- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1039

Pemkab Klungkung Akan Segera Menata Fasilitas Keamanan Objek Wisata Pantai Devil’s Tears Nusa Lembongan

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Terkait beberapa kali kejadian yang terjadi di Pantai Devil’s Tears Nusa Lembongan, Pemkab Klungkung akan segera menyikapi permasalahan tersebut dengan melakukan penataan terutama fasilitas keamanan agar nantinya kecelakaan disaat wisatawan berkunjung tidak pernah terjadi lagi. Hal tersebut disampaikan ketika Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menugaskan Dinas Pariwisata di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Rabu (4/9/2019) pagi.

Beberapa upaya akan dilakukan Pemkab Klungkung untuk menunjang sarana prasarana fasilitas demi keamanan dan kenyamanan wisatawan yang nantinya berkujung. Pertama akan memasang tali pengamaan kemudian akan membuat titik foto dan membuat pengumuman baik itu kepada para pengunjung maupun para guide. “Upaya ini dilakukan untuk menunjang pesatnya wisatawan yang berkunjung kesana serta  demi menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan,” Ujar Bupati Suwirta.

Selain itu, juga akan segera dipasang rambu-rambu tanda bahaya terutama ketika wisatawan berfoto di areal Pantai Devil’s Tears karena ombak sangat besar, langkah ini dilakukan agar nantinya wisatawan maupun guide bisa lebih berhati-hati dan selalu menjaga keselamatan dengan baik. “Setelah nantinya sudah dipasang rambu-rambu tanda bahaya para guide bisa ikut lebih mengawasi tamu terutama saat berfoto di areal Pantai Devil’s Tears,” Harap Bupati Suwirta.

Secara keseluruhan di Pantai Devil’s Tears Pemkab Klungkung juga akan membuat perencanaan menyeluruh untuk segera menata tanah milik Pemerintah Daerah dari pinggir pantai dari ujung keujung. Langkah-langkah ini kita lakukan agar nantinya tempat-tempat lainnya yang masih layak bisa dipakai tempat rekreasi bisa berfungsi ketika tamu berkunjung. “Untuk pelaksanaannya kita akan  laksanakan secepatnya, saya sudah tugaskan dinas terkait agar mulai besok mereka sudah bekerja melakukan revisi anggaran,” Tegas Bupati Suwirta. (Humasklk/puspa).

Roadshow Seminar PTTEP dan Univ. Trisakti di Bali Gaungkan Sustainable Resources dan Tourism

BADUNG – Pantaubali.com – PTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability hadir di Seminyak, Bali untuk kembali mengadakan acara Seminar Nasional Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Bali pada tahun 2017 silam menjadi tuan rumah untuk Sidang World Parliementary Forum on Sustainable Development.

Sebagai salah satu penyumbang terbesar terhadap ekonomi wisata di Indonesia, perkembangan Bali mengadopsi standar-standar dan pedoman internasional antara lain Green Growth 2050 Roadmap untuk menciptakan Sustainable Development.

Dr. Drs. Ida Bagus Kade Subhiksu, M.M Asisten 2 (Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan) Provinsi Bali beserta Afiat Djajanegara (General Affairs Manager PTTEP) secara resmi membuka dan memberi kata sambutan pada seminar ketiga di tahun 2019 ini.

Seminar di Bali merupakan seminar ke-8 yang telah diadakan oleh PTTEP Indonesia dan CECT MM-Sustainabitity Universitas Trisakti setetah sebelumnnya diadakan di Pekanbaru pada bulan Juni tahun 2019.

Sebagai ahlinya di bidang SDGs di Pemerintahan Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, ST., M.Si – Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BAPPEDA Litbang Provinsi Bali menjadi salah satu pembicara pada sesi pertama.

Tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai sektor yang antara lain hadir mengisi acara adalah Cahyo Alkantana – President of Indonesia Adventure Travel Trade Association, Dony Aryantho – SKK Migas Jabanusa, Maria R. Nindita – Founder CECT MM-Sustainability Trisakti, Gayatri Syafri – PTTEP Indonesia, Jatal – Co-Founder CSRI Indonesia, I Komang Sukarsana – Founder Kopi Tourism, dan Agung Widiastuti dari Yayasan Katimajari binaan PTTEP Indonesia.

PTTEP Indonesia sejak seminar-nya yang ke-7 menyediakan bazaar untuk UMKM dan social entrepreneur sebagai bentuk nyata komitmen PTTEP untuk tidak hanya memberikan forum knowledge sharing untuk membangun SDGs tetapi juga untuk membantu social entrepreneur dan masyarakat lokal.

UMKM dan social entrepreneur yang mengadakan bazaar di seminar SDGs ini adalah Bali Arabica, Sokambu, Bumbu Pejang, Medusa dan Nderes.

UMKM tersebut tepilih karena menjunjung produk Bali serta memberdayakan masyarakat serta kearifan dan sumberdaya (termasuk SDM) lokal sekitar.

Seminar Nasional Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) adalah lanjutan dari serangkaian seminar di tahun 2018 yang sebetumnya diadakan di 6 kota yaitu Jakarta, Makassar, Palembang, Medan dan Surabaya dan Batikpapan.

Mengikuti panggilan Kementerian PPN/Bappenas yang mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama merealisasikan pelaksanaan agenda Sustainable Development Goals.

Terutama poin SDGs No. 17 yaitu, “Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDGs,” PTTEP dan Universitas Trisakti, MM-Sustainability, menyelenggarakan rangkaian acara seminar untuk membina relasi antar pemangku Kepentingan, termasuk pemerintahan, sektor swasta, LSM dan individu di lima kota.

Menjalin kemitraan ini perlu dibina agar pars pemangku kepentingan dapat bersama-sama membantu Indonesia mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Selain seminar, akan diadakan juga lokakarya pada tanggal 5-6 September 2019 yang bertujuan untuk melatih LSM lokai tentang bagaimana cara terlibat secara profesional dan efektif dalam bermitra dengan sektor swasta dan pemerintah.

Lokakarya ini akan dipimpin oleh instruktur dark Universitas Trisakti MM-Sustainablity.

General Affairs Manager PTTEP Indonesia, Afiat Djajanegara mengatakan, berdasarkan antusiasme yang kami dapatkan dari peserta seminar dan tokarya di lima kota di seluruh Indonesia pada tahun 2018, kami memutuskan untuk melanjutkan acara ini di lima kota lainnya di tahun 2019.

Mengingat pentingnya menjaga kemitraan yang berkelanjutan, kami akan mengajak pemangku kepentingan dart berbagai sektor untuk terus bekerjasama membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai SDGs.(*)

I Made Dirga akhirnya resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tabanan 2014-2019

TABANAN – Pantaubali.com – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) I Made Dirga akhirnya resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tabanan 2014-2019 defenitif. Resmi menjadi Ketua DPRD yang baru sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Bali nomor 1941/01-A/HK/2019 tanggal 2 September 2019.

Acara pelantikan ketua DPRD ini dalam rapat paripurna pengucapan sumpah /janji pimpinan DPRD Tabanan periode 2019-2024 di Gedung DPRD Tabanan,Rabu (4/9/2019).

Sementara untuk Wakil Ketua di percayakan kepada politisi Partai Golkar Ni Made Meliani dan Ni Nengah Sri Labantari Politisi Partai Gerindra.

Paripurna pengucapan sumpah/ janji pimpinan DPRD Tabanan dihadiri langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wabup Komang Gde Sanjaya, anggota dewan terpilih periode 2019-2024, Forkopimda, BUMD, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tabanan.

Dalam sambutanya I Made Dirga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan menjadi ketua DPRD lima tahun kedepan.

Dirga menegaskan tugas, fungsi dan tanggung jawab ini harus menjadi landasan berpikir dalam menyusun alat kelengkapan DPRD. Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh anggota DPRD Kabupaten Tabanan periode 2019-2024 senantiasa meningkatkan kinerja lembaga DPRD dan berjuang dengan segenap daya dan upaya agar dapat mensejahterakan masyarakat.

“Dan satu hal yang harus kita tanamkan adalah bahwa fasilitas yang tersedia dan yang akan disediakan bukan merupakan tujuan, tapi sarana yang harus kita manfaatkan dalam mengoptimalkan kinerja lembaga,” pungkas Dirga.
Sementara itu Bupati Eka mengatakan, yakin bahwa dengan pelantikan ini akan semakin membangun motivasi dan gairah saudara/saudari sebagai Ketua dan Wakil Ketua yang penuh gagasan, dedikasi, kreatif dan penuh inovasi,” tegas Bupati.

Dikatakan Bupati Eka,tentunya segenap anggota dewan harus memberikan dukungan dan kerjasama yang baik, sehingga tugas dan amanah yang diemban dilakukan dengan penuh tanggungjawab.

Karena peran DPRD Tabanan sangat strategis dalam mewujudkan kedaulatan rakyat dan menciptakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Oleh Karena itu,hubungan yang harmonis dan sinergis merupakan kunci utama untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Tabanan, yakni mewujudkan masyarakat yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi, Tabanan Serasi,” imbuh Bupati Eka.

Pemkab Klungkung Gelar Merajut Kebersama Dalam Bingakai NKRI

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menghadiri acara Ramah Tamah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan para tokoh dan etnis dalam rangka merajut kebersamaan dalam bingkai NKRI di Objek Wisata Kali Unda, Desa Paksabali, Kecamatan Dawan, Selasa (3/9).

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua sementara DPRD Klungkung, A.A Gde Anom, Forkopimda Kabupaten Klungkung, Ida Dalem Semaraputra, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung, Ketua MMDP Klungkung Dewa Made Tirta serta undangan terkait lainya.

Bupati Suwirta dalam sambutannya mengatakan damai itu adalah modal yang paling besar, mau tidak mau siapa pun yang menjadi pemimpin damai itu paling utama. Karena pada saat damai itu ada, tidak akan ada lagi gontok-gontokan, tidak ada selisih paham. Karena kita selalu damai sesuasi dengan tupoksi kita masing-masing.

Spririt gema santi ini pun menjadi pondasi pembangunan di Kabupaten Klungkung. Kalau kedamaian itu tidak ada, kita mau membangun apa. ” Mari satukan hati, satukan fikiran, bergantengan tangan saling berpulakan, kita pupuk rasa persatuan dan kesatuan gerakan bersama dengan kedamaian dalam bingkai NKRI,” Ujar Bupati Klungkung

Didalam sambutnya Bupati Suwirta juga mengajak seluruh undangan menyanyikan bersama-sama lagu gema santi dengan menghayati sesuai dengan isi dalam lagu tersebut. Mengajak seluruh masyarakat untuk menggali sumber daya manusia, menggali sumber daya alam untuk Klungkung yang unggul dan sejahtera.

Bupati Suwirta juga meminita kepada seluruh masyarakat klungkung, siapa pun kita, jadi  apa pun kita, mari kita turunkan harga diri. Pada saat kita menurunkan harga diri kita, dirinya yakin tidak ada yang merasa tersinggung. “Jangan memunculkan benih-benih ketidak harmonisan,” tegasnya

Sementara itu, Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon dalam sambutanya juga mengatakan, melalui acara ini marilah kita saling merajut kebersamaan dan mari kita bersama-sama membangun negara ini. Negara ini memiliki potensi yang sangat besar dan jangan sampai terpengaruh atau terprovokasi oleh pihak luar yang ingin menguasai kekayaan alam negara ini. Karna negara ini terlalu berharga untuk dirusak. “Mari bersama kita bangun Kabupaten Klungkung ini semoga bisa menjadi contoh daerah yang bisa mempererat tali persaudaraan antar etnis, suku ras serta agama,” Ujar Letkol Czi Paulus Joni Simbolon

Tak hanya itu Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana juga mengatakan komitmen bersama bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. Jangan sampai negara kita ini dihancurkan oleh orang yang memiliki keinginan/kepentingan baik secara organisasi maupun kepentingan pribadi serta politik. “Mari kita mulai semuanya dari lingkungan sekitar kita yaitu Kab. Klungkung agar bisa menjadi percontohan Kabupaten peduli HAM ” Ujar Komang Sudana (Humasklk/yande)

Bupati Eka Bangga dengan Generasi Muda Tabanan  

????????????????????????????????????
 

TABANAN – Pantaubali – Kabupaten Tabanan yang dikenal dengan lumbung pangannya Bali, yang memiliki hamparan sawah dan ladang yang luas dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai Petani, Peternak ataupun Nelayan, sehingga Kabupaten Tabanan sangat berkomitmen memajukan pertanian, perkebunan dan perikanan di Tabanan dengan berbasis Pariwisata.

Hingga telah banyak prestasi yang didapatkan Pemkab Tabanan, melalui sektor tersebut. Bukan saja itu, Tabanan juga mengembangkan sektor lainnya dan juga mempunyai banyak prestasi di bidang lainnya, seperti prestasi yang baru saja disabet oleh generasi millennial Tabanan di bidang Dharma Ghita. Hal ini menandakan, Generasi muda Kabupaten Tabanan sangat memegang teguh adat, tradisi dan budaya serta kearifan lokal Tabanan.

Atas prestasi tersebut, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti sangat mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan yang telah dilakukan anak-anak millennial Tabanan ini yang tergabung dalam Widya Sabha Kabupaten Tabanan. Bahkan Orang Nomer satu di Tabanan itu berjanji akan membangkitkan Utsawa Dharma Githa di Tabanan dengan menggelar Utsawa Dharma Githa tingkat Kabupaten yang pertama kali di Kabupaten Tabanan, tahun 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan srikandi cantik asal Tegeh Angseri tersebut, saat menerima audiensi Widya Sabha Kabupaten Tabanan yang dipimpin oleh Arum Gunawan, Selasa, (3/9) sore di Ruang Kerjanya. Saat itu, Bupati yang akrab disapa Eka tersebut didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tabanan, AA. Dalem Tresna Ngurah, dan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan.

Nampak saat itu, Bupati Eka menyambut hangat kedatangan rombongan anak-anak muda berprestasi yang dipimpim oleh alumni SMA N 1 Tabanan tersebut. Raut muka Bupati Eka pun sontak memancarkan kebanggan, saat Jero Arum begitu Arum Gunawan akrab disapa beserta rombongan membawa beberapa piala, hasil dari perkelanaannya dalam ajang Utsawa Dharma Githa tingkat Nasional tahun 2019 ini.

Dalam diskusi santai tersebut, Jero Arum mengatakan, bahwa prestasi yang diraih oleh Widya Sabha Kabupaten Tabanan secara khusus diserahkan untuk Bupati Tabanan. Dirinya menuturkan, dari 29 kali mengikuti ajang ini, baru kali ini mendapatkan banyak prestasi. Terbilang, pihaknya mendapatkan 8 prestasi yang keseluruhan merupakan juara di bidangnya masing-masing. Sehingga dengan prestasi ini Tabanan bisa naik peringkat, dari juru kunci, ke peringkat 7 dan ini prestasi bersejarah bagi Tabanan.

“Dan kebetulan dari sekian utsawa yang kita ikuti tepatnya 29 kali pelaksanaan. Baru tahun ini kita bisa memperoleh juara yang bisa dikatakan sangat banyak. Karena pada lomba-lomba sebelumnya dari 17cabang, paling banyak kita mendapat 2 juara. Dan kali ini kita merajai 8 kejuaraan tingkat Nasional.

Juara tersebut diantaranya, Juara 1 Utsawa Kakawin Dewasa Putra yg diperoleh I Wyn Wahyu Diantara (Baturiti) dan I Gede Arum Gunawan (Penebel), Juara 3 Utsawa Palawakya Dewasa Putra yg di peroleh oleh Putu Eka Aprilianto (Kediri) dan Dewa Made Bali Sugiharta (Kediri), Juara 2 Utsawa Membaca Sloka Remaja Putra diperoleh oleh Kadek Dwi Arnata (Kediri) dan Made Pandu Deva Kusuma Wardhana (Tabanan), Juara 3 Utsawa Baca  Sloka Remaja Putri yg diperoleh oleh Ariasih (Baturiti) dan Suci (Baturiti).

Dan Juara Harapan 1 Utsawa Palawakya Dewasa Putri diperoleh oleh Indra (Pupuan) dan Friska (Pupuan), Juara Harapan 1 Utsawa Dharama Wacana Berbahasa Inggris diperoleh oleh Lisa Purwanti (Kediri), Juara Harapan 3 Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris diperoleh oleh Ayu Diah Suryandari (Tabanan), Juara Harapan 1 Utsawa Dharmawidya (Cerdas Cermat Agama Hindu) yg diperoleh oleh Natasya Restu, Eka Frastika, dan Wahyu Pradipta.

Sediki tentang sejarah Widya Sabha. Widya Sabha adalah lembaga pembinaan dan pelestarian seni sastra dan tembang keagamaan Hindu yang disebut dengan Dharmagita. Widya Sabha di tingkat Provinsi sudah ada sejak 1979 dan Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi baru terlaksana di tahun 1990, dan di tinggkat Nasional pada tahun 2020 yang pelaksanaannya dilakukan di Provinsi Maluku. @humastabanan

Bertemu Bupati Eka, Jegeg Bagus Bali tidak Menyangka jadi Juara

????????????????????????????????????

                                  

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di dampingi  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, AA. Dalem Trisna Ngurah,  Kepala Dinas Koperasi sekaligus Plt. Dinas Pariwisata,  I Made Yasa dan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan, menerima Jegeg Bagus Bali  2019, Selasa (3/9) di ruang kerja Bupati setempat.

Gede Made Cahya Trisna Pratama dan Ni Putu Sri Pratiwi, duta Jegeg Bagus Kabupaten Tabanan 2019 berhasil menjadi yang terbaik dalam perhelatan malam Grand Final Jegeg Bagus Bali Tahun 2019 yang digelar di Taman Budaya Art Center Denpasar pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019 lalu. Atas prestasinya tersebut, semakin menambah deretan-deretan prestasi yang telah diraih Kabupaten Tabanan, khususnya Generasi Muda.

Sontak hal ini merupakan hal yang membanggakan bagi Kabupaten Tabanan. Bahkan saat audiensi, Bupati Eka mengucapkan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi ini. Mengingat, Tabanan baru pertama kali mendapat kehormatan menjadi yang terbaik dalam perhelatan  Jegeg Bagus Bali. Sebelumnya Bupati Eka juga menerima pemuda-pemuda terbaik Tabanan yang meraih prestasi dalam Utsawa Darmagita. Sehingga srikandi asal Tegeh Angseri tersebut patut bangga dan bersyukur mempunyai generasi-generasi muda yang peduli, yang cerdas dan terampil serta mencintai seni, adat, budaya serta kearifan lokal Tabanan.

“Hidup ini terus  berlanjut, artinya setiap generasi dan setiap orang pasti ada jamannya. Mudah mudahan kedepannya semakin banyak lahir generasi yang peduli, yang punya sensitivitas terhadap alam  semesta,   mencintai daerahnya, dan membanggakan daerahnya serta mau mempromosikan sekaligus memperkenalkan daerahnya untuk kemajuan,” tegas Bupati peraih penghargaan Leadership Award tersebut.

Tak pelak, Bupati Eka, menitipkan masa depan Tabanan di pundak mereka. Karena maju dan tidaknya Kabupaten Tabanan kedepannya adalah tanggung jawab para generasi muda. Untuk itu, Bupati Eka berpesan agar tetap semangat untuk berjuang memberikan yang terbaik untuk Tabanan, sehingga nantinya menjadi generasi yang handal yang mampu mengorbitkan Tabanan di mata Dunia. “Jaga nama baik Tabanan, dan kita harus selalu bangga menjadi warga dan generasi muda Tabanan,” imbuh Bupati Eka.

Meski telah menjadi yang terbaik, Gede Made Cahya Trisna Pratama dan Ni Putu Sri Pratiwi, tetap merendah dan selalu berkeinginan untuk belajar. “Kami tidak ada expektasi untuk jadi juara, karena expektasi kami adalah menampilkan sesuai dengan mineset kami untuk tampil dengan tulus iklas dan mendapatkan hasil yang terbaik,” terangnya di hadapan orang nomer satu di Tabanan.

Mereka pun tidak menyangka akan bisa meraih posisi sebagai  Jegeg Bagus Bali 2019. Karena menurut mereka, kontestan dari Kabupaten lain justru lebih baik dari mereka. Dengan menampilkan potensi wisata di kecamatan Marga, yang mana di Marga banyak ditemukan tempat rekreasi seperti puri marga, sun flowers dan kuliner  ternama, yakni sambel bejek Blayu, yang merupakan inovasi warga setempat, menjadikan mereka yang terbaik. Dan apabila dikelola dengan benar, Tabanan mempunyai potensi yang sangat besar di bidang pariwisata.

Akhir kata, Gede Made Cahya Trisna Pratama dan Ni Putu Sri Pratiwi mengucapkan terimakasih kepada Bupati Tabanan beserta seluruh jajaran karena telah mensupport dan selalau bangga dengan generasi muda di Tabanan. “Momen ini merupakan salah satu motivasi, tidak hanya bagi kami, tapi bagi adik-adik kami yang akan meneruskan perjuangan ini. Semoga kedapannya doa dan bantuan Ibu selalu menyertai kami, sehingga kesuksesan ini tidak hanya kami rasakan pada tahun ini, tetapi pada tahun-tahun berikutnya,” tutup Trisna. @humastabanan.

Wabup Sanjaya Apresiasi Ngaben Masal Desa Pakraman Bangah, Baturiti

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, hadiri upacara Pitra Yadnya (Ngaben Masal) yang dirangkaikan dengan upacara Manusa Yadnya (Metatah) yang digelar oleh masyarakat Desa Pakraman Bangah, Baturiti, Selasa (3/9) pagi.

Dalam tradisi masyarakat Hindu, khususnya di Bali, Ngaben merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap masyarakat tatkala untuk menyucikan roh orang atau kerabat, atau keluarga yang meninggal dengan cara dibakar. Namun ada juga upacara Ngaben di beberapa daerah di Bali yang tidak melalui pembakaran mayat.

Dan secara garis besarnya, Ngaben adalah untuk memproses kembalinya Panca Mahabhuta di alam besar ini dan mengantarkan Atma atau roh ke alam pitra. Tentunya Ngaben dengan segala proses dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakannya sudah tentu menghabiskan begitu banyak biaya dan tenaga. Oleh sebab itu, Ngaben Masal yang saat ini marak dilakukan dipandang sebagai alternatif untuk lebih mengirit biaya.

Oleh sebab itu, Pemkab Tabanan sangat mendukung kegiatan Ngaben Masal yang dilakukan oleh masyarakat Tabanan. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pekraman Bangah, Baturiti saat ini. Ngaben Masal yang dirangkaikan dengan Metatah Masal itu mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Tabanan sekaligus menghadiri langsung kegiatan yang dipusatkan di setra Desa Pekraman Bangah tersebut.

Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemkab Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Eka dan Wabup Sanjaya, yakni membangun dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan semangat gotong-royong dalam rangka mewujudkan masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi. Untuk itu, Pemerintah akan selalu mendukung kegiatan yang mengedepankan kebersamaan dan gotong-royong dari masyarakat.

Hampir ratusan bahkan ribuan pagelaran Ngaben Masal yang diselenggarakan oleh masyarakat Tabanan mendapat apresiasi dari Pimpinan beserta jajaran di di lingkungan Pemkab Tabanan, sekaligus memberikan punia sebagai perwujudan apresiasi kepada masyarakat setempat.

“Ini adalah yadnya yang satwika, ini sampun utama pisan. Karena untuk melakukan upacara Ngaben saat ini kita tidak perlu keluar banyak biaya namun dengan adanya Ngaben Masal, sehingga sangat meringankan beban kita di masyarakat. Ini sudah sesuai dngan himbauan Gubernur dan himbauan kita di Pemkab Tabanan,” ucap Sanjaya.

Selain Wabup Sanjaya, kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari anggota DPR-RI asal Marga yang saat itu diwakili oleh staf ahlinya, Asisten III Pemerintah Provinsi Bali. Turut hadir, Camat Baturiti, Perbekel serta unsur tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat. Saat itu, Wabup Sanjaya beserta undangan yang hadir melaksanakan doa bersama terhadap sawa/arwah yang akan diabenkan saat itu. @humastabanan.

Bupati Klungkung Melakukan Penataan Aset Tanah Negara Di Nusa Penida

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra dan Camat Nusa Penida I Komang Widiasa Putra melakukan penataan Aset Tanah Negara yang berada di Sepanjang pantai di Desa Ped pada (01/09/2019). 

Penataan Aset Tanah Negara ini bertujuan untuk menginventarisir tanah Milik Negara yang terdapat di Nusa penida yang nantinya akan digunakan untuk membuat jalan lingkar dan jalur trekking.

Rombongan yang dipimpin langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ini mengawali pendataan dari pesisir Desa pakraman banjar nyuh desa ped ampai ke Banjar Sental Kangin dengan berjalan kaki yang diperkirakan  jaraknya kurang lebih 4 kilo meter.

Dalam penataan dan pendataan tanah Negara tersebut, ddirinya marasa terkejut ternyata banyak tanah tanah milik negara di sini, melihat hal tersebut pemerintah akan sesegera memproses tanah – tanah tersebut , terkait dengan beberapa pengusaha pariwisata yang terlanjur membangun usahanya di sekitar wilayah ini , “Pemkab Akan berusaha mencarikan Solusi untuk hal tersebut,”Ujar Bupati Suwirta. Sembari berharap kepada pelaku usaha agar lebih teliti sebelum mendirikan usaha.

Selain itu Terkait akses publik menuju pantai dirinya berharap kepada pelaku pariwisata khususnya restoran,beach club dan penginapan yang ada di wilayah pantai agar memikirkan hal hal tersebut biar tidak kesannya privat / milik restauran atau penginapan itu sendiri dan dengan tegas dirinya menyampaikan jika membangun atau mendirikan usaha harus sesuai dengan aturan yang berlaku beserta ijin ijinnya jangan ada kata kata “kami kan ikut mengembangkan pariwisata di nusa pak? ” Kalau hanya mencari untungnya saja .

Sebelumnya dihari yang sama, Rombongan Bupati Suwirta melaksanakan kegiatan Peninjauan Rusun yang digunakan oleh Para petugas kesehatan yang bekerja di RS Pratama Nusa Penida. Dalam peninjauan tersebut, Bupati Suwirta merasa kecewa dengan keadaan rusun yang kotor dan di beberapa kamar dilantai 1 mengalami kebocoran pada bagian sepitank. Melihat kondisi tersebut,  Bupati Suwirta berpesan kepada Perawat yang menempati Rusun supaya ikut menjaga kebersihan di rusun dan sekitarnya. Serta agar menanam beberapa tanaman untuk memperindah halaman rusun.

Rakor Pengelolaan Sumber Daya Alam pada KPPN digelar di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Pembukaan Rakor Pengelolaan Sumber Daya Alam pada Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) berbasis Pemberdayaan Sumber Daya Manusia yan diselenggarakan oleh Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Rabu, (28/8) pagi.

Kegiatan yang dipusatkan di Puri Taman Sari Resort, Umaabian, Belayu, Marga, itu juga dihadiri oleh Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Koordinator PMK, Sonny B. Harmadi, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendes PDTT, Harlina Sulistyarini, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan, Agusta Ersada Sinulingga, dan Kasubdit Perdesaan Bapennas, Chairul Rizal.

Rakor ini digelar sekaligus pemantauan perkembangan KPPN di Tabanan seta melakukan evaluasi kegiatan apa saja yang telah dilakukan Kabupaten Tabanan sebagai kawasan KPPN. Dijelaskan oleh Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Koordinator PMK, Sonny B. Harmadi, bahwa evaluasi KPPN akan dilakukan secara bertahap.

“Kan tidak bisa kita hanya melihat selayang pandang, kemudiaan kita bilang, oh iya bagus. Jadi Indikator yang sangat terukur itu sangatlah penting,” jelas Harmadi.

Harmadi menjelaskan, di Pemerintahan Pak Jokowi ini, bahwa koordinasi itu sangatlah penting. Sehingga kebijakan-kebijakan kementrian di era Bapak Jokowi harus saling terkait atau sinkronisasi.”Bapak Ibu sekalian, kalau kita lihat fungsi sinkronisasi kita, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pembangunan desa dan kawasan perdesaan itu terus kita sinkronkan,” ucapnya..

Sebagai daerah yang menyandang status KPPN, Wabup Sanjaya menjelaskan dalam perencanaan Pembangunan Tabanan, telah menetapkan strategi mewujudkan Tabanan Serasi, yaitu menggerakan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat berbasisi usaha pertanian dan pariwisata. “Misi ini sangat relevan dengan KPPN,” ungkap mantan anggota DPRD Tabanan tersebut.

Dari 23 Desa dan 5 Kecamatan yang termasuk dalam KPPN di Kabupaten Tabanan, memiliki mayoritas potensi di bidang pertanian den subsector peternakan, perkebunan dan tanaman pangan lainnya. Sehingga Tabanan sangat menunjang dan cocok dijadikan KPPN untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Sanjaya menyampaikan hasil kinerja dan perkembangan Desa  yang berada di kawasan KPPN. Sekilas tentang KPPN di Tabanan, telah menetapkan atau mengimplementasikan program Responsive Innovation Fund (RIF) yang popular dengan sebutan Nikosake, yakni pengembangan Nira, Kopi, Salak, dan Kelapa di lima desa kawasan Nikosake. Desa tersebut diantaranya, Sanda, Belimbing, Munduktemu, Lumbung Kauh dan Wanagiri.

Dengan PAD Tabanan yang bisa dibilang cukup kecil, dengan wilayah yang luas dan program yang sangat banyak, tidak memungkingkan Pemkab Tabanan untuk mewujudkan semua itu secar bersamaan. Untuk itu, Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, meminta agar Pemerintah Pusat membantu di dalam pengembangan kawasan Nikosake, yang merupakan kawasan KPPN yang ditetapkan Pusat.

“Kami mengharapkan, seluruh kementrian dan lembaga yang ada di Pemerintah Pusat dapat membantu Pemkab Tabanan dalam mengembangkan kawasan Nikosake yang notabene merupakan bagian dari kawasan KPPN yang sudah ditetapkan menjadi target RPJM Nasional,” harap Ketua DPC PDI-Perjuangan Tabanan tersebut. @humastabanan.

Komitmen Terhadap Kesejahteraan Petani, Bupati Eka ‘Kaya’kan Petani di Tabanan

TABANAN – Pantqubali.com – Komitmen mempertahankan Tabanan sebagai daerah Lumbung Pangannya Bali serta mensejahterakan Petani, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, upayakan agar Petani Tabanan ‘Sugih’ (Kaya) sesuai dengan visi menggerakan ekonomi kerakyatan. Hal itu diungkapkan Orang nomer satu di Tabanan tersebut dalam acara Penanaman Padi Demfarm Penggunaan Pupuk ‘Green Fertilizer’, Rabu (28/8) pagi di Subak Gunggungan, Desa Sesandan, Tabanan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Tabanan melalui inisiasi Bupati Eka, mengkolaborasikan sektor pertanian dengan teknologi, melakukan uji coba Penanaman Padi Demfarm Penggunaan Pupuk ‘Green Fertilizer’ di Subak Gunggungan, Desa Sesandan, Tabanan. Yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi padi bagi petani, sehingga memberikan keuntungan bagi petani di Tabanan.

Selain Petani, Orang nomer satu di Tabanan tersebut juga telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas Peternak dan Nelayan di Tabanan. Salah satunya, telah menyerahkan 100 ekor bibit kambing unggulan, yakni kambing boerka kepada kelompok tani ternak yang ada di Desa Sanda, yang bertujuan untuk menjadikan Tabanan sebagai pemasok kambing terbesar di Bali, bahkan di Indonesia.

“Kita pun kemarin sudah menyerahkan 100 ekor kambing di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sanda, karena Tabanan dari 30 TTP yang ada, salah satunya adalah di Tabanan. Kita sudah memilikinya di Tabanan. Oleh karena itu kita harus melek teknologi , pertanian itu tidak boleh hilang. Pertanian itu tetap harus ada, tapi teknologinya itu harus di imbangi. Karena tanpa teknologi kita akan ketinggalan,” ucap Bupati Eka saat membuka kegiatan.

Melalaui proses yang cukup panjang, maka ditetapkan lahan pertanian/sawah seluas 5 Hektar di Subak Gunggungan, Sesandan menjadi lahan uji coba Penanaman Padi Demfarm Penggunaan Pupuk ‘Green Fertilizer’ tersebut. Para petani di seputaran subak Gunggungan menyambut gembira inisiasi dari orang nomer satu di Tabanan tersebut.

Oleh karena itu, Srikandi asal Tegeh Angseri tersebut berharap dengan adanya Green Fertilizer ini, bisa menigkatkan produksi panen petani. Yang awalnya mungkin1 hektar bisa menghasilkan 4 ton, 6 ton padi, dengan adanya sistem ini bisa menghasilkan 10 sampai 12 ton dan hasil berasnya adalah beras premium bukan beras biasa, jadi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. “Harapan kita, dengan adanya Green Fertilizer  ini, produksi padi petani meningkat, sehingga petani menjadi ‘Sugih’ (Kaya),” tutur Bupati Eka.

Bupati Eka menambahkan, kalau ini nantinya sukses, hasilnya memuaskan, dan bagus. Dirinya menghimbau kepada seluruh pihak terkait di Pemkab Tabanan, mulai sekarang harus memikirkan subsidi dari pupuk tersebut. “Artinya petani jangan dibebankan full (untuk pembelian pupuk), harus diberi subsidi. Tapi sebelum ini sukes, semua harus kerja keras. Dalam artian outpunya harus jangka panjang dan berkelanjutan,” tambah mantan anggota DPRD Tabanan tersebut.

Senada dengan Bupati Eka, Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, selaku perwakilan dari Polda Bali yang juga hadir saat itu mengatakan dalam rangka meningkatkan swasembada pangan sesuai dengan intruksi Presiden, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pihaknya mempunyai misi yang sama dengan Pemkab Tabanan, yakni peduli masyarakat petani.

“Pada kesempatan ini kita datang semua. Semua sibuk meluangkan waktunya. termasuk semua ini (semua hadirin yang hadir saat itu) demi untuk petani. Kenapa kita kesini, terlebih dahulu Saya berterimakasih kepada Tuhan, Ibu dan pada petani, karena hari ini masih hidup karena adanya Petani. Kalau petani cuti sebulan, mungkin kita akan makan kelapa,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pada momen ini, Dirinya meminta kepada petani agar memanfaatkan dengan baik dan melaksanakan ilmu yang telah diberikan, guna meningkatkan kesejahteraan keluarga masing-masing.

Seperti mengulang penegasan Bupati Eka, Kombes Yuliar bertanya kepada Petani yang hadir saat itu. “Sekarang saya tanya kepada bapak-bapak, mau dipaksa sugih nggak? kalau gak mau saya pulang ni, buat apa saya disini kalau petani tidak mau sugih,” lanjutnya, dan disambut dengan teriakan para petani yang mengiyakan pertanyaan beliau.

Nampak juga pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Ketahan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Ketua DPRD Tabanan Sementara, Sekda Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta seluruh jajaran TNI dan Polri yang hadir saat itu. @humastabanan.