditetapkan oleh WBD adalah Subak yang luasnya mencapai 17,336 ha sedangkan Jatiluwih sebagai kawasan cagar budaya, jadi salah itu memberikan nama WBD Jatiluwih,” jelasnya

Ketua Komisi IV I Made Dirga mengatakan, setelah mendengar penjelasan dari Kadis Kebudayaan pihaknya membenarkan bahwa WBD tersebut adalah WBD Subak, bukan WBD Jatiluwih, dimana leading sektor dari WBD Subak bukanlah berada pada Pemda Tabanan, tetapi ada pada kewenangan pusat. “Jadi kalau kita yang ada di Tabanan tidak bisa melakukan apa-apa untuk WBD ini ya buat apa? Tetapi kalau WBD bisa memberikan dampak positif untuk Tabanan dalam mensejahterakan masyarakatnya ya mari berbuat,” ungkapnya.

Dirga berharap kepada pemerintah agar bisa menjelaskan kepada masyarakat tentang arti dari WBD, sehingga masyarakat dan pemerintah bisa melakukan sebagaimana mestinya. Sebab tidak bisa dipungkiri dengan adanya WBD subak di Jatiluwih kehidupan masyarakat disana mengalami perubahan ekonomi, begitu juga infrastruktur di Jatiluwih jelas sudah mengalami perkembangan yang pesat.

“Jangan dipungkiri adanya WBD subak di Jatiluwih sangat berdampak sekali, tetapi jangan lupa tujuan dari WBD juga harus kita penuhi agar semua bisa berjalan,” pungkasnya.

Bupati Suwirta Pastikan Paket Pekerjaan ke OPD

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Setelah melakukan pengecekan di Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa terkait menurunnya pergerakan proyek fisik tahun 2019, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memastikan langsung ke OPD yang menangani, Kamis (16/5). Ada dua OPD yang sempat dikunjungi Bupati Suwirta, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung.

Di Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Bupati Suwirta menanyakan perihal perkembangan paket pekerjaan baik melalui dana APBD maupun DAK tahun 2019. Bupati juga menanyakan perkembangan pensertifikatan Sapi Bali di Nusa Penida. Dengan target khusus, Bupati berharap sapi yang bersertifikat ini harga jualnya lebih mahal dari sapi lainnya. Sehingga gairah masyarakat untuk memelihara sapi kembali meningkat. Dinas diharapkan fokus dalam pembibitan, karena setelah sapi banyak baru berbicara tentang dagingnya. “Itu target saya khusus, dibuat gebrakan atau inovasi agar masyarakat kembali bergairah memelihara sapi. Dengan tanda itu saya berharap harga jual sapi bisa lebih mahal dari sapi lainnya,” ujar Suwirta.

Sekretaris Dinas Pertanian, Ni Ketut Suartini menyebutkan seluruh perencanaan terkait paket pekerjaan di Dinas Pertanian sudah dilakukan. “Untuk perencanaan sudah, sekarang tinggal fisiknya,” ujar Suartini dihadapan Bupati Suwirta.

Sementara terkait pensertifikatan sapi di Nusa Penida, Kabid Produksi Peternakan, I Nyoman Ladra menyebutkan saat ini ada sekitar 300 sapi yang telah diisi tanda pada telinganya. “Saat ini ada sekitar 300 sapi yang sudah diisi tanda dibagian telinga,” sebutnya.

Sedangkan terkait paket pekerjaan di Dinas Komunikasi dan Informatika berupa belanja hibah barang kepada Polres Klungkung, Kadiskominfo Wayan Parna dihadapan Bupati Suwirta menyebutkan semua sudah diproses dan penyedia/rekanan tinggal mengirim barangnya ke Klungkung setelah hari raya Idul Fitri. Pembelian satu set sound system melalui dana APBD 2019 dilakukan melalui e-katalog. “Semuanya sudah proses tinggal pengiriman barangnya saja. Kita sudah siapkan berita acaranya dan nanti akan diserahkan langsung Bapak Bupati,” ujar Wayan Parna. (hmsklk/nom).

Mempererat Kebersamaan Umat Muslim Di Bali Gelar Tradisi Megibung

DENPASAR – Pantaubali.com – Guna mempererat rasa persaudaraan, umat muslim yang tinggal di kawasan  Kepaon, Denpasar, Bali, Rabu petang menggelar tradisi megibung di masjid setempat. Tradisi megibung ini dilakukan umat muslim dikepaon usai menjalankan ibadah puasa selama 10 hari.

 Saat waktu berpuasa puasa tiba , hari ini ratusan umat muslim dari berbagai usia termasuk  anak-anak   berkumpul di masjid Al-Muhajirin Kepaon , Denpasar, Bali untuk melakukan tradisi buka bersama dengan nama megibung (makan bersama). 

Dengan menu yang sudah disediakan oleh warga setempat seperti takjil berupa es sirup, kue basah dan nasi lengkap dengan lauk, para warga nampak bersama-sama menyantap hidangan menu berbuka puasa.

 Padani,  tokoh masyarakat setempat  menjelaskan , tradisi megibung ini bertujuan mempererat tali silaturahim bagi masyakarat juga sebagai rasa syukur bahwa  sudah mengkhatamkan alquran dari hari pertama sampai 10 hari ini.

“Megibung merupakan tradisi makan bersama sesuai dengan budaya Bali , selama ramadan, megibung dilaksanakan tiga kali setiap 10 hari /hari ke-20 dan hari ke-30  puasa.

 “Tradisi megibung berbuka puasa ala warga musim di Kepaon , Denpasar ini  sudah dilakukan masyarakat setempat sejak ratusan tahun lalu,”imbuhnya.

Robi, siswa SD mengaku, selalu mengikuti tradisi megibung ini setiap bulan puasa tiba. “Seru ikut tradisi megibung ini tiap tahunnya, terasa enak makan sama teman-teman sewaku berbuka puasa. Ini saya lakukan tiap tahunnya,”ucapnya.

Bupati Suwirta Terima Tim Desk Kemenkopolhukam RI

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Tim Desk Wilayah Perbatasan (Wiltas) dan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) Kementerian Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Republik Indonesia,  mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Klungkung.

Rombongan Tim Desk yang dipimpin Asisten Deputi Wilayah Perbatasan Tata Ruang Kemenkopolhukam Yasid Sulistya, S.Sos., M.Si diterima langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (15/5)

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program kerja tim Kemenkopolhukam dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Klungkung dan pemantauan lapangan terkait implementasi kebijakan pulau-pulau kecil terluar guna memperoleh data faktual tentang kondisi pertahanan dan keamanan Polhukam dalam rangka singkronisasi dan penyusunan kebijakan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar.

Dalam kunjungan ini, tim melihat langsung pengelolaan pulau-pulau kecil terluar yang ada di wilayah Provinsi Bali Kususnya di Kabupaten Klungkung Kepulauan Nusa Penida. Seperti yang diketahui bahwa Kepulauan Nusa Penida belakangan ini menjadi salah satu daerah yang menjadi daya tarik wisata yang menjadi tujuan utama wisata di Kabupaten Klungkung.

Kunjungan ini menunjukan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian khusus dalam penanganan pulau-pulau terluar yang ada di Kabupaten Klungkung. Apalagi pengawasan dan pengelolaan pulau terluar ini harus dilakukan semaksimal mungkin.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, Kabupaten Klungkung merupakan kabupaten yang luasnya terkecil kedua setelah Kota Denpasar dari 9 (sembilan) kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali. Luas wilayah Kabupaten Klungkung = 315 km2 atau 31.500 Ha, dimana 1/3 terletak di Klungkung daratan (112,16 km2) dan 2/3 di Kepulauan Nusa Penida (202,84 km2).

Kedatang dari Kemenkopolhukan merupakan gayung bersambut dari cita-cita bersama untuk menuntaskan telor emas yang ada di Nusa Penida yang sudah mulai menetas. Status Pulau Nusa Penida yang menyatu sebagai pulau terluar tentu pihaknya berharap semua perencanaan , permasalahan dan semua potensi yang ada, pihak Kemenkopolhukan bisa mendukung serta mendorong semua perencaan yang diusulkan.

“Kami pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, tentu ada dorongan dari pemerintah pusat untuk menginventarisir terhadap semua pemersalahan dan potensi yang ada sehingga bisa dipertanggung jawabkan dan diberikan sesuatu untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Klungkung khusunya Kepulauan Nusa Penida,” Ujar Bupati Suwirta

Sementara itu, Asisten Deputi Wilayah Perbatasan Tata Ruang Kemenkopolhukam Yasid Sulistya, menjelaskan di Indonesia ada sebanyak 111 Pulau kecil terluar, 42 Pulau berpenghuni termasuk Pulau Nusa Penida yang ada di Kabupaten Klungkung  dan sisanya tidak berpenghuni.

“Kedatangan kami yakni untuk memantau perkembangannya karena pulau-pulau kecil merupakan Kawasan Strategis Tertentu (KST) khusnya dibidang pertahanan dan kedaulatan. Jangan sampai pulau kecil terluar kita hilang karena abrasi atau di kuasai Negara lain. Disini kami ingin melihat bagaimana pengelolaannya dan apa yang harus kita benahi,” Jelas Asisten Deputi Wilayah Perbatasan Tata Ruang Kemenkopolhukam Yasid Sulistya.

Pihaknya juga menambahkan, yang pasti setelah kunjungan ini akan rapatkan di tingkat pusat, apanya menjadi keinginan Bupati Klungkung akan kita sinkronkan dengan perencanaan pusat agar pembangunan lebih cepat dan bermanfaat sesuai dengan peruntukannya.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra, Forum Koordinasi Pimpinan Daeah (Forkopimda) Kabupaten Klungkung, Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klungkung dan undangan terkait lainnya. (Humasklk/yande)

Setelah di Luwus, Tim Penggerak PKK gelar Harmonisasi dan Sinkronisasi HATINYA PKK di Desa Cepaka

????????????????????????????????????
 Harmonisasi dan Sinkronisasi Gerakan PKK

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Sustini Koster, gelar harmonisasi dan sinkronisasi Gerakan PKK serta Kunjungan ke Rumah Contoh HATINYA PKK di Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (14/05) pagi kemarin.

Dalam kegiatan yang berpusat di Balai Banjar Batanduren, Desa Cepaka tersebut, Ny. Putri Suastini Koster beserta tim didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kediri, Ny. Rai Murdika. Hadir pula saat itu, Camat Kediri, I Made Murdika, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Tim Penggerak PKK Desa serta para Lansia dan anak-anak juga turut memeriahkan acara tersebut.

Setibanya kira-kira jam 09.00 wita di lokasi kegiatan, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang dikomandoi Ny. Putri Sustini Koster, disambut oleh para lansia yang melakukan senam kebugaran. Praktis saat itu Ny. Koster ikut berpartisipasi dalam senam tersebut sekitar beberapa menit.

Selanjutnya melakukan kegiatan sosial, seperti, memberikan bibit tanaman kepada Tim Penggerak PKK Desa Cepaka, menyuapi pangan sehat untuk salah seorang bayi dan lansia disana, dilanjutkan dengan penyerahan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu. Setelah melakukan kegiatan sosial, Ny. Putri Sustini Koster langsung memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Suastini Koster mengatakan bahwa peran PKK sangat sentral dalam mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga, sehingga Pemerintah harus membantu mensukseskan program-program yang diusung oleh Tim Penggerak PKK.

“Organisasi PKK merupakan organisasi yang sangat strategis, yang mampu menyentuh lapisan masyarakat terbawah. Dan apabila tidak dikelola dengan baik, tentunya menjadi kerugian bagi masyarakat Bali,” ucapnya.

Dilanjutkanya bahwa apa yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK ini tiada lain tujuannya adalah untuk mewujudkan 10 Program PKK yang dari dulu telah didengung-dengungkan agar tidak menjadi slogam semata tapi harus diterapkan di masing-masing Desa.

“Titiang ingin 10 program PKK tidak hanya diucapkan oleh Ibu Ibu tetapi diwujudkan, diantaranya Gerakan Puspasari , Gerakan Pusat Pangan Sehat dan Lestari melalui halaman asri, teratur, indah dan nyaman.Hatinya PKK,” pungkas Ny. Koster.

Dirinya berharap, dengan diadakannya kegiatan ini Ibu-ibu PKK, khususnya di Pedesaan agar menerapkan, dan menata halaman (natah) agar tetap asri dan bermanfaat. “Saya harap ibu-ibu rajin menata halaman rumah dan kami akan kasi reward study banding ke Thailand terkait pertanian bagi yang beruntung atau yang terbaik penataannya,” bebernya.

pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kediri, Ny. Rai Murdika menanggapi arahan dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali. Dirinya mengatakan terkait hal itu akan melakukan pembinaan kerumah-rumah. “Agar yang lain kena imbas Hatinya PKK, sehingga halaman yang ada semua penuh dengan tanaman yang bermanfaat melalui pemanfaatan tanah Pekarangan (Natah),” ucapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut benar-benar terjadi, Ny. Rai Murdika telah memikirkan bagaimana perencanaan dan pelaksanaanya.Dikatakanya bahwa PKK Kediri termasuk Desa-desa yang ada di Kediri mempunyai program arisan. “Jadi setiap jadwal arisan, kami PKK Kecamatan akan hadir dan bersama-sama membina dan langsung memberi contoh menata pekarangan,” jelasnya. @humastabanan.

Belum Maksimal Melakukan Sosialisasi PPDB ” Komisi IV DPRD Panggil Disdik “

Rakor Komisi IV DPRD Tabanan dengan Disdik Terkait PPDB

TABANAN – Pantaubali.com – Minimnya sosialisasi penerapan zonasi yang akan di berlakukan dalam penerimaan peserta didik (PPDB) Membuat Komisi IV DPRD Tabanan terkesan Mangkel dengan pihaknyang terkait.

Dalam hal ini Komisi IV DPRD Tabanan mendorong sosialisasikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 yang akan di lakukan pada bulan Juni mendatang.

“Semuanya harus berkontribusi dalam proses sosialisasi PPDB tahun ini, apa yang terbaik bagi pendidikan di Tabanan untuk melakukan sosialisasi sedini mungkin sehingga pelaksanaan PPDB di bulan Juni 2019 nanti tidak amburadul,” kata Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga dalam rapat kerja bersama OPD terkait di Kantor DPRD Tabanan, Senin (13/5/2019) didampingi anggotanya I Gusti Komang Wastana, I Nyoman Suadiana, dan I Wayan Wiryadana serta I Wayan Gindera.

“Kami dari Komisi IV menyarankan kepada pihak terkait untuk memikirkan sejak jauh – jauh hari apa yang harus dilakukan dalam PPDB, jangan sampai nanti prosesnya amburadul,” tegasnya.

Dirga menjelaskan minimal instansi terkait segera melakukan sosialisasi PPDB. Sehingga polemik yang sempat terjadi beberapa tahun belakangan ini tidak terjadi lagi. Semestinya pihak eksekutif tidak perlu menunggu PPDB datang lagi untuk mencari solusinya,terkait adanya kekurangan rombel di dua Kecamatan Tabanan dan Kediri, tetapi belum ada sehingga sangat disayangkan jika ini sangat lambat.

Namun pihakanya berharap sosialisasi sejak dini sangat penting di lakukan agar masyarakat khususnya para orang tua paham betul bagaimana prosedur PPDB dengan sistem zonasi itu.

Disamping itu diharapakan pula masyarakat juga harus pro aktif untuk mencari informasi misalnya di internet tentang sistem zonasi tersebut.

“Kata dari OPD terkait mereka belum sosialisasi karena SK belum di tandatangani oleh Bupati, padahal kan sudah ada aturan pusat, yang ditindaklanjuti dengan SK Bupati,” lanjutnya.

Lebih jauh, Dirga mengimbau agar orang tua peserta didik baru dijadikan objek utama dalam proses sosialisasi. Jika orang tua sudah mengerti seluruh peraturan PPDB, maka akan meminimalisasi pengaduan.

“Biasanya, pengaduan terjadi karena belum ada pemahaman yang menyeluruh. Jadi, kita harus tekankan sosialisasi kepada mereka,” tambahnya.

Meskipun demikian selaku pengawas pihaknya akan terus mengawal PPDB di Tabanan agar berjalan dengan baik. Dan walaupun nanti selaku anggota dewan ada orang tua siswa yang mendatanginya dan meminta bantuannya untuk meloloskan anaknya di sekolah tertentu, Dirga mengaku akan menjelaskan kepada masyarakat tentang sistem yang berlaku. “Selaku anggota dewan harus mampu menjelaskan kepada masyarakat tentang aturan yang berlaku, sehingga masyarakat paham,” tandas Politisi asal Desa Sudimara ini.

Bupati Suwirta Hadiri Tiga Karya di Nusa Penida 

Bupati Suwirta Hadiri Tiga Karya di Nusa Penida
KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny Ayu Suwirta menghadiri prosesi Penganyar Upacara Yadnya Tawur Wraspati Kalpa, Padudusan, Ngenteg Linggih, Melaspas lan Mendem Pedagingan di Pura Paibon Bhujangga Waisnawa Banjar Ramuan, Desa Sekartaji, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (12/5/2019). Puncak Karya telah dilaksanakan bertepatan dengan Pujawali pada Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu (12/5/2019).
Panitia Karya Nyoman Bimantara menyampaikan puncak karya sudah berlangsung kemarin bertepatan dengan Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu (11/5/2019). Jumlah pengempon pura sebanyak 30 KK dengan masing-masing KK mengeluarkan biaya urunan sebesar 6,5 juta dan karya ini akan disineb pada hari hari Kamis, 16 Mei 2019 mendatang. “Karya pertama sudah pernah digelar yakni pada tahum 1984,” ujar Panitia Karya Nyoman Bimantara
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaiakan apresiasi kepada krama pengempon pura yang telah melaksanakan Yadnya dengan semangat gotong royong. Bupati berharap seluruh rangkaian Karya hingga prosesi berakhir dengan upacara Penyineban berjalan dengan lancar dan seluruh pengempon mendapat kerahayuan dan keselamatan. “Semoga seluruh rangkaian upacara ini berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh pengempon pura,” ujar Bupati Suwirta.
Dihadapan krama, Bupati Suwirta juga menyampaikan perkembangan pembangunan di Kabupaten Klungkung umumnya dan Kecamatan Nusa Penida pada khususnya. Jalannya pembangunan ini tidak terlepas dari dukungan dan doa seluruh masyarakat. “Mudah-mudahan melalui upacara ini kita selalu diberikan tuntunan dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Klungkung,” harapnya.
Dihari yang sama, Bupati Suwirta bersama rombongan juga menghadiri rangkaian Karya Piodalan, Mamungkah, Mapadudusan, Ngenteg Linggih, Caru Walik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas lan Mendem Pedagingan di Pura Paibon Pratisentana Bendesa Manik Mas Banjar Cemlagi Desa Pejukutan,dan Karya Wangun Ayu, Mekebat Daun, lan Nila Pati di Pemerajan Gede Warih I Gusti Pulasari Sentana Ida Bhatara Dalem Tarukan, Desa Klumpu, Nusa Penida. Puncak Karya telah berlangsung pada Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu (11/5/2019). (Humasklk/nom).