- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1050

Komunitas Talov Siap Dukung Sanjaya Menuju Tabanan 1

TABANAN, Pantaubali – Sebuah komunitas yang didalamnya beranggotakan putra-putri Tabanan yakni Tabanan Lovers (Talov) mendukung wakil bupati Tabanan saat ini Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM., untuk maju ke Tabanan 1 dalam perhelatan Pilkada Tabanan tahun depan. Hal tersebut diungkapkan salah satu relawan atau tokoh Talov I Nyoman Wahya Biantara, Minggu (10/6).

Ditemui kediamannya di Desa Bengkel, Kediri, Tabanan Wahya Biantara menyebutkan Dr. Sanjaya ideal untuk memimpin Tabanan kedepan. Pandangannya ini dikarenakan Dr. Sanjaya yang kini juga duduk sebagai ketua DPC PDIP Tabanan memiliki bekal pengalaman yang matang dalam memimpin.

“Calon Tabanan 1 kedepan yang paling ideal menurut saya dari partai pemenang pemilu yakni PDIP. Ditubuh PDIP Tabanan sendiri yang saya lihat layak wakil bupati Dr. Sanjaya,” ungkapnya.

Wahya Biantara juga mengatakan, yang lebih ideal lagi ketika Dr. Sanjaya dari kalangan partai pemenang pemilu dijagokan sebagai Tabanan 1, maka pendamping atau calon wakilnya sebaiknya diambil dari luar partai. Baginya yang paling ideal, pendamping Dr. Sanjaya nanti adalah dari kalangan profesional.

Adapun sosok calon wakil pendamping Dr. Sanjaya itu disebutkannya Heri Angligan. Putra Tabanan yang tinggal di Denpasar ini merupakan pengusaha dan seorang pengacara.

“Secara sebagai seorang pengusaha, tentu Ajik Heri Angligan memiliki pengalaman manajerial yang matang. Jika ini disandingkan dengan Dr. Sanjaya tentu akan menjadi sebuah kekuatan besar untuk membangun Tabanan sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” sebutnya.

Terkait potensi Tabanan, Wahya Biantara melihat ada dua potensi besar. Yakni potensi dalam bidang pertanian dan seni budaya.

Namun ia menyayangkan potensi besar yang dimiliki Tabanan terutama bada bidang pertanian hingga saat ini belum tergarap maksimal. Untuk penggarapan yang maksimal, dibutuhkan berbagai terobosan yang kreatif dan inovatif, sehingga pada akhirnya sektor pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Bahkan dengan julukannya sebagai daerah lumbung beras, sangat mungkin ketika potensi pertanian digarap dengan berbagai terobosan baru dan inovatif akan mampu menambah PAD Tabanan,” jelasnya.

Impiannya yakni potensi pertanian serta berbagai potensi lain yang dimiliki Tabanan dapat tergarap maksimal inilah yang menjadi alasan bagi Wahya Biantara agar Tabanan kedepan dipimpin sosok politikus yang didampingi kalangan profesional. Menurutnya, pengalaman matang berpolitik dan dua periode di kursi ekskutif Dr. Sanjaya akan mejadikan pembangunan di Tabanan semakin bergerak dan hidup jika didampingi oleh sosok yang telah matang dalam manajerial seorang profesional. *PB – Tim

Muncul Nama Baru untuk Tabanan Satu, Wabup Sanjaya : Bagus, Ini Alam Demokrasi

 

 

Sanjaya Tanggapi Nama Tokoh Calon Bupati Dari PDI P

TABANAN, Pantau Bali – Kandidat kuat calon Bupati Tabanan yang juga wakil Bupati dan Ketua DPC PDIP Tabanan Dr. I Komang Sanjaya, SE.,MM., menanggapi dengan “tetep mekenyem” dan santai dengan munculnya nama baru sosok yang kemungkinan akan mengadu keberuntungan untuk maju sebagai bakal calon bupati Tabanan.

Seperti yang dilansir dari sebuah media online lokal Bali,dan salah satu Sosial media dengan munculnya nama Gede Made Dedi Pratama yang merupakan Putra mantan Bupati Tabanan dua periode Adi Wiryatama disebutkan, Siap merebut tiket untuk menjadi calon Tabanan 1 Periode 2020 – 2025.

“Oh bagus kalau ada semeton Tabanan yang mau maju, khususnya sebagai calon Pemimpin Tabanan,” sebutnya kepada awak pers, Senin (10/6) setelah melaksanakan sidak pelayanan Rumah sakit Umum Tabanan Pasca Libur Lebaran.

Bagi politikus asal Banjar Dauh Pala, Tabanan ini, munculnya nama-nama yang akan ikut meramaikan perhelatan pilkada 2020 nanti merupakan hak setiap warga Tabanan. Termasuk pula bagi para kader PDIP. Terlebih lagi PDIP sendiri merupakan partai pemenang pemilu pada setiap pileg pasca runtuhnya orde baru.

“Ini alam demokrasi, jadi sangat bagus kalau ada kader-kader partai yang berkeinginan menjadi calon pemimpin,” saya apresiasi dan bagi saya selaku pimpinan partai akan mendorong,tidak ada masalah bagi saya justru ini baik untuk tabanan jelasnya.

Asalkan, semeton Tabanan khususnya kader PDIP yang berkeinginan menjadi calon Tabanan 1 menghormati aturan dan mekanisme induk partai. Sehingga proses untuk lahirnya seorang calon pemimpin hingga kemudian menjadi pemimpin pilihan rakyat benar-benar terproses sesuai aturan dan mekanisme tersebut. *PB – Tim

Wabup Sanjaya Sidak Pelayanan RS Dan Kehadiran Pegawai, Pasca Libur Lebaran

Wabup Sanjaya Kunjungi Salah Satu Pasien

TABANAN – Pantaubali.com – Hari pertama masuk kerja, setelah libur panjang Lebaran 2019, Wakil Bupati Tabanan meninjau pelayanan umum di sejumlah instansi,dan juga pelayanan di rumah sakit umum Tabanan pada Senin (10/6/2019).

Sidak pelayanan di sejumlah instansi pemerintahan di lakukan dengan serta, mengecek daftar hadir PNS yang memang seharusnya sudah memulai bertugas pasca liburan Lebaran.

’Kami fokuskan pada palayanan-pelayanan umum dan salah satunya, Seperti di BRSUD antrean warga yang hendak memeriksakan kesehatan sudah banyak dan pelayanan sudah berjalan lancar,’’ ujar Wabup Sanjaya.

Menurutnya, sidak yang dilakukan ini bertujuan untuk melihat kesiapan para ASN setelah cukup lama libur Lebaran,serta memberi motifasi kembali untuk melaksanakan tugas dengan baik.

Selain itu Sanjaya juga harapkan setelah libur tersebut para ASN dan pegawai Pemkab Tabanan lainnya dapat kembali ke rutinitas dengan semangat kerja, dan dapat melayani masyarakat sepenuh hati.

Wabup Sanjaya Sidak Pelayanan Rumah Sakit

“Kebetulan momentum ini saya gunakan untuk memantau pelayanan di rumah sakit dan sekaligus untuk membesuk salah satu orang tua dari rekan wartawan yang menderita sakit.

Budaya besuk ini adalah bagian kita memberikan doa restu, kedua juga sebagai memberikan motivasi tujuannya adalah bagaimana pasien segera sembuh.

Dalam sidak tersebut Wabup Sanjaya menemui dokter dan perawat yang bertugas saat itu, untuk memastikan pelayanan yang diberikan berjalan baik.

Wabup Sanjaya mengingatkan kepada petugas RSUD untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“BRSUD harus meningkatkan pelayanan kualitas sumber daya manusia dan disiplin pegawai. Pelayanan BRSUD harus ditingkatkan, sehingga tidak ada lagi keluhan dari masyarakat yang berobat,” harapanya.

Kedatangan Wabup Sanjaya menarik perhatian pasien dan keluarga pasien yang berada di ruang perawatan.

Surya Mandala Cultural Park Tanah Lot Tampilkan Kesenian Kecak

TABANAN – Pantaubali.com – Surya Mandala Cultural Park Tanah Lot melakukan perbaikan untuk menjalankan komitmentnya dalam pelestarian kesenian kecak yang telah dikembangkan sejak tahun 2006. Perbaikan dan penataan kawasan suryamandala cultural park di laksanakan pada tahun 2017 dengan konsep dan design yang baru untuk memenuhi kebutuhan pelestarikan kesenian Kecak yang bersinergi dengan kebutuhan pariwisata di kawasan wisata Tanah Lot.

I Nyoman Budiarsa, selaku manager yang berkecimpung selama 14 tahun berperan aktif untuk membangun dan mengembangkan kesenian Kecak di kawasan wisata Tanah Lot. Menurut Budiarsa, tujuan yang hendak dicapai dalam penataan kawasan Surya Mandala Tanah lot yaitu untuk melaksanakan komitmen pengembangan pariwisata budaya yang bersinergi dengan life cultural masyarakat setempat. Selain penataan insfratruktur, pembangunan sumber daya manusia melalui regenerasi sekaa kecak juga dilakukan bersinergi dengan BUMDES dan Desa Pakraman Beraban. “Kami melibatkan 80 anggota sekaa tari yang dilatih selama satu tahun dengan tujuan untuk mampu mempertahankan kualitas seni pertunjukan terutama kecak,” ungkap Budiarsa, Minggu (9/6).

Dikatakan, setelah berlatih selama setahun, mereka kini sudah mulai ditampilkan di ampi theater Surya Mandara Cultural Park setiap sore hari menjelang sunset yang jadi kejaran para wisatawan. Stage yang berada di bibir pantai ini sangat cocok bagi wisatawan menikmati kesenian kecak sambil menunggu sunset. “Pertunjukan kesenian terutama kecak dilaksanakan setiap hari sebelum sunset yaitu pukul 18.00 WITA dengan konsep panggung yang culturalistik menghadap laut sebagai daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot,” ungkapnya.

Diharapkan adanya panggung dan penampilan kesenian kecak ini akan menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Tanah Lot. Selama ini wisatawan datang hany untuk melihat panorama areal Tanah Lot. Dengan adnya pentas kesenian kecak, diharapkan waktu berkunjung wisatawan lebih lama terutama di petang hari sambil menikmati kesenian tari kecak. Hal ini juga berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat seperti warung, toko souvenir serta restoran yang ada di areal Tanah Lot. “Mudah-mudahan dengan adanya atraksi kecak menjelang sunset ini akan menambah daya tarik wsiatwna dan jumlah pengunjung semakin banyak,” pungkasnya.

Wujudkan Generasi Berbudaya, DP Tabanan Gelar Lomba Mapidarta dan Masatwa Bali

TABANAN – Pantaubali – Bertujuan untuk mewujudkan generasi yang berbudaya khususnya dalam hal berbahasa daerah Bali, Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Tabanan menggelar dua lomba sekaligus. Kedua jenis lomba yang diselenggarakannya berupa lomba mapidarta dan mesatwa Bali.

Lomba yang dibuka Asisten I Sekda Tabanan I Wayan Miarsana tersebut digelar pada Senin (10/6) dan digelar pada tiga lokasi yang berdekatan. Lomba mesatwa digelar di SD 6 Delod Peken, lomba mapidarta untuk peserta putra digelar di aula Disnaker Tabanan dan peserta putri digelar di aula DP Tabanan.

“Lomba ini bertujuan untuk melestarikan budaya Bali, khususnya dalam melestarikan bahasa Bali sebagai bahasa ibu,” ungkap I Wayan Kawi S, ketua panitia sekaligus pula ketua Klinik Pendidikan dalam pidato laporannya.

Didampingi Drs. I Wayan Madra Suartana, M.Si., selaku Ketua DP Tabanan Kawi menjelaskan, total peserta untuk kedua jenis lomba ini berjumlah 46 orang. Masing-masingnya delapan peserta putra dan sembilan peserta putri untuk lomba mesatwa.

“Sedangkan untuk lomba mapidarta Bali diikuti 20 orang peserta putri dan 9 orang peserta putra,” imbuhnya.

Sementara Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM., dalam sambutannya yang dibacakan Asisten 1 I Wayan Miarsana menyambut gembira adanya lomba ini. Baginya, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam melestarikan budaya Bali khususnya bahasa Bali.

Disebutkannya dalam era milenial ini banyak generasi muda Bali yang terkesan mulai melupakan salah satu identitas kedaerahannya, yakni bahasa Bali. Sehingga dengan digelarnya kegiatan ini dapat merangsang kaum milinial khususnya kalangan anak-anak untuk mencintai bahasa Bali.

“Kegiatan ini juga selaras dengan intruksi Gubernur Bali I Wayan Koster untuk melestarikan budaya Bali yang salah satu bentuknya berupa Kamis berbusana dan berbahasa Bali,” tutupnya. *PB-02

Sekda Klungkung Pimpin Apel Pagi Pasca Libur Cuti Bersama Lebaran

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Sekertaris Daerah Kabupaten Klungkung Gede Putu Winastra memimpin apel pagi pasca libur cuti bersama lebaran di halaman belakang kantor Bupati Klungkung, Senin ( 10/6). Apel ini diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Sekertariat Daerah mulai dari Asisten , Staf Ahli, Kepala OPD dan staf.

Dalam amanatnya Sekda Gede Putu Winastra menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN karena kompak hadir mengiikuti apel dan masuk kerja sesuai kewajiban. Menurutnya hal ini merupakan wujud komitmen pimpinan Bupati dan seluruh pejabat untuk mentaati  aturan yang ada. Selain itu pihaknya juga berterima kasih karena saat cuti bersama pun ada sejumlah pejabat tetap bekerja melakukan desk renstra.

“Apel pagi merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan setiap pagi sebelum menjalankan aktivitas, tapi apel kali ini menjadi  terasa special karena hampir seminggu penuh seluruh ASN cuti bersama Lebaran, selai itu terdapat surat edaran dari MENPANRB bahwa ASN diwajibkan masuk kerja pada 10 Juni, untuk itu saya apresiasi kekompakan dan kehadiran seluruh ASN yang sudah kembali masuk kerja dan mengikuti apel ini,” ujar Sekda Winastra.

Selanjutnya, sesuai surat penegasan dari Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPANRB), seluruh absensi OPD yang dilakukan melalui retina supaya disetorkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Klungkung. Data absen ini untuk selanjutnya dikirm via email ke MENPANRB selambat lambatnya pukul 15.00.

Sekda Winastra menambahkan, apabila ada ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, maka akan dijatuhkan sangsi sesuai PP no. 53 tentang disiplin ASN.  HUMASKLK/Jim

Mengintip Pantang Lelah Wabup Dr. Sanjaya Mengabdi Membangun Tabanan

TABANAN, Pantaubali – Wakil Bupati yang juga Ketua DPC PDIP Tabanan dikenal oleh sebagian besar masyarakatnya sebagai sosok pemimpin yang pemikir, pekerja dan dekat dengan masyarakat. Bahkan dihari libur dan dalam kondisi yang kurang fit, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM masih “mebayu gede” untuk hadir memenuhi undangan masyarakat.

Kali ini awak media ini mencoba mengajak pembaca untuk mengintip “bayu gede” dan pantang menyerahnya Dr. Sanjaya dalam membangun Tabanan yang pernah direkam awak media ini. Seperti apa? Berikut laporannya.

Dengan spirit bangga jadi orang Tabanan yang sering digaungkannya, seringkali Dr. Sanjaya masuk kepelosok-pelosok desa di Tabanan memenuhi undangan masyarakat. Seperti undangan sekehe teruna, subak, karya manusa yadnya, pitra yadnya, pujawali disuatu pura dan kegiatan lainnya. Menariknya, dalam satu hari awak media ini yang berkesempatan ikut dalam rombongannya merekam Wabup Dr. Sanjaya berkunjung pada 12 lokasi dan empat kecamatan yang berbeda.

Yang mengagetkan, dalam kunjungan tersebut hari sudah mulai malam. Sejak siang rombongan tidak makan dan hanya mengisi perut dengan snack yang disediakan masyarakat pada saat menghadiri kegiatan. Sementara untuk kembali pulang ke kota Tabanan, butuh waktu yang cukup lama, disamping jalan yang dilalui sedang macet.

Tiba-tiba mobil terdepan yang didalamnya duduk orang nomer dua di bumi lumbung beras tersebut, belok memasuki sebuah pasar senggol. Sesaat setelah mobil parkir, Dr. Sanjaya langsung turun dan menuju sebuah warung nasi be genyol.

Kontan warga yang sedang makan di warung tersebut bangkit untuk pindah. Tetapi dengan tetep mekenyem dan jiwa bersahabat, Dr. Sanjaya meminta beberapa pembeli di warung tersebut tetap duduk melanjutkan makannya.

“Duduk disini saja, saya malah senang bisa makan ramai-ramai,” sebutnya waktu itu.

Para pembeli di warung tersebut juga beruntung karena semua makanan yang dipesannya dibayar Dr. Sanjaya. Begitu juga untung bagi si pedagang karena dagangannya segera habis, mengingat rombongan yang mendampingi Dr. Sanjaya saat itu jumlahnya puluhan orang.

Memang, seringkali Dr. Sanjaya makan di warung-warung kecil milik warga lokal. Seperti dagang nasi lawar, tipat cantok hingga nasi angin diseputaran Desa Meliling.

“Pedagang-pedagang lokal harus didukung untuk menghindari pengangguran dan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat,” sebutnya.

Itu dalam hal makanan, saat berkunjung ke masyarakat ia seringkali memberi ide-ide cerdas bagi masyarakatnya. Bahkan kerap kali ia mempraktekan idenya agar masyarakat benar-benar paham.

Kepedulian terhadap warga kurang mampu juga sangat tinggi. Disuatu hari di menjelang hari suci Galungan, saat Wabup Dr. Sanjaya menikmati lawar dikediamannya di Banjar Dauh Pala, ia mendapat laporan ada seorang nenek terlantar di Tanah Bang, Kediri. Sontak ia menelpon beberapa stafnya untuk datang ke lokasi dan menyerahkan bantuan.

Banyak lagi rekaman awak media ini terhadap jiwa kepemimpinan Dr. Sanjaya dalam membangun Tabanan. Termasuk pula seringkalinya ia harus pulang malam bahkan dini hari dan jarang berkumpul dengan keluarga kecilnya demi melayani keluarga besarnya, yakni semeton Tabanan. *rah

Sekda Winastra Buka Kegiatan Jalan Sehat Cinta Lingkungan.

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra membuka kegiatan jalan santai cinta lingkungan bertempat di Balai Banjar Selat Desa Banjarangkan pada Sabtu (08/06/2019) pagi.

Ketua panitia HUT ST Swadharma Karma Budaya ke-38 I Made Suprapta, menyatakan Kegiatan Jalan santai cinta lingkungan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ST Swadharma Karma Budaya ke-38. Pada Kegiatan jalan santai cinta lingkungan diisi dengan lomba memungut sampah plastik, dimana peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang dibekali sebuah kantong plastik oleh panitia untuk diisi sampah anorganik yang ditemukan disepanjang rute Jalan Sehat dan pada akhir kegiatan semua peserta berkumpul untuk menimbang serts menentukan juara dalam perlombaan memungut sampah plastik.

Peserta perlombaan berasal dari siswa-siswi SD, SMP di lingkungan Desa Banjarangkan. Kegiatan jalan santai ini diikuti Camat Banjarangkan I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, seluruh Masyarakat Desa, dan seluruh anggota ST. Swadharma Karma Budaya serta undangan terkait lainnya.

Kegiatan Jalan sehat dilaksanakan di wilayah Desa Banjarangkan dengan mengambil rute diawali dari depan Balai Banjar Selat ke arah selatan menuju jalan Tegal Besar, kemudian ke arah timur menuju pura Dalem Setra Banjarangkan, dilanjutkan ke arah utara menuju Bank BRI ke barat dan finish kembali di Balai Banjar Selat.

Selain mengadakan kegiatan jalan Sehat, juga diadakan Lomba senam Gemu Femire antar PKK Banjar Selat, perlombaan ini diikuti oleh seluruh anggota PKK Banjar selat yang terdiri dari 5 kelompok PKK. Setiap kelompok mengikutsertakan perwakilannya sebanyak 10 orang untuk mengikuti perlombaan. “Melalui perlombaan ini diharapkan mampu menjaga  solidaritas antar anggota PKK dan juga mengembangkan kreatifitas PKK Banjar Selat”, Ujar  I Made Suprapta. Juga terdapat beberapa perlombaan yang diikuti oleh ST Swadharma Karma Budaya, diantaranya lomba Lari Karung, lomba nyuun sokasi, lomba terompah, lomba Mancing Botol, dan Lomba Balon Berpasangan, Selain Perlombaan juga diadakan kegiatan Donor darah, cek gula darah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra Dalam sambutannya, mengingatkan kepada seluruh peserta kegiatan jalan santai agar tertib dan mentaati peraturan ketika sedang berada di jalan Raya. “Semoga kegiatan jalan santai ini selain dapat menyehatkan peserta juga dapat membuat Lingkungan Desa Banjarangkan menjadi bersih dari sampah anorganik, Ujar Sekda Winastra. (Hmsklk/Cok).

Padapa, Target Tabanan Sebagai Kabupaten Sehat

TABANAN, Pantaubali.com – Tahun 2019 ini Kabupaten Tabanan menargetkan peraihan penghargaan tingkat Padapa dalam ajang Kabupaten Sehat. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS) Tabanan dr. Gede Ketut Arthana, MM., belum lama ini.

Ditemui di sekretariat FKS Jalan Teratai 10 A, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan, Arthana mengatakan, verifikasi dari tim pusat akan berlangsung sekitar bulan Juli-Agustus tahun ini. Menurutnya, untuk meraih penghargaan klasifikasi Padapa itu, verifikasi akan menyasar pada dua tatanan.

Dua tatanan tersebut adalah pemukiman, sarana dan prasarana sehat dengan indikatornya Pamsimas, Desa STBM (sudah melaksanakan lima pilar) serta indikator pasar sehat. Lokasi yang dipilih untuk indikator Pamsimas dan Desa STBM adalah Desa Munduk Temu, Pupuan.

“Indikator pasar sehat lokasinya di Desa Beraban, Kediri,” ungkapnya.

Tatanan berikutnya imbuh dr. Arthana, kehidupan masyarakat sehat mandiri dengan indikator posyandu SPA dan desa organik. Verifikasi indikator posyandu SPA akan diwakili Desa Delod Peken dan indikator desa organik diwakili Banjar Pinge, Desa Baru, Marga.

Arthana berharap penghargaan Padapa ini bisa diraih Kabupaten Tabanan. Terkait dengan targetnya itu, ia menyebutkan saat ini FKS Tabanan tengah melakukan pembinaan-pembinaan pada tingkat kecamatan bersama tim pembina KKS Tabanan yang didalamnya menyertakan berbagai perwakilan OPD.

“Bulan ini juga kami akan melakukan pembinaan pada titik-titik lokus,” tutupnya. *rah

Hadiri Pembukaan PKB XLI Tahun 2019, Wabup Sanjaya Apresiasi Inovasi dan Kreasi Masyarakat Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 41 (XLI) Kabupaten Tabanan Tahun 2019, kembali menghadirkan kreasi dan inovasi dari Masyarakat Tabanan. Bukan saja melalui kesenian melainkan juga melalui sektor ekonomi kreatif masyarakat Tabanan, yaitu UMKM yang kali ini makin berkembang di Tabanan.

Selain melibatkan ribuan seniman Tabanan, setidaknya ada puluhan stand ekonomi kreatif masyarakat Tabanan yang meliputi stand kuliner, kopi, pakaian dan lain-lain, yang ikut memeriahkan pagelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Kabupaten Tabanan Tahun 2019 yang digelar di Kawasan Taman Budaya Tabanan, meliputi, Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi, Museum Sagung Wah dan Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan.

Sesuai pantauan di lapangan, Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Tabanan dalam menyambut pagelaran PKB XLI Kabupaten Tabanan 2019. Wabup yang akrab disapa Sanjaya ini sangat bangga kepada masyarakat Tabanan yang setiap tahunnya mampu menampilkan inovasi-inovasi yang kreatif, mulai dari kesenian hingga UMKM.

Hal itu diungkapkan Wabup Sanjaya saat menghadiri sekaligus meresmikan Pembukaan PKB XLI Kabupaten Tabanan Tahun 2019 di Kawasan Taman Budaya Tabanan, Jumat (7/6) sore, yang ditandai secara resmi dengan pemukulan alat musik Tradisional Bali, yaitu Tek Tekan.

“Saya lihat setiap tahun semakin maju, masyarakat Tabanan makin kreatif, salah satunya melalui ekonomi kreatif di bidang olahan. Apapun hasil produksi di Tabanan benar benar diolah oleh masyarakat, seperti beras merah diolah menjadi teh beras merah, ada juga kopi diolah menjadi bermacam-macam jenis olahan kopi,” ungkap Sanjaya.

Dengan mengusung tema ‘Bayu Premana’ yang artinya memuliakan sumber daya angin. Wabup Sanjaya berpesan agar filosofi tema ini menjadi ilham bagi substansi materi kesenian yang akan ditampilkan pada event Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Provinsi Bali, sehingga makna kesenian yang tampil dapat selaras dengan makna tema yang dicanangkan.

Selain itu, Wabup Sanjaya juga berharap melalui pagelaran PKB XLI Kabupaten Tabanan ini memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan UMKM di Tabanan sehingga pagelaran PKB tidak hanya menjadi ajang formalitas semata.

“Saya lihat banyak sekali stand yang ada dalam perayaan PKB ini, hampir ada 25 stand dan hampir selalu ada hal yang baru di Tabanan. Ini menunjukan UMKM kita di Tabanan sedang berkembang. Dan mudah-mudahan perkembangan ini memberikan dampak yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat Tabanan,” harap Sanjaya.

Ketua Panitia PKB XLI Kabupaten Tabanan Tahun 2019 yang juga selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, IGN. Supanji, mengucap syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Dirinya melaporkan bahwa kegiatan PKB ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai hari ini, Jumat, 7 Juni 2019 sampai dengan hari Minggu, 9 Juni 2019.

Dilaporkannya juga berdasarkan tema ‘Bayu Premana’ maka para seniman di Kabupaten Tabanan berusahan mengaktualisasikannya secara nyata dalam bentuk aktivitas seni dan karya seni khas Kabupaten Tabanan. PKB Tahun 2019 ini juga diperuntukan sebagai pemacu aktivitas seniman di Tabanan dalam rangka meningkatkan pelestarian, penggalian dan pengembangan seni budaya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa ajang PKB Tahun ini mempunyai nuansa tersendiri karena berkolaborasi dengan Yayasan Taksu Gumi Bangsul. “Kami berharap dengan kolaborasi ini, maka pelaksanaan PKB Tahun ini dapat tampil lebih baik, dapat tampil lebih kreatif guna menampilkan wajah Tabanan yang Serasi yaitu Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi,” ujarnya. @humastabanan.-