- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1053

Disperindag Tabanan Laksanakan Uji Tera SPBU Di Jalur Mudik

Disperindag Laksanakan Uji Tera Di Sejumlah SPBU Di Jalur Mudik

TABANAN – Pantaubali.com – Uji tera sejumlah stasiun pengisian baham bakar yang di lakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan di Sejumlah SPBU yang berlokasi di jalur mudik Lebaran 2019. Petugas mengecek nozel (alat copr BMM) dan takaran BBM.

Pengawasan dan pengecekan nozel serta takaran BBM dilakukan petugas Perindag di sejumlah SPBU pada jalur mudik lebaran sejak beberapa hari terakhir. “Pengawasan di jalur mudik sudah kami lakukan sesuai instruksi Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, untuk di Tabanan dilakukan di SPBU abiantuwung, by pass Ir Sukarno, Gerogak, Lumajang, Lalanglinggah, Soka, Selabih dan SPBU Pesiapan,” ungkap Kabid Meteorologi Wayan Roby Megananta, Diperindag Tabanan, Selasa (28/5/2019).

Menurutnya, kegiatan pengawasan SPBU ini untuk memberikan jaminan dan perlindungan kepada konsumen agar terhindar dari praktek penyelewengan saat pengisian BBM. Karena peningkatan akan permintaan kebutuhan BBM saat momen mudik Lebaran memungkinkan terjadinya aksi kecurangan yang dilakukan oleh oknum di SPBU ataupun karena faktor ketidaksengajaan akibat gangguan alat (eror) akibat lonjakan transaksi. “Kami berusaya mencegah terjadinya kecurangan yang dpat merugikan konsumen,” tandasnya.

Selain pengawasan di jalur mudik, belakangan ini bidang terkait juga masih disibukkan dengan kegiatan uji tera rutin. untuk layanan tera SPBU yang wajib dilakukan sebagai salah satu syarat untuk bisa mendapatkan stok suplai Bahan Bakar Minyak. Dan kegiatan ini, lanjut kata Roby memang menjadi prioritas layanan tiap tahun. “Untuk tera ulang SPBU wajib dilayani semua, karena dampaknya sangat besar untuk dapat stok dan suplay BBM,” ucapnya.

Di Tabanan setidaknya ada 17 SPBU dan pada bulan April serta Mei ini ada yang sudah mengajukan permohonan tera ulang, salah satunya SPBU di daerah Candikuning Baturiti. Terkait layanan tera ini sebenarnya sangat penting dilakukan hanya saja sejumlah kendala yang dihadapi saat ini menyebabkan pelayanan tera dan tera ulang belum mampu menyasar seluruh pasar maupun UTTP di Kabupaten Tabanan.

Hambatan itu seperti terbatasnya SDM yang berhak atau memiliki kualifikasi yang saat ini di Kabupaten Tabanan baru ada 2 orang. Dan tidak kalah pentingnya belum tersedianya tempat reparasi UTTP bilamana UTTP yang saat ditera ulang perlu perbaikan, yang saat ini hanya mengandalkan jasa reparasi di luar kabupaten.

”Potret pelayanan tera, tera ulang masih jauh dari harapan, tentu saja perlu komitmen daerah sehingga ke depan kendala-kendala ini diharapkan bisa diatasi dan pelayanan tera ulang dapat lebih optimal demi mempercepat terwujudnya tertib ukur dalam upaya perlindungan konsumen,” pungkasnya.

Wabup Sanjaya Apresiasi Ngaben Masal di DP. Kloncing dan Desa Adat Tengkudak, Penebel                

????????????????????????????????????

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menghadiri sekaligus mengapresiasi Upacara Pitra Yadnya (Ngaben Masal) yang digelar oleh masyarakat Desa Pekraman Kloncing, Wangaya Gede dan Desa Adat Tengkudak, Penebel, Senin (27/5) sore kemarin.

Sesuai dengan paradigma masyarakat terdahulu, tidak sembarang orang bisa menggelar Upacara pengabenan untuk leluhurnya, dikarenakan biayanya yang sangat mahal. Kalau tidak bangsawan, maka hanya orang kayalah yang mampu melaksanakan hal tersebut, sehingga masyarakat yang biasa dan bahkan belum berkecukupan tidak akan mampu melaksanakannya.

 “Ngaben Masal merupakan suatu terobosan untuk menanggulangi mahalnya biaya pengabenan dan merubah paradigma masyarakat terdahulu. Dengan konsep Ngaben Masal yang dilakukan dengan kekompakan dan gotong-royong, mahalnya biaya pengabenan dapat dihilangkan sehingga meringankan beban masyarakat,” jelas Wabup Sanjaya saat membacakan sambutannya.

Disamping itu, Ngaben merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Bali, sehingga dengan adanya konsep Ngaben Masal ini, masyarakat Hindu di Bali bisa dengan mudah membayar utang kepada leluhurnya.

“Membayar utang kepada leluhur tanpa meninggalkan utang bagi kita, itulah yang Saya harapkan dari masyarakat tiang dengan pelaksanaan Ngaben Masal ini. Pemerintah akan selalu mensuppor dan selalu mendukung kegiatan Ngaben Masal yang digelar masyarakat Tabanan,” ungkap Wabup Sanjaya.

Di satu sisi, Wabup Sanjaya menegaskan bahwa pelaksanaan Ngaben Masal tidak akan pernah mengurangi makna dari Upacara Pengabenan tersebut, malah dikatakannya Ngaben Masal sudah sangat semarak dilakukan di bali khususnya di Tabanan.

“Karya Ngaben masal didasari dengan tulus ikhlas, lascarya, dipuput oleh sulinggih dan kesaksi murdaning jagat itulah yang namanya karya yang satwika, utamaning utama. Niki sampun yadnya sane pantes tanpa memberatkan pihak penyelenggara,” tegas Sanjaya.

Dijelaskan oleh Ketua Panitia Karya masing-masing penyelenggara, Ngaben Masal di Desa Pekraman Kloncing mengikutsertakan sawa (arwah) sebanyak 7 sawa dan 2 Ngelungah serta metatah 12 orang. Puncak Karya digelar pada tanggal 28 Mei 2019, dengan penghabisan kurang lebih Rp. 70 juta. Serta Ngaben Masal di Desa Adat Tengkudak, dijelaskan diikuti oleh 15 Sawa (Arwah). @humastabanan.

Bupati Eka ucap Syukur di Pura Pucak Teratai Bang, Bukit Catu Desa Candikuning, Baturiti

              

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, ucap Syukur di Pura Pucak Teratai Bang, Bukit Catu, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, sekaligus menghadiri uleman serangkaian Karya Memungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih dan Caru Manca Kelud di Pura  yang memiliki Energi Kemakmuran tersebut, Minggu, (26/5) malam.

Hadir pula saat itu di Pura  dengan pengempon sebanyak 205 Kepala Keluarga yang merupakan warga Desa Pekraman Bukit Catu tersebut, N. Adi Wiryatama, Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Perbekel dan Tokoh masyarakat setempat.

Karya memungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih dan Caru Manca Kelud yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa pekraman Bukit Catu di Pura yang terkenal memiliki aroma belerang tersebut karena telah rampungnya beberapa pembangunan di Pura tersebut. Dan Puncak dari Karya digelar pada saat rahina Tumpek Landep, Sabtu, 25-05-2019.

Karya ini telah dipersiapkan  dengan matang, mulai dari Tenaga, Materi dan Pikiran dari masyarakat DP. Bukit Catu. Tak pelak, Kedatangan Bupati yang akrab disapa Eka tersebut menambah semangat dari masyarakat. Warga DP. Bukit Catu melalui Ketua Panitia Karya, I Wayan Sarma mengucapkan Terimakasih kepada Bupati Eka beserta jajaran yang hadir.

“Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan serta pelecut semangat bagi warga kami berkat kehadiran Bupati Eka,” ucapnya.

Sebagai Kepala Daerah, sudah tentu  harus berlaku adil pada setiap Daerah tanpa membeda-bedakan unsur kedaerahan. Atas hasil dan kerja keras yang telah dicapai sudah sepatutnya seorang Kepala Daerah selalu berucap syukur dan sujud syukur atas  apa yang telah diberikan oleh Ida sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan yang Maha Esa. Juga mengapresiasi  setiap kegiatan positif yang dilakukan warganya.

Selain sebagai wujud Syukur, persembahyangan ini juga merupakan wujud cihna bhakti (pengabdian) seorang Kepala Daerah terhadap  Masyarakatnya, sehingga apa yang menjadi visi dan misi dari Pemerintah tetap bisa bersinergi dengan masyarakat, dan apa yang dicita-citakan bisa tercapai sesuai dengan apa yang diinginkan.

Selain melakukan persembahyangan, pada kesempatan tersebut Bupati Eka juga ngaturang punia yang diterima oleh Ketua Panitia Karya. Selanjutnya Bupati Eka melakukan peninjauan di sekitar areal Pura.

Pelabuhan Segi Tiga Emas Diharapkan Dapat Mencegah Peredaran Narkoba di Nusa Penida

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri acara Pengembangan Kapasitas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Instansi Pemerintah, bertempat di Hotel Wyndham Jivva, Klungkung Senin (27/5). Dalam kegiatan yang sekaligus sebagai Pelatihan Aplikator Pelaporan Inpres No. 6 tahun 2018 ini Bupati Suwirta bertindak sebagai narasumber, bersama Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa. Kegiatan sehari ini diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klungkung.      

Dalam kesempatannya Bupati Suwirta mengatakan berbagai program kebijakan sudah dilakukan Pemkab Klungkung untuk memerangi narkoba, seperti penutupan kafe remang remang, penutupan lokasi prostitusi, sidak hotel melati atau penginapan penginapan murah serta mewujudkan pelabuhan segitiga emas. Menurut Bupati asal Nusa Ceningan ini, dalam memerangi narkoba, yang paling penting adalah niat dan komitmen bersama baik itu PEMDA,TNI, POLRI, BNN, BNNK serta Desa Adat untuk memberantas narkoba. Jika semua upaya masih ditunggangi kepentingan dan politik maka pemberantasan narkoba akan tidak maksimal.

Dirinya pun berharap BNNK dan Majelis Madya untuk berkolaborasi menciptakan perarem narkoba. Sehingga peredaran dan pemakaian narkoba di tingkat Desa dapat diminimalisir. Untuk menangkal pererdaran narkoba di Nusa Penida Pemkab Klungkung juga akan segera mewujudkan pelabuhan segitiga emas yang dilengkapi alat deteksi narkoba. Menurutnya, kondisi saat ini pintu masuk ke Nusa Penida sangatlah longgar, sehingga sangat menyulitkan untuk mencegah masuknya narkoba. “Semua harus diawali dengan niat baik dan semua harus berkomitmen memerangi narkoba tanpa memandang siapa yang membekingi. Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, SatpolPP, BNNK untuk segera duduk bersama memutuskan apa yang harus dilakukan dan disiapkan saat terwujudnya Pelabuhan Segitiga Emas nanti,”ujar Bupati Suwirta.

Sementara itu Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa mengapresiasi atas berbagai terobosan yang sudah dilakukan Pemda Klungkung dalam menekan penyakit masyarakat utamanya Narkoba. Menurutnya Klungkung yang tengah mengalami perkembangan pesat utamanya di Nusa Penida sangat rentan akan peredaran narkotika dan zat aditif lainnya. Untuk itu pihaknya akan siap bekerjasama memberi saran dan masukan dalam mewujudkan pelabuhan segitiga emas yang akan mampu mendeteksi barang haram ini.HUMASKLK/jim

Wabup Sanjaya Apresiasi Semangat Warga Desa Dauh Peken dalam Rangka Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi  2019

????????????????????????????????????

                                          

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, sampaikan rasa bangga dan terimakasih atas semangat yang ditunjukan warga Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, sehingga mampu tampil mewakili Kabupaten Tabanan dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi tahun 2019.

Hal itu disampaikan Wabup yang akrab disapa Sanjaya tersebut saat menghadiri acara persiapan dalam rangka Penilaian Lomba Desa di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Senin (27/5) pagi. Hadir pula saat itu perwakilan dari DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala DPMD Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Unsur Muspika, Perbekel dan tokoh masyarakat setempat.

Tampilnya Desa Dauh Peken sebagai Duta Kabupaten Tabanan dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali tahun 2019 ini, setelah melalui tahapan penilaian yang dilakukan di Pemkab Tabanan dengan menyisihkan 9 Desa wakil Kecamatan yang ada di Kabupaten. Berdasarkan hasil tersebut, Desa Dauh Peken dipercaya mewakili Kabupaten Tabanan dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Tahun 2019.

“Momen ini merupakan titik awal untuk terus berbuat yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Pada saat ini Saya ingatkan bahwa lomba seperti ini adalah bukan tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk mengingatkan kepada kita semua agar selalu bangkit dan bersemangat mengatasi permasalahan, mengelola potensi yang ada untuk dapat secara maksimal kita manfaatkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Wabup Sanjaya dalam sambutannya.

Wabup Sanjaya juga berharap agar Lomba Desa seperti ini menjadi ajang untuk evaluasi diri bukan hanya bagi warga Desa Dauh Peken namun seluruh Desa yang ada di Tabanan, tidak terlepas juga seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Tabanan. Dijelaskan Wabup Sanjaya, bahwa pada hakekatnya Lomba Desa merupakan penilaian atas kinerja instansi yang tercermin dalam pembangunan di Desa.

“Oleh karena itu, mulailah merancang program yang inovatif, bersinergi satu sama lainnya sehingga dengan kemampuan sumber daya Daerah yang terbatas dapat dioptimalkan untuk menjadikan masyarakat Tabanan yang Serasi (Sejahtera, Aman dan Berprestasi),” ujarnya.

Wabup Sanjaya juga menambahkan bahwa momen saat ini adalah momen yang paling strategis juga dalam menumbuh kembangkan semangat gotong-royong bagi seluruh elemen masyarakat. “Seperti diketahui, gotong-royong sebagai bagian dari sistem nilai budaya Bangsa yang perlu terus dipertahankan dan dikembangkan dalam rangka memperkuat rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Bangsa ini,” imbuh Sanjaya,

Kepala Dinas DPMD, Roemi Soelistyawati menambahkan, bahwa Lomba Desa ini merupakan instrument tahunan dalam mengevaluasi keberhasilan pembangunan dan sekaligus sebagai tolak ukur atas capaian program dalam pembangunan Desa. Partisipasi dan keswadayaan masyarakat dijadikan sebagai piranti dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga dapat mengakselerasi pembangunan Nasional dan Nawa Cita Bapak Presiden Joko Widodo.

Dijelaskan juga, hal ini dilakukan dalam rangka penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi dan swadaya gotong-royong masyarakat sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 tahun 2015 tentang evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, pungkasnya.

Tak Kunjung Selesai ” Akhirnya DPRD Tabanan Cek Proyek Gor Debes “

TABANAN – Pantaubali.com – Komisi IV dan Komisi II DPRD Tabanan hari ini melakukan kunjungan kerja ke dua tempat di antaranya kawasan heliped yang kini menjadi centre point di Jatiuwih dan GOR Debes Tabanan, Senin (27/5).

Kunjungan pertama adalah lokasi yang sebelumnya sempat didarati heli dan kemudian berubah jadi center poin. Kemudian lanjut Cek Proyek GOR Debes yang pengerjaannya akan dimulai pada 29 Mei besok.

Kunjungan DPRD Tabanan ke kawasan centre point di kawasan DTW Jatiluwih ini atas dasar polemik dan sempat jadi sorotan belum lama ini, yakni keberadaan helipad di tengah kawasan yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) oleh Unesco.

Kunjungan dipimpin oleh Ketua Komisi IV, I Made Dirga yang juga didampingi oleh Ketua Komisi II DPRD Tabanan, AA Gede Dharma Putra serta beberapa anggota DPRD lainnya. Selain itu anggota DPRD juga didampingi oleh pihak Dinas Pariwisata serta Dinas PUPRPKP. Mereka langsung menuju lokasi dengan naik kendaraan yang disiapkan pengelolaan DTW Jatiluwih. Dan ketika sampai di lokasi (helipad), kawasan tersebut sudah berubah menjadi centre point yang dilengkapi dengan taman.

Made Dirga menegaskan, wilayah tersebut dirasa perlu adanya lembaga khusus yang mengelola WBD. Sehingga dalam pengelolaan dan pembangunannya akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Dia menyebutkan, selama ini belum ada yang melanggar ketentuan, dan kedepannya jangan sampai ada yang melanggar. Artinya harus ada yang mengawasi dan ada aparat yang melakukan tindak tegas jika ad ayang melanggar.

“Jadi mari bersama untuk menjaga hal ini (WBD) baik itu dari masyarakat, pengelola dan pihak Pemerintah Tabanan. bagaimana nanti menjaga apa yang boleh, dan ada yang tidak. Termasuk juga fasilitasnya, yang mana yang boleh yang mana yang tidak itu harus diperhitungkan,”

“Sehingga jika tidak ada pengawasan juga susah. Lebih baik lagi pemerintah ngantor di Jatiluwih untuk melakukan pengawasan. Kemudian juga sosialisasi untuk pemahaman terkait WBD kepada masyarakat,” tegas Dirga.

Setelah mengunjungi, Jatiluwih, rombongan ini langsung bergerak menuju GOR Debes Tabanan. kunjungan tersebut hanya untuk memastikan sejauh mana pembangunan telah berlangsung dan bagaimana persipan Tabanan sebagai tuan rumah Porprov Bali. terlebih lagi, nantinya GOR Debes ini akan menjadi ikon utama untuk Proprov Bali.

“Berbekal informasi dari eksekutif pada rapat kerja kemarin yang nantinya gedung ini (GOR) akan bisa digunakan, kami harapkan berjalan dengan baik dan GOR ini nantinya bisa digunakan untuk Porprov,” katanya.

Pembangunan GOR ini akan terus diawasi agar pembangunan berjalan dengan baik. Jangan sampai nantinya tak bisa digunakan saat Porprov.

“Kami akan awasi terus ini pembangunan, sehingga kami memilih turun. Jangan sampai nanti bangunan ini terlantar kan tidak bagus. Dan syukur saat ini sudah dinyatakan akan dilanjutkan mulai 29 Mei ini, kita lihat saja setelah tanggal kontrak nanti,” tegasnya.

“Kami harapkan juga pemerintah lebih ketat dengan urusan ini (pembangunan GOR). Jadi gak boleh dilepas begitu saja, pemerintah juga harus rutin mengecek,” tandasnya.

Pemkab Tabanan Bentuk Kelompok Kerja Sebagai Upaya Melestarikan Ekosistem Danau Beratan

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai salah satu aset penting yang dimiliki Kabupaten Tabanan, Danau Beratan memiliki peran penting sebagai cadangan air di Bali serta merupakan daya tarik wisata alam dan tentunya tidak akan mudah untuk merawat dan menjaga ekosistem. Sebagai upaya untuk menindaklanjuti hal tersebut, salah satunya adalah potensi pencemaran air danau serta kerusakan daerah tangkapan air, maka Pemkab Tabanan bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar, membentuk sebuah Kelompok Kerja Penyelamatan Danau Beratan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Danau Beratan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (24/5) pagi di Ruang Rapat D’Sant Resto Tabanan yang dihadiri Sekkab Tabanan I Gede Susila, Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Made Subagia, perwakilan BPDASHL Prof. Kartini, Ketua badan pengelola Danau Beratan I Wayan Mustika, Camat Baturiti I Ketut Ridia, OPD terkait, serta Perbekel se Kecamatan Baturiti.

Bupati Eka dalam sambutan tertulis dibacakan oleh I Gede Susila sangat mengapresiasi  dan mengucapkan terimakasih  atas upaya yang dilaksanakan oleh BPDASHL Unda Anyar yang telah  memprakarsai penyusunan rencana pengelolaan di Danau Beratan. “Penyelamatan ekosistem danau memerlukan “environmental mainstreaming”, yaitu terintegrasinya upaya pengendalian dampak ke dalam kebijakan dan kegiatan berbagai sektor pembangunan dan kegiatan usaha. Pengintegrasian upaya ke dalam kebijakan dan program kegiatan ini, menjadi corrective action pada berbagi sector terkait,” ungkapnya.

Menurutnya, penyelamatan ekosistem danau juga memerlukan upaya terpadu antar aspek, sehingga rumusan program penyelamatan danau harus strategis dan menjawab keterpaduan penanganan. “ Perlu keterlibatan semua pihak untuk menangani masalah yang terjadi di Danau Beratan, kita harus bekerja sama saling bahu membahu menjaga aset yang kita miliki ini,” imbuhnya.

Dikatakannya juga peran serta seluruh instansi terkait sangat diperlukan dan melakukan  sinergi dalam pemulihan ekosistem Danau. “Melalui pertemuan ini saya harapkan dapat teridentifikasi sejauh mana perkembangan upaya dan hasil pemulihan ekosistem Danau Beratan serta rencana tindak lanjut kedepannya, sehingga pada akhirnya target yang ditetapkan tercapai dengan optimal menuju Tabanan yang SERASI (Sejahtera, Aman dan Berprestasi).”ucapnya.

Sementara Prof Kartini dalam kesempatan tersebut mengatakan, BPDASHL  merupakan sebuah lembaga yang memiliki kewajiban untuk menjaga ekosistem serta kelestarian lingkungan utamanya lingkungan sungai dan danau. Menurutnya, aset Danau Beratan yang dimiliki Pemkab Tabanan memiliki peran yang sangat vital karena Danau Beratan merupakan destinasi wisata yang sudah menjadi ikonnya Bali.

“Kami memiliki kewajiban serta tugas penting untuk menjalankan misi kami dalam penyelamatan ekosistem lingkungan danau dan sungai. Mudah-mudahan kerjasama yang kita jalin akan membuahkan hasil maksimal ke depan,” tandasnya. @humastabanan.

Pemkab Tabanan Kembali Berhasil ” Pertahankan Opini WTP ”                  

                   

TABANAN – Pantaubali.com – Komitmen mewujudkan Pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel, menghantarkan Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian, hebatnya lagi ini merupakan WTP yang kelima kali berturut-turut yang disabet oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya.

Penghargaan Opini WTP ini diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Daerah Bali kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, pada acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2018, se-Provinsi Bali yang berlangsung di Kantor BPK Perwakilan Daerah Bali, Denpasar, Jumat, (24/5) siang.

Tentu saja keberhasilan ini sangat disyukuri Pemkab Tabanan, terutama Bupati Eka. Dirinya mengucapkan puji syukur atas pencapaian predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dijelaskannya ini merupakan hasil dari kerja keras dari semua pihak, terutama Rakyat Tabanan. “Astungkara kita semua meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian,” ungkapnya.

Dengan adanya bukti nyata WTP ini menunjukan kinerja pertanggungjawaban keuangan di Tabanan berjalan dengan baik dalam upaya mewujudkan Pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel. Dan kedepannya Bupati Eka berharap agar semua pihak di kabupaten Tabanan, khususnya OPD di lingkungan Pemkab Tabanan agar mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja guna mempertahankan Opini yang telah diterima.

“Oleh karena itu kami mohon BPK bisa menjadi partner kerja kami dalam memberikan pelayanan yang  terbaik termasuk pertanggungjawaban yang terbaik dalam pengelolaan keuangan Negara,” imbuhnya.

Pada acara yang dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah se-Provinsi Bali tersebut, Kepala BPK Perwakilan Daerah Bali, Sri Haryoso Suliyanto, mengatakan hal ini dilakukan untuk memenuhi amanat Undang Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan dan pengelolaan tanggungjawab keuangan Negara pada pasal 17 ayat 2 yang menyatakan bahwa laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemerintah Daerah.

Dirinya menerangkan bahwa laporan keuangan yang diserahkan terdiri dari 3 laporan yaitu, laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan tahun anggaran 2018, laporan hasil pemeriksaan atas sistem pengendalian intern, dan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi bahwa seluruh Kabupaten/Kota se-wilayah Provinsi Bali mendapat predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Atas prestasi yang dicapai kami ucapkan selamat dan berharap agar Pemerintah Kabupaten/Kota terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan Daerah terutama terkait dengan aspek sistem dan prosedur, aspek kebijakan, dan sumber daya manusianya. Ketiga aspek ini merupakan aspek yang terus harus ditingkatkan dalam pengelolaan keuangan Negara di Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali,” tegasnya.@humastabanan.-

Harga Tiket Melambung Penumpang Di Bandara Turun 18 Persen

BADUNG – Pantaubali.com – Melambungnya harga tiket pesawat  membuat jumlah penumpang  di Bandara Ngurah Rai, Bali mengalami penurunan hingga 18 persen. Jumlah penumpang domestik yang mengalami penurunan ini juga di ikuti dengan jumlah pergerakan pesawat yang menurun dibawah 400.

Dari data kedatangan penumpang domestik  di bandara udara internasional i gusti ngurah rai pada bulan januari  jumlah kedatangan wisdom mencapai 377.073 dari sebelumnya 394.330 atau turun sekitar 4 persen.

Penurunan penumpang wisatawan domestik ini terus terjadi   pada bulan februari jumlahnya 363.736 dari sebelumnya 405.378 atau turun sekitar 10 persen.

Bulan maret ssbanyak 369.107 dari sebelumnya 437.430 atau turun sekitar 16 persen , sementara april jumlah kedatangan wisdom mencapai 371.883 dari sebelumnya 457.709 atau turun sekitar 18 persen.

 Jika di akumulasikan jumlah kunjungan wisdom dari bulan januari-april  2019 sebanyak 1.481.799 ,sementara diperiode yang sama tahun 2018 jumlah kunjungan wisdom sebanyak 1.691.841.

General Manajer Bandara Ngurah Rai , Haruman Sulaksono kamis mengatakan , meski jumlah penumpang wisatawan domestik mengalami penurunan namun secara keseluruhan total jumlah penumpang wisman dan wisdom yang tiba di bandara masih mencapai angka normal yakni / 60 ribu  penumpang perharinya.

“Dengan pergerakan penumpangyang  masih normal  , pihak bandara optimis pergerakan penumpang akan stabil,”pungkasnya.

Sekda Winastra Terima Tim Akreditasi FKTP

Wakil Bupati Terima,Tim Surveior Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra mewakili Bupati Klungkung menerima Tim Surveior Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Pusat di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Rabu (22/5/2019). Kedatangan Tim Akreditasi ini dalam rangka Survey Akreditasi Puskesmas di UPTD Puskesmas Nusa Penida I.

Sekda Putu Winastra menyampaikan selamat datang kepada Tim Akreditasi FKTP Pusat dengan mengenalkan gambaran umum Kabupaten Klungkung. Sekda menyatakan Pemkab Klungkung mempunyai komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan memberi jaminan kesehatan masyarakat. Dengan PAD yang terbilang masih kecil, Pemkab Klungkung telah mendeklarasikan program Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh warganya. “Perhatian Pemda Klungkung terhadap kesehatan masyarakat sangat tinggi, salah satunya melalui program UHC,” ujar Sekda Winastra didampingi Kadiskes, dr. Ni Made Adi Swapatni.

Program kesehatan ini, menurut Sekda Winastra menjadi salah satu prioritas Pemkab Klungkung untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penunjang dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Klungkung.

Anggota Tim Akreditasi, Ida Ayu Citarasmi menyampaikan kedatangan Tim Akreditasi FKTP kali ini adalah untuk melakukan reakreditasi terhadap Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Puskesmas Nusa Penida I. Reakreditasi ini sebagai lanjutan dari survey akreditasi sebelumnya, dimana rangkaiannya hampir sama tetapi akan ada penelusuran yang lebih detail, seperti bagaimana sistem yang dibuat di Faskes tersebut. “Dengan akreditasi itu, harapan kami sistem yang baik terjadi di semua Faskes,” ujar Citarasmi dihadapan jajaran Dinas Kesehatan Klungkung.

Perempuan yang berdomisili di Kota Tangerang ini juga memberi apresiasi komitmen Pemkab Klungkung yang sudah memberi perhatian lebih terhadap kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh warganya. “Kami mengapresiasi Klungkung sudah UHC berkat komitmen Bapak Bupati,” sebutnya. (hmsklk/nom)